• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBAIKAN UTS BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERBAIKAN UTS BELAJAR DAN PEMBELAJARAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PERBAIKAN UTS

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Dosen Pengampu : Ipin Aripin, M.Pd

Dikerjakan Oleh :

Fahril Faujiman 13.22.1.0124

Smester/Kelas 3/J

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS PENDIDIKAN DASAR

(2)

SOAL

1. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang : a. Teori belajar kognitif

b. Teori belajar humanistik c. Teori belajar kontruktivisme

2. Jelaskan hubungan antara teori belajar Ki Hajar Dewantara(1889); dengan teori belajar Humanistik, serta bagaimana penerapannya jika keduanya diterapkan secara bersama di kelas …!

3. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang : a. Metode pembelajaran tematik

b. Metode pembelajaran CTL c. Metode pembelajaran inkuiri

(3)

JAWABAN

1. Yang saya ketahui yaitu :

a. Teori belajar kognitif adalah :

teori tingkah laku atau cara seseorang memperoleh pengetahuan melalui sensasi/informasi dengan melihat strukturnya secara menyeluruh kemudian menyusunnya kembali dalam struktur yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami. Misalnya, dalam percobaan Konfigurasi Titik. Untuk melihat ganbar, maka harus memandang titik-titik tersebut sebagai kumpulan titik secara keseluruhan. Dan bahwa prinsip teori tingkah laku hanya memberikan bagian dari pertanyaan tentang bagaimana kita belajar. Bahwa belajar adalah hasil dari usaha kita untuk dapat mengerti dunia. Untuk melakukan ini, kita menggunakan semua alat mental kita. Caranya, kita berpikir tentang situasi, sama baiknya kita berpikir tentang kepercayaan, harapan dan perasaan kita yang mempengaruhi bagaimana dan apa yang kita pelajari.

Dan saya juga menemukan tokoh-tokoh ahli pesikologi di dalam buku, salah satunya yang bernama Bransford, menguraikan singkat tentang teori kognitif. Yang penting dalam hal ini ialah bagaimana orang belajar, mengerti dan mengingat informasi, dan mengapa beberapa orang dapat melakukan dengan baik dan yang lain tidak. Ahli-ahli psikologi kognitif lebih cenderung menyelidiki aspek-aspek penting dalam belajar, seperti bagaimana orang dewasa mengingat informasi verbal atau bagaimana anak-anak memahami cerita-cerita.

(4)

b. Teori belajar humanistik adalah :

Memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri.

Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada proses belajar yaitu :

a) Proses pemerolehan informasi baru

b) Personalisasi informasi pada individu

Saya pun menumukan beberapa tokoh diantaranya tokoh penting dalam teori humanistik antara lain :

1. Arthur Combs ( 1912-1999 ). Bersama dengan Donald Snygg ( 1904-1967 ) mereka mencurahkan banyak perhatian dalam dunia pendidikan. Meaning adalah konsep dasar yang sering digunakan. Belajar terjadi apabila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai oleh individu.

2. Maslow. Teori Maslow didasarkan atas asumsi bahwa di dalam individu ada dua hal :

1. Suatu usaha yang positif untuk berkembang

2. Kekuatan untuk melawan atau menolak hambatan untuk berkembang

3. Carl Rogers

Rogers membedakan dua tipe belajar yaitu :

a. Kognitif (kebermaknaan);

(5)

c. Teori kontruktivisme adalah :

Pengembangan lebih lanjut dari Gestalt. Perbedaannya: Gestalt permasalahan yang dimunculkan berasal dari pancingan eksternal sedangkan pada konstruksi permasalahannya muncul dibangun dari pengetahuan yang direkonstruksi sendiri oleh siswa.

a. John Dewey ( 1856-1952 )

John Dewey adalah seorang filosof, psikolog dan pembaharu pendidikan berkebangsaan Amerika, dan pengaruhnya sangat kuat di berbagai belahan dunia yang menggunakan konsep das sein dan das sollen.

b. Jean Piaget ( 1896-1980 )

Menurut Piaget, pengamatan sangat penting dan menjadi dasar dalam menuntun proses berpikir anak, berbeda dengan perbuatan melihat yang hanya melibatkan mata, pengamatan melibatkan seluruh indera sehingga memiliki kesan lebih lama dalam ingatan. Tahap perkembangan berpikir individu menurut Piaget melalui empat tahap yaitu :

1) Sensorimotorik ( 0-2 tahun )

2) Praoperasional ( 2-7 tahun )

3) Operational Kongkrit ( 7-11 tahun )

4) Operational Formal ( 12-15 tahun )

Menurut Piaget, proses belajar sesungguhnya terdiri dari 3 tahapan yaitu :

1) Asimilasi merupakan proses penyatuan informasi baru ke struktur kognitif yang telah ada di dalam benak siswa

(6)

3) Disequilibrium dan Equilibrium yaitu penyesuaian berkesinambungan antara akomodasi dan asimilasi.

c. Jerome Brunner ( 1915-….. )

Menurut Brunner, belajar adalah proses yang bersifat aktif terkait dengan ide Discovery Learning yaitu siswa berinteraksi dengan lingkungannya melalui eksplorasi dan manipulasi objek, membuat pertanyaan dan menyelenggarakan eksperimen. Teori ini menyatakan bahwa cara yang terbaik bagi seseorang untuk memulai belajar konsep dan prinsip dalam siswa adalah dengan mengkonstruksi sendiri konsep dan prinsip yang dipelajari itu.

