ANALISIS KEPERCAYAAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PUBLIK
DALAM PENGURUSAN E-KTP PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN
CATATAN SIPIL KABUPATEN KERINCI
Oleh
KAMARUDDIN
NPM. 1210018212094
Analisis Kepercayaan sebagai Variabel Moderating pada Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Publik dalam Pengurusan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kerinci
¹Kamaruddin., Sefnedi, Ph.D., Dr. Kardiman
¹
Program Pascasarjana Magister Ilmu Manajemen Universitas Bung Hatta
email:[email protected]
ABSTRACT
The aims of this study was to inversigate the moderating effect of public trust on the relationship between service quality and public satisfaction for electronic identity card at Department of Population and Civil Registration, Kerinci Regency. The study population is all publics who used electronic identity card in Kerinci Regency and numbers of sample were accounted for 327 people. This study performed proportional startified random sampling to reach the sample. In order to test hypotheses, this study conducted multiple, single and moderated regression analyses. The results of analysis found that a) The five dimensions of service quality namely tangibles, empathy, reliability, responsiveness and assurance positively and significantly influenced public satifaction. b) Public trust was found to have positive and significant effected on public satisfaction. 3) Public trust was found as moderating variable and stengthened the relationship between service quality and public satisfaction. The findings of this study recommended to Department of Population and Civil Registration, Kerinci Regency to enhancing service quality, and public trust.
Keywords:Service Quality, Trust, and Public Satisfaction.
PENDAHULUAN
Tugas utama pemerintah daerah
terhadap rakyatnya adalah memberikan
pelayanan dalam rangka memenuhi
kebutuhan dan keinginan publik. Oleh
karena itu, pelayanan publik harus
dilaksanakan secara transparan dan
akuntabel oleh setiap unit pelayanan
pemerintah, karena kualitas pelayanan
publik memiliki implikasi yang luas
dalam mencapai kesejahteraan rakyat.
Berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Pemberdayaan Aparatur
Negara Nomor 63 / KEP. M.PAN / 7 /
2003 tentang pedoman umum
pelayanan penyelenggaraan pelayanan
publik, dimana yang dimaksud dengan
pelayanan publik adalah segala
kegiatan pelayanan yang dilaksanakan
oleh penyelenggara pelayanan publik
sebagai upaya pemenuhan kebutuhan
penerima pelayanan maupun
pelaksanaan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Salah satu organisasi pemerintah
yang memiliki komitmen dan
kepedulian terhadap kebutuhan public
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci. Sebagai suatu
organisasi pemerintah yang bertugas
melayani publik, saat ini Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci memberikan
layanan seperti e-KTP, Akta
Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) dan
Surata Keterangan Perpindahan
Penduduk.
Berdasarkan data skunder yang
diterbitkan oleh Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Kerinci
dapat dilihat bahwa jenis layanan
tertinggi yang diberi oleh Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci selama bulan
Agustus s/d Desember 2013 adalah
e-KTP yaitu sebanyak 1.795 orang. Oleh
karena layanan e-KTP mendominasi
jenis pelayanan yang diberikan oleh
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci, maka atas dasar
inilah penulis menitikberatkan kajian
pada e-KTP.
Dalam upaya mengungkap
fenomena kepuasan publik dalam
menerima layanan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci, penulis melakukan
pengamatan awal terhadap 40 orang
publik yang telah menerima layanan
e-KTP. Hasil pengamatan awal tersebut
dapat penulis sajikan pada Tabel 1
berikut:
Tabel 1. Fenomena Kepuasan Publik dalam Menerima Layanan e-KTP pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kerinci
No Keterangan
Layanan 40 27 13 32,5
2 Proses layanan (Antrian)
40 19 21 52,5
3 Lamanya waktu yang dibutuhan
40 13 27 67,5
4 Iklim layanan (keramahan pelayan)
40 18 23 57,5
5 Lokasi / tempat layanan
40 29 11 27,5
Rata-Rata 47,5
Sumber: Hasil Pengamatan Awal, Januari 2014
Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat
bahwa rata-rata ketidak puasan publik
dalam pengurusan e-KTP adalah
47,5%. Tingginya persentase
ketidakpuasan yang dirasakan oleh
publik merupakan indikasi atau
fenomena bahwa masyarakat atau
publik dalam menerima layanan e-KTP
Sipil Kabupaten Kerinci belum puas
atas layanan yang diterima.
Menurut Kotler dan Keller (2011)
kepuasan merupakan perasaan senang
atau kecewa yang dirasakan oleh
sesorang setelah membandingkan
antara harapan dan kenyataan.
