BAB 11
MATERI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Materi pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya merupakan segala pesan yang ingin dikomunikasikan oleh seorang fasilitator kepada masyarakat penerima manfaatnya. Dengan perkataan lain, materi pemberdayaan masyarakat adalah pesan yang ingin idsampaikan yang sering disebut sebagai inovasi, yang dapat berupa : produk,metoda, atau ide/gagasan.
Tentang inovasi ini, Lionberger mangartikannya sebagai sesuatu yang “baru”. Pengertian baru disini, tidak terlalu berarti sesuatu yang baru diciptakan atau ditemukan, tetapi baru dalam arti belum pernah dikenal atau diterapkan pada berupa karifan local, atau yang sudah lam aditinggalkan dan baru digali kembali. 1.Inovasi pemberdayaan masyarakat
Inti dari setiap upaya pembangunan yang disampaikan melalui kegiatan pemberdayaan, pada dasarnya ditujukan untuk tercapainya perubahan-perubahan perilaku masyarakat demi terwujudnya parbaikan mutu hidup yang mencakup banyak aspek,baik ekonomi,spsial,budaya,ideology,politik maupun pertahanan dan keamanan.
Rogers Shoemaker(1971) mengartikan inovasi sebagai : ide-ide baru,praktik-praktik baru, atau obyek-obyek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran penyuluhan. Pengertian inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang hasil produksi saja, tetapi mencakup : ideology,kepercayaan,sikap hidup,informasi,perilaku,pola fikir, aatau gerakan-gerakan menuju pada proses perubahan didalm segala bentuk tata kehidupan masyarakat.
Selaras dengan pengertian inovasi tersebut Rahim(1971) membedakan adanya dua macam tipe pesan, yaitu pesan ideologis dan pesan informative.
a. Pesan ideologis
dan makmur, materil dan spiritual berdasarkan pancasila sebagai pesan ideologis pembangunan diindonesia.
b. Pesan informative
Pesan informatife ialah segala bentuk informasi yang berkaitan dengan dan bergantung pada pesan ideologisnya. Pesan informative dapat berbentuk kebijakan social,nilai-nilai social budaya, dan semua informasi yang berkaitan dnegan tujuan yang ingin dicapai serta segala macam upaya yang ingin
dilaksanakan melalui
kegiatan kegiatan pembangunan yang direncanakan, seperti :ide ide,metoda,petunj uk teknis,informasi teknologi baru,dan lain sebagainya.
Tentang pesan informative ini Havelock membedakannya menjadi 4 : pengetahuan dasar, hasil riset tetapan dan pengambangan, pengetahuan praktis, dan pesan dari penggunaannya.
2. Materi Pemberdayaan masyarakat
Sebagai proses pendidikan, setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat perlu untuk merinci ragam materi yang akan disampaikan oleh setiap fasilitatornya. Diain pihak, perlu untuk selalu diingat bahwa penerima manfaat pemberdayaan masyarakat adalah maanusia yang akan diperbaiki mutu kehidupannya. Karena itu, ragam materi yang diperlukan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak hanya cukup dibatasi kepada hal-hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan yang harus dikerjakan, tetapi juga harus mencakup hal-hal yang berkaitan dengan upaya perbaikan kesejahteraan keluarganya, dan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan yang harus dihadapi ditengah-tengah masyarakat.
Terkait dengan ragam materi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang
terdiri dari :
2.1 Bina manusia
Tujuan utama pemberdayaan masyarakat adalah keberdayaan masyarakat.. oleh sebab itu, lingkup materi pemberdayaan masyarakat difokuskan kepada dua hal yaitu :peningkatan kemampuan masyarakat, dan peningkatan posisi-tawar
2.2 Bina usaha
Tidak bisa dipungkiri bahwa lbih dari 90% pelaku usaha diinddonesia masih didominasi oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Oleh sebab itu Bina usaha yang diupayakan melalui pemberdayaan masyarakat akan mencakup banyak hal seperti :
a. Peningkatan pengetahuan teknis
b. Perbaikan manajemen untuk meningkatkan efisien usaha c. Pengembangan jiwa keirausahaan
d. Peningkatan aksesibilitas
e. Adokasi yang berpihak kepada pengembangan ekonomi rakyat. 2.3 Bina lingkungan
Harus kita akui bahwa, pembangunan yang dilakukan Indonesia sejak awal 1970-an telah membawa dampak negative sebagai perusak hutan terbesar, ppencemaran lingkungan dari limbah industri, serta perusakan lahan dari s egala kegiatan pertambangnan. Untuk itu perlunya adanya kesadaran akan lingkunagn. 2.4 Bina Kelembagaan
Dalam bab 6 dikemukakan bahwa, pemberdayaan masyarakat melalui bina manusia, bina usaha, dan bina lingkungan masyarakat tersedia kelembagaan yang berfungsi dengan efektif, Artinya bina kelembagaan tidakk cukup dengan pembentukan lembaga-lembaga yang diperlukan, tetapi jauh lebih penting dari pembentukannya, adalah seberapa jauh kelembagaan yang telah dibentk itu telah berfungsi secara efektif.
