PT BINTANG MITRA SEMESTARAYA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT BINTANG MITRA SEMESTARAYA Tbk AND SUBSIDIARIES Laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2013 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen /
Consolidated financial statements
Pernyataan Direksi Directors’ Statement
Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 - 3 Consolidated Statements of Financial Position Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4 - 5 Consolida ted Statements of Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6 Consolidates Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7 Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
The accompanying notes to consolidated financial statements are an integral part of these consolidated financial statements
Aset Assets
Aset Lancar Current Assets
Kas dan setara kas 3f,3g,3o,5,37,41 5.196.102.122 5.519.571.070 Cash and cash equivalents
Piutang usaha- Trade receivables-
Pihak ketiga 3f,3o,6,37,41 293.742.910.283 292.126.852.344 Third parties
Piutang lain-lain 3f,7,37 556.584.569 633.229.411 Other receivables
Persediaan - bersih 3i,8 8.230.294.001 8.012.238.398 Inventories - net
Pajak dibayar di muka 32a 70.180.512.799 56.354.558.149 Prepaid tax
Uang muka 9 41.464.596.808 5.006.292.969 Advance payment
Biaya dibayar di muka 3j,10 1.901.077.337 1.041.615.112 Prepaid expenses
Aset lancar lainnya 1113 24.000.000.000 33.000.000.000 Other current assets
Jumlah Aset Lancar 445.272.077.919 401.694.357.453 Total Current Assets
Aset Tidak Lancar Non-Current Assets
Investasi jangka panjang 3m,12 52.077.678.403 45.257.085.161 Long term investment Aset pajak tangguhan 3r,4,32c 1.865.078.544 1.515.332.376 Deferred tax assets Aset tetap - bersih 3k,4,13 15.263.805.361 17.005.016.223 Property and equipment-net
Biaya yang dapat dipulihkan 14 160.062.930.972 144.709.422.407 Recoverable cost
Goodwill 3e,4,15 26.814.985.080 54.028.014.346 Goodwill
Aset lain-lain 16 9.528.703.456 5.959.338.920 Other Assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 265.613.181.816 268.474.209.433 Total Non-Current Assets
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian
secara keseluruhan.
The accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of the Consolidated Financial Statements
taken as a whole.
Liabilitas dan Ekuitas Liabilities and Equity
Liabilitas Jangka Pendek Current Liabilities
Utang jangka pendek 3f,17,37 195.452.028.757 92.792.004.199 Short-term loan
Utang usaha Trade payables
Pihak ketiga 3f,3o,18,37,41 26.473.245.529 115.970.829.808 Third parties
Utang pajak 3r,32b 3.738.746.479 703.536.290 Taxes payable
Biaya yang masih harus dibayar 3f,19,37 13.340.423.024 8.317.163.881 Accrued expenses Uang muka dan jaminan 20 76.176.940.399 25.471.718.769 Advanced and deposit Pendapatan diterima di muka 21 148.500.000 445.500.000 Unearned revenues
Utang lain-lain 22 39.479.245.298 36.512.469.045 Other payables
Bagian utang jangka
panjang yang jatuh Current portion of
tempo dalam satu tahun 3f,23,37 15.750.000.003 2.749.999.997 long term payable Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 370.559.129.489 282.963.221.989 Total Current Liabilities
Liabilitas Jangka Panjang Non-Current Liabilities
Bagian utang jangka
panjang yang jatuh Non-current portion
tempo lebih dari satu tahun 3f,23,37 4.999.999.997 20.750.000.000 of long-term payable
Estimasi liabilitas Estimated liabilities for
imbalan kerja 3p,4,35 4.423.284.000 3.768.643.000 employee benefits
Liabilitas lain-lain Other non-current
jangka panjang 24 893.993.185 709.238.994 liabilities Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 10.317.277.182 25.227.881.994 Total Non-Current Liabilities
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian
The accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of the Consolidated Financial Statements Ekuitas Yang Dapat
Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Equity Attributable to
Induk Owners of the Parent
Modal Saham - nilai nominal
Rp 500 per saham Capital Stock - Rp 500 par value
Modal dasar 1.344.000.000 per share authorized
Saham modal ditempatkan 1,344,000,000 shares
dan disetor penuh Issued and fully paid
1.159.200.024 saham 1b,25 579.600.000.000 579.600.000.000 1,159,200,024 shares (31 Desember 2012: 1.15
Tambahan modal disetor 3t,26 (11.389.551.711) (11.389.551.711) Additional paid in capital
Pendapatan (beban) komprehesif Other comprehensive income
lain: (expenses):
Rugi yang belum terealisasi Unrealized loss on
atas efek tersedia untuk dijual 3f,12 (70.520.882.213) (67.441.168.455) available for sale investment Translation difference on
Selisih kurs penjabaran laporan subsidiaries financial
keuangan entitas anak 3b (10.385.944.563) (8.793.053.589) statements Tambahan modal disetor lainnya 1b 12.000 - Other additional paid in capital
Saldo laba (defisit) Retained earnings (deficit)
Telah ditentukan penggunaannya 27 1.750.000.000 1.750.000.000 Appropriated Belum ditentukan penggunaannya (159.670.145.019) (131.749.036.332) Unappropriated Jumlah Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada Pemilik Net Equity Attributable to
Entitas Induk 329.383.488.494 361.977.189.913 Owners of the Parent
Kepentingan Non Pengendali 28 625.364.570 272.990 Non-Controlling Interest
Jumlah Ekuitas 330.008.853.064 361.977.462.903 Total Equity
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian
secara keseluruhan.
The accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of the Consolidated Financial Statements
taken as a whole.