Berdasarkan pendapat diatas dapat
diartikan bahwa masyarakat atau
publik akan merasa puas apabila
kenyataan melebihi harapan, dan
sebaliknya apabila harapan lebih
rendah dari kenyataan, maka
masyarakat atau publik akan merasa
kecewa atau tidak puas.
Dalam literatur manajemen
pemasaran dijelaskan bahwa salah satu
faktor penentu kepuasan pelanggan
adalah kualitas pelayanan
(Parasuraman, Barry dan Zeithalm,
1991; Lopiyoadi dan Hamdani, 2008).
Menurut Parasuraman dkk (1991)
Kualitas pelayanan merupakan segala
upaya yang dilakakukan oleh penyedia
jasa yang berkaitan dengan dimensi
tangibles (sarana fisik), empathy
(empati), reliability (keandalan),
respondiveness (daya tanggap) dan
assurance (jamainan atau kepastian).
Berdasarkan penelusuran penelitian
terdahulu ditemukan bahwa pengaruh
dimensi kualitas pelayanan yaitu
tangibles, empathy, reliability,
responsivenes dan assurance terhadap
kepuasan pelanggan belum bersifat
universal. Dengan kata lain, sebagain
peneliti menemukan dimensi kualitas
pelayanan berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan pelanggan dan
sebagian lainnya menemukan tidak
bepengaruh signifikan.
Menurut Sekaran dan Bougie
(2010) apabila pengaruh variabel bebas
terhadap variabel terikat belum bersifat
konklusif, maka peneliti berikutnya
dapat menempatkan variabel moderasi.
Menurut Barron dan Kenny (1986)
variabel moderasi merupakan variabel
yang mampu memperjelas hubungan
dua variabel atau lebih yang belum
bersifat konklusif atau universal
dimana variabel moderasi akan
memperkuat atau memperlemah
pengaruh suatu variabel terhadap
variabel lainnya.
Berdasarkan pendapat tersebut,
maka peniliti menempatkan variabel
kepercayaan sebagai variabel moderasi
antara dimensi kualitas pelayanan dan
kepuasan publik. Dengan demikian
dapat digambarkan kerangka
konseptual penelitian sebagai berikut.
METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel
Populasi penelitian adalah seluruh
masyarakat atau publik yang menerima
jasa layanan pengurusan e-KTP selama
periode Bulan Agustus s/d Desember
2013 yang berjumlah sebanyak 1.795
oarang. Untuk menentukan jumlah atau
ukuran sampel minimal, penelitian ini
menggunakan pendapat Slovin dalam
Sekaran (2006) dengan perhitungan
sebagai berikut.
n = N / (1 + N e2)
n = 1.795 / (1 + 1.795. 0,052)
n = 327,10 (dibulatkan 327)
Definisi dan Operasional Variabel Kepuasan publik adalah perasaan
senang atau kecewa yang dirasakan
oleh publik dalam pengurusan e-KTP
dengan membandingkan antara
harapan dan kenyataan dan diukur
denga 5 item pernyataa (Sweeney dan
Soutar, 2001). Kualitas pelayanan
adalah segala aktivitas yang
dilaksanakan oleh Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci dalam memenuhi
kebutuhan dan keinginan publik
(Parasuraman, Barry dan Zeithalm,
1991) dan diukur dengan
menggunakan lima indikator yaitu
tangibles, empathy, reliability,
responsiveness dan assurance yang
keseluruhannya memiliki 22 item
pernyataan (Parasuraman, Barry dan
Zeithalm, 1991). Sementara
kepercayaan publik adalah Keyakinan
publik terhadap Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Kerinci
yang berkenaan dengan pengalaman
masa lalu, informasi, dan antusiasme
Kotler dan Keller, 2011) yang diukur
dengan menggunakan 6 item
pernyataan (Panca (2009)).
HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas
Validitas merupakan alat uji untuk
mengetahui apakah suatu butir
pertanyaan dinyatakan valid atau tidak
(Sekaran dan Bougie, 2010). Untuk
mengetahui apakah
pertanyaan-pertanyaan valid atau tidak, maka
digunakan nilai corrected item-total
correlation. Apabila suatu butir
pertanyaan memiliki nilai corrected
item-total correlation lebih besar dari
0,30 maka butir pertanyaan tersebut
dinyatakan valid, dan sebaliknya
(Maholtra, 2009).
