PERBEDAAN DAN PERSAMAAN MANAJER KANTOR DAN SUPERVISOR DIFFERENCE AND EQUATION OF OFFICE MANAGERS AND SUPERVISORS
Oleh :
Tantri Wahyuni (165211030) 2A-ABS
Program Studi D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung Email : [email protected]
ABSTRAK
Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan tentang perbedaan dan persamaan dari Manajer kantor dan supervisor. Topik ini saya ambil dari topik mata kuliah Manajemen kantor. Latar belakang saya mengambil topik ini dikarenakan masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui perbedaan dari pekerjaan seorang Supervisor dan Manajer kantor dan sering menganggap bahwa Manajer dan supervisor adalah jabatan yang sama padahal dalam praktiknya bahwa seorang Manajer dan Supervisor memiliki perbedaan tugas bila dilihat dari ruang lingkup pekerjaannya. Metodologi yang saya gunakan yaitu pendekatan studi pustaka dimana saya hanya mengembangkan materi-materi yang sudah saya pelajari dan mengembangkan dari teori yang diberikan oleh para ahli. Dapat disimpulkan bahwa seorang manajer memiliki tugas konseptual bisanya hanya mengerjakan pekerjaan yang bersifat manajerial sedangkan seorang supervisor memiliki tugas bagian teknis atau operasional.
ABSTRACT
The writing of this paper aims to describe the differences and similarities of Office managers and supervisors. This topic I took from the topic of Management office course. My background takes this topic because there are still many students who do not yet know the difference from the work of a Supervisor and Office Manager and often assume that the Manager and supervisor are the same positions when in practice that a Manager and Supervisor have different tasks when viewed from the scope of work. The methodology I use is a literature study approach where I only develop the materials I have learned and developed from the theories given by the experts. It can be concluded that a manager has a conceptual task usually only doing managerial work while a supervisor has a technical or operational task.
PENDAHULUAN
Dalam sebuah kantor, manajemen berfungsi mengolah sarana dan sumber daya perusahaan, sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan secara cepat dan efisien. Arti dari kantor sendiri merupakan tempat melakukan pekerjaan atau biasa disebut instansi. Kantor pun bisa dikatakan tempat kegiatan yang berhubungan dengan fungsi kegiatan seperti pemasaran dan penjualan. Arti kata Manajemen yang diambil dari bahasa Prancis kuno yaitu management yang memiliki arti yaitu seni melaksanakan dan mengatur.
Menurut Stoner (1982),
“Manajemen yaitu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan peng-awasan usaha setiap anggota organisasi dan penggunaan sumber daya di dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang sudah disepakati sebelumnya.”
Manajemen perkantoran artinya penerapan fungsi-fungsi manajemen ke dalam proses kegiatan di kantor untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnya, dengan memberdayakan pegawai se efisien mungkin, menggunakan peralatan kantor yang sudah diseleksi dengan tepat, dengan memakai metode kerja yang tepat dan memastikan lingkungan kerja kondusif.
Bisa disimpulkan bahwa
manajemen sangat dibutuhkan untuk pekerjaan perkantoran dan membutuhkan lebih dari 2 orang agar bisa tercapainya tujuan yang sebelumnya sudah disepakati dengan bekerja sama dan memanfaatkan sumber yang dimiliki perusahaan.
Dalam sebuah manajemen agar organisasi tersebut dapat berjalan baik, dibutuhkan pimpinan/orang yang memimpin organisasi yang bertanggung
jawab terhadap organisasi sehingga pencapaian tujuan dapat dilakukan secara efektif. Seseorang tersebut yaitu Menejer kantor atau Supervisor. Seluruh fungsi manajemen harus dijalankan dibawah kepemimpinan Manajer kantor atau Supervisor.