Pendapatan 3q,29 2.192.652.949.873 2.095.347.052.223 Revenue
Beban Pokok Penjualan 3q,30 (2.098.323.502.142) (2.003.071.745.570) Cost of Goods Sold
Laba Kotor 94.329.447.731 92.275.306.653 Gross Profit
Beban Usaha Operating Expenses
Penjualan 3q,31 85.684.683.512 77.531.935.576 Selling
Umum dan administrasi 3q,31 7.772.638.450 8.134.525.977 General and administration Jumlah Beban Usaha 93.457.321.962 85.666.461.553 Total OperatingExpenses
Laba Usaha 872.125.769 6.608.845.100 Income from Operation
Pendapatan (Beban) Lain-lain Other Income (expenses)
Laba selisih kurs - bersih 20.724.785.872 6.051.074.913 Foreign exchange - Net Penghasilan bunga 257.021.761 1.230.963.702 Interest income
Rugi yang telah terealisasi dari Realized Loss on investment in
efek untuk diperdagangkan - (208.479.069) Trading securities Penurunan nilai goodwill 15 (27.213.029.266) (27.213.029.266) Impairment value of goodwill Beban bunga dan beban pendanaan (27.519.813.837) (11.277.602.757) Interest expense and finance charges Beban pajak - (3.823.355.760) Tax expenses Laba (Rugi) penjualan aset tetap 4.266.667 (200.000) Gain (Loss) on sale of fixed assets
Pendapatan sewa 3.314.030.573 2.812.063.575 Rent income
Keuntungan penjualan
investasi entitas anak - 261.860.892 Gain on sale investment in subsidiary
Lain-lain - bersih 1.660.585.564 (3.650.613.804) Others - net
Jumlah Beban Lain-lain - Bersih (28.772.152.666) (35.817.317.574) Total Other Charges - Net
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian
The accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of the Consolidated Financial Statements
Notes 2013 2012
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan Income Tax Benefit (Expenses)
Kini 3r,4,32c (248.454.750) (676.795.750) Current Tangguhan 3r,4,32c 227.464.540 717.676.488 Deferred
Jumlah (20.990.210) 40.880.738 Total
Jumlah Rugi Tahun berjalan (27.921.017.107) (29.167.591.736) Total loss For the Current Year
Jumlah Rugi Periode Berjalan Yang
dapat Diatribusikan kepada : Total loss For the year Attribute to:
Pemilik Entitas Induk (27.921.108.687) (29.167.234.732) Owners of the Parent Kepentingan Non Pengendali 91.580 (357.004) Non-Controlling Interests
Jumlah (27.921.017.107) (29.167.591.736) Total
Rugi Per Saham 3s,33 (24,09) (25,16) Loss Per Share
Jumlah Rugi Tahun Berjalan (27.921.017.107) (29.167.591.736) Total Loss For the Current Year
Pendapatan (Beban) Other Comprehensive
Komprehensif Lain: Income (Expenses):
Selisih kurs atas penjabaran Translation difference
laporan keuangan (1.592.890.974) 12.536.637.073 on financial statement
Laba (rugi) yang belum terealisasi Unrealized gain (loss) on available
atas efek tersedia untuk dijual (3.079.713.758) 7.905.556.467 for sale investments
Jumlah Rugi Komprehensif Total Comprehensive Loss
Periode Berjalan (32.593.621.839) (8.725.398.196) For the Year
Jumlah Rugi Komprehensif
Tahun Berjalan yang dapat Total Comprehensive Loss
Diatribusikan kepada: For the Current Year Attribute to:
Pemilik Entitas Induk (32.593.713.419) (8.725.041.192) Owners Of the Parent Kepentingan Non Pengendali 91.580 (357.004) Non-Controlling Interests
Jumlah (32.593.621.839) (8.725.398.196) Total
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes to Consolidated FinancialSstatements are an integral part of theseCconsolidated
in capital
Laba (rugi) yang Selisih kurs Tambahan
belum terealisasi penjabaran modal
atas efek tersedia laporan keuangan disetor untuk dijual/ entitas anak/ lainnya /
Biaya emisi Unrealized Translation Other Kepentingan
saham gain (loss) on difference on additional Telah ditentukan Belum ditentukan non pengendali/
Modal saham/ / Issuance cost available-for-sale subsidiaries financial paid in penggunaannya/ penggunaannya/ Jumlah/ non-controlling Jumlah ekuitas/
Capital stock of shares investments statements capital Appropriated Unappropriated Total interest Total Equity
Saldo 1 Januari 2012 579.600.000.000 (11.389.551.711) (75.346.724.922) (21.329.690.662) - 1.750.000.000 (102.581.801.600) 370.702.231.105 844.701 370.703.075.806 Balance January 1, 2012 Koreksi hak minoritas - - - - - - - - (214.707) (214.707) Minority correction
Jumlah rugi komprehensif Total comprehensive loss
tahun berjalan - - 7.905.556.467 12.536.637.073 - - (29.167.234.732) (8.725.041.192) (357.004) (8.725.398.196) for the year
Saldo 31 December 2012 579.600.000.000 (11.389.551.711) (67.441.168.455) (8.793.053.589) - 1.750.000.000 (131.749.036.332) 361.977.189.913 272.990 361.977.462.903 Balance December 31, 2012
Konversi waran (Catatan 1b) - - - - 12.000 - - 12.000 - 12.000 warant convertion (Notes 1b)
Penambahan kepentingan addition of non-controlling
non pengendali (Catatan 28) - - - - - - - - 625.000.000 625.000.000 interest (Notes 28)
Jumlah rugi komprehensif Total comprehensive
tahun berjalan - - (3.079.713.758) (1.592.890.974) - - (27.921.108.687) (32.593.713.419) 91.580 (32.593.621.839) loss for the year
Saldo 31 December 2013 579.600.000.000 (11.389.551.711) (70.520.882.213) (10.385.944.563) 12.000 1.750.000.000 (159.670.145.019) 329.383.488.494 625.364.570 330.008.853.064 Balance December 31, 2013 Retained earnings (deficit)
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian
The accompanying Notes to Consolidated Financial Statements which are an integral part of the Consolidated Financial Statements
Arus Kas dari Aktivitas Operasi Cash Flows from
Operating Activities Penerimaan dari pelanggan 7,31 2.241.818.758.406 1.998.506.525.074 Receipts from customers
Pembayaran kepada pemasok Payments to suppliers and
dan beban lain (2.310.547.923.571) (2.186.269.167.625) others expenses Pembayaran kepada karyawan (7.108.687.435) (7.452.889.096) Payments to employees
Pembayaran pajak Payments of corporate
penghasilan badan 32c (225.598.580) (542.427.164) income tax
Kas Bersih Digunakan Untuk Net Cash Used in
Aktivitas Operasi (76.063.451.180) (195.757.958.811) Operating Activities
Arus Kas dari Aktivitas Investasi Cash Flows from
Investment Activities Acquisition of property, Pembelian aset tetap 13 (59.159.064) (5.618.262.323) plant and equipment
