MEDIA INFORMASI KESEHATAN VOLUME 8 NOMOR 4

34 

Teks penuh

(1)

ba gi

PEGAWAI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Krisyanella, M.Farm,Apt

Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Subbag. Adak

Peningkatan kinerja pada tata implementasi dilakukan dengan membangun kesadaran (awarenees) tentang pentingnya partisipasi aktif setiap komponen, serta membagikan (sharing) dan menyebarluaskan (dissemination) pengetahuan tentang proses kebijakan, tidak hanya pada elemen-elemen masyarakat tetapi juga di kalangan pejabat dan birokrasi pemerintahan. Bersamaan pada tahap pembangunan kesadaran, perlu dibangun saling percaya (trust building) di antara pemerintah dan masyarakat, sesama instansi dan pejabat/aparat pemerintah.Dalam melaksanakan peran dan fungsi pelayanan kepada masyarakat, pemerintah tidak dapat

lepas dari aktifitas kebijakan publik, aktifitas administrasi, kepentingan dan urusan publik yang kesemuanya itu dilakukan oleh sumber daya manusia (SDM) aparatur.

Rangka meningkatkan kinerja, kerjasama dan kemampuan pegawai khususnya yang terkait dengan perilaku, dirasa perlu tersediannya suatu program pelatihan yang terpadu, sistematik dan tepat yang dapat iimplementasikan secara bersama-sama. Salah

(Capacity Building).Bentuk Capacity Building ini merupakan suatu kegiatan yang diadakan di dalam kelas dan di alam terbuka. Melalui kegiatan ini peserta dilatih fisik, mental dan disiplin untuk mencari solusinya serta agar bisa bekerjasama dengan tim kerja (Teamwork) dalam tugas yang dilakukan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Peningkatan Kapasitas Pegawai (Capacity Building) yang umumnya dilakukan melalui outbound bisa menjadi progam pilihan sebagai sarana pengembangan individu dalam tim dengan kegiatan di alam terbuka yang lebih menantang, untuk belajar tentang kelebihan, keterbatasan maupun menggali potensi

terpendam yang dimiliki, kemudian bagaimana merefleksikan pengetahuan yang diperoleh dalam melaksanakan tugas dan juga untuk mengidentifikasikan beberapa perbedaan yang sebenarnya adalah merupakan asset terbesar mereka dan kerja sama serta komunikasi yang efektif menjadi kunci sukses, menuju kinerja tim yang lebih baik (high performance).

(2)

membangun kemampuan berpikir, kepercayaan diri, berpikir kreatif, pengambilan keputusan dalam kebersamaan dan kerjasama yang di landasai rasa saling percaya, serta meningkatkan kedisiplinan dan berbagai nilai-nilai positif lainnya.Manfaat yang ingin dicapai pada kegiatan Capacity Buildingdi lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu adalah meningkatnya pengetahuan, ketrampilan dan sikap peserta dalam pelaksanaan tugas dan fungsi serta mampu mengembangkan kemampuan berpikir bekerjasama dalam tim untuk pencapaian tujuan diperolehnya persepsi dan pemahaman yang sama dalam berkoordinasi, berkolaborasi dan menjalin

relasi dalam upaya mengembangkan jaringan kerja (networking) serta meningkatkan inovasi pengembangan program dan kegiatan dibidang pembangunan kejahteraan sosial, tersediannya SDM yang mampu bekerjasama dalam mengelola tim out bound, sebagai respon atas kebutuhan permintaan stakeholder dan mitra kerja di lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

Peserta dari kegiatan Capacity Building ini adalah 48 orang pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang berasal dari Pegawai Direktorat, Jurusan Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Analis Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan Kegiatan Capacity Building ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, dimulai pada tanggal 27 s.d 30 November 2014. Pada tanggal 27 November 2014, pukul 09.30

peserta tiba dilokasi lalu di lanjutkan dengan beberapa rentetan kegiatan.Dimulai dari pembukaan, pembukaan dan serah terima peserta, presentasi profil, materi pelayanan diklat dan jejaring diklat, Istirahat, sholat dan coffee break, materi pelayanan penunjang diklat (tata usaha dan teknis kediklatan), pembentukan kelompok.Pada tanggal 28 November 2014, kegiatan dimulai pukul 05.30 olahraga pagi dilanjutkan makan pagi. Pukul 07.30 kegiatan outbond dimulai hingga pukul 17.00. Malamnya dilanjutkan kegiatan barbeque atau malam apresiasi.Tanggal 29 November 2014 dilaksanakan kegiatan Refleksi umum Outbound (Taking and Giving Feed

Back) dan Kunjungan Laboratorium.Pada tanggal 30 November 2014 Penutupan dan Serah Terima Peserta.

(3)

FOTO-FOTO KEGIATANCAPACITY BUILDING

Acara Pembukaan kegiatan capacity building Kegiatan Senam pagi

Materi Pelayanan Penunjang Diklat (Tata Usaha DanTeknis Kediklatan)

Suasana pemberian materi

(4)

Pembaca yang saya hormati, tiba di halaman profil Buletin Informasi Kesehatan kali ini kita akan membahas profil Bunda

Kamsiah, M.Kes. Wanita asli Bengkulu ini lahir di Manggul, 18 Agustus 1974. Tidak butuh waktu lama bagi Beliau untuk masuk ke dunia kerja karena setelah Beliau menyelesaikan jenjang Diploma III tahun 1996, Beliau diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil pada tahun berikutnya di satuan kerja Departemen Kesehatan. Jenjang karir Beliau diawali sebagai Guru tetap SPK Departemen Kesehatan Bengkulu (1 Desember 1999), kemudian menjadi asisten ahli (1 Februari 2004), kemudian menjadi lektor (1 Februari

Desember 2011), menjabat pula sebagai Sekretaris Senat Poltekkes Kemenkes Bengkulu pada 29 Desember 2011 sampai dengan saat ini dan juga sebagai Ketua Program Studi DIV Gizi terhitung mulai tanggal 26 April 2012. Riwayat pelatihan jabatan yang telah Beliau ikuti diantaranya Pra Jabatan Tingkat II (1997), AKTA III (1999) dan TOT Konseling Menyusui (2010). Riwayat

pelatihan teknis yang pernah diikuti adalah Standar Pertumbuhan Anak WHO yang diselenggarakan oleh SEAMEO-TROPMED Regional Center For Community Nutrition University of Indonesia dan Character Building Training dan Semiloka Peningkatan Mutu SDM di Kementerian Kesehatan RI Politeknik Kesehatan Bengkulu (2009).

