• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah ekonomi dalam sektor pariwisata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah ekonomi dalam sektor pariwisata"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

EKONOMI SEKTOR PARIWISATA

Dengan tema Berdikari dalam Bidang Ekonomi

Dosen :

Disusun Oleh:

Mau’izhotul Hasanah

(13423114)

Program Study Ekonomi Islam

Fakultas Ilmu Agama Islam

Universitas Islam Indonesia

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang atas nikmat dan karunianya yang telah diberikan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah bertema berdikari dalam bidang ekonomi dalam judul ekonomi dalam sektor pariwisata. Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada baginda besar kita yang sebagai kekasih Allah SWT, yakni Nabi Muhamad SAW. Dan tak lupa saya berterima kasih kepada dosen pengajar kami bapak Junaidi Safitri, SEI, MEI yang mana telah membimbing kami selama matari ini berlangsung dan juga telah mempercayakan tugas ini kepada saya, sehingga saya dapat mengambil pengetahuan dan pembelajarannya.

Makalah ini dirancang dan ditulis sebagai tugas individu begitu pula bertujuan agar mahasiswa dapat memahami tentang pembahasan mengenai pariwisata yang mana mempunyai banyak menolong perekonomian indonesia dan juga agar dapat memperluas cakrawala tentang perekonomian yang semakin hari semakin berkembang pada saat ini Dan saya pun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya khususnya

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... 2

DAFTAR ISI... 3

BAB I PENDAHULUAN... 4

A. LATAR BELAKANG...4

BAB II PEMBAHASAN... 5

A. PENGERTIAN PARIWISATA...5

B. JENIS-JENIS PARIWISATA...6

C. MANFAAT SEKTOR PARIWISATA DALAM PEREKONOMIAN...7

D. PERKEMBANGAN SEKTOR PARIWISATADI INDONESIA...8

E. CITA-CITA PEMBANGUNANDAN PARIWISATA...9

F. STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA...10

G. UPAYA PEMERINTAHDALAM MENINGKATKAN EKONOMI PARIWISATA INDONESIA...11

H. DAMPAK SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PEREKONOMIAN...12

BAB III PENUTUP... 14

A. KESIMPULAN...14

B. SARAN...14

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Dalam konteks berdikari dalam bidang ekonomi, Bung Karno menyatakan bahwa “bangsa Indonesia harus bersandar pada kekuatan, dana, tenaga yang memang sudah dimiliki dan sudah ditangan kita yang digunakan semaksimalnya untuk kemakmuran rakyat”. Dalam rancangan pembangunan ekonomi yang termanifestasi dalam Deklarasi Ekonomi (Dekon), Bung Karno menempatkan kedudukan rakyat sebagai sumber daya sosial dan sumber daya ekonomi dalam pembangunan. Dalam konteks tersebut sudah dinyatakan oleh pemangku kekuasaan pertama di Indonesia yaitu presiden soekarno bahwa bangsa Indonesia harus bersandar pada kekuatan, dana dll agar digunakan untuk memakmurkan rakyatnya akan tetapi pada kenyataannya masih banyak rakyat Indonesia yang hingga hari ini hidup di bawah garis kemiskinan. Pembangunan yang tidak merata, terlebih di daerah perbatasan. Dominasi penguasaan sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi yang strategis dimiliki oleh warga asing, juga kesenjangan kemakmuran yang hanya dinikmati oleh segelintir orang. Berkedaulatan secara ekonomi, sekali lagi solusinya adalah keberanian pemimpin ini untuk bersikap tegas.

