Budaya dan Emosi Manusia
outline
•
Manusia dan Emosi
•
Emosi dalam Kajian Psikologi
Manusia dan Emosi
• Emosi dan perasaan (feeling) merupakan aspek yang penting bagi kehidupan manusia.
• Emosi memegang kunci keberhasilan manusia.
• Emosi juga membedakan manusia dengan ciptaannya. • Setiap manusia pasti memiliki emosi, memberinya
identitas dan setiapnya harus belajar beradaftasi serta mengontrol emosinya.
• Setiap orang emosinya berbeda-beda dan unik.
Emosi dalam Kajian Psikologi
1.Pengertian Emosi
• Pada awalnya, William James memahami emosi sebagai sebuah hasil dari reaksi perilaku kita
terhadap sebuah stimulus yang menghasilkan reaksi tersebut.
• Buck (1976): emosi didefinisikan sebagai
perasaan yang subjektif dan diasosiasikan dengan serangkaian perilaku tampak tertentu, serta
respon fisik periperal tertentu.
2. Fungsi Emosi
a. Membantu persiapan tindakan (preparing us
for action)
b. Membentuk perilaku akan datang (shaping
our future behavior)
c. Membantu kita untuk mengatur interaksi
sosial (helping us to regulate social
3. Labeling Emotion
•
Emosi sering diletakkan dalam suatu kontinum
dimana di dalamnya terdapat gradasi kualitas
dan intensitas serta tiap ujungnya merupakan
kontinum kondisi paling ekstrim.
•
Untuk memudahkan pengenalan setiap
kondisi emosi diberi label suatu kosakata
tertentu untuk selanjutnya diklasifikasikan.
Perbedaan dan Persamaan Budaya
Mengenai Emosi
1. Konsep Emosi
• Berdasarakan hasil penelitian Brandt and Broucher (1986), emosi bersifat universal dan tidak semua budaya memiliki konsep mengenai emosi.
• Russel (1991) memcatat bahwa tidak semua budaya memiliki kosakata yang bermakna emosi.
• Levy (1993) menemukan bahwa suku Tahiti, suku Ifaluks di Micronesia (Lutz, 1983) tidak memiliki kosakata yang merujuk emosi.
• Di Samoa, tidak ada kata emosi, namun ada kata lagona untuk istilah perasaan.
2. Kategorisasi Emosi
• Ditemukan beberapa kosakata bagi suatu kondisi emosi ada pada bebebrapa suku namun tidak ditemukan pada suku lain.
• Misalnya kosakata schadenfreude yang bermakna perasaan bahagia ketika mendapat keberuntungan atas kesialan
orang.
• Itoshi, Shame dan Embarrasment.
• Russel menemukan tidak ada kata Frustasi dalam kosakata bahasa Arab.
• Hal ini memberi pelajaran bahwa, bukan karena sebuah
budaya tidak memiliki kosakata emosi atau perasaan emosi tersebut maka budaya tersebut tidak memiliki emosi
3. Lokasi Emosi
• Setiap budaya menempatkan emosi pada lokasi yang berbeda.
• Orang Barat (eropa dan Amerika) beranggapan bahwa emosi bertempat atau dirasakan di hati, Orang Jepang di hara atau perut, Suku Chewong Malaysia di Jantung (Howel, 1981).
• Suku Tahiti di Usus (Levy, 1984)
• Hal ini menunjukkan bahwa emosi dipahami secara berbeda dan memiliki makna yang
4. Makna Emosi
•
Dalam psikologi Amerika emosi sangat kuat
dimaknai sebagai hal yang sifatnya personal.
•
Suku Ifaluk di Micronesia memaknai emosi
sebagai sebuah statmen di dalam hubungan
antar orang dan lingkungan.
5. Ekpresi Emosi
Universalitas Ekpresi Emosi
• Dimulai dari Darwin dalam bukunya The
Expression of Emotion in Man and Animals, tahun 1872...(emosi bersifat universal tanpa Peduli ras dan budaya)
• Merangsang banyak penelitian untuk membuktikannya..
• Yang terkenal adalah Margareth Meed (1955) dan Paul Ekman 1967, 1973)