• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBLIGASI SYARIAH IJARAH DALAM PERSPEKTIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "OBLIGASI SYARIAH IJARAH DALAM PERSPEKTIF"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

OBLIGASI SYARIAH IJARAH DALAM PERSPEKTIF

HUKUM ISLAM

(Studi Kasus PT. Matahari Putra Prima Tbk.)

PROPOSAL SKRIPSI

SKRIPSI

DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS SYARI’AH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN DARI SYARAT-SYARAT

MEMPEROLEH GELAR SARJANA STRATA SATU DALAM ILMU HUKUM ISLAM

DISUSUN OLEH : MUHAMMAD ARIS SAFI’I

04380079

PEMBIMBING : 1. H. SYAFIQ M. HANAFI, M.Ag 2. ABDUL MUGHITS, S.Ag., M.Ag

MUAMALAT

FAKULTAS SYARI’AH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

(2)

ABSTRAK

Banyak perusahaan yang menggunakan pasar uang dan pasar modal sebagai sumber pembiayaan atau modal para pengusaha. Demikian juga masyarakat yang mempunyai surplus dana semakin tertarik untuk menginvestasikan dananya melalui pasar modal atau pasar uang.

Hal ini juga diikuti dengan berbagai instrument atau securities yang ditawarkan oleh Pasar modal, dan salah satunya adalah obligasi.

Bagi umat Islam objek dalam melakukan usaha tidak bisa semata-mata terpusat dalam mencari keuntungan, akan tetapi lebih dari itu juga harus tidak bertentang dengan syariah. Untuk itu Lembaga Keuangan Syariah harus mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat tersebut harus sesuai dengan syari’ah. Maka dikeluarkanlah obligasi syariah, yaitu suatu surat berharga berjangka panjang berdasarkan prinsip syari’ah dikeluarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syari’ah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syari’ah berupa bagi hasil/margin/Fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo. Obligasi syariah ini terdiri dari obligasi syariah ijarah, mudharabah, wakalah dan kafalah. Dan dalam hal ini kami akan meneliti tentang obligasi syariah ijarah yang berkembang saat ini.

Obligasi syariah ijarah banyak digunakan atau dilaksanakan oleh para pelaku bisnis atau perusahaan-perusahaan besar, di antaranya adalah PT. Matahari Putra Prima Tbk.. Namun, apakah obligasi syari’ah ijarah yang ada saat ini sudah sesuai dengan kaidah-kaidah hukum muamalat atau hukum Islam yang ada. Dan bagaimana obligasi syariah ijarah di PT. Matahari Putra Prima Tbk. Dilaksanakan, obligasi yang semula bertujuan guna mencari dana guna membangun gedung. Akan tetapi malah digunakan untuk membyar sewa areal usaha.

Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), dengan pendekatan normatif yakni mengkaji data yang ada menggunakan analisis kualitatif melalui metode berfikir induksi maupun deduksi.kemudian dibahas dan dinilai dengan kaidah-kaidah hukum Islam.

Sehingga, dalam membahas masalah ini akan diperoleh kesimpulan bahwa obligasi syariah ijarah dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang akad ijarah serta ketentuan-ketentuan tentang obligasi syariah ijarah. Demi tercapai kemaslahatan bersama.

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

vi

MOTTO

اﻮﻨﻣأ

ﻦﻳﺬﻟا

ﺎﻬﻳأﺎﻳ

ﻞﻃﺎﺒﻟﺎﺑ

ﻢﻜﻟاﻮﻣأ

اﻮﻠآﺄﺗ

ﻦﻋ

ةرﺎﺠﺗ

نﻮﻜﺗ

نأ

ﻻإ

ﺎﻤﻴﺣر

ﻢﻜﺑ

نﺎآ

ﷲا

نإ

ﻢﻜﺴﻔﻧأ

اﻮﻠﺘﻘﺗ

ﻻو

ﻢﻜﻨﻣ

ضاﺮﺗ

(8)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan Karya ini Untuk:

Ayahanda (H.Humam Dahlan) dan Ibunda (Hj. Mawardijah )Tercinta,

Dan semua yang telah membantu saya

Serta untuk menambah khasanah keilmuan dalam bidang Hukum Islam

(9)

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB

Transliterasi huruf-huruf Arab yang dipakai dalam penyusunan skripsi ini berpedoman pada Surat Keputusan Bersama Departemen Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tertanggal 10 September 1987 Nomor: 158/1987 dan Nomor: 0543 b/U/1987.

A. Konsonan Tunggal

Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama

ا

alif tidak dilambangkan tidak dilambangkan

(10)

ك

kaf k ka

ل

lam l ’el

م

mim m ’em

ن

nun n ’en

و

waw w w

ha’ h ha

ء

hamzah ’ apostrof

ي

ya’ y ye

B. Konsonan Rangkap Karena Syaddah ditulis Rangkap

ةﺪﻘﻌﺘﻡ

ditulis Muta’addidah

ةﺪﻋ

ditulis ’iddah

C. Ta’ Marbûtah di Akhir Kata

1. Bila dimatikan tulis h

ﺔﻤﻜﺣ

ditulis H{ikmah

ﺔیﺰﺟ

ditulis Jizyah

2. Bila diikuti dengan kata sandang “al” serta bacaan kedua ini terpisah, maka ditulis dengan h

ءﺎﻴﻟوﻷا

ﺔﻡاﺮآ

ditulis Kara>mah al-auliya>’

3. Bila ta’ marbûtah hidup maupun dengan harakat, fathah, kasrah, dan dammah ditulis t

ﺮﻄﻔﻟا

ةﺎآز

ditulis Zaka>h al-fit}r

D. Vokal Pendek

َ

fathah ditulis A

ِ

kasrah ditulis I

ُ

dammah ditulis U

(11)

E. Vokal Panjang

G. Vokal pendek yang berurutan dalam satu kata dipisahkan dengan apostrof

ﻢﺘﻥأأ

ditulis A’antum

تﺪﻋأ

ditulis U’iddat

ﻢﺕﺮﻜﺷ

ﻦﺌﻟ

ditulis La’ain syakartum

H. Kata Sandang Alif + Lam

1. Bila diikuti huruf qomariyah

نﺁﺮﻘﻟا

ditulis Al-Qur’a>n

سﺎﻴﻘﻟا

ditulis Al-Qiya>s

(12)

2. Bila diikuti huruf syamsiyah ditulis menggandakan syamsiyah yang mengikutinya, serta menghilangkan huruf l (el)nya.

ءﺎﻤﺴﻟا

ditulis As-Sama>’

ﺲﻤﺸﻟا

ditulis Asy-Syams

I. Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat ditulis menurut penulisannya

ضوﺮﻔﻟا

ىوذ

ditulis Źawi al-furu>d}

ﺔﻨﺴﻟا

ﻞها

ditulis Ahl as-sunnah

(13)

KATA PENGANTAR

ﻢﻴ

ﺣﺮ

ﻦﲪﺮ

ﷲﺍ

ﻢﺴﺑ

ﹼﻥﺃ

ﺪﻬﺷﺃ

ﻚﻳ

ﺪﺣﻭ

ﷲﺍ

ﹼﻻﺇ

ﻥﺃ

ﺪﻬﺷﺃ

،ﲔﻤﻠ

ﺏﺭ

ﺪﻤﳊﺍ

ﻮﺳﺭ

ﺪﺒ

ﺪﻤﳏ

ﺎﻧ

ﺪﻴ

.

