BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Alat berat yang kita kenal didalam ilmu teknik sipil adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur. Penggunaan alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah di tentukan, atau kerugian perbaikan yang tidak semestinya.
Oleh karena itu sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmentnya, haruslah dipahami fungsi dan aplikasinya. Terdapat beraneka
berbagai macam alat yang sering di gunakan digunakan dalam pekerjaan konstruksi, tetapi yang akan dibahas dalam Tugas Akhir ini hanya alat-alat yang umum digunakan untuk pekerjaan galian saja. Adapun alat-alat yang akan di bahas tersebut antaranya : bulldozer, alat gali atau excavator, dan alat pengangkut jarak jauh seperti dump truck. Disini akan diberikan juga contoh perhitungan prodktivitas untuk setiap jenis alat yang akan dibahas.
1.2 Alasan Pemilihan Judul
Pada dasarnya pengambilan judul yang diambil berkaitan dengan lokasi pada waktu pelaksanaan praktek kerja lapangan. Dimana pada kesempatan tersebut saya melakukan praktek kerja lapangan pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung 01, hal ini dimaksudkan agar data-data pendukung yang berkaitan dengan penyusunan tugas akhir dapat diperoleh dengan mudah.
Disamping itu karena pelaksanaan pekerjaan konstruksi membutuhkan ketelitian dan perhatian yang khusus. Dimana metode dan pemilihan peralatan dalam pelaksanaan dapat berpengaruh pada produktifitas perkerjaan tersebut juga terhadap nilai ekonomisnya.
1.3 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari penulisan tugas akhir ini yaitu:: 1. Untuk mengetahui pemakaian dump truk yang ideal.
2. Produktifitas excavator/jam.
3. Harga satuan pekerjaan (tenaga, dan alat).
4. Untuk mengetahui apakah pemakaian alat dilangan sudah efisien.
1.4 Pembatasan Masalah
Dalam penulisan Tugas Akhir ini pembatasan masalah yang diambil, yaitu : 1. Jenis dan spesifikasi alat yang dipakai dilapangan.
2. Jumlah alat dalam pekerjaan galian. 3. Produtivitas galian excavator dilapangan. 4. Perhitungan RAB oprasi alat.
5. Perhitungan produktifitas dan waktu siklus.
6. Perhitungan harga satuan perkerjaan (tenaga, dan alat). 7. Perbandingan antara produktifitas rencana, dan dilapangan. 8. Perbandingan selisih biaya dari volume rencana, dan dilapangan.
1.5 Metodologi Penulisan
Dalam penulisan tugas akhir ini metode penulisan yang digunakan adalah : a. Studi Lapangan
Dilakukan pada pelaksanaan praktek kerja lapangan dengan mengumpulan data-data yang dibutuhkan dalam penulisan tugas akhir. b. Studi Literatur
Dengan menggunakan buku panduan uang berhubungan dengan apa yang akan dibahas untuk dipelajari dan di muat dalam pembahasan tugas akhir.
c. Konsultasi dengan para dosen pembimbing.
1.6 Sistematika Penulisan
Agar memudahkan penulisan laporan tugas akhir ini maka harus diperlukan sistematika penulisan sehingga pada penulisan ini dapat terarah dengan baik, dan disusun sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang, maksud dan tujuan, pembatasan masalah, metodologi penelitian, serta sistematika penulisan Tugas Akhir.
Bab ini menguraikan tentang tinjauan pustaka atau teori yang menjelaskan pekerjaan-pekerjaan yang terdapat di BAB III.
BAB III PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan tentang pembahasan dari judul yang diambil yaitu tentang Perhitungan Efisiensi Penggunaan Alat Berat Pada Pekerjaan Galian Tanah.
BAB IV PENUTUP
Merupakan bagian penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran dari hasil pembahasan tugas akhir ini.
BAB II DASAR TEORI
4.1 Mobilisasi Dan Demobilisasi
Mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah kegiatan mendatangkan ke lokasi (mobilisasi) dan mengembalikan (demobilisasi) alat-alat proyek sesuai spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen lelang dengan menggunakan alat angkutan darat (trailer / truck besar) atau alat angkut air (ponton).
Alat berat adalah mesin berukuran besar yang didesain untuk melaksanakan fungsi konstruksi seperti pengerjaan tanah (earthworking) dan memindahkan bahan bangunan. Alat berat umumnya terdiri atas lima komponen, yaitu implemen, alat traksi, struktur, sumber tenaga dan transmisinya (power train), serta sistem kendali. Sesuai dengan namanya, alat berat biasanya digunakan untuk membantu manusia mengerjakan pekerjaan yang berat seperti pembuatan danau, pembuatan jalan dan lain sebagainya.
