• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Peneliti Dosen Pemula 2015 Pe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Proposal Peneliti Dosen Pemula 2015 Pe"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Kode/Nama Rumpun Ilmu : 571/ Manajemen

USULAN

PENELITI DOSEN PEMULA

Pengaruh Kecerdasan Emosi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung

Kabupaten Musi Banyuasin

TIM PENGUSUL:

Hendra Hadiwijaya, S.E., M.Si. (Ketua) NIDN: 0229108302 Ganda Hutasoit, S.E., M.M. (Anggota) NIDN: 0206055401

(2)
(3)

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

DAFTAR ISI ... iii

RINGKASAN ... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1.Latar Belakang ... 1

1.2.Rumusan Masalah ... 2

1.3.Tujuan Penelitian ... 2

1.4.Hipotesis Penelitian ... 3

1.5.Luaran Penelitian ... 3

1.6.Kontribusi Keilmuan ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1.Kecerdasan Emosi ... 4

2.2.Pestasi Belajar ... 5

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 7

3.1.Lokasi Objek penelitian ... 7

3.2.Populasi dan Sampel ... 7

3.3.Jenis dan Sumber Data ... 7

3.4.Metode Pengumpulan Data ... 8

3.5.Identifikasi Variabel ... 8

3.6.Variabel Penelitian ... 8

3.7.Metode Analisa ... 9

3.8.Uji Hipotesis ... 12

BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ... 15

4.1.Anggaran Biaya ... 15

4.2.Jadwal Penelitian ... 15

(4)

RINGKASAN

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perubahan global yang sangat cepat dalam aspek kehidupan menjadi tantangan

bangsa dalam menyiapkan generasi muda terutama dalam bidang pendidikan, sehingga

dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tidaklah cukup bila hanya berbekal

kecerdasan intelektual (IQ). Uno (2010:23) menyatakan bahwa kecerdasan emosi

merupakan factor penting dalam pengembangan intelektual anak.

Kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk “mendengarkan” bisikan

emosional, dan menjadikannya sebagai sumber informasi maka penting untuk

memahami diri sendiri dan orang lain demi mencapai sebuah tujuan (Ginanjar,

2003:62). Kecerdasan emosi merupakan salah satu kemampuan mengontrol diri,

memacu, tetap tekun, serta dapat memotivasi diri sendiri. Kecakapan tersebut mencakup

pengelolaan bentuk emosi baik yang positif maupun negatif. Pada umumnya, menjadi

cerdas secara emosional itu berarti menerima bahwa emosi merupakan bagian mendasar

dari siapa kita dan bagaimana kita bertahan hidup. Menjadi terampil secara emosional

itu dapat menjadikan kita lebih lentur, mudah menyesuaikan diri, dan dewasa secara

emosional. Sagala (2010:82) mengemukakan kecerdasan sebagai salah satu aspek yang

perlu diketahui para guru agar dapat menolong kesulitan belajarnya. Sehingga dapat

meningkatkan prestasi belajar siswa. Menurut Uno (2010:69) Keterampilan kecerdasan

emosi bekerja secara sinergi dengan keterampilan kognitif, orang-orang yang

berprestasi tinggi memiliki keduanya. Emosi yang lepas kendali dapat membuat orang

pandai menjadi bodoh. Tanpa kecerdasan emosi, orang tidak akan mampu

menggunakan kemampuan kognitif mereka sesuai dengan potensi yang maksimum.

Pencapaian prestasi siswa dalam bidang akademik yang tinggi akan mampu

bersaing dalam berbagai bidang. Nilai rapot merupakan hasil bentuk prestasi yang di

peroleh siswa yang tidak terlepas dari adanya proses belajar yang dilakukan siswa.

Dalam proses pencapaian prestasi ada beberapa factor yang mempengaruhinya yaitu

faktor internal dan faktor eksternal.Pengenalan dalam proses pembelajaran terhadap diri

sendiri atau kepribadian diri merupakan hal yang sangat penting dalam upaya-upaya

(6)

mengenal kelebihan-kelebihan atau kekuatan yang kita miliki untuk mencapai hasil

belajar yang kita harapkan. Pada sisi lain juga berarti kita mengenal

kelemahan-kelemahan tersebut. Jika kelemahan-kelemahan pribadi diri tidak kita pahami dengan baik, maka

akan berpotensi membawa kita pada ketidakberhasilan (Aunurrahman, 2010:11).

SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung Kabupaten Musi Banyuasin merupakan

sekolah di daerah transmigrasi sehinggan belum pernah dilakukan tes terhadap

kecerdasan emosional, memang sampai dewasa ini alat ukur dalam kecerdasan

emosional yang digunakan belum sepopuler kecerdasan inteletual (Intelligence

Quotient) sehingga belum banyak lembaga psikologi yang melakukan tes ini.

Berdasarkan latar belakang tersebut penulis berkeinginan untuk meneliti lebih

jauh mengenai Pengaruh Kecerdasan Emosi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada SMP

Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung Kabupaten Musi Banyuasin

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh kecerdasan

emosi terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung

Kabupaten Musi Banyuasin?