ـﻟ

ﻰـﻠ

ﻋﻭ

ﺪﻤﳏ

ﺎﻧ

ﺪﻴ

ﻰﻠ

ﻢﹼﻠ

ﺳﻭ

ﹼﻞﺻ

ﻢﻬﹼﻠ

ﲔﻌ

ﲨﺃ

ﺤﺻﻭ

.

ﺪﻌ

ﺎﻣ

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah Swt, yang telah

melimpahkan petunjuk, bimbingan dan kekuatan lahir batin kepada diri penyusun,

sehingga skripsi ini dapat disusun sebagaimana mestinya. Salawat dan salam

semoga dilimpahkan oleh-Nya kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad

Saw, para sahabat dan semua pengikutnya yang setia di sepanjang zaman. Amin.

Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan, meskipun penyusun telah berusaha semaksimal mungkin untuk

mencapai hasil yang terbaik. Oleh karena itu, betapapun pedas dan pahit untuk

dirasakan, kritik dan saran sangat penyusun harapkan demi peningkatan dan

perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, tidak lupa penyusun haturkan ucapan terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, Selaku Dekan Fakultas Syariah

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta beserta staf yang telah menyediakan dan

memberikan fasilitas dan persetujuan atas penyusunan skripsi ini.

2. Bapak Drs. Riyanta, M.Hum, selaku Ketua Jurusan Muamalat.

(14)

3. Bapak . H. Syafiq M. Hanafi, M.Ag, selaku Dosen Pembimbing I dan

merangkap Pembimbing Akademik yang telah banyak memberikan bimbingan

dan arahan kepada penyusun.

4. Abdul Mughits, S.Ag., M.Ag., selaku Dosen Pembimbing II yang telah

banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penyusun

5. Bapak/ Ibu Dosen Fakultas Syari’ah Jurusan muamalat yang telah

mencurahkan segala wawasan keilmuan kepada penyusun..

6. Seluruh staf Tata Usaha (TU) Fakultas Syari'ah UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta yang telah mempermudah prosedur penelitian ini.

7. UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah mempermudah

pengumpulan bahan penyusunan skripsi ini.

8. Kedua orang tua H. Humam Dahlan dan Hj. Mawardijah yang selalu

mendo’akan dan memberikan, nasehat serta motivasi dalam penulisan skripsi

ini.

9. Kakak-kakakku pa’An, mbak Sri, mas Sur, mbak Fi’ serta ketiga keponakanku

Ica, Ian, dan Ozan. Yang selalu mendoa’akan dan memberi nasihat serta

mensuport penyusun dalam penulisan skripsi ini.

10.Teman-teman Yang telah banyak membantu penyusun. Teruntuk “gadis

kecilku” Ida Fitriyah, Azizah Hefni At-Tamimi serta Rekan-rekan di MU satu

perjuangan, teman-teman Mripat, teman-teman di pondok al-Mashuriyah “IJ”

dan teman-teman di kos..

(15)

11.Berbagai pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini, yang tidak

dapat penyusun sebutkan satu persatu. Semoga memperoleh imbalan yang

setimpal dari Allah Swt dan selalu dalam lingdungan-Nya

Akhirnya penyusun hanya berharap semoga karya yang masih sangat

sederhana ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi para pembaca

umumnya. Amin. Atas segala khilaf, penyusun haturkan permohonan maaf yang

sedalam-dalamnya.

Yogyakarta, 22 Juma>dil awal 1430 H 18 Mei 2009 M

Penyusun

Muhammad Aris Safi’i 04380079

(16)

xv DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

ABSTRAK ... ii

NOTA DINAS ... iii

HALAMAN PENGESAHAN... v

HALAMAN MOTTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA... viii

KATA PENGANTAR ... xii

DAFTAR ISI... xv

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah... 6

C. Tujuan Kegunaan ... 6

D. Telaah Pustaka ... 7

E. Kerangka Teoretik ... 10

F. Metode Penelitian ... 15

G. Sistematika Pembahasan... 17

BAB II. TINJAUAN UMUM TENTANG KONSEP OBLIGASI SYARIAH IJARAH ... 19

A. Konsep Dasar Fiqih Muamalat ... 19

B. Akad Ijarah... 23

1. Defenisi... 23

2. Dasar Hukum ... 25

(17)

xvi

4. Menyewakan Barang Sewaan... 31

5. Pembatalan dan Berakhirnya Akad Ijarah ... 32

6. Pengembalian Barang Sewaan... 34

7. Kemaslahatan... 34

C. Obligasi Syari’ah... 38

D. Obligasi Syariah Ijarah... 42

1. Defenisi... 42

2. Ketentuan ... 43

3. Penerbitan Obligasi Syariah ... 45

BAB III. GAMBARAN UMUM TENTANG PELAKSANAAN OBLIGASI SYARI’AH IJARAH DI PT. MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk ... 49

A. Gambaran Umum PT. Matahari Putra Prima Tbk... 49

B. Pelakasanaan Obligasi Ijarah di PT. Matahari Putra Prima Tbk... 52

BAB IV. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK OBLIGASI SYARI’AH IJARAH DI PT. MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk ... 59

A. Akad dalam Obligasi Syari’ah Ijarah... 59

B. Aspek Pelaksanaan... 64

BAB V. PENUTUP... 67

A. Kesimpulan ... 67

B. Saran... 70

DAFTAR PUSTAKA ... 71 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(18)

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Dengan perkembangan zaman yang diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, membangkitkan hasrat manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik itu kebutuhan berdimensi d}aru>riya>t atau kebutuhan dasar (basic need) maupun kebutuhan

h}a>jiyya>t (sekunder) dan kebutuhan berdimensi tah}siniyya>t atau pelengkap,1 dan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dalam berusaha. Manusia dituntut untuk inovatif dan kreatif dalam menyikapi perekonomian yang terus berkembang.

Pada hakikatnya manusia adalah mahluk sosial yang berkodrat hidup dalam masyarakat disadari atau tidak untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka selalu berhubungan satu sama lain.2 Jadi apapun usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada orang atau pihak lain yang membantunya, seperti halnya seorang pengusaha ketika ingin memperluas

1

Sahal Mahfud, Wajah Baru Fiqih Pesantren (Jakarta: Citra Pustaka Bersama Keluarga Mathaliul Falah (KMF), 2004), hlm. 31.