Banyak yang mengira bahwa alat berat hanya tertuju pada mobil mobil berukuran besar seperti excavator dan lain sebagainya padahal definisi alat berat tidak hanya pada pekerjaan konstruksi. Dalam pertanian, truk pengangkut, traktor dan sebagainya juga disebut sebagat alat berat.
Tujuan perencanaan adalah menemukan kesempatan-kesempatan di masa mendatang dan membuat rencana-rencana untuk memanfaatkannya. Rencana yang paling efektif adalah memanfaatkan kesempatan dan menghilangkan halangan atas dasar kekuatan dan kelemahan dari organisasi.
3.3 Pengklasifikasi Fungsional Alat Berat
Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas tujuh fungsi dasar.
3.3.1 Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masik terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan Dozer. Untuk Pengangkatan tanah lapisan atas dapat digunakan scrapper.
3.3.2 Alat Penggali
Jenis alat ini juga sering dikenal dengan Excavator. Fungsi dari alat ini adalah untuk menggali, seperti dalam pekerjaan pembuatan basement atau saluran. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan bantuan. Yang termsuk dalam ketegori ini adalah shovel, bacjhoe, dragline,dan clamshell. 3.3.3 Alat Pengangkut Material
satu tempat ke tempat lain. Umunya alat ini dipakai untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh relative jauh. Truk maupun wagon memerlukan alat lain yang memebantu memuat material kedalamnya. 3.3.4 Alat Pemindahan Material
Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat kea lat lain. Loader dan Dozer adalah alat pemindah material.
3.3.5 Alat Pemadatan
Pada pekerjaan penimbunan lahan biasanya setelah dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan permukaan yang rata dan padat. Pemadtan juga dilakukan untuk pembuatan jalan baik itu jalan tanah dan jalan dengan pengerasan lentur maupun pengerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadatan adalah tamping roller, pneumatic-tired roller, compactor, dan lain-lain.
3.3.6 Alat Pemroses Material
Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan material alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk dalam alat ini adalah crusher. Alat yang dapat mencampur material untuk pembuatan beton maupun aspal pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing palnt.
3.4 Fungsi Alat Berat Untuk Pekerjaan Galian Tanah a. Excavator
mempengaruhi, yaitu material yang akan diangkut dan excavator atau loader pemuat.
c. Bulldozer
Bulldozer merupakan traktor yang dipasangkan pada blade dibagian depannya. Blade berfungsi untuk mendorong atau memotong material yang ada didepannya. Jenis pekerjaan yang biasanya menggunakan dozer atau bulldozer adalah Mengupas tanah bagian atas dan pembersihan lahan dari pepohonan, Pembukaan jalan baru, Pemindahan material pada scraper, Menyebarkan material dan Mengisi kembali saluran.
Tabel 2.1
Perbadaan roda ban dan roda crawler
Roda Ban Karet Roda Crawler
Digunakan pada permukaan yang baik (misalnya pada beton, tanah yang padat).
Untuk digunakan pada bermacam-macam jenis permukaan.
Bekerja baik pada permukaan yang menurun dan datar.
lepas. Dapat dipakai untuk mengatasitanah keras. Kecepatan alat dalam keadaan
kosong tinggi. Keceptatan alat dalam keadaankosong rendah.
3.5 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produksi Alat
Kemampuan alat dalam manghasilkan produksi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ketelitian dalam menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi kemampuan produksi alat akan memberikan nilai atas faktor-faktor tersebut. Diantaranya yakni akan menghasilkan ketepatan perhitungan produksi peralatan sekaligus memberikan ketepatan waktu penyelesaian dan ketepatan biaya produksi . Berikut merupakan faktor-faktor tersebut:
1. Faktor Kondisi Peralatan
4. Koefisien Traksi 5. Faktor Cuaca 6. Job Faktor
7. Pengaruh Kelandaian ( Grade Resisten ) 8. Pengaruh ketinggian ( Altitude )
3.6 Sumber Alat
Didalam dunia konstruksi alat-alat berat yang dipakai dapat berasal dari bermacam-macam sumber, anatara lain alat berat yang dibeli kontraktor, alat berat yang disewa-beli dan alat berat yang disewa.
3.6.1 Alat Berat Yang Dibeli Kontraktor
Perusahan kontruksi dapat membeli alat berat sebagai asset perusahaan. Keuntungan dari pembilian ini adalah biaya pemakaian perjam yang sangat kecil jika alat tersebut digunakan secara optimal keuntungan lain dari kepemilikan alat adalah Bonafiditas bagi perusahaan kontrusksi karena kadang-kadang dalam proses tender pemilik proyek kemampuan suatu kontraktor berdasarkan alat yang dimilikinya.
3.6.2 Alat Berat Yang Disewa-Beli (Leasing) Oleh Kontraktor
Pengadaan alat juga dapatbrasal dari leasing alat berat. Sewa-beli alat umumnya dilakukan jika pemakaian alat tersebut berlangsung dalam jangka waktu lama.yang dimaksud sewa beli adalah pengadaan alat dengan pembayaran pada perusahaan leasing dalam jangka waktu yang lama dan diakhir masa beli tersebut alat menjadi pihak milik penyewa. Biaya umunya lebih tinggi daripada memiliki alat tersebut, namun terhindar dari resiko investasi alat yang besar diawal.
3.6.3 Alat Berat Yang Disewa Oleh Kontraktor
Perusahaan konstruksi juga dapat mengadakan alat berat dari perusahaan penyewaan. Alat berat yang disewa umumnya dalam jangka waktu yang tidak lama. Biaya pemakaian alat berat sewa adalah yang tertinggi, akan tetapi tidak akan berlangsung lama karena penyewaan dilakukan dilakukan pada waktu yang singkat. Pada metode ini juga perusahaan kontruksi terbebas dari biaya investasi alat yang cukup besar.
3.7 Biaya Alat Berat
biaya yang disebut biaya kepemilikan alat berat (ownership cost). Pada saat alat berat dioperasikan maka aka nada biaya pengoperasian (operation cost).
Perhitungan biaya kepemilikan alat berat didasrakan pada ilmu ekonomi rekayasa. Pada ilmu ini uang mempunyai nilai terhadap waktu. Sebagai contoh nilai uang sebesar satu juta rupiah saat ini tidak akan sama nilainya dengan beberapa tahun yang akan datang. Atau dapat dikatakan terdapat nilai waktu terhadap uang (time value of money). Konsep konsep dari nilai waktu terhadap uang dinotasikan dengan waktu (time,t) dan bunga (interest, i).
3.7.1 Nilai Waktu Terhadap Uang
Dalam ilmu ekonomi rekayasa dikenal bebrapa istilah yang berkaitan dengan kepemilikan alat berat, yaitu nilai pada tahun sekarang (P, Present) nilai pada n tahun yang akan datang (F, Future), nilai rangkaian seragam (A, Annual), nilai sisa asset pada akhir tahun ke-n (S, Salvege) dan jumlah tahun (n). hubungan istilah-istilah sebagai berikut :
a. Unutk mencari nilai uang pada tahun ke-n (F) dengan mengetahui nilai-nilai pada saat ini (P) maka menggunakan rumus
b. Untuk mencari nilai uang pada rangkaian seragam (A) selama n tahun dengan mengetahui nilainya pada saat ini (P) digunakan rumus :
d. Untuk mencari nilai uang pada masa sekarang (P) dengan mengetahui nilainya pada tahun ke-n (F) dilakukan dengan menggunakan rumus:
e. S adalah nilai sisa suatu alat yang merupakan akibat dari penyusutan alat atau depresiasi, dengan demikian nilai s tidak sama dengan nilai F.
3.7.2 Biaya Kepemilikan Alat Berat
Biaya kepemilikan alat berat terdiri dari beberapa factor. Factor pertama adalah biaya investasi pembelian alat. Jika pemilik meminjam uang dari bank untuk membeli alat tersebut maka akan ada biaya bunga pinjaman. Faktot kedua adalah deprasiai atau penurunan nilai alat yang disebabkan bertambahnya umur alat. Factor ketiga yang terpenting adalah pajak. Factor keempat adalah biaya yang harus dikeluarkan pemilik untuk membayar asuansi alat. Dan factor terakhir adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menydiakan tempat penyimpanan alat. 3.7.3 Biaya Pengoperasian Alat Berat
Biaya pengoperasian akan timbul setiap saat alat berat dipakai biaya pengoperasian meliputi biaya bahan bakar, gemuk, pelumas, perawatan dan perbaikan, serta alat penggerak atau roda.Operator yang menggerakan alat termasuk biaya pengoperasian alat. Selain itu mobilisasi dan demobilisasi alat juga merupakan biaya pengoperasian alat.
a. Bahan Bakar
Jumlah bahan bakar untuk alat yang menggunakan bensin atau solar berbeda-beda. Rata-rata alat yang menggunakan bahan bakar bensin 0,06 galon per hours-power perjam, sedangkan alat yang menggunakan bahan bakar solar mengonsumsi bahan bakar 0,04 galon per horse=power perjam. Nilai yang didapat kemudian dikalikan dengan factor pengoperasian. Untuk lebih elasnya maka rumus penggunaan bahan bakar yaitu :
Bensin : BBM = 0,06 x HP x eff Solar : BBM = 0,04 x HP x eff b. Pelumas
c. Roda
Perhitungan depresiasi alat berat beroda ban dengan alat berat beroda crawler berbeda. Umumnya crawler mempunyai depresiasi sama dengan depresiasi alat. Sedangkan ban mempunyai depresiasi yang lebih pendek dari pada umur alat, artinya selama pemakian alat ban diganti beberapa kali. Untuk alat beroda ban, umur ban dihitung tersendiri, demikian juga pemeliharaanya.
d. Pemeliharaan dan perawatan
Perbedaan mendasar dari pemeliharaan dan perawatan adalah pada besarnya pekerjaan. Perbaikan besarnya (major repair) akan mepengaruhi nilai depresiasi alat dan umur alat. Perbaikan besar ini dihitung pada alat, dilain sisi, perbaikan kecil (minor repair) merupakan pemeliharaan normal yang dihitung pada pekerjaan.