Proceeds from sales of property Penerimaan dari penjualan aset tetap 13 6.233.333 7.000.000 and equipment Investasi efek utang - 12.000.000.000 Investment in debt securities Penghasilan bunga atas investasi 257.021.761 1.230.963.702 Interest income on investment
Kas Bersih yang Diperoleh Net Cash Provided by
Dari Aktivitas Investasi 204.096.030 7.619.701.379 Investment Activities
Arus Kas dari Cash Flows from
Aktivitas Pendanaan Financing Activities
Penerimaan dari utang Receipts from
jangka pendek 18 102.660.024.558 33.221.795.466 short-term loan
Pembayaran beban bunga dan Interest expense and finance
beban pendanaan (22.781.247.385) (11.277.602.757) charges paid
Penerimaan (pembayaran) Receipts (payment)
utang jangka panjang 2523 (2.749.999.997) 20.053.254.285 long term payable
Kas Bersih Diperoleh Dari Net Cash Provided by
Aktivitas Pendanaan 77.128.777.176 41.997.446.994 Financing Activities
Kenaikan (Penurunan) Bersih Net Increase (Decrease) in
Kas dan Setara Kas 1.269.422.026 (146.140.810.438) Cash and Cash Equivalents
Efek atas selisih kurs penjabaran (1.592.890.974) 12.902.530.104 Effect from translation difference Cash and Cash Equivalents Kas dan Setara Kas Awal Tahun 5.519.571.070 138.757.851.404 At Beginning of Year
Cash and Cash Equivalents
a. Pendirian Perusahaan a. Company Establishment PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (Perusahaan)
didirikan pada tanggal 16 November 1989 berdasarkan Akta Notaris Nyonya Siti Pertiwi Henny Shidki, S.H., No. 240 yang telah diubah dengan Akta dari Notaris yang sama No. 246 tanggal 31 Mei 1991 mengenai perubahan nama dari PT Bintang Mahkota Semestaraya menjadi PT Bintang Mitra Semestaraya. Akta Pendirian dan perubahannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-4423. HT.01.01. Th.95 tanggal 17 April 1995 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 19 September 1997 No. 75, Tambahan No. 4209. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Pada tahun 2008, perubahan termasuk dalam Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 10 tanggal 17 September 2008 yang antara lain mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dan persetujuan perubahan seluruh Anggaran Dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM -LK) No. IX.J.1. tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perusahaan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik, akta ini telah memperoleh bukti penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-25241 tanggal 15 Desember 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0121799.AH.01.09. Tahun 2008 tanggal 15 Desember 2008.
PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (the Company) Establishment and its amendments had been approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in the Decree No. C2-4423. HT.01.01. Th.95 dated April 17, 1995 and had been published in the state gazette of the Republic of Indonesia dated September 19, 1997 No. 75, Supplement No. 4209. The Company's Articles of Association have been amended several times. In 2008, amendments included by Notarial Deed No. 10 of Fathiah Helmi, S.H., dated September 17, 2008 which, among other things, the increase of issued and paid-up capital of the Company and approval of changes in the Company's Articles of Association to conform with the regulations of the Capital Market Supervisory Agency and Financial Institutions (BAPEPAM-LK) No. IX.J.1. regarding the Company's Articles of Association Fundamentals for Public Offering of Equity Securities and Public Companies, which has obtained certificate of receipt of notice from the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in accordance with the Letter of Acceptance Notice of Amendment of Articles of
Association No. AHU-AH.01.10-25241 dated
December 15, 2008 and has been registered in the Company Code No. AHU-0121799.AH.01.09. in 2008 exactly on December 15, 2008.
Berdasarkan Akta Notaris tanggal 25 Mei 2012 No. 58 dari SP. Henny Singgih, SH., pemegang saham telah setuju atas perubahan dewan komisaris dan direksi dan telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat No. AHU-AH.01.10-23660 tanggal 28 Juni 2012.
Berdasarkan Akta Notaris tanggal 21 Juni 2013 No. 43 dari SP. Henny Singgih, SH., pemegang saham telah setuju atas perubahan dewan komisaris dan direksi dan telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat No AHU-AH.01.10-38084 tanggal 11 September 2013.
Based on Notarial Deed No. 58 dated May 25, 2012 of SP. Henny Singgih, SH the shareholders agreed
a. Pendirian Perusahaan (Lanjutan) a. Company Establishment (Continued) Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan, industri, percetakan, pertanian, perikanan, real estat, perkebunan, perhutanan, dan jasa angkutan. Saat ini kegiatan usaha utama Perusahaan adalah melakukan investasi pada Entitas Anak dan perdagangan bahan-bahan kimia dan beras. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1989.
In accordance with Article 3 of the Articles of Association of the Company, the scope of its activities is primarily engaged in the field of development, trade, industry, printing, agriculture,
fisheries, real estateation, forestry, and
transportation services. Currently the Company's
main business activities are investing in
subsidiaries, trading of chemicals and rice. The company started its commercial operations in 1989.
Perusahaan berkedudukan di Panin Tower - Senayan City Lt.10 JI. Asia Afrika Lot 19, Jakarta, Indonesia.
The Company is located at 10th Floor. Panin Tower
- Senayan City, Jalan Asia Afrika Lot. 19, Jakarta, Indonesia.
b. Penawaran Saham Umum Perdana b. Public Offering Corporate Securities
Pada tanggal 6 Desember 1999, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-2449/PM/1999 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untuk mengadakan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat sejumlah 130.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham pada harga penawaran Rp 500 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta) pada tanggal 29 Desember 1999.
On December 6, 1999, the Company received Effective Statement Letter on Notice of Registration of Emissions Stock No. S-2449/PM/1999 from the Chairman of Capital Market Supervisory Agency (BAPEPAM) to hold an Initial Public Offering of 130,000,000 shares with a nominal value of IDR 500 per share to the public, at offering price of IDR 500 per share. The Company listed its shares on the Indonesia Stock Exchange (formerly Jakarta Stock Exchange) on December 29, 1999.
Pada tanggal 17 September 2008, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua BAPEPAM-LK No. S-6516/BL/2008 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham dengan menerbitkan sejumlah 823.200.000 saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham pada harga penawaran Rp 500 per saham sehingga seluruhnya berjumlah Rp 411.600.000.000. Setiap pemegang 20 saham lama berhak atas 49 saham baru yang melekat 7 Waran Seri I yang diberikan oleh 20 old shares are entitled to 49 new shares attached with 7 Warrants Series I granted free by the Company.
Pada tanggal 7 Oktober 2008, seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh sehubungan dengan PUT I tersebut telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.
As of October 7, 2008, all shares are issued and fully paid with respect to the PUT I have been listed on the Indonesia Stock Exchange.
b. Penawaran Saham Umum Perdana (Lanjutan) b. Public Offering Corporate Securities (Continued) Sejak tanggal 20 November 2013 Waran Seri I tidak
berlaku lagi dan tidak diperdagangkan lagi di Bursa Efek Indonesia. Sampai dengan akhir masa berlaku Waran Seri I, terdapat pemegang Waran Seri I yang melaksanakan haknya sebanyak 24 saham.
Since the date of 20 November 2013 Warrant Series I no longer valid and no longer traded on the Indonesia Stock Exchange. As of the end of the applicable Warrant Series I, there is a holder of Series I Warrants are exercised their rights as much as 24 shares.
Dikarenakan belum ditegaskan kembali dalam Rapat Umum Pemegang Saham, maka nilai atas konversi Waran Seri I ke dalam modal saham sebesar Rp 12.000 (24 lembar saham) diakui sebagai bagian dari ekuitas (tambahan modal disetor lainnya).
Because there is reaffirmed in the shareholder General Meeting, the value upon conversion of the Warrant Series I into capital stock of IDR 12,000 (24 shares) are recognized as part of equity (other additional paid-in capital).
c. Akuisisi dan Struktur Entitas Anak c. Acquisition and Structure of Subsidiaries
Perusahaan mengakuisisi saham dan mengambil alih piutang dengan opsi konversi Entitas Anak yang dimiliki oleh PT Regis Energi Indonesia (REI) yang dinotariskan oleh notaris SP. Henny Singgih, S.H. dengan rincian seperti berikut ini :
The Company acquired shares and took over receivables with option conversion of Subsidiaries from PT Regis Energi Indonesia (REI) which were notarized by SP. Henny Singgih, S.H. with details as follows :
BRK IPK RPE BCI
Saham yang diakuisisi Shares acquired
Akta notaris no. 89 2 4 2720 / 2009 Notarial deed no.
Tanggal akta notaris 30 Juni 2009/ 1 Juli 2009/ 1 Juli 2009/ 1 July 2009/ Notarial deed date June 30, 2009 July 1, 2009 July 1, 2009 July 1, 2009
Jumlah saham (lembar) 4.113 8.325 20.826 50.000 Total shares Harga akuisisi (Rp) 4.000.000.000 4.000.000.000 40.000.000.000 250.000.000.000 Acquisition cost (Rp) Hasil goodwill (Rp) 13.410.898.726 19.568.465.986 20.627.021.725 115.235.696.325 Resulting goodwill (Rp)
Piutang yang diambilalih Receivables takenover
Akta notaris no. 93 3 - - Notarial deed no.
Tanggal akta notaris 30 Juni 2009/ 1 Juli 2009/ - - Notarial deed date
June 30, 2009 July 1/2009 -
-Harga akuisisi (Rp) 153.000.000.000 48.000.000.000 - - Acquisition cost (Rp)
Perhitungan goodwill sehubungan dengan akuisisi Entitas Anak adalah sebagai berikut:
The calculation of goodwill related to the acquisition of Subsidiaries is as follows:
Jumlah harga pembelian Rp 298.000.000.000 Total acquisition cost
Jumlah aset bersih yang diakuisisi 129.157.917.238 Total net assets acquired
c. Akuisisi dan Struktur Entitas Anak (Lanjutan) c. Acquisition and Structure of Subsidiaries
(Continued)
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, Perusahaan mempunyai Entitas Anak sebagai berikut:
As of December 31,2013 and 2012, the Company has the following Subsidiaries:
Entitas Anak/ Subsidiaries
Lokasi/ Location
Tahun Beroperasi
Secara Komersial/
Start of Commercial
Operation
Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership
Jumlah Aset (Rp)/ Total Assets (IDR)
31 Desember/ December 31,
2013
31 Desember/ December 31,
2012
31 Desember/ December 31,
2013
31 Desember/ December 31,
2012 PT Binatek Reka Kruh (BRK) * Jakarta 2002 90,00% 90,00% 189.830.578.478 165.910.040.356 PT Retco Prima Energi (RPE) * Jakarta 2000 99,99% 99,99% 13.600.388.519 49.138.115.443 Bittlestone Capital Inc. (BCI) **
British
Virgin - 100,00% 100,00% 52.077.800.293 45.257.181.861
PT Bintang Raya Anugerah
Lestari (BRAL) *** Jakarta - 50,00% - 1.250.000.000 -
*) Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi / Exploration and Production of Oil and Gas **) Investasi / Investment
***) Perdagangan Umum/General Trading
Pada tanggal 11 Juli 2013, Perusahaan mendirikan PT Bintang Raya Anugerah Lestari (BRAL) berdasarkan akta notaris No. 21.
