• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Zat Pewarna Pada Kosmetik Yang Beredar Di Pasar Aksara Medan Secara Kromatografi Kertas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Identifikasi Zat Pewarna Pada Kosmetik Yang Beredar Di Pasar Aksara Medan Secara Kromatografi Kertas"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

28

DAFTAR PUSTAKA

Cahyadi, W. (2009). Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara. Halaman 63-74.

Ismunandar. (2007). Kimia Populer. Bandung: Penerbit ITB. Halaman 32-33. Miller, J.M.(1988). Chromatography: Concepts and Contrasts. USA: Jhon Wiley

& Sons, Inc. Halaman 4.

Nugraheni, M. (2014). Pewarna Alami. Yogyakarta: Graha Ilmu. Halaman 15. Sastrohamidjojo, H. (1985). Kromatografi. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.

Halaman 1-24.

Sudarmadji, S. (2003). Mikrobiologi Pangan. Yogyakarta: UGM Press. Halaman 32-33.

Tranggono, R.I., dan Latifah, F. (2007). Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 65-90.

Wasitaatmadja, S.M. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Halaman 5-65.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut penelitian yang telah dilakukan Wadds (1984) eluen yang baik digunakan untuk identifikasi pewarna sintetik dengan metode Kromatografi Lapis. Tipis adalah

Penerbit PT Gramedia Pustaka

Peraturan Menteri Kesehatan RI No.239/Menkes/Per/V/1985 Tentang Zat Warna Tertentu Yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya.. Depkes

Jakarta: Jurusan Farmasi FMIPA, Universitas Islam Indonesia.. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan

Metode Riset Ilmu Administrasi, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.. Entrepreneur

Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan (Cetakan Pertama).. Jakarta:

Metode Riset Ilmu Administrasi, Jakarta: PT Gramedia Pustaka

2008, Dasar – dasar ilmu politik, Jakarta; PT Gramedia Pustaka Utama..