3.8 Waktu Siklus
Siklus kerja dalam pemindahan material merupakan suatu kegiatan yang berulang. Pekerjaan utama didalam kegiatan tersebut adalah menggali, memuat memindahkan, membongkar muatan, dan kembali ke kegiatan awal. Semua kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh satu alat atau beberapa alat.
Waktu yangdiperluakan didalam siklus kegiatan diatas disebut waktu siklus atau circle time (CT). waktu siklus terdiri dari beberapa unsur, yaitu:
a. Waktu muat atau waktu loading time (LT). waktu muat merupakan waktu yang dibutuhkan oleh suatu alat untuk memuat material kedalam alat angkut sesuai dengan kapaitas alat angkut tersebut. Nilai LT dapat ditentukan walaupun bergantung dari jenis tanah, ikuran unit pengangkut (Balde, bowl, bucket, dan seterusnya), metode dalam pemuatan dan efisiensi alat.
time (RT). Waktu kembali lebih singkat dari pada waktu berangkat karena kendaraan dalam keadaan kosong.
c. Waktu pembongkaran atau dumping time (DT). Juga merupakan unsure penting dalam waktu siklus. Waktu ini bergantung dari jenis tanah, jenis alat, dan metode yang dipakai. Waktu pembongkaran merupakan bagian terkcil dari waltu siklus.
d. Waktu tunggu atau spotting time (ST). pada saat alat kembali ke tempat pemuatan ada kalanya alat tersebut perlua antre, dan menunggu sampai alat diisi kembali. Saat mengantri atau menunggu ini disebut waktu tunggu. Dengan demikian waktu siklus yaitu : CT = LT + HT + DT + RT + ST
3.9 Efisiensi Alat
Dalam pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan alat terdapat factor yang mempengaruhi produktivitas alat, yaitu efisiensi alat. Bagaimana efetivitas alat tersebut bekerja tergantung dari beberapa hal, yaitu:
Kemampuan operator pemekai alat.
Pemilihan dan pemeliharaan alat.
Perencanaan dan pengaturan letak alat.
Topografi dan volume pekerjaan.
Kondisi cuaca.
Metode pelaksanaan alat.
Cara yang umum dipakai untuk menetukan efisiensi alat adalah dengan menghitung berapa menit alat tersebut bekerja secara efektif dalam satu jam. Contohnya jika dalam satu jam waktu efektif alat bekerja adalah 45 menit mka diapat dikatakan efesiensi alat adalah 45/60 atau 0,75.
3.10 Produktifitas Dan Durasi Pekerjaan
Dalam menetukan durasi suatu pekerjaan maka hal-hal yang perlu diketahui adalah volume pekerjaan dan produktivitas alat tersebut. Produktifitas alat bergantung pada kapasitas dan waktu siklus alat. Rumus dasar untuk mencari produktifitas alat adalah :
Produktivitas = KapasitasCT
Produktivitas = kapasitas x 60
CT x efisiensi
Pada umumnya dalam suatu pekerjaan terdapat lebih dari satu jenis alat ayng dipakai. Sebagai contoh pekerjaan penggalian dan pemindahan tanah. Umunya alat yang dipakai adalah exkavator untuk menggali, loader untuk memindahkan hasil galian kedalam back turk dan truk digunakan untuk memindahkan tanah. Karena ketiga jenis contoh alat tersebut mempunyai produktifitas berbeda-beda, maka perlua diperhitungkan jumlah masing-masing alat. Jumlah alat diperlukan perhitungan untuk mempersingkat durasi pekerjaan. Salah satunya cara menghitung jumlah alat adalah sebagai berikut.
Tentukan mana yang mempunyai produktivitas terbesar
Asumsikan alat dengan produktivitas terbesar dengan jumlah satu.
Hitung jumlah alat jenis lainnya dengan selalu berpatokan pada alat dengan produktivitas terbesar.