Sedangkan reliabilitas merupakan
alat uji untuk mengetahui kehandalan
variabel. Uji reliabilitas menggunakan
cronbach alpha lebih lebih besar dari
0,70 (Sekaran dan Bougie, 2010).
Ringkasan hasil uji validitas dan
reliabilitas dapat dilihat sebagai
Tabel 2. Ringkasan Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Variabel Jumlah
item
Tidak Valid
Valid Cronbach’s
Alpha
Keterangan
Kepercayaan Publik (Y) 5 - 5 0,946 Reliabel
Tangibles (X1) 4 - 4 0,779 Reliabel
Empathy (X2) 5 - 5 0,786 Reliabel
Reliability (X3) 5 - 5 0,754 Reliabel
Responsiveness (X4) 4 - 4 0,804 Reliabel
Assurance (X5) 4 - 4 0,776 Reliabel
Kepercayaan (M) 6 - 6 0,797 Reliabel
Sumber: Data Primer yang diolah, 2014
Deskripsi Variabel
Hasil analisis deskriptif tentang
skor rata-rata dan tingkat capaian
responden (TCR) masing-masing
variabel dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 3. Skor Rata-Rata dan TCR
No Variabel Skor Rata-Rata TCR (%) Keterangan
1 Kepercayaan Publik (Y) 3,45 69,0 Cukup Puas
2 Tangibles (X1) 3,44 68,8 Cukup Baik
3 Empathy (X2) 3,45 69,0 Cukup Baik
4 Reliability (X3) 3,43 68,6 Cukup Baik 5 Responsiveness (X4) 3,45 69,0 Cukup Baik
6 Assurance (X5) 3,51 70,2 Cukup Baik
7 Kepercayaan (M) 3,41 68,1 Cukup Percaya
Sumber: Data Primer yang diolah, 2014
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik terdiri dari uji
normalitas, uji linearitas, uji
multikolonearitas dan uji
heteroskedastisitas (Suliyanto, 2011).
Berdasarkan hasil analisis tentang uji
asumsi klasik ditemukan bahwa semua
uji normalitas (
Kolmogorov-Smirnov), linearitas (compare means),
mulikolinearitas (Tolerence dan VIF),
dan heteroskedastisitas (Uji Glajser)
memenuhi persyarakatan.
Pengujian Hipotesis
Pengaruh Dimensi Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Publik
Hipotesis H1 dalam penelitian ini
adalah kualitas pelayanan berpangaruh
positif dan signifikan terhadap
kepuasan publik. Oleh karena kualitas
pelayanan memiliki 5 dimensi yaitu
tangibles, empathy, reliability,
responsiveness, dan assurance maka
hipotesis H1 memiliki turunan
H1a-H1e dimana hasil pengujiannya dapat
Tabel 4. Pengaruh Dimensi Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Publik
Konstanta dan Variabel Bebas Koefisien Regresi
Signifikan Keputusan
Konstanta (a) 0,365 0,002
-Tangibles (X1) 0,324 0,000 H1a diterima
Empathy (X2) 0,161 0,005 H1b diterima
Reliability (X3) 0,117 0,042 H1c diterima
Responsiveness (X4) 0,171 0,003 H1d diterima
Assurance (X5) 0,284 0,000 H1e diterima
F hitung 210,959 0,000
R2 0,766
Sumber: Data Primer yang diolah, 2014
Tabel 4 diatas dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1. Koefisien regresi dimensi tangibles
(X1) diperoleh sebesar 0,324
dengan signifikan 0,000 (lebih
kecil dari 0,05). Dengan demikian
dapat simpulkan bahwa dimensi
tangibles (X1) berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kepuasan
publik (Y) dalam pengurusan
e-KTP pada Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten
Kerinci, sehingga hipotesis H1a
dapat diterima.
2. Koefisien regresi dimensi empathy
(X2) diperoleh sebesar 0,161
dengan signifikan 0,005 (lebih
kecil dari 0,05). Dengan demikian
dapat simpulkan bahwa dimensi
empathy (X2) berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kepuasan
publik (Y) dalam pengurusan
e-KTP pada Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten
Kerinci, sehingga hipotesis H1b
dapat diterima.
3. Koefisien regresi dimensi
reliability (X3) diperoleh sebesar
0,117 dengan signifikan 0,042
(lebih kecil dari 0,05). Dengan
demikian dapat simpulkan bahwa
dimensi reliability (X3)
berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan publik (Y)
dalam pengurusan e-KTP pada
Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Kerinci, sehingga
hipotesis H1c dapat diterima.