On July 11, 2013 the Company established PT Bintang Raya Anugerah Lestari (BRAL) based on notarial deed No. 21.
d. Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan d. Directors, Commissioners, and Employees
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
The Board of Commissioners and Directors as of December 31, 2013 are as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama : Richard Rachmadi Wiriahardja : President Commissioner
Komisaris Independen : Theophylus Hartono : Independent Commissioner
Direksi Board of Directors
Direktur Utama : Welly Thomas : President Director
Direktur : Robinson : Director
Direktur : Suhsih M. Boentoro Director
Direktur Tidak Terafiliasi : Vivien Soesanto : UnaffiliatedDirector
Susunan Dewan Komisars dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
The Board of Commissioners and Directors as of December 31, 2012 are as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama : Richard Rachmadi Wiriahardja : President Commissioner
Komisaris Independen : Theophylus Hartono : Independent Commissioner
Direksi Board of Directors
Direktur Utama : Welly Thomas : President Director
Direktur : Robinson : Director
d. Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan (Lanjutan)
d. Directors, Commissioners, and Employees
(Continued)
Ketua : Theophylus Hartono : Chairman
Anggota : Jhonson Napitupulu : Member
Anggota : Irene Anggreani : Member
Jumlah kompensasi yang diterima Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp 2.155.756.491 dan Rp 2.393.378.409.
Total compensation provided to the Commissioners and Directors of the Company for the year ended December 31, 2013 and 2012 amounted to
IDR 2,155,756,491 and IDR 2,393,378,409,
respectively.
Tahun 2013 dan 2012, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai jumlah karyawan masing-masing 59 dan 56 orang (tidak diaudit).
In year 2013 and 2012, the Company and Subsidiaries had a total employee of 59 and 56 persons each year, respectively (unaudited).
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS OF F INANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (“PSAK”) AND INTERPRETATION TO F INANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (“ISAK”)
a. Standar yang Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan
a. Standards Effective in the Current Year
Dalam tahun berjalan, Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan standar akuntansi keuangan
(“SAK”) dan intrepretasi standar akuntansi keuangan
(“ISAK”) baru dan revisi yang dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2013.
In the current year, the Company and Subsidiaries has adopted all of the new and revised financial accounting standards (SAK) and interpretation to financial accounting standards (ISAK) issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants that are relevant to their operations and affected to the consolidated financial statements effective for accounting period beginning on or after January 1, 2013.
SAK dan ISAK baru dan revisi yang berlaku efektif dalam tahun berjalan (1 Januari 2013) adalah sebagai berikut:
New and revised SAKs and ISAKs effective in the current year (January 1, 2013) are as follows:
- PSAK No. 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis
Entitas Sepengendali” yang menggantikan PSAK No. 38 (Revisi 2004), “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”.
- PSAK No.60 (Penyesuaian R 2012), “Instrumen
Keuangan: Pengungkapan”, yang menambahkan
paragraf 35A, menyesuaikan paragraf 37, 39, 40,42 dan menghapuskan Pedoman Implementasi PI03 dan PI04 pada PSAK 60 (Revisi 2010).
- PSAK No. 38 (Revised 2012), “Business
Combinations Entities under Common Control”
replaces PSAK No. 38 (Revised 2004),
“Accounting for Restructuring Entities under
Common Control”.
- PSAK No. 60 (Improvement SAK R 2012),
“Financial Instruments: Disclosures” which
AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI (Lanjutan)
OF F INANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (“PSAK”) AND INTERPRETATION TO FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (“ISAK”) (Continued)
b. Berikut SAK dan ISAK yang dicabut efektif 1 Januari 2013
b. Revocation of SAK and ISAK effective January 1, 2013
- PPSAK No. 7, “Pencabutan PSAK 44: Akuntansi
Aktivitas Pengembangan Real Estate”, kecuali paragraf 08(b) ditunda sampai tanggal diumumkan kemudian.
- PPSAK No. 10, “Pencabutan PSAK 51: Akuntansi
Kuasi Reorganisasi”.
- PPSAK No. 7, “Revocation of PSAK 44: Accounting for Real Estate and Development
Activities”, except pargaraph 08(b) is postponed until the date to be announced later.
- PPSAK No.10, “Revocation of PSAK 51:
Accounting for Quasi Reorganization”.
c. Standar yang Telah Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan
c. Standard Already Issued But Not Yet Effective In Current Year
Berikut ini adalah SAK dan ISAK baru dan revisi yang berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2014:
New and revised SAKs and ISAKs effective for accounting period beginning on or after January 1, 2014:
- ISAK No. 27, “Pengalihan Aset dari Pelanggan”.
- ISAK No. 28, “Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas”.
- ISAK No.29, “Biaya Pengupasan Lapisan Tanah Tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka”.
- ISAK No. 27, “Transfer of Assets from
Customers”.
- ISAK No. 28, “Extingusihing Financial Liabilities
with Equity Instruments”.
- ISAK No. 29, “Stripping Cost in the Production Phase of a Surface Mine”.
d. Berikut SAK dan ISAK yang dicabut namun efektif 1 Januari 2014
d. Revocation of SAK and ISAK effective on January 1, 2014
- PPSAK No. 12, “Pencabutan PSAK 33 (Revisi 2011): Akuntansi Pertambangan Umum”.
- PPSAK No. 12, “Revocation of PSAK 33: Stripping
Activities and Environmental Management in
General Mining”.
Beberapa dari SAK dan ISAK yang berlaku dalam tahun berjalan dan relevan dengan kegiatan Perusahaan dan Entitas Anak telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi.
Beberapa SAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Perusahaan dan Entitas Anak atau mungkin akan mempengaruhi kebijakan akuntansinya dimasa depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Several SAKs and ISAKs that became effective in the current year and are relevant to the Subsidiaries’s operation have been adopted as disclosed in the accounting polices.
Other SAKs and ISAKs that are not relevant to the
Subsidiaries’s operation or might affect the accounting
Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2013, yaitu sebagai berikut:
The accounting policies have been applied consistently in the preparation of consolidated financial statements except for the adoption of several new and revised SAKs and ISAKs that effective on January 1, 2013, as follows:
a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan SAK, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, termasuk standar baru dan yang direvisi, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 dan 2013, serta Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yaitu Peraturan No.VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Perusahaan Publik yang berlaku untuk laporan keuangan yang berakhir pada atau setelah tanggal 31 Desember 2012.
