• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II Renja 2014 DISPENDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB II Renja 2014 DISPENDA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA SKPD

Sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun

2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan

Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, setiap

dokumen perencanaan harus dievaluasi dalam pelaksanaannya.

Oleh karena itu RENJA Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ogan

Komering Ulu Timur juga harus dilakukan evaluasi. Evaluasi

terhadap RENJA Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ogan

Komering Ulu Timur Tahun 2012 , terdiri dari 5 (lima) program

dengan 23 (dua puluh tiga) kegiatan. Program kegiatan yang

(2)

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Dengan rincian kegiatan :

a. Penyediaan jasa surat menyurat

b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, listrik

c. Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor

d. Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah

e. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan

dinas/oprasional.

f. Penyediaan jasa administrasi keuangan

g. Penyediaan jasa kebersihan kantor

h. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja

i. Penyediaan alat tulis kantor

j. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

k. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan

bangunan kantor

l. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan

perundang-undangan

m.Penyediaan makanan dan minuman

n. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.

Dengan rincian kegiatan :

a. Pengadaan peralatan gedung kantor

b. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

c. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/oprasional

3. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan

Keuangan Daerah, dengan rincian kegiatan :

a. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pajak

(3)

b. Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan

daerah, dengan rincian kegiatan : - Rakor PBB dan PAD

- Pencanangan bulan bakti PBB - Penyampaian SPPT PBB

- Intensifikasi PBB

4. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan Dengan rincian kegiatan :

a. Fasilitasi sosialisasi peraturan perundang-undangan

Sedangkan Program kegiatan yang tidak terealisasi sesuai dengan

perencanaan diantaranya adalah :

1. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, dengan

kegiatan :

a. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor

Program dan kegiatan ini tidak terealisasi konsdisi ini

dikarenakan adanya efisiensi Anggaran.

2. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

dengan kegiatan :

a. Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan

Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan ini

(4)

ditunda pembahasannya sehingga, belum ada Perda yang

akan disosialisasikan.

3. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan

Keuangan Daerah, dengan kegiatan : a. Akurasi Data

Kegiatan Akurasi Data Objek Pajak ini tidak terlaksana, hal

tersebut dikarenakan keterbatasan jumlah SDM dan

keterbatasan waktu pelaksanaan. b. Bulan Bhakti PBB

Kegiatan Bulan Bhakti PBB ini tidak terlaksana, hal tersebut

dikarenakan keterbatasan jumlah SDM dan keterbatasan

waktu pelaksanaan.

1.2. ANALISIS KINERJA PELAYANAN SKPD

(5)

Apabila dikaitkan dengan pembiayaan maka pendapatan daerah masih merupakan alternatif pilihan utama dalam mendukung program dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Dinas Pendapatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Pengelolaan pendapatan daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur terdirindari sumber-sumber PAD dan sumber penerimaan lainnya.

Formulasi kebijakan dalam mendukung pengelolaan anggaran pendapatan daerah akan lebih difokuskan pada upaya untuk mobilisasi pendapatan asli daerah dan penerimaan daerah lainnya.

(6)

tekhnis. Tahapan-tahapan tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang memiliki keterkaitan yang erat untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan, yang merupakan visi dan misi Dinas Pendapatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, yang dituangkan dalam Perencanaan Program Tahunan (Renja), yang diharapkan makin meningkatkan efisiensi dan efektifitas tugas pokok dan fungsi dibidang Penerimaan pendapatan daerah.

(7)

Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dalam kedudukannya merupakan unsur pelaksana penyelenggaraan urusan pemerintahan dibidang Pendapatan, sedangkan arah kebijakan pengelolaaan pendapatan lebih ditekankan dalam rangka peningkatan kemandirian keuangan daerah dengan meningkatnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD melalui upaya menggali potensi penerimaan daerah dengan tujuan agar dapat mendukung pembiayaan penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat.

1.3. ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI SKPD

(8)

1. Koordinasi Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah tidak berjalan dengan baik

2. Rendahnya pengetahuan satuan kerja pengelolaan pendapatan asli daerah

3. Integritas / tanggung jawab pengelola pendapatan asli daerah rendah

4. Rendahnya SDM Pengelola PAD

5. Intensifikasi dan Ekstensifikasi pendapatan asli daerah sangat minim

6. Penyusunan dan penetapan target pendapatan asli daerah kurang akurat.

Dalam upaya menciptakan pelayanan publik dan mewujudkan VISI dan MISI Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur perlu adanya pengkajian permasalahan. Metode yang dipergunakan dalam pengkajian permasalahan yang diperkirakan mempergunakan konsep dan prinsip manajemen strategis (Analisis SWOT) yang meliputi Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities), dan Tantangan (Threats). Uraian selengkapnya mengenai Kekuatan, Kelemahan, peluang dan Tantangan.

Berkenaan dengan kondisi tersebut maka Dinas Pendapatan

(9)

memanfaatkan berbagai peluang serta mengantisipasi berbagai

ancaman dan tantangan.