(5)

sekitarnya. Maka makalah ini mencoba untuk mengulas tentang ekonomi disektor pariwisata yang mana merupakan salah satu keuntungan bagi perekonomian negara khususnya bagi indonesia yang memiliki banyak tempat yang dapat dijadikan sektor pariwisata.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pariwisata

Pengerian pariwisata secara Etimologi, pariwisata berasal dari dua kata yaitu “ pari” yang berarti banyak atau berkeliling, sedangkan pengertian wisata berarti “pergi”. Dalam kamus besar Indonesia pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan rekreasi. Sedangkan pengertian secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan

Adapun pengertian pariwisata menurut para ahli yaitu:

1. Menurut UU No.10/2009 tentang kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.

2. Koen Meyers (2009) pariwisata adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan oleh semntara waktu dari tempat tinggal semula ke daerah tujuan dengan alasan bukan untuk menetap atau mencari nafkah melainkan hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang atau libur serta tujuan-tujuan lainnya.

3. Suwantoro (1997) , pariwisata adalah suatu proses kepergian sementara dari seseorang atau lebih menuju tempat lai dari luar tempat tinggalnya karena suatu alasan dan bukan untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan uang.

(6)

5. Soekadijo (1996), pariwisata adalah gejalayang komples dalam masyarakat, di dalamnya terdapat hotel, objek wisata, souvenir, pramuwisata, angkutan wisata, biro perjalanan wisata, rumah makan dan banyak lainnya.

6. Drs. E.A.Chalik, pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling.1

B. Jenis-Jenis Pariwisata

Walaupun banyak sekali jenis pariwisata yang ditentukan menurut motif tujuan perjalanan,dapat pula dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:

1. Pariwisata untuk menikmati perjalanan (pleasure tourism)

Bentuk pariwisata ini dilakukan oleh orang-orang yang meninggalkan tempat tinggalnya untuk berlibur, untuk mencari udara segar yang baru, untuk memenuhi kehendak keingingintahunya, dll. Jenis parwisata ini menyangkut begitu banyak unsur yang sifatnya berbeda-beda, disebabkan pengertian pleasure akan selalu berbedakadar pemuasnya sesuai dengan karakter, cita rasa, latar belakang kehidupan, serta temperamen masing-masing individu.

2. Pariwisata untuk rekreasi (recreation tourism)

Jenis pariwisata ini dilakukan oleh orang-orang yang menghendaki pemanfaatan hari-hari liburnya untuk beristirahat dengan tujuan menemukan kenikmatan yang diperlukan. Dengan kata lain, mereka lebih menyukai health resorts.

3. Pariwisata untuk kebudayaaan (cultural tourism)

Jenis pariwisata ini ditandai oleh adanya rangkaian motivasi, seperti keinginan untuk belajar dipusat-pusat pengajaran dan riset, untuk mempelajari adat istiadat, untuk mengunjungi monumen bersejarah, untuk ikut serta dalam festival-festival seni musik, dan lain-lain.

4. Pariwisata untuk olah raga (sports tourism) Jenis ini dibagi menjadi dua kategori yaitu:

(7)

a. Big Sports Events, yaitu peristiwa-peristiwa olah raga besar, seperti Olympiade Games, kejuaraan ski dunia, kejuaraan tinju dunia, dan lain-lain yang menarik perhatian orang banyak.

b. Sporting Tourism of the Practitioners, yaitu pariwisata olah raga bagi mereka yang ingin berlatih dan mempraktikkan sendiri, seperti pendakian gunung,olah raga naik kuda dan lain-lain. Negara yang memiliki banyak fasilitas atau tempat-tempat olah raga seperti itu akan menjadi daya tarik para wisatawan.

5. Pariwisata untuk urusan usaha dagang (business tourism)

Dalam istilah business tourism tersirat tidak hanya professional trips yang dilakukan kaum pengusaha atau industrialis, tetapi juga mencakup semua kunjungan ke pameran, kunjungan ke instalasi teknis yang bahkan menarik orang-orang diluar profesi ini. Perlu diperhatikan bahwa para pengusaha tidak hanya bersikap dan berbuat kepada konsumen, tetapi dalam waktu-waktu bebasnya, sering dibuat sebagai wisatawan biasa dalam pengertian sosiologis karena mengambil dan memanfaatkan kuntungan sari atraksi yang terdapat dinegara lain.

6. Pariwisata untuk berkonvensi (convention tourism)

Peranan pariwisata ini makin lama makin penting. Tanpa menghitung banyaknya konvensi atau konferensi nasional, banyaknya simposium maupun sidang yang diadakan setiap tahun diberbagai negara. Konvensi atau pertemuan ini sering dihadiri oleh ratusan atau bahkan ribuan pesartayang biasanya tinggal beberapahari dikota atau dinegara penyelenggara. Banyak negara-negara yang menyadari besarnya potensi ekonomi dari jenis pariwisata konverensi ini sehingga mereka saling berusaha untuk menyiapkan dan mendirikan bangunan-bangunan yang khusus diperlengkapi untuk tujuan membangun pusat-pusat konverensi lengkap dengan fasilitas mutakhir yang diperlukan untuk menjamin efisiensi operasi konverensi.2

C. Manfaat Sektor Pariwisata Dalam Perekonomian

(8)

Manfaat dan keuntungan dari sektor pariwisata dapat terlihat dan dirasakan baik dari segi ekonomi, sosail, budaya, politik dan lingkungan hidup. Dan Ada banyak sekali manfaat dan keuntungan sektor pariwisata bila direncanakan dan diarahkan dengan baik ayaitu seperti:

1. Penerimaan Devisa

Masuknya wisatawan mancanegara akan membawa valuta asing, yang berarti akan memperkuat neraca pembayaran dan perdagangan. Penerimaan devisa negara dari pariwisata bersumber dari:

a. Uangyang dikeluarakan atau dibelanjakan oleh wisatawan asing selama yang bersangkutan melakukan kunjungan,berupa pengeluaran untuk penginapan (akomodasi), makan dan minum, transportasi lokal dan lain-lain

b. Biaya yang diterima oleh perusahaan penerbangan dimana wisatawan yang berkunjung dimasukkan sebagai penerimaaan sektor pariwisata

c. Investasi bidang pariwisata

d. Biaya promosi pariwisata dari negara lain

2. Kesempatan Berusaha

Kesempatan berusaha semakin terbua luas, baik usaha yang langsung memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak langsung. Contoh lapangan usaha langsung yaitu seperti usaha akomodasi, restoran dan rumah makan, biro perjalanan toko cendera mata, sanggar-sanggar kerajinan dan seni, pramuwisata, pusat perbelanjaaan danlain sebagainya. Dan contoh lapangan usaha tidak langsung seperti pertanian, perikanan, perternakan, perindustrian dan kerajinan, industri oleh raga, industri pakaian jadi dan usaha lainnya.

3. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dan Pemerintah

Wisatawan yang datang berkunjung akan mengeluarkan sebagian dari uangnya untuk keperluan selama perjalanannya. Hal ini akan menambah pendapatan masyarakat setempat, seperti biaya penginapan,angkutan lokal, makan danminum, pembelian jasa-jasa dan barang-barang lainnya. Disamping itu pemerintah setempat akan memperoleh pendapatan berupa pajak dari perusahaan dan dari uang asing yang dibelanjakan oleh wisatawan.

(9)

Berkembangnya kepriwisataan di daerah akan mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mempersiapkan dan membangun sarana dan prasarana yang diperlukan seperti: pembangunan dan perbaikan jalan, instalasi air, instalasi listrik, pembenahan obyek dan daya tarik wisata, perbaikan lingkungan, pengkondisian masyarakat, penataan kelembagaan dan pengaturan, dan lain sebagainya. Selain itu juga akan mendorong investor untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana akomondasi, usaha jasa biro, restoran dan lainnya.3

D.

Perkembangan Sektor Pariwisata di Indonesia

Pada tahun 1990-1996, Indonesia menikmati dampak dari meningkatnya pariwisata dunia. Sejak akhir tahun 1997 pada saat itu badai krisis menerjang Indonesia, Indonesia melakukan revitalization dan positioning di sektor kegiatan pariwisata.