Manajer dalam kegiatan
PEMBAHASAN
MANAJER KANTOR
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Manajer adalah satu orang yang memiliki tugas untuk mengatur pekerjaan atau kerja sama beberapa orang/kelompok untuk mencapai sasaran ; orang yang berwenang untuk membuat sebuah perencanaan, mengantur, me-mimpin dan mengendalikan pelaksanaan untuk mencapai target tertentu.
Menurut Sedarmayanti (2009), Manajer merupakan jabatan pimpinan yang bertugas mengatur pegawai dan sarana yang ada.
Menurut Tanembaum (1967), Manajer adalah orang yang membuat arahan untuk bawahannya dan memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan yang sudah dikerjakannya. Orang yang menggunakan suatu wewenang formal untuk membuat suatu organisasi, membuat arahan dan mengawasi jalannya suatu organisasi agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai merupakan tugas dari seorang Pemimpin.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Manajer kantor merupakan orang yang memiliki wewenang untuk mengorganisasi, mengawahkan, mengontrol pegawai dan sarana agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga dapat tercapainya tujuan secara efisien. Dapat disimpulkan pula bahwa Manajer kantor merupakan seseorang yang bekerja di kantor untuk melaksanakan fungsi manajemen seperti merencanakan, mengatur dan melakukan pengawasan.
TUGAS MANAJER KANTOR
Sedarmayanti (2009) memiliki pendapat bahwa ada dua tugas pokok seorang manajer kantor dalam organisasi apapun, yaitu :
1. Menggerakan sekelompok orang,
maksudnya mendorong,
mengarahkan dan menertibkan sekelompok orang tertentu untuk melakukan kegiatan yang bertujuan tercapainya tujuan organisasi. 2. Mengerahkan segenap sarana untuk
membantu menunjang kegiatan kantor agar melancarkan tujuan terealisasikan.
Sedangkan menurut Gie (2007) lingkup tugas kantor dapat dikelompokkan ke dalam :
1. Pekerjaan kantor pada umumnya. 2. Sistem kantor.
3. Komunikasi kantor. 4. Manajemen perkantoran. 5. Laporan manajerial. 6. Manajemen kearsipan 7. Kontrol perkantoran.
8. Penyederhanaan pekerjaan kantor. 9. Tata ruang kantor.
10.Perlengkapan kantor. 11.Studi kantor.
KEWAJIBAN MANAJER KANTOR
Menurut Sedarmayanti (2009), kewajiban manajer kantor dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Dalam hubungan dengan
Manajemen puncak.
Melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak karena nantinya seorang manajer akan menyerahkan sebuah laporan. b. Hubungan dengan pekerjaan.
Harus menjamin bahwa pekerjaan yang dilakukan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang ditetapkan, bukan hanya selesai dalam waktu yang ditetapkan tetapi juga harus menjamin kualitas yang dihasilkan. Seorang manajer akan memastikan kegiatan yang dilakukan berjalan lancar dan baik. c. Hubungan dengan bawahan.
Seorang manajer berada di dua sisi yaitu manajemen puncak dan pegawai/staff. Manajer kantor harus menyusun staff, memutuskan menaikan pangkat dan memastikan upah yang diterima layak.
Hubungan dengan teman setingkat.
KECAKAPAN DASAR
George Terry dalam Gie (2007) berpendapat bahwa manajer harus memiliki kecakapan dasar yaitu :
1. Executive ability (kemampuan pejabat pimpinan).
2. A Practical background (memiliki latar belakang praktek).
3. Managerial training (Pelatihan manajerial).
4. Ability to express oneself (kemampuan mengungkapkan diri).
5. An Open attitude (sikap terbuka). 6. Curiosity (keingintahuan).
7. Creativeness (kreatifitas).
PERAN MANAJER
Mintzberg (1973) merupakan ahli ilmu manajemen memiliki pendapat bahwa kantor memiliki 10 peran yang dilakukan oleh manajer kantor, tetapi 10 peran tersebut diperinci lagi ke dalam tiga sub- kelompok yaitu :
1. Peran antar pribadi, yang melibat-kan orang lain, bersifat seremonial dan simbilis.
2. Peran informasional, manajer sebagai pemantau dan pemberi informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3. Peran pengambilan keputusan, peran sebagai wirausaha, pembagi sumber daya, pemecah masalah dan perunding.
Mintzberg juga menyimpulkan bahwa peran manajer secara garis besar yaitu melakukan interaksi dengan orang lain.
Peran lain dari seorang manajer (manager role) antara lain sebagai berikut : 1. Interpersonal role manajer, manajer harus memiliki hubungan baik dengan pihak lain.
Figure head : manajer harus
mampu mewakili
departemen yang dipimpin.
Leader : manajer mampu memimpin bawahannya secara efektif.
Liaison : manajer mampu dan bisa menjadi peng-hubung antar departemen. 2. Informational role (peran
informasi)
Monitoring : manajer
kegiatan/aktivitas
departemen yang
dipimpinnya untuk
aktifvitas produksi dan pengumpulan data.
Disseminator : manajer
harus mampu
mengumpulkan informasi
dan menyampaikannya
kepada pihak yang
membutuhkan.
Spoke person : manajer harus bisa menyampaikan kebijakan/keputusan
pimpinan yang lebih tinggi kepada bawahannya dengan cara yang mudah dimengerti (bisa aspirasi, pengampaian usul kepada pimpinan) 3. Decision making.
Manajer harus mengambil keputusan terhadap persoalan yang ada di departemen yang dipimpinnya. Setiap keputusan mengandung resiko yang harus diperhitungkan. Akan tetapi seorang manajer tidak boleh
mundur dalam mengambil
keputusan.
Entrepreneur (pengusaha) : manajer berperan untuk melihat peluang yang muncul untuk selanjutnya mengambil peluang tersebut
untuk kebaikan
departemennya.
Disturbance handle : manajer harus mengambil keputusan dalam mengatasi
gangguan di
departemennya.
Resource allocator : manajer harus mampu mengambil keputusan dalam hal alokasi sumber daya.
Negotiator : manajer harus mampu berperan sebagai
perunding dengan
departemen lainnya.
SUPERVISI EFEKTIF
Ada enam cara menjadi supervisi efektif, diantaranya :
membangun mental dan moral karyawan merupakan dasar utama dari memotivasi karyawan.
Persiapan menghadapi perubahan sikap mental, pola fikir dan perubahan visual.
Membangun kualitas diri dengan cara menganalisis kejadian dan ambil sisi positif dari kejadian tersebut.
Pemberian reward/hadiah.
Buat tantangan,
Berfokus pada tujuan dengan membuat skala perioritas lalu gunakanlah metode manajemen waktu seperti membuat schedule.
KETERAMPILAN MANAJER
Katz (1979), berpendapat bahwa manajer kantor harus memiliki tiga dasar keterampilan manajer, yaitu :
1. Konseptual skill.
konseptual harus memiliki kemampuan dalam membuat rencana.
2. Humanity skill.
Selain harus memiliki
keterampilan membuat
konseptual, manajer juga harus
memiliki keterampilan
berkomunikasi dengan baik dan keterampilan berhubungan dengan orang lain. Komunikasi persuasif harus dilakukan oleh atasan terhadap bawahan yang
dipimpinnya. Dengan
komunikasi persuasif dan bersahabat akan menciptakan sikap terbuka dari bawahan dan mereka akan merasa dihargai.
Sebenarnya, kemampuan
komunikasi harus dimiliki oleh semua pihak, manajemen atas, menengah maupun bawah. 3. Technical skill.
Keterampilan ini sebenarnya harus dimiliki oleh manajemen tingkat ke bawah/ rendah. Contoh dari technical skill yaitu seperti program computer, akuntansi, memperbaiki mesin, dll.