Secara umum, upaya yang perlu dilakukan oleh Pemerintah

Kabupaten OKU Timur dalam rangka meningkatkan PAD adalah

dengan cara mengelola peluang potensi penerimaan PAD secara

maksimal dengan menyesuiakan penerimaan PAD pada perubahan

kebijakan regulasi nasional yang tertuang dalam UU Nomor 28

Tahun 2009 tentang Pajak daerah dan Retribusi Daerah. Selanjutnya

melalui upaya optimalisasi intensifikasi dan ekstensifikasi

pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah, dapat dilakukan

peningkatan penerimaan PAD dengan cara-cara sebagai berikut :

a) Meningkatkan upaya intensifikasi pemungutan pajak daerah

dan retribusi daerah yang berbasis tekhnologi.

Hal ini dilakukan untuk lebih mengoptimalkan pemungutan

pajak daerah dan retribusi daerah dengan cara memperbaiki

basis data objek pajak daerah dan retribusi daerah atau

(10)

teknologi, sehingga pemungutan pajak daerah dan retribusi

lebih optimal dan akuntabel.

b) Meningkatkan upaya ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi

daerah.

Hal ini dilakukan dengan cara memperluas basis penerimaan

yang dapat dipungut oleh daerah berdasarkan ketentuan

peraturan perundangan, yang dalam perhitungan ekonomi

dianggap potensial, sehingga akan mendapatkan objek dan

wajib pajak daerah dan retribusi daerah yang baru.

c) Memperkuat SDM pemungutan pajak daerah dan retribusi

daerah.

Upaya yang dilakukan adalah dengan cara menjaring SDM

pengelola pajak daerah dan retribusi daerah secara selektif

yaitu SDM yang memiliki kemampuan pengetahuan yang baik,

jujur, berdedikasi tinggi, beriman dan memiliki komitmen yang

baik, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM

(11)

mengadakan pendidikan dan pelatihan tentang pajak daerah

dan retribusi daerah, sehingga dalam pemungutan pajak

daerah dan retribusi daerah didapatkan SDM yang berkualitas,

jujur dan bertanggung jawab.

d) Meningkatkan pengawasan terhadap pengelola pajak daerah

dan retribusi daerah serta wajib pajak daerah dan retribusi

daerah.

Hal ini dapat ditingkatkan yaitu antara lain dengan melakukan

pemeriksaan secara dadakan dan berkala, memperbaiki proses

pengawasan, menerapkan sanksi terhadap pengelola pajak

daerah dan retribusi daerah serta wajib pajak daerah dan

retribusi daerah.

e) Meningkatkan upaya pelayanan terhadap wajib pajak daerah

dan retribusi daerah.

Hal ini dilakukan dengan meningkatkan pelayanan terhadap

wajib pajak daerah dan retribusi daerah dengan cara

(12)

transparan dan akuntabel sehingga wajib pajak daerah dan

retribusi daerah dalam rangka membayar pajak daerah dan

retribusi daerah merasa aman, nyaman dan tidak merasa

dibohongi oleh petugas pengelola pajak daerah dan retribusi

daerah.

f) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pajak daerah

dan retribusi daerah.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi

secara terus menerus kepada masyarakat baik melalui media

elektronik maupun media cetak atau dengan melakukan

penyuluhan tentang prosedur pemungutan maupun kegunaan

pajak daerah dan retribusi daerah, sehingga masyarakat lebih

percaya dan memahami kegunaan pajak daerah dan retribusi

daerah, selanjutnya dapat merubah paradigma negatif yang

berkembang di masyarakat tentang pajak daerah dan retribusi

(13)

g) Melakukan pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah

secara transparan dan akuntabel.

Hal ini dilakukan dengan memberikan pelayanan dan

informasi secara jelas serta transparan kepada yang

membutuhkan dengan cara yang mudah mulai dari proses

pemungutan sampai dengan penggunaan pajak daerah dan

retribusi daerah, sehingga wajib pajak daerah dan retribusi

daerah tidak merasa terbebani dalam melaksanakan

kewajibannya melainkan merasa ikut berpartisipasi dalam

pembangunan melalui pembayaran pajak daerah dan retribusi

daerah.

Upaya penggalian peningkatan PAD harus terus dilakukan

oleh daerah dalam rangka peningkatan PAD untuk meningkatkan

kemandirian keuangan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi

daerah, upaya tersebut tentunya terdapat kendala dan hambatan

(14)

Faktor penghambat peningkatan PAD di Kabupaten OKU

Timur berkaitan dengan penggalian dan peningkatan PAD adalah

sebagai berikut :

a) Terbatasnya SDM pengelola pajak daerah dan retribusi daerah

yang berkualitas.

SDM pengelola pajak daerah dan retribusi daerah yang

memiliki pengetahuan dan keahlian tentang pajak daerah dan

retribusi daerah masih kurang, hal ini menyebabkan

pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah tidak dapat

dilakukan dengan cara yang professional sehingga

pengelolaannya tidak dapat dilakukan dengan optimal.

b) Sistem administrasi pengelolaan pajak daerah dan retribusi

daerah belum berbasis kinerja.

