• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG JILID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TEKNIK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG JILID"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • A. G. Tamrin
  • Sekolah: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
  • Mata Pelajaran: Teknik Konstruksi Bangunan
  • Topik: Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Jilid 1
  • Tipe: Buku
  • Tahun: 2008
  • Kota: Jakarta

I. MEMBUAT GAMBAR RENCANA

Bagian ini membahas tentang pentingnya gambar rencana dalam konstruksi bangunan. Gambar proyeksi perspektif menjadi alat komunikasi yang efektif antara arsitek dan klien, membantu memperjelas ide desain. Penggunaan skala yang tepat dalam gambar denah, potongan, dan tampak sangat penting untuk menghasilkan gambar yang akurat dan mudah dipahami. Selain itu, pengetahuan tentang cara menggambar sketsa juga ditekankan, yang memungkinkan para arsitek untuk menuangkan ide-ide mereka secara bebas sebelum menghasilkan gambar kerja yang lebih detail.

1.1 Menggambar Proyeksi Bangunan

Menggambar proyeksi bangunan merupakan langkah awal yang penting dalam merencanakan konstruksi. Proyeksi perspektif memberikan gambaran tiga dimensi yang lebih nyata, memungkinkan klien untuk memahami desain dengan lebih baik. Teknik ini melibatkan penggunaan dua titik lenyap, yang membantu dalam menciptakan ilusi kedalaman dan ruang. Pemahaman tentang teknik ini sangat berharga bagi siswa SMK yang ingin berkarir di bidang arsitektur dan konstruksi.

1.2 Menggambar Sketsa

Menggambar sketsa adalah metode yang sering digunakan dalam tahap awal perencanaan. Dengan menggunakan imajinasi dan penalaran visual, arsitek dapat dengan cepat menciptakan gambaran tentang desain yang diinginkan. Sketsa ini menjadi dasar bagi pembuatan gambar kerja yang lebih formal. Keterampilan ini penting bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan desain mereka.

1.3 Membuat Gambar Kerja dan Daftar Komponen

Gambar kerja adalah dokumen teknis yang menjadi acuan pelaksanaan konstruksi. Di dalamnya terdapat detail dari setiap komponen bangunan, seperti pondasi, dinding, dan atap. Memahami cara membuat gambar kerja yang baik sangat penting bagi siswa, karena ini akan mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan proyek. Siswa diajarkan untuk memperhatikan detail dan spesifikasi dalam setiap gambar yang mereka buat.

1.4 Membaca Gambar Konstruksi

Kemampuan untuk membaca gambar konstruksi adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam industri konstruksi. Gambar denah, potongan, dan tampak memberikan informasi penting tentang dimensi dan proporsi bangunan. Siswa diajarkan untuk memahami simbol dan notasi yang digunakan dalam gambar, sehingga mereka dapat menerjemahkan informasi tersebut ke dalam tindakan di lapangan.

II. MENYUSUN RAB DAN RKS

Bagian ini menguraikan pentingnya Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) dalam proyek konstruksi. RAB membantu dalam perencanaan keuangan yang efektif, sementara RKS memberikan pedoman teknis untuk pelaksanaan pekerjaan. Siswa diajarkan untuk melakukan perhitungan yang akurat agar proyek dapat dijalankan sesuai anggaran dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

2.1 Pendahuluan

Pada bagian ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar RAB dan RKS, serta pentingnya dalam perencanaan proyek. RAB tidak hanya mencakup biaya material, tetapi juga upah tenaga kerja dan biaya lain yang terkait. Memahami komponen ini membantu siswa merencanakan proyek dengan lebih efisien dan menghindari pemborosan.

2.2 Komponen RAB dan RKS

Komponen utama dalam RAB dan RKS mencakup uraian pekerjaan, spesifikasi bahan, dan analisis harga satuan. Siswa belajar untuk menyusun daftar ini secara sistematis, yang akan menjadi acuan dalam penghitungan biaya. Proses ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua aspek pekerjaan terencana dengan baik dan anggaran dapat dikontrol.

2.3 Menyusun Uraian Pekerjaan Beserta Spesifikasi Bahan dan Persyaratannya

Menyusun uraian pekerjaan melibatkan identifikasi dan spesifikasi bahan yang diperlukan untuk setiap tahap konstruksi. Siswa diajarkan untuk merinci setiap pekerjaan dan bahan yang dibutuhkan, sehingga memudahkan dalam perhitungan biaya dan pengendalian proyek. Hal ini juga membantu dalam negosiasi harga dengan kontraktor.

