Trend Software Engineering
TREND TERBARU SOFTWARE ENGINEERING
Perangkat lunak computer (software) adalah satu dari hanya beberapa teknologi kunci yang akan berpengaruh penting pada hampir setiap aspek masyarakat modern selama tahun 1900-an. Software merupakan suatu mekanisme untuk mengotomatisasi bisnis, industri, dan pemerintahan. Software sangat penting bagi hampir setiap aspek bisnis. Tetapi, dalam banyak hal, software juga merupakan suatu teknologi yang tersembunyi karena tanpa kita sadari dalam setiap kegiatan kita sering menggunakan software misalnya dalam bebelanja di supermarket, menabung di bank, melakukan hubungan telepon dan lainnya.
Karakteristik Software antara lain :
Software bersifat kompleks yaitu didalam pembuatan suatu software harus didukung oleh banyak hal antara lain system kerja, hardware, dan lainnya. Software bersifat tidak sama meskipun pada kasus yang sama software yang telah dibuat belum tentu cocok ditempat lain. Misalnya pembuatan software supermarket, belum tentu satu supermarket dengan supermarket yang lain systemnya sama. Software bersifat tidak dapat digunakan diluar dari tujuan yang telah ditetapkan. Software seperti pabrik yang menghasilkan nilai-nilai tertentu dan sangat membantu segala kegiatan manusia. Software dibangun dan dikembangkan, tidak dibuat dalam bentuk yang klasik. Sebagian besar perangkat lunak dibuat secara a custom-built, serta tidak dapat dirakit dari komponen yang sudah ada. Software bersifat pervasif, dan banyak orang di dalam posisi tanggung jawab, kurang atau tidak memahami apa sebenarnya software itu, bagaimana dia dibangun, atau apa yang dimaksudkannya dengan bagian yang dikontrol. Karena sifat pervasif pada software tersebut maka software harus ditangani dengan hati-hati.
Perkembangan Software
Software Engineering adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal requirement capturing (analisa kebutuhan pengguna), specification (menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna), design, coding, testing sampai pemeliharaan system setelah digunakan.
Software mengalami perkembangan yang sangat pesat dan using setelah periode tertentu, Software memerlukan review secara berkala untuk mengetahui perubahan yang dinamis terhadap kebutuhan pasar. Sejak pertama kali software diperkenalkan sekitar tahun 60-an telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, dan total berbeda disemua spesifikasi seperti struktur program, arsitektur dan Line Of Code (LoC) kini lebih pendek, mudah dan tampilan grafis yang menarik sehingga lebih efisien dibandingkan dengan versi lamanya.
Tren software engineering saat ini mengarah pada biaya yang murah, platform bersifat multiuser, dapat digunakan oleh umum, pengembangaannya bersifat open source dan cara askesnya adalah online. Perubahan-perubahan yang akan mempengaruhi software selama decade selanjutnya akan dipengaruhi oleh beberapa hal yang simultan yaitu :
1. Manusia yang melakukan pekerjaan tersebut 2. Proses yang mereka aplikasikan
3. Sifat Informasi
4. Teknologi komputer yang mendatar
Semua kegiatan yang telah dilakukan baik pengukuran, disiplin, dan fokus pada kualitas akan menghasilkan perangkat lunak yang bisa dipelihara, perangkat lunak yang lebih baik. Hal tersebut tidak pernah menjanjikan bahwa software yang kita hasilkan tersebut adalah software yang paling manjur, karena selagi kita berjalan menuju abad yang baru, maka perangkat lunak dan sistem teknik tetap menjadi tantangan bagi setiap profesional perangkat lunak dan setiap perusahaan yang membangun sistem berbasis komputer. Perusahaan harus berusaha lebih keras dalam menguasai teknologi hanya untuk bertahan hidup karena perubahan teknologi informasi menjadi begitu cepat dan tidak pernah bisa mengampuni, dan akibat dari ketinggalan tersebut tidak dapat dikembalikan lagi.