(5)

Laksana garam di lautan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu sudah menyatu dengan Beliau. Pendidikan diploma yang ditempuh dimulai di Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan

(6)

Jurusan Analis Kesehatan merupakan salah satu jurusan yang ada di Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Bengkulu. Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-6 pada tanggal 17 Oktober 2014, maka Himpunan Mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan (HIMA AK) mengadakan serangkaian acara yang terdiri darai acara pembukaan, perlombaan-perlombaan, pentas seni, dan acara penutupan.

(7)

Kegiatan Dies Natalis yang Ke-6 Jurusan Analis Kesehatan berlangsung pada tanggal 13 Oktober 2014 sampai dengan 17 Oktober 2014. Dengan tempat yang digunakan adalah Lapangan bersama, Gazebo, Lapangan Futsal, Lapangan Bola Volly, dan Auditorium

Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain lomba Futsal, lomba Bola Volly, lomba mewarnai untuk tingkat TK dengan tema cuci tangan, lomba merias hijab, dan pentas seni mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan.

Acara pembukaan Dies Natalis Ke-6 Jurusan Analis Kesehatan dilaksanakan di lapangan bersama pada hari Senin, tanggal 13 Oktober 2014 pukul 08.30 WIB yang dihadiri Oleh Pembantu Direktur 3 , Kasubag ADAK, Kasubag ADUM, Kepala Unit Lab, Kajur

Setiap Jurusan, Tenaga Pendidik dan Kependidikan Jurusan Analis Kesehatan, Kemahasiswan setiap jurusan, Ketua BEM, Ketua DPM, Perwakilan HIMA Setiap Jurusan, serta seluruh mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Persiapan Peserta karena Acara Akan Dimulai Staf Analis Kesehatan dan Undangan yang hadir

(8)

Tari kreasi dengan iringan musik doll sanggar inkubator seni HIMA AK, menyambut kedatangan para tamu undangan menandakan acara pembukaan segera dimulai. Pembukaan oleh duo MC yaitu Hj. Annisah yang

menggunakan Bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Rina Larasati dilanjutkan dengan doa oleh Doxi Yumarza adalah rangkaian acara pembukaan dimulai.

Acara berikutnya adalah menyanyikan lagu Hymne dan Mars poltekkes Kemenkes Bengkulu oleh Paduan Suara HIMA AK. Kemudian kata sambutan dari Ketua panitia Paizun Adi Putra, dilanjutkan Kata sambutan Sekretaris Jurusan Ns. Leni Marlina, S.Kep., MSc. Dan kata sambutan berikutnya disampaikan oleh Pembantu Direktur III ibu

Elly Wahyuni, SST., M.Pd yang sekaligus membuka acara Dies Natalis Ke-6 Jurusan Analis Kesehatan resmi. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita dan penerbangan balon keangkasa oleh beliau yang didampingi oleh Kasubag ADAK, Kasubag ADUM, Sekjur Analis Kesehatan, yang disaksikan oleh seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir.

Kata sambutan Ketua Panitia Dies Natalis Kata sambutan Sekjur Analis Kesehatan

(9)

Acara dilanjutkan dengan penampilan tari cuci tangan yang diperagakan oleh mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan, sekaligus menggingatkan kita semua tentang pentingnya mencuci tangan, dalam rangka menyambut hari

cuci tangan sedunia pakai sabun pada tanggal 15 Okober 2014.Acara Pembukaan Selesai, dan acara dilanjutkan dengan Perlombaan-perlombaan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Kata sambutan Pudir III (IbuElly Wahyuni,SST.M.Pd)

Pemotongan Pita Oleh Pudir III

Tari cuci tangan dengan sabun oleh Mahasiswa AK

Foto bersama Panitia

(10)

Pada hari Jumat tanggal 17 Oktober 2014, bertempat di gedung Auditorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Pukul 08.30 WIB Acara Pentas seni Mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan dalam rangka penutupan semua rangkaian acara Dies Natalis Ke-6 Jurusan Analis Kesehatan dilaksanakan.

Acara dimulai dengan Pemanpilan Tari Andung yaitu merupakan tari sambut atau tari persembahan dari daerah Bengkulu Selatan yang di bawakan begitu apik oleh Mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan tingkat I yang berasal dari daerah Bengkulu Selatan.

Kemudian Pentas seni selanjutnya adalah Penampilan Teaterikal Puisi oleh Ovi Panca Putri dan Mariska Piceska dengan iringan gitar oleh Doni Rosadi merupakan perwakilan atau persembahan dari Mahasiswa tingkat IIA. Penampilan berikutnya adalah Nasyid Trio Bungsu yang personil nya terdiri dari gitar oleh Acep, Vokal oleh Bima Anarki dan Nurrozikin perwakilan dari tingkat IIB.

Para pemenang lomba hijab Peserta yang mendapatkan doorprize dari sponsor

FotoKajur Analis dan Penari dengan Nasi Tumpeng

(11)

Penampilan selanjutnya adalah pentas seni dari perwakilan tingkat III Jurusan Analis Kesehatan yaitu Akuistik dengan Vokalis Luthfia Romadianti dan band dengan vokalis Arnold Rizwandi yang cukup menghibur para undangan yang hadir, adapun beberapa undangan yang hadir pada acara pentas seni tersebut adalah Pembantu Direktur II , Kasubag ADUM, Kajur Setiap Jurusan, Ka Unit

Laboratorium, Ka Unit Perpustakaan, Kemahasiswaan setiap jurusan, Perwakilan HIMA setiap jurusan, Tenaga Pendidik dan Kependidikan Jurusan Analis Kesehatan, Alumni, dan seluruh mahasiswa Jurusan analis Kesehatan mulai dari tingkat I sampai tingkat III.