Selain ketiga keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh manajer kantor yang dikemukakan oleh Katz, ada dua keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh manajer kantor yang ditambah oleh Griffin, yaitu :
1. Keterampilan dalam manajemen waktu.
Berfokus pada pada kemampuan seorang manajer dalam mengelola waktunya secara bijaksana. Seorang manajer dituntut untuk mahir dalam mengelola waktu karena jika seorang manajer tidak mampu mengelola waktu maka perusahaan
tersebut akan mengalami kerugian dan banyak pihak yang tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan tersebut.
2. Keterampilan membuat keputusan. Ini merupakan poin utama yang harus dimiliki manajer kantor karena setiap pekerjaan akan mengalami suatu permasalahaan yang harus dicari solusinya. Disinilah manajer dituntut untuk mencari solusi yang baik untuk seluruh pegawai dan perusahaan. Merupakan kemampuan untuk mengartikan sebuah masalah dan membuat suatu solusi terbaik untuk memecahkannya. Griffin me-ngemukakan tiga cara untuk pembuatan suatu keputusan. Pertama, seorang manajer di
haruskan untuk mampu
mengartikan masalah dan mencari berbagai alternatif dalam memecahkan masalah tersebut agar dapat menyelesaikan. Kedua, manajer melakukan evaluasi alternatif yang sudah didapat dan memilih salah satu alternatif yang dianggap lebih baik.
Ketiga, ketika alternatif telah dipilih dan ditetapkan, seorang manajer harus mengawasi dan mengevaluasi agar berada dijalur yang benar.
Etika manajerial.
Etika manajerial merupakan standar pada perilaku yang harus dimiliki seorang manajer untuk memandu dalam pekerjaan mereka. Griffin memiliki pendapat bahwa ada tiga kategori klasifikasi, yaitu :
1. Perilaku terhadap karyawan. 2. Perilaku terhadap organisasi. 3. Perilaku terhadap agen ekonomi
TINGKATAN MANAJEMEN
Ada beberapa tingkatan manajemen seperti yang dikemukakan oleh Nickels&McHugh dalam Ernie&Saefullah (2009).
Manajemen tingkat atas atau biasa disebut Top management, biasanya terdiri dari presiden direktur, direktur utama dan wakil direktur. Seseorang yang berada di level ini biasanya ditekankan untuk memiliki keterampilan dibidang konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen global dan manajemen dalam mengelola waktu.
Manajemen menengah atau biasanya disebut Middle management, biasanya terdiri dari beberapa manajer, kepala unit/divisi/departemen, atau kepala cabang. Untuk manajemen tingkat ini biasanya diperlukan kemampuan seperti kemampuan konseptual, pengambilan keputusan, komunikasi, manajemen mengelola waktu dan juga kemampuan technical.
Manajemen Supervisi atau tingkat pertama atau Supervisory or first-Line Management, biasanya terdiri dari supervisor, ketua kelompok, dan lain sebagainya. Diantara keahlian yang harus dimiliki, yang utama harus dimiliki yaitu kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu dan keahlian technical.
Manajemen bawah atau non supervise atau non-supervisory management, biasanya terdiri dari manajemen tingkat bawah seperti buruh, pekerja bangunan, dll. Keahlian yang harus dimiliki manajemen tingkat ini umumnya seperti kemapuan technical, komunikasi, dan manajemen mengelola waktu.
SUPERVISI PERKANTORAN
SUPERVISOR yaitu seseorang yang memiliki wewenang untuk mengatur dan memerintah bawahannya.
Supervisor berasal dari bahasa inggris yang berarti one who supervises or has charge and direction of atau bisa juga berarti a program that controls the execution of other programs.
Peran seorang supervisor berada di level menengah diantara atasan dan staff pelaksana/teknis.
Seorang MANAJER adalah orang yang bertugas mengawasi satu atau lebih departemen atau unit dan memastikan bahwa mereka telah melaksanakan tugas yang diberikan oleh seorang manajer.