Karakteristik Software
Agar lebih memahami tentang software engineering maka perlu juga kita meneliti tentang karakteristik perangkat lunak yang membuat perangkat lunak berbeda dari hal-hal yang dibangun oleh manusia. Perangkat lunak memiliki ciri-ciri yang berbeda dari perangkat keras karena perangkat lunak lebih merupakan elemen logika. Adapun karakteristik antara lain:
1. Perangkat lunak dibangun dan dikembangkan, tidak dibuat dalam bentuk yang klasik 2. Perangkat lunak tidak pernah using
3. Sebagian besar perangkat lunak dibuat secara custom-built, serta tidak dapat dirakit dari komponen yang sudah ada
Dibawah ini menunjukkan bahwa area ilmu pengetahuan software engineering meliputi :
A. Software Requrements
Knowledge area ini berisi mengenai hal apa saja yang dipelajari pada software requirements. Pada Software requirements materi pokok yang dipelajari meliputi software Requirements Fundamentals, Requirements Process, Requirements Elicitation, Requirements Analysis, Requirements Specifications, Requirements Validation, Requirements Considerations.
B. Software Design
Kowledge area ini berisi mengenai hal apa saja yang dipelajari pada software Design. Pada Software Design materi pokok yang dipelajari meliputi software Design Fundamentals, Key Issues in Software Design, Software Stucture and Architecture, software Design Quality Analysis and Evaluations, software Design Notation and software Design Strategic and methods.
C. Software Construction
D. Software Testing
Knowledge area ini berisi mengenai hal apa saja yang dipelajari pada Software Testing. Pada Software Testing materi pokok yang dipelajari meliputi software Testing Fundamentals, Test Levels, Test Techniques, Test Related Measures dan test Process.
E. Software Maintenance
Knowledge area ini berisi mengenai hal apa saja yang dipelajari pada Software maintenance. Pada Software Testing materi pokok yang dipelajari meliputi software Maintenance Fundamentals, Key Issues in Software Maintenane, Maintenance Process dan Techniques for Maintenance.
F. Software Configurations Management
Knowledge area ini berisi mengenai hal apa saja yang dipelajari pada Software Configurations Management. Pada Software Configurations Management materi pokok yang dipelajari meliputi Management Of The SCM Process, Software Configuration Identification, Software Configuration Control, Software Configuration Status Accounting, Software Configuration Auditing, Software Release Management and Delivery.
G. Software Engineering Management
Knowledge area ini berisi mengenai hal apa saja yang dipelajari pada Software Engineering Management. Pada Software Engineering Management materi pokok yang dipelajari meliputi Initiation dan Scope Definition, Software Project Planning, Software Project Enactment, Reviem and Evaluation, Closure dan SW Engineering Measurment.
H. Software Engineering Process
Knowledge area ini berisi mengenai hal apa saja yang dipelajari pada Software Engineering Process. Pada Software Engineering Process materi pokok yang dipelajari meliputi Process Implementation and Change, Process Definition, Process Assessment, dan Process and Product Measurement.
I. Software Engineering Tools And Method
Knowledge area ini berisi mengenai hal apa saja yang dipelajari pada Software Engineering Tools and Method. Pada Software Engineering Tools and Method materi pokok yang dipelajari meliputi Software Engineering Tools dan Software Engineering methods.
J. Software Engineering
Knowledge area ini berisi mengenai hal apa saja yang dipelajari pada Software Quality. Pada Software Quality materi pokok yang dipelajari meliputi Software Quality Fundamentals, Software Quality Processes dan Practical Considerations.
K. Related Diciplines Of Software Engineering
A. Software Requirements Specification
1. Introduction
1.1 Purpose
Dokumen SRS ini menjelaskan requirement untuk mengimplementasikan fitur-fitur pada aplikasi Cuti Online.
1.2 Scope
Dokumen ini menyediakan acuan untuk pengendalian proyek aplikasi Cuti Online.
1.3 Definitions, Acronyms, and Abbreviations
Definisi, akronim dan Singkatan yang digunakan di dalam dokumen ini dijelaskan di dalam dokumen Glossary.
1.4 References
Dokumen stakeholder request proyek aplikasi Cuti Online.