Ketika Memasuki abad ke-21 perhatian terhadap pariwisata sudah sangat meluas, Jumlah wisatawan mancanegara saat itupun semakin meningkat. Hal ini terjadi karena pariwisata mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi negara-negara yang menerima kedatangan wisatawan. Pembangunan pariwisata memiliki peran signifikan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam aspek ekonomi, sektor pariwisata mengkontribusikan devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara dan Produk Domestik Bruto (PDB) beserta komponennya.Tidak sedikit wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara datang untuk menikmati daya tarik wisata yang ada di Indonesia. Dan sektor pariwisata juga merupakan alternatif dalam segi ekonomi untuk menanggulangi kemiskinan di indonesia. Ada bebrapa aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan pengembangan pariwisata yaitu:

1. Wisatawan (Tourist)

Harus mengetahui karekteristik dari wisatawan, dari negara mana saja mereka datang, usia, hobi dan pada musim apa mereka melakukan perjalanan.

2. Transportasi

Harus melakukan penelitian bagaimana fasilitas transportasi yang tersedia untuk membawa wisatawan ke daerah tujuan wisata yang dituju.

3. Atraksi atau obyek wisata

(10)

Bagaimana obyek wisata yang akan dijual, apakah sudah memenuhi tiga syarat berikut: apa yang dapat dilihat, apa yang dapat dibeli di DTW yang dikunjungi dan apa yang dilakukan di daerah wisata tersebut.

4. Fasilitas Pelayanan

Fasilitas apa sja yang tersedia dikawasan tersebut, bagaimana akomodasi perhotelan yang ada, restoran, pelayanan umum seperti bank atau money changers, kantor pos, telepon, toilet di DTW yang akan dikunjungi wisatawan.

5.

Informasi dan Promosi

Diperlukan publikasi atau promosi, kapan iklan dipasang, kemana leaflets/brosur disebarkan sehingga calon wisatawan mengetahui tiappaket wisata dan wisatawan cepat mengambil keputusan.4

E. Cita-Cita Pembangunan dan Pariwisata

Populasi yang mulai berkembang dengan kebutuhan-kebutuhan manusia yang senantiasa bertambah bukan malah menyurut, dan kegelisahan sosial yang mengancam maka wisatalah tujuan setiap manusia untuk menjawab permasalahannya. Maka disini akan terjadinya dorongan untuk mengembangkan sektor pariwisata, dalam hal ini terdapat tujuan tersendiri dalam membangun sektor pariwisata,yaitu:

1. Menggalakkan pemeliharaan segi-segi positif yang berupa kegiatan,sifatatausikap masyarakat yang langsung atau tidak langsung bermanfaat bagi pengembangan masyarakat itu sendiri maupun kepariwisataan.

2. Menggalakkan usaha-usaha pencegahan pengaruh buruk yang mungkin muncul akibat pengembangan pariwisata atau setidak-tidaknya membatasi pengaruh tersebut sekecil-kecilnya.5

F. Strategi Pengembangan Sektor Pariwisata

Berdasarkan potensi dan peluang yang ada maka pengembngan pariwisata perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan prtumbuhan ekonomi dengan sektor pariwisata. Pengembangan pariwisata yang menunjang pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal yaitu:

4 http://shesagitarius.blogspot.in/2011/11/dampak-positif-dan-negatif-pariwisata.html

(11)

1. Perlu ditetapkan beberapa peraturan yang berpihak padapeningkatan mutu pelayanan pariwisata dan kelestarian lingkungan wisata, bukan berpihak pada kepentingan pihak-pihak tertentu.Selain itu perlu diambil tindakan yang tegas bagi pihak-pihak-pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan.

2. Pengelola pariwisata harus melibatkan masyarakat setempat. Hal itu penting karena pengalaman pada beebrapa daerah tujuan wisata (DTW), sama sekali tidak melibatkan masyarakat setempat, akibatnya tidak ada sumbangsih ekonomi yang diperoleh masyarakat sekitar.