The consolidated financial statements have been prepared in accordance with SAK, which comprises the Statements and Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the
Indonesian Institute of Accountants, including
applicable new and revised standards, effective on January 1, 2012 and 2013, and Attachment to the Decision of the Chairman of Bapepam - LK No. Kep-347/BL/2012 dated June 25, 2012 that is Regulation No.VIII.G.7 regarding Presentation and Disclosures of the Financial Statements of the Public Company that effective for the financial statements that ended on or after December 31, 2012.
b. Dasar Penyajian Laporan Keuangan b. Basis of Preparation of Financial Statements
Laporan keuangan disusun sesuai dengan PSAK
No.1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan Keuangan”.
The consolidated financial statements have been prepared in accordance with PSAK No.1 (Revised
2009), “Presentation of Financial Statements”.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian yang menggunakan dasar kas.
The consolidated financial statements have been prepared on the assumption of going concern and accrual basis except for consolidated statement of cash flow using cash basis.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
The measurement in the consolidated financial statements is historical cost concept, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies of respective account.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
b. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (Lanjutan) b. Basis of Preparation of F inancial Statements
(Continued)
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah. Untuk BCl dan RPE yang pelaporan dan pencatatannya menggunakan Dolar Amerika Serikat ("$AS") sebagai mata uang fungsional, untuk tujuan konsolidasian laporan keuangan BCl dan RPE dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan dasar sebagai berikut:
The currency used in the preparation of consolidated financial statements is Rupiah. For BCI and RPE
reporting and recording in US Dollar (“US$”) as the
functional currency, for the purposes of the consolidated financial statements BCl and RPE are translated into rupiah using the following basis:
Akun-akun laporan posisi keuangan: aset dan liabilitas dijabarkan dengan menggunakan kurs tengah yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan dan akun lainnya dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Kurs pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 adalah Rp 12.189 dan Rp 9.670 per AS$ 1.
Statements of Financial Position accounts: assets
and liabilities are translated using the middle rate at the statements of financial position date and the other accounts are translated using the rate at the date of transaction. The rate as of December 31, 2013 and 2012 are IDR 12,189 and IDR 9,670per 1US$, respectively.
Akun-akun laporan laba rugi komprehensif dijabarkan dengan menggunakan kurs tanggal transaksi. Untuk tujuan praktis, beberapa akun tersebut dijabarkan menggunakan kurs rata-rata untuk tahun 2013 dan 2012 adalah Rp 10.563 dan Rp 9.384 per 1AS$ .
Statements of comprehensive income accounts
translated using the rate at the date of transaction. For practical purpose, some accounts are translated using the average rate for the years 2013 and 2012 are IDR 10,563 and IDR 9,384 per 1US$, respectively.
Selisih kurs karena penjabaran akun-akun laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif disajikan sebagai "Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan Entitas Anak" pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Foreign currency differences arising from
translation of statements of financial position and statements of comprehensive income
accounts are presented in “Translation
Difference on Subsidiaries Financial
Statements” account in the equity section of the
consolidated statements of financial position.
Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya maka entitas menyajikan kembali laporan keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan.
When the entity adopts accounting policy
retrospectively or restates items in its financial statements or the entity reclassifies the items in its financial statements, the financial statements at the beginning of comparative period are presented.
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri
c. Principles of Consolidation and Separate Financial Statements
Laporan keuangan konsolidasian meliputi akun-akun dari Perusahaan dan Entitas Anak dimana Perusahaan memiliki lebih dari 50% kepemilikan, baik langsung maupun tidak langsung, atau memiliki pengendalian atas Entitas Anak tersebut.
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri (Lanjutan)
c. Principles of Consolidation and Separate F inancial Statements (Continued)
Entitas Anak dikonsolidasikan sejak tanggal dimana pengendalian efektif beralih kepada Perusahaan dan tidak lagi dikonsolidasikan sejak Perusahaan tidak mempunyai pengendalian efektif.
Subsidiaries are consolidated from the date on which effective control is transferred to the Company and are no longer consolidated since the Company did not have effective control.
Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu entitas, kecuali dalam keadaan yang jarang, dapat ditunjukkan dengan jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian.
Control is presumed to exist when the Company owns, directly or indirectly through subsidiaries more than half the voting power of an entity, except in circumstances rare, can be clearly demonstrated that such ownership does not constitute control.
Pengendalian juga ada ketika entitas induk memiliki hak suara setengah atau kurang, jika terdapat: (i) kekuasaan yang melebihi setengah hak suara
sesuai perjanjian dengan investor lain;
(ii) kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;
(iii)kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut; atau
(iv)kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut.
Control also exists when the Company owns half or less of the power of voting right of an entity, but there is:
(i) Power over more than half of the voting rights by virtue of an agreement with other investors; (ii) power to govern the financial and operating
policies of the entity under a statute or an agreement;
(iii) power to appoint or remove the majority of the members of the board of directors or equivalent governing body and control the entity through that board or body; or
(iv) power to cast the majority of votes at meetings of the board of directors or equivalent governing body and control through that board or body.
Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial yang dapat dilaksanakan atau dikonversi pada tanggal periode pelaporan harus dipertimbangkan ketika menilai apakah suatu entitas mempunyai kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas lain.
The existence and effect of potential voting rights that can be exercised or converted on the date of the reporting period should be considered when assessing whether an entity has the power to govern the financial and operating policies of another entity.
Penyajian laporan keuangan konsolidasian dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept). Seluruh akun, transaksi dan laba yang signifikan antar entitas yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai satu kesatuan usaha.
PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri (Lanjutan)
c. Principles of Consolidation and Separate F inancial Statements (Continued)
Kepentingan Non-Pengendali (KNP) atas laba (rugi) bersih dan ekuitas Entitas Anak dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham non-pengendali atas laba (rugi) bersih dan ekuitas Entitas Anak.
NCI in net earnings (loss) and equity of Subsidiaries are stated at the proportion of non-controlling shareholders' net earnings (loss) and equity of subsidiaries.
