Analisis Kualitas Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru (SI-PSB) Dengan Menggunakan
ISO 9126
Mata kuliah : Sistem Informasi
Oleh:
Nuur Wachid Abdul Majid
NIM.13702551059
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
PROGRAM PASCASARJANA
Analisis Kualitas Sistem Informasi Penerimaan
Siswa Baru (SI-PSB) Dengan Menggunakan ISO
9126
Nuur Wachid Abdul Majid
11 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta
NIM.13702251059
Email: [email protected]
Abstract — Sistem informasi penerimaan siswa baru
merupakan bagian dari sistem informasi yang sangat dibutuhkan di Sekolah. Berbagai kegiatan dapat dilakukan dan dipantau melalui sistem informasi tersebut. Setiap calon siswa yang akan memilih jurusan dan memasukkan kesuatu sekolah, maka dapat dipantau dimanapun, kapanpun, dan apapun keadaanya. Berbagai kemudahan itulah yang menyebabkan sistem informasi penerimaan siswa baru sangat dibutuhkan di dunia pendidikan. Sebuah sistem sangatlah membutuhkan analisa apakah sistem tersebut layak digunakan atau tidak. Pembuatan sistem informasi membutuhkan perancangan yang matang serta harus melewati beberapa pengujian.
Pembuatan suatu sistem tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh sistem tersebut dimulai dari analisis kebutuhan, design, metode, dan pengembangan yang dilakukan. Pengujian kualitas software banyak dilakukan melalui beberapa model, yaitu ISO 9126, McCall’s Model, dorbey model, dll. Pada paper analisis literatur ini akan membahas pengujian sistem melalui metode ISO 9126 yang dilakukan melalui aspek functionality, reliability,
usability, efficiency, maintainbility, dan portability.
Berdasarkan hasil studi literatur, kualitas perangkat lunak tidak hanya dilihat berdasarkan kesesuaian produk yang dihasilkan, namun dilihat pula berdasarkan penjaminan kualitas selama proses pengembangan perangkat lunaknya. Sistem informasi penerimaan siswa baru di Sekolah diperlukan adanya identifikasi terhadap komponen penjaminan kualitas perangkat untuk mengukur kesiapan sistem dalam membangun perangkat lunak yang berkualitas
Kata Kunci – system quality assurance, analisis kualitas Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru, ISO 9126.
I. PENDAHULUAN
Penerimaan siswa baru merupakan kegiatan rutin tahunan disetiap sekolah maupun perguruan tinggi. Siswa yang akan masuk harus melewati sebuah proses pendaftaran yang sudah disiapkan oleh panitia penerimaan siswa baru.
Pendaftaran meliputi pengisian formulir, registrasi
pembayaran, pengumpulan berkas, sampai pada
pengumuman informasi yang diterima. Namun sistem yang dilakukan masih manual dan distribusi informasi kurang merata. Para calon siswa baru memerlukan sebuah informasi yang cepat dan dapat diakses kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun kondisinya.
System Informasi Penerimaan siswa baru merupakan cara alternatif untuk membantu pelaksanaan pendaftaran siswa baru berbasis real-time dan online. System informasi yang berbasis website diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi yang cepat dan dapat diakses kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun kondisinya. Aplikasi berbasis web sangatlah mudah diakses dan dinamis. Tidak hanya menggunakan laptop, namun bisa menggunakan smartphone untuk mengaksesnya. Sistem informasi penerimaan siswa baru yang berbasis web sangat mudah diakses oleh semua kalangan.
