• Tidak ada hasil yang ditemukan

HERI PRIYANTO D11112097 (UAS PELABUHAN)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HERI PRIYANTO D11112097 (UAS PELABUHAN)"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK RELOKASI PELABUHAN PONTIANAK TERHADAP

EKONOMI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

TUGAS

PELABUHAN

Oleh:

HERI PRIYANTO

NIM D11112097

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK SIPIL

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat- Nya penulisan tugas yang berjudul “DAMPAK RELOKASI PELABUHAN PONTIANAK TERHADAP EKONOMI PROVINSI KALIMANTAN BARAT” dapat diselesaikan. Tugas ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menempuh ujian matakuliah pelabuhan.

Penulis menyadari bahwa dalam pengerjaan tugas ini masih banyak kekurangannya karena keterbatasan penulis. Maka segala kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan sebagai masukan guna penyempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi rekan- rekan mahasiswa maupun pihak-pihak lain yang membutuhkan, khususnya dalam bidang Teknik Sipil.

Pontianak, Juli 2018

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN... 1

1. LATAR BELAKANG ... 1

2. GAMBARAN UMUM PELABUHAN PONTIANAK ...4

2.1 Kondisi Umum Pelabuhan Pontianak ...4

2.2 Fasilitas Pelabuhan Pontianak ...5

3. PELABUHAN DWIKORA SEBAGAI MODA TRANSPORTASI...5

BAB II GAMBARAN PERMASALAHAN ... 9

2.1 Rencana Relokasi Pelabuhan Pontianak...9

BAB III METEDOLOGI KAJIAN ... 14

a. Jenis Kajian... 14

b. Lokasi Penelitian... 14

c. Jenis dan Sumber Data... 14

d. Metode Pengumpulan Data... 15

e. Variabel penelitian... 15

f. Populasi dan sampel... 16

g. Metode Analisis Data... 18

BAB IV DATA DAN ANALISIS... 21

A. Karakteristik Responden Penelitian... 21

1. Karakteristik Responden Masyarakat...21

2. Persepsi Responden Masyarakat... 23

BAB V KESIMPULAN... 29

A. Kesimpulan... 29 DAFTAR PUSTAKA

(4)

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG

Negara Republik Indonesia yang berbentuk kepulauan dengan daerah sangat luas, sangat diperlukan adanya pengangkutan yang efektif dan efisien, dalam arti aman, murah, lancar, cepat, mudah, teratur dan nyaman. Setiap tahap pembangunan sangat memerlukan transportasi yang efisien sebagai salah satu prasyarat untuk terjaminnya pelaksanaan pembangunan negara tersebut, dan salah satu pendukung transportasi ini adalah sub sektor transportasi laut. Negara Indonesia sebagai negara maritim, peranan angkutan laut sangat penting bagi kehidupan sosial ekonomi penduduknya.Faktor ekonomis yang dikehendaki adalah agar dalam sektor transportasi laut harus dicapai, antara lain bentuk-bentuk; unitasi muatan atau muatan curah, bentuk kapal yang cocok dengan jenis muatan yang diangkut ataupun perlengkapan peralatan bongkar muat yang memadai. Hal ini dapat dicapai bila perencanaan dan perancangan pelabuhan dapat didekati dengan teknologi yang tepat dan operasional pelabuhan didukung oleh sarana dan prasana yang baik.

(5)

sebagai salah satu infrastruktur transportasi, dapat membangkitkan kegiatan perekonomian suatu wilayah karena merupakan bagian dari mata rantai dari sistem transportasi maupun logistik.

Sebagai negara kepulauan, peranan pelabuhan sangat vital dalam perekonomian Indonesia. Kehadiran pelabuhan yang memadai berperan besar dalam menunjang mobilitas barang dan manusia di negeri ini. Pelabuhan menjadi sarana paling penting untuk menghubungkan antarpulau maupun antarnegara. Namun, ironisnya, kondisi pelabuhan di Indonesia sangat memprihatinkan. Hampir semua pelabuhan yang ada di Indonesia saat ini sudah ketinggalan zaman. Dari 134 negara, daya saing pelabuhan di Indonesia berada di peringkat ke-95, sedikit meningkat dari posisi 2008 yang berada di urutan ke-104.5 Namun, posisi Indonesia itu kalah dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kelemahan pelabuhan di Indonesia terletak pada kualitas infrastruktur dan suprastruktur. Indonesia juga kalah dalam produktivitas bongkar muat, kondisi kongesti yang parah, dan pengurusan dokumen kepabeanan yang lama. Kualitas pelabuhan di Indonesia hanya bernilai 3,6, jauh di bawah Singapura yang nilainya 6,8 dan Malaysia 5,6. Para pengusaha pun sudah lama mengeluhkan buruknya fasilitas kepelabuhanan di Indonesia. Untuk bersandar dan bongkar muat, sebuah kapal harus antre berhari-hari menunggu giliran. Seringkali, waktu tunggu untuk berlabuh jauh lebih lama ketimbang waktu untuk berlayar. Melihat buruknya kondisi pelabuhan itu, tak heran bila investor enggan berinvestasi di bidang perkapalan. Akibatnya, distribusi barang antarpulau pun tersendat.

Kalimantan Barat merupakan salah satu pulau di Indonesia yang tingkat perekonomiannya didukung dari sektor kepelabuhan yang menjadi komponen penting dalam membuka jalur transportasi dan perdagangan ke daerah lain dalam jumlah yang besar. Menurut data dari PT. Pelabuhan Indonesia II Cab. Pontianak (2011), Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi memiliki 1 (satu) pelabuhan utama diantara 10 pelabuhan yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat. Pelabuhan Dwikora Pontianak adalah pelabuhan utama di Provinsi Kalimantan Barat yang berfungsi mengangkut penumpang dan telah lama menjadi gerbang untuk keluar masuknya barang dari dan menuju ke Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan hal ini menuntut akan kelengkapan pelayanan fasilitas pelabuhan yang memadai agar proses bongkar muat dan distribusi barang tidak terkendala.

(6)

Kelayakan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Ditjen. Perhubungan Laut tahun 2010 menemukan telah terjadi pendangkalan sedalam 1,5 - 3 meter pada dasar permukan air di muara sungai dan di beberapa titik lainnya dan harus dikeruk sebanyak 2 kali dalam 1 (satu) tahun yang mengakibatkan biaya operasional sangat tinggi dan keadaan ini menimbulkan resiko kapal kandas atau karam sangat mungkin terjadi. Kapal-kapal besar yang ingin bersandar ke pelabuhan terpaksa harus menunggu keadaan air pasang sehingga terjadi antrian kapal untuk menunggu giliran masuk, ditambah dengan keadaan kecilnya kapasitas dermaga dan semakin sempitnya lahan penumpukan petikemas yang menyebabkan ketidakteraturan pada pemisahan antara petikemas yang kosong, petikemas yang berisi dan petikemas yang akan dilakukan pemindahan moda transportasi. Penumpukan petikemas di Terminal Petikemas Pelabuhan Pontianak terlihat menjulang tinggi melebihi tinggi bangunan di sekitarnya, di khawatirkan akan mengancam keselamatan para pekerja di pelabuhan dan minimnya fasilitas umum atau rest area di dalam terminal memaksa para pekerja untuk mencari konsumsi atau area beristirahat diluar kawasan Terminal pada saat jam istirahat berlangsung, semua hal ini menjadi permasalahan besar bagi pihak pelabuhan Pontianak.