2

Ahmad Azhar Basyir, Asas-asas Hukum Muamalat, Hukum Perdata Islam, (Yogyakarta: UII perss,1993). hlm. 11

(19)

2

usahanya agar dapat mendapatkan keuntungan yang besar, dia harus bekerjasama dengan perusahaan lain dalam usahanya, karena dia membutuhkan modal yang lebih besar dalam menjalankan bisnisnya. Kerjasama dalam memeperoleh modal tersebut dapat berupa peminjaman modal kepada bank, ataupun pencarian modal melalui pasar modal.

Sekarang ini banyak perusahaan atau investor yang menggunakan pasar uang dan pasar modal sebagai sumber pembiayaan atau pendanaan. Demikian juga masyarakat yang mempunyai surplus dana, semakin tertarik untuk menginfestasikan dananya melalui pasar modal atau pasar uang. Pasar modal (capital market) sendiri merupakan pasar untuk berbagai instrument keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk uang (obligasi) maupun modal sendiri (saham).3 Hal ini juga diikuti dengan berbagai instrumen atau sekuritas yang ditawarkan oleh pasar modal, dan salah satunya adalah obligasi.

Bagi umat Islam objek dalam melakukan usaha tidak bisa semata-mata terpusat dalam mencari keuntungan, akan tetapi lebih dari itu juga harus tidak bertentangan dengan Syari’at. Obligasi yang merupakan surat berharga jangka panjang yang bersifat utang yang memungkinkan bagi pemegang obligasi tersebut untuk imbalan bunga secara periodik dan akan mendapatkan imbalan

3

(20)

3

pengembalian pelunasan pokok pada saat jatuh tempo. Praktek obligasi yang ada pada keuangan konvensional tidak sesuai dengan Syariah, dikarenakan terdapat unsur bunga sebagai imbalan bagi pemegang obligasi. Untuk itu Lembaga Keuangan Syari’ah harus mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat tersebut harus sesuai dengan Syari’ah.

Dengan adanya masalah tersebut dikeluarkanlah obligasi syari’ah, sebagai solusinya. Penerbitan instrumen investasi ini dapat dipandang sebagai inovasi baru dalam keuangan syariah. Obligasi syariah (sukuk) bukan instrumen utang piutang dengan bunga (riba), tetapi diterbitkan dengan suatu underlying asset dengan prinsip syariah yang jelas.

Obligasi syariah sebagai bentuk pendanaan (financing) dan sekaligus investasi (investment) memungkinkan beberapa bentuk struktur yang dapat ditawarkan untuk tetap menghindarkan riba. Berdasarkan pengertian tersebut, obligasi syariah dapat memberikan:

(21)

4

2. Margin/fee berdasarkan akad murabahah atau salam atau isthis{na\ atau ija>rah. Dengan akad mura>bahah/salam/isthis{na\ sebagai bentuk jual beli dengan skema cost plus basis, obligasi jenis ini akan memberikan fixed return.

Di Indonesia, yang digunakan dalam penerbitan obligasi syariah adalah struktur mud{a>rabah dan ija>rah baik yang telah diterbitkan maupun yang akan diterbitkan. Sehingga yang cukup dikenal adalah obligasi syariah mud{a>rabah dan ijarah.4 Dalam skripsi ini kami akan meneliti tentang obligasi syariah ija>rah.

Dalam obligasi syariah ijarah ini perjanjian (akad) yang dilakukan adalah pihak yang memiliki barang atau jasa (pemberi sewa atau pemberi jasa) berjanji kepada penyewa atau pengguna jasa untuk menyerahkan hak pengguna atau pemanfaat atau suatu barang dan atau memberikan jasa yang dimiliki pemberi sewa atau pemberi jasa dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa atau upah (ujrah), tanpa diikuti dengan beralihnya hak atas pemilikan barang yang menjadi objek ijarah.

Obligasi syari’ah ijarah ini bertujuan untuk menghindarkan umat dari perbuatan riba dalam melakukan perbuatan yang bersifat muamalah sesuai dan demi kemaslahtan umat sesuai dengan tujuan hukum Islam, karena pada umumnya hukum Islam mempunyai tujuan melindungi kemaslahatan umat. Hukum tidak mungkin diturunkan dengan sia-sia (‘abatan) melainkan mempunyai

4

Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution, Investasi pada Pasar Modal Syariah

(22)

5

alasan yang didukung oleh kebijakan Tuhan (hikmah). Alasan yang dimaksud adalah mewujudkankan dan melindungi kepentingan (maslahat).5

Dengan tujuan melindungi kemaslahatan umat, menarik para pelaku bisnis atau perusahaan-perusahaan besar untuk menggunakan obligasi syari’ah ijarah guna mengembangkan usahanya. Ketika kemaslahatan yang ada lebih condong kepada mencari keuntungan dan memberikan celah kepada perbuatan tercela (kecurangan), maka akan terjadi banyak penyimpangan (mafsadat) yang dilakukan oleh para perlaku bisnis. Hal ini juga bertentangan dengan kaidah ushul fiqh yaitu :

Sebagaiman diketahui tujuan obligasi syari’ah ijarah yang dilakukan PT. Matahari Putra Prima Tbk. sebenarnya adalah bertujuan untuk mencari dana guna membangun gedung, kemudian bangunan yang telah jadi tersebut disewakan kepada pihak lain dan hasil sewa yang diperoleh digunakan untuk memberikan keuntungan kepada pemegang obligasi. Kasus Matahari Putra Prima Tbk. dalam praktiknya konsep ini dilanggar oleh PT. Matahari Putra Prima Tbk. karena pembangunan gedung dilakukan oleh PT. Matahari Putra Prima Tbk. dan

5

Ibrahim bin Musa al-Garnati asy-Syatibi, al-Muwa>faq>at f>iUsu>l asy-Syari>

ah (Beirut: Dar al-Ma’ari>f, t.t), II: 44.

6

(23)

6

penyewanya pun PT. Matahari Putra Prima Tbk. sendiri..7 Seluruh dana hasil penerbitan Obligasi Syariah Ijarah juga dimanfaatkan untuk pembayaran sewa areal usaha. Sampai akhir 2003, PT. Matahari Putra Prima Tbk. mengoperasikan 80 gerai department store (tokoserba ada) dan 58 gerai pasar swalayan di sekitar 50 kota di seluruh Indonesia.Oleh karena itu, penyusun menganggap penting diadakan penelitian tentang masalah tersebut agar maslahat umat yang menjadi tujuan dari obligsi syariah dapat tercapai.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah penyusun uraikan di atas maka rumusan masalah yang hendak diangkat dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana pelaksanaan Obligasi Syari’ah Ijarah di PT. Matahari Putra Prima Tbk?

2. Bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap praktek obligasi syariah ijarah di PT. Matahari Putra Prima Tbk?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Penelitian ini mempunyai tujuan-tujuan tertentu yang tidak terlepas dari pokok masalah yang menjadi inti pembahasan dan diharapkan berguna dan dapat bermanfaat.

Adapun tujuan dari penyusunan skripsi ini sebagai berikut:

7Ika,Obligasi Syariah Masih Bermasalah”

(24)

7

1. Untuk menggambarkan praktik obligasi syari’ah ijarah di PT. Matahari Putra Prima Tbk.

2. Menjelaskan dan memaparkan pandangan hukum Islam terhadap praktek obligasi syari’ah ijarah PT. Matahari Putra Prima Tbk.

Adapun kegunaannya adalah sebagai berikut:

1. Dapat memberikan kontribusi bagi upaya pengembangan pemikiran dalam bidang hukum Islam.

2. Memperluas wawasan bagi penyusun dan bagi masyarakat pada umumnya, khususnya yang berkaitan dengan obligasi syariah ijarah. 3. Memberikan sumbangan pemikiran dan asumsi-asumsi pemikiran bagi

penelitian lanjutan yang berkaitan dengan pemikiran obligasi syar’iah dalam hukum Islam.

D. Telaah Pustaka

Pasar modal sebenarnya bukan merupakan bentuk pasar baru dalam dunia perokonomian Islam dan di Indonesia, aktivitas pasar modal sudah dimulai sejak tahun 1912 di Jakarta.8 Pada saat itu ulama klasik belum mencantumkan bahasan tentang pasar modal dalam kitab yang disusunnya, karena pasar modal pada saat itu belum dikenal. Akan tetapi, prinsip-prinsip muamalah yang menjadi dasar

8

Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah, Deskripsi dan Ilustrasi,

(25)

8

hukum kelangsungan kegiatan pasar modal dapat di jumpai dalam kitab-kitab fiqih klasik.

Kajian tentang obligasi syariah ijarah sudah banyak dilakukan namun yang membahas tentang pelaksanaan obligasi ijarah yang berkembang saat ini dengan PT. Matahari Putra Prima Tbk sebagai salah satu contoh pelaksana obligasi syariah ijarah yang dibahas dengan kajian Hukum Islam (fiqih muamalat) secara mendalam, belum ada.

Sedangkan kajian tentang obligasi secara umum juga sudah ada, seperti dalam skripsinya Wawan Setiawan “Zakat Obligasi Perusahaan Dalam Perspektif Hukum Islam” menggambarkan tentang pandangan hukum Islam terhadap obligasi dan zakat obligasi. Dan penelitian tentang zakat obligasi juga dilakukan oleh Alifiyah “Zakat Saham dan Obligasi (Studi Terhadap Pemikiran Yusuf Qardawi)” tentang kewajiban zakat yang dikenakan dalam saham dan obligasi ditinjau dari pemikiran Yusuf Qardawi dan dalam makalahnya Muhammad Kamal Zubair” Instrument Investasi Pasar Modal (Analisis Perbandingan Obligasi dan Sukuk)” yang membahas tentang perbedaan antara sukuk dan obligasi baik segi keuntungan dan rugi serta sudut pandang syariah tentang obligasi dan sukuk.9

9

(26)

9

Skripsi Ika Aisyah Ambaratni “Analisis Efisiensi Penggunaan Modal Kerja pada PT. Matahari Putra Prima Tbk.” Tentang tingkat efisiensi penggunanaan modal kerja pada PT. Matahari.10

Kajian tentang akad ijarah di antaranya skripsi Siti Sholikhah “Tinjauan Hukum Islam Mengenai Wa’ad Jual Beli Dalam Ijarah Muntahiyah Bi Al-Tamlik (Studi Atas Fatwa DSN No. 27/DSN-MUI/II/2002)“, mengkaji tentang penggunaan dua akad sekaligus dalam satu transaksi.11 Skripsi Dede Zianal Mustafa “Tinajauan Hukum Islam Terhadap Pengaruh Harga Jual Barang Jual Barang Jaminan Atas Biaya Ijarah Pada Pegadaian Syari’ah (Studi Di Pegadaian Syari’ah Kusuma Negara)” tentang pengaruh biaya ijarah terhadap harga jual barang jaminan,12 dan skripsi Nur Umi Sangadah “Pelaksanaan Ijarah Al-Mutahiyah Bi Al-Tamlik di BMT Harapan Umat Klaten” membahas tentang bagaimana pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan Ijarah Al-Mutahiyah Bi Al-Tamlik di BMT Harapan Umat Klaten.13

10

Ika Aisyah Ambaratni , “Analisis Efisiensi Penggunaan Modal Kerja pada PT. Matahari Putra Prima Tbk.” Skripsi. Fakultas Ekonomi Universita Ahmad Dahlan, Yogyakarta 2008.

11

Siti Sholikhah, Tinjauan Hukum Islam Mengenai Wa’ad Jual Beli Dalam Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik (Studi Atas Fatwa DSN No. 27/DSN-MUI/II/2002)”. Skripsi Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2008.

12

Dede Zianal Mustafa, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pengaruh Harga Jual Barang Jual Barang Jaminan Atas Biaya Ijarah Pada Pegadaian Syari’ah (Studi Di Pegadaian Syari’ah Kusuma Negara).” Skripsi Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2007.

13

(27)

10

Junaedi dalam bukunya Transaksi Saham dan Obligasi di Pasar Modal Indonesia ditinjau dari Segi Hukum Islam, mengungkapkan bahwa transaksi di pasar modal itu boleh selama berorientasi untuk mengembangkan dunia investasi bukan untuk spekulasi.14 Transaksi dan investasi di pasar modal juga dikaji oleh Nurul Huda, Mustafa Edwin dalam bukunya Investasi Pada Pasar Modal Syariah.

Dari beberapa literatur dan penelitian yang penyusun dapatkan sebagai bahan penelitian dalam penyusunan skripsi tentang pandangan dan hukum Islam terhadap praktek obligasi ijarah. Belum ada yang meneliti tentang masalah obligasi syariah ijarah secara mendalam dengan tinjauan filosofis.

E. Kerangka Teoretik

Keadaan umat manusia terus berkembang mengikuti zaman, tidak bisa statis pada satu gerak, ruang dan waktu. Hal ini diringi dengan perkembangan ekonomi yang pesat sehingga muncul banyak produk-produk baru di bidang pasar modal dalam perekonomian kita.