4. Koefisien regresi dimensi
responsiveness (X4) diperoleh
sebesar 0,171 dengan signifikan
0,003 (lebih kecil dari 0,05).
Dengan demikian dapat simpulkan
bahwa dimensi responsiveness (X4)
berpengaruh positif dan signifikan
dalam pengurusan e-KTP pada
Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Kerinci, sehingga
hipotesis H1d dapat diterima.
5. Koefisien regresi dimensi
assurance (X5) diperoleh sebesar
0,284 dengan signifikan 0,000
(lebih kecil dari 0,05). Dengan
demikian dapat simpulkan bahwa
dimensi assurance (X5)
berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan publik (Y)
dalam pengurusan e-KTP pada
Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Kerinci, sehingga
hipotesis H1e dapat diterima.
6. Besaran F hitung diperoleh
210,727 dengan signifikan 0,000
(lebih kecil dari 0,05). Dengan
demikian, dapat disimpulkan
bahwa model penelitian tentang
pengaruh dimensi kualitas
pelayanan terhadap kepuasan
publik dalam pengurusan e-KTP
pada Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kabupaten Kerinci
adalah layak.
7. Besaran R2 (R square)
diperoleh 0,766 yang bermakna
bahwa kontribusi dimensi
kualitas pelayanan terhadap
kepuasan publik dalam
pengurusan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Kerinci adalah
76,6%, sedangkan sisanya
sebesar 23,4% merupakan
kontribusi variabel lainnya.
Pengaruh Kepercayaan terhadap Kepuasan Publik
Hipotesis H2 dalam penelitian ini
adalah kepercayaan publik
berpangaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan publik. Hasil uji H2
dapat dilihat sebegai berikut:
Tabel 5. Pengaruh Kepuasan Publik terhadap Kepuasan Publik
Konstanta dan Variabel Moderasi
Koefisien Regresi
Signifikan Keputusan
Konstanta (a) 2,576 0,002
-Kepercayaan Publik (M) 0,252 0,000 H2 diterima
F hitung 17,240 0,000
R2 0,050
Sumber: Data Primer yang diolah, 2014
Tabel 5 diatas dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1. Koefisien regresi varibel
kepercayaan publik (M) diperoleh
0,000 (lebih kecil dari 0,05).
Dengan demikian dapat simpulkan
bahwa variabel kepuasan publik
(M) berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan
publik (Y) dalam pengurusan
e-KTP pada Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten
Kerinci, sehingga hipotesis H2
dapat diterima.
2. Besaran F hitung diperoleh 17,240
dengan signifikan 0,000 (lebih
kecil dari 0,05). Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa model
penelitian tentang pengaruh
kepercayaan publik terhadap
kepuasan publik dalam pengurusan
e-KTP pada Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten
Kerinci adalah layak.
3. Besaran R2 (R square) diperoleh
0,050 yang bermakna bahwa
kontribusi variabel kepercayaan
publik terhadap kepuasan publik
dalam pengurusan e-KTP pada
Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Kerinci adalah
5%, sedangkan sisanya sebesar
95% merupakan kontribusi variabel
lainnya.
Peranan Kepercayaan Publik sebagai Moderasi
Hipotesis H3 dalam penelitian ini
adalah kepercayaan publik berperan
sebagai variabel moderasi pada
pengaruh kualitas pelayanan terhadap
kepuasan public. Hasil uji H3 dapat
dilihat sebagai berikut:
Tabel 6. Peranan Kepercayaan Publik sebagai Moderasi
Model 1 Model 2 Model 3
Konstanta, Variabel
Bebas dan Moderasi Koefisien
Regresi
Sig. Koefisien Regresi
Sig. Koefisien Regresi
Sig.
Konstanta (a) 1,499 0,000 1,099 0,000 0,955 0,000 Kualitas pelayanan (X) 0,573 0,000 0,547 0,000 0,475 0,018 Kepercayaan Publik (M) - - 0,143 0,008 0,112 0,015
X.M - - - - 0,290 0,021
F hitung 127,887 0,000 68,760 0,000 273,831 0,000
R2 0,282 0,298 0,718
Sumber: Data Primer, 2014
Tabel 6 diatas dapat dijelaskan
sebagai berikut:
Model 1
1. Koefisien regresi variabel kualitas
pelayanan diperoleh sebesar 0,573
dengan signifikan 0,000 (lebih
kecil dari 0,05). Hasil pengujian ini
dapat diartikan bahwa variabel
kualitas pelayanan berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan
2. Nilai F hitung diperoleh sebesar
127,887 dengan signifikan 0,000
(lebih kecil dari 0,05). Dengan
demikian, dapat disimpulkan
bahwa model 1 dinyatakan layak.
