DATA POKOK PENDIDIKAN
–
KEBUDAYAAN
(DAPODIK)
KEBIJAKAN PENGELOLAAN
DATA PAUD DAN DIKMAS
PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017
Disampaikan
Dalam Kegiatan Workshop Pemutakhiran
MATERI SAJIAN
B
C
PENGINTEGRASIAN DATA PAUD DAN DIKMAS
PENERBITAN IDENTITAS SATUAN PENDIDIKAN,
KETENAGAAN, & PESERTA DIDIK
KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH, DAN
SATUAN PENDIDIKAN
D
KONSEP PENGELOLAAN DATA PENDIDIKAN
MENGAPA DIPERLUKAN PENDATAAN
1. Alat bantu pengambilan keputusan Pimpinan dalam penetapan kebijakan dan perencanaan;
2. Pedoman dalam pelaksanaan dari implementasi program pembangunan pendidikan;
3. Mencegah terjadinya perencanaan program yang tidak tepat guna dan tepat sasaran;
4. Pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan pendidikan;
DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Permendikbud Nomor : 11/2015,
Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendikbud
TUGASFUNGSI
Permendikbud Nomor 79/2015 Bab V, Pasal 12
a. Merancang basis data pendidikan relasional sehingga mampu menghasilkan data longitudinal untuk tiap entitas pendidikan;
b. Merancang satu formulir pendataan yang mencakup semua atribut yang diperlukan untuk tiap entitas pendidikan;
c. Membangun suatu pusat data Kementerian untuk menampung dan mengintegrasikan semua data yang dihasilkan dari kegiatan pengumpulan data;
d. Membangun sistem untuk melakukan verifikasi dan validasi, dengan melibatkan satuan kerja dan institusi lain yang mempunyai kemampuan dan/atau otoritas dalam menentukan validitas data sebagai validator;
e. Menetapkan mekanisme standar bagi sistem/aplikasi lain dalam berintegrasi dengan Dapodik dan mengevaluasi pemenuhan standar tersebut;
f. Memastikan komitmen institusi lain pengguna data dalam ikut menjaga kerahasiaan data pendidikan; dan
g. Mengoordinasi seluruh unit kerja yang terlibat dalam Dapodik guna terciptanya kegiatan pengumpulan Dapodik yang terintegrasi dalam satu sistem pendataan yang efektivitas dan efisien.
a. Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional yang merupakan pengkodean referensi satuan pendidikan;
b. Nomor Induk Siswa Nasional yang merupakan pengkodean referensi peserta didik;
c. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang merupakan pengkodean referensi pendidik dan tenaga kependidikan; dan
d. Nomor Pokok Yayasan Pendidikan yang merupakan pengkodean referensi yayasan yang memiliki satuan pendidikan.
Data Referensi untuk nomor identitas yang terverifikasi dan tervalidasi keabsahannya meliputi:
Penerbitan nomor identitas sebagaimana dimaksud ditetapkan oleh PDSPK.
PENGELOLAAN DATA REFERENSI
PENGARUH DATA DALAM KEBIJAKAN DI K/L
MENTERI
ESELON I
ESELON II
ESELON III
ESELON IV
KRONOLOGIS SISTEM PENDATAAN
KEMENDIKBUD
Pendataan dilakukan secara manual dan masing2 daerah melakukan pendataan
(belum menggunakan sistem)
Pendataan kodifikasi
DAPODIK NI“N, NP“N, N““,
NUPTK padatiweb
DAPODIK, Padati, LI, PAS, BOS, LIDI
DAPODIK dan
Kebutuhan data belum menjadi prioritas
Penomoran Entitas data dan Statistik pendidikan (BPKLN) dan PMPTK
Pengembangan system pendataan Oleh masing-masing Direktorat Mengarah ke data indivdual
Mengkerucut Pada 2 sistem pendataan
DAPODIK
Data Pokok Pendidikan-Kebudayaan
Merupakan Sistem Pengelolaan Data
Pendidikan dan Kebudayaan yang
Terintegrasi
, untuk menunjang Tata
Kelola Data dan Informasi yang
terpadu.