3. Kegiatan promosi yang dilakukan harus beragam, selain dengan mencanangkan cara kampanye dan program visit indonesian year seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, kegiatan promosi juga perlu dilakukan dengan membentuk sistem informasi yang handal dan membangun kerjasama yang baik dengan pusat-pusat informasi pada negara-negara yang potensial,

4. Perlu menentukan DTW-DTW utama yang memiliki keunikan dibanding dengan DTW lain, terutama yang bersifat tradisional dan alami. Kebetulan saat ini obyek wisata yang alami dan tradisional menjadi sasaran utama para wisatawan asing. Obyek ini sangat banyak ditemukan diluar jawa.

5. Pemerintah pusat membangun kerjasama dengan kalangan swasta dan pemerintah daerah setempat, dengan sistem yang jujur, terbuka dan adil. Kerjasama ini penting untuk lancarnya pengelolaan secara profesional dengan mutu pelayanan yang memadai. Selain itu kerjasama diantara penyelenggara juga perlu dibangun. Kerjasama diantara agen biro perjalanan, penyelenggara tempat wisata, pengusaha jasa akomodasi dan komponen-komponen terkait lainnya merupakan hal yang sangat penting bagi keamanan, kelancaran dan kesuksesan pariwisata.

6. Perlu dilakukan pemerataan aruswisatawan bagi semua DTW yang ada di seluruh Indonesia. Dalam hal ini pemerintah juga harus memberikan perhatian yang sama kepada semua DTW, perhatian DTW yang sudah mandiri hendaknya dikurangi dan memberikan perhatian yang lebih terhadap DTW yang memerlukan perhatian lebih.

(12)

meningkatkan keterampilan dan pengadaan modal bagi usaha-usaha yang mendatangkan keuntungan.

8. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan perlu dipersiapkan secarabaik untuk menunjang kelancaran pariwisata. Pengadaan dan perbaikan jalan, telepon, angkutan, pusat perbelanjaan wisata danfasilitas lain di sekitar lokasi DTW sangat diperlukan.

Dengan memperhatikan beberapa strategi dikiranya dapat membantu bagi penyelenggara pariwisata yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi. Tentunya saran-saran dan masukan tersebut tidak berlaku untuk semua DTW, hal ini sangat tergantung pada kebutuhan DTW masing-masing yang memiliki permasalahannya sendiri dari waktu ke waktu dan lingkungan yang berbeda-beda.6

G.Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Ekonomi Pariwisata

Indonesia

Melihat pariwisata di Indonesia yang sangat besar , pemerintah pun semakin serius dalam menangani kepariwisataan indonesia.Keseriusan itu diperlihatkan dengan menetapkan visi terbaru untuk sektor pariwisata. Visi baru tersebut adalah menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas internasional, berdaya saing tinggim dan berkelanjutan. Upaya yang sangatperlu dilakukan saat ini agar sejalan dengan visi tersebut adalah meningkatkan daya saing produk wisata di indonesia, pengembangandaya tarik wisata nusantara, promosi yang terpadu dan kesinambungan,

serta pengembangan institusi dan sumber daya manusia dalam nmeningkatkan ekonomi pariwisata indonesia.

Untuk pariwisata, pemerintah menyatakan bahwa ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu: distinasi yang sudah ada harus dikembangkan, pengembangan destinasi baru, dan wisata minat khusus. Untuk wisata minat khusus yang akan dikembangkan saat ini adalah MICE (meeting, incentives, convention, and exhibition), wisata bahari lautan nusantara dan alam indonesiayang kaya dengan keindahannya, wisata olah raga, serta wisata belaja dan kuliner khas nusantara. Sedangkan untuk pengembangan destinasi pariwisata yang sudah ada pemerintah memfokuskan diripada pengembangan 15 Destination Management Organization

(13)

(DMO), desa wisata, pusat rekreasi masyarakat, pasar wisata, zona kreatif, daya tarik wisata, serta melakukan kerjasama dan kemitraan.7