Islam memberi keleluasaan bagi pemeluknya untuk terlibat dalam berbagi perikatan atau transaksi baru sesuai dengan tuntutan zaman, dengan catatan harus memenuhi prinsip-prinsip dalam bermuamalah. Prinsip tersebut yaitu :15

14

Junaedi, Transaksi Saham dan Obligasi di Pasar Modal Indonesia Ditinjau dari Segi Hukum Islam, cet. ke-2, (Jakarta: Kalam Mulia,1995), hlm. 74

15

(28)

11

1. Pada dasarnya segala bentuk muamalah adalah mubah, selama tidak ada dalil al-Qur’an atau Sunnah Rasulullah yang mengharamkannya. Artinya hukum Islam memberi kesempatan yang luas terhadap berkembangnya bentuk dan macam muamalah baru di Indonesia.

ا

2. Muamalah dilakukan atas dasar sukarela tanpa mengandung unsur paksaan dan suka sama suka antara pihak-pihak yang bertransaksi. Sehingga, terdapat kebebasan berkehendak pada pihak yang melakukan transaksi serta menghindarkan kecurangan dalam bertransaksi.

ﺎﻬیأﺎی

3. Muamalah dilakukan atas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat dan menghindarkan madharat dalam kehidupan.

4. Memelihara nilai keadilan, menghindarkan unsur penganiayaan dan unsur pengambilan kesempatan dalam kesempitan.18

16

Moh. Adi Bisri, Terjemah Al-Faraidul Bahiyyah, hlm. 11.

17

An-Nisa (4) : 29.

18

(29)

12

Dalam hukum Islam akad perjanjian masuk ke dalam fiqih muamalah. Akad adalah ketertarikan keinginan diri dengan keinginan orang lain dengan cara memunculkan adanya komitmen tertentu yang disyari’atkan. Manusia diberikan kebebasan dalam mengikat dan melaksanakan perjanjian dan Islam tidak mensyaratkan untuk mengambil bentuk tertentu asalkan tidak menimbulkan kemadharatan. Jelas bentuknya meskipun tidak tertulis. Setiap orang beriman berkewajiban untuk melaksanakan yang telah diakadkan baik berupa perkataan maupun perbuatan sesuai dengan firman Allah swt:

وﺪﺠﺕ

ﻢﻟو

ﺮﻔﺳ

ﻰﻠﻋ

ﻢﺘﻨآ

نإو

ﻜﻀﻌﺑ

ﻦﻡأ

نﺈﻓ

ﺔﺿﻮﺒﻘﻡ

ﻦهﺮﻓ

ﺎﺒﺕﺎآ

ا

ّدﺆﻴﻠﻓ

ﺎﻀﻌﺑ

ّﻟا

ﻪّﺑر

ﷲا

ﻖّﺘﻴﻟو

ﻪﺘﻨﻡأ

ﻦﻤﺕؤا

ىﺬ

19

Akad adalah satu sebab dari yang ditentukan syara’, yang karenanya timbullah hukum, akad merupakan perbuatan yang sengaja dibuat oleh dua orang atau dua pihak berdasarkan persetujuan masing-masing pihak.

Hasbi ash-Shiddiqy mendefinisikan akad adalah perbuatan antara ijab dan Kabul dengan cara yang dibenarkan syara’ yang menetapkan keridhaan antara kedua belah pihak.20

Obligasi syari’ah ijarah merupakan aplikasi dari perjanjian sewa menyewa yang diciptakan LKS. Sebelum akad ini berkembang, pada dasarnya akad ini

19

Al-Baqarah (2): 283

20

(30)

13

berpijak pada akad sewa-menyewa(ija>rah) dalam kajian ilmu fiqih. Syari’at Islam menganjurkan manusia untuk mengadakan akad sewa-menyewa karena dalam kehidupan bermasyarakat tidak semua orang mempunyai sesuatu yang dibutuhkan.

Akad ijarah atau sewa-menyewa dibutuhkan dalam kehidupan manusia, karena itulah maka syariat Islam membenarkannya. Seseorang terkadang dapat memenuhi salah satu kebutuhan hidupnya tanpa melakukan pembelian barang, karena jumlah uangnya yang terbatas, misalnya meyewa rumah, sementara pihak yang lainnya memiliki kelebihan rumah dan adapat menyewakannya untuk memperoleh uang dalam rangka memenuhi kebutuhan lainnya.

Ijarah merupakan pokok jual beli dari segala sisinya, dan semua itu boleh, akan tetapi dalam melaksanakannya tidak meninggalkan kaidah-kaidah atau ketentuan akad ijarah yang sesuai dengan syariah.

Obligasi Ijarah adalah obligasi syariah berdasarkan akad ijarah. Akad ijarah adalah suatu jenis akad untuk mengambilmanfaat dengan jalan penggantian. Artinya, pemilik harta memberikan hak untuk memanfaatkan objek yang ditransaksikan melalui penguasaan sementara atau peminjaman objek dengan manfaat tertentu dengan membayar imbalan kepada pemilik objek. Ijarah mirip dengan leasing, tetapi tidak sepenuhnya sama. Dalam akad ijarah disertai dengan adanya perpindahan manfaat tetapi tidak terjadi perpindahan kepemilikan.

(31)

14

a. Objeknya dapat berupa barang (harta fisik yang bergerak, tak bergerak, harta perdagangan) maupun berupa jasa.

b. Manfaat dari objek dan nilai manfaat tersebut diketahui dan disepakati oleh kedua belah pihak.

c. Ruang lingkup dan jangka waktu pemakaiannya harus dinyatakan secara spesifik.

d. Penyewa harus membagi hasil manfaat yang diperolehnya dalam bentuk imbalan atau sewa / upah.

e. Pemakai manfaat (penyewa) harus menjaga objek agar manfaat yang diberikan oleh objek tetap terjaga.

f. Pembeli sewa haruslah pemilik mutlak.

Ketentuan-ketentuan dalam akad ijarah baik itu syarat maupun rukunnya harus dipatuhi dan dilaksanakan agar dalam pelaksanaan akad ijarah tidak timbul mafsadat. Begitu juga dengan ketetuan-ketentuan lain yang menyertai obligasi syariah ijarah seperti Fatwa Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia no: 41/DSN-MUI/III/2004 tentang Obligasi Syariah Ijarah.

Pada dasarnya pada bidang muamalah dalam ilmu fiqih dapat diketahui makna dan rahasianya oleh manusia. Oleh karena itu, penelusuran hikmah terhadap masalah muamalah menjadi penting.21

21

(32)

15

F. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah pustaka,22 karena sumber data dari berbagai karya tulis, sedangkan pendekatan yang akan dipakai adalah pendekatan normatif yakni mengkaji data yang ada kemudian dibahas dan dinilai dengan kaidah-kaidah hukum Islam.

2. Sifat Penelitian

Penelitian ini bersifat normatif, yaitu data yang ada disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis. Penelitian ini menguraikan konsep fiqih muamalat tentang akad ijarah. Kemudian, beberapa teori yang terkandung dalam konsep tersebut diaplikasikan untuk memecahkan permasalahan obligasi ijarah.