DATA POKOK PENDIDIKAN - KEBUDAYAAN
DAPODIK adalah suatu konsep pengelolaan Data Pendidikan yang bersifatRelational dan Longitudinal, sehingga program-program pembangunan pendidikan dapat terarah dan akan mempermundah dalam
menyusun perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan pendidikan dalam rangka peningkatan Mutu Pendidikan yang Merata dan Tepat Sasaran.
Acuan pembangunan pendidikan nasional adalah terpenuhinya SPM dan SNP dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.
Untuk mewujudkan pembangunan pendidikan
tersebut dibagi menjadi empat faktor/bidang garapan yaitu:
1. PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) 2. Satuan Pendidikan
3. Peserta Didik, dan 4. Substansi Pendidikan.
Didalam implementasinya keempat faktor pendidikan harus tergambarkan atau didukung dengan Data Pokok Pendidikan yang sama sumbernya.
Acuan Program Pembangunan/Pembinaan
Sumber Data yang sama (DAPODIK)
EMPAT BAGIAN PENTING KONSEP DASAR DAPODIK
Empat Jenis data (Tiga Entitas Data & Substansi Pend.)
Program Pembangunan/Pembinaan
PENGINTEGRASIAN DATA PAUD DAN DIKMAS
PENGUMPULAN
PENGELOLAAN DATA
(QUALITY CONTROL) PENDAYAGUNAAN DATA
• Integrasi • Sertifikasi dan Tunjangan • Monitoring Program • Evaluasi Program • Penelitian Satuan
Pendidikan
SUMBER DATA
Feedback(Dalam rangka pembinaan)
Untuk mendapatkan data yang sahih sesuai dengan kondisi di lapangan dan menjaga kualitas data, disusun tiga tahapan yang dikelola oleh unit yang berbeda:
1. Tahapan pengumpulan
2. Tahapan Pengelolaan (Quality Control) 3. Tahapan Pendayagunaan
Didalam alur Data dan Informasi, Data dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal melalui Sekretariat masing-masing, kemudian diintegrasikan dan diverifikasi-validasi oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), yang selanjutnya digunakan oleh unit yang terkait dalam menyusun program-program pembinaan untuk pembangunan.
Dengan penekanan bahwa semua data harus berangkat dari data: 1. INDIVIDUAL LEMBAGA (SATUAN PENDIDIKAN)
2. INDIVIDUAL PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 3. INDIVIDUAL PESERTA DIDIK.
PUSAT –Provinsi - Kab/Kota
PENGUMPULAN
PENGELOLAAN DATA
(QUALITY CONTROL)
PENDAYAGUNAAN DATA
MEDIA KOMUNIKASI
DAN INFORMASI PENGELOLA
DATA
SUMBER DATA
ALUR DATA
DALAM MEKANISME PENGELOLAAN DATA
Business Intelligence
1. Business Intelligence (BI)
Arus Data
2. Business Intelligence (BI)
Kualitas Data
3. Business Intelligence (BI)
Pendayagunaan Data
BUSINESS INTELLIGENCE (BI) YANG DIBANGUN
Berfungsi untuk memastikan bahwa aliran data dapat berjalan dengan baik, dari Dapodikdasmen, Dapopauddikmas, Dapobud, dan Dapobahasa ke PDSPK, dan dari PDSPK ke unit lain, Provinsi, LPMP, dan Kab-Kota, setelah melalui proses verifikasi-validasi terlebih dahulu.
Berfungsi untuk memastikan bahwa kualitas data tetap terjaga, dengan memunculkan fungsi-fungsi Quality Control (Verifikasi dan Validasi) untuk tingkat Pusat, Provinsi, Kab-Kota, dan Satuan Pendidikan dan Kebudayaan.