Untuk menghitung jumlah alat lainnya gunakan rumuus :
Jumlah alat 1 = Produktivitas terbesarProduktivitas alat1
Setelah jumlah masing-masing alat diketahui maka selanjutnya perlu dihitung durasi pekerjaan alat-alat tersebut. Salah satu caranya dengan menentukan beberapa produktivitas total alat setelah dikalikan jumlahnya. Kemudian dengan menggunakan produktivitas total terkecil maka lama pekerjaan dapat dicari dengan menggunakan rumus :
Durasi = VOLUME PEKERJAAN PRODUKTIVITAS TERKECIL
3.11 Faktor Yang Mepengaruhi Pemilihan Alat Berat
pemilihan alat berat dilakukan pada tahap perencanaan, dimana jenis, jumlah, dan kapasitas alat merupakan factor penentu. Tidak setiap alat berat dapat dipakai untuk setiap proyek konstruksi. Oleh karena itu pemilihan alat berat yang tepatsangatlah dipeluakan.
1. Fungsi yang harus dilaksanakan. Alat berat dikelompokkan berdasarkan fungsinya, seperti untuk menggali, mengangkut, meratakan permukaan dan lain-lain.
2. Kapasitas perlatan. Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau berat material yang harus diangkat atau dikejakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai sehingga pekerjaan dapat diselesaikan pada waktuyang telah ditentukan.
3. Cara operasi. Alat berat dipilih berdasarkan arah (horizontal maupun vertical) dan jarak gerakan, kecepatan, frekuensi gerakan, dan lain-lain. 4. Ekonomi. Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan
pemeliharaan merupakan factor penting didalam pemilihan alat berat.
5. Jenis proyek. Ada beberapa jenis proyekyang umunya menggunkan alat berat. Proyek-proyek tersebut anatara lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan, irigasi, pembukaan hutan, dam, dan lain-lain.
6. Lokasi proyek. Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan alat berat. Sebagai contoh lokasi proyek didataran tinggi memerlukan alat berat yang berada dengan lokasi proyek didataran rendah.
7. Jenis dan daya dukung tanah. Jenis tanah dilokasi proyek dan jenis material yang akan dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan dipakai. Tanah dapat dalam kondisi padat, lepas, keras, atau lembek.
8. Kondisi lapangan, kondisi dengan medanyang sulit dan medan yang baik merupakan factor lain yang mempengaruhi pemilihan alat berat.
3.12 Sifat –Sifat Dan Jenis Tanah
Material disuatu tempat atau dapat dikatakan ditempat asalnya disebut dengan material asli atau bank material. Jika suatu bagian dari metrial akan dipindahkan maka volume material yang dipindahkan tersebut akan berubah menjadi lebih lebih besar dari pada volume material ditempat asalnya. Material yang dipindakan tersebut disebut dengan material lepas atau loose material. Demikian pula jika material yang telah dipindahkan kemudian dipadatkan maka volume material akan menyusut.
ini disebabkan pemadatan dapat megnhilangkan atau memperkecil ruang atau pori diantara butiran material. Akan tetapi batuan pecah mempunyai volume tanah asli (bank volume) hampir sama dengan volume tanah yang dipadatkan (compacted volume). Pasir dan lempung padat tertentubahkan mempunyai compacted volume lebih besar dari pada bank volume.
Tabel 2.2
Sumber :HaryChristiady, Mekanika Tanah 1, 1992
Tabel 2.3
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Data Umum Proyek
3.1.2 Data teknis
Pembangunan proyek jalan TOL Manado-Bitung berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara. Untuk Site Office berada didesa Kawangkoan Baru.
3.1.2 Data Proyek
1. Kegiatan : PEMBANGUNAN JALAN TOL MANADO-BITUNG 01
2. Nama Paket Pekerjaan : TOLL ROAD DEVPLOPMENT OF MANADO - BITUNG 3. No Kontrak : HK.02.03/TBM-01/330/2015 4. Nilai Kontrak : Rp. 1.240.921.634.000
5. Sumber Dana : LOAN CINA DAN APBN
6. Lokasi Pekerjaan : Kabupaten Minahasa Utara 7. Kontraktor Pelaksana : SINO-HK JO
8. Konsultan Pengawas : PT. SEECOND JO 9. Masa Pelaksanaan : 900 Hari Kalender
3.2 Jenis Spesifikasi Alat Berat Yang Di Gunakan Di Lapangan (sta 2+500, dan sta4+100).
a. Excavator Komat’su PC200-8
. Gambar 3.1 PC200-8
Berikut ini merupakan spesifikasi teknis PC200-8
Boom size (m) & type 5700 Heavy Duty
Arm size (m) & type 2900 Heavy Duty
Bucket size – KGA standard GP (m3) 0.97
Arm crowd force – ISO (kgf) 11,000
Bucket crowd force – ISO (kgf) 15,200
Digging depth – maximum (mm) 6,620
Digging reach – maximum (mm) 9,875
Swing radius (mm) 2,750
Related information
Komatsu Genuine Attachments available include a dynamic cast quick hitch and selection of bucket solutions.