Transaksi dengan KNP dihitung menggunakan metode entitas ekonomi, dimana kelebihan atas akuisisi KNP yang melebihi bagian dari nilai bersih aset yang diperoleh dicatat di ekuitas.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu Entitas Anak, maka Perusahaan:
Transactions with NCI are calculated using economic entity method, where the excess of acquisition exceeds the NCI which part of the value of net assets acquired are recorded in equity.
If loss control over Subsidiary, the Company:
- menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas Entitas Anak;
- menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
- menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
- mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
- mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
- mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi komprehensif dan
- mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba.
- derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the Subsidiary;
- derecognizes the carrying amount of any NCI;
- derecognizes the accumulated translation
differences that recorded in equity, if any;
- recognizes the fair value of any consideration
received;
- recognizes any investment retained at its fair
value;
- recognizes any resulting differences as gain or loss
in the statement of comprehensive income; and
- reclassifies the parent’s share of components
previously recognized in other comprehensive income to profit or loss, or transfers directly to retained earnings.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan serupa serta periode pelaporan yang sama.
Kebijakan tersebut telah diterapkan secara konsisten oleh Kelompok Usaha, kecuali dinyatakan secara khusus.
Laporan keuangan tersendiri (Entitas Induk) dapat disajikan hanya apabila laporan keuangan tersebut merupakan informasi tambahan atas laporan keuangan konsolidasian dan disajikan sebagai lampiran. Metode yang digunakan untuk mencatat investasi pada Entitas Anak adalah metode biaya perolehan (cost method). Laporan keuangan tersendiri tersebut terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas.
The consolidated financial statements are prepared using the same accounting policies for transactions and other events in similar circumstances and the same reporting period.
These policies have been consistently applied by the subsidiaries, unless otherwise stated.
d. Kombinasi Bisnis d. Business Combination Akuisisi Entitas Anak dicatat dengan menggunakan
metode pembelian (purchase method). Biaya penggabungan usaha adalah keseluruhan nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, liabilitas yang terjadi atau yang ditanggung dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai penggantian atas pengendalian yang diperoleh ditambah biaya-biaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada penggabungan usaha tersebut.
Acquisition of Subsidiaries is accounted for using the
purchase method. Overall cost of business
combination is fair value (at the date of exchange) of assets acquired, liabilities incurred or assumed, and equity instruments issued as the replacement of the control obtained plus the other costs that are directly attributable to the business combination.
Pada saat akuisisi, aset dan liabilitas Entitas Anak diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi diakui sebagai Goodwill.
On acquisition, the assets and liabilities of subsidiaries are measured at their fair values at the acquisition date. Any excess of the cost of acquisition
over the Company’s share in the fair values of assets and liabilities acquired is recognized as goodwill.
e. Goodwill e. Goodwill
Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada) atas jumlah selisih bersih dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi
Goodwill arising from a business combination is recognized as an asset at the date of obtaining control (date of acquisition). Goodwill is measured as the excess of the consideration transferred, the amount of any non-controlling interests acquired and the fair value of previously held equity interests of the acquirer in the acquired (if any) over the net difference between the number of identifiable assets acquired and liabilities a cquired in date of acquisition.
Jika setelah penilaian kembali, kepemilikan Perusahaan dan Entitas Anak pada nilai wajar aset bersih yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi melebihi dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada), selisihnya diakui segera dalam laba atau rugi sebagai pembelian dengan diskon.
If, after reassessment, the ownership of the Company and Subsidiaries at fair value of the identifiable net assets acquired exceeds the benefits transferred, the amount of any non-controlling interests acquired and the fair value of previously held equity interests of the acquirer in the acquired (if any), the difference is recognized immediately in profit or loss as a purchase with a discount.
Goodwill tidak diamortisasi melainkan direview untuk penurunannya sekurang-kurangnya sekali setahun.
Goodwill is not amortized but is reviewed to impair at least once a year.
Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari Perusahan dan Entitas Anak yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya secara tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai.
PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
e. Goodwill (Lanjutan) e. Goodwill (Continued)
Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.
If the recoverable amount of the cash-generating unit is less than its carrying amount, an impairment loss is allocated first to reduce the carrying amount of assets of any goodwill allocated to the unit and then to the other assets of the unit distributed pro rata on the basis of the carrying amount of each asset in the unit. Impairment loss recognized for goodwill is not reversed in a subsequent period.
f. Instrumen Keuangan f. F inancial Instruments
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK
No. 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 55 (Revisi 2011), Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak juga menerapkan ISAK No. 13, “Lindung Nilai Investasi
Neto Dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri” dan ISAK No. 26, “Penilaian Ulang Derivatif Melekat”
The Subsidiaries adopted PSAK No. 50 (Revised
2010), “Financial Instruments: Presentation”, PSAK
No. 55 (Revised 2011), “Financial Instruments:
Recognition and Measurement”, and PSAK No. 60,
“Financial Instruments: Disclosures”. In addition, the
Company and Subsidiaries also adopted ISAK No. 13,
“Hedges of a Net Investment in a Foreign Operation” and ISAK No. 26, “Reassessment of Embedded
Derivatives”.
PSAK No.50 (Revisi 2010) mengatur persyaratan tentang penyajian dari instrumen keuangan di dalam laporan keuangan yang ada dalam revisi sebelumnya PSAK No. 50 (Revisi 2006) dengan beberapa tambahan pengaturan mengenai instrumen keuangan yang mempunyai opsi jual (puttable financial
instrument), instrumen atau komponen instrumen
yang mensyaratkan kewajiban kepada suatu entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian aset neto kepada entitas secara pro rata hanya pada saat likuidasi dan reklasifikasi instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable financial
instrument) dan instrumen suatu kewajiban terhadap
entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian pro rata aset neto hanya pada saat likuidasi. Sedangkan untuk pengungkapan dimasukkan dalam PSAK No. 60.