Lembaga (Satuan Pendidikan + Kebudayaan + Kebahasaan)
PAUDdikmas/
GTK Dikdasmen/GTK Kebudayaan Bahasa
Data Mart
• Proses Sinkronisasi
• Proses Integrasi
• Proses Verifikasi
• Proses Validasi
Proses Pendayagunaan
• Perencanaan
• Analisis
• Monitoring-Evaluasi
Business Intelligence
Provinsi+LPMP
Master Referensi
(Quality Control Dinas)
• Peserta Didik
(Quality Control Sekolah)
Program Pembangunan
1. BOS SD-SMP-SMA-SMK 2. Ujian Nasional (UN)
3. SNMPTN (masuk Perguruan Tinggi Negeri) 4. Bidikmisi
5. Rehab Sekolah
6. Unit Sekolah Baru (USB)
7. Integrasi dengan program KIP 8. Tunjangan Profesi Guru
9. dll
Data Awal
Data Awal Data Awal
Konsep Data Berkualitas dan Terintegrasi
2011 2012 2013 2014 2015
DIKDAS DIKMEN PAUDNI
Kronologis Integrasi dan Pengelolaan Data Dikdbud
KEBUDAYAAN
• Struktur data
• Data Master Referensi • Data Operational Referensi
• Mekanisme Pengumpulan Data • Mekanisme Pengelolaan Data
1. Quality Control Data 2. Integrasi Data
3. Komunikasi Data
Tahun
Update Data
BACKBONE
• Mekanisme Pengelolaan Data
1. Quality Control Data 2. Integrasi Data
SISTEM PENGELOLAAN
DATA PAUD
Pengelolaan Data PAUD, menggunakan Metoda Sinkronisasi dengan rincian : 1. Sekolah menginstall Aplikasi, setiap
Lembaga Pendidikan diharuskan menginstall aplikasi DapodikPAUD 2. Download prefill, setelah menginstall
harus melakukan prefill data untuk dapat melanjutkan isian
3. Input data menggunakan aplikasi yang sudah terinstall tanpa perlu koneksi internet
4. Sinkronisasi, hanya dapat dilakukan datalam posisi online tujuannya agar data antara lokal dengan server sama
Sekolah Sekolah Sekolah
Server PAUD
SISTEM PENGELOLAAN
DATA DIKMAS
Sekolah Sekolah Sekolah
Server DIKMAS
ETL
Server PDSPK
(Operasional Data Store, ODS)
12 Jam 12 Jam
ONLINE
Pengelolaan Data DIKMAS,
menggunakan Metoda Online, dimana setiap pengguna (Lembaga yang
didata) tidak perlu melakukan installasi aplikasi, cukup dengan browser yang dimiliki.
DATA ATRIBUT DAPODIK PAUD DAN DIKMAS
Attribut Sekolah :
1. Identitas Sekolah 2. Longitudinal Sekolah
3. Longitudinal Lembaga PAUD a. Jadwal Kesehatan
b. Jadwal PMTAS
c. Jadwal Parenting, dll 4. Sanitasi
5. Blockgrant 6. Prasarana
7. Prasarana Longitudinal 8. Sarana
9. Sarana Longitudinal 10. Buku Alat
11. Rombongan Belajar
Attribut PTK :
1. Identitas PTK 2. Pembelajaran 3. Riwayat Sertifikasi
4. Riwayat Pendidikan Formal 5. Riwayat Gaji Berkala
6. Riwayat Kepangkatan 7. Riwayat Pekerjaan 8. Riwayat Gaji
9. Diklat 10. Inpasing
Attribut Peserta Didik
1. Identitas Peserta didik
2. Identitas, Penghasilan Orang Tua / Wali 3. Longitudinal Peserta Didik
C
PENERBITAN IDENTITAS
Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) adalah kode pengenal satuan pendidikan (Sekolah) yang bersifat unik dan membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya dan memenuhi
persyaratan yang telah ditetapkan.
NPSN merupakan kode pengenal yang ditetapkan oleh PDSPK dan diberikan kepada satuan
pendidikan (Sekolah) berdasarkan pada SK Operasional yang dikeluarkan oleh unit/lembaga yang berwenang, yaitu (kondisi tahun 2016):
1. PAUD Dikmas oleh Kantor Dinas Kabupaten dan Kota
2. Dikdasmen (SD, SMP, SMA, SMK dan SLB) oleh Kantor Dinas Kabupaten Kota
3. Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayan
melalui Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
4. Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayan
melalui Direktorat Jenderal masing masing (sesuai dengan jenjang pendidikan)