Rangkaian acara Dies Natalis ke-6 Jurusan Analis Kesehatan Resmi Ditutup oleh Pembantu Direktur II Ns. Agung Riyadi, S.Kp., M.Kes yang terlabih dahulu memberikan arahannya kepada semua peserta yang hadir. Adapun rangkaian penutupan dimulai dengan penampilan Tari kreasi goyang Dumang secara

massal yang ditampilkan oleh Mahasiswa tingkat I dan tingkat II Jurusan Analis Kesehatan, yang dipenghujung tarian keluarlah Nasi tumpeng yang dibawa oleh Ketua HIMA AK Veko Aprianto yang langsung diserahkan kepada Ketua Jurusan Analis Kesehatan Halimah, S.Si., MKM yang selanjutnya diserahkan kepada Pudir II yang langsung memotong nasi tumpeng tersebut. Selanjutnya

Potongan tumpeng pertama diberikan oleh Pudir II kepada Kajur Analis Kesehatan yang ikuti dengan tepuk tangan yang meriah oleh semua hadirin yang datang. Dengan iringan lagu Selamat Ulang Tahun Acara pemtongan tumpeng tersebut menandakan puncak peringatan Dies Natalis Ke-6 Jurusan Analis Kesehatan. Acara selanjutunya dilanjutkan dengan foto bersama, keluarga besar Jurusan Analis Kesehatan. Selamat Ulang Tahun yang Ke-6 Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu….Semoga tetap jaya

kampus kebanggaanku….!!!! (Kemahasiswaan AK).

FotoKajur Analis dan Penari dengan Nasi Tumpeng

(12)

“Ibu ….Dustamu Begitu Indah

Deri Karmelita, SKM, MPH

Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Subbag. Adak

(13)

Ibu,

Dustamu

Begitu

Indah

Tangan yang penuh makna, hadir...

Mengulur, mengerat, dan mendekap aku, hingga...

Ku dengar irama jantungmu Ku rasa cinta kasihmu

Ku yakin, kau malaikat Tuhan untukku. Suatu ketika...

Aku duduk disampingmu

Aku lahap butir demi butir nasi dalam piringku,

Saat ku tatap matamu yang berkaca, Aku tersadar, itu piringmu bukan piringku Dan kau yang mengerti maksudku saat itu Hanya tersenyum tipis dan berkata

“makanlah nak, ibu tidak lapar” Saat bulan telah meningkirkan mentari, Tercium lelah dari dengus nafasmu Saat mata ini merayu menutup Tersisat wajah layumu

Saat badan ini pun terbaring menuju gulita

Terdengar deru dera itu,

Kau masih merajut daya dan upaya dalam letihmu Sambil kau belai aku dan berkata

“tidurlah nak, ibu belum mengantuk” Dan kini,

Aku tumbuh menjadi mimipimu Ingin ku bayar semua hutang itu Dalam rentamu

Ingin ku bopong engkau

Dalam rapuhmu ingin ku angkat engkau Dalam tuamu ingin ku bahagiakan engkau Tapi kembali kau berkata

“tidak, ibu masih kuat Ibu masih kuat Ibu masih kuat”

Lalu,

Saat kau sudah tak berdaya lagi Saat kau tak mampu lagi membelaiku

Saat kau tak mampu menatapku Saat usia menutup nafas terakhirmu Saat itu aku merasa bodoh

Saat itu juga aku tahu

IBU, DUSTAMU BEGITU INDAH

By : Eka Juliyani (Kesling)

Peringatan Hari Ibu pada dasarnya dapat mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi peran dan kiprah perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

(14)

Salah satu agenda Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) beserta rombongan ke Bengkulu adalah membuka rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) provinsi Bengkulu tahun 2014 di auditorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Rabu (3/12). Pembukaan Rakerkesda diawali dengan tari kreasi Dol oleh mahsiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan dihadiri Gubernur Bengkulu, kepala Dinas

Kesehatan provinsi Bengkulu beserta jajaran, pelaku kesehatan, pemerhati kesehatan, direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu Nur Elly, S.Kp, M.Kes, karyawan dan mahasiswa Poltekkes kemenkes Bengkulu.

Tarian Kreasi Tabot oleh Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu

(15)

Selain itu Menkes RI secara aklamasi melaunching Klinik Pratama Hygea Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang berada di Gedung laboraturium terpadu lantai 1 poltekkes

Kemenkes Bengkulu yang merupakan layananan kesehatan rawat jalan bagi civitas akademika poltekkes kemenkes Bengkulu serta masyarakat umum..(DK)

Peresmian Klinik Pratama Hygea Poltekkes Kemenkes Bengkulu oleh Ibu Menkes RI Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K)

(16)

di Jurusan Keperawatan

“ Membentuk Generasi yang kompetitif dan mempunyai pemikiran visioner”

Noviriyanti Arifin Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Jurusan Keperawatan

Hari Kesehatan Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 12 November adalah Hari bersejarah bagi jajaran Kementerian Kesehatan di Indonesia yaitu Hari kesehatan Nasional. Lahirnya hari kesehatan nasional ini berkat kerja keras dan dukungan semua pihak dalam kegiatan pemberantasan nyamuk demam berdarah di Indonesia.

Jurusan Keperawatan dalam rangka peringatan HKN mengadakan berbagai macam lomba, seperti lomba futsal, ranking 1, Poster, Pensi, dan Kebersihan Kelas. Diharapkan melalui peringatan HKN, mahasiswa mendapatkan bekal matang di luar bidang akademik tetapi dibidang lain seperti olahraga dan sebagainya.

Lomba-lomba yang diadakan antara lain adalah lomba futsal. Lomba ini selain

memupuk sportivitas juga dapat membangun kerjasama dan pemikiran strategi untuk bisa mencetak gol. Lomba futsal dalam rangka peringatan HKN ini diikuti oleh semua perwakilan kelas dari kelas Prodi D-III Tk. 1 sampai D-III Tk.3 dan Prodi D-IV Tk. 2 sampai

November 2014. Lomba tersebut memberikan suasana yang menyenangkan sekaligus refresh

otak setelah belajar seharian dikelas.