Berdasarkan data PT. Pelindo II (2011), pergerakan jumlah penumpang, petikemas, kegiatan bongkar muat dan pergerakan arus barang di Pelabuhan Pontianak mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun tidak diikuti dengan pengembangan, perbaikan dan peningkatan fasilitas pelabuhan, menuntut pembangunan pelabuhan baru di lokasi strategis dengan skala fasilitas pelayanan yang lebih besar, yang dimaksudkan untuk mengimbangi pergerakan angka barang yang terus meningkat dan mempertimbangkan fakta menurut Mayona dan Salahudin (2012) bahwa wilayah perairan Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I) yaitu Laut Cina Selatan yang melayani pelayaran dalam dan luar negeri. Berdasarkan data di atas, wilayah perairan Kalimantan Barat memiliki salah satu dari beberapa potensi dasar untuk pembangunan pelabuhan berskala internasional sebagai pengembangan dari Pelabuhan Dwikora Pontianak dan melalui keberadaan Pelabuhan Internasional ini nilai-nilai kearifan lokal daerah setempat dapat lebih terangkat di mata dunia melalui ciri khas desain atau bangunan yang terdapat di dalam kawasan pelabuhan ataupun terminal.

(7)

Sesuai dengan Konsep Zoning Kawasan di atas, fungsi dan peruntukan kawasan Terminal Petikemas terletak pada 3 (tiga) kawasan yang saling berhubungan yaitu Zona Kolam Pelabuhan, Zona Dermaga dan Zona Industri, Perdagangan dan Gudang. Zona ini terletak di Desa Bundung Laut dan wilayah perairan Pantai Kijing. Dilihat dari keadaan geografis dan administrasi Desa Bundung Laut memiliki beberapa potensi yang menjadikan kawasan ini layak sebagai Terminal Petikemas, yaitu sebagai berikut (Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, 2012) :

1. Lokasi berada pada jalur jalan raya Arteri Primer Potianak – Singkawang

2. Berjarak 18 Km dari Kota Mempawah yang merupakan Ibukota Kabupaten Pontianak 3. Areal Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKR) darat cukup luas untuk dilakukan

pengembangan

4. Areal Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKR) perairan cukup luas untuk olah gerak kapal. 5. Memiliki kedalaman kolam pelabuhan >12 mdpl, telah memenuhi persyaratan Pelabuhan

Internasional, memungkinkan kapal-kapal besar untuk bersandar

6. Berjarak ±400 Mil dari jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I) yang melayani jalur pelayaran dalam dan luar negeri.

Dengan beberapa potensi yang telah disebutkan di atas, diharapkan mampu menjadikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang telah terjadi di Pelabuhan Dwikora Pontianak khususnya dalam sektor pelayanan petikemas. Di samping itu dengan keberadaan Terminal Petikemas ini akan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi penduduk di sekitar dan menjadikan daerah tersebut lebih cepat berkembang dalam berbagai sektor mulai dari pembangunan, ekonomi, perdagangan, kependudukan dan lainnya. 2. GAMBARAN UMUM PELABUHAN PONTIANAK

2.1 Kondisi Umum Pelabuhan Pontianak

(8)

Pontianak memiliki panjang 1 mil dengan lebar 350 meter dengan kedalaman -10 meter LWS dan kedalaman minimum -5 meter LWS dengan dasar lumpur

2.2 Fasilitas Pelabuhan Pontianak

Pelabuhan Pontianak adalah salah satu pelabuhan sungai dan menjadi pelabuhan utama di Kalimantan Barat. Perairan Pontianak mempunyai luas + 380.000 m2. Kolam pelabuhan di Pelabuhan Pontianak mempunyai luas 34,8 Ha dengan kedalaman -4 LWS.

a. Dermaga

Pelabuhan Pontianak memiliki 8 (delapan) dermaga tambat dengan total panjang 832 meter. Selain itu Pelabuhan Pontianak memiliki dermaga jety dengan panjang 55 meter dengan luas 275 m2. Dermaga di Pelabuhan Pontianak merupakan jenis dermaga tambatan beton. Luas total dermaga di Pelabuhan Pontianak adalah 17.640 m2.

b. Gudang

Pelabuhan Pontianak pada tahun 2012 mempunyai 4 unit gudang yang difungsikan dengan luas masing- masing 8.090 m2 dengan luas efektif 4.854 m2. Panjang gudang di Pelabuhan Pontianak mencapai 246 meter. Lebar gudang rata-rata adalah 30 meter.

c. Lapangan

Pelabuhan Pontianak pada saat ini memiliki sembilan (9) lapangan untuk penumpukan barang dengan total luas 47.171 m2 dengan kapasitas 2 ton per m2. Secara keseluruhan total lapangan di pelabuhan Pontianak terbagi menjadi 7 lapangan, dengan lapangan yang paling besar adalah lapangan 7 dengan luas 12.942 m2.

d. Peralatan Pendukung di Pelabuhan Pontianak

Pelabuhan Pontianak pada saat ini memiliki 12 jenis peralatan yang digunakan untuk membantu aktivitas pelabuhan. Peralatan tersebut antara lain cantainer crane, mobil crane, forklift, head truck, tronton, chassis, side loader, top loader, super tracker, terminal tracktor, rail munted gantry crane,

dan gantry jib crane. Sebagian besar peralatan tersebut merupakan milik pelabuhan, tetapi ada beberapa fasilitas yang masih sewa dengan pihak lain.

3. PELABUHAN DWIKORA SEBAGAI MODA TRANSPORTASI

(9)

tambatan atau striger yang terbuat dari kayu yang panjangnya 298 m, serta dibuat juga gudang untuk menimbun barang-barang seluas 230 m2.

Pada tahun 1940, tepatnya tanggal 16 Juni, ditetapkan Pelabuhan Dwikora Pontianak sebagai pelabuhan yang diusahakan (Bedrijthea) oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda yang tercantum dalam

Vender GouvensurVannerja.

Sesuai data IPC. Pelabuhan Indonesia (Persero) II Cabang Pontianak, perkembangan Pelabuhan Dwikora Pontianak dapat dibagi menjadi 4 Periode :

1. Periode sebelum tahun 1960

Pada periode ini perusahaan besar diatur berdasarkan IBW (Indische Bedrijhvent Wet).

Sementara itu, untuk perusahaan kecilberdasarkan ICW (Indische Comtabilitie Wet).

2. Periode tahun 1960 s/d 1969

Pada periode ini, dengan keluarnya undang-undang nomor 19 tahun 1960, perusahaan Indonesia mengalami perubahan stastus dalam bentuk Perusahaan yang baru. Pelabuhan-pelabuhan besar yang ditetapkan pada ICW dilebur ke dalam bentuk perusahaan baru yang disebut Perusahaan Negara Pelabuhan (PN. Pelabuhan) dan dibagi menjadi tujuh Perusahaan Negara Pelabuhan berdasarkan Keputusan Mentri Perhubungan No. 15/16 tahun 1965.