5. Sekolah di bawah Kementerian Lain oleh Kementerian yang membawahinya.
PENGERTIAN NOMOR POKOK SEKOLAH NASIONAL
(NPSN)
Definisi:
Penggunaan NPSN dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam pengelolaan data satuan pendidikan dan memastikan legalitas (produk hukum) oleh unit berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
1. Mengisi formulir pengajuan NPSN baru ke Disdik Kabupaten/Kota; 2. Bagi Sekolah Negeri, diajukan oleh Dinas Pendidikan setempat; 3. Bagi Sekolah Swasta, harus melengkapi SK pendirian sekolah;
4. Melengkapi dengan SK ijin operasional/Ijin prinsip untuk NPSN sementara; 5. Menyertakan photo:
a. lokasi yang memperlihatkan tanda/identitas sekolah b. Tampak bangunan sekolah utuh
c. Tampak samping kanan dan kiri 6. Khusus bagi PKBM diperlukan NILM;
SYARAT DAN FORMULA NPSN
Syarat-Syarat:
NPSN terdiri atas 8 digit secara acak sehingga tidak terkait dengan status, jenjang dan jenis pendidikan, wilayah, dan yang lainnya. NPSN diterbitkan 4 X 24 Jam dengan asumsi seluruh persyaratan lengkap dan dipenuhi oleh pihak pengusul
Formula:
Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
merupakan
Nomor Identitas yang resmi
sebagai Nomor Induk
bagi seorang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) baik yang
berstatus PNS maupun Non-PNS dan memenuhi persyaratan
dan ketentuan yang telah ditentukan.
NUPTK sebagai identitas bagi GTK
dalam proses eksekusi
pelaksanaan program dan kegiatan
yang berkaitan dengan
pendidikan maupun peningkatan mutu guru dan tenaga
kependidikan pada umumnya.
DEFINISI
KEBERMANFAATAN
NUPTK terdiri dari 16 angka yang
bersifat unik dan tetap
.
NUPTK yang dimiliki seorang GTK tidak akan berubah
meskipun
yang
bersangkutan
telah
berpindah
tempat
mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian dan atau
terjadi perubahan data lainnya.
STATUS NUPTK
FORMULA KODEFIKASI NUPTK
•
Sifat Formula NUPTK:
- Numerik
- 16 digit
- unsur formula (
diacak
):
* tanggal lahir : 2 digit
* bulan lahir : 2 digit
* tahun lahir : 3 digit
* tahun lulus SD : 3 digit
* jenis kelamin : 1 digit
* kode generator : 1 digit (0,1,2,3, dst)
* nomor urutan : 4 digit
Kemendikbud:
1 = Laki-Laki dan 2 = Perempuan)
Di Luar Kemendikbud:
TEROBOSAN DAN HAMBATAN PENGELOLAAN
DATA
KETENAGAAN
Terobosan Penerbitan NUPTK bagi:
1. Guru Garis Depan (GGD);
2. Guru/Kepala Sekolah Indonesia di Luar Negeri; 3. Guru Pembelajar;
4. Guru berprestasi;
5. Guru yang mengikuti program SM3T; 6. Guru yang mengajar di daerah 3 T.
1. Kurangnya Sumber Daya Manusia;
2. Pelaksanaan Bimtek verval tidak bisa serentak di seluruh Provinsi, Kabupaten, dan Kota;
3. Belum samanya system penomoran NUPTK Kemdikbud dengan Kemenag; 4. Pemasukan data PAUD dan Dikmas ke dalam sisten yang dibangun belum
optimal;