b. Excavator Hitachi ZX-200
Gambar 3.2 Hitachi ZX 200
Berikut ini merupakan spesifikasi teknis Hitachi ZX 200
Model Code
ZX200-5G / ZX200LC-5G / ZX210H-5G / ZX210LCH-5G ZX210K-5G / ZX210LCK-5G
Engine Rated Power 125 kW (147 HP)
Operating Weight
ZX200-5G : 19 800 kg / ZX200LC-5G : 20 400 kg
Backhoe Bucket ISO Heaped : 0.91m3
c.Excavator Hyundai R220-9SH
Gambar 3.3 Hyundai R220-9SH
Berikut ini merupakan spesifikasi teknis Hyundai R220-9SH
Engine Hyundai D 6 BV – C
Operating weight 21.900 kg
Boom Length 5.680 m
Arm Length 2.920 m
0.92 m3
Engine Power 145 PS/1.90 rpm
Swing Speed 12 rpm
Travel Speed 3.7 / 5.5 km/hr
d. Excavator Volvo EC210B
Gambar 3.4 Volvo EC 210B
Berikut ini merupakan spesifikasi teknis Volvo EC 210B
Engine model D6D EFE 2
Net power 143.5 hp
Operating weight 21300 kg
Power measured 1900rpm
Bucket Capacity 0.75- 0.98 m3
Swing speed 11.6 rpm
Travel speed 3.4/5.5 km/h
e. Excavator Caterpilar 320D
Gambar 3.5 Caterpillar 320D
Berikut ini merupakan spesifikasi teknis Caterpillar 320D
Enginee model 3066 ATAAC
Power 140 HP
Operating weight 20330 kg
MAX cutting heigth 8930 mm
MAX loading heigth 5720 mm
Tarvel speed 5.5 km/h
Swing speed 11.5 rpm
f. Dump Truk Hino 3.5ton
Gambar 3.6 Dump Truk Hino 3.5ton Tenaga maksimum (PS/rpm) : 130/2.700 Ukuran bak :
Panjang 3.50 m Lebar 1.75 m Tinggi 0.75 m
g. Dump Truk Hino 10 ton
Gambar 3.7 Dump Truk Hino 10 ton
Panjang 5.5m Lebar 2.40 m Tinggi 1.70 m
h. Dump Truk Nissan Diesel 10 ton
Gambar 3.8 Dump Truk Nissan Diesel 10 ton Tenaga Maksimum 260 PS torsi 74.2 kgm Ukuran bak :
Panjang 5 m Lebar 2.35 m Tinggi 1.8
i. bulldozer Komat’su D31PX-21
Gambar 3.9 Bulldozer Komat’su D85E-SS
Berikut ini merupakan spesifikasi teknis Bulldozer Komat’su D85E-SS
Length w/ Blade 13.1 ft in / 39995 mm
Engine model SAA 4D 102E-2
NET POWER 155 HP
MAX speed forward 5.3 mph / 8.5 km/h
Height 2.8 in / 855 mm
TOTAL ALAT 7 UNIT
Galian 3
EXCAVATOR 1 UNIT
DUMP TRUK 6 UNIT
TOTAL ALAT 7 UNIT
Galian 4
EXCAVATOR 1 UNIT
DUMP TRUK 6 UNIT
TOTAL ALAT 7 UNIT
3.4 Produktivitas Excavator/jam Di Lapangan Perhitungan berdasarkan data-data dilapangan. STA 2+500
1. Galian 1
Jumlah total rata-rata retasi dalam 1jam per Dump Truk yaitu 1 retasi
Kap/Produksi Excavator /jam = jumlah loading/dump truk x Kapasitas bucket x retasi 1 dump truk/jam x jumlah dump truk.
Maka Kap/produksi yaitu : 11 x 0.86m3 x 1 x 4 = 37.84 m3
2. Galian 2
Jenis Excavator Volvo EC 210B kapasitas bucket 0.98 m3 Jenis Dump Truk yang dipakai yaitu Nissan Diesel 10ton
Jumlah total rata-rata retasi dalam 1jam per Dump Truk yaitu 1 retasi
Kap/Produksi Excavator /jam = jumlah loading/dump truk x Kapasitas bucket x retasi 1 dump truk/jam x jumlah dump truk.
Maka Kap/produksi yaitu : 11 x 0.98m3 x 1 x 4 = 43.12 m3
STA 4+100 1. Galian 1
Jenis Excavator Komat’su PC200 kapasitas bucket 0.97 m3 Jenis Dump Truk yang dipakai yaitu Hino 3.5ton
Jumlah total rata-rata retasi dalam 1jam per Dump Truk yaitu 2 retasi
Kap/Produksi Excavator /jam = jumlah loading/dump truk x Kapasitas bucket x retasi 1 dump truk/jam x jumlah dump truk.