3. Periode tahun 1969 s/d 1983

Pada periode ini, dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1969, tentang susunan organisasi dan tata cara kerja untuk menertibkan mekanisme kerja antar instansi Pelabuhan yang di sebut Badan Pengelolahan Pengusaha Pelabuhan. Badan ini memiliki fungsi sebagai administrator pelabuhan sekaligus sebagai pelaksana fungsi pemerintah dan fungsi pelabuhan.

4. Periode tahun 1983 s/d 1991

(10)

Pelabuhan tidak bisa dipisahkan dengan daerah hinterlandnya. yang dimaksud dengan

hinterland pelabuhan adalah daerah-daerah yang terletak di sekitar (belakang) pelabuhan, termasuk di dalamnya adalah kota pelabuhan itu sendiri dan kota-kota serta daerah-daerah pedalaman di luar kota pelabuhan yang saling memiliki hubungan ekonomi dengan pelabuhan. Hiterland Pelabuhan Dwikora adalah Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah ±146.897 km. Pelabuhan Dwikora Pontianak dikelola oleh IPC. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak. Pelabuhan ini terletak di pinggir Sungai Kapuas Kecil dengan jarak 31 km dari muara sungai yang dapat ditempuh selama ±2 jam pelayaran. Pelabuhan ini berfungsi melayani arus kapal, arus barang dan penumpang baik antar pulau maupun antar negara.

Daerah lingkup kerja Pelabuhan Dwikora Pontianak dibedakan menjadi dua, yaitu Daerah Perairan yang mempunyai wilayah seluas 9,25 Ha dan Daerah Daratan dengan luas 128.644 m2 (yang dikuasai) dan Daerah Lingkungan Kepentingan Perairan Pelabuhan seluas 380.000 m2. Batas-batas Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan ditetapkan mulai dari ambang luar sampai jembatan tol terletak pada 0º 05’ LS dan 109º16’ - 109º23’ BT, ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perhubungan No.46 Tahun 1998 dan KM. 73 Tahun 1998 pada tanggal 10 Oktober 1998.

Tabel 1.1. Arus Penumpang Pelabuhan Pontianak Tahun 2010-2014

Sumber : Data IPC. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak, 2016 NO URAIAN

(11)

Dari tabel 1.1. di atas dapat dilihat bahwa setiap tahun terjadi perubahan arus penumpang di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Perubahan yang terjadi pada hal tesebut dipengaruhi oleh kondisi kapal yang datang dan pergi, selain itu dipengaruhi oleh kondisi pelabuhan yang mengalami pegerukan sedimentasi setiap dua tahun, sehingga jumlah penumpang kapal menurun.

Tabel 1.2. Arus Kunjungan Kapal Pelabuhan Pontianak Tahun 2010-2014

No Uraian Satuan

Unit 255 269 331 306 319

GT 1.147.423 1.122.048 1.120.132 1.136.565 1.279.776

Sub Jumlah Unit 255 269 331 306 319

GT 1.147.423 1.122.048 1.120.132 1.136.565 1.279.776

2.

Pelayaran

Dalam Unit 3.445 4.029 4.149 3.802 3.724

Negeri GT 5.436.886 6.128.574 6.958.726 7.154.497 7.469.867

3.

Pelayaran Rakyat

Unit 827 926 880 794 845

GT 120.644 189.728 161.597 109.016 123.625

4.

Pelayaran Perintis

Unit 157 141 112 84 84

GT 82.128 74.740 69.391 33.733 32.619

5. Kapal Negara

Unit 38 30 22 27 45

(12)

GT 5.685.673 6.414.251 7.221.055 7.320.679 7.664.905

Jumlah

Unit 4.722 5.395 5.494 5.013 5.017

GT 6,833,096 7,536,299 8,341,187 8,457,244 8,944,681

Sumber : Data IPC. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak, 2016

Perkembangan pembangunan bidang transportasi laut yang semakin pesat menuntut adanya sistem penunjang sarana dan prasarana transportasi laut yang memadai, sehingga dapat mewujudkan sistem pelayaran yang aman dan layak. Cakupan bidang pelayaran meliputi angkutan penumpang dan barang, pelabuhan dan rute pelayaran.

Salah satu sarana dan prasarana yang melengkapi fasilitas-fasilitas yang ada di pelabuhan adalah Terminal Penumpang Kapal Laut. Sebagai salah satu bangunan sarana publik, keberadaan Terminal Penumpang tentunya harus memperhatikan kenyamanan publik sebagai pemakainya. Kenyamanan yang dimaksud merupakan kenyamanan dari segi kemudahan akses serta kemudahan pencapaian terhadap sarana transportasi darat dan jalan raya. Faktor tersebut akan mempengaruhi kelancaran perpindahan transportasi dari laut ke darat.

(13)

GAMBARAN PERMASALAHAN

1.1 RENCANA RELOKASI PELABUHAN UTAMA KALIMANTAN BARAT

Pelabuhan Dwikora Pontianak selain melayani kegiatan terminal penumpang, juga melayani kegiatan bongkar muat barang yang terjadi setiap harinya dimana semakin hari kegiatan ini semakin padat. Kondisi ini tidak didukung dengan pengembangan prasarana pada pelabuhan. Kemacetan terjadi pada jalur sirkulasi ketika penumpang melakukan proses embarkasi dan debarkasi serta alur keluar masuk truk dan container yang membahayakan pengguna jalan lainnya. Selain kemacetan tersebut, desak-desakan terjadi antara pengantar, penjemput, dan penumpang akibat ketidak jelasan alur sirkulasi pada terminal penumpang Pelabuhan Dwikora. Akibatnya, area khusus penumpang dapat dimasuki oleh pengantar atau penjemput dan sehingga mengganggu dari segi keamanan.

Ini adalah gambar dari keadaan jalan yang selalu dilewati kendaraan dari kegiatan di pelabuhan dwikora.

(14)

Jalan imam bonjol ini juga merupakan akses atau jalan yang selalu dilewati olehseperti jalan tanjung pura juga, truck container yang ditimbulkan dari kegiatan di Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Ini dijalan adisucipto, sam seperti jalan imam bonjol dan jalan tanjungpura yang juga elalu dilewati kendaraan dari kegiatan pelabuhan dwikora salah satu nya truck container tersebut.

(15)

atau ojek, mereka dapat dengan leluasa memasuki area lapangan dermaga yang seharusnya hanya boleh diakses oleh petugas yang berkepentingan dan para penumpang. Selain itu, tidak ada pemisah antara ruang tunggu bagi penumpang yang akan menunggu keberangkatan dan penumpang yang menunggu jemputan yang mengakibatkan penumpukan penumpang di ruang tunggu hingga ke selasar terminal penumpang.

Masalah yang terjadi pada ruang luar adalah hanya ada satu pintu untuk akses keluar masuk kendaraan dari area terminal pelabuhan, satu pintu yang ukurannya relatif kecil untuk digunakan untuk akses keluar masuk kendaraan mengakibatkan kemacetan saat adanya jadwal kedatangan kapal, mengingat penumpang kapal laut adalah penumpang moda transportasi dengan kapasitas yang cukup besar dibanding moda transportasi lainnya. Area parkir yang kurang luas untuk menampung jumlah kendaraan juga menjadi masalah di Terminal Penumpang Pelabuhan Dwikora. Tidak adanya penunjuk arah mengakibatkan para pengunjung memarkirkan kendaraan seenaknya sehingga parkir menjadi tidak teratur.

