otak dan perilaku manusia dan

22 

Teks penuh

(1)

MAKALAH PENGANTAR ILMU PSIKOLOGI

OTAK DAN PERILAKU MANUSIA

Di Susun

O

L

E

H

KELOMPOK 1

NAMA : 1. KARMILA

2. RIKA AYUNI 3. NUR AINI 4. NUR ASNIDAR

5. RAMADHANA PUTRA 6. RAHMAT SAPUTRA

PRODI : KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM

(2)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )

MALIKUSSALEH – LHOKSEUMAWE TAHUN

2015 / 2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

...ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang...1

1.2. Rumus Masalah...2

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian...3

1.3.1 Maksud Penelitian...3

1.3.2 Tujuan Penelitian...3

1.4 Kegunaan Penelitian...3

1.4.1 Kegunaan Teoritis...3

1.4.2 Kegunaan Praktis...4

BAB II OTAK DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU BAB III PERILAKU KEKERASAN RUSAKNYA OTAK DAN HATI BAB IV ANATOMI DAN FUNGSI OTAK MANUSIA 1. Cerebrum (Otak Besar)...14

2. Cerebellum (Otak Kecil)...15

3. Brainstem (Batang Otak)...16

4. Limbic System (Sistem Limbik)...17

4.1. Perbedaan Fungsi Otak Kanan & Otak Kiri...18

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan...20

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Istilah Otak tengah mungkin masih terasa asing ditelinga masyarakat pada umumnya. Manusia ternyata tidak hanya memiliki dua bagian dari otaknya yaitu otak kanan dan otak kiri saja, namun manusia juga memiliki yang namanya otak tengah.

otak tengah merupakan jembatan yang menghubungkan serta menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri sehingga memungkinkan otak kiri dan otak kanan berfungsi dengan baik dan mengembalikan kekuatan otak pada keadaan semula.

Dalam melakukan pengaktivasian Otak tengah (Brain Power Activation), anak-anak ditutup matanya dan diberikan sugesti-sugesti oleh para trainer sehingga emosional seorang anak akan dipermainkan disini akan dibuat meningkat, menurun dan hingga semakin meningkat emosional anak tersebut. Tidak hanya seperti itu anak-anak juga diajak bermain-main agar anak-anak tidak merasa bosan mengikuti pelatihan pengaktivasian Otak tengah.

Setelah pengaktivasian Otak Tengah ini anak-anak mendapatkan banyak sekali manfaat seperti menghitung dan membaca lebih cepat, memiliki daya ingat yang tinggi, serta menjadi pribadi yang terbuka mudah melakukan komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain tanpa merasa 2 malu, karena pada saat usia 5-15 tahun anak-anak masih membutuhkan bimbingan yang lebih.

(4)

Anda pun akan belajar bagaimana membuat peta bakat dengan menggunakan

graphology sebagai media dalam mengenal potensi, bakat, dan kemampuan Anak serta membuka diri anak menjadi positif.

Seperti contoh pada seorang anak yang mempunyai kepribadian tertutup, tidak mempunyai teman, pemurung dengan melakukan pengaktivasian otak tengah anak-anak itu sekejab berubah dari segi perilaku dan sifat mereka menjadi pribadi yang supel dan dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa adanya hambatan, dan proses perubahan ini langsung terjadi sesaat. Karena sugesti yang diberikan tadi dimana seluruh panca indera anak pun seluruhnya aktif dimana pikiran bawah sadar mereka dan merangsang mereka untuk lebih baik dari sekarang sebelum dilakukannya aktivasi otak tengah atau Brain Power Activation.

Dari proses inilah konsep diri seorang anak terbentuk, Pandangan mengenai diri dan pihak lain ini disebut konsep diri. Hal ini seperti yang dikemukan oleh

George H.Mead (dalam Departemen Sosiologi, 2012) “ Konsep diri pada dasarnya terdiri dari jawaban individu atas pertanyaan "Siapa Aku". Konsep diri terdiri dari kesadaran individu 3 mengenai keterlibatannya yang khusus dalam seperangkat hubungan sosial yang sedang berlangsung. Kesadaran diri merupakan hasil dari suatu proses reflektif yang tidak kelihatan, dan individu itu melihat tindakan-tindakan pribadi atau yang bersifat potensial dari titik pandang orang lain dengan siapa individu ini berhubungan”.

1.2 Rumusan Masalah

- Pertanyaan Makro

Bagaimana interaksi anak yang melakukan aktivasi kemampuan otak tengah (Brain Power Activation) disekolah dan dirumah oleh GMOESTY Bandung?