Maka Kap/produksi yaitu : 4 x 0.97m3 x 2 x 6 = 46.56 m3
2. Galian 2
Jenis Excavator Hyundai R220-9SH kapasitas bucket 0.92 m3 Jenis Dump Truk yang dipakai yaitu Hino 3.5ton
Jumlah total rata-rata retasi dalam 1jam per Dump Truk yaitu 2 retasi
Kap/Produksi Excavator /jam = jumlah loading/dump truk x Kapasitas bucket x retasi 1 dump truk/jam x jumlah dump truk.
Maka Kap/produksi yaitu : 4 x 0.92m3 x 2 x 6 = 44.16 m3
3. Galian 3
Jenis Excavator Hitachi ZX200 kapasitas bucket 0.91 m3 Jenis Dump Truk yang dipakai yaitu Hino 3.5ton
Jumlah total rata-rata retasi dalam 1jam per Dump Truk yaitu 2 retasi
Kap/Produksi Excavator /jam = jumlah loading/dump truk x Kapasitas bucket x retasi 1 dump truk/jam x jumlah dump truk.
Maka Kap/produksi yaitu : 4 x 0.91 m3 x 2 x 6 = 43.68 m3
4. Galian 4
Jenis Excavator Komat’su PC200 kapasitas bucket 0.97 m3 Jenis Dump Truk yang dipakai yaitu Hino 3.5ton
Jumlah total rata-rata retasi dalam 1jam per Dump Truk yaitu 2 retasi
Kap/Produksi Excavator /jam = jumlah loading/dump truk x Kapasitas bucket x retasi 1 dump truk/jam x jumlah dump truk.
3.7 Perbandingan Hasil Perhitungan Produktifitas Alat dan Jumlah Dump Truk Di Lapangan dan Rencana.
3.6.1 Produktifitas Galian Excavator/jam STA 2+500
Galian 1
Produktifitas Excavator /jam a. Perhitungan lapangan
Kap/produksi excavator = 37.84 m3 b. Perhitungan Rencana
Kap/produksi excavator = 61.18 m3
Galian 2
Produktifitas Excavator/jam a. Perhitungan lapangan
Kap/produksi excavator = 43.12 m3 b. Perhitungan Rencana
Kap/produksi excavator = 69.72 m3
STA 4+100 Galian 1
Produktifitas Excavator/jam a. Perhitungan lapangan
Kap/produksi excavator = 46.56 m3 b. Perhitungan Rencana
Kap/produksi excavator = 69.01 m3
Galian 2
Produktifitas Excavator/jam a. Perhitungan lapangan
Kap/produksi excavator = 44.16 m3 b. Perhitungan Rencana
Kap/produksi excavator = 65.45 m3 Galian 3
Produktifitas Excavator/jam a. Perhitungan lapangan
Kap/produksi excavator = 43.68 m3 b. Perhitungan Rencana
Kap/produksi excavator = 64.74 m3
Galian 4
Produktifitas Excavator/jam a. Perhitungan lapangan
Kap/produksi excavator = 46.56 m3 b. Perhitungan Rencana
Kap/produksi excavator = 66.51 m3
Total Perhitungan Rencana/jam 396.61 m3
Total Perhitungan Dilapangan/jam 261.92 m3
Total selisih/jam 134.69 m3
3.6.2 Jumlah Penggunaan Dump Truk STA 2 +500
1. Galian 1
a. Penggunaan di lapangan
Dengan jarak kebuangan yaitu 200 meter maka total waktu siklus retasi dump truk pada titik galian ini ±15 menit maka menggunakan 4 unit Dump Truk
b. Hasil hitungan Rencana Total WaktuSiklus
Waktu Muat = Jumlah Dump Truk 9.22
7.07
=
1.30 maka jumlah dump truk yang digunakan = 2 unit dump truk2. Galian 2
a. Penggunaan di lapangan
Dengan jarak kebuangan yaitu 200 meter maka total waktu siklus retasi dump truk pada titik galian ini ±15 menit maka menggunkan 4 unit Dump Truk
b. Hasil hitungan Rencan Total WaktuSiklus
Waktu Muat = Jumlah Dump Truk
8.35
6.20
=
1.35 maka jumlah dump truk yang digunakan = 2 unit dump trukSTA 4 +100 1. Galian 1
a. Penggunaan di lapangan
Dengan jarak kebuangan yaitu 800 meter maka total waktu siklus retasi dump truk pada titik galian ini ±18 menit menggunkan 6 unit Dump Truk b. Hasil hitungan Rencana
Total WaktuSiklus
7.34
2.19
=
3.35maka jumlah dump truk yang digunakan = 4 unit dump truk2. Galian 2
a. Penggunaan di lapangan
Dengan jarak kebuangan yaitu 800 meter maka total waktu siklus retasi dump truk pada titik galian ini ±18 menit menggunkan 6 unit Dump Truk b. Hasil hitungan Rencana
Total WaktuSiklus
Waktu Muat = Jumlah Dump Truk 7.46
2.31
=
3.24 maka jumlah dump truk yang digunakan = 4 unit dump truk3. Galian 3
a. Penggunaan di lapangan
Dengan jarak kebuangan yaitu 850 meter maka total waktu siklus retasi dump truk pada titik galian ini ±19 menit menggunkan 6 unit Dump Truk b. Hasil hitungan Rencana
Total WaktuSiklus
Waktu Muat = Jumlah Dump Truk 7.49
2.34
=
3.20maka jumlah dump truk yang digunakan = 4 unit dump trukGalian 4
a. Penggunaan di lapangan
Dengan jarak kebuangan yaitu 850 meter maka total waktu siklus retasi dump truk pada titik galian ini ±19 menit menggunkan 6 unit Dump Truk b. Hasil hitungan Rencana
Total WaktuSiklus
Waktu Muat = Jumlah Dump Truk 7.34
2.19
=
3.35maka jumlah dump truk yang digunakan = 4 unit dump truk3.6.3 Penggunaan Buldozer Dilapangan Sta 2+500
pada titik galian Sta 2+500 area ini menggunakan 1 unit bulldozer namun bulldozer tidak selalu beroperasi seperti excavator dan dump truk. Bulldozer saat dilapangan hanya digunakan dalam pengupasan top soil dan pembesihan dari pepohonan, untuk pembukaan lahan dan perbaikan jalan akses.