III. MENYIAPKAN PEKERJAAN PASANGAN BATU

Bagian ini membahas langkah-langkah dalam menyiapkan pekerjaan pasangan batu, yang merupakan salah satu tahap penting dalam konstruksi bangunan. Siswa diajarkan tentang pemilihan lokasi, material, dan teknik pengukuran yang tepat untuk memastikan kualitas pekerjaan. Pengetahuan ini sangat berharga bagi siswa yang ingin terjun langsung ke dunia konstruksi.

3.1 Menyiapkan Lokasi dan Material Pasangan Batu

Siswa belajar untuk menyiapkan lokasi kerja yang sesuai dan memilih material yang tepat untuk pasangan batu. Pemahaman tentang jenis material dan cara penggunaannya sangat penting untuk memastikan kekuatan dan daya tahan struktur. Siswa juga diajarkan untuk melakukan pengukuran yang akurat agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik.

3.2 Melakukan Pekerjaan Pengukuran dan Leveling Lapangan

Pengukuran dan leveling merupakan langkah krusial dalam setiap proyek konstruksi. Siswa diajarkan teknik-teknik pengukuran yang tepat untuk memastikan bahwa semua elemen bangunan berada pada posisi yang benar. Keterampilan ini membantu siswa memahami pentingnya presisi dalam pekerjaan konstruksi.

IV. MEMASANG PONDASI DAN DINDING

Bagian ini menjelaskan teknik dan prosedur dalam memasang pondasi dan dinding bangunan. Siswa diajarkan berbagai jenis pondasi dan dinding, serta cara pemasangannya yang benar. Pengetahuan ini sangat penting untuk memastikan bahwa bangunan memiliki struktur yang kuat dan aman.

4.1 Menyiapkan Adukan Mortar/Spesi

Siswa belajar tentang pembuatan adukan mortar yang sesuai untuk pemasangan pondasi dan dinding. Pemahaman tentang proporsi bahan dan teknik pencampuran sangat penting untuk menghasilkan adukan yang berkualitas. Hal ini akan berdampak langsung pada kekuatan dan daya tahan bangunan.

4.2 Memasang Pondasi Batu Belah

Pemasangan pondasi batu belah merupakan langkah awal dalam membangun struktur. Siswa diajarkan teknik pemasangan yang benar untuk memastikan bahwa pondasi dapat menahan beban bangunan dengan baik. Pengetahuan ini sangat berharga bagi siswa yang ingin berkarir di bidang konstruksi.

Referensi Dokumen

  • Ragam Bentuk, Bahan dan Variasi ( Ahmad Fa’izin )
  • Memahami Listrik Rumah Tinggal ( Anthony Joddie P Palgunadi )
  • Electrical and Electronics Drawing Fourth Edition ( Baer, Charles J & Ottaway John R )
  • 81 Tips Mengatasi Kerusakan Rumah ( Bayu Ismaya, Titut Wibisono, Nurhidayat )
  • Table for the Electric Trade ( Brechmann, Gerhard )

Gambar

Gambar I-1, Gambar Proyeksi Perspektif Rumah Tinggal
Gambar I-4, Gambar Kerja Hubungan
Gambar I-6, Gambar Denah
Gambar I-8, Gambar Potongan Memanjang
+7

Referensi

Dokumen terkait

 #dukan meru!akan am!uran &ang terdiri dari semen !ortland' agregat  (pasir) dan air. Pasir harus )ersih dan la&ak untuk menghilangkan !artikel &ang terlalu

Pada bangunan bangunan beton bertulang, suatu jenis lantai yang umum dan dasar adalah tipe konstruksi pelat balok-balok induk (gelagar). Dimana permukaan pelat itu dibatasi oleh dua

Jenis sisa material yang diteliti adalah sisa Batu bata, Semen, Pasir, Kerikil, dan Besi, kemudian dihitung volume material desain berdasarkan gambar rencana dan bill

Dalam jarak 2x tinggi balok dari muka join, dan dalam jarak 2x tinggi balok dari bidang kritis dimana pelelehan lentur dimungkinkan terjadi, tulangan transversal harus didisain

a) Setiap bangunan dengan ketinggian 4 lantai atau 14 m keatas, harus dipasang sistem tata suara yang dapat digunakan untuk menyampaikan pengumuman dan instruksi apabila terjadi

Untuk membuat paving blok bermutu rendah, dapat digunakan lebih sedikit semen dan lebih banyak pasir sungai yang bersih pada adukan beton (misalnya 1 bagian.. Paving blok bermutu