- Pertanyaan Mikro

(5)

2. Bagaimana tindakan anak yang melakukan aktivasi kemampuan otak tengah (Brain Power Activation) disekolah dan dirumah oleh GMOESTY Bandung?

3. Bagaimana realitas anak yang melakukan aktivasi kemampuan otak tengah (Brain Power Activation) disekolah dan dirumah oleh GMOESTY Bandung?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk mengkaji serta menganalisis mengenai interaksi anak yang melakukan aktivasi kemampuan otak tengah (Brain Power Activation) disekolah dan dirumah oleh GMOESTY Bandung.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui antara lain sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui Proses sosial anak yang melakukan aktivasi kemampuan otak tengah (Brain Power Activation) disekolah dan dirumah oleh GMOESTY Bandung.

2. Untuk mengetahui tindakan anak yang melakukan aktivasi kemampuan otak tengah (Brain Power Activation) disekolah dan dirumah oleh GMOESTY Bandung.

3. Untuk mengetahui realitas anak yang melakukan aktivasi kemampuan otak tengah (Brain Power Activation) disekolah dan dirumah oleh GMOESTY Bandung.

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Teoritis

Secara teoritis ini diharapkan agar penelitian ini dapat mengembangkan kajian studi ilmu komunikasi antar pribadi pada umumnya dan interaksi sosial secara khusus mengenai interaksi anak melakukan aktivasi kemampuan otak tengah

(6)

1.4.2 Kegunaan Praktis

1. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti, serta aplikasi ilmu pengetahuan dalam bidang komunikasi khususnya dalam memahami komunikasi antar pribadi mengenai fenomena kemampuan otak tengah.

2. Bagi Universitas

Bagi universitas, khususnya Program studi Ilmu komunikasi konsentrasi Ilmu humas UNIKOM, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi ilmu untuk pengembangan disiplin ilmu yang bersangkutan.

3. Bagi mahasiswa atau Masyarakat

Penelitian ini diharapkan juga bisa menjadi pengetahuan baru bagi mahasiswa ataupun masyarakat luas berkenaan dengan kemampuan otak tengah dalam proses interaksi sosial anak.

4. Bagi Lembaga GMOESTY

(7)

BAB II

OTAK DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU

Otak berkembang seiring dengan pertumbuhannya. Perkembangan otak merupakan perubahan progresif yang sifatnya kualitatif, seperti bertambahnya kemampuan dalam berpikir, menganalisa, persepsi, problem solving, serta aktifitas mental lainnya. Sementara pertumbuhan merupakan perubahan progresif yang sifatnya kuantitatif, seperti perubahan bentuk otak (otak bertambah besar), perubahan dimensi otak, bertambahnya jumlah sel-sel syaraf, atau perubahan volume otak. Premisnya adalah bahwa dalam kondisi normal pertumbuhan otak akan mempengaruhi perkembangan otak. Bertambahnya ukuran otak dan sel-sel syaraf individu berkorelasi dengan bertambahnya kemampuan individu tersebut dalam melakukan aktifitas mental, seperti berpikir atau menganalisa.

(8)

usia 18 tahun terjadi sedikit penambahan berat otak menjadi 1300-1500 gram. Pada usia 18 tahun ini, tidak terjadi lagi pertumbuhan otak. Ada beberapa periode dalam kehidupan individu yang merupakan periode kritis (penting), yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perkembangan otak individu

(cara menanggapi respon). Periode-periode kritis ini biasanya terjadi pada awal-awal kelahiran individu. Adanya kejadian-kejadian yang salah ketika periode kritis ini muncul, bisa menyebabkan terjadinya perkembangan otak yang abnormal, yang kemudian menyebabkan terjadinya perilaku yang abnormal pula.

Bagian terpenting dari otak yang perlu dipahami ketika mengkajinya adalah neuron dan glia. Neuron merupakan bagian otak yang berperan terhadap kemampuan belajar dan berfungsinya mental individu. Neuron merupakan tempat emosi, intelegensi, dan afeksi individu. Segala aktifitas mental yang dilakukan oleh individu, seperti merekam, mengingat, berpikir, persepsi, problem solving, dan aktifitas mental lainnya, sangat ditentukan oleh berfungsi tidaknya neuron ini (terjadi tidaknya hubungan antar neuron yang mengantarkan neurotransmitter). Diperkirakan jumlah neuron adalah sebanyak 5 juta sel neuron. Jumlah tersebut tidak akan bertambah bahkan akan berkurang seiring bertambahnya usia individu. Jika terjadi kerusakan sel-sel neuron, maka tidak dapat diperbarui karena sifatnya yang degeneratif atau irreversibel.