Dari beberapa masalah yang telah dijabarkan di atas, keterbatasan pelayanan Pelabuhan Dwikora Pontianak menuntut adanya pengembangan pelabuhan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di pelabuhan. Ditambah lagi, masalah-masalah teknis seperti sedimentasi dari hulu Sungai Landak dan Kapuas yang tinggi, pada muara Sungai Kapuas terjadi pendangkalan (1,5m – 3m) dan harus dikeruk 2 kali dalam jangka waktu 1 tahun. Hal ini mengakibatkan biaya operasional pelabuhan menjadi semakin tinggi. Perluasan lahan pelabuhan menjadi sulit untuk dilakukan akibat lokasi pelabuhan yang berada di wilayah perkotaan yang telah padat dengan bangunan di sekitarnya. Pengembangan Pelabuhan Dwikora diharapkan dapat mencapai tujuan pemerintah dalam mewujudkan kenyamanan, keamanan dan ketertiban di pelabuhan dan sekitarnya.

Pembangunan pelabuhan baru yang dicanangkan pemerintah menjadi cukup penting sebagai alternatif untuk mengatasi berbagai keterbatasan pelabuhan yang ada di Kalimantan Barat. Pelabuhan internasional merupakan alternatif yang dapat menjadi pilihan dalam pengembangan pelabuhan yang telah ada. Sesuai dengan fakta yang ada saat ini pelabuhan internasional mempunyai arti yang sangat penting untuk mendorong roda perekonomian di Kalimantan Barat, mengingat Kalimantan Barat berada di persilangan rute perdagangan dunia.

(16)

Dwikora ke lokasi pelabuhan yang baru. Segala aktifitas pelabuhan yang ada di Pelabuhan Dwikora termasuk aktifitas terminal penumpang akan dipindahkan ke lokasi pelabuhan yang baru.

Pemindahan aktifitas tersebut mengakibatkan pembangunan terminal penumpang yang baru di kawasan yang baru pula. Dalam pembangunan terminal penumpang yang baru banyak hal harus diperhatikan agar perencanaan pembangunannya dapat menghasilkan rancangan yang berfungsi secara maksimal. Selain dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi penggunanya, pelabuhan baru diharapkan dapat menyelesaikan masalah di terminal penumpang yang lama agar tidak terulang lagi pada bangunan yang baru. Sehingga perencanaan terminal penumpang pelabuhan merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan. Dalam perancangannya, faktor pelayanan dan keamanan dapat dicapai dengan memenuhi standar-standar perancangan pelabuhan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk mencapai faktor kenyamanan, dibutuhkan perancangan yang lebih arsitektural karena faktor kenyamanan itu sendiri mencakup banyak unsur. Salah satunya yaitu kemudahan akses dan sistem sirkulasi, kesesuaian suasana, yang dihadirkan dalam kawasan terminal penumpang maupun di dalam masing-masing bangunannya serta gaya arsitektur yang sesuai dengan budaya dan iklim setempat. Hal-hal diatas harus dipenuhi dalam perancangan sebuah terminal penumpang pelabuhan agar dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

(17)

BAB III

METEDOLOGI KAJIAN A. Jenis kajian

kajian ini termasuk dalam jenis kajian ini bersifat deskriptif kualitatif, kajian ini yaitu kajian terapan yang di dalamnya mencakup penelitian survey, yang mana penelitian dengan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini yaitu penelitian non matematis dengan proses menghasilkan data-data dari hasil temuan berupa pengamatan survey

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada kawasan tepi sungai kapuas tepatnya di sekitar Pelabuhan Pontianak tepatnya dikota pontianak, kalimantan Barat, yang meliputi tahap pengambilan data dan analisis.

C. Jenis dan Sumber data

1. Jenis data

Menurut jenisnya data terbagi atas dua yaitu :

a. Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data numerik. Data yang dikumpulkan berupa : data jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah sarana dan prasarana wilayah penelitian, demografi dan lain sebagainya.

b. Data kualitatif, yaitu data yang berbentuk bukan angka atau menjelaskan secara deskripsi tentang kondisi lokasi penelitian secara umum.

2. Sumber data

(18)

b. Data sekunder dengan observasi pada instansi terkait dengan yaitu salah satu teknik penjaringan data melalui instansi terkait guna mengetahui data kuantitatif objek penelitian jenis data yang dimaksud meliputi, luas wilayah dari pembagian administrative, kependudukan, aktifitas bongkar muat pelabuhan, data oprasional dan lain-lain yang diperoleh dari UPT dan ASDP Pelabuhan Bira.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dilakukan mencakup :

1. Observasi lapangan, teknik pengumpulan data melalui pengamatan yang langsung pada objek yang menjadi sasaran penelitian untuk memahami kondisi dan potensi kawasan pesisir yang menjadi objek penelitian.

2. Pendataan instansional, salah satu teknik pengumpulan data melalui insatansi terkait guna mengetahui data kuantitatif dan kualitatif objek penelitian.

3. Kepustakaan (library research) adalah cara pengumpulan data dan informasi melalui literatur yang terkait dengan studi yang akan dilakukan.

4. Studi dokumentasi untuk melengkapi data maka kita memerlukan informasi dari dokumentasi yang ada hubungannya dengan objek yang menjadi studi. meliputi yaitu dengan cara mengambil gambar, lefeat/brosur objek, dan dokumentasi foto.

E. Variabel Penelitian

(19)

Tabel 2 Variabel Penelitian

Variabel Objek yang di amati (Indikator)

• Tingkat Pendapatan

Sosial Ekonomi

• Peluang Kerja

• Tingkat Pendidikan

Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber (2018)

F. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan masyarakat yang menjadi objek penelitian Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Populasi adalah

keseluruhan subjek penelitian yang berada dalam wilayah penelitian. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di Kawasan pesisir di Desa Bira, Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba yang berjumlah dari 3.485 jiwa .

2. Sampel

(20)

n= ❑ N

(

d2

)

+1

Keterangan : n = Jumlah Sampel N = Jumlah Penduduk

D = derajat bebas/tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diinginkan (0,1%)

Penentuan jumlah Jiwa Penduduk dengan berdasar pada data jumlah keseluruhan dari jiwa penduduk di wilayah penelitian tahun 2018 dengan jumlah 554.764 (sumber : bps pontianak sensus 2010 )

dengan demikian :

n= 554764 jp 554674jp

(

0,12

)

+1

n=554674

55468,4=99,998=100 jiwa

Jadi adapun sampel yang diambil dari keseluruhan Penduduk mencapai 100 responden.

(21)

G. Metode Analisi Data

Data yang digunakan yaitu, data yang terjaring melalui hasil quesioner, diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan menggunakan pendekatan tabulasi silang (Crosstabulation). Data yang terkumpul dilakukan kategorisasi dengan skala Likert menurut Djaali (2008:28) skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu gejala atau fenomena.

Format untuk kuisioner :

KUESIONER PENELITIAN

Dampak Relokasi Pelabuhan Pontianak terhadap Ekonomi Provinsi Kalimantan Barat

Kepada :

Yth. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari

Warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat

Di Tempat

Dengan hormat,

(22)

Saya sangat menghargai segala partisipasi dan ketulusan anda dalam menjawabb kuesioner ini dan saya sangat mengucapkan banyak terima kasih atas semua kerjasamanya.

Petunjuk Pengisian

1. Isilah identitas responden dengan data diri anda dengan benar dan lengkap pada tempat yang disediakan.

2. Setiap nomor dalam kuesioner ini berisi pertanyaan dan 4 (empat) pilihan jawaban. Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan pandangan anda.

3. Beri tanda silang (X) pada jawaban yang anda pilih dan jangan sampai ada nomor yang terlewatkan.

i. Identintas Responden

Usia :……….. Tahun

Jenis kelamin : Wanita/Pria (Pilih salah satu)

Pendidikan terakhir : SD/SMP/SMA/Perguruan Tinggi (pilih salah satu) jumlah tanggungan : ………. Orang

penghasilan : Rp………. /bulan Status kependudukan :

a. penduduk asli Kota Pontianak c. pendatang dari kota/kabupaten lain (thn…)

b. penadatang dari kecamatan lain (thn….) d. pendatang dari provinsi lain (thn….)

ii. Persepsi Dampak relokasi Pelabuhan Pontianak terhadap kehidupan Ekonomi masyarakat

1. Apakah anda mengetahui adanya rencana Relokasi Pelabuhan Pontianak ? A. Sangat mengetahui C. kurang mengetahui

B. Sedikit mengetahui D. Tidak Mengetahui

2. Bagaimana menurut saudara dampak relokasi Pelabuhan Pontianak terhadap taraf hidup masyarakat ?

(23)

3. Bagaiman dugaan saudara dampak relokasi Pelabuhan Pontianak terhadap harga biaya hidup di Kota Pontianak ?

a. Relokasi Pelabuhan Pontianak akan menyebabkan harga biaya hidup naik drastis. b. Relokasi Pelabuhan Pontianak akan meningkatkan harga biaya hidup.

c. Relokasi Pelabuhan Pontianak tidak akan mempengaruhi harga biaya hidup. d. Relokasi Pelabuhan Pontianak akan menyebabkan harga biaya hidup turun.

4. Jika biaya hidup naik, berapa besar peningkatan pengeluaran biaya hidup saudara/i setiap bulan ?

a. Pengeluaran meningkat tidak lebih dari 5 % b. Pengeluaran meningkat sebesar 5-10 % c. Pengeluaran meningkat 11-20 %

d. Pengeluaran meningkat lebih besar dari 20 %

5. Bagaimana dugaan saudara dampak relokasi Pelabuhan Pontianak terhadap harga barang di sekitar Kota Pontianak ?

a. Relokasi Pelabuhan Pontianak akan menyebabkan harga Barang naik drastis. b. Relokasi Pelabuhan Pontianak akan meningkatkan harga barang.

c. Relokasi Pelabuhan Pontianak tidak akan mempengaruhi harga Barang. d. Relokasi Pelabuhan Pontianak akan menyebabkan harga barang turun.

6. Bagaimana menurut saudara dampak Relokasi Pelabuhan Pontianak dalam pengurangan masalah di Pontianak ?

a. Sangat mempengaruhi. b. Sedikit mempengaruhi. c. Kurang mempengaruhi. d. Tidak mempengaruhi.

7. Bagaimana menurut saudara dampak Relokasi Pelabuhan Pontianak terhadap Ekonomi Masyarakat ?

a. Sangat mempengaruhi. b. Sedikit mempengaruhi. c. Kurang mempengaruhi. d. Tidak mempengaruhi.

(24)

BAB IV

DATA DAN ANALISIS A. Karakteristik Responden Penelitian

Jumlah responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang yang merupakan sebagian dari populasi (sampel) yang diambil dari 554674 jiwa penduduk yang ada di Kota Pontianak. Penelitian mengenai Pengaruh keberadaan pelabuhan terhadap perkembangan sosial ekonomi yang melibatkan variabel bebas dan variabel terikat yaitu; variabel tetap (Y) Pelabuhan dwikora pontianak sedangkan Variabel bebas (X) sosial ekonomi .

1. Karakteristik Responden Masyarakat

Penelitian pada variabel ini adalah aspek keadaan sosial ekonomi masyarakat sebagai impilkasi terhadap keberadaan Pelabuhan dwikora Pontianak. Dari observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar Pelabuhan dwikora Pontianak relatif tidak banyak berbeda pada sebagian kondisi masyarakat yang ada di kawasan kawasan kota Pontianak. Dalam penelitian kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai pengaruh dari relokasi Pelabuhan dwikora Pontianak, maka disusun pada indikator-indikator sub variabel yakni:

a. Tingkat Pendapatan

Pendapatan dari masyarakat yang berada disekitar Pelabuhan dwikora Pontianak diperoleh informasi yang mengalami peningkatan, hal ini dimungkinkan bahwa sebagian besar hasil-hasil pendapatan mereka baik sebagai pekerja pada sektor lain adalah cukup memadai, dalam arti bahwa dalam memenuhi

kebutuhan-kebutuhan mereka, responden memiliki sumber-sumber pendapatan yang memadai, hal ini sejalan dengan berbagai aktivitas di kawasan pariwisata yang memberikan nilai tambah. Banyaknya sumber-sumber pendapatan yang dapat diraih masyarakat di Pelabuhan dwikora Pontianak yang bekerja di sekitar Pelabuhan jelas memberikan peluang bagi mereka untuk memperbaiki taraf hidup mereka.

Tabel 4.1. Tingkat Pendapatan Responden

No Tingkat Pendapatan Frekuensi Persentase

(%)

(25)

2. Rp. 750.000 – Rp. 1.500.000 / Bulan 20 20

3. Rp. 1.500.000 – Rp.2.500.000 / Bulan 67 67

4. > Rp. 2.500.000 / Bulan 6 6

Jumlah 100 100

Sumber : Hasil perhitungan dan pengelolaan data kuesioner, 2018

Berdasarkan tabel 20 di atas dapat dilihat bahwa rata-rata responden yang diteliti memiliki pendapatan yang meningkat, yaitu umumnya berpendapatan di atas Rp. 1.500.000 – Rp. 2.500.000 / bulan, hal ini terlihat bahwa pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara terbuka, kondisi perekonomian masyarakat di Pelabuhan dwikora Pontianak mengalami perubahan, hal ini di dukung oleh peluang lapangan pekerjaan yang ada di Kawasan Pelabuhan dwikora Pontianak.

b. Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan responden yang diteliti dalam penelititan ini, pada dasarnya relatif bervariasi mulai dari SD sampai S1, Seperti yang disajikan dalam table 4.180 berikut ini:

Tabel 4.2. Tingkat Pendidikan Responden Penelitian

No Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase (%)

1. SD 10 4

2. SLTP 20 26

3. SLTA 63 63

(26)

Jumlah 100 100

Sumber : Hasil perhitungan dan pengelolaan data kuesioner, 2018

Berdasarkan table 21 diatas, dapat dilihat bahwa dari 100 responden yang diteliti ternyata terdapat responden yang tidak berpendidikan atau tidak sekolah yaitu sebanyak 4 %, dan berpendidikan SLTA ke atas mencapai 63% selebihnya adalah berpendidikan SD, SLTP dan S1. Dilihat dari presentase responden yang diteliti pada umumnya berpendidikan SLTA bahkan terdapat 26 % yang berpendidikan SLTP kebawah dan 6 % yang berpendidikan SI atau yang telah lulus perguruan tinggi. Hal ini tentu saja berkaitan dengan tingkat sosial ekonomi masyarakat sekitar Kota Pontianak yang relatif masih kurang memadai. Demikian dapat dipastikan bahwa hampir keseluruhan responden yang diteliti pernah memperoleh pendidikan, setingkat SLTP dan SLTA, terutama para nelayan, buruh kapal, dan pedagang yang berada di sekitar Kota Pontianak.

2. Persepsi Responden Masyarakat

Persepsi masyarakat dapat dijadikan sebuah acuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh relokasi Pelabuhan Dwikora Pontianak. Persepsi ini diukur dengan beberapa parameter yaitu pandangan masyarakat mengenai. Pengaruh Pelabuhan terhadap perkembangan sosial ekonomi, tingkat pendapatan, dan peluang pekerjaan di kawasan maupun sekitar pelabuhan.

a. Presepsi responden pengaruh Relokasi Pelabuhan Pontianak terhadap tingkat pendapatan masyarakat

Dari hasil wawancara dan kuesioner yang dilakukan pada masyarakat Kota POntianak, didapatkan hasil bahwa sebanyak 73 % responden menyatakan bahwa pelabuhan memiliki tingkat pengaruh terhadap tingkat pendapatan yang meningkat, sedangkan responden yang menyatakan tingkat pendapatan tetap sebanyak 27 %. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.3. Persepsi Responden Tingkat Pengaruh Relokasi Pelabuhan Pontianak Terhadap Pendapatan

(27)

1. Sangat Berpengaruh 73 73

2. Berpengaruh 27 27

3. Kurang Berpengaruh -

-4. Tidak Bepengaruh -

-Jumlah 100 100

Sumber : Hasil perhitungan dan pengelolaan data kuesioner, 2018

b. Persepsi responden mengenai pengaruh Pelabuhan Pontianak terhadap tingkat pendidikan masyarakat Mayoritas penduduk merasa keberadaan Pelabuhan Pontianak sangat berpengaruh terhadap tingkat Pendidikan masyarakat, berdasarkan hasil wawancara dan pembagian kuesioner yang berjumlah 100 responden, 67 responden beranggapan bahwa pelabuhan bira memiliki pengaruh yang tinggi terhadap tingkat pendidikan masyrakat.

Tabel 4.4. Persepsi Responden Relokasi Pelabuhan Pontianak Terhadap Tingkat Pendidikan Masyrakat

No Jenis Persepsi Frekuensi Persentase

1. Sangat Berpengaruh 67 67

2. Berpengaruh 17 17

(28)

4. Tidak Bepengaruh -

-Jumlah 100 100

Sumber : Hasil perhitungan dan pengelolaan data kuesioner, 2018

c. Persepsi Responden terhadap Peluang Pekerjaan

Bagi masyarakat yang berdomisili di Kota Pontianak, aspek pekerjaan tidak jauh berbeda dengan komunitas masyarakat lainnya di kawasan pesisir Kabupaten Bulukumba, mereka memiliki beragam pekerjaan mulai dari penenun, nelayan, pedagang sampai pada anggota PNS. Meskipun demikian bagi masyarakat yang berada di Desa Bira memberikan keuntungan tersendiri, terutama responden yang memiliki aktifitas yang berhubungan langsung dengan aktifitas-aktifitas Pelabuhan. Disamping itu masyarakat dapat meraup keuntungan dengan berdagang di sekitar pelabuhan.

Tabel 4.5. Persepsi Responden Tentang Peluang Lapangan Pekerjaan Di Pelabuhan Pontianak.

No Jenis Persepsi Frekuensi Persentase

1. Tidak Berminat 6 6

2. Cukup Berpeluang 12 12

3. Berpeluang 15 15

4. Sangat Berpeluang 67 67

Jumlah 100 100

(29)

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan pada 100 responden mengenai peluang untuk melakukan aktivitas pekerjaan di Pelabuhan Pontianak ternyata umumnya responden mengatakan sangat berpeluang untuk melakukan aktivitas di Pelabuhan Bira, dan mereka tahu bahwa beberapa peluang bisnis dapat dilakukan di sekitar Pelabuhan, termasuk berdagang serta berbagai peluang lainnya. Dan yang cukup berminat ternyata diidentifikasi adalah yang memang memiliki aktivitas di sekitar Pelabuhan dengan tingkat pendidikan yang kurang memadai, sedangkan bagi kelompok responden yang memiliki pekerjaan formal mengatakan tidak berminat.

Untuk lebih mempermudah peneliti dalam menyimpulkan hasil kuesioner yang di lakukan dengan menggunakan metode crosstabulation dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi maka hasil analisis dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.6. Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Variabel Sosial Ekonomi Masyarakat

Faktor Sosial

Pengaruh Variabel Ekonomi Indikator Frekuensi Persentase Bobot

Sangat Berpengaruh 73 73 4

Tingkat Berpengaruh 27 27 2

Pendapatan Cukup Berpengaruh - -

-Tidak Berpengaruh - -

-Relokasi

Sangat Berpengaruh 67 67 4

Sosial Tingkat Berpengaruh 17 17 1

Pelabuhan

Ekonomi Pendidikan Cukup Berpengaruh 6 6 1

Pontianak

(30)

-Sangat Berpeluang 67 67 4

Peluang Berpengaruh 15 15 1

Pekerjaan Cukup Berpengaruh 12 12 1

Tidak berminat 6 6 1

Sumber : Hasil Analisis 2018

Tabel 4.7. Rekapitulasi Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Variabel Sosial Ekonomi Masyarakat di Sekitar Pelabuhan Pontianak

Faktor yang Indikator Nilai Standar Nilai Nilai Kesimpulan

mempengaruhi hasil Pengaruh Bobot

Variabel kondisi sosial Crosst

Ekonomi Ab

masyarakat (%)

Tingkat

Pendapatan 73 66,67 – 88,88 4 Berpengaruh

Sosial Relokasi

Tingkat

Pendidikan 67 66,67 – 88,88 4 Berpengaruh Ekonomi

Pelabuhan Pontianak

Peluang

Pekerjaan 67 66,67 – 88,88 4 Berpengaruh

(31)

Dari hasil rekapitulasi penilaian koesioner berdasarkan beberapa indikator yang di tampilkan pada table 26 diatas maka ditarik kesimpulan dengan akumulasi nilai responden yang di dapat, maka diketahui faktor yang sangat berpengaruh terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar lokasi

(32)

BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan

Sesuaipembahasan mengenai pengaruh Relokasi Pelabuhan Pontianak terhadap Ekonomi Provinsi Kalimantan Barat, maka beberapa hal yang dapat disimpulkan sebagai berikut :

Relokasi Pelabuhan Pontianak mempengaruhi Ekonomi Provinsi Kalimantan Barat Terutama Masyarakat Dikota Pontianak, selain itu mengurangi permasalahan Lalu lintas yang terjadi di Kota Pontianak. Relokasi Pelabuhan Pontianak mempengaruhi sosial ekonomi masyarakat baik dalam pendapatan, tingkat pendidikan, dan mata pencaharian, masyarakat yang diharapkan mampu memenuhi segala kebutuhan dan mencapai kesejahteraan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat Khusus nya di Kota Pontianak yang Merupakan Ibukota dari Provinsi Kalimantan Barat ini, dengan demikian adanya Relokasi pelabuhan memberikan peluang dan pengaruh bagi para pedagang untuk melakukan aktivitas mengais rejeki dalam bentuk berdagang dan sebagainya.

Berdasarkan analisis, kriteria utama dari pelabuhan yang dapat dijadikan pintu masuk impor produk industri berturut-turut mulai dari yang paling prioritas adalah

(1) kriteria Keamanan, Ketahanan, dan Pelayanan Pelabuhan, (2) kriteria Ketersediaan Sumberdaya Manusia,

(3) kriteria Fasilitas Pelabuhan Laut ,

(4) kriteria Proteksi terhadap Produk Lokal , dan (5) kriteria Wilayah Perairan untuk Pelabuhan Laut.

(33)

DAFTAR PUSTAKA

ZHULKFLI, A. 2017. Skripsi :“PENGARUH PELABUHAN BIRA TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA BIRA KECAMATAN BONTOBAHARI KABUPATEN BULUKUMBA”. UIN Alauddin Makassar. Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Teknik Sipil. Wahono, D. 2015. Skripsi :“Terminal Petikemas pada Pelabuhan Internasional Pantai Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak”. Universitas Tanjungpura. Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Arsiektur.

https://pontianakkota.bps.go.id

(34)

lampiran 1

Tabulasi Data Hasil Penelitian

I. IDENTITAS RESPONDEN

No. Usia Jenis Pendidikan Jumlah

pekerjaan

Penghasilan Kode Status Harapan Utama

Rsp (Thn) Kelamin Terakhir Tanggungan (Rp) Kependudukan (Pertanyaan No.8)

1 29 P SMA 1 Karyawan 800.000 A Member pengaruh posotif

bagi masyarakat disini

2 20 W SMA 0 - - 0 A Semakin maju

3 32 P SMA 2 Wiraswasta 1.800.000 A Terjadi peningkatan

perekonomian didaerah

4 27 P PT 0 PNS PNS 2.000.000 C perekonomian didaerah Dapat meningkatkan

Pontianak

5 22 W PT 0 Bidan Bidan 2.100.000 B

Sangat ingin melihat perkembangan yang sangat

pesat untuk di daerah Pontianak

6 20 W SMA 0 - - 0 Memajukan warga

Pontianak

7 20 P SMA 0 - - 0 A Menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat

(35)

9 27 W PT 0

IRT IRT

400.000 A

Semoga membantu perekonomian masyarakat

didaerah sini

10 50 P SMA 0 PNS PNS 1.500.000 A Semoga menciptakan lapangan kerja baru

11

semoga dengan relokasi pelabuhan mengurangi permasalahan dipelabuhan itu sendiri

23 W PT 0 - - 0 A

12 22 P SMA 0 - - 0 A

Semoga meningkatkan perekonomian masyarakat

Pontianak

13 48 W SMP 4 IRT buka kedai 1.600.000 B Bisa mensejahterakan masyarakat sekitar Pontianak

14 24 P SMA 1 Tukang ojek tukang ojek 800.000 A

Semoga Relokasi Pelabuhan Pontianak dapat membuat

perekonomian daerah sekitarnya semakin ramai

15 65 P - 6 Petani Petani 1.000.000 A Membantu perekonomian masyarakat

16 35 P SMA 3 Tukang ojek tukang ojek 1.000.000 A

Semoga membantu perekonomian masyarakat sekitar

Pelabuhan

(36)

18 28 W SMA 1 - jual pulsa 1.000.000 A Menciptakan lapangan kerja baru

19 36 P SMA 3 Petani perangkat desa 1.300.000 A

Bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi

masyarakat Pontianak tanpa pemungutan biaya apapun

20 20 W SMA 0 - - 0 A Semakin maju

21 40 P PT 3 Wiraswasta Wiraswasta 2.000.000 A Cepat dioperasikan

22 45 P SMA 3 Mocokmocok Pedagang 1.500.000 A

Mudah-mudahan dapat membantu ekonomi penduduk

Disini

23 35 P PT 3 PNS PNS 5.500.000 A

Semoga perekonomian daerah ini meningkat dan

memberi manfaat yang baik bagi masyarakat

24 27 W PT 0 - Karyawaan 950.000 C

Semoga berjalan dengan baik dan tidak merugikan

Masyarakat

25 30 W PT 2 BUMN BUMN 3.000.000 A Semoga bisa memperbaiki/meningkatkan

(37)

26 24 P SMA 0 Petani Petani 2.000.000 A Cepat dioperasikan

27 21 P SMA 0 - Sales .1000.000 A Cepat selesai dan dapat dioperasikan

28 35 W PT 3 PNS PNS 3.000.000 A Menciptakan lapangan kerja baru

29 49 P SMP 4 Petani Petani 1.000.000 A Meningkatkan perekonomian masyarakat beringin

30 35 P SMA 3 Wiraswasta Wiraswasta 1.200.000 A

Memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar pelabuhan

31 28 W SMA 2 IRT penjaga toko 800.000 B

Semoga Pelabuhan Pontianak semakin jaya dan mampu membangun perekonomian masyarakat

disekitar Pelabuhan

32 50 P - 5 Tukang becak tukang becak 1.000.000 A

Ya, semoga memberikan pengaruh yang baik terhadap

Masyarakat

33 22 P SMA 0 - - 0 A

Dengan Relokasi Pelabuhan Pontianak diharapkan dapat

mempengaruhi perekonomian masyarakat sekitarnya.

34 33 P SMA 2 Karyawan Karyawan 1.500.000 A Semoga semakin berkembang

35 20 W SMA 0 - - 0 A

Berjalan dengan baik dan akan mampu memanfaatkan

36 25 P SMA 0 - Sales 1.000.000 A Dapat menyerap tenaga kerja disekitar Pelabuhan

37 40 P SMA 3 Petani Petani 1.000.000 A Semoga meningkatkan perekonomian masyarakat

(38)

38 31 P SMA 2 Wiraswasta Wiraswasta 3.000.000 A Semoga dapat membuka lapangan pekerjaan baru

39 20 P SMA 0 Kuli Sales 1.200.000 A

Semoga memperlancar ekonomi semua masyarakat di

Kota Pontianak

40 25 W PT 0 - Guru 500.000 A Semoga membantu perekonomian masyarakat

41 26 P PT 2 Pelajar - 800.000 A

Bisa membantu kesejahteraan masyarakat desa

beringin khususnya bagi masyarakat kami

42 27 P PT 0 - Honor 1.300.000 A

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat

Kota Pontianak

43 22 W SMP 3

IRT - Semoga meningkatkan ekonomi Kota Pontianak

600.000 A

44 20 P SMA 0 - - 0 A

Menciptakan lapangan kerja guna meningkatkan

perekonomian masyarakat Pontianak

45 25 P SMP 0 Wiraswasta Wiraswasta 2.000.000 B Semakin maju

(39)

Kota Pontianak

47 37 W SMP 3 Pedagang Pedagang 1.200.000 C Memberikan manfaat bagi masyarakat

48 39 P SMA 2 Karyawan Karyawan 1.500.000 A

Meningkatkan perekonomian masyarakat

49 20 P SMA 0 - - 0 A Semakin maju

50 35 P SMA 3 IRT - 300.000 A Menyediakan fasilitas sosial

51 42 P SMP 4 Wiraswasta Wiraswasta 1.200.000 A

Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat

Sekitar

52 55 P SMA 2 Wiraswasta - 1.500.000 A

Memperbaiki sarana dan prsarana disekitar Pelabuhan

53 27 P PT 2 Wiraswasta Wiraswasta 1.000.000 C

Semakin maju

1.perbaikan sarana dan prasarana disekita

.