3. Sumber Data

Untuk menggali data yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi ini, penyusun merujuk pada sumber utama yaitu karya-karya ilmiah atau penelitian tentang obligasi syariah di PT. Matahari Putra Prima Tbk dan kitab-kitab tentang fiqih muamalat dan kitab a -muwa>l faqa>t, serta beberapa

22

(33)

16

buku lain yang membahas akad ijarah dan maqặsid asy-Syari’ah. Di samping itu juga referensi yang berkaitan dengan obligasi syari’ah ijarah. 4. Pendekatan masalah

Pendekatan masalah yang penyusun gunakan adalah pendekatan normatif, yaitu meneliti masalah dalam bingkai norma-norma yang ada dengan mendasarkan pada teks-teks yang bersumber pada hukum Islam.

5. Metode Analisa Data

Untuk menganalisa data, digunakan analisis kualitatif melalui metode berfikir induksi maupun deduksi.

a. Metode Induksi yang pada umumnya disebut generalisasi,23 digunakan ketika didapati data tentang pelaksanaan obligasi syari’ah ijarah di PT. Matahari Putra Prima Tbk. Yang memilki unsur sama. Dari data yang sama tersebut kemudian ditarik kesimpulan umum.

b. Deduksi, yakni metode yang bertitik tolak pada data yang universal (umum), kemudian menarik kesimpulan yang bersifat khusus.24

23

Sudarto, Metodologi Penelitian Filsafat, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002), hlm. 67.

24

(34)

17

Menganalisis data tentang pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan obligasi syari’ah ijarah di PT. Matahari Putra Prima Tbk.

G. Sistematika Pembahasan

Untuk memberikan gambaran permasalahan dengan pembahasan permasalahan yang terarah maka penyusun menata secara sistermatis dalam lima bab yang masing-masing bagian tersebut mempunyai keterkaitan satu sama lain. Adapun susunan sistematika pembahasan sebagai berikut:

BAB I, yaitu pendahuluan yang berisi pedoman yang mengantarkan pembahasan skripsi secara menyeluruh. Bab ini berisi latar belakang masalah, pokok masalah, tujuan dan kegunaan penelitain, telaah pustaka, kerangka teoritik, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

BAB II, merupakan penunjang dari pembahasan yang meliputi konsep fiqih muamalah. Uraian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang teori hukum Islam. Serta gambaran umum tentang obligsi syari’ah ijarah, yang meliputi: pengertian ijarah, obligasi syariah , obligasi syariah ijarah dan unsur-unsur di dalamnya

BAB III, membahas tentang, gambaran umum PT. Matahari Putra Prima Tbk. dan pelaksanaan obligasi ijarah di PT. Matahari Putra Prima Tbk.

(35)

18

(36)

BAB V.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pada dasarnya segala bentuk muamalat adalah mubah, kecuali yang ditentukan lain oleh al-Qur’an dan sunnah Rasul. Dengan pengertian hukum Islam memberi kesempatan luas perkembangan bentuk dan macam muamalat baru sesuai dengan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat. Ijarah merupakan sarana bagi manusia untuk mempermudah maerealisasikan manfaat yang mereka

butuhkan meskipun mereka tidak memilikinya. Kebutuhan terhadap manfaat (jasa)

seperti halnya kebutuhan terhadap barang-barang. Memelihara kebutuhan manusia

merupakan merupakan prinsip diberakukannya transaksi. Oleh karena itu, ijarah

disyariatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia Dari beberapa data yang ada, dalam pelaksanaan obligasi syariah ijarah di PT. Matahari Putra Prima terjadi pelanggaran ketika obligasi syari’ah yang berakad ijarah sebenarnya adalah bertujuan untuk mencari dana guna membangun gedung, kemudian bangunan yang telah jadi tersebut disewakan kepada pihak lain dan hasil sewa yang diperoleh digunakan untuk memberikan keuntungan kepada pemegang obligasi. Kasus Matahari Putra Prima Tbk. dalam praktiknya konsep ini dilanggar oleh PT. Matahari Putra Prima Tbk. karena pembangunan gedung dilakukan oleh PT. Matahari Putra Prima Tbk. dan penyewanya pun PT.

(37)

68

Matahari Putra Prima Tbk. sendiri. Kemudian Seluruh dana hasil penerbitan Obligasi Syariah ijarah dimanfaatkan untuk pembayaran sewa areal usaha. 2. Akad ijarah atau sewa-menyewa dibutuhkan dalam kehidupan manusia, karena

(38)

69

dibanding dengan kemaslahatan yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian upaya mendapatkan keuntungan tidak dapat diprioritaskan jika ternyata mafsadat yang ditimbulkan oleh obligasi ijarah lebih dominan daripada manfaat yang ada di dalamnya. Sehingga dalam kondisi dan situasi seperti ini pelaksanaan obligasi syariah ijarah di PT Matahari Putra Prima Tbk. adalah dilarang demi tercapainya tujuan syari’ah. Menurut Syatibi, perbuatan yang dalam skala kecil berstatus mubah, namun ketika perbuatan itu merugikan dalam skala yang lebih luas, maka perbuatan itu menjadi makruh atau haram. Obligasi syari’ah ijarah yang akadnya sah menurut syari’ah bukan

berarti dibolehkan dalam perspektif Islam. Maqa>s}id syari’ dalam akad ijarah} tidak membolehkan menggunakan akad ijarah sebagai sarana memuaskan hawa nafsu untuk memenuhi keinginan mendapatkan keuntungan lebih besar. Sehingga dalam akad ijarah}harus memperhatikan tujuan-tujuannya yang

(39)

70

B. Saran

1. Penelitian ini hanya sekelumit dari sekian banyak penelitian tentang obligasi syariah ijarah yang tentunya belumlah berarti apa-apa dalam kajian keIslaman yang begitu marak. Namun penyusun berharap agar skripsi ini dapat dijadikan referensi sampingan bagi para peneliti yang ingin membahas ini.

2. Dalam mengukur kemaslahatan sebuah hal, tentunya tidak cukup hanya menggunakan parameter nalar semata, tapi perlu diperhatikan pula kaitannya dengan pokok-pokok syariat.

3. Dikarenakan dampak yang timbul akibat pelaksanaan obligasi syariah ijarah di PT. Matahari Putra Prima Tbk. itu cenderung kearah yang mafsadat. Oleh karena itu, hemat penyusun dalam situasi dan kondisi masyarakat dewasa ini praktek obligasi syariah ijarah perlu untuk ditinjau kembali, supaya tidak terjadi pelanggaran dalam prakteknya. Yaitu tidak hanya selektif pada saat pendaftaran efek tetapi juga aktif dalam mengawasi prakteknya.