(9)

Neuron paling banyak ditemukan pada korteks serebri atau otak besar. Dapat pula dikatakan bahwa korteks serebri atau otak besar dususun atas beribu-ribu neuron yang saling terkoneksi. Korteks serebri atau otak besar memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap bagian otak yang lain dan juga terhadap perilaku-perilaku individu. Korteks serebri berfungsi sebagai pemproses informasi yang berasal dari reseptor panca indera, reseptor gerak pada tulang, sendi dan otot gerak, serta informasi yang berasal dari thalamus, sistem limbik, basal ganglia, dan serebelum. Korteks serebri terdiri dari korteks somatosensoris, korteks motoris, korteks berpikir, dan korteks limbik. Korteks serebri berkorelasi positif dengan proses kelahiran, migrasi, pematangan, dan juga pengelompokan syaraf individu. Korteks serebri (kelahiran syarafà neural generation) mulai bekembang pada 6 minggu awal kehamilan, dan sempurna pada minggu ke 20. Migrasi syaraf dimulai pada usia 8 minggu kehamilan dan sempurna pada usia 29 minggu. Kematangan syaraf (neuron), termasuk pertumbuhan akson dan dendrit, dimulai pada usia 20 minggu kehamilan dan berlanjut sampai kelahiran terjadi. Kematangan syaraf ini ditentukan oleh faktor lingkungan, produksi hormon gonad, serta ada tidaknya luka pada otak.

Lingkungan diyakini memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan otak (kematangan syaraf). Pengalaman individu merupakan aspek lingkungan yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan otak individu. Pengalaman akan membantu aktifitas hubungan antar neuron.

Chemoaffinity hypothesis merupakan sebuah konsep yang menjelaskan jika sel-sel syaraf atau akson dan dendrit (neuron) akan memberikan sinyal atau perintah bagi otak tentang arah mana yang benar dan seharusnya dituju oleh individu, dan hal ini dibentuk oleh pengalaman. Selain itu, budaya sebagai bagian dari lingkungan manusia, juga membantu perkembangan otak manusia.

(10)

individu, kecelakaan (luka) otak, dan juga abormalitas gen. Hormon dalam tubuh juga menentukan bagaimana neuron berkembang dan bekerja. Sebagai contoh, hormon testosterone bisa mengubah struktur sel-sel syaraf di banyak lokasi korteks, yang kemudian mempengaruhi bagaimana proses kognitif seseorang.

Luka yang terjadi pada otak dapat pula mempengaruhi perkembangan otak. Beberapa jenis luka pada otak yang terjadi pada awal masa pertumbuhan diyakini menjadi penyebab terjadinya gangguan perilaku yang kronis seperti retardasi mental atau serebral palsy. Misalnya, seorang anak yang jatuh dari tempat tidur maka besar kemampuan kognitifnya akan berkurang, perilakunya terganggu, dan keadan tersebut akan dibawanya hingga dewasa.

Pengkajian atas hubungan antara otak dengan perkembangan perilaku mencakup tiga hal besar, yaitu :

1). Mengamati perkembangan struktur dari sistem neuron dan hubungannya dengan perilaku-perilaku yang spesifik, seperti berbicara atau memegang sesuatu. Cara ini termanifestasikan pada tingkah laku yang teramati,

2). Mempelajari dan menelaah bagian mana dari otak yang bekerja ketika suatu aktifitas sedang berlangsung, seperti ketika seseorang berbicara, bagian otak yang mana dari orang tersebut yang sedang aktif atau bekerja, dan

(11)

sel-sel syaraf terjadi sangat banyak pada zona bicara individu yang terdapat di korteks serebri. Selain itu, otak juga memegang peran yang sangat penting terhadap kemampuan problem solving seseorang. Kemampuan problem solving individu ditentukan oleh seberapa berfungsinya korteks berpikir dan korteks otak depan. Dalam ilmu psikologi, tahapan perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget merupakan tahapan perkembangan mengenai bagaimana individu menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai koordinasi antar korteks yang ada pada otak. Aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh manusia tidak semata ditentukan oleh kerja satu korteks saja. Gerakan tangan saja misalnya, ditentukan oleh koordinasi korteks motorik, korteks berpikir, dan juga korteks limbik. Terciptanya hubungan yang optimal antar korteks, yang berpengaruh terhadap perilaku individu, juga ditentukan pada pengalaman-pengalaman yang pernah dirasakan oleh individu tersebut. Individu akan lebih mudah mengingat jalan yang harus dilalui untuk menuju ke suatu tempat tertentu, jika sebelumnya individu tersebut sudah pernah melalui jalan tersebut.

