• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN RI

NOMOR 454/KMK.04/2002 TANGGAL 30 OKTOBER 2002 TENTANG

REGISTR ASI IMPORTIR

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang :

a. bahwa berdasarkan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan importir bertanggung jawab terhadap Bea Masuk yang terutang sejak tanggal Pemberitahuan Pabean atas Impor; b. bahwa selama ini masih ditemukan importir yang menggunakan alakat fiktif, tidak jelas identitas pengurus

dan penanggungjawabnya dan jenis usahanya, selain itu juga mas ih ditemukan adanya importir yang tidak menyelenggarakan pembukuan sebagaimana diwajibkan dalam Pasal 49 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana pada huruf a dan b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Registrasi Importir.

Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (LN RI Tahun 1995 Nomor 75, TLN RI Nomor 3612);

2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (LN RI Tahun 1995 Nomor 76, TLN RI Nomor 3613);

3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG REGISTRASI IMPORTIR.

Pasal 1

Terhadap importir yang melakukan kegiatan kepabeanan di bidang impor dilakukan regis trasi importir oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pasal 2

Registrasi importir dilakukan dalam rangka pemenuhan persyaratan kepabeanan di bidang impor yang meliputi: (1) kejelasan dan kebenaran alamat;

(2) kejelasan dan kebenaran identitas pengurus dan penanggung jawab; (3) kejelasan dan kebenaran jenis usaha;

(4) kepastian importir menyelenggarakan pembukuan yang dapat diaudit (auditable).

Pasal 3

Importir yang memenuhi persyaratan registrasi akan diberikan Sertifikat Registrasi pabean (SRP) yang berlaku di seluruh daerah pabean Indonesia sebagai persyaratan untuk melakukan kegiatan kepabeanan di bidang impor.

(2)

SRP dapat dicabut dalam hal importir melakukan pelanggaran ketentuan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai serta peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait.

Pasal 5

SRP dikecualikan terhadap importir yang memasukkan barang berupa :

a. Barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia; b. Barang untuk keperluan badan internasional beserta pejabatnya yang bertugas di Indonesia; c. Barang pribadi penumpang, awak sarana pengangkut, pelintas batas dan barang kiriman; d. Barang pindahan;

e. Barang hadiah dan hibah;

f. Barang untuk keperluan pemerintah/lembaga negara lainnya yang diimpor sendiri oleh lembaga tersebut; g. Barang impor sementara yang dibawa penumpang.

Pasal 6

Petunjuk pelaksanaan teknis Keputusan Menteri Keuangan ini diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Pasal 7

(1) SRP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) mulai berlaku efektif pada tanggal 01 Januari 2003. (2) Terhadap importir yang tidak mempunyai SRP setelah tanggal 1 Januari 2003, dapat dilayani pemenuhan

kewajiban kepabeanannya sebanyak-banyaknya 1 (satu) kali pengimporan, setelah mendapat persetujuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, untuk pengimporan selanjutnya wajib mempunyai SRP.

Pasal 8

Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 30 Oktober 2002

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ttd.

Referensi

Dokumen terkait

In contrast to this, De Waal and Biel (1989a) showed that less mature, lactating Dorper ewes and their lambs at Glen per- formed considerably better when grazing veld during the

Dengan inI kami mengundang Saudara untuk mengikuti Pembuktian Kualifikasi Jasa Konstruksi dengan Sistem Pemilihan Langsung untuk :. Rehabilitasi Balai Kampung

[r]

Pengujian dilakukan dengan aplikasi yang telah dirancang berbasis visual terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu input gambar, melakukan proses Fisherface dan hasil

Gaya geser akibat gempa arah X dengan metode statik ekuivalen, respons spectrum dan time history seperti terlihat pada Gambar 1.53 sampai 1.55.. Gaya geser arah X akibat gempa

3 Melakukan pemeriksaan kesesuaian isi dokumen (jenis/jumlah/ukuran rumput laut dengan permohonan) kemudian membuat LHP dan menyampaikan kepada Kepala UPT/Pejabat yang ditunjuk.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, fenomena ini layak diteliti untuk mengetahui seberapa besar pengaruh online consumer review yang dilakukan beauty

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada masalah penelitian dalam latar belakang masalah yaitu bagaimana efektivitas Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota