MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR : 04/M/PER/VI/2006
TENTANG
TATA TERTIB
PENUNJUKAN PENGHUNI DAN PENGHUNIAN RUMAH NEGARA Dl KAWASAN PUSAT PENELITIAN ILMU
PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (PUSPIPTEK)
MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA
Menimbang : a. bahwa Rumah Negara di lingkungan Pusat Penelitian llmu
Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) mempunyai fungsi secara langsung melayani dan terletak dalam lingkungan
laboratorium/balai penelitian di kawasan Pusat Penelitian llmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong;
b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Negara Riset dan Teknologi
tentang Tata Tertib Penunjukan Penghuni dan Penghunian Rumah Negara di lingkungan Pusat Penelitian llmu
Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK).
Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah. Nomor. 40 tahun 1994 tentang Rumah
2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor. 9 Tahun 2005
tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Menteri Negara Riset dan Teknologi sebagaimana
telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005;
3. Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor. 02/M/PER/III/2006, tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Negara Riset dan Teknologi;
4. Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor : 101/M/Kp/V/2006 tentang Penetapan
Status Rumah Negara di Kawasan Pusat Penelitian llmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI
TENTANG TATA TERTIB PENUNJUKAN PENGHUNI DAN PENGHUNIAN RUMAH NEGARA Dl KAWASAN PUSAT
PENELITIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
(PUSPIPTEK)
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :
1. Rumah Negara adalah Rumah Negara golongan I (satu) yang berada di
Kawasan PUSPIPTEK, Serpong.
2. PUSPIPTEK adalah Pusat Penelitian llmu Pengetahuan dan Teknologi.
3. Kawasan PUSPIPTEK adalah kesatuan lahan dari fasilitas pembangunan Kawasan PUSPIPTEK Serpong, yang tidak dapat dipisahkan dari lima bidang
sarana yang merupakan rencana dasar pembangunan PUSPIPTEK, terdiri
4. Penghuni adalah penghuni Rumah Negara Golongan I (satu) di Kawasan
PUSPIPTEK, Serpong, yang ditunjuk secara sah sesuai peraturan ini. 5. Instansi adalah Lembaga, Badan, Pusat, Laboratorium, yaitu Organisasi
Pemerintah yang secara resmi berada dan menjalankan fungsinya secara penuh baik administrasi maupun teknis di Kawasan PUSPIPTEK Serpong.
BAB II
PERSYARATAN PENGHUNIAN
Pasal 2
Persyaratan penghuni, adalah:
(1) Pegawai Negeri yang masih aktif meiaksanakan tugas di Kementerian Negara
Riset dan Teknologi dan/atau di Lembaga Pemerintah Non Departemen di bawah koordinasi Kementerian Negara Riset dan Teknologi (LPND- RISTEK)
baik secara administrasi maupun teknis, serta Pegawai Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (PUSARPEDAL) Kementerian Negara
Lingkungan Hidup;
(2) Memiliki Surat Izin Penghunian berdasarkan Peraturan ini.
BAB III
IZIN PENGHUNIAN
Pasal 3
(1). Para penghuni diwajibkan memiliki Surat Izin Penghunian Rumah (SIPR) dari Menteri Negara Riset dan Teknologi;
(2). Surat izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini diajukan kepada Menteri Negara Riset dan Teknologi dengan persetujuan pimpinan
instansinya, dan Sekretaris Menteri Negara Riset dan Teknologi bagi penghuni yang secara administrasi maupun teknis melaksanakan tugas di
lingkungan Kementerian Negara Riset dan Teknologi;
(3). Bagi pensiunan dan/atau janda, duda yang belum memiliki rumah sendiri,
dan telah menghuni Rumah Negara sebelum Peraturan ini ditetapkan diberikan surat izin khusus oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi yang
BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN PENGHUNI
Pasal 4
(1). Penghuni memiliki hak menggunakan dan atau memanfaatkan Rumah Negara
sesuai izin yang diperoleh, sampai dinyatakan berakhir hak penghuniannya berdasarkan Peraturan ini;
(2). Kewajiban Penghuni adalah :
a. Memelihara, dan memanfaatkan Rumah Negara sesuai dengan fungsinya.
b. Tidak mengubah dan/atau menambah bangunan Rumah Negara tanpa
izin Menteri Negara Riset dan Teknologi;
c. Membayar semua biaya, pajak dan/atau tagihan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, termasuk tidak terbatas pada Pajak Bumi dan Bangunan, rekening listrik, rekening air, rekening telepon dan lain sebagainya.
d. Turut menciptakan dan menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan,
keasrian lingkungan Rumah Negara, atau tidak menggunakan Rumah Negara sebagai tempat usaha sehingga tidak sesuai dengan
peruntukannya;
BABV
BERAKHIRNYA HAK PENGHUNIAN
Pasal 5
(1). Hak penghunian berakhir dengan sendirinya apabila penghuni tidak memenuhi lagi ketentuan sebagaimana disebutkan pada Pasal 2 Peraturan ini;
(2) Rumah Negara dipergunakan tidak sesuai dengan izin peruntukannya.
Pasal 6
(1). Apabila hak penghunian berakhir, Kepala UPT Pusat Penelitian llmu
Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan bahwa hak penghuniannya berakhir;
(2). Para penghuni Rumah Negara yang berakhir hak penghuniannya, segera mengosongkan Rumah Negara yang di huninya untuk dikembalikan kepada
dan peruntukannya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak hak penghunian
dinyatakan berakhir berdasarkan peraturan ini.
BAB VI
SEWA RUMAH NEGARA
Pasal 7
(1). Seluruh penghuni Rumah Negara membayar biaya sewa yang disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), ke Kas Negara melalui
DIPA, Kementerian Negara Riset dan Teknologi;
(2). Biaya sewa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini ditentukan kemudian melalui Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi berdasarkan
ketentuan perundangan yang berlaku.
BAB VII
SANKSI
Pasal 8
(1). Pelanggaran atas ketentuan dalam Peraturan ini dikenakan sanksi berupa Peringatan tertulis oleh Kepala UPT Pusat Penelitian llmu Pengetahuan dan
Teknologi (PUSPIPTEK), dan Pencabutan Surat Izin Penghunian serta Perintah pengosongan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi;
(2). Setiap pelanggaran atas ayat (1) Pasal ini diberikan peringatan secara
berturut-turut sebanyak 3 (tiga) kali kepada penghuni yang bersangkutan, masing-masing dalam tenggang waktu paling sedikit 7 (tujuh) hari setiap peringatan
ditembuskan kepada Pimpinan Instansi tempat penghuni bekerja.
(3). Bila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan Rumah Negara belum dikosongkan,
sebagaimana dimaksud pada pasal 6 Keputusan ini, Kementerian Negara Riset dan Teknologi dibantu aparat hukum, melakukan pengosongan secara paksa.
PASAL 9
(1). Dengan berlakunya Peraturan Menteri Negara Riset dan Teknologi ini, maka
Peraturan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor 02a/M/Kp/XI/2004, tentang Tata Tertib Penunjukan Penghuni dan Penghunian Perumahan
(2). Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila
di kemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya
Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 15 Juni 2006
MENTERI NEGARA RISET DAN
TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA
TTD