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk

mengetahui dan menganalisis:

1. Pengaruh kecerdasan emosi yang terdiri dari Self awreness, Self management,

Motivation, social awareness, Relationship management secara parsial dan

simultan terhadap prestasi belajar SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung

Kabupaten Musi Banyuasin.

2. Besarnya pengaruh dari Self awreness, Self management, Motivation, social

awareness, Relationship management secara parsial dan simultan terhadap

prestasi belajar SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung Kabupaten Musi

(7)

1.4. Hipotesis

Berikut ini hipotesis sesuai dengan variabel – variabel yang akan diteliti maka

hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah:

1. Kecerdasan emosi yang terdiri dari Self awreness, Self management, Motivation,

social awareness, Relationship management secara parsial dan simultan

terhadap prestasi belajar SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung Kabupaten

Musi Banyuasin.

2. Self awreness berpengaruh dominan terhadap prestasi belajar SMP Negeri 4

Lalan Desa Bumi Agung Kabupaten Musi Banyuasin.

1.5. Luaran Penelitian

Adapun luaran penelitian ini sebagai berikut:

1. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya

(http://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jmbs)

2. Diharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan

serta menjadi referensi atau bahan masukan dalam penelitian serupa pada

penelitian yang akan datang khususnya di bidang manajemen sumber daya

manusia.

1.6. Kontribusi Keilmuan

Adapun kontribusi keilmuan dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Mendapatkan hubungan kecerdasan emosi yang terdiri dari Self awreness, Self

management, Motivation, social awareness, Relationship management terhadap

prestasi belajar.

2. Diharapkan hasil penelitian ini dapat di jadikan dasar untuk kebijakan-kebijakan

SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun

(8)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kecerdasan Emosi

Goleman dalam penelitian Budiarta (2014:3) menyatakan bahwa : emosional

adalah kemampuan seseorang untuk mengembangkan kesadaran diri, kemampuan

mengelola emosi, kemampuan mengembangkan motivasi diri sendiri, kemampuan

mengembangkan pengaturan diri, kemampuan mengembangkan empati, dan

kemampuan mengembangkan kecakapan dalam membina hubungan dengan orang lain.

Menurut Danil Goleman dalam penelitian Rahmasari (2012:5) Kecerdasan

emosional adalah kemampuan mengenali diri sendiri dan orang lain, kemampuan

memotivasi diri sendiri dan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan

hubungannya dengan orang lain. Seseorang dengan kecerdasan emosional yang

berkembang dengan baik, kemungkinan besar akan berhasil dalam kehidupannya karena

mampu menguasai kebiasaan berfikir yang mendorong produktivitas. Kecerdasan emosi

dapat diukur dari beberapa aspek-aspek yang ada. Danil Goleman dalam penelitian

Rahmasari (2012:5) mengemukakan lima kecakapan dasar dalam kecerdasan emosi,

yaitu :

a. Self awareness

Merupakan kemampuan seseorang untuk mengetahui perasaan dalam dirinya

dan efeknya serta menggunakannya untuk membuat keputusan bagi diri sendiri,

memiliki tolak ukur yang realitis, atau kemampuan diri dan mempunya

kepercayaan diri yang kuat lalu mengkaitkannya dengan sumber penyebabnya.

b. Self management

Yaitu merupakan kemampuan menangani emosinya sendiri, mengekspresikan

serta mengendalikan emosi, memiliki kepekaan terhadap kata hati, untuk

digunakan dalam hubungan dan tindakan sehari-hari.

c. Motivation

Motivasi adalah kemampuan menggunakan hasrat untuk setiap saat

(9)

serta mampu mengambil inisiatif dan bertindak secara efektif, mampu bertahan

menghadapai kegagalan dan frustasi.

d. Empati (social awareness)

Empati merupakan kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,

mampu memahami perspektif orang lain, dan menimbulkan hubungan saling

percaya serta mampu menyelaraskan diri dengan berbagai tipe individu.

e. Relationship management

Merupakan kemampuan menangani emosi dengan baik ketika berhubungan

dengan orang lain dan menciptakan serta mempertahankan hubungan dengan

orang lain, bisa mempengaruhi, memimpin, bermusyawarah, menyelesaikan

perselisihan dan bekerja sama dalam tim.

2.2. Prestasi Belajar

Athur J. Gates dalam Prawira (2012:4) “belajar adalah perubahan tingkah laku

melaui pengalaman dan latihan”. Senanda dengan hal tersebut Malvin H. Marx belajar

adalah perubahan yang dialami secra relatif abadi dalam tingkah laku yang pada

dasarnya merupakan fungsi dari suatu tingkah lakunya sebelumnya. Dalam hal ini,

sering atau biasa disebut praktek atau latihan. Syah Muhibbidin dalam Prawira (2012:4)

mengemukakan babwa: “Belajar dapat dikatakan berhasil jika terjadi perubahan dari

siswa, namun tidak semua perubahan perilaku dapat dikatakan belajar karena perubahan

tingkah laku akibat belajar memiliki ciri-ciri perwujudan yang khas” antara lain:

