Studi Arahan Kesesuaian Fungsi Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Progo
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil pengukuran debit aliran pada outlet pengamatan di Sub DAS Sengarit bagian hulu dan hilir selama 5 hari dapat di lihat pada tabel 4, di mana pada outlet pengamatan bagian
Wilayah DAS Beringin yang masih memungkinkan dikembangkan untuk kawasan permukiman seluas 1.524 ha (56,62 %), sedangkan yang sudah tidak memungkinkan untuk dikembangkan
Perencanaan arahan penggunaan lahan pada Sub DAS Telagawaja didasarkan pada kodisi fisik lahan saat ini, arahan klasifikasi fungsi kawasan, prediksi erosi dan tingkat bahaya erosi
pemanfaatan fungsi kawasan di Sub DAS Rawapening tergolong tinggi hingga mencapai 19,86% dengan luas 5429,94 Ha dimana 3937,20 Ha lahan mengalami perubahan dari
Variabel pengamatan meliputi : pola drainase, bentuk das, kerapatan drainase, profil melintang sungai, orde dan tingkat percabangan sungai, debit aliran, kualitas
Kelas kesesuaian lahan aktual untuk budidaya tanaman kentang termasuk kelas tidak sesuai / Neh seluas 156,54 ha dan kelas kesesuaian lahan potensial termasuk kelas
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan: (1) wilayah Sub DAS Telagawaja merupakan wilayah dengan lahan yang rentan terhadap terjadinya erosi tanah;
Peta Kesesuaian lahan potensial Kesimpulan Kelas kesesuaian lahan aktual untuk budidaya tanaman Cabai Merah termasuk kelas sesuai marginal / S3-rc,eh seluas 292,56 ha serta terdapat