Sta 4+100
pada titik galian Sta 4+100 area ini menggunakan 1 unit bulldozer namun bulldozer tidak selalu beroperasi seperti excavator dan dump truk. Bulldozer saat dilapangan hanya digunakan dalam pengupasan top soil dan pembesihan dari pepohonan, untuk pembukaan lahan dan perbaikan jalan akses.
3.7 Perhitungan Selisih Pembayaran Dari volume Rencana, Dan volume lapangan
3.7.1 Hasil perthitungan rencana AHSP pembayaran pekerjaan galian/jam: a. STA 2 + 500
Galian 1 = Rp 79.856,38-/m3 Galian 2 = Rp 36.523,24-/m3 b. STA 4 + 100
Galian 1 = Rp 92.083,36-/m3 Galian 2 = Rp 45.217,35-/m3 Galian 3 = Rp 46.734,10-/m3 Galian 4 = Rp 45.598,64-/m3
3.7.2 Perhitungan biaya untuk produktifitas alat berdasarkan volume rencana : a. STA 2 + 500
3.7.4 Selisih pembayaran antara rencana, dan dilapangan a. STA 2 + 500
Galian 1 = Rp - 1.863.847,97 Galian 2 = Rp - 971.518,12
b. STA 4 + 100
Galian 1 = Rp - 2.067.271,43 Galian 2 = Rp - 959.677,37
Dalam peninjauan dilapangan yaitu tebagi 2 bagian STA 2+500, dan 4+100 dan terdapat 6 titik galian.
Dari hasil pembahasan dengan membandingkan data-data dilapangan maka dapat disimulkan perhitungan efisiensi penggunaan alat berat yaitu :
1. Dilapangan begitu banyak faktor yang dapat mengpengaruhi efisiensi, dan produktivitas alat antara lain (cuaca, kemampuan operator, kondisi alat dan lain – lain).
2. Muatan dump truk dilapangan tidak dimaksimalkan karena kondisi jalan akses ke area buangan yang kurang baik.
3. Total hasil perhitungan Produktivitas Excavator antara rencana, dan dilapangan Dengan selisih -134.69 m3
5. Total perhitungan biaya untuk galian antara volume dilapangan dengan volume rencana yaitu Rp – 7.756.227,89/jam.
selisih perbandingan dari hitungan, Bahwa kenyataan dilapangan dump truk memiliki antrian yang cukup lama mungkin karena pemakaian yang berlebihan, dan factor yang mempengaruhi volume dari lapangan karena pekerjaan ini dilaksanakan pada musim hujan sehingga menyebabkan produktivitas kurang dari target perhitungan maka dapat disimpulkan penggunaan alat berat dilapangan belum Efisien.
4.2 Saran-Saran
Dari hasil perhitungan dapat dilihat perbandingakan maka dapat disarankan yaitu :
1. Pemakaian dump truk mungkin perlu ditinjau kembali agar lebih efisien. 2. Pada saat cuaca hujan maka perlu ada pengaturan kembali dari untuk jam
kerja, dan mungkin perlu jam tambahan atau lembur. DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Kholil, ST. MT, 2012, Alat Berat, Bandung, ROSDA.
Direktorat Jendral Bina Marga, 2014, Analisa Alat dan Analis Harga Satuan, Jakarta, Kementrian Bina Marga.
Ir. Susy Fatena Rostiyanti, M,Sc, 2008, Alat Berat Untuk Proyek Kontruksi, Jakarta, Bineka Cipta.