Aplikasi berbasis website sangat banyak disediakan oleh pengembang aplikasi. Aplikasi yang dapat di update secara dinamis dan realtime sangatlah membantu dalam bidang kemahasiswaan. Banyak bahasa pemograman yang dapat digunakan dalam membuat system informasi tersebut, antara
lain PHP, JavaScript, Viusal Basic, dll. Bahasa
pemrograman yang digunakan sebagai dasar pembuatan web antara lain HTML, CSS, dan PHP. Bahasa pemrograman untuk web sangat penting dalam pembuatan sebuah system informasi kemahasiswaan. System Informasi Kemahasiswaan dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan pada
bagian akdemik. Hal ini dapat membantu dalam me-manage
urusan kemahasiswaan. Sebuah system dapat dikatakan baik jika sudah diuji. Pengujian tidak hanya untuk mendapatkan program yang benar, namun juga memastikan bahwa program tersebut bebas dari kesalahan-kesalahan untuk segala kondisi [1]. Ada beberapa pengujian yang harus dilakukan antara lain analisis kebutuhan, design, metode, dan pengembangan yang dilakukan. Pengujian kualitas software dapat digunakan melalui metode ISO 9126. Aspek yang terdapat dalam pengujian ini adalah aspek functionality, reliability, usability, dan portability.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Sistem Informasi
informasi dan aktifitas seseorang menggunakan teknologi tersebut untuk mendukung operasi dan manajemen. Tidak hanya mendukung proses penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saja, namun merupakan cara dimana seseorang berinteraksi menggunakan teknologi dalam proses bisnis.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan media untuk mengolah data untuk membantu operasi atau manajemen pada aktifitas seseorang. Sistem informasi sangat membantu pengguna untuk menyelesaikan sesuatu. Agar dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan, maka sistem informasi harus dirancang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
B. Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru
Sistem informasi penerimaan siswa baru dapat diartikan untuk mempersiapkan pengolahan data-data penerimaan calon siswa baru. Tujuan dari sistem tersebut adalah untuk penerapan atau pengambilan keputusan bagi pihak sekolah maupun pihak luar yang membutuhkan data dalam penyeleksian calon siswa baru. Para guru dan pihak sekolah memiliki informasi yang diperlukan dalam penerimaan siswa seperti:
1. Komposisi siswa berdasarkan NEM yang mana tiap
tahunnya memiliki standarisasi yang ditentukan oleh pihak sekolah.
2. Komposisi siswa berdasarkan pada usia minimal dan maksimal ketika masuk sekolah.
3. Keberadaan asal siswa serta data prestasi yang dimiliki oleh siswa tersebut.
Sistem informasi penerimaan siswa baru memiliki
aktifitas yang dilakukan actor-aktor. Hal tersebut
digambarkan dalam use case dalam sistem. Use case
diagram menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang di luar sistem.
Gambar 1. Use case diagram system
Sistem informasi penerimaan siswa baru terdiri dari
beberapa sequence yang digambarkan dalam sequence
diagram seperti berikut:
Gambar 2. Sequence Sistem Informasi Penerimaan
Siswa Baru
Sedangkan class diagram dari sistem informasi
penerimaan siswa baru yang akan dibuat terlihat pada gambar berikut:
Gambar 3. Class Diagram Sistem Informasi
Penerimaan Siswa Baru
Gambar 4. Tampilan Awal Website
C. ISO 9126
ISO merupakan organisasi internasional yang
bertugas untuk menstandarisasikan baik software
maupun hardware. Pada tahun 1991 ISO
memperkenalkan ISO/IEC 9126 untuk standarisasi perangkat lunak. Tujuan dari standarisasi ini adalah untuk menentukan karakteristik dan pedoman untuk menggunakan perangkat lunak. ISO 9126 sangat berkembang cepat, karena cara yang terbaik dalam menafsirkan dan mengukur kualitas perangkat lunak itu sendiri. Namun terdapat beberapa masalah penting terkait ISO/IEC 9126 yaitu [3] :
1. Tidak ada pedoman tentang bagaimana memberikan
penilaian secara keseluruhan.
2. Tidak ada indikasi tentan gbagaimana melakukan
pengukuran karakteristik kualitas.
3. Daripada berfokus pada pandangan pengguna
perangkat lunak, lebih baik berfokus pada karakteristik model yang mencerminkan pandangan pengembang.
Untuk mengatasi masalah tersebut kemudian ISO mulai merevisi standar pengujiannya. Hasil dari revisi ini adalah pengenalan ISO 9126 yang berfokus pada evaluasi produk perangkat lunak. Kemudian untuk mengatasi masalah kedua dan ketiga, maka ISO 9126 membagi menjadi 4 bagian standar yaitu :
1. ISO/IEC 9126-1 (ISO/IEC, 2001a) mendefinisikan
model kualitas diperbaharui.
2. ISO/IEC 9126-1 (ISO/IEC, 2003a) mendefinisikan
serangkaian langkah-langkah eksternal.
3. ISO/IEC 9126-1 (ISO/IEC, 2003b) mendefinisikan
serangkaian langkah-langkah internal.
4. ISO/IEC 9126-1 (ISO/IEC, 2001b) mendefinisikan
satu set kualitas dalam langkah-langkah
penggunaan)
D. Model Kualitas ISO 9126
Pengujian perangkat lunak adalah hal yang sangat penting karena akan menjadi jaminan kualitas perangkat lunak dalam mempresentasikan kajian pokok spesifikasi, desain, dan pengkodean. Untuk melakukan pengujian kualitas perangkat lunak dibutuhkan evaluasi kualitas penrangkat lunak menurut ISO 9126. Metode analisis ISO 9126 memiliki beberapa tahapan-tahapan analisis seperti functionality, reliability, usability, efficiency, maintainbility, dan portability.