H.Dampak Sektor Pariwisata Terhadap Perekonomian

Pengembangan pada sektor pariwisata diberbagai belahan dunia khusunya Indonesia telah berdampak pada berbagai dimensi kehidupan manusia, khususnya bagi perekonomian indonesia. Berdasarkan GDP indonesia sektor pariwisata merupakan sektor yang mengalami laju pertumbuhan tertinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Sampai tahun 2012, laju pertumbuhan sektor pariwisata mencapai 9,98 % sehingga dapat dikatakan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang dianggap cukup perspektif untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi indonesia. Sektor pariwisata bukan hanya ssebagai sektor andalan untuk meningkatkan devisa negara akan tetapi sektor inimampu untuk memberantas kemiskinan. Dilihat dari segi ekonomi sektor pariwuisata memiliki dampak positif dan negatif, dampak positif dari sektor pariwisata yaitu:

1. Penciptaan lapangan kerja, dimana pada umumnya pariwisata merupakan industri padat karya dimana tenaga kerja tidak dapat digantikan dengan modal atau peralatan

2. Sebagai sumber devisa asing8

3. Dapat meningkatkan pendapatan, sekaligus mempercepat pemerataan pendapatan masyarakat. Sebagai akibat multiplier effect dari pengeluaran wisatawan yang relatif cukup besar

4. Dapat meningkatkan penerimaan pajak pemerinta dan retribusi daerah. Setiap wisatawan yang berbelanja akan selalu dikenakan pajak sebesar 10% sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku

5. Dapat meningkatkan pendapatan nasional atau Gross Domestic Bruto (GDB).

(14)

1. Pariwisata dan vulnerability ekonomi, karena negara kecil dengan perekonomian terbuka, pariwisata menjadi sumber mudah diserang atau luka (vulnerability), khususnya jika negara tersebut sangat tergantung pada satu pasar asing

2. Banyak kasus kebocoran sangat luas dan besar, khususnya jika proyek-proyek pariwisata berskala besar dan diluar kapasitas perekonomian, seperti barang-barang impor, biaya promosi ke luar negeri, tambahan pengeluaran untuk warga negara sebagai akibat dari penerimaan dan percontohan dari pariwisata yang lainnya

3. Polarisasi spasial dari industri pariwisata, dimana perusahan besar mempunyai kemamuan untuk menerima sumber daya modal yang besar dari kelompok besar perbankan atau lembaga keuangan lain. Sedangkan perusahaan kecil harus tergantung dari pinjaman atau subsidi dari pemerintah dan tabungan pribadi. Hal ini menjadi hambatan dimana terjadi konflik spasial antara perusahaan kecil dan perusahaan besar. 4. Sifat dari pekerjaan dalam industri pariwisata cenderung menerima gaji yang rendah,

menjadi pekerjaan musiman, tidak ada serikat buruh.

5. Dampak industri pariwisata terhadap alokasi sumber daya ekonomi industri ini dapat menaikkan harga tanah dimana kenaikan tanah dapat menimbulkan kesulitan bagi penghuni daerah tersebut yang tidak bekerja disektor pariwisata yang ingin membangun rumah atau mendirikan bisnis didaerah tersebut.

6. Dampak terhadap lingkungan, bisa berupa polusi air dan udara, kekurangan air, keramaian lalu lintas dan kerusakan dari pemandangan alam yang tradisional.9

(15)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam kamus besar Indonesia pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan rekreasi. Sedangkan pengertian secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan. Jenis-jenis pariwisata yaitu: pleasure tourism, recreation tourism, cultural tourism, sports tourism, business tourism, dan convention tourism. Manfaat Sektor Pariwisata Dalam Perekonomian yaitu: Penerimaan devisa, Kesempatan berusaha, Meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintan, dan Mendorong pembangunan daerah.