3. Nilai R2 diperoleh sebesar
0,282 yang berarti bahwa variasi
kepuasan publik dijelaskan oleh
variabel kualitas pelayanan sebesar
28,2%. dimana sisanya sebesar
71,9% dijelaskan oleh
variabel-variabel lain yang tidak termasuk
dalam Model 1.
Model 2
1. Koefisien regresi variabel
kepercayaa publik diperoleh
sebesar 0,143 dengan signifikan
0,008 (lebih kecil dari 0,05). Hasil
pengujian ini dapat diartikan
bahwa variabel kepercayaan publik
berpengaruh signifikan terhadap
kepuasan publik.
2. Nilai F hitung diperoleh sebesar
68,760 dengan signifikan 0,000
(lebih kecil dari 0,05). Dengan
demikian, dapat disimpulkan
bahwa model 1 dinyatakan layak.
3. Nilai R2 diperoleh sebesar 0,291
yang berarti bahwa variasi
kepuasan publik dijelaskan oleh
variabel kualitas pelayanan dan
kepercayaan publik sebesar 29,1%.
dimana sisanya sebesar 70,9%
dijelaskan oleh variabel-variabel
lain yang tidak termasuk dalam
Model 2.
Model 3
1. Koefisien regresi variabel
kepercayaa publik diperoleh
sebesar 0,143 dengan signifikan
0,008 (lebih kecil dari 0,05). Hasil
pengujian ini dapat diartikan
bahwa variabel kepercayaan publik
berpengaruh signifikan terhadap
kepuasan publik.
2. Nilai F hitung diperoleh sebesar
68,760 dengan signifikan 0,000
(lebih kecil dari 0,05). Dengan
demikian, dapat disimpulkan
bahwa model 1 dinyatakan layak.
3. Nilai R2 diperoleh sebesar 0,291
yang berarti bahwa variasi
kepuasan publik dijelaskan oleh
variabel kualitas pelayanan dan
kepercayaan publik sebesar 29,1%.
dimana sisanya sebesar 70,9%
dijelaskan oleh variabel-variabel
lain yang tidak termasuk dalam
Model 2.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengujian
turunan hipotesis pertama (H1a, H1b,
H1c, H1d, dan H1e) diketahui bahwa
dimensi tangibles, empathy, reliability,
responsiveness, dan assurance
berpengaruh positif dan signifikan
pengurusan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci. Hal ini bermakna
bahwa jika dimasa yang akan datang
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci mampu
meningkatkan dimensi kualitas
pelayanan yaitu tangibles, empathy,
reliability, responsiveness, dan
assurance, maka akan dapat meningkat
kepuasan publik atau masyarakat.
Sebaliknya, jika dimasa yang akan
datang Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kabupaten Kerinci tidak
mampu meningkatkan dimensi kualitas
pelayanan yaitu tangibles, empathy,
reliability, responsiveness, dan
assurance, maka akan dapat
menurunkan kepuasan publik atau
masyarakat. Hasil penelitian ini
didukung oleh temuan penelitian
terdahulu (Panca, 2010; Agung, 2003).
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis kedua (H2) diketahui bahwa
variabel kepercayaan publik
berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan publik dalam
pengurusan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci. Hal ini bermakna
bahwa jika semakin tinggi kepercayaan
publik pada Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kabupaten Kerinci, maka
akan dapat meningkat kepuasan publik
atau masyarakat. Sebaliknya, jika
semakin rendah kepercayaan publik
pada Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Kerinci, maka akan
dapat menurunkan kepuasan publik
atau masyarakat. Hasil penelitian ini
didukung oleh temuan penelitian
terdahulu (Akbar & Noorjahan, 2009;
Panca, 2010).
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis ketiga (H3) diketahui bahwa
variabel kepercayaan publik
memperkuat pengaruh kualitas
pelayanan terhadap kepuasan publik
dalam pengurusan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci. Temuan penelitian
ini memberikan makna bahwa jika
semakin tinggi kepercayaan
masyarakat pada Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Kerinci
maka akan semakin kuat pengaruh
variabel kualitas pelayanan terhadap
kepuasan publik dalam pengurusan
e-KTP pada Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kabupaten Kerinci.
Sebaliknya, jika semakin rendah
kepercayaan masyarakat pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci maka akan semakin
lemah pengaruh variabel kualitas
pelayanan terhadap kepuasan publik
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci.
