Kewajiban Negara Memberikan Perlindungan Terhadap Hak Keperdataan Anak Luar Kawin
Teks penuh
Dokumen terkait
Tujuan penelitihan ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum dari status terhadap laki-laki dan perempuan yang melakukan perkawinan campuran sebelum dan
“ anak yang lahir diluar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya, serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan
Bahwa berdasarkan uraian di atas maka Pasal 43 ayat (1) UU I tahun 1974 yang menyatakan:” anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata
Pasal 28 D ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 yang telah menjamin persamaan hak antar pekerja laki-laki dan pekerja perempuan dengan menyebutkan bahwa “Setiap orang berhak untuk
KUHPerdata menyatakan bahwa anak luar kawin yang diakui berhak mendapatkan status keperdatan dari kedua orangtuanya, KUHPerdata juga mengatur persentase pembagian
Sementara dalam status anak hasil zina pasangan yang belum menikah (ghairu muhsan) dikenal dengan istilah anak luar nikah. Di dalam Undang-undang Perkawinan no. Anak
Adapun sisi negative dari kasus ini adalah, jika seorang laki-laki dan perempuan berzina dan menghasilkan anak, dengan pasal 43 ayat (1) yang telah dirubah dalam
Dewasa ini, negara-negara berkembang cenderung untuk berlomba- lombang mengejar kepentingan ekonomi, sehingga di era pasar bebas seperti sekarang