(17)

Pada saat pertanyaan ketiga dilontarkan yaitu tentang tahun berapa ditetapkannya hari kesehatan nasional, tidak ada peserta yang dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan benar.

Hingga sampai pada sesi semifinal peserta yang masih bertahan yaitu Rahmat

Nursyamli, Arip Sanjaya, Wirjono Akbar dan Rahmat Budi Satrio.Saat pertanyaan terakhir dilontarkan hanya 1 orang yang dalam 5 detik terakhir dapat menjawab pertanyaan dengan benar dan dinobatkan sebagai pemenang lomba ranking 1.Peserta tersebut adalah Rahmat Nursyamli.

Lomba laintak kalah serunya adalah lomba pensi antar kelas dimana setiap kelas mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti lomba tersebut. Disamping itu juga diadakan lomba poster dan lomba kebersihan kelas.

Pada tangga 13 November diadakan acara penutupan sekaligus pembagian hadiah kepada pemenang 5 lomba tersebut. Sebagian besar pemenang lomba berhasil diraih oleh mahasiswa prodi D-III Keperawatan tingkat 2.

(18)

Yuniarti, M. Kes Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Subbag. Adak

Cahaya Perempuan Woman’s Crisis

Center berdiri pada 25 November 1999 dari gagasan sekelompok perempuan Bengkulu. Organisasi ini merupakan pengembangan dari Divisi Perempuan dan anak Yotuh Center PKBI Bengkulu yang diawali dari kegiatan konseling remaja. Kegiatan Cahaya Perempuan WCC memfokuskan diri dalam membantu perempuan dan anak korban tindak kekerasan berbasis jender, keadilan, dan pemulihan. Cahaya Perempuan WCC selalu menjadikan setiap program sebagai wahana perubahan hidup yang lebih baik bagi perempuan

Bengkulu. Sebagai pelopor gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan di

Bengkulu telah menempatkan Cahaya Perempuan WCC sebagai organisasi transformasi sosial untuk keadilan jender

Hasil pencatatan Cahaya Perempuan WCC sebagai Pusat Krisis bagi Perempuan yang mengalami beragam bentuk kekerasan yang berbasis gender di Bengkulu bahwa persoalan Kekerasan terhadap Perempuan terus menjadi tantangan dalam mengatasinya. Tahun 2010 – 2014 (sampai dengan bulan Oktober) jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan ditangani Cahaya Perempuan WCC tercatat 372 kasus, sekitar 53,76% (200 kasus) adalah kasus kekerasan seksual meliputi perkosaan, pencabulan, incest, pelecehan seksual, percobaab perkosaan dan perdagangan anak perempuan untuk dilacurkan dan kekerasan seksual dalam relasi pacar (Kekerasan Dalam Pacaran) yang terjadi pada perempuan dan umumnya anak-anak usia dibawah 18 tahun.

Cahaya Perempuan Women’s Crisis

Center mendorong pemerintah daerah melahirkan Kebijakan Layanan Yang Berpihak

(19)

2006 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Bengkulu dan peraturan daerah No. 22 Tahun 2006 tentang Larangan Perdagangan Perempuan dan Anak di Provinsi Bengkulu. Tahun 2010 terbitlah Peraturan Gubernur No. 18 tahun 2010 tentang petunjuk pelaksanaan

perda No. 21 tahun 2006 tersebut. Tahun 2013 terbitlah SK Gubernur tentang pembentukan

tim P2TP2A Propinsi Bengkulu dan SK Gubernur tentang pembentukan tim gugus tugas TPPO di Bengkulu.

Cahaya Perempuan Women’s Crisis

Center Membangun Model Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Berbasis Komunitas mulai tahun 2004-2007 telah tumbuh kelompok-kelompok penanganan bagi perempuan dan anak korban kekerasan di 5 Desa di Kabupaten Bengkulu yang diperkuat oleh PERDES sebagai payung hukum lokal gerakan penanganan masyarakat. Kelompok penanganan kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang dimotori oleh ibu-ibu desa telah mampu mempengaruhi lahirnya Surat Keputusan Bupati Bengkulu Utara No. 21 Tahun 2006 tentang Pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

terhadap Perempuan dan Anak (Tim PPKTPA) di 12 kecamatan. Pembelajaran terbaik dari 5 Desa di Kabupaten Bengkulu Utara menjadi

dasar penguat Cahaya Perempuan WCC untuk melakukan up scalling program di Kabupaten lain yaitu Kabupaten Rejang Lebong. Program

meliputi Desa Sumber Urip, Kec. Selupu Rejang dan Desa Air Meles, Kec. Curup Timur. Di tahun 2008 Cahaya Perempuan Women’s Crisis Center melakukan

pengembangan program “Pelibatan Laki-Laki untuk Keadilan Genre dan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan” dengan fokus

Konseling Perubahan Perilaku untuk Laki-Laki Pelaku KDRT dengan jumlah 67 dampingan

kasus.

Maka sebagai bagian dari upaya melanjutkan perjuangan Visi Cahaya Perempuan Women’s Crisis Center adalah

terwujudnya kekuatan masyarakat untuk mendorong pemerintah bertanggungjawab dalam menghapuskan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) berlandaskan nilai-nilai berkeadilan dan berkesetaraan gender, Cahaya Perempuan Women’s Crisis

Center akan menyelenggarakan peringatan hari anti kekerasan terhadap perempuan sekaligus merefleksikan kembali 15 tahun Cahaya Perempuan Women’s Crisis Center pada

tanggal 25 November – 22 Desember dengan tema “FUTURE LIFE NO VIOLENCE””

dalam memperingati 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan.

Mengingat maraknya kekerasan terhadap anak dan perempuan yang telah menjadi sorotan dan pembicaraan banyak kalangan.