Manajemen perusahaan besar biasanya terdiri dari tiga tingkat yaitu :
1. Manajemen atas. 2. Manajemen menengah.
3. Manajemen bawah atau staff operasional yang bersifat teknis.
Seorang manajemen harus mengawasi dan membuat laporan hasil kerja bawahan atau staff pelaksana untuk selanjutnya diberikan kepada atasan senior atau dewan direksi yang memiliki tanggung jawab pada perusahaan.
Dalam komersial bisnis waralaba, misalnya makanan cepat saji untuk memastikan fungsi sudah dilaksanakan dengan benar. Jika terjadi suatu masalah maka seorang manajer harus membuat keputusan yang baik untuk semuanya. Keputusan yang diambil manajer merupakan keputusan jangka pendek yang diarahkan untuk kebutuhan operasional dasar.
Manajemen menengah untuk
memecahkan masalah (tier). Manajemen menengah juga bertanggung jawab untuk pelaporan ke manajemen atas, meskipun di era sekanrang tugas itu sudah digantikan oleh teknologi yang semakin canggih. Seorang manajer pada tingkat ini mungkin membuat keputusan taktis tentang cara terbaik menangani situasi menantang yang muncul.
Manajemen atas bertanggung jawab untuk mengawasi dan membimbing bisnis untuk sukses melalui keputusan strategis jangka panjang keputusan. Strategi didasarkan pada analisis data dan ekstrapolasi rencana aksi yang membahas
masalah yang relevan serta meningkatkan bottom line bila memungkinkan.
Sebuah posisi manajerial memegang tanggung jawab lebih dari karyawan yang sederhana dan umumnya membayar upah lebih tinggi. Posisi manajerial yg baik biasanya memerlukan gelar dan pengalaman, meskipun perusahaan berbeda dalam struktur dan persyaratan. Supervisor adalah seorang manajer yang bertanggungjawab kepada manajer yang lebih tinggi dan tugas utamanya memimpin pekerja pada taraf operasional. Para supervisor adalah barisan terdepan dari manajemen yang langsung berhadapan dengan para pekerja. Jadi supervisor termasuk dalam jajaran manajemen, namun memiliki fungsi yang berbeda dari para manajer yang lain. Para manajer yang lain bertanggungjawab dan membawahi sesama manajer, jadi membawahi orang-orang yang termasuk satu kelompok. Supervisor tidak demikian, ia mempunyai hubungan kerja dengan dua kelompok yang berbeda. Ke atas bertanggungjawab kepada kelompok manajer, ke bawah memimpin kelompok kerja.
Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, supervisor harus dapat diterima dan dihormati oleh kedua kelompok tersebut. Ini berarti bahwa supervisor harus menjadi anggota rangkap dari dua kelompok. Ia berdiri dengan satu kaki dalam kelompok manajer dan kaki lain dalam kelompok pekerja. Jika demikian bagaimanakah peranan supervisor dalam organisasi/perusahaan.
Tugas supervisor menurut Elqorni (2012). a. Memimpin aktivitas dalam
kelompok.
b. Mengembangkan kemampuan dan pengetahuan bawahan.
c. Mendelegasikan tugas pada orang lain.
Menurut Chaniago (2013) tugas rutin supervisor kantor yaitu :
1. Tugas pokok, memberi intruksi pekerjaan, mengawasi jalannya pekerjaan, melatih cara mengerjakan suatu pekerjaan ,memelihara suasana pekerjaan yang menyenangan.
2. Dalam hubungannya dengan pekerjaan : menyelesaikan pekerjaan yang ada di unitnya, mengerjakan sesuai dengan waktunya, teliti dalam bekerja, pembagian kerja secara adil dan mencari metode kerja yang lebih mudah untuk para pegawai.
3. Dalam hubungannya dengan
bawahan : melatih dan
mengembangkan magang,
mendelegasi wewenang, meredam konflik antar perorangan, memastikan kenyamanan pegawai dan memberikan sanksi kepada pegawai yang melanggar.