Gambar 5. Karakteristik perangkat lunak dalam ISO 9126
1. Functionality
Functionality merupakan kemampuan perangkat lunak untuk menyediakan fungsi yang memenuhi kebutuhan pengguna. Functionality dibagi menjadi 5 subkarakteristik, yaitu :
a. Suitability b. Accuracy c. Interopability
d. Functionality COmplience e. Security
2. Realibility
Reliability adalah kemampuan perangkat lunak untuk bertahan pada tingkat tertentu saat digunakan dalam kondisi tertentu. Reliability dibagi menjadi 4 karakteristik, yaitu :
a. Maturity b. Fault Tolerance c. Recoverability
d. Realibility Compliance
3. Usability
instrumen yang dikembangkan oleh IBM untuk standar pengukuran usability perangkat lunak, yaitu Computer System Usability Questionnaire (CSUQ) [4]. Usability dibagi menjadi 5 bagian, yaitu : a. Understandability
b. Learn-Ability c. Operability d. Attractiveness e. Usability Compliance
Tabel 1. Kemampuan User dalam menunggu load dari sebuah website [5]
Load Time Percentage of User Waiting
10 seconds 84%
15 seconds 51%
20 seconds 26%
30 seconds 5%
Tabel 2. Waktu yang diterima berdasarkan kecepatan modem [5]
Modem speed Expected load time
14,4 Kilobytes Modem 11.5 seconds
33,6 Kilobytes Modem 7.5 seconds
56 Kilobytes Modem 5.2 seconds
Cable/DSL Modem 2.2 seconds
T1 And Above 0.8 seconds
4. Efficiency
Efficiency merupakan kemampuan perangkat lunak untuk memberikan kinerja yang tepat pada saat digunakan oleh sejumlah user/pengguna. Efficiency dibagi menjadi 3 karakteristik, yaitu :
a. Time Behavior b. Resource Behavior c. Efficiency Compliance
5. Maintainability
Maintainability adalah kemampuan perangkat lunak untuk dimodifikasikan dengan keperluan dari pengguna. “Pengujian aspek maintainability yang dilakukan dengan menguji perangkat lunak pada aspek instrumentation, consistency, dan simplicity.
Pengujian untuk aspek maintainability ini
menggunakan ukuram-ukuran (metrics). Kemudian pengujian dilakukan peneliti dengan uji secara operasional”[6]. Maintainability dibagi menjadi 5 karakteristik, yaitu :
a. Analyzability b. Changeability c. Testability
d. Maintainability Compliance
6. Portability
Portability adalah kemampuan perangkat lunak untuk digunakan oleh perangkat lainnya. Portability dibagi menjadi 5 karakteristik, yaitu:
a. Adaptability b. Install-Ability c. Co-Existence d. Replace-Ability e. Portability Compliance
Berikut adalah tabel kesimpulan dan parameter dalam karakteristik perangkat lunak
Tabel 3. Karakteristik kualitas perangkat lunak (ISO 9126)
kesesuaian Fungsi data
Fungsi pengolahan
Interoperability Kemampuan
komponen
Recoverability Perbaikan data
Usability
Understandability Fitur dalam
perangkat lunak ini mudah dimengerti Learnability
Cara konfigurasi
Operability Pengoprasian
Attractiveness User interface
Efficiency
Time behavior Lamanya proses
transaksi
Analysability Analisis penyebab
jika terjadinya kesalahan
Changeability Perubahan fitur
Stability Kemampuan
stabilitas
Testability Kemampuan
verifikasi
Portability
Adaptability Peluang untuk
beradaptasi di sistem yang berbeda
instability Kemudahan dalam
menginstal
co-existence Kemampuan
berdampingan
Replacability Kemampuan
pengganti perangkat lunak lainnya.
E. Model Kualitas Alternatif
Ada beberapa faktor kualitas yang akan dibahas di sini, antara lain:
1. Verifiability
Verifiability menggambarkan semudah apa memverifikasi performa dari suatu program. Beberapa sub faktor pada verifiability adalah sebagai berikut:
Coding and documentation guidelines
Berfokus untuk memberikan panduan dalam
menuliskan kode dalam berbagai bahasa
pemrograman dan petunjuk untuk
mendokumentasikan suatu perangkat lunak dengan baik.
Compliance (Complexity)
Berfokus untuk menjaga kompleksitas kode
program yang dibangun sehingga tingkat
verifikasinya tetap terjaga. Document Accessibility
Berfokus terhadap kemudahan untuk mengakses dokumentasi yang sudah disebutkan pada sub bab sebelumnya
Traceability
Berfokus terhadap kemudahan developer untuk melakukan penelusuran suatu dokumentasi yang dimiliki oleh perangkat lunak tersebut.
Modularity
Berfokus kepada kefleksibelan suatu sistem. Mempunyai 5 kriteria, yaitu:
Decomposability
Composability
Understandability.
Continuity.
Protection.
2. Expandability
Expandability adalah kemampuan sebuah
perangkat lunak untuk dikembangkan. Beberapa sub faktor dalam expandability antara lain:
Extensibility
Extenbility adalah kemampuan sistem untuk dapat ditambahan suatu modul tanpa harus menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa kriteria yang bisa digunakan untuk menilai tingkat
Modularity
Kemandirian suatu fungsional dari suatu komponen program.
Generality
Seberapa bisa perangkat lunak tersebut bisa menyelesaikan masalah pada domainnya.
Simplicity
Tingkat dimana perangkat lunak dapat
3. Safety
Safety dapat didefinisikan sebagai kemampuan
untuk memperkecil resiko yang dapat
membahayakan ke tingkat /level yang dapat
diterima. Safety dapat didefinisikan sebagai
kemampuan untuk melakukan:
Identifikasi
Analisis
Mempelajari
Mengontrol
Terhadap software hazard atau fungsi berbahaya (data & command) untuk memastikan melakukan operasi yang aman [NASA Software Assurance]. Safety dapat dipecah menjadi bagian:
Identifikasi, mencari dan menentukan hazard
yang mungkin terjadi.
Analisis, menganalisa hazard yang ditemukan
untuk mengetahui resiko yang dapat terjadi
Mempelajari, mempelajari hasil analisa untuk mencari solusi yang dapat digunakan
Mengontrol, mengontrol hazard yang telah
ditemukan untuk meminimalisasi resiko yang mungkin terjadi
4. Manageability
Manageability dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan tindakan administrasi, melakukan pengawasan serta memperoleh informasi yang relevan dengan tindakan yang terkait. Beberapa kaitan manageability antara lain:
Monitoring
Berkaitan dengan aktifitas pemantauan (termasuk pencatatan)
Tracking
Berkaitan dengan aktifitas penelusuran
Control
Berkaitan dengan aktifitas pengendalian /
pengubahan
5. Survivability
Terdapat dua pengertian untuk survivability, yaitu:
Kehandalan sistem untuk memberikan layanan
ketika terkena bencana.
Kehandalan sistem diukur dari lamanya waktu
failure dan lamanya waktu recovery.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk pengendalian bencana, yaitu:
Identify the Business Continuity Components That You Will Focus On (people, property, system, data).
Define What You're Protecting.
Prioritize Business Functions.
Classify Outage Types, Frequencies, and Duration.
Calculate The Cost of Downtime
III. METODE PENGUJIAN A. Desain Penelitian
Pengujian perangkat lunak dilakukan menggunakan uji validitas yang dilakukan menggunakan pengujian alpha dan beta testing [7]. Pengujian perangkat lunak
tersebut mengacu pada ISO 9126 tentang software
quality factors tentang functionality, reliability, usability, efficiency, maintainbility, dan portability. Angket adalah alat yang digunakan dalam pengujian
dengan bentuk intrumen pengumpulan data. Alpha
testing dilakukan oleh pengguna untuk mengetahui kesalahan dan masalah pada pemakaian yang terjadi
pada sistem. Alpha testing yang digunakan
menggunakan skala Guttman untuk memperoleh data kuantitatif. Skala Guttman hanya memiliki 2 jawaban yang yaitu Ya-tidak atau Benar-Salah. Sedangkan pada Beta testing pengujian menggunakan skala Likert. Skala Likert dipilih karena digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsei seseorang terhadap gejala atau
kejadian sosial. Beta testing dilakukan untuk
mendapatkan usulan dari pengguna sebelum produk itu di rilis [7]. Pada pengujian ini tahapan pengujian dilakukan oleh sampel pengguna yang dipilih dari focus group perangkat lunak.
B. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Tingkat Fungsionalitas (fungcionality) Sistem
Informasi Penerimaan Siswa Baru.
2. Tingkat keandalan (Reliability) Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru.
3. Tingkat Penggunaan (Usability) Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru.
4. Tingkat Kinerja (efficiency) Sistem Informasi
Penerimaan Siswa Baru.
5. Tingkat Pemeliharaan (Maintainability) Sistem
Informasi Penerimaan Siswa Baru.
6. Tingkat Portabilitas (Portability) Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru.
C. Hipotesis Penelitian.
Ho : Rendahnya tingkatfungcionality, realibility, usability, efficiency, maintainability, Portability aplikasi sistem informasi Penerimaan Siswa Baru.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan kuesioner dengan daftar pertanyaan yang diberikan kepada seluruh responden. Daftar pertanyaan pada kuestioner menggunakan skala likert dengan skala satu sampai dengan lima yaitu 1=Sangat Tidak Setuju, 2=Tidak Setuju, 3=Ragu-Ragu, 4=Setuju, 5=Sangat Setuju.
E. Instrumen Kuisioner 1. Functionality
Tabel 4. Functionality
No. Pertanyaan Hasil
Ya Tidak A. Fungsi Input Data
1. Apakah input data calon
siswa baru dapat dilaksanakan dengan benar?
2. Apakah input data jurusan
yang ditawarkan dapat berjalan dengan benar?
3. Apakah input informasi yang
disuguhkan dilakukan dengan benar?
4. Apakah input pesan dapat
dilakukan dengan benar?
5. Apakah input pengaturan
dapat dilakukan dengan benar? B. Fungsi Olah Data Informasi
6. Apakah olah calon siswa baru
dapat dilakukan dengan benar?
7. Apakah olah data jurusan yang
ditawarkan dapat dilakukan dengan benar?
8. Apakah pengecekan informasi
yang akan ditampilakn dapat dilakukan dengan benar?
9. Apakah pengecekan pesan
masuk dapat dialakukan dengan benar?
10. Apakah pengecekan
pengaturan dapat dilakukan dengan benar?
C. Fungsi Menampilkan Informasi atau Laporan
11. Apakah dapat ditampilkan
data siswa baru dengan benar?
12. Apakah dapat ditampilkan
jurusan yang ditawarkan dengan benar?
13. Apakah informasi yang
disuguhkan dapat ditampilkan dengan benar?
14. Apakah pesan masuk dapat
ditampilkan dengan bener?
15. Apakah hasil pengaturan
dengan benar?
2. Reliability
Tingkat keandalan (reliability) pada Sistem informasi dapat diuji menggunakan tools WAPT 8.1. pengujian
dilakukan menggunakan 10-10 user simultant, dengan
5-10 step setiap 10 detik, dan waktu 10 menit hingga 1 jam. Pengujian dilakukan 2x, kemudian diambil hasil rata-rata dari kedua pengujian tersebut.
3. Usability
Pengujian faktor kualitas Usability dilakukan
dengan menggunakan metode angket (kuisioner).
Angket yang digunakan mengacu pada Computer
System Usability Questionnare (CSUQ) yang fikembangkan oleh J.Lewis [4].
Tabel 5. Instrumen Usability No. Pertanyaan
1 Secara keseluruhan, saya puas dengan
kemudahan pemakaian aplikasi ini.
2 Sangat sederhana penggunaan aplikasi ini.
3 Saya dapat dengan sempurna
menyelesaikan pekerjaan dengan aplikasi ini.
4 Saya dapat menyelesaikan pekerjaan saya
dengan cepat menggunakan aplikasi ini.
5 Saya dapat dengan menyelesaikan
pekerjaan saya secara efisien menggunakan aplikasi ini.
6 Saya merasa nyaman menggunakan aplikasi
ini.
7 Sangat mudah mempelajari penggunaan
aplikasi ini.
8 Saya yakin saya bisa menjadi produktif
dengan cepat berkat aplikasi ini.
9 Pesan kesalahan yang diberikan aplikasi ini
menjelaskan dengan gambling cara
mengatasinya.
10 Kapanpun saya membuat kesalahan, saya
bisa memperbaikinya dengan cepat dan mudah.
11 Informasi yang disediakan aplikasi ini
cukup jelas.
12 Sangat mudah mencari informasi di aplikasi
ini.
13 Informasi yang disediakan aplikasi sangat
mudah dipahami.
14 Informasi yang disediakan efektif
membantu saya menyelesaikan tugas dan skenario.
15 Pengorganisasian informasi yang
ditampilkan aplikasi jelas.
16 Antarmuka aplikasi menyenangkan.
17 Saya menyukai menggunakan antarmuka
aplikasi ini.
18 Aplikasi ini memiliki fungsi dan kapabilitas
sesuai harapan saya.
19 Secara keseluruhan, saya puas dengan
Skala yang digunakan adalah Skala Likert, yaitu (1=Sangat Tidak Setuju, 2=Tidak Setuju, 3=Ragu-Ragu, 4=Setuju, 5=Sangat Setuju).
4. Efficiency
Pada tahap ini, pengujian dilakukan menggunakan alat ukur YSlow yang dikembangkan oleh Yahoo Developer Network. Tujuan menggunaan alat ukur ini adalah untuk mengukur performa sebuah halaman website. Performa yang akan diukur adalah besarnya bytes data dokumen, jumlah HTTP request,minifikasi, kompresi GZIP, dan score / grade akhir.
Tabel 6. Instrumen Efficiency
No. Parameter Dasar YSlow Aktif
1. Make fewer HTTP requests Ya
7. Configure entity tags (ETags) Ya
8. Use cookie-free domains Ya
9. Make JavaScript and CSS
external
Ya
5. Maintainability
Pengujian pada tahap ini dilakukan
dengan menguji perangkat lunak pada aspek
instrumentation, consistency, dan simplicity.
Pengujian untuk aspek maintainability ini
menggunakan ukuran-ukuran (metrics). Kemudian pengujian dilakukan peneliti dengan uji secara operasional. Berikut adalah instrumen maintainability :
Table.7 Instrumen Maintainability
Aspek Aspek yang
dinilai
Hasil yang akan diperoleh Instrumentation Terdapat
peringantan
kesalahan yang dilakukan oleh
user¸ maka
Consistency Penggunaan
satu bentuk system pengolah data mempunyai satu bentuk yang
system sama, hal ini
dapat dilihat
pada bgian
implemantasi system
Simplicity Kemudahan
dalam diperbaiki, dan dikembangkan. Hal ini dapat
dilihat pada
tahapan-tahapan proses penulisan koode program
6. Portability
Pengujian pada tahap ini dilakukan dengan menjalankan sistem pada 4 browser berbasis desktop dan pada 3 browser berbasis mobile.
Pengujian Portability dapat digunakan
menggunakan bantuan situs
http://powermapper.com
F. Teknik Analisis Data
Proses analisa ini digunakan untuk menghitung data variabel yang diujikan yaitu software quality factors ISO
9126 pada aspek functionality, reliability,
usability,efficency,maintainability dan portability. Berdasarkan hasil analisis instrumen nantinya akan didapatkan skor per instrumen kemudian nanti akan dihitung rata-rata dari instrument dengan menggunakan rumus;
1. Rata-rata Instrumen
Dimana,
= Skor rata-rata = Skor total item
= Jumlah Item
2. Prosentase Skor
Table 8.Tabel Presentase Kelayakan
No Presentase Interpretasi
1 0% - 20% Sangat Tidak Layak
2 21% - 40% Tidak Layak
3 41% - 60% Cukup Layak
4 61% - 80% Layak
5 81% - 100% Sangat Layak
Dari hasil perhitungan analisa data penelitian nantinya akan didapat interpretasi kelayakan perangkat lunak yang dikembangkan dan diteleti. Hasil penelitian ini nantinya akan menentukan kualitas perangkat lunak baik per-faktor kualitas maupun secara keseluruhan
IV. ANALISIS
A. Hasil Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan ialah kuesioner yang berisi butir sub-matric dari software quality factors ISO 9126 pada faktor functionality, reliability, usability, efficency, maintainability dan portability. Berikut ini data hasil penelitian setelah dilakukan uji instrument pada penggunan sistem informasi penerimaan siswa baru.
1. Functionality
Hasil angket dari 10 responden berkaitan dengan fungsionalitas sebuah sistem informasi adalah sebagai berikut:
No. Pertanyaan Hasil
Ya Tidak A. Fungsi Input Data
1. Apakah input data calon
siswa baru dapat dilaksanakan dengan benar?
10 0
2. Apakah input data jurusan
yang ditawarkan dapat berjalan dengan benar?
10 0
3. Apakah input informasi yang
disuguhkan dilakukan dengan benar?
10 0
4. Apakah input pesan dapat
dilakukan dengan benar?
8 2
5. Apakah input pengaturan
dapat dilakukan dengan benar?
10 0
B. Fungsi Olah Data Informasi
6. Apakah olah calon siswa baru
dapat dilakukan dengan benar?
10 0
7. Apakah olah data jurusan yang
ditawarkan dapat dilakukan
10 0
dengan benar?
8. Apakah pengecekan informasi
yang akan ditampilakn dapat dilakukan dengan benar?
10 0
9. Apakah pengecekan pesan
masuk dapat dialakukan dengan benar?
8 2
10. Apakah pengecekan
pengaturan dapat dilakukan dengan benar?
10 0
C. Fungsi Menampilkan Informasi atau Laporan
11. Apakah dapat ditampilkan
data siswa baru dengan benar?
10 0
12. Apakah dapat ditampilkan
jurusan yang ditawarkan dengan benar?
10 0
13. Apakah informasi yang
disuguhkan dapat ditampilkan dengan benar?
10 0
14. Apakah pesan masuk dapat
ditampilkan dengan bener?
10 0
15. Apakah hasil pengaturan
dengan benar?