Berikut ini beberapa gangguan psikologi yang terjadi karena adanya gangguan pada otak. :

1. Cerebral Palsy : terjadi gangguan perkembangan sistem syaraf yang menyebabkan gangguan pada kerja motorik

2. Romanian Orphans : gangguan perkembangan otak yang menyebabkan gangguan intelektual dan sosial skill

3. Schizophrenia : gangguan pada kerja neuron yang menyebabkan gangguan pada kerja emosi, afeksi, dan psikomotorik. Ditemukan pula jika lobus frontalis penderita schizophrenia jauh lebih kecil dibanding orang normal (kerja neuron terhambat)

(12)

BAB III

PERILAKU KEKERASAN RUSAKNYA

OTAK DAN HATI

Perilaku manusia sehat dikendalikan oleh otak bagian depan yang disebut korteks perfrontalis. Bagian ini mengontrol pikiran manusia. Namun mereka yang cenderung melakukan kekerasan, prilakunya diatur oleh amigdala yang mengontrol emosi dan mental.

Sekretaris Jenderal Indonesia Society, yang juga dosen Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi, Taufiq Pasiakm, mengatakan, otak manusia cenderung melakukan kekerasan dan para pelaku kejahatan pada umumnya mengalami kerusakan pada bagian korteks prefrontalis. Bagian ini berurusan dengan rasa malu, empati sosial, dan pengaturan norma-nilai dalam kehidupan.

(13)

Mereka yang mengalami kerusakan korteks prefrontalis menjadi tidak santun, agresif dan emosional. Dalam kondisi ini, peranan amigdala lebih dominan di bandingkan korteks prefrontalis. Artinya, emosi lebih menguasai dibandingkan pikiran.

Banyak hal yang menjadi penyebab kerusakan korteks prefrontalis. Hal ini antara lain adanya tumor, efek samping pembedahan, dan cedera.

Pelaku kekerasan dan kejahatan, termasuk koruptor, mengetahui tindakan merka buruk dan salah. Namun, pemahaman mereka tersebut tidak dapat ditransformasikan dalam prilaku akibat bagian otak yang menerjemakan pengetahuan ke dalam prilaku rusak.

“Pelaku kejahatan, baik sebagai profesi, hobi atau karena situasi, semuanya menederita gangguan otak. Bisa jadi otaknya normal, tetapi tak sehat,” katanya.

Selain itu, otak juga memiliki sifat neuroplastisitas (berubah secara alami). Perubahan ini akibat stimulus, baik fisik melalui olahraga maupun melalui nonfisik melalui pelatihan mental.

Melatih mental melalui meditasi, ibadah (doa dan puji-pujian kepada Tuhan), perenungan, ataupun pengharapan (optimisme) bisa mengolah mental menjadi positif. Ini akan berdampak pada positifnya emosi dan selanjutnya memengaruhi otak.

Meski demikian, banyak orang tak telaten mengolah mental. Pada saat bersamaan, pengaruh negatif bagi mental datang bertubi-tubi setiap hari. Kondisi dan informasi yang pesimistis, maraknya tayangan kekerasan dan seks bebas, serta hilangnya kehangatan di rumah membuat otak mempresepsikan berbagai hal negatif itu sebagai tindakan wajar.

“Sesuatu yang terpatri di otak sulit untuk dilupakan”, katanya.

(14)

Namun manfaatnya perlu dipertimbangkan, karena penyembuhan tanpa diikuti intervensi mental akan percuma akibat sifatneuroplastisitas otak.

Ahli Psikologi Motivasi Universitas Gajah Mada, yang juga Wakil Ketua Asosiasi Psikologi Islami, Bagus Riyono, mengungkapkan perspektif berbeda. Dalam pengetahuan Barat, otak juga memang menjadi pengendali atas segala prilaku manusia. Namun dalam perspektif Timur, yaitu Jepang, China, Indonesia serta agama Islam, perilaku otak manusia dikendalikan hati nurani.

Tindak kekerasan berasal memang bersumber dari amigdala. Namun jika hati kuat, orang bersangkutan mampu mengendalikan prilakunya. “Otak hanya eksekutor, pengambil keputusan di hati,” ujarnya.