(40)

71

DAFTAR PUSTAKA

A. Al-Qur’an

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Semarang: Toha Putra. t.t

B. Hadist

Al-Bukha>ri. S}ahih al-Bukha>ri, CD Mausu`>’ah al-Hadi>s as-Syari>fah: Global Islamic Sofware Company, 1991-1997

C. Fiqih dan ushul fiqih

Abdullah, Ensiklopedi Fiqih Muamalah dalam Pandangan 4 Mazhab, Jakarta: Maktabah al- Hanif, 2009.

Ahmad, Mukhsin, “Tinjauan Maslahat Sebagai Penalaran dalam Penetapan Hukum Islam Menurut Imam Asy-Syatibi”,

Yogyakarta: Skripsi Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga, 2003. Anshori, M. Subkhan, Pemikiran Islam Klasik (dari Filsafat Al-Farabi

sampai Maqặsid asy-Syari’ah), Kairo: Lakpesdam PCI NU Mesir, 2006.

Basyir, Ahmad Azhar, Asas-asas Hukum Muamalat (Hukum Perdata Islam), Yogyakarta: UII Pers, 1993.

Bisri, Moh. Adi, Terjemah al-Faraidul Bahiyyah, Kudus: Menara, 1977. Firdaus NH, Muhammad, Konsep Dasar Obligasi Syariah, Jakarta:

Renaisan, 2005.

Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No. 41/DSNMUI/III/2004 Tentang Obligasi syariah ijarah, www.halalguide.info, diakses 30 November 2008.

Hasbi, ash-Shiddiqy, Pengantar Hukum Muamalah, cet. ke-5, Jakarta: Bulan Bintang, 1976.

Junaedi, Transaksi Saham dan Obligasi di Pasar Modal Indonesia ditinjau dari Segi Hukum Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 1995. Mahfud, Sahal, Wajah Baru Fiqih Pesantren, Jakarta: Citra Pustaka

(41)

72

Manan, Abdul, Obligasi Syariah, http://www.badilag.net.com. Akses 12 November 2008.

Mas’ud, Muhammad Khalid, Filsafat Hukum Islam dan Perubahan Sosial, penerjemah. Terj.Yudian W. Asmin, Surabaya: Penerbit Al-Ikhlas, 1995.

Mustafa, Dede Zianal “Tinajauan Hukum Islam Terhadap Pengaruh Harga Jual Barang Jual Barang Jaminan Atas Biaya Ijarah Pada Pegadaian Syari’ah (Studi Di Pegadaian Syari’ah Kusuma Negara)”, Yogyakarta: Skripsi Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga, 2007.

Muthalib, Muhammad Yasir, Terjemah al-Umm “Ringkasan Kitab al-Umm”, Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.

Nasution, Mustafa Edwin, Pengenalan Eksklusif: Ekonomi Islam, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006.

Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution, Investasi pada Pasar Modal Syariah, Jakarta: Kencana, 2007.

“Obligasi Syariah Masih Bermasalah” , Republika, 7 Juni 2004.

Sayyid, Sa>biq, Fiqih Sunnah, alih Bahasa Drs. Moh Thalib. Bandung: PT al-Ma`arif. 1997.

Sangadah, Nur Umi, “Pelaksanaan Al-Ijarah Al-Mutahiyah Bi Al-Tamlik di BMT Harapan Umat Klaten”, Yogyakarta: Skripsi Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga, 2007.

Sholikhah, Siti,“Tinjauan Hukum Islam Mengenai Wa’ad Jual Beli Dalam Al-Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik (Studi Atas Fatwa DSN No. 27/DSN-MUI/II/2002)“, Yogyakarta: Skripsi Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga, 2008.

Sudarsono, Heri, Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah, Deskripsi dan Ilustrasi, Yogyakarta: Ekonosia, 2003.

Sudarsono, Pokok-Pokok Hukum Muamalah, cet. ke-5, Jakarta: Rineka Cipta, 1976.

(42)

73

Sya>tibi>, Ibrahim bin Musa al-Garna>ti, Al-Muwa>faqa>t fi Us}u>l asy-Syari>’ah, Beirut: Da>r al-Ma’a>rif, t.t.

Syafe’I, Rachmat, FiqihMuamalah, Bandung: Pustaka Setia, 2004.

Ya’qub, Hamzah, Kode Etik Dagang Menurut Islam (Pola Pembinaan Hidup dalam Berekonomi), Bandung: Diponegoro, 1992.

D. Lain-lain

Ambaratni, Ika Aisyah, “Efisiensi Penggunaan Modal Kerja Pada PT. Matahari Putra Prima Tbk. yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2002-2006”, Yogyakarta: UAD, 2008.

Kamal Zubair, Muhammad, ”Instrument Investasi Pasar Modal (Analisis Perbandingan Obligasi dan Sukuk)”, Yogyakarta: Pasca Sarjana UIN, 2008.

Kamil, Ahmad dan Fauzan, Muhammmad, Kitab Undang-Undang Hukum Perbankan dan Ekonomi Syariah, Jakarta: Kencana, 2007.

Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2001.

(43)

TERJEMAH

No Hlm FN Terjemahan

BAB I

1 5 6 Mendahulukan menghindari mafsadat daripada mengambil

maslahat

2 11 16 Segala sesuatu itu pada dasarnya boleh, kecuali bila ada dalil yang mengharamkannya

3 11 17 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunh dirimu, sesungguhny Allah adalah Maha Penyanyang kepadamu

4 12 19 Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah[179] tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya,

BAB I1

5 22 3 Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah?. mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata: "Orang-orang inilah yang Telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,

6 23 4 Akad atas suatu manfaat dengan pengganti

7 23 5 Akad suatu kemanfaatan yang mengandung maksud tertentu dan mubah, serta menerima pengganti atau kebolehan

(44)

dengan pengganti tertentu.

9 24 8 Menjadikan milik suatu kemanfaatan yang mubah dalam waktu tertentu dengan pengganti.

10 26 11 Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

11 26 12 Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), Karena Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang Kuat lagi dapat dipercaya".

12 26 13 Alah berfirman : ada tiga orang yang Aku menjadi musuhnya pada hari kiamat: seorang yang member janji kepada-Ku kemudian mengkhianati; seseorang yang menjual orang merdeka; dan seseorang yangh memperkerjakan seorang pekerja, lalu pekerja itu telah menyelesaiakan pekerjaannya, tetapi ia tidak memberikan upahnya.