Adapun dampak positif dari sektor pariwisata terhadap perekonomian yaitu: Penciptaan lapangan kerja, Sebagai sumber devisa asing, dapat meningkatkan pendapatan, dapat meningkatkan penerimaan pajak pemerinta dan retribusi daerah, dapat meningkatkan pendapatan nasional atau Gross Domestic Bruto (GDB), dapat meningkatkan investasi dari sektor industri pariwisata dan sektor ekonomi lainnya dan dapat memperkuat neraca pembayaran. Adapun dampak negatifnya yaitu: Pariwisata dan vulnerability ekonomi, Banyak kasus kebocoran sangat luas dan besar, Polarisasi spasial dari industri pariwisata, Sifat dari pekerjaan dalam industri pariwisata cenderung menerima gaji yang rendah, menjadi pekerjaan musiman, dampak terhadap lingkungan,

(16)

Dengan disusunnya makalah ini, dari penulis berharap agar para pembaca khususnya mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang ekonomi dari sektor pariwisata yang banyak sekali memberikan dampak positif bagi negara indonesia yang sebagian besar mengandung keindahan alam yang perlu dilestarikan.

Dalam makalah ini mungkin sangat banyak sekali kesalahan-kesalahan dari segi penulisan ataupun hal yang lainnya. Dengan demikian saya sebagai penulis mohon maaf dan juga saya mengharapkan kritik dan saran atas tulisan saya agar bisa membangun dan memotivasi saya agar membuat tulisan jauh lebih baik lagi

DAFTAR PUSTAKA

 Kuncoro, Mudrajad. Ekonomi Pembangunan Teori, Masalah dan Kebijakan. Yogyakarta: (UPP) AMP YKPN, 1997

 Spillane, Jemes J. Ekonomi Pariwisata Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta: Kanisius, 1987

 Wahab, Salah. Manajemen Kepariwisataan. Jakarta: PT Pradnya Paramita, 1989

 Https://www.academia.edu/7701501/STRATEGI_PENGEMBANGAN_PARIWISATA_D

I_INDONESIA.html

http://keuda.kemendagri.go.id/artikel/detail/15-menggali-potensi-pariwisata-untuk-meningkatkan-perekonomian-daerah.html

 http://lsmpian.blogspot.in/2013/03/pendahuluan-indonesia-adalah-negara_26.html

http://rafansdetik.blogdetik.com/index.php/2012/04/29/ilmu-pengetahuan-pariwisata-manfaat-pariwisata.html

 http://shesagitarius.blogspot.in/2012/11/dampak-positif-dan-negatif-pariwisata-.html

 http://tutshitamputih.blogspot.com/2010/12/peran-sektor-pariwisata-bagi.html

 http://tourwhilelearning.blogspot.com/2012/04/pariwisata-tidak-henti-hentinya-saya.html

(17)

Referensi

Dokumen terkait

dari penelitian didapatkan hubungan gadget dengan penurunan prestasi belajar menunjukkan bahwa dari 91 sampel responden menunjukkan bahwa siswa-siswi Smp Cahaya Surabaya

Pembiayaan mudharabah yang diberikan oleh BMT Nurul Jannah Petrokimia Gresik kepada para pengusaha mikro dapat memberikan sebuah manfaat bagi usaha mereka, yang dapat dilihat

Ini menjadikan jumlah keseluruhan kes positif COVID-19 yang telah pulih atau dibenarkan discaj setakat hari ini adalah seramai 17,667 orang atau 77.08% dari jumlah keseluruhan

Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh melalui jenis, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, meliputi kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler bahasa Arab yang

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengenali potensi desa adalah dengan pengamatan langsung terhadap keadaan desa dan menjaring i.. desa adalah dengan pengamatan langsung

Tiga topic utama yang akan disampaikan dalam mata kuliah ini adalah dasar-dasar teori jaringan komputer (review), perancangan dan arsitektur aplikasi jaringan

Berdasarkan pada perhitungan data hasil penelitian yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi dan berdasarkan pada hasil perhitungan pengujian

atau carbon source , hasil perhitungan pCO2 laut Teluk Banten kemudian dikurangi dengan pCO2 atmosfer hasil pengukuran stasiun Koto Tabang yaitu 381,74 μatm untuk periode satu