1.5 Overview
Dokumen ini juga menjelaskan use case dari aplikasi Cuti Online secara global, asumsi dalam pengembangan, kebutuhan spesifik dan kebutuhan tambahan.
2. Overall Description
Aplikasi Cuti Online bertujuan untuk menggantikan proses pengajuan cuti di PT. TELKOM yang semula dilakukan secara manual, menjadi berbasis aplikasi. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan SRS1 proses pengajuan cuti menjadi lebih cepat, mudah dan dapat dilakukan dari mana saja selama terkoneksi dengan intranet PT. TELKOM . Pengguna dari aplikasi ini adalah seluruh pegawai PT. TELKOM yang statusnya aktif.
2.1 Use-Case Model Survey
use case dari aplikasi Cuti online terdiri dari :
1. Mengajukan cuti : adalah kegiatan mengajukan cuti yang didahului oleh proses login ke dalam sistem cuti online
actor : pegawai
2. Membatalkan cuti : adalah kegiatan membatalkan cuti yang didahului oleh proses login ke dalam sistem cuti online
3. Melihat Riwayat Cuti: adalah kegiatan melihat riwayat cuti yang pernah dilakukan dengan Didahului oleh proses login ke dalam sistem cuti online
Actor : pegawai
4. Mengapprove cuti : adalah kegiatan untuk menyetujui atau menolak permohonan cuti yang diajukan oleh pegawai. Proses ini didahului dengan melakukan login ke dalam sistem cuti online
Actor : Atasan-1, Atasan-2
5. Mengelola workflow approval : adalah kegiatan mendefinisikan worklow dari proses approval Cuti, dengan mendefinisikan siapa pemeriksa-1 dan siapa pemeriksa-2.
Actor : Admin
6. Posting ke SAP : adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengupdate jumlah cuti di database SAP
Actor : pegawai
7. Melakukan Login : adalah kegiatan melakukan otentikasi ke dalan sistem.
2.2 Assumptions and Dependencies
Dalam pengembangan aplikasi Cuti Online diasumsikan bahwa:
a. Tool pengembangan telah tersedia, dalam hal ini yang dimaksud dengan tool adalah software dan hardware yang dibutuhkan untuk pengembangan.
b. Semua pegawai yang menggunakan aplikasi Cuti Online memiliki komputer yang terhubung keintranet.
3. Specific Requirements
3.1 Use-Case Reports
Nama Requirement No. Requirement
SRS2 Sistem harus dapat digunakan untuk mengajukan cuti FEAT-01
SRS3 Sistem harus dapat digunakan untuk membatalkan cuti FEAT-02
SRS4 Sistem harus dapat digunakan untuk melihat riwayat cuti FEAT-03
SRS5 Sistem harus dapat digunakan untuk mengapprove cuti FEAT-04
SRS6 Sistem harus dapat digunakan untuk mengelola orkflow proses approval FEAT-05
3.2 Supplementary Requirements
SRS7 Sistem harus dapat membaca dan mengupdate basis data SDM yang berada di platform SAP SUPP-01
SRS8 Sistem harus dapat menggunakan otentikasi yang dilakukan di portal TELKOM SUPP-02
SRS9 Sistem harus dikembangkan dengan menggunakan teknologi web SUPP-03
SRS10 Antarmuka aplikasi cuti online harus sesuai dengan standar portal SUPP-04
4. Supporting Information
Supporting information terdapat pada masing-masing dokumen.
1. Introduction
1.1 Purpose
Dokumen ini akan menjelaskan mengenai spesifikasi tambahan berkaitan dengan aplikasi cuti online yang akan dikembangkan, khususnya yang tidak tercantum dalam use-case model.Dokumen ini bertujuan pula untuk menjadi koridor atau batasan dari sisi penerapan aturan cuti perusahaan.
1.2 Scope
Semua hal yang tercantum dalam dokumen ini merupakan bagian dari ruang lingkup kebutuhan pengembangan Aplikasi Cuti Online serta berkaitan erat dengan Portal Internal perusahaan yang dapat diakses secara online oleh seluruh karyawan.