54 27 P SMA 0 Pedagang Pedagang 3.000.000 C

2.peningkatan sarana dan prasarana yang akan

meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. 3.selalu adanya pemantauan ekonomi masyarakat

(40)

55 30 P SMA 2 Pedagang - 3.000.000 B Kemudahan transportasi

56 32 W SMA 2 - p. desa 1.300.000 A Semoga mempengaruhi ekonomi Kota Pontianak

57 36 P PT 4

Wiraswasta

-1.200.000 A

Bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi

masyarakat beringin

58 30 P SMA 2 - Security 2.000.000 B

Semoga bisa memperbaiki perekonomian diKota

Pontianak

59 24 W SMA 0 - - 0 A

dapat berkembang

dengan pesat dan maju

60 25 P SMA 0 Karyawan Karyawan 1.000.000 B Semoga terealisasi

61 29 P SMA 1 Karyawan Karyawan 1.000.000 A Semoga meningkatkan ekonomi kota pontianak

62 22 W PT 0 - guru honor 800.000 C

Tidak merugikan aktivitas ekonomi masyarakat

sekitar

63 25 P SMA 2 Wiraswasta - 800.000 A

Meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar

(41)

65 25 W PT 0 Bidan Bidan 2.000.000 C

berkembang

Positif

66 30 P SMA 4 petani Petani 1.000.000 A Dapat mengurangi jumlah pengangguran

67 45 P SMA 4 Wiraswasta Wiraswasta 1.000.000 A

Menciptakan lapangan kerja guna mengurangi jumlah

Pengangguran

68 43 P SMA 4 Wiraswasta Wiraswasta 1.000.000 A Menciptakan lapangan kerja baru

69 43 P SMA 3 Wiraswasta Wirswasta 1.100.000 A Memberikan manfaat bagi masyarakat

70 39 P SMA 2 Wiraswasta Wiraswasta 1.000.000 A Memberikan manfaat bagi masyarakat

71 26 P SMA 0 Karyawan Karyawan 1.000.000 A Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat

72 27 W SMA 2 Karyawan IRT 450.000 A Menyediakan lapangan pekerjaan

73 35 P SD 4 Petani - 1.000.000 A Menyediakan lapangan pekerjaan

74 30 W SMA 2 Karyawan - 500.000 A

Menunjang perekonomian Kota Pontianak

75 37 P PT 3 Karyawan Guru 800.000 A Meningkatkan ekonomi bagi masyarakat

(42)

77 35 W SMA 2 Jualan Jualan 1.000.000 A Semoga dapat merubah perekonomian masyarakat

78 45 P SMA 5 Wiraswasta Wiraswasta 1.500.000 A Semoga dapat merubah perekonomian masyarakat

79 35 W PT 2 Bidan Bidan 2.000.000 A Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat

80 26 W PT 0 Guru Guru 300.000 A

Menunjang perekonomian masyarakat

81 49 W SMA 5 Pedagang Pedagang 1.300.000 A

Semoga membantu perekonomian masyarakat

didaerah sini

82 48 P SMP 3 Supir Supir 1.000.000 C

Bisa memperbaiki ekonomi sekitarnya

83 27 P PT 0 Wiraswasta Wiraswasta 5.000.000 C

Dapat membantu mensejahterakan masyarakat

khususnya yang berada di kota Pontianak ini

84 35 P PT 4 Wiraswasta PNS 3.500.000 A

Ya, semoga memberikan yang terbaik untuk masyarakat

Semua

85 34 P PT 5 Wiraswasta Wiraswasta 8.500.000 C

mampu mempengaruhi

kehidupan masyarakat agar lebih baik dalam bidang

(43)

86 25 P PT 2 wiraswasta wiraswasta 10.000.000 A Harus konsisten jangan banyak korupsi

87 37 P SMA 3 Wiraswasta wiraswasta 1.500.000 A Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat

88 30 P PT 1 Wiraswasta - 5.000.000 C

Infrastruktur yang berkualitas sehingga meningkatkan

pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar

89 34 P SMA 2 Wiraswasta - 1.000.000 A Menyediakan fasilitas sosial

90 40 P SMP 2 Tukang becak tkg becak 1.000.000 A Semoga dapat menciptakan lapangan kerja baru

91 54 W SD 6 Jualan Jualan 800.000 A

Menyediakan fasilitas sosial bagi masyarakat kurang

Mampu

(44)
(45)
(46)
(47)
(48)

Gambar

Tabel 1.1. Arus Penumpang Pelabuhan Pontianak Tahun 2010-2014
Tabel 1.2. Arus Kunjungan Kapal Pelabuhan Pontianak Tahun 2010-2014
Tabel 2 Variabel Penelitian
Tabel 4.1. Tingkat Pendapatan Responden
+6

Referensi

Dokumen terkait

Pelabuhan pengumpul yang direkomendasikan yaitu : Lembar di Propinsi Nusa Tenggara Barat, Maumere di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Pontianak di Propinsi Kalimantan

Maksud dasar dari pemecah gelombang adlah melindungi daerah pedalaman perairan pelabuhan, yaitu memperkecil tinggi gelombang laut, sehingga kapal dapat berlabuh

10 Pengembangan pelabuhan terkait MP3EI di Provinsi Kalimantan Barat difokuskan pada Pengembangan Pelabuhan Samudera di Pulau Temajo, Optimalisasi Terminal barang

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang distribusi sedimen dasar di Perairan Pelabuhan Cirebon dapat disimpulkan bahwa jenis sedimen dasar yang terdapat

Pelabuhan Manipa terdapat di Pulau Manipa yang merupakan salah satu dari 11 (sebelas) kecamatan yang terdapat dalam wilayah administrasi Kabupaten Seram Bagian Barat

(3) Wilayah kerja Kantor Pelabuhan Batam mempunyai tugas melakukan kegiatan pemberian pelayanan lalu lintas dan angkutan laut, keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang distribusi sedimen dasar di Perairan Pelabuhan Cirebon dapat disimpulkan bahwa jenis sedimen dasar yang terdapat

Pelabuhan Lembar melayani penyebrangan kapal penumpang Kapal Ferry dan kapal barang dari wilayah barat dan utara Lombok, seperti Bali dan Makassar kapal Pelni... Pelabuhan ini