(20)

Tujuan dari kegiatan ini adalah Untuk menjalin kerja sama antara Wonder Crisis Center (WCC) dan Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Mempererat rasa kekeluargaan antar seluruh warga Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Menyemarakkan hari peringatan anti kekerasan terhadap perempuan dan Menumbuhkan

kepedulian terhadap pentingnya pelindungan terhadap anak dan perempuan.

Pada hari Senin-Sabtu01 - 06 Desember 2014 pukul 08.00 s.d selesai dilakukan pemberitahuan informasi seminar dan

pendaftaran seminardisebarluaskan melalui brosur yang dipasang pada mading masing-masing jurusan Poltekkes Kemenkes Bengkulu.Pelaksanaan Seminar Cahaya Perempuan Goes To Campus pada hari Sabtu, 06 Desmber 2014 dimulai dengan Registrasi peserta seminar, Hiburan dari UKM Seni

Poltekkes Kemenkes, Pembukaan, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Doa,

Penandatanganan MOU, Penyampaian materi seminar dan Forum diskusi.

Sambutan dan pembukaan

(21)

JURUSAN KEPERAWATAN

Noviriyanti Arifin

Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Jurusan Keperawatan

Serah terima jabatan dalam sebuah organisasi adalah halwajar yang harus dilakukan saat kepemimpinan dalam periode sebelumnya telah berakhir masa jabatanya, Sebuah organisasi akan dinilai baik jika dalam priode kepengurusan mengadakan kegiatan baik dalam bidang akademik maupun non akademik dengan sukses.

Pelantikan Himpunan Mahasiswa (HIMA)di Jurusan Keperawatan adalah acara serah terima jabatan ketua priode sebelumnya kepada ketuapriode yang baru. Pada hari Selasa

tanggal 11 November 2014 dilaksanakan pelantikan ketua HIMA priode tahun

2014-2015. Acara pelatikan dihadari oleh dosen, staf beserta pudir I dan III, kasubag adak, Kaur Kemahasiswaan Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Ketua Jurusan Keperawatan, Bapak Pauzan Efendi, SST, M. Kes langsung menjadi Pembina Apel pelantikan Ketua HIMA dengan pemimpin upacara adalah Agus Prayetno mahasiswa tingkat 2B Prodi D III Keperawatan.

(22)

Penandatanganan Berita Acara Serah terima Jabatan Ketua Hima

Ketua dan Pengurus HIMA Priode 2014-2015

Kata Sambutan Ketua HIMA lama dan baru

(23)

Deri Kermelita, SKM.MPH dan Yuniarti, M. Kes Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Subbag. Adak

Terhitung semenjak reformasi 1998, pemilihan pemimpin dengan menjaring partisipasi publik sebesar-besarnya semakin melekat dalam keseharian masyarakat Indonesia. Perkembangan politik itu turut pula mewarnai perpolitikan kampus di berbagai kampus di Indonesia, saat ini sudah jamak

dikenal adanya Pemilihan Raya Mahasiswa atau biasa disingkat dengan istilah PEMIRA. Begitu pula halnya dengan kampus Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu. Dalam PEMIRA, mahasiswa memilih secara langsung calon Ketua Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ketua Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terpilih akan memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Poltekkes Kemenkes Bengkulu untuk periode selanjutnya. Partai Mahasiswa akan mengirimkan wakilnya untuk masuk dalam struktur Dewan Perwakilan Mahasiswa. Sistem PEMIRA terus berkembang. Mulai tahun 2006, dalam

Jurusan, mengadaptasi pemilihan Dewan Perwakilan Daerah yang mulai dilaksanakan pada PEMILU nasional tahun 2004. Selain PEMIRA tingkat universitas, mahasiswa masing-masingJurusan juga melaksanakan pemilihan umum untuk memilih ketua-ketua lembaga, dengan variasi sistem yang

disesuaikan kondisi Jurusan.

(24)

diharapkan terjadi, namun dari situ mahasiswa bisa belajar lebih tentang dinamika politik dan belajar menyikapinya dengan dewasa.

Permasalahan lain yang mirip dengan yang terjadi di PEMILU nasional juga bisa muncul pada pelaksanaan PEMIRA.Ada baiknya jika menggunakan sudut pandang

konstruktif dalam menyikapi hal ini. Daripada menghujat hasil yang tidak representatif,

kenapa tidak turut memperbaiki sistem dan proses ini hingga mencapai kondisi lebih ideal?

Pertanyaan lain akan muncul pasca pelaksanaan PEMIRA. Apakah PEMIRA hanya akan menjadi ritual tahunan? Maka jawabannya, seharusnya tidak. PEMIRA adalah titik awal tiap tahunnya untuk pembelajaran politik bagi mahasiswa. Dan semestinya pembelajaran itu terus berlanjut. Tidak cukup hanya belajar mengelola, menjadi kontestan, menggunakan hak pilih, atau jenis partisipasi lain dalam proses pemilihan. Bagi para mahasiswa yang terpilih entah sebagai Ketua BEM, anggota DPM, harus pula belajar mempertanggung jawabkan keterpilihannya dengan melaksanakan amanah yang diemban sebaik-baiknya.

Para mahasiswa pembaharu yang dulu

menginisiasi sistem PEMIRA di awal reformasi, tentu berharap mahasiswa kampus ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat

Indonesia bagaimana sebaiknya berdemokrasi. Mahasiswa masa kini tinggal memilih, akan tetap setia memberi contoh baik ataukah mencontoh mentah-mentah lika-liku politik

negeri ini, hingga permasalahnnya pun diadaptasi.

Poltekkes Kemenkes Bengkulu melakukan pemilihan umum untuk periode 2014/2015. Nama kegiatan ini adalah

“PEMILU RAYA 2014“ Politeknik Kesehatan

Kementerian Kesehatan Bengkulu dengan tema

Regenerasi Kepemimpinan Sebagai Transformasi Berwawasan, Unggul, Mandiri, dan Kompetitif”. Adapun landasan kegiatan ini adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) dari Dewan Pertimbangan Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Bengkulu Periode 2013/2014.

Tujuan dari PEMIRA yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Bengkulu adalah melaksanakan program kerja kepengurusan DPM dan BEM Poltekkes Kemenkes Bengkulu , melakukan regenerasi kepemimpinan sesuai AD-ART DPM dan BEM Poltekkes Kemenkes Bengkulu, mempererat rasa kekeluargaan antara seluruh warga Poltekkes Kemenkes Bengkulu, serta membentuk kepengurusan DPM & BEM yang bertanggung jawab dan disiplin.

Bentuk kegiatan ini adalah dengan cara demokrasi terpimpin.Ketua DPM dan BEM

harus menyampaikan orasinya di depan seluruh warga Poltekkes Kemenkes Bengkulu.Debat para kandidat DPM dan BEM, pemungutan

(25)

dilaksanakan sejak tanggal 09 Agustus 2014 s.d 20 Oktober 2014yang bertempat di Poltekkes Kemenkes Bengkulu.Kegiatan ini diikuti oleh calon ketua DPM yaitu 5 Orang, calon ketua BEM yaitu 5 Orang, calon anggota DPM terpilih yaitu 12 orang.

Sesuai dengan Anggaran Dasar dan

Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) dari Dewan Pertimbangan Mahasiswa Politeknik

Kesehatan Kementrian Kesehatan Bengkulu Periode 2014/2015 adalah 100 mahasiswa dari masing-masing jurusan di Poltekkes Kemenkes Bengkulu.Mengingat, menimbang, menetapkan, dan memutuskan banyaknya mahasiswa dari masing-masing jurusan pada tahun ini, sehingga DPM 2013/2014 selaku panitia Pemilu Raya mengambil kebijakan, adapun yang berhak memberikan suara adalah 150 mahasiswa dari masing-masing jurusan di Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh pengurus Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) periode 2013-2014 selaku panitia dalam komisi Pemilu Raya, bekerja sama dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2013-2014.Selanjutnya kegiatan ini diisi oleh kampanye para kandidat calon ketua DPM dan

BEM periode 2015, orasi akbar, debat kandidat,pemungutan suara, dan penghitungan suara.Pada haris abtu, tanggal 09 Agustus 2014

dilaksanakan kegiatan sosialisasi DPM dan BEM kepada seluruh warga Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Pada hari Senin-Jumat,

Kemenkes Bengkulu periode 2014 -2015. Pada hari Kamis,25 September 2014 dilaksanakan kegiatan Pra seleksi anggota DPM. Pada hari Sabtu, 27 September 2014 dilaksanakan seleksi anggota DPM. Pada hari Senin,06 Oktober 2014 dilaksankan Orasi Calon Ketua DPM dan BEM Poltekkes Kemenkes Bengkulu periode

2014/2014. Pada hari Kamis-Jumat,09-10 Oktober 2014 dilaksanakan kampanye calon

Ketua DPM dan BEM Poltekkes Kemenkes Bengkulu dilanjutkan dengan pemungutan suara.Jumat-Selasa,07-14 Oktober 2014 dilaksankan kegiatan kampanye calon ketua BEM dan DPM Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Rabu, 15Oktober 2014 dilanjutkan acara debat kandidat. Senin, 20 Oktober 2014 dilakukan Pengambilan Suara dari seluruh warga Poltekkes Kemenkes Bengkulu lalu dilanjutkan penghitungan hasil suara. Dari perhitungan suara yang telah dilakukan , terpilihlah ketua BEM atas nama Ahmad Jivelladengan total suara sebanyak 323 suara. Sedangkan ketua DPM terpilih yaitu ArifYudistiradengan total suara sebanyak 218 suara. Dengan demikian keduanya akan memimpin pada periode 2014 /2015.

Kegiatan pembentukan kepengurusan

DPM dan BEM Poltekkes Kemenkes Bengkulu periode 2014/2015 telah terlaksana dengan sukses meskipun masih ada sedikit kekurangan.

(26)

SELEKSI ANGGOTA DPM ORASI KANDIDAT DIKAMPUS A

PENGITUNGAN SUARA DI KAMPUS A ORASI KANDIDAT DI KAMPUS B

(27)

dalam rangka memperingati

Linda Sitompul, SST, M.Kes

Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Subbag. Adak

Negara Indonesia merupakan kawasan rawan bencana sebagai salah satu kosekuensi letak geografi dan kondisi geologi.Berdasarkan catatan sejarah, Indonesia telah mengalami beberapa bencana dengan skala sangat besar baik pada era sebelum Indonesia merdeka hingga saat ini.Salah satu bencana yang membuka paradigma Indonesia dan dunia adalah Tsunami pada tanggal 26 Desember 2004, termasuk gempa ketiga terbesar dalam sejarah kegempaan di dunia.Selain mengakibatkan banyak kerusakan dan korban, juga sebagai titik awal kebangkitan paradigma

(28)

mengindentifikasi, mengevaluasi dan mengurangi resiko yang diakibatkan oleh bencana . Tujuan utamanya untuk mengurangi resiko fatal dibidang sosial, ekonomi dan juga lingkungan alam serta penyebab pemicu bencana PRB sangat dipengaruhi oleh penelitian masal pada hal-hal yang mematikan,

dan telah dicetak atau dipublikasikan sejak pertengahan tahun 1970.

Ini merupakan bentuk tanggung jawab dan perkembangan dari agen sejenis Badan Penyelamat, dan seharusnya kegiatan ini berkesinambungan, serta menjadi bagian dari kesatuan kegiatan organisasi ini, tidak hanya melakukannya secara musiman pada saat terjadi bencana. Oleh karenanya jangkauan(PRB) sangat luas. Cakupannya lebih luas dan dalam, dibanding manajemen penanggulangan bencana darurat yang biasa, PRB dapat melakukan inisiatif kegiatan dalam segala bidang pembangunan dan kemanusiaan.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merumuskan PRB sebagai ”Kerangka

konsep kerja yang bagian-bagiannya telah mempertimbangkan segala kemungkinan untuk memperkecil resiko kematian dan bencana melalui lingkungan masyarakat, untuk

menghindari (mencegah) atau untuk membatasi ( menghadapi dan mempersiapkan) kemalangan yang disebabkan oleh marabahaya, dalam

konteks yang lebih luas dari pembangunan yang berkelanjutan.