Inti dari kedua pendapat tersebut yaitu pada kenyataannya tugas seorang manajer kantor dan seorang supervisor banyak kesamaannya yaitu seperti : memimpin, membuat perencanaan, mempengaruhi pegawai dan mengawasi pekerjaan pegawai.
Tanggung jawab supervisor.
Pada kenyaaanya seorang supervisor memiliki pekerjaan sental yaitu secara vertikal seorang supervisor harus mampu bekerja sama dengan atasan dan
bawahan, secara horizontal harus mampu bekerja sama maupun berkoordinasi dengan bagian lain yang berada se level. Pekerjaan seorang supervisor sangatlah kompleks. Seorang supervisor akan menemukan banyak masalah dalam menjalankan pekerjaannya.
Dikarenakan menjadi seorang supervisor sangatlah komplek dan akan banyak menemukan permasalahan dalam menjalankan tugas, seorang supervisor harus memiliki kualifikasi keahlian dalam technical skill dan juga personal skill.
Technical skill (kemampuan teknik) biasanya berhubungan dengan banyak bidang, dalam bidang perkantoran seperti :
a. Kemampuan membuat sebuah perencanaan.
b. Merancang suatu prosedur kerja. c. Menetapkan standar kerja. d. Mengelola administrasi.
e. Pengadaan dan pengalokasian peralatan kantor.
f. Evaluasi kerja.
g. Kemampuan manajerial.
h. Merancang dan mengelola dokumen kantor.
i. Kemampuan melaksanakan dan merencanakan ide.
j. Kemampuan mengelola bawahan. Personal skill (kemampuan pribadi) biasanya cara mengelola diri dan orang lain atau kepribadian. Kemampuan personal ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a. Kemampuan interpersonal yaitu kemapuan dalam mengelola diri sendiri.
SUPERVISI EFEKTIF
Ada enam cara sederhana untuk menjadi supervise efektif :
1. Membangun moral dan sikap mental merupakan dasar dari membangun motivasi pegawai. 2. Persiapan menghadapi perubahan
Sikap mental.
Visual.
Pola piker.
3. Membangun kualitas diri.
Analisis kejadian.
Cari kualitas diri dari kejadian positif.
4. Pemberian reward/hadiah. 5. Buat tantangan.
6. Fokus pada tujuan.
Membuat skala prioritas.
Tetapkan schedule dengan memanajemen waktu sebaik mungkin.
PERBEDAAN KARAKTERISTIK
MANAJER DAN SUPERVISOR
Dalam prakteknya, masih banyak yang salah mengasumsikan bahwa seseorang itu sudah berada di level manajerial atau masih berada di supervisory level. Akibatnya banyak yang mengasumsikan seseorang tersebut sebagai seseorang yang berada di level manajerial padahal masih menjalankan karakteristik pekerjaan dan melaksanakan tugas-tugas dari seorang supervisor maupun sebaliknya.
Baik manajer maupun supervisor bekerja melalui tangan-tangan lain. Meskipun dalam pencapaian tujuan manajer dan supervisor memiliki beberapa kesamaan dalam ruang lingkup kerjanya (manajemen tugas/pekerjaan (task management), manajemen diri (self
management), dan manjemen orang (people management), namun sebenarnya kedua jabatan tersebut dapat dibedakan berdasarkan karakteristik dan ruang lingkup masing-masing jabatan tersebut.
Dibawah ini karakteristik dan ruang lingkup yang dapat membedakan manajer dan supervisor, diantaranya :
Manajer kantor.
Menetapkan tujuan,
Perencanaan.
Tidak menjadwalkan pekerjaan orang lain.
Mengantisipasi masalah.
Merencanakan penetapan posisi supervisor.
Mengetahui seluruh
bidang fungsional.
Tidak dapat menggantikan ketidakhadiran anggota staff.
Mendelegasikan pelatihan.
Menggunakan banyak
waktu untuk koordinasi antar departemen.
Bertemu banyak orang diluar organisasi.
Memiliki tugas
seremonial, seperti berpidato dan terlibat
dalam acara
Memberi jadwal untuk pekerjaan.