Bagus mengakui studi neorosains Barat tentang hati belum banyak karena mereka kurang mempercayai spiritualitas. Meski demikian belum ada penjelasan tentang siapa yang mengendalikan otak.

“Hati nurani memang suatu yang abstrak, posisinya tidak jelas di bagian mana dalam tubuh. Tetapi, dampaknya bisa dirasakan seluruh tubuh,” ujarnya.

Contoh sederhana adalah perasaan cinta. Ekspresi cinta sering kali tidak rasional, tetapi hati justru menerimanya.

Pendidikan Spiritual

Taufiq dan Bagus sama-sama menekankan pendidikan spiritual, baik bagi otak maupun hati nurani.

Menurut Taufiq, teknologi paling canggih adalah pendidikan spiritual, mulai dari pendidikan keluarga, sekolah, hingga akhirnya lingkungan sekitar. Namun, sistem pendidikan Indonesia lebih mengedepankan aspek kongnitif.

(15)

yang lebih tua sebagai panutan. Komunitas pendorong kebaikan yang ada dimasyarakat, seperti kelompok keagamaan, justru berubah menjadi komunitas yang eksklusif.

“Pengalaman bangsa-bagsa maju menunjukkan, pengembangan otak harus dilakukan secara serius, tidak bisa dibiarkan otak tumbuh alamiah,” kata taufiq.

Bagus menambahkan, sejumlah sekolah memang mencoba mengembangkan pendidikan karakter. Namun, pola pendidikannya masih menekankan aspek kongnitif. Akibatnya kejujuran, kesetiakawanan, empati, dan toleransi hanya menjadi uraian kata-kata teoritis tanpa ada contoh langsung bagaimana melakukan hal-hal itu dan disampaikan dengan penuh ketulusan.

Kompleksnya persoalan sosial politik kemasyarakatan membuat pendidikan dalam keluarga menjadi sangat penting. Sayangnya kesibukan orangtua, pendidikan spiritual dalam rumah justru dinomorduakan.

BAB IV

ANATOMI DAN FUNGSI OTAK MANUSIA

Otak Anda mengendalikan semua fungsi tubuh Anda. Otak merupakan pusat dari keseluruhan tubuh Anda. Jika otak Anda sehat, maka akan mendorong kesehatan tubuh serta menunjang kesehatan mental Anda. Sebaliknya, apabila otak Anda terganggu, maka kesehatan tubuh dan mental Anda bisa ikut terganggu.

Seandainya jantung atau paru-paru Anda berhenti bekerja selama beberapa menit, Anda masih bisa bertahan hidup. Namun jika otak Anda berhenti bekerja selama satu detik saja, maka tubuh Anda mati. Itulah mengapa otak disebut sebagai organ yang paling penting dari seluruh organ di tubuh manusia.

(16)

besarnya saja sekedar membuat Anda paham bagian-bagian dan fungsi otak Anda sendiri.

Seperti terlihat pada gambar di atas, otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

1. Cerebrum (Otak Besar) 2. Cerebellum (Otak Kecil) 3. Brainstem (Batang Otak)

4. Limbic System (Sistem Limbik)

1. Cerebrum (Otak Besar)

Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini.

(17)

 Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak Besar. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas, kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.

 Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.

 Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.

 Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.

2. Cerebellum (Otak Kecil)

Otak Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung leher bagian atas. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak, diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh. Otak Kecil juga menyimpan dan melaksanakan serangkaian gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil, gerakan tangan saat menulis, gerakan mengunci pintu dan sebagainya.

Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya atau tidak mampu mengancingkan baju.

(18)

Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya.

Batang otak dijumpai juga pada hewan seperti kadal dan buaya. Oleh karena itu, batang otak sering juga disebut dengan otak reptil. Otak reptil mengatur “perasaan teritorial” sebagai insting primitif. Contohnya anda akan merasa tidak nyaman atau terancam ketika orang yang tidak Anda kenal terlalu dekat dengan anda.

Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:

Mesencephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah bagian teratas dari batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan Otak Kecil. Otak tengah berfungsi dalam hal mengontrol respon penglihatan, gerakan mata, pembesaran pupil mata, mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.

Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.

Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. Pons yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.

Catatan: Kelompok tertentu mengklaim bahwa Otak Tengah berhubungan dengan kemampuan supranatural seperti melihat dengan mata tertutup. Klaim ini ditentang oleh para ilmuwan dan para dokter saraf karena tidak terbukti dan tidak ada dasar ilmiahnya.