1.3 Definitions, Acronyms, and Abbreviations
1.4 References
1. rup_stkreq v 1.0
2. rup_vision v 1.0
1.5 Overview
Aplikasi Cuti Online merupakan Aplikasi yang dibangun dengan Standard pengembangan aplikasi TELKOM serta menggunakan dengan platform berbasis windows atau Linux. Pada dokumen ini, akan dijelaskan kebutuhan tambahan Aplikasi yang tidak tercantum dalam Use Case.
2. Functionality
Fungsi-fungsi berikut ini adalah fungsis sistem yang tidak terdapat dalam Use Case :
2.1 SUPL1 Sistem Single Sign-On
Setiap karyawan telah memiliki identitas di dalam aplikasi, yaitu berupa NIK dan password. Informasi ini dikelola melalui Portal Intranet PT TELKOM melalui LDAP berbasis Lotus Notes Domino.
Sesuai dengan bisnis proses aturan yang telah ditetapkan perusahaan, persetujuan cuti seorang karyawan hanya dapat dilakukan oleh atasan langsung. Oleh karena itu, posisi seorang karyawan akan terpetakan pada LDAP yang telah didefinisikan sebelumnya tentang hirarki posisi karyawan tersebut di dalam perusahaan.
2.3 SUPL3 Sistem Log Historis Cuti
Data-data cuti yang telah disetujui / ditolak dapat dilihat oleh seorang karyawan dengan mudah.
3. Usability
3.1 SUPL4 Kemudahan Akses Aplikasi
Aplikasi digabungkan dalam Portal Intranet PT TELKOM dan dengan memanfaatkan LDAP TELKOM,seorang karyawan saat login sudah otomatis mendapatkan hak akses / role di dalam aplikasi cuti online.
3.2 SUPL5 Penggunaan Web Browser
Untuk mengakses Aplikasi Cuti Online, karyawan dapat menggunakan Aplikasi Internet Browser yang sudah terinstall di desktop / pc karyawan.
3.3 SUPL6 Dukungan Bantuan Online
Adanya bantuan yang dapat diakses secara online, atas penggunaan aplikasi. Bantuan tersebut berisi cara pengajuan cuti, mengetahui cuti sudah disetujui / belum, informasi bagaimana melihat rekap cuti serta informasi bantuan lainnya yang berkaitan dengan Aplikasi Cuti Online.
4. Reliability
4.1 SUPL7 Availability 97%
Ketersediaan aplikasi minimal adalah 97%, yaitu ketersediaan aplikais untuk diakses oleh karyawan TELKOM selama waktu kerja dalam 1 hari.
4.2 SUPL8 Accuracy 99,9%
Akurasi menjadi prasyarat utama berfungsinya aplikasi ini dengan baik. Sehingga tidak terjadi kesalahan pencatatan cuti, kesalahan persetujuan cuti dan kesalahan-kesalahan lain yang tidak diakibatkan oleh human error.
5. Performance
5.1 SUPL9 Response Time
Aplikasi Cuti Online dapat diakses melalui web browser dengan response time kurang dari 10 detik.
5.2 SUPL10 Capacity
5.3 SUPL11 Throughput
Dengan jumlah karyawan TELKOM yang saat ini lebih dari 20000 karyawan, maka diharapkan throughput aplikasi ini minimal dapat mendukung akses simultan 250 pengajuan cuti oleh karyawan.
6. Supportability
6.1 SUPL12 Coding Standards
Untuk alasan kemudahan pengembangan dan update aplikasi, terkait dengan platform Lotus Notes yang telah digunakan dalam Portal IntraNet TELKOM, maka aplikasi cuti online akan menggunakan bahasa pemrograman yang sama dengan aplikasi Portal yang sudah ada.
6.2 SUPL13 Dukungan Operasional
Adanya dukungan secara teknis oleh petugas operasional, dalam kaitan melakukan panduan atas adanya permasalahan dalam proses cuti online.
6.3 SUPL14 New Version
Adanya release baru aplikasi, tidak mengharuskan upgrade / update aplikasi di sisi Client / Desktop yang digunakan karyawan untuk mengajukan cuti.
