Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dan Disiplin dalam Diri Mahasiswa Kata “tanggung jawab” dan “disiplin” sudah tidak asing lagi di kalangan pelajar. Namun bukan hanya untuk pelajar, dua kata tersebut penting untuk semua orang. Terutama untuk para mahasiswa. Kenapa? Kita tau sendiri jenjang
pendidikan teringgi berada di perguruan tinggi. Kedisiplinan adalah salah satu faktor penting dalam pembelajaran di dunia kampus. Dan tanggung jawab adalah perwujudan kesadaran atas kewajiban.
1. Pentingnya Disiplin
Disiplin merupakan suatu sikap yang menunjukkan kesediaan untuk menepati atau mematuhi dan mendukung ketentuan, tata tertib peraturan, nilai serta kaidah-kaidah yang berlaku. Dengan demikian, disiplin bukanlah suatu yang dibawa sejak awal, tetapi merupakan sesuatu yang dipengaruhi oleh faktor ajar atau pendidikan. Bisa dikatakan disiplin adalah kunci setiap orang untuk berhasil, terutama
mahasiswa. Oleh karena itu, seseorang yang disiplin dalam kehidupannya, akan denganmudah mencapai keberhasilan. Dalam prakteknya, kedisiplinan
memerlukankonsistensi dari setiap individu dalam melaksanakannya. Disiplin memerlukan pemahaman yang mendalam bagi seseorang untuk mencapai
kesuksesan, karenadi dalam disiplin terkandung unsur-unsur yang harus dipenuhi atau dijalankan.
Disiplin datang dari diri sendiri, karena fungsi utama disiplin adalah untuk mengajar mengendalikan diri dengan mudah menghormati dan mematuhi aturan. Tidak hanya aturan yang tertulis, tetapi juga aturan yang tidak tertulis, yang datang dari situasi dan kondisi lingkungan sekitar. Sebagai contoh terdekat, sebagai
mahasiswa tentunya semua berbeda dari SMA yang masih di koordinir dengan ketat. Namun di dunia perkuliahan, kuncinya ada pada diri sendiri. Dengan jadwal yang berbeda setiap hari, tentunya yang dibutuhkan adalah kesadaran dan disiplin diri. Berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya. Termasuk juga dalam hal tugas. Tugas anak kuliahan jauh lebih banyak. Mungkin tugas diserahkan minggu depan. Tetapi jika dibiarkan akan menjadi lebih sulit karena sudah menumpuk.
Hal yang paling menunjukkan bahwa disiplin begitu penting bagi mahasiswa adalah,jenjang mahasiswa memiliki materi dan praktik yang lebih banyak. Jika dibandingkan dengan SMA, pelajaran masih terstruktur dari sekolah. Namun di kampus, kita dituntut untuk mencari materi sendiri, belajar sendiri. Bagaimana kuliah bisa terselesaikan jika tidak ada disiplin dalam diri mahasiswa? Seorang mahasiswa perlu memiliki sikap disiplin dengan melakukan latihan yang memperkuat dirinya sendiri untuk selalu terbiasa patuh dan mempertinggi daya kendali diri. Sikap disiplin yang timbul dari kesadarannya sendiri akan dapat lebih memacu dan tahan lama, dibandingkan dengan sikap disiplin yang timbul karena adanya pengawasan dari orang lain. Seorang mahasiswa yang bertindak disiplin karena ada pengawasan ia akan bertindak semaunya dalam proses belajarnya apabila tidak ada pengawas. Karena itu perlu ditegakkan di bangku perkuliahhan berupa koreksi dan sanksi.
1) Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, mahasiswa berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya, mahasiswa yang kerap kali melanggar ketentuan yang ada pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya.
2) Tanpa disiplin yang baik, suasana perkuliahhan, menjadi kurang kondusif bagi kegiatan perkuliahhan. Secara positif, disiplin memberi dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses perkuliahhan.
3) Orang tua senantiasa berharap di kampus anak-anak dibiasakan dengan norma-norma, nilai kehidupan dan disiplin. Dengan demikian, anak-anak dapat menjadi individu yang tertib, teratur dan disiplin.
4) Disiplin merupakan jalan bagi mahasiswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seseorang.
2. Pentingnya Tanggung Jawab
Mahasiswa sebagai masyarakat intelektual dan sekaligus
sebagaiwarganegara tentu saja memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan.Sebab, idealnya mahasiswa dituntut bukan hanya untuk cerdas dalam belajar,tetapi lebih dari pada itu juga harus kritis terhadap kenyataan sosial yang ada. Kenyataan inilah yang menyebabkan adanya “agent of change”. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk “merubah”. Tidak harus merubah dunia, setidaknya merubah dirinya sendiri. Karena mahsiswa memiliki tanggung jawab untuk dirinya sendiri. Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian
sebagaimanusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.
Tanggung jawab adalah ciri - ciri manusia yang beradab atau (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena adanya rasa sadar dan menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu dan menyadari bahwa pihak lain pasti memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Timbulnya tanggung jawab itu karna seseorang bermasyarakat dengan yang lainnya dan hidup bersama.
Salah satu tanggung jawab mahasiswa misalnya, dalam ujian tengah semester mendapatkan nilai D, nilai yang dia dapat adalah akibat kelalaiannya selama ini,dan harus dipertanggungjawabkan. Bahkan jika mendapat nilai A, nilai tersebut harus di pertanggungjawabkan agar terlihat bahwa orang tersebut
memang pantas mendapat nilai A. dalam diri mahasiswa tanggung jawab terhadap diri sendiri lah yang dibutuhkan.
Sumber :
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/06/arti-sebuah-rasa-tanggung-jawab-566257.html