2.5 Materi pemberdayaan Masyarakat yang lain
dapat diindentifikasi jenis informasinya yang menyangkut : 1. Politik pembangunan telan dan sedang direncanakan
2. Kebijakan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan
3. Hasil-hasil penelitian dan rekomendasi teknis yang diterbitkan 4. Pengalaman masyarakat yang telah berhasil
5. Informasi pasar
7. Informasi tentang kelembagaan
8. Dorongan dan rangsangan untuk terciptanya swakarsa 9. Pengetahuan tentang pengolahan ekonomi rumah tangga 10.Kelembagaan atau pengorganisasian
3. Sifat-sifat materi pemberdayaan masyarakat
Ditinjau dari sifatnya, Mardikanto membedakan adanya tiga macam materi pemberdayaan masyaraka, yaitu :
1. Materi tentang pemecahan masalah yang akan dan sedang dihadapi Materi yang berisikan pemecahan masalah merupakan kebutuhan utama yang diperlukan oleh masyarakat penerimaan manfaat.
2. Materi tentang petunjuk dan atau rekomendasi yang harus dilaksanakan Materi pemberdayaan masyarakat yang berupa petunjuk/rekomendasi yang harus dilaksanakan, sering kali sangat diharapkan oleh masyarakat penerima manfaat, meskipun kurang memperoleh prioritas disbanding dengan materi yang berisi pemecaha masalah.
3. Materi yang berisifat instrumental
Berbeda dengan kedua materi yang dikemukakan diatas, karena materi pemberdayan masyarakat seperti ini tidak harus “dikonsumsi” dalam waktu cepat, tetapi merupakan materi yang perlu diperhatikan dan mempunyai manfaat jangka panjang, seperti : kewirausahaan,pembentukan koperasi,pembinaan kelom pok,dll.
Lebih lanjut, dari sifat inovasinya, dapat dibedakan dalam sifat intrinsic dan sifat ekstrinsik yang dipengarfuhi oleh keadaan lingkungan.
Sifat-sifat intrinsic inovasi tersebut mencakup :
1.Informasi ilmiah yang melekat/dilekatkan pada inovasinya 2.Nilai atau keunggulan yang melekat pada inovasinya 3.Tingkat kerumitan
4.Mudah/tidaknya dikomunikasikan
Sedang sidat-sifat ekstrinsik inovasi meliputi 1.Kesesuaian inovasi dengan lingkungan setempat
2.Tingkat keunggulan relative dari inovasi yang ditawarkan 4.Sumber materi pemberdayaan masyarakat
Pada bagian terdahulu dari bab ini, telah dikemukakan bahwa tipe materi pemberdayaan masyarakat sangatlah beragam, dan beragam pula sumber informasi yang dijadikan materi pemberdayaan masyarakat. Dari beragam sumber materi tersebut, dapat dikelompokkan menjadi :
1.Sumber resmi dari instansi pemerintah : a. Departemen/dinas
b.Lembaga penelitian dan pengembangan c. Pusat-pusat pengkajian
d.Pusat-pusat informasi
e.Pengujian local yang dilaksanakan oleh fasilitator yang berstatus pegawai negri
2.Sumber resmi dari lembaga-lembaga swasta
3.Pengalaman petani, baik pengalaman usaha taninya sendiri atau hasil dari “petak pengalaman” yang dilakukan secara khusus dengan atau tanpa bimbingan fasilitatornya