Sejak tahun 1970 evolusi pemikiran dan praktek managemen bencana telah mengalami

dalam, tentang mengapa bencana alam terjadi, disertai oleh pendekatan dan analisa secara menyeluruh yang lebih terfokus, untuk mengurangi resikonya pada masyarakat. Paradigma managemen modern – Pengurangan Resiko Bencana (PRB), merupakan langkah terbaru dalam bidang ini.PRB secara resmi

merupakan konsep baru, namun pemikiran dan prakteknya telah diterapkan jauh sebelum

konsep ini dicetuskan, dan sekarang PRB telah diterapkan oleh organisasi internasional, pemerintah, perancang bencana dan organisasi kemasyarakatan.

PRB merupakan konsep yang mencakup segala bidang, dan telah terbukti sulit untuk mendefinisikan atau menjelaskan secara rinci, namun cakupan idenya sangat jelas.Tak dapat dihindari, ada beberapa definisi istilah yang dipakai dalam buku pedoman, tetapi pada umumnya artinya mudah dimengerti dan diterapkan dalam cakupan pembangunan, dalam kebijakan-kebijakan, strategi dan praktek, untuk mengurangi resiko kematian dan kerugian akibat bencana pada masyarakat. Istilah "Managemen Pengurangan Resiko

Bencana” sering digunakan dalam konteks dan

arti yang sama; pendekatan systematis, untuk

mengindentifikasi, mengevaluasi dan mengurangi segala resiko yang berkaitan dengan malapetaka (marabahaya) dan kegiatan

manusia. Sangat layak diterapkan operasional PRB; Implementasi praktis dari inisiatif PRB.

(29)

pelaku dari pemerhati isu gender, kelompok disable, kelompok anak-anak, dan lain sebagainya. Namun tantangannya adalah masih belum diwadahi dalam suatu rangkaian bersama sehingga masih terlaksana secara sektoral dan terpisah. Dalam rangka menjawab tantangan tersebut, Badan Nasional

Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Platform Nasional, menyelenggarakan

pertemuan Forum PRB sekaligus penyelenggaran puncak peringatan bulan PRB pada bulan Oktober 2014 di Bengkulu.

Poltekkes Kemenkes Bengkulu juga ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan peringatan PRB melalui kegiatan simulasi siaga bencana darat dan pameran.Dimana kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi tingkat II dan III yang berasal dari Prodi D III dan D IV Keperawatan yang berjumlah 50 Orang.

Kegiatan ini bertujuan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan memperingati hari Pengurangan Resiko Bencana melalui kegiatan simulasi siaga bencana dan pameran. Pada Jum’at, 10 Oktober 2014 telah dilaksankan rapat koordinasi yang melibatkan LSM, BNPB, Dinas Kesehatan dan PMI. Sabtu

, 11 Oktober 2014 pukul 07.00 s.d 13.00 WIB dilaksanakan Kegiatan Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK).

Dalam kegiatan ini mahasiswa Jurusan Keperawatan ikut berkontribusi dalam kegiatan field trip yang dilaksanakan di Pondok Kelapa,

15.30 s.d. 16.00 WIB bertempatkan di halaman View Tower dilaksanakan Simulasi Siaga Bencana Darat. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat pembukaan pameran PRB yang dibuka langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Bapak Mayjen TNI (Purn) Dr. Syamsul Ma’arif, M.Si, yang

didampingi Gubernur Bengkulu, Bapak H. Junaidi Hamsah, S. Ag, M.Pd, serta diikuti oleh

seluruh pejabat terkait baik tingkat nasional maupun provinsi. Senin s.d. Rabu Tanggal, 13 s.d. 15 Oktober 2014 dilaksanakan Pameran sosialisasi dan peralatan PRB yang diikuti oleh 13 Provinsi yang mengisi 29boothpameran.

Kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan , yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Pada tahap persiapan dilakukan Rapat koordinasi penentuan waktu kegiatan dan jadwal latihan, pertemuan dengan mahasiswa pengurusan peminjaman alat dan kebutuhan lainnya, penentuan konsep pameran, melakukan latihan dasar sesuai jadwal dan melakukan latihan lanjut sesuai jadwal. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pengecek persiapan alat dan lokasi, pengecek persiapan peserta, latihan lanjut di lokasi simulasi, simulasi sesuai jadwal, menyusun dan

mendekorasi stand pameran sesuai konsep yang ditentukan dan menjaga stand pameran sesuai jadwal. Dan terakhir pada tahap penutupan

(30)

kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses, Besar harapan untuk pelaksanaan ditaun mendatang akan lebih lagi dari pelaksanaan

ditahun ini. Diharapakan akan lebih banyak lagi kegiatan, ide dan pameran yang lebih menarik.

Foto Bersama di Stan Pameran Poltekkes Kemenkes Bengkulu Foto Bersama di Stan Pameran Poltekkes Kemenkes Bengkulu

(31)

JURUSAN KEPERAWATAN

di Desa Padang Kuas Kabupaten Seluma

Ns. Hermansyah, S. Kep, M. Kep

Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Jurusan Keperawatan

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai risiko terhadap terjadinya pelbagai bencana alam antara lain Gempa bumi dan letusan gunung berapi karena terletak dalam rangkaian “Ring Of Fire” serta ada empat pusat zona aktif gunung berapi yaitu Zona Sunda, Minahasa, Halmahera, Banda, Risiko terjadinya Tsunami, maupun bencana-bencana jenis lain termasuk Emerging Infectious Disease. Disamping itu, di bidang pelayanan kesehatan, kita juga harus mengakui bahwa sistem jejaring pelayanan di fasilitas kesehatan belum terintegrasi secara optimal yang berakibat masih banyaknya keluhan

masyarakat terhadap pelayanan kesehatan khususnya di Instalasi Gawat Darurat

(Supriyantoro, 2011).

Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010 – 2014 mengamanatkan bahwa masalah pelayanan kesehatan lain yang perlu mendapat perhatian adalah antisipasi

terjadinya rawan sosial. Letak geografis Indonesia yang terletak di antara dua lempeng bumi, rawan dengan terjadinya bencana alam. Tantangan ke depan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui sarana dan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai untuk merespons dinamika karakteristik penduduk dan kondisi geografis (Kemenkes RI, 2011).

Sejak tahun 2000 Kementerian Kesehatan RI telah mengembangkan konsep Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) memadukan penanganan gawat darurat mulai dari tingkat pra rumah sakit

sampai tingkat rumah sakit dan rujukan antara rumah sakit dengan pendekatan lintas program

(32)

pertama kegawatdaruratan yang membantu memperbaiki pelayanan pra RS untuk menjamin respons cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit yang dituju (Kemenkes RI, 2011).

Menurut Kemenkes RI (2011) kebijakan

dan penanganan krisis pada kondisi Gawat Darurat dan Bencana, antara lain adalah Setiap

korban akibat krisis diupayakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan cepat, tepat dan ditangani secara professional dan memberdayakan kemampuan masyarakat (Community Empowerement) khususnya para stakeholder yang peduli dengan masalah krisis di bidang kesehatan dengan melakukan sosialisasi terhadap pengorganisasian, prosedur, sistem pelaporan serta dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan, monitoring dan evaluasi.

Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah rawan bencana. Sebanyak 196 desa dan kelurahan di daerah Bengkulu berisiko tinggi terhadap bencana alam. Sratus Sembilan puluh enam desa tersebut berada di sepanjang pesisir pantai dari yang terletak di enam kabupaten dan kota, dan ini berisiko bencana, seperti tsunami.

Enam daerah di Bengkulu yang berada di sepanjang pesisir pantai, yakni Kabupaten Kaur berada paling selatan provinsi itu, selanjutnya,

Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluma, Kota Bengkulu Kabupaten, Bengkulu Utara, dan di bagian paling utara berada di pesisir pantai Bengkulu, yakni Kabupaten Mukomuko.

tinggi terhadap bencana, dan masyarakat kita yang bermukim di ketinggian lima meter di atas permukaan laut, ini sangat berisiko sekali (Sulaiman, 2014).

Poltekkes Kemenkes Bengkulu juga berkomitemen secara aktif untuk melakukan penanggulangan gawat darurat di Provinsi

Bengkulu, yaitu dengan memasukkan muatan lokal (mulok) penanggulangan

kegawatdaruratan dan siaga bencana pada kurikulum institusi dan membentuk team gawat darurat dan bencana Poltekkes kemenkes Bengkulu khususnya di Jurusan Keperawatan sejak tahun 2006. Dalam pengembangan mulok penanggulangan kegawatdaruratan dan siaga bencana, Jurusan Keperawatan bekerjasama dengan PMI Provinsi Bengkulu, Dinkes Provinsi Bengkulu, Pos Basarnas Bengkulu, dan BPBD, ikut aktif dalam kegiatan simulasi dan penanggulangan bencana, serta melakukan pengabdian masyarakat tentang kegawatdaruratan dan siaga bencana diberbagai institusi dan masyarakat.

Salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Jurusan Keperawatan adalah melakukan pembinaan terhadap remaja agar tanggap terhadap gawat darurat dan

bencana di Desa Padang Kuas tahun 2014. Desa Padang Kuas merupakan salah satu desa di kecamatan Sukaraja Kecamatan Sukaraja

(33)

dan 10 RT dengan jumlah keluarga 355 KK. Batas wilayah utara desa Padang Kuas berbatasan dengan desa Air Kemuning, sebelah selatan berbatasan dengan desa Cahaya negeri, sebelah barat berbatasan dengan desa Air Petai, dan sebelah timur berbatasan dengan desa Kuti Agung. Desa Padang Kuas bertempat di

Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma.Rata rata penduduk Desa Padang kuas mempunyai

mata pencaharian sebagai petani dan hasil perkebunan karet serta kelapa sawit. Pendidikan penduduk desa padang kuas bervariasi mulai dari SD, SMP, SMU dan beberapa berpendidikan Perguruan Tinggi. Warga di Desa Padang Kuas berasal dari beberapa suku seperti suku Jawa dan Sumatra.

Desa Padang Kuas telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sekolah yang terdiri TK, SD, dan SMU, tempat ibadah terdiri dari masjid dan gereja. Untuk fasilitas kesehatan di Padang Kuas terdiri dari Puskesmas, Poskesdes juga bidan praktek mandiri, sedangkan untuk sarana umum terdiri dari pertokoan, pasar dan fasilitas umum lainnya. Desa Padang Kuas Kabupaten Seluma terletak di sepanjang pesisir pantai barat pulau Sumatera yang sangat berisiko tinggi terhadap

bencana alam.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam 3 (tiga) hari dengan

memberikan pelatihan yang berisis muatan praktis bagi remaja agar dapat melakukan pertolongan pertama kejadian gawat darurat dan bencana yang terjadi di dearah tersebut. Kegiatan hari pertama dilakukan pada hari tanggal 06, 07, dan 12 Desember 2014.

Tujuan pelatihan gawat darurat dan

bencana bagi remaja di desa Padang Kuas adalahagar remaja di desa Padang Kuas

Kabupaten Seluma dapat melakukan bantuan hidup dasar (BHD) pada penderita gawat darurat dan bencana. Kegiatan pelatihan diberikan oleh fasilitator dari Jurusan Keperawatan yaitu tiga orang dosen Ns. Septiyanti, S. Kep, M.Pd, Ns. Hermansyah, S. Kep, M. Kep dan Ns. Gusnilawati, S. Kep, M. Epid, serta 4 orang mahasiswa Prodi D III Keperawatan Bengkulu.

Pelatihan diberikan dalam bentuk ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi/praktek pada sesi skill station. Pelatihan diikuti oleh 33 orang remaja yang berada di desa Jalur Padang Kuas Kabupaten Seluma. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan dari awal sampai selesai. Seluruh materi pelatihan dapat diserap dengan baik oleh peserta, hal ini dapat dilihat dari kemampuan

(34)

Pemberian materi pembebasan jalan nafas

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...