Adminsitrasi pengelolaan pajak daerah dan retribusi dalam

pelaksanaannya masih menerapkan sistem pencapaian target /

penetapan target, sehingga pengelola pajak daerah dan

(15)

walaupun masih terdapat peluang untuk melampaui target

yang telah ditetapkan, pada umumnya pengelola pajak daerah

dan retribusi daerah tidak akan melakukan upaya optimalisasi

karena telah melampaui target. Padahal dalam penetapan

target, pengelola pajak daerah dan retribusi daerah cenderung

hanya menetapkan target yang sangat kecil sehingga lebih

mudah dicapai.

c) Sistem pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah yang

belum berbasis tekhnologi.

Sistem pemungutan pajak daerah baik dari sisi basis data

maupun tata cara pemungutan masih dilakukan secara

manual, hal ini mengakibatkan tidak optimalnya pemungutan

pajak daerah dan retribusi daerah dikarenakan tidak memiliki

data wajib maupun objek pajak daerah dan retribusi daerah

yang akurat, sehingga pemungutan pajak daerah dan retribusi

(16)

d) Kurang optimalnya pengelolaan potensi PAD oleh Satuan Kerja

Perangkat Daerah pengelola PAD.

Peningkatan PAD tidak dilakukan secara optimal hal ini

dikarenakan sumber-sumber PAD yang ada tidak dikelola

secara maksimal oleh pengelola PAD, masih banyak

potensi-potensi PAD yang ada sebagaimana yang telah diamanatkan

dalam UU Nomor 28 tahun 2009 belum dikelola oleh

pelaksana pemungutan PAD.

1.4. REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD

Dokumen RKPD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

memuat Arah Kebijakan Pembangunan, Prioritas Pembangunan,

Rancangan Kerangka Ekonomi Daerah, Program Kegiatan Satuan

Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan lintas wilayah. RKPD

merupakan pedoman bagi SKPD dalam menyusun Kebijakan

(17)

Sementara) serta penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan

dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten OKU TIMUR.

Dalam penyusunan RKA Tahun 2012 ada beberapa program

kegiatan yang mengalami perubahan jika dibandingkan dengan

rancangan awal RKPD Tahun 2012, ini disebabkan karena adanya

pengaruh kondisi perekonomian yang semakin tidak menentu.

Kondisi ini berpengaruh pada pembiayaan daerah, APBD

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mengalami perubahan yang

mengakibatkan berbagai perubahan pelaksanaan program

kegiatan. Pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Pendapatan

Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur diprioritaskan

program yang mendesak dan sangat penting sesuai dengan

prioritas pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh

masyarakat serta penggunaan dana yang efisien. Jika dilihat dari

rancangan awal RKPD jumlah pagu anggaran tahun 2012 Dinas

Pendapatan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

(18)

Puluh Lima Juta Lima Puluh Empat Ribu Lima Ratus Rupiah)

sedangkan setelah disusun RKA 2012 anggaran tahun 2012

berjumlah Rp. 1,55,594,750,- (Satu Milyar Lima Ratus Lima Puluh

Lima Juta Lima ratus Sembilan Puluh Empat Ribu Tujuh Ratus Lima

Puluh Rupiah). Sedangkan rancangan awal RKPD jumlah pagu

anggaran untuk tahun anggaran 2014 berjumlah Rp.

3,962,868,900,- (Tiga Milyar sembilan Ratus Enam Puluh Dua Juta

Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Sembilan Ratus Rupiah)

1.5. PENELAAHAN USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN MASYARAKAT

Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu

Timur terus berupaya menggali potensi pendapatan daerah

dengan program-program yang mendukung pembiayaan

penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat.

Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan ditentukan

oleh optimalisasi dalam memobilisasi potensi dan kelemahan

(19)

mungkin dapat dimanfaatkan serta ancaman yang perlu

diantisipasi. Analisis lingkungan strategi baik internal maupun

eksternal perlu dilakukan agar dapat diketahui kekuatan,

kelemahan, peluang dan ancaman yang ada, sehingga dapat

dirumuskan suatu strategi untuk meningkatkan potensi daerah

dan mengatasi segala persoalan yang ada dengan memanfaatkan

berbagai peluang serta mengantisipasi berbagai

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pandangan syari‟ah Islam, berdagang yang dilakukan harus memenuhi beberapa kriteria di antaranya adalah bahwa interaksi jual beli harus memegang

Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Jombang ini berisikan penjabaran visi, misi, strategi dan kebijakan, program serta

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan kasus. Survei dilakukan terhadap kondisi perikanan cantrang yang terdapat di PPN Brondong,

Jika diaplikasikan ke stasiun hujan lain yang mempunyai karakter sama (tidak berbeda signifikan) maka korelasi antara data simulasi dan data historis sampai 0,8. Model

Pemberian konsorsium pupuk hayati meningkatkan populasi bakteri pelarut fosfat dan bobot kering tanaman sampai kadar salinitas 2 mmhos cm -1..

belajar mahasiswa diperlihatkan dari perhitu- ngan rata-rata prestasi belajar mahasiswa (KT dan KR), yaitu persentase pencapaian maha- siswa dalam post-test-2 dibanding

bahwa berdasarkan Pasal 12 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2015 tentang Dana Desa