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
Kesimpulan
1. Dimensi kualitas pelayanan yaitu
tangibles, empathy, reliability,
responsiveness dan assurance
memiliki pengaruh yang berarti
terhadap kepuasan publik dalam
pengurusan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci.
2. Kepercayaan publik memiliki
pengaruh yang berarti terhadap
kepuasan publik dalam pengurusan
e-KTP pada Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten
Kerinci.
3. Kepercayaan publik memperkuat
pengaruh kualitas pelayanan
terhadap kepuasan publik dalam
pengurusan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci.
Implikasi
1. Dalam upaya
meningkatkan kepusan publik atau
masyarakat dalam menerima
layanan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci, pihak Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci hendaknya
lebih berupaya untuk
meningkatkan dimensi kualitas
pelayanan dan kepercayaan publik.
Hal ini disebabkan karena hasil
penelitian ini telah membuktikan
bahwa dimensi kualitas pelayanan
dan kepercayaan publik memiliki
pengaruh yang berarti terhadap
kepusan publik atau masyarakat
dalam menerima layanan e-KTP
pada Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kabupaten Kerinci.
2. Peningkatan dimensi
kualitas pelayanan sebagaimana
yang dijelaskan diatas dapat
dilakukan dengan cara
memperhatikan dimensi reliability,
tangibles, empathy, responsiveness
dan assurance.
3. Disamping
meningkatkan kualitas pelayanan,
Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Kerinci hendaknya
juga terus berusaha meningkatkan
kepercayaan public diantaranya a)
Dalam memberikan layanan, Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci hendaknya
senantiasa berpedoman kepada
aturan hukum yang berlaku, dan b)
Dalam memberikan informasi
kepada masyarakat khususnya
Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kerinci hendaknya
memberikan informasi yang
terbaru, lengkap dan akurat
Saran Peneliti Berikutnya
1. Para peneliti yang akan datang
disarankan agar menggunakan
anggota populasi sebagai
responden penelitian dimana hal ini
dimaksudkan agar memperoleh
hasil hasil yang lebih baik atau
menghindari kesalahan dalam
penarikan sampel.
2. Peneliti yang akan dapat dapat
mereplikasi model penelitian ini
dan selanjutnya mengujikan pada
masyarakat yang menerima
layanan e-KTP pada Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil
daerah-daerah Kabupaten lainnya.
3. Peneliti berikutnya juga dapat
mengembangkan model penelitian
ini dengan menambahkan variabel
lain yang mempengaruhi kepuasan
publik seperti promosi, distribusi,
dan citra instansi.
DAFTAR PUSTKA
Agung, Utama (2003). Analisis Pengaruh Persepsi Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Peanggan Rumah Sakit Umum Cakra Husada Katen. Jurnal OPSI, Vol.1,No.2, Desember 2003 : 96-110. UPN “Veteran” (1986). The Moderator-Mediator Variable Distinction in Sosial Psychological Research. Conceptual, Strategic, and Statistical Considerations. Journal of Personality and Social Psychology, 51 (6), 13-25.
Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane (2011). Manajemen Pemasaran, Edisi 13 PT Gramedia. Jakarta. Lupiyoadi, Rambat dan Hamdani, A.
(2008). Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Malhotra K. N. (2009). Aplikasi Riset Pemasaran. Terjemahan. Bumi Aksara, Jakarta.
Panca, Winahyuningsih (2009). Pengaruh Kepuasan terhadap Kepercayaan Konsumen pada Hotel Griptha Kudus. Jurnal Ekonomi Universitas Maria Kudus, ISSN : 1979-6889.
Parasuraman, A, Berry, LL. & Zeithaml, VA. (1991). Refinement and Reassessment of the SERQUAL Scale. Journal of Retailing. Vol 67. No.4 (Winter), 420-450
Sekaran, Uma. (2006). Metode Penelitian untuk Bisnis Buku I Edisi- Ke-4. Diterjemahkan oleh Kwan Men Yen. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.
Sekaran, Uma dan Bougie, Roger. (2010). Research Methods for Business. A Skill Building Approach. Fifth Edition. A John Wiley and Sons, Ltd, Publication. Suliyanto. (2011). Ekonometrika
Sweeney, J. C., & Soutar, G. N. (2001). Consumer Perceived Value: The Development of a Multiple Item Scale. Journal of Retailing, Vol. 77, 203-220.
Undang-Undang dan Peraturan Keputusan MENPAN No.