MEKANISME PENERBITAN NUPTK GTK
KEMENDIKBUD
PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENONAKTLFAN NUPTK
1. Guru Kemendikbud
A. Pemohon mengajukan surat pengnonaktifan NUPTK atas nama sendiri kepada kepala sekolah;
B. NUPTK yang diusulkan untuk dinonaktifan bukan atas nama orang lain;
C. Pemohon menyampaikan alasan penonaktifan NUPTK; D. Surat pengantar dari Kepala Sekolah;
E. Surat Persetujuan dari Disdik.
1. Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, PLB 2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pada Satuan Pendidikan non formal (KB/TPA/SPS,
PKBM/TBM, Kursus dan UPT)
3. Guru PNS/CPNS, Pengawas PNS, dan Guru bukan PNS
4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan pendidikan Non Formal PNS/CPNS dan bukan PNS
5. S1/D4 dari LPTK/PTN yang memiliki prodi terakreditasi atau dari LPTK /PTS yang terakreditasi Kopertis setempat bagi guru dan tenaga kependidikan yang diangkat setelah Januari 2006
6. Guru dan tenaga kependidikan yang aktif dalam dapodik Dikdasmen dan Paud-Dikmas dengan ketentuan:
I. Belum memiliki NUPTK setelah melalui proses verval GTK oleh PDSPK
II. Kandidat guru dan tenaga kependidikan penerirna NUPTK melengkapi persyaratan dengan memindai (mang-upload) dokumen persyaratan melalui aplikasi verval GTK:
- Guru dan Tendik PNS --> SK CPNS/PNS + SK Penugasan dari Dinas Pendidikan - Guru dan Tendik Non PNS
1. di sekolah Negeri: SK Pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur 2. di sekolah Swasta: SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun secara
terus-menerus dihitung sampai dengan bulan Januari 2016 (SK tidak berlaku surut)
SYARAT DAN KETENTUAN PENERBITAN
NUPTK BAGI GTK
KEMENDIKBUD
1. Nomor Induk Siswa Nasional adalah, kode pengenal
identitas
siswa yang bersifat unik,
standar dan berlaku sepanjang masa
yang dapat membedakan satu siswa dengan siswa lainnya di
seluruh sekolah Indonesia dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri;
2. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) diberikan kepada
setiap
peserta didik
yang bersekolah
di satuan pendidikan
yang
memiliki NPSN dan terdaftar di Referensi Kemendikbud.
3. Untuk satuan pendidikan non formal, pemberian NISN
diprioritaskan
kepada siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional
PENGERTIAN
FORMULA PENOMORAN NISN
Terdiri atas 10 digit angka
dengan format: xxxyyyyyyy
XXX : 3 digit terakhir tahun kelahiran
yyyyyyy : 7 digit selanjutnya berupa nomor acak
Catatan:
PERSYARATAN PENERBITAN NISN
1. Peserta Didik tercatat dalam Sekolah/Lembaga penyelenggara
pendidikan yang sudah mempunyai NPSN/NILEM dan terdaftar di
Referensi Kemendikbud;
2. Peserta Didik mengisi formulir/instrument peserta didik yang telah
disediakan oleh Sekolah/Lembaga penyelenggara pendidikan sesuai
dengan kondisi sebenarnya dan lengkap;
3. Operator sekolah mengentry data peserta didik ke aplikasi Dapodik
4. Operator sekolah tersebut sudah terdaftar di Jaringan Pengelolaan
Data Pendidikan (
sdm.data.kemdikbud.go.id
)
5. Melalui aplikasi vervalpd operator sekolah melakukan verifikasi dan
validasi data peserta didik (Panduan aplikasi vervalpd dapat
ALUR PENGELOLAAN DATA PD
Pendidikan Islam, Kemenag
MEKANISME PENERBITAN NISN
Kemendikbud Tahun 2017
Pilah Peserta Didik berdasarkan Verval data oleh
Sekolah
Match Not Match
Ya
Mutasi Siswa oleh Sekolah
Tidak
Pilih Sekolah Asal
Siswa Ditemukan
Verifikasi dan Validasi Data
PD
Integrasi data
sesuai
MEKANISME PENERBITAN NISN
MULAI
PROSES PENOMORAN NISN OLEH SISTEM PDSPK
FORM A1 FORM A1
Keterangan :
· Seluruh proses pengajuan NISN dan pengiriman data siswa menggunakan email. · Setiap Pengajuan harus melampirkan file formulir A1 dalam format Excel dan PDF.
Formulir A1 dalam format PDF harus sudah ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan dilengkapi stempel sekolah yang mengajukan. · File hasil penomoran NISN oleh PDSPK dalam format Excel akan dikirim ke Bimas kemenag untuk diteruskan kembali ke sekolah.