Menyelesaikan masalah yang terjadi.
Pengetahuan mengenai bidangnya masing-masing.
Dapat menggantikan
ketidakhadiran.
Melatih.
Menggunakan banyak
waktu untuk berkoordinasi dengan internal dalam departemennya.
Jarang bertemu dengan orang diluar organisasi.
Tidak memiliki kewajiban tentang seremonial.
Tidak jauh dengan pemaparan diatas, Chaniago (2013) memiliki pendapat yang sama bahwa yang membedakan karakteristik seorang manajer dan supervisor terletak pada ruang lingkup pekerjaan. Seorang manajer lebih berfokus pada pekerjaan yang bersifat manajerial dan ruang lingkupnya pun lebih luas. Sedangkan seorang supervisor lebih berfokus pada pekerjaan teknis. Seorang supervisor biasanya merupakan bawahan dari manajer kantor.supervisor juga biasanya disebut sebagai kepala tata usaha.
Dalam menentukan jumlah pegawai yang akan diawasi oleh supervisor, ruang lingkup mempengaruhi jumlah pegawai. Jika ruang lingkup tersebut bersifat konseptual maka 10 orang pegawai dapat diawasi oleh 1 orang supervisor. Jika ruang lingkup pekerjaan tersebut bersifat teknis maka 30 orang bawahan dapat diawasi oleh 1 orang supervisor.
KESIMPULAN
Manajer dalam hubungannya dengan manajemen menjelaskan tentang substansi pekerjaannya. Manajer memiliki tugas untuk membantu pimpinan dalam memimpin dalam hal departemental. Manajer juga merupakan kepala pimpinan pada departemen atau unit kerja dalam
suatu organisasi. Pada sisi yang bersifat substantial, pemimpin juga memiliki tugas yang berhubungan dengan tugas manajerial.
Manajer merupakan seseorang yang menjadi pimpinan dalam menjalankan suatu organisasi, mengatur pekerjaan, menggerakan dan mengarahkan bawahan untuk mengerjakan untuk mencapai tujuan organisasi. Bisa dikatakan pula bahwa manajer kantor merupakan pimpinan yang bertugas untuk menjalankan fungsi-fungsi dalam perusahaan. Pada hakikatnya, manajer memiliki tugas, peran, kecakapan, etika dan keterampilan. Manajer juga memiliki beberapa tingkatan seperti manajer atas, menengah, tingkat pertama dan non supervisi.
Penyelia atau supervisor merupakan seseorang yang menaksirkan kebijakan dan prosedur, juga mengawasi pekerjaan kelompok agar mencapai hasil optimal. Seorang supervisor memiliki fokus utama pada pekerjaan yang bersifat teknis.
REFERENSI
Chaniago, H. (2013). Manajemen kantor kontemporer. Bandung: Akbar limas perkasa.
Depdikbud. (1996). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta: Balai pustaka.
Elqorni. (2012). Manajemen kantor efektif.
Kurniawan, S. t. (2009). Pengantar manajemen. Jakarta: Kencana.
Mintzberg. (1973). The nature of managerial work. NJ: Prentice hall.
Ricky, G. (1987). W. Management. Boston: Houghton, Fiffin.
Robert&Warren H Schmidt, T. (1967). How to choose a leadership pattern dalam huneryager&Heckman (Ed). Human relation in management. South: Western publishing.
Robert, K. (1979). The social psychology of organizations . New delhi: Wiley eqstern private limited.
Sedarmayanti. (2009). Dasar-dasar
pengetahuan tentang MANAJEMEN PERKANTORAN . Bandung: CV Mandar maju.
Stoner. (1982). Management. New york: Prentice/Hall internasional.
sujianto, E. (2014, 12 31). Perbedaan ringkas manajer dan supervisor. Retrieved from Esujianto[dot]com:
http://www.esujianto.com/windows/ perbedaan-ringkas-supervisor-dan-manager