7. Design Constraints
7.1 SUPL15 Server Platform
Aplikasi Cuti Online hanya akan terinstall di Server, dengan spesifikasi minimal Pentium 4 dan system operasi Microsoft Windows yang memanfaatkan Lotus Notes Domino sebagai basis Aplikasi.
7.2 SUPL16 Desktop Requirement
Perangkat PC yang digunakan oleh karyawan untuk mengakses aplikasi cuti online, minimal Pentium II dan tidak tergantung pada vendor mana pun.
7.3 SUPL17 Browser Compatibility
Browser yang digunakan di sisi Client untuk mengakses aplikasi cuti online, minimal dapat menggunakan Internet Explorer versi 6 keatas, Netscape 4.0 atau Mozilla 1.5.
8. SUPL18 Online User Documentation and Help System Requirements
Pedoman penggunaan teknis aplikasi, disediakan dalam bentuk softcopy (file PDF), yang berisi panduan penggunaan aplikasi cuti online. Dokumentasi Online aplikasi tersebut, dibuatkan hanya terkait pada fungsi-fungsi utama yang terdapat pada bisnis proses pengajuan dan persetujuan Cuti karyawan secara online.
9. Purchased Components
10. Interfaces
10.1 SUPL19 User Interfaces
User Interface dari aplikasi Cuti Online menggunakan Graphical User Interface berbasis HTML dengan menggunakan CSS.
10.2 Hardware Interfaces
N/A
10.3 SUPL20 Software Interfaces
Interface aplikasi dari Aplikasi Cuti Online ke Platform SAP memerlukan suatu tambahan modul di SAP untuk mampu menangkap data yang di push oleh platform SAP. Modul ini membutuhkan komponen tambahan pada platform SAP.
10.4 SUPL21 Communications Interfaces
Perlu adanya antarmuka untuk interkoneksi ke aplikasi internal TELKOM yang khusus mengelola data karyawan (SDM) perusahaan dalam platform SAP, menjadikan aplikasi Cuti Online membutuhkan jaringan yang cukup stabil, handal dan reliable untuk retrieval data quota cuti karyawan dari platform SAP tersebut.
11. SUPL22 Licensing Requirements
Untuk implementasi dan installasi aplikasi secara terdistribusi di beberapa kota di Indonesia sesuai dengan beban operasional dari unit yang berada di area tersebut.
Sistem Operasi :
• Microsoft Windows Server 2003 20000 Client Access License (CAL)
Platform Aplikasi :
• Lotus Notes Domino Server 300 Web Access License
• Database Oracle Server 9.xx 300 Web Access License
12. Legal, Copyright, and Other Notices
- Hak cipta atas Aplikasi Cuti Online menjadi milik perusahaan
B. Desain Grafis
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).
Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak....
Daftar isi
1 Batasan Media
2 Prinsip dan unsur desain
3 Peralatan desain grafis
4 Daftar Software Desain Grafis o 4.1 Desktop publishing
o 4.2 Webdesign
o 4.3 Audiovisual
o 4.4 Rendering 3 Dimensi
5 Lihat pula
6 Pranata Luar
1. Batasan Media
Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
2. Prinsip dan unsure desain
Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.
3. Peralatan Desain Grafis
Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.
Pada pertengahan 1980 , kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.
Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.
4. Daftar Software Desain Grafis
Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:
Desktop publishing
Adobe Photoshop
Adobe IIIustrator
Adobe Indesign Coreldraw
GIMP
Inkscape
Adobe Freehand
Webdesign
Adobe Dreamweaver
Microsoft Fronpage
Notepad
Adobe Photoshop
Audiovisual
Adobe Alfer Effect
Adobe Premier
Final Cut
Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
Ulead Video Studio Magic Movie Edit Pro
Power Movie Edit Pro
Power Director
Rendering 3 Dimensi
3D StudioMax
Maya
AutoCad
Google Sketch Up
Light Mave
Blender
Lihat Pula
Kriya
Pranata Luar
Grafis Vektor dan Bitmap
Cintoh web design