1
Jakarta, 13 Agustus 2015
STRATEGI PENGUATAN MASYARAKAT
DALAM MENINGKATKAN PERAN
4
DEFINISI DESA
Desa adalah desa dan desa adat atau yang
disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut
Desa,
adalah
kesatuan
masyarakat hukum
yang memiliki
batas
wilayah
yang
berwenang
untuk
mengatur
dan
mengurus
urusan
pemerintahan,
kepentingan
masyarakat
setempat
berdasarkan prakarsa masyarakat, hak
asal-usul, dan/atau hak tradisional yang
diakui
dan
dihormati
dalam
sistem
5
KEDUDUKAN DESA
Desa berkedudukan di
wilayah kabupaten/kota.
Desa berkedudukan di
wilayah kabupaten/kota.
UU Desa : Pasal 5
1. Asas Rekognisi
6
KEWENANGAN DESA
•.
d. kewenangan lain yang
ditugaskan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, atau Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
a. kewenangan berdasarkan hak asal usul;
b. kewenangan lokal berskala Desa;
c. kewenangan yang ditugaskan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, atau
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; dan
Self Governing Community
STRATEGI 1 :
8
WEWENANG
DESA
1. DANA DESA
2. ALOKASI DANA DESA
3. BAGI HASIL PAJAK DAERAH
4. BANTUAN KEUANGAN
1.ASET DESA
2.SWADAYA
MASYARAKAT
3.SUMBERDAYA
MANUSIA
DESA SEBAGAIKESATUAN MASYARAKAT HUKUM
TATA KELOLA DESA YANG DEMOKRATIS
STRATEGI 2 :
PBM FOKUS MEMONITOR PELAKSANAAN MUSYAWARAH DESA, PENYUSUNAN PERATURAN DESA, DAN PENGUATAN BPD
Penyusunan RPJM Desa
(DISUSUN DALAM JANGKA WAKTU 3 BULAN SETELAH PELANTIKAN KADES)
Penyusun: Pemerintah Desa
1.Pembentukan Tim Penyusun RPJM Desa
2.Sosialisasi Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten/Kota
3.Pengkajian Keadaan Desa 4.Musyawarah Desa
5.Penyusunan Rancangan RPJM Desa
6.Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa
Permendagri No. 114/2014
12
PENYUSUNAN RKP DESA
12
BPD MUSYAWARAH DESA
PEMDES RANCANGAN RKPDESA PEMDES MUSRENBANG DESA PEMDES PERDES RKPDESA
PEMDES RANCANGAN APBDESA PEMDES PRIORITAS BELANJA DESA
PEMDES 31 DES = PERDES APBDESA
JUNI
DESEMBE
R
RPJM DESA
PAGU DEFINITIF DESA
PAGU INDIKATIF DESA
JULI JUNI
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Koordinator : Kepala Desa
Tahapan Persiapan
1.Penetapan Pelaksana Kegiatan Desa
2.Penyusunan Rencana Kerja Kegiatan Desa
3.Sosialisasi Kegiatan Desa
4.Penyiapan Pelaksana Kegiatan
5.Penyiapan Dokumen Administrasi
14
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Koordinator : Kepala Desa
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
1.Rapat Kerja Pelaksana Pembangunan Desa
2.Sertifikasi Pelaksanaan Kegiatan Infrastruktur Desa 3.Perubahan Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Desa 4.Pengelolaan Pengaduan dan Penyelesaian Masalah 5.Musyawarah Desa Pertanggungjawaban
6.Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Desa
STRATEGI 3 :
UU Desa Pasal 82
UU Desa Pasal 82
Pemantauan dan Pengawasan Pembangunan Desa
UU Desa Pasal 82
UU Desa Pasal 82
Pemantauan dan Pengawasan Pembangunan Desa
Masyarakat Desa berhak mendapatkan informasi
mengenai rencana dan pelaksanaan Pembangunan Desa.
Masyarakat Desa berhak melakukan pemantauan
terhadap pelaksanaan Pembangunan Desa.
Masyarakat Desa melaporkan hasil pemantauan dan
berbagai keluhan terhadap pelaksanaan
Pembangunan Desa kepada Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa.
Pemerintah Desa wajib menginformasikan
perencanaan dan pelaksanaan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa, Rencana Kerja Pemerintah Desa, dan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa kepada masyarakat Desa melalui
layanan informasi kepada umum dan melaporkannya dalam Musyawarah Desa paling sedikit 1 (satu) tahun sekali.
Masyarakat Desa berpartisipasi dalam Musyawarah
STRATEGI 4 :
PBM FOKUS MENGEMBANGKAN KETERBUKAAN
INFORMASI DI DESA AGAR TERCIPTA RUANG
PUBLIK DI DESA SEBAGAI MEDIA PERINCANGAN
YANG BERORIENTASI PADA PENGAMBILAN
19 MUSDES
PEMDES BPD
MASYARAK AT
PENGGIAT PENDAMPINGAN DESA (SKPD, PENDAMPING PROFESIONAL,
LSM DLL) POLITIK EKONOMI
SOSIAL BUDAYA
PENDAMPINGAN DESA SEBAGAI HUBUNGAN TIMBAL BALIK
PEMBANGUNAN DESA - PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
•. PEMBANGUNAN DESA
DESA BERDIKARI SECARA EKONOMI : BERDAYA
MENGE-LOLA SUMBERDAYA DESA (SDA/SDM/SD
LAINNYA)
STRUKTUR KEKUASAAAN EKONOMI
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DESA BERDAULAT SECARA POLITIK : BERDAYA
MENGELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG DEMOKRATIS
STRUKTUR KEKUASAAN POLITIK
PEMBELAJARAN SOSIAL
PEMBELAJARAN SOSIAL PEMBELAJARAN SOSIAL
PEMBELAJARAN SOSIAL KADERISASIKADERISASIKADERISASIKADERISASI PENGORGANISASIANPENGORGANISASIANPENGORGANISASIANPENGORGANISASIAN
Pembentukan &
pemeliharaan kader (orang kunci)
sebagai para penggerak tata kelola desa dan
pembanguna n desa
Pembentukan &
pemeliharaan kader (orang kunci)
sebagai para penggerak tata kelola desa dan
pembanguna n desa
Dinamisasi Desa sebagai Self Governing Community
Dinamisasi Desa sebagai Self Governing Community
CB Desa melalui Pelatihan dan
Bimbingan : praktek
secara langsung (Sekolah Rakyat)
CB Desa melalui Pelatihan dan
Bimbingan : praktek
secara langsung (Sekolah Rakyat)
SKPD, PENPROF, KPMD, LSM, PT DLL
SKPD, PENPROF, KPMD, LSM, PT DLL
SKPD, PENPROF, KPMD, LSM, PT DLL
22
GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL
GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL
GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL
GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL
MUSDE S
PENDAMPING DESA = GURU KADER
DANA DESA/ALOKASI DANA DESA
PEMDE
S BPD
MASYARA KAT
DESA
PBM = KAD
GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL
BIROKRASI :
KEPUTUSAN TEKNOKRATIS
BIROKRASI :
KEPUTUSAN TEKNOKRATIS
DPR:
KEPUTUSAN POLITIK
DPR:
KEPUTUSAN POLITIK
DESA
KEPUTUSAN PARTISIPATIF KEPENTINGAN KOLEKTIF
DESA
KEPUTUSAN PARTISIPATIF KEPENTINGAN KOLEKTIF
JARING ASMARA
JARING
ASMARA REGULAS
I /
RUANG PUBLIK POLITIK RUANG PUBLIK POLITIK
RUANG PUBLIK
RUANG PUBLIK
23