13 27 15 Sesungguhnya sesuatu yang paling berhak kamu ambil upahmya adalah kitab Allah (al-Qur’an)

14 28 17 29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

15 30 22 Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad

BAB IV

16 59 2 dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan Ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

(45)

BIOGRAFI ULAMA 1. Asy-Sya>t}ibi>

Nama lengkapnya, Abu Ishaq Ibrahim bin Musa bin Muhammad al-Lakhmi asy-Sya>t}ibi>. Tempat dan tanggal lahirnya tidak diketahui secara pasti, namun nama asy-Sya>t}ibi sering dihubungkan dengan nama sebuah tempat di Spanyol bagian timur, yaitu Sativa atau Syatiba (Arab). Beliau meninggal pada hari Selasa tanggal 8 Sya’ban tahun 790H atau 1388M dan dimakamkan di Gharnata. Asy-Sya>t}ibi> mengawali pendidikannya dengan belajar tata bahasa dan sastra Arab kepada Abu Abd Allah Muhammad bin Ali al-Fakhkhar, seorang pakar tata bahasa di Andalusia. Mulai belajar fikih pada tahun 754 H/ 1353M, Asy-Sya>t}ibi> berguru kepada Abu Sa’adah Ibn Lubb yang kepada orang inilah hampir seluruh pendidikan ke-fikih-annya diselesaikan. Ibn Lubb adalah fakih yang terkenal di Andalusia dengan tingkat ikhtiya>r, atau keputusan melalui pilihan dalam fatwa.

Dalam bidang usul fiqh dan tasawwuf, Asy-Sya>t}ibi> berguru kepada Abu AbdAllah al-Maqqari yang datang ke Granada pada tahun 757 H/ 1356M karena diutus oleh Sultan Banu Marin sebagai diplomat. Kepada Abu Ali Mansur al- Zawawi dan Sharif Tilimsani (W 771 H/ 1369M) dan Abu Ali Mansur al-Zawawi datang ke Granada pada tahun 753H (1352 M). Asy-Sya>t}ibi> belajar filsafat, ilmu kalam dan ilmu-ilmu lain yang dikenal dalam klasifikasi ilmu pengetahuan Islam yakni ilmu pengetahuan tradisional, al-‘Ulu>m al- Naqliyyah. Karya-karya Sya>t}ibi> antara lain; al-Muwa>faqa>t (Ta’ri>f bi Asra>r at-Takli>f), al-I’tis}am, al-Maja>lis, Syarh} al-Khula>s}ah, ‘Unwan al-Ittifaq fi ‘Ilm al- Isytiqa>q, Us}u>l an-Nah}w, Al-Ifada>t wa al-Insyada>t, dan Fatawa asy- Sya>t}ibi.

2. Ahmad ar-Raisuni

Seorang tokoh harakah tauhid wal Ishlah di Maroko. Beliau dilahirkan di kota Qasra al-Kabir (sebuah daerah di tepi kota Maroko) pada tahun 1372 H atau 1953 M. Di kota kelahirannya ini beliau menempuh pendidikan dasar dan tingkat pertama. Kemudian kuliah di Universitas Qarawain di kota Fez tahun 1978. Kemudian menyelesaikan pendidikannya di fakltas adab dan humaniora di Universitas Muhammad V di kota Ribath. Lalu ia menjadi dosen ushul fikih dan maqasid syari'ah di universitas tersebut. Di samping itu juga ia aktif di beberapa uiniversitas lainnya. Karya-karyanya antara lain; nad}ariyatul maqa>s}id 'indal ima>m asy-sya>t}ibi>, nad}ariyatu at-taqri>b wa at-tagli>b wa tatbi>qa>tuha fil 'ulu>mil isla>miyyah, dan madkhal ila maqa>s}id asy-syari>'ah.

3. KH. Ahmad Azhar Basyir, M.A.

KH. Ahmad Azhar Basyir, MA. Dilahirkan diyogyakarta, 21 november 1928. ia adalah alumnus Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Yogyakarta (1956). Pada tahun 1965, ia memperoleh gelar magister dalam Islamic studies dari

(46)

universitas kairo, mesir. Sejak tahun 1953, ia aktif menulis buku antara lain:

Terjemahan Matan Taqrib, Terjemahan Jawahirul Kalimiyah (‘Aqāid), Ringkasan Ilmu Tafsir, Ikhtisar Ilmu Mutalah Hadīs, Ilmu Sharaf dan Soal Jawab an-Nahwu Wadlih.

4. As-Sayyid Sabiq

Beliau dikenal sebagai salah seorang termashur di al-Azhar, Kairo. Sekitar tahun 1356 M., beliau menjadi teman sejawat Hasan al-Basri, seorang pemimpin terkemuka gerakan Ikhwan al-Muslimin. Beliau termasuk salah seorang yang menganjurkan kembali adanya ijtihad serta mengajak kembali umat Islam untuk berpegang teguh kembali pada al-Qur’an dan Sunnah. Adapun karyanya yang mashur adalah Fiqh al-Sunnah dan Qaidah al-Fiqhiyyah.

(47)

CURRICULUM VITAE

Nama : Muhammad Aris Safi’i Tempat Tanggal Lahir : Magelang, 12 Oktober 1985

Alamat asal : Kauman, Blondo, Mungkid, Magelang. Rt/Rw. 02/09

Nama Orang Tua

Ayah : H. Humam Dahlan

Ibu : Hj. Mawardijah

Pekerjaan Orang Tua

Ayah : PNS

Ibu : PNS

Riwayat Pendidikan

Mi.M. Blondo, Magelang : Lulus Tahun 1998 MTs Ali Maksum Yogyakarta : Lulus Tahun 2001 MA Ali Maksum Yogyakarta : Lulus Tahun 2004

UIN Sunan Kalijaga : Masuk Tahun 2004- Sekarang

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis peneliti masa kerja perawat baru lebih baik pelaksanaan sistem pemberian pelayanan keperawatan profesional oleh perawat pelaksana di

Dilihat dari hasil data angket yang telah dianalaisis diketahui pada hal ini siswa kelas X SMA Negeri 5 Pontianak juga terkategorikan rendah yaitu sebanyak 47,4

3) Memilih jenis semen yang akan digunakan, dalam pemilihan semen ini biasanya dipasaran sudah ada tipe-tipe semen sesuai yang dibutuhkan. 4) Memilih jenis agregat

Juga di tahun 2008, majalah Investor memberikan penghargaan Bank Syariah Terbaik 2008 kepada Danamon, dalam kategori Bisnis Unit Syariah Terbaik dengan aset

Dalam penelitian faktor-faktor yang di duga dapat mempengaruhi keuntungan usahatani padi sawah organik adalah luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan, dan

• Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait Tekanan Zat dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Sehari., Peserta didik

Diharapkan perkembangan Pelabuhan Bajoe tidak berdampak kepada masyarkat sekitar yang dimana tempat mata pencariannya sebagai nelayan dan seiring berkembangnya pelabuhan

Maka dari itu, perlu dilakukan analisis dengan mengambil delapan Text atau teks dari laman web tersebut yang sudah disesuaikan dengan subtema yang diajarkan