Brunner menjelaskan perkembangan dalam tiga tahap yaitu :

1) Enaktif ( 0-3 tahun ) yatu pemahaman anak dicapai melalui eksplorasi dan manipulasi

2) Ikonik ( 3-8 tahun ) anak menyadari sesuatu ada secara mandiri melalui gambar yang kongkrit

3) Simbolik ( >8 tahun ) anak sudah memahami konsep dan symbol-simbol seperti bahasa.

d. Lev Vygotsky ( 1896-1934 )

(7)

2. Hubungannya adalah :

Merupakan kehidupan dan lingkungan belajar yang demokratis yang menjadikan semua orang berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan sesuai realitas masyarakat. Teori belajar Ki Hajar Dewantara (1889); Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara merangkum konsep yang dikenal dengan istilah Among Methode atau sistem among. AMONG mempunyai pengertian menjaga, membina dan mendidik anak dengan kasih sayang. Pelaksana “among” (momong) disebut PAMONG, yang mempunyai kepandaian dan pengalaman lebih dari yang diamong. Guru atau dosen di Tamansiswa disebut pamong yang bertugas mendidik dan mengajar anak sepanjang waktu. Tujuan sistem among membangun anak didik menjadi manusia beriman dan bertakwa, merdeka lahir batin, budi pekerti luhur, cerdas dan berketrampilan, serta sehat jasmani rohani agar menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan tanah air serta manusia pada umumnya. Sistem among mengharamkan hukuman disiplin dengan paksaan/kekerasan karena itu akan menghilangkan jiwa merdeka anak. Menurut saya hubungan teori belajar Ki Hajar Dewantara (1889); dengan teori belajar Humanistik. Intinya supaya siswa atau peserta didik bisa menjadi siswa yang kreatif dan bisa bersosialisasi di masyarakat. Jika diterapkan bersaaan dikelas sangat bagus karena dalam proses pembelajaran guru memberikan kasih sayang dan motivasi kepada siswa untuk semangat belajar.

3. a. Metode Pembelajaran Tematik adalah :

(8)

dapat di lakukan dengan dua cara. Cara pertama, materi beberapa mata pelajaran disajikan dalam tiap pertemuan. Sedangkan cara kedua, yaitu tiap kali pertemuan hanya menyajikan satujenis mata pelajaran. Pada cara ke dua ini, keterpaduannya di ikat dengan satu tema pemersatu.

Pembelajaran tematik dapat mempermudah anak dalam membangun gagasan atau pengetahuan baru, karena materi yang di sajikan saling terkait satu sama lain. Kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna apabila materi pelajaran yang sudah di pelajari atau di pahami siswa dapat di manfaatkan untuk mempelajari materi berikutnya. Pembelajaran yang terpadu sangat berpeluang dalam membantu dan memanfaatkan pengetahuan anak yang telah di miliki sebelumnya.

(9)

Pembelajaran kontekstual atau dalam bahasa inggrisnya contextual teaching and learning (ctl) yang merupakan proses pembelajaran yang holistic dan bertujuan membantu siswa untuk memehami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, social dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan atau keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkontruksi diri sendiri secara aktif dalam pemahamannya.

Pembelajaran kontekstual disebut pendekatan kontekstual karena konsep belajar ini mengaitkan antara materi yang di ajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubunganan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.

Proses pembelajaran kontekstual pada pemorolehan informasi, individualisasi, dan interaksisosial. Sehingga siswa mampu mengelolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategis berkaitan dengan informasi tersebut, inti dari proses informasi ini adalah proses memori dan berpikir.

Karakteristik pembelajaran CTL :

1. Kerja sama antara peserta didik dan guru (cooperative). 2. Saling membantu antara pesrta didik dan guru (assist). 3. Belajar dengan bergairah (enjoyfull learning).

4. Pembelajaran terintegrasi secara kontekstual. 5. Menggunakan multi media dan sumber belajar. 6. Cara belajar siswa aktif (student active learning). 7. Sharing bersama teman (take and give).

8. Siswa kreatif dan guru kreatif.

9. Dinding kelas dan lorong kelas penuh dengan karya siswa.

(10)

Dalam pengajaran inkuiri siswa-siswa mempelajari gejala ilmiah dengan kegiatan semangat seorang ilmuawan.

Menurut NRC (2000) tahapan pembelajaran inkuiri di bagi menjadi lima pase :

1) Siswa di libatkan dengan sebuah pertanyaan ilmiah, kejadian atau fenomena.

2) Siswa menggali ide -ide melalui pengalaman, memformulasi dan menguji hipotesis, memecahkan masalah dan membuat penjelasan terhadap apa yang mereka observasi.

3) Siswa menganalisis dan menginterprestasi data, mensintesis ide - ide mereka, membangun model, dan memperjelaskan konsep-konsep dan penjelasan, dengan guru dan sumber pengetahuan ilmiah lain.

4) Siswa memperluas pemahaman dan kemampuan baru mereka dan mengaplikasikan apa yang dapat mereka pelajari pada situasi baru. Siswa dengan gurunya mereview dan mengakses apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka telah mempelajarinya.

Referensi

Dokumen terkait

Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan

Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat

Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata

1. Pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa

Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dalam situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa

Pengertian pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat

Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dalam situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa

Pembelajarn dengan pendekatan kontekstual Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia