• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KONSERVATISME AKUNTANSI TERHADAP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DENGAN KUALITAS LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Industri Perbankan Konvensional Indonesia yang terdaftar di BEI Periode 2010-2014) - Perbanas Institutional Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENGARUH KONSERVATISME AKUNTANSI TERHADAP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DENGAN KUALITAS LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Industri Perbankan Konvensional Indonesia yang terdaftar di BEI Periode 2010-2014) - Perbanas Institutional Repository"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 4 Hasil Regresi Linier Berganda

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui bahwa komite audit (KA) memiliki signifikansi lebih kecil dibandingkan level of significant yaitu sebesar 0.041 < 0.05 dan

Variabeljumlah rapat dewan komisarismemiliki nilai t hitung 1,637 lebih kecil dari t tabel 2,069 dengan nilai signifikansi sebesar 0,116 lebih besar dari alpha 5% 0,05, sehingga

Berdasarkan nilai F-hitung sebesar 1.919 dengan tingkat signifikansi 0,119 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel asimetri informasi, proporsi komisaris

hitung sebesar -10,151 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,000<0,05) dan koefisien regresi mempunyai nilai negatif sebesar -52,961; maka penelitian ini

Dengan nilai beta yang diperoleh dari hasil pengujian yang ditunjukkan pada tabel 11 sebesar -0,041, maka hal ini menunjukkan bahwa variabel kualitas audit berpengaruh

Karena signifikansi F hitung lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dewan komisaris, dewan

nilai koefisien sebesar -0,340 dan nilai signifikansi sebesar 0,477 sehingga dapat dikatakan bahwa risiko kepatuhan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap

Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa nilai t hitung variabel IRR lebih rendah dari nilai t tabelnya (0,482 < 2,040) dengan tingkat signifikansi sebesar