PSAK No. 50 (Revised 2010) set the requirements for presentation of financial instruments in the financial statements contained in the previous revision PSAK No. 50 (Revised 2006) with some additional regulation of financial instruments that have a put option
(puttable financial instrument), instruments or
components of instruments that require the liabilities to an entity to deliver to another party a part of net assets pro rata to an entity only on liquidation and reclassification as an instrument that has a feature selling options (puttable financial instrument) and instrument of the entity an obligation to deliver to another party a pro rata portion of net assets only upon liquidation. As for disclosures included in PSAK No. 60.
PSAK No. 55 (Revisi 2011) mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian dan penjualan item non-keuangan. Pernyataan ini, antara lain, memberikan definisi dan karakteristik terhadap derivatif, kategori dari instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan dari hubungan lindung nilai.
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan) f. F inancial Instruments (Continued) PSAK No. 60 mensyaratkan pengungkapan
kuantitatif dan kualitatif dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan; dan jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut.
PSAK No. 60 requires quantitative and qualitative disclosures in the financial statements that enable users to evaluate the significance of financial instruments on the financial position and performance, and the nature and extent of risks arising from financial instruments to which the entity is exposed during the period and at the end of the reporting period and how the entity manages such risks.
Selain itu, PSAK No. 60 ini juga mengungkapkan tiga tingkat hirarki pengungkapan nilai wajar dan mengharuskan entitas untuk menyediakan pengungkapan tambahan mengenai keandalan pengukuran nilai wajar. Sebagai tambahan, standar ini menjelaskan keharusan atas pengungkapan risiko likuiditas.
In addition, PSAK No. 60 also revealed three levels of the fair value hierarchy disclosures and requires entities to provide additional disclosures about fair value measurement reliability. In addition, this standard describes the requirement for disclosure of liquidity risk.
Penerapan standar baru dan revisi akan berdampak pada pengungkapan, tapi tidak ada dampak yang signifikan terhadap posisi keuangan atau kinerja Perusahaan dan Entitas Anak.
Application of new and revised standards will impact on the disclosure, but no significant impact on the financial position or performance of the Company and Subsidiaries.
(1) Aset Keuangan (1) Financial Assets
Pengakuan Awal Initial Recognition
Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2011) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, pinjaman yang diberikan dan piutang, atau aset keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan diperlukan, mengevaluasi kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
Financial assets within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2011) are classified as financial assets at fair value through profit or loss (FVTPL), held-to-maturity investments (HTM), loans and receivables, or available-for-sale (AFS) financial assets. the Company and Subsidiaries determines the classification of its financial assets at initial recognition and, where
allowed and appropriate, re-evaluates the
classification of the assets at each reporting date.
Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya, dalam hal investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan tersebut.
Financial assets are initially recognized at fair value, in the case of investments not classified as at fair value through profit or loss, fair value plus transaction costs that are directly attributable to the acquisition or issuance of financial assets.
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Subsequent Measurement
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan) f. F inancial Instruments (Continued)
(1) Aset Keuangan (Lanjutan) (1) F inancial Assets (Continued)
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal (Lanjutan) Subsequent Measurement (Continued)
Aset Keuangan yang Dinilai pada Nilai Wajar Melalui Laba atau Rugi
Financial Assets at Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL)
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi jika aset keuangan diperoleh untuk diperdagangkan atau ditetapkan pada saat pengakuan awal sebagai kelompok ini. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali aset derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Financial assets are classified as financial assets at fair value through profit or loss (FVTPL) when the financial assets acquired for trading or designated upon initial recognition as FVTPL. Financial assets are classified as held for trading if acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near future. Derivative assets are also classified as held for trading unless they are designated as derivative assets effective hedging instruments.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal sebagai kelompok tersebut disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian termasuk dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan tanpa dikurangi biaya transaksi yang mungkin terjadi pada saat penjualan atau pelepasan lain.
Financial assets at FVTPL include financial assets held for trading and financial assets designated upon initial recognition as FVTPL are presented in the consolidated statement of financial position at fair value with gains or losses from changes in fair value recognized in the consolidated statement of comprehensive income include dividends or interest earned on financial assets without deducting transaction costs that may occur upon the sale or other disposal.
Invetasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Held-to-Maturity Investments Aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran
tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo ketika Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai maksud positip dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan hingga jatuh tempo.
Non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and maturity are classified as held-to-maturity investments when the Company and Subsidiaries has the positive intention and ability to hold them until maturity.
Setelah pengukuran awal, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (SBE).
After initial measurement, investments held to maturity are measured at amortized cost using the effective interest method (EIR).
Metode ini menggunakan SBE untuk mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan ke nilai tercatat bersih dari aset keuangan. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat investasi tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, maupun melalui
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan) f. F inancial Instruments (Continued)
(1) Aset Keuangan (Lanjutan) (1) F inancial Assets (Continued)
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal (Lanjutan) Subsequent Measurement (Continued)
Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Loans and Receivables
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and have no quotations in an active market.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan dalam kelompok ini diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, maupun melalui proses amortisasi.
After initial recognition, the financial assets are measured at amortized cost using the EIR. Gains and losses are recognized in the consolidated statements of comprehensive income when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.
Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual Available-for-Sales (AFS) Financial Assets
Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sebelumnya. Aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar kecuali aset keuangan tersebut ditujukan untuk dilepaskan dalam waktu dua belas bulan dari tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Available-for-sale (AFS) financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified into the three preceding categories. Financial assets are classified as non-current assets unless the asset is intended to be released within twelve months from the date of the consolidated statement of financial position.
Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar tanpa dikurangi biaya transaksi yang mungkin terjadi saat penjualan atau pelepasan lain, dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, laba atau rugi kumulatif yang sebelumnya diakui dalam komponen ekuitas sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau sampai diturunkan nilainya dan pada saat yang sama keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui kelaporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai penyesuaian reklasifikasi.
After initial measurement, AFS financial assets are measured at fair value without deducting transaction costs that may occur when a sale or other disposal, with unrealized gains or losses recognized in equity until the investment is derecognized. At that time, the cumulative gain or loss previously recognized in equity component until the financial asset is derecognized or until to be determined impaired and at the same time the cumulative gain or loss previously recognized in equity should be recognized to the consolidated
statement of comprehensive income as a