(19)

Sistem limbik terletak di bagian tengah otak, membungkus batang otak ibarat kerah baju. Limbik berasal dari bahasa latin yang berarti kerah. Bagian otak ini sama dimiliki juga oleh hewan mamalia sehingga sering disebut dengan otak mamalia. Komponen limbik antara lain hipotalamus, thalamus, amigdala, hipocampus dan korteks limbik. Sistem limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon, memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa senang, metabolisme dan juga memori jangka panjang.

Bagian terpenting dari Limbik Sistem adalah Hipotalamus yang salah satu fungsinya adalah bagian memutuskan mana yang perlu mendapat perhatian dan mana yang tidak. Misalnya Anda lebih memperhatikan anak Anda sendiri dibanding dengan anak orang yang tidak Anda kenal. Mengapa? Karena Anda punya hubungan emosional yang kuat dengan anak Anda. Begitu juga, ketika Anda membenci seseorang, Anda malah sering memperhatikan atau mengingatkan. Hal ini terjadi karena Anda punya hubungan emosional dengan orang yang Anda benci.

Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera. Dialah yang lazim disebut sebagai otak emosi atau tempat bersemayamnya rasa cinta dan kejujuran. Carl Gustav Jung menyebutnya sebagai "Alam Bawah Sadar" atau ketidaksadaran kolektif, yang diwujudkan dalam perilaku baik seperti menolong orang dan perilaku tulus lainnya. LeDoux mengistilahkan sistem limbik ini sebagai tempat duduk bagi semua nafsu manusia, tempat bermuaranya cinta, penghargaan dan kejujuran.

(20)

Gambar Ilustrasi Fungsi Otak Kanan & Otak Kiri

Perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan membentuk sifat, karakteristik dan kemampuan yang berbeda pada seseorang. Perbedaan teori fungsi otak kiri dan otak kanan ini telah populer sejak tahun 1960an, dari hasil penelitian Roger Sperry.

Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).

(21)

tetapi, menurut penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya.

Hal ini disebabkan oleh pendidikan formal (sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan hanya sedikit mengembangkan otak kanan.

Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa dan proses pemikiran logis, namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Sedangkan orang yang dominan otak kanannya bisa jadi adalah orang yang pandai bergaul, namun mengalami kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.

Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang dominan otak kanan atau dominan otak kiri. Misalnya dengan melihat perilaku sehari-hari, cara berpakaian, dengan mengisi kuisioner yang dirancang khusus atau dengan peralatan Electroencephalograph yang bisa mengamati bagian otak mana yang paling aktif. Disekitar Anda pastinya ada orang yang pandai dalam ilmu pengetahuan, tapi tidak pandai bergaul. Sebaliknya ada orang yang pandai bergaul, tapi kurang pandai di sekolahnya. Keadaan semacam ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara otak kanan dan otak kiri.

Idealnya, otak kiri dan otak kanan haruslah seimbang dan semuanya berfungsi secara optimal. Orang yang otak kanan dan otak kirinya seimbang, maka dia bisa menjadi orang yang cerdas sekaligus pandai bergaul atau bersosialisasi.

(22)

BAB V

KESIMPULAN

Dasar-Dasar Perilaku Sosial Otak Manusia yaitu di samping perilaku manusia itu dapat dikendalikan, perilaku manusia juga merupakan perilaku yang integreted, yang berarti bahwa keseluruhan individu atau organisme itu terlibat dalam perilaku yang bersangkutan, bukan bagian demi bagian.

Menurut Pendapat Kaum Stoic, yang menyatakan bahwa manusia adalah bagian dari dunia keteraturan yang alamiah dan rasional sehingga mempunyai tanggung jawab satu dengan yang lain dan secara bersama-sama mengejar kebahagiaan.

Dan Menurut Pendapat Epicurean, yang menyatakan bahwa manusia pada dasarnya hedonistik,tertarik pada interes dan mau menang sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Kolb, B & Whishaw, I.Q (2001) An Introduction to Brain and Behavior. New York : Worth Publisher

Mas’ud, I (2003) Fisiologi Persepsi Korteks Otak Manusia. Malang : Universitas Brawijaya Malang

Markam, S.S (2003) Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta : UIP

Figur

Gambar Ilustrasi Fungsi Otak Kanan & Otak Kiri
Gambar Ilustrasi Fungsi Otak Kanan Otak Kiri. View in document p.20

Referensi

Memperbarui...