']..1 1'-.: l:"".-.": " ''.1
lHm,ilpsfn
I
't@
Komp;s
Gntnanxa
JUMAT
KLIWON
27
NOVEMBER2015
L4
SAFAR1437
NO
1671ITAHUN
5
RP
2.000
LANGGANAN RP 55.OOO
sMs 0851
02L
22000, 027+557687
EXT219
24
HALAMAN
#it{bw*
WW*'MWW*M
-
-The
Best Of Java
Newsparrer
h
IPMAzorg
Demokrasi
dan Konvoi Anarki
MASYARAKAT
Yogyakar-ta
kembalidisuguhi
peristiwasuram, Minggu (22t11), yailu
konvoi salah satu parpol
pendu-kung peserta Pilkada berujung rusuh. Sebuah kantor biro travel
dan
dua
mobiltravel
di
JalanDiponegoro, Kota Yogyakarta, menjadi sasaran pengrusakari.
Sedangkan di
Jalan
Damai,Sindhuharjo, Ngaglik, Kabupa-ten Sleman, sebuah mobil Yaris rusak parah dihancurkan massa, dan pengemudinya dianiaya.
Konvoi ini tentunya dimak-sudkan menjadi bagian dari pesta
demokrasi. Maka;
muncullah sebuah pertanyaan yang perlu dikritisi: apakah dapat dikatakan modet konvoi yang sudah bbr-jalan dari era Orde Baru hlngga Reformasi ini telahmencermin-kan prinsip-prinsip bertindak dan bersikap secara demokratis ?
Dilihat dari aspek sejarahnya dari era Orde Baru hingga saat
ini, model konvoi parpol dalam acara apapun tidak jauh berbeda modelnyam bahkan dapat dikata-kan sama. Serombongan massa :;, Bersambung Ke Hal 14 YULIUS DWI
CAHYONO Mpd Dosen Pendidikan Selarah Universitas
k
KDemokrasi
dan
dengan kendaraan bermotor lengkap dengan atribut parpol (terutama roda dua) berkeliling kota, baik sebelum acara atau-pun sesudah acara selesai.
Pada umumnya
rombong-an
massa berkendaraan ini tidak mengenakan atributter-tib
lalu
lintas, semisal helm.Dengan bebas
tanpa
rasatakut mendapatkan sanksi dari polisi lalu lintas, mereka tetap melintas di jalanan.
Lembaga kepolisian
me-mang
sering
mendapatkankritika4 untuk
memperbaikibanyak hal yang dituntut oleh masyarakat luas, namun
da-lam hal ini
pihak kepolisian perlu mendapatkan dukungan untuk semakin berani mener-tibkan setiap konvoi dari parpolmana
pun.
Semuaini
demi keamanan dan kenyamanan masyarakat luas.Kovoi juga hampir dipasti-kan selalu menimbuldipasti-kan kebi-singan suara luar biasa.
Keba-nyakan salilran pembuangan
kendaraan (knalpot) dilepas
dan diganti dengan nonstandar sehingga menghasilkan
freku-ensi suara yang tidak dapat
diterima oleh telinga normal manusia.
Model konvoi
ini
seringmembuat geram banyak warga
masyarakat, namun banyak
yang tidak berani
mengung-kapkannya karena jumlah
massa konvoi yang banyak.
Sehingga sering secara ter-samun menimbulkan bentrok yang berujung rusuh.
Jika kita tilik kembali
mo-del
konvoi ini,sungguh tidak mencerminkan asas-asas ber-demokrasi dan tidak mencer-minkan pesta demokrasi yang mencerd.askan masyarakat.Hal yang menonjol justru
mun-cul
kesan intimidasi melalui arogansf konvoi.Untuk melihat lebih jauh bahwa hal ini tidak sesuai de-ngdn asas demokrasi,kita
kait-kan dengan konsep
demokrasi
I
menuruiHans Kelsen.
Demo-
):karsi adalah
pemerintahan
$.oleh rakyat dan untuk
rakyat
K
yang
melaksanakankekua-
d saan negara ialahwakil-wakil
larakyat yang terpilih; rakyat
pun
artelah yakin bahwa segala
ke-
(t
hendak dan kepentingan akan diperhatikan dalam
melaksa-
nl
nakan'kekuasaan negara.
Dari konsep di
atis,
jelas
mterlihat bahwa segala pesta perayaan demokrasi hendakya'
tidakmengganEgulberten-
1tangan dengan kepentingan masyarakat lain. Mengingat, pesta demokrasi ini pada
in-
Ptinya
memiliki muara
yang
br sama: dari rakyat untukrakyat.
ht Untuk semakinmenyempur- K
nakan pesta demokrasi
yang
d,semakin sehat dan
mencer-
_.i daskan, perlu dipikirkandan :l
diwujudkan kebijakan
baru
trrmengenai konvoi parpol.
Ha-
Pirus ada revolusi mental
dalam
ta konvoi parpoi.(*)
kr
Sambungan Hal
13
ti
h;
bi'