Email Bimas Kemenag Jenjang Pendidikan Dasar (Dikdas) : [email protected]
Email Bimas Kemenag Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen) : [email protected]
Email PDSPK : [email protected]
SELESAI
VERIFIKASI OLEH BIMAS
KEMENAG
DATA SISWA VALID DAN LAMPIRAN LENGKAP
DATA SISWA TIDAK VALID DAN LAMPIRAN TIDAK LENGKAP
FORMAT ISIAN TIDAK SESUAI
FORMAT ISIAN SESUAI
DOKUMENTASI OLEH BIMAS KEMENAG
MEKANISME PENERBITAN NISN
FORMULIR A-1
………,………….20…
Kepala Sekolah,
Lulusan Sekolah Dalam Negeri
MULAI
PROSES PENOMORAN NISN OLEH SISTEM PDSPK
IJAZAH SMA/SMK/MA/ Sederajat
Keterangan :
·
Operator dinas pendidikan kab/kota/prov setempat mengisi data identitas peserta didik melalui Menu Pengajuan NISN pada aplikasi Vervalpd. .
· Setiap Pengajuan harus melampirkan hasil scan ijazah asli SMA/SMK/MA/sederajat dalam format pdf.
.
· Pengajuan NISN dari operator dinas pendidikan kab/kota/provinsi akan di verifikasi kesesuaian data yang diajukan dengan dokumen terlampir oleh PDSPK. Jika data dan dokumen sesuai maka pengajuan akan disetujui dengan memberikan NISN atas data tersebut. Namun jika data tidak sesuai dengan dokumen maka pengajuan akan ditolak dengan memberikan alasan penolakan.
SELESAI
VERIFIKASI DINAS PENDIDIKAN/KEMENAG
KAB/KOTA
DATA SISWA VALID DAN LAMPIRAN LENGKAP
DATA SISWA TIDAK VALID DAN LAMPIRAN TIDAK SESUAI
DATA SISWA TIDAK VALID/ LAMPIRAN TIDAK SESUAI
DATA ISIAN DAN LAMPIRAN SESUAI
DOKUMENTASI OLEH DINAS PENDIDIKAN MELAPOR KE DINAS
DAN IJAZAH SMA/SMK/MA/Sederajat DAN IJAZAH
SMA/SMK/MA/ Sederajat
DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA/PROV MENGISI MENU PENGAJUAN NISN MELALUI VERVALPD
·
Peserta didik/orangtua/sekolah melapor ke dinas pendidikan Kab/Kota/Prov dengan membawa dokumen asli berupa ijazah SMA/SMK/MA/Sederajat.
Verifikasi dan Validasi Data PD
Mulai Pengisian data
Penyetaraan Online
MEKANISME PENERBITAN NISN
Lulusan Sekolah Luar Negeri
Peserta Didik harus memiliki surat keterangan penyetaraan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Surat penyetaraan tersebut dikeluarkan dari Ditjen Dikdasmen melalui Sekretariatan, yaitu Bagian Hukum, Tata Laksana, dan Kerja Sama.
KEBIJAKAN MULAI TAHUN AJARAN 2016-2017
(SE Sesjen No. 31966/A/LL/2016 , tertanggal 27 Juni 2016)
1. Seluruh Data Peserta Didik (PD) yang belum memiliki NISN dan telah mengisikan data ke dalam aplikasi Dapo-Dikdasmen pada tahun 2015, akan secara otomatis diberikan NISN;
2. Penerbitan NISN akan dilakukan oleh PDSPK di setiap tahun ajaran baru
dengan ketentuan:
a. bagi PD tingkat 1 SD, tingkat 7 SMP, dan tingkat 10 SMA/SMK dengan catatan bahwa, datanya telah diisikan ke dalam aplikasi Dapo-Dikdasmen oleh Operator Sekolah;
b. bagi PD baru di sekolah TK Kelompok A dan B akan diberikan NISN dengan catatan bahwa, datanya telah diisikan ke dalam aplikasi Dapo-PAUD-Dikmas oleh Operator Sekolah;
c. bagi PD jenjang kesetaraan Paket A, B, dan C akan diberikan NISN dengan catatan bahwa, datanya telah diisikan ke dalam aplikasi Dapo-PAUD-Dikmas oleh Operator Sekolah
3. Waktu pengisian data Peserta Didik baru ke dalam aplikasi Dapodik diatur sebagai berikut:
a. untuk Dapo-Dikdasmen dapat dimasukkan sebelum akhir Bulan
September pada tahun ajaran yang sama;
b. untuk Dapo-PAUD-Dikmas dapat dimasukkan sebelum akhir Bulan
November pada tahun ajaran yang sama.
KEBIJAKAN MULAI TAHUN AJARAN 2016-2017
4. Apabila pengisian data peserta didik baru tersebut, belum selesai dalam batas waktu seperti yang dimaksud pada butir 3 di atas, maka penomoran NISN akan diberikan pada tahun ajaran berikutnya;
5. Bagi peserta didik yang belum memiliki NISN dan/atau pindahan setelah waktu yang telah ditetapkan seperti dalam butir 3 dan 4 diatur sebagai berikut:
a. berasal dari sekolah di luar Kemendikbud, dapat menghubungi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat untuk pengajuan NISN peserta didik yang bersangkutan;
b. berasal dari sekolah Luar Negeri, dapat melengkapi dokumen melalui Sekretariat Ditjen Dikdasmen untuk mendapatkan Surat Keterangan Penyetaraan. Selanjutnya diajukan penerbitan NISN oleh Setditjen Dikdasmen dan PDSPK akan menerbitkan NISN bagi peserta didik yang bersangkutan;
6. Hasil pengelolaan data peserta didik dapat dilihat oleh operator sekolah pada aplikasi VervalPD melalui laman vervalpd.data.kemdikbud.go.id.
TINDAKLANJUT KEBIJAKAN PEMBERIAN NISN
Surat Kepala PDSPK
PDSPK menegaskan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota u.p. Ketua Kelompok Kerja Pendataan Pendidikan (KK-Datadik) tentang hal-hal sebagai berikut:
1. aplikasi Dapodik tahun 2015, dimungkinkan akan terjadi:
a. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) ganda. Apabila hal ini terjadi, maka operator sekolah agar segera mengajukan perubahan NISN melalui laman vervalpd.data.kemdikbud.go.id dengan melampirkan bukti dokumen pendukung;
b. ditemukan perbedaaan NISN peserta didik yang sudah tertera di dalam ijazah dengan NISN yang ada di laman nisn.data.kemdikbud.go.id, maka operator sekolah agar segera melakukan:
1) pencarian NISN berdasarkan nama, tempat, dan tanggal lahir. Jika ditemukan NISN tersebut atas nama siswa lain, maka NISN dimaksud tidak dapat digunakan oleh siswa yang bersangkutan;
2) berkaitan dengan butir 1.b.1) di atas, pihak sekolah mengeluarkan Surat Keterangan yang menyatakan bahwa NISN siswa tersebut adalah NISN yang terdapat di dalam laman nisn.data.kemdikbud.go.id.
2. persetujuan (approval) perubahan identitas siswa (nama, tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, dan nama ibu kandung) sudah menjadi wewenang operator Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui laman vervalpd.data.kemdikbud.go.id; 3. menu residu yang ada di vervalpd jenjang Sekolah Dasar sudah ditiadakan, hal ini
KEWENANGAN
PEMERINTAH DAERAH, DAN SATUAN PENDIDIKAN
D
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI/KABUPATEN DAN KOTA
a. Melakukan pengisian dan pengiriman data pengawas sekolah. b. Sosialisasi, bimbingan, dan layanan teknis;
c. Melakukan pengelolaan manajemen pendataan;
d. Melakukan verifikasi dan validasi tingkat provinsi/kabupaten/kota; dan
e. Menginstruksikan kepada semua satuan pendidikan di wilayah kerja masing-masing untuk melakukan pengumpulan dan pengiriman data melalui Dapodik;
f. Memanfaatkan data yang dihasilkan dari Dapodik untuk mendukung program pembangunan pendidikan di wilayahnya masing-masing; dan
g. Dinas provinsi/kabupaten/kota mengalokasikan anggaran untuk mendukung kebutuhan operasional pendataan Dapodik di tingkat satuan pendidikan maupun tingkat daerah;
h. Memfasilitasi dan menegur kepada semua satuan pendidikan di wilayah kerja masing-masing yang tidak melakukan pemutakhiran data secara berkala; dan