10 0
Jumlah 146 4
Dari hasil diatas dapat diketahui persentase untuk masing-masing penilaian adalah:
Ya = (146/150) x 100% = 97,33 %
Tidak = (4/150) x 100% = 2,67 %
Dari skor persentase yang didapat maka kualitas perangkat lunak dari sisi functionality telah sesuai dengan atribut functionality dan mempunyai skala sangat layak.
2. Reliability
Pengujian reliability terhadap sistem ini yang pertama yaitu menguji “failure on demand”, yang berarti memungkinan bahwa sistem tidak dapat dijalankan yang memungkinkan terjadi kegagalan.
Sistem diuji menggunakan software WAPT 8.1
(load, stress and performance testing of web sites) dengan menggunakan 20 user simultan, 2 step setiap 20 detik dalam waktu 2 menit. Pengujian dilakukan 1x kemudian diambil nilai rata-ratanya.
Gambar 6. Hasil pengujian reliability menggunakan WAPT
yang dibuka dengan berhasil dan 0 halaman gagal dibuka. Jumlah hits yang berhasil sebanyak 211 dan kegagalan sebanyak 0 hits. Total data yang terkirim adalah 100 Kbytes dan 569 Kbytes berhasil diterima. Serta rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk merespon tanpa pages element adalah 1.00 detik dan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk merespon dengan pages element adalah 3.15 detik.
Kemudian jika dipersentasekan error load adalah (0 / 300) * 100% = 0% dan persentase keberhasilan load sistem adalah 100%. Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukkan oleh tabel hasil pengujian reliability yang menunjukkan angka
persentase keberhasilan sebesar 100% yang
menunjukkan bahwa hasil pengujian sangat baik dan layak untuk digunakan serta diimplementasikan kepada pengguna.
3. Usability
Hasil dari pengujian usability pada sistem informasi penerimaan siswa baru adalah sebagai berikut:
SS=Sangat Setuju, S=Setuju, RR=Ratu-ragu,
TS=Tidak Setuju, STS=Sangat Tidak Setuju
Pertanyaan
Berikut perhitungan jumlah skor yang didapat dari hasil kuesioner :
Sangat Setuju = 197x5 = 985
Skor yang didaoat dari koresponden tersebut diambil Nilai rata-rata. Kemudian dijumlahkan untuk mengetahui nilai tertinggi dan nilai terendah, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
Nilai tertinggi = 20 x 19 x 5 = 1900, dengan asumsi semua responden memberi jawaban sangat setuju pada setiap item kuesioner.
Nilai terendah = 20 x 19 x 1 = 380, dengan asumsi semua responden memberi jawaban. Table usability pengujian kepada Pengunjung sangat tidak setuju pada setiap item kuesioner.
Data yang didapat kemudian disusun kedalam kategori penilaian kuesioner berdasarkan interval kelas sebagai beriut.
Menghitung jumlah kelas.
K = 1 + 3.3 log n 1 + 3.3 log 20
1 + 4.29 = 5.29 (dibulatkan menjadi 5)
Menghitung rentang data
Rentang data = ( data terbesar – data terkecil) + 1 = 1900 – 380 = 1520
Menghitung panjang kelas
Panjang kelas = rentang data/jumlah kelas = 1520/5 = 304
Dari hasil kategori pembagian diatas, maka dapat disusun rentan data berdasarkan interval kuesioner sesuai dengan table berikut.
Interval nilai Kategori
380 – 684 Sangat Buruk kesimpulan bahwa hasil kuesioner dengan interval
kategori factor kualitas usability menunjukkan
4. Efficiency
Analisis efficiency dilakukan menggunakan alat
bernama YSlow. YSlow digunakan untuk
menganalisa website. Pengujian dilakukan pada
setiap halaman website.Berikut adalah hasilnya:
Gambar 7. Hasil pengujian halaman depan
Gambar 8. Hasil pengujian halaman pendaftaran
Gambar 9. Hasil pengujian halaman Informasi
Gambar 10. Hasil pengujian halaman Kegiatan
Gambar 11. Hasil pengujian halaman berita
Gambar 12. Hasil pengujian halaman tentanh
Gambar 13. Hasil pengujian halaman administrator
Tabel 9. analisis data pengujian efficiency berdasarkan grade ( halaman untuk admin jurusan)
Grade / Score Jumlah halaman
Presentasi (%)
A (90 – 100) 1 14.28
B (80 – 89) 0 0
C (70 – 79) 6 85.71
D ( <69) 0 0
Total 7 100
5. Maintainability
Berikut adalah hasil pengujian maintainability
sebagai berikut:
a. Pengujian aspek Instrumentation
Tampilan awal pada website ketika pelanggan membuka halaman web tersebut, maka akan langsung disuguhkan tampilan diatas.
Gambar 13. Tampilan halaman pendaftaran pada website
Gambar diatas adalah tampilan pendaftaran pada calon peserta didik baru. Pada gambar diatas terlihat bahwa tidak ada peringatan data yang wajib diisi maupun tidak.
Gambar 14. Tampilan halaman informasi pada website
Gambar 15. Tampilan halaman kegiatan pada website
Gambar 16. Tampilan halaman berita pada website
Halaman diatas merupakan tampilan yang hamper mirip satu sama lain, hanya saja yang membedakan adalah isi masing-masing halaman.
Gambar 18. Tampilan peringatan
Gambar diatas menunjukkan tampilan login jika gagal akan muncul peringatan sesuai dengan gambar diatas.
Gambar 19. Tampilan peringatan
Sedangkan gambar diatas menunjukkan tampilan login jika berhasil atau username dan password sesuai, maka akan muncul peringatan sesuai dengan gambar diatas.
b. Pengujian Aspek Consistency
Pada pengujian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat konsistensi bentuk pada website.
Gambar 20. Tampilan utama pada website
Gambar 21. Tampilan halaman tentang pada website
Gambar 22. Tampilan halaman jurusan pada administrator website
Gambar 23. Tampilan halaman formulir pada administrator website
c. Pengujian Aspek Simplicity
Gambar 24. Tampilan code index.php
Gambar 25. Tampilan code administrator.php
Pada gambar diatas menunjukkan screenshoot
code index.php dan administrator.php. pada halaman ini tidak diberi keterangan pada setiap script. Hal ini dapat menyulitkan bagi programmer
untuk mengedit website Sistem Informasi
Penerimaan Siswa Baru.
6. Portability
Pengujian pada aspek ini dapat diujikan
menggunakan situs http://www.powermapper.com/ dengan hasil sebagai berikut:
Gambar 26. Hasil analisa portability melalui http://www.powermapper.com/
Gambar 27. Hasil analisa portability dari Web browser Internet Explorer dan Firefox
Gambar 28. Hasil analisa portability dari Safari, Opera, Chrome dan iOS
Gambar 29. Hasil analisa portability dari platform Android dan BlackBerry
V. KESIMPULAN
Paper ini membahas mengenai analisis kualitas pada
Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru. Pengujian yang dilakukan menggunakan software quality factors ISO 9126.
Analisa kualitas software dapat digunakan
menggunakan software quality factors ISO 9126 dengan
mengedepankan pada 6 aspek yang ada pada ISO 9126, yaitu functionality, reliability, usability, efficiency, maintainbility, dan portability. Berikut adalah kesimpulan dari analisis pengujian kualitas system:
1. Pada pengujian functionality menunjukkan hasil
tingkat keberhasilan sebesar 97,33 % dan telah sesuai dengan atribut functionality dengan skala layak.
2. Pada pengujian reliability menggunakan WAPT 8.1
menunjukkan hasil persentase keberhasilan sistem dari sisi reliability sebesar 100% yaitu dalam skala sangat layak.
3. Pengujian usability secara keseluruhan tingkat keberhasilan dari aspek usablity dalam skala yang sangat baik.
4. Pengujian efficiency dilakukan dengan
menggunakan YSlow. Dari pengujian didapatkan score grade rata-rata sebesar 85,71% tergolong dalam grade C yaitu masih perlu peningkatan lagi dalam pengembangan sistem.
5. pengujian menggunakan sub-aspek instrumentation,
consistency, dan simplicity disimpulkan sistem
mempunyai aspek maintainability yang cukup
karena sistem belum memenuhi sub aspek simplicity
6. pengujian portability menunjukan system informasi penerimaan siswa baru dapat dapat diakses di 6 web browser dan 2 Platform. Web browser yang dapat diakses yaitu Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, Safari, Google Chrome, dan iOS. Sedangakn platform yang diuji yaitu Android dan BlackBerry.
REFERENSI
1. Kristanto, A., Perancangan Sistem Informasi dan
Aplikasinya. 2003, Yogyakarta: Gava Media.
2. Nugroho, K.H., Sistem Informasi Pendaftaran Siswa
Baru (PSB) Di SMK Sakti Gemolong Berbasis Client Server, in Program Diploma III Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2007, Universitas Sebelas Maret: Surakarta. p. 56. 3. Pfleeger, software Engineering Theory and Practice (2nd
Ed.). 2001, Prentice Hall.
4. Lewis, J., IBM Computer Usability Sarisfaction
Questionnaires : Psychometric Evaluation and Instructions for Use. 1993, Boca Raton: IBM Corporation.
5. Putut. ISO 9126. 2013 [cited 2013 10 Desember];
Available from:
http://putut25.wordpress.com/2013/10/25/iso-9126/. 6. Land, R., Measurements of Software Maintainability.
2002.