Perubahan Intersional Perubahan yang terjadi dalam proses belajar adalah berkat

pengalaman atau praktek yang dilakukan dengan sengaja dan disadari , atau dengan kata

lain bukan kebetulan. Siswa menyadari bahwa ada perubahan dalam dirinya, seperti

penambahan pengetahuan, kebiasaan, dan keterampilan. Perubahan Positif dan Aktif

Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat positif dan aktif. Positif artinya

baik, bermanfaat, serta sesuai dengan harapan. Merupakan penambahan yang baru

diproleh yang lebih baik daripada apa yang telah ada sebelumnya. Sedangkan Aktif

artinya tidak tidak terjadi dengan sendirinya seperti karena proses kemtangan, tetapi

usaha siswa itu sendiri. Perubahan Efektif dan Fungsional Perubahan yang timbul

(10)

membawa pengaruh, makna, dan manfaat tertentu bagi siswa. Sedangkan fungsional

dalam arti bahwa ia relatif menetap dan setiap saat apabila dibutuhkan perubahan

tersebut dapat diproduksi dan dimanfaatkan.

Menurut Poewodarminto dalam Prawira (2012:5) yang dimaksud dengan

“prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang.

Sedangkan prestasi belajar itu sendiri diartikan sebagai prestasi yang dicapai oleh

seorang siswa pada jangka waktu tertentu dan dicatat dalam buku rapot sekolah”.

Merujuk kebeberapa definisi para ahli prestasi belajar merupakan hasil usaha belajar

yang dicapai seseorang siswa berupa suatu kecakapan dri kegiatan belajar bidang

akademik pada jangka waktu tertentu. Untuk meraih prestasi yang baik, banyak sekali

faktor yang perlu diperhatikan, karena dalam dunia pendidikan tidak sedikit siswa

mengalami kegagalan. Kadang ada siswa yang memiliki dorongan yang kuat untuk

berprestasi dan kesempatan untuk meningkatkan prestasi, tetapi dalam kenyataanya

yang diasilkan di bawah kemampuannya.

Menurut Sumadi Suryabrata, Shertzer dan Stone dalam Prawira (2012:5) “secara

garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan prestasi belajar dapat

digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan eksternal.” Faktor internal

merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat mempengaruhi prestasi

belajar siswa. Faktor ini dibedakan menjadi dua kelompok yaitu fisiologos dan

fiskologis. Faktor fisikologis yang dimaksud adalah faktor yang berhubungan dengan

kesehatan dan pancaindra sedangkan faktor fisikologis Inteligensi, Sikap, Motivasi.

Selain faktor-faktor yang ada dalam diri siswa, ada hal-hal lain diluar diri yang dapat

mempengaruhi prestasi belajar yang akan diraih, antara lain adalah : Faktor lingkungan

keluarga Sosial ekonomi keluarga dengan sosial ekonomi yang memadai seseorang

lebih berkesempatan mendafatkan pasilitas belajar yang lebih baik, mulai dari buku

pelajaran, alat-alat tulis hingga sekolah yang bagus. Pendidikan orang tua, Orang tua

yang telah menempuh jenjang pendidikan tinggi cenderung lebih memperhatikan dan

memahami pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya, dibandingkan orang tua yang

jejang pendidikanya lebih rendah. Perhatian orang tua dan hubungan antar anggota

keluarga. Dukungan dari keluarga merupakan suatu pemacu semanagt berprestasi bagi

seseorang. Dukungan dalam hal ini bisa berupa secara langsung, berupa pujian atau

(11)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Objek Penelitian

Penelitian dilakukan di SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung Kabupaten Musi

Banyuasin.

3.2. Populasi dan Sampel 3.2.1. Populasi

Menurut Sugiyono (2008:115) Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Adapun populasi dalam

penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung

Kabupaten Musi Banyuasin tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 135 orang.

3.2.2. Sample

Menurut Sugiyono (2010:116) “sampel adalah sebagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. sampel pada penelitian ini adalah

seluruh siswa-siswi kelas 1, 2 dan 3 SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi Agung Kabupaten

Musi Banyuasin tahun ajaran 2015/2016 berjumlah 135 orang dilakukan secara sensus.

3.3. Jenis dan Sumber Data 3.3.1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Kuantitatif, yaitu

data yang diukur dalam skala numerik (angka), Kuncoro (2009:123). Dimana ruang

lingkup penelitian dilakukan untuk mengetahui Variabel bebas dan Variabel terikat

dengan menghubungkan variabel satu dengan variabel yang lainnya

3.3.2. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data

yang diperoleh langsung dari obyek penelitian, data ini diperoleh secara langsung dari

sumber utama dan diperoleh melalui kuisioner, Kuncoro (2009:127). Sumber data yang

(12)

kuesioner yang diisi oleh responden yaitu siswa-siswi SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi

Agung Kabupaten Musi Banyuasin.

3.4. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner

yaitu sebuah daftar pernyataan yang diajukan kepada responden untuk memperoleh data

yang berkaitan dengan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara

membagikan kuesioner tersebut kepada siswa-siswi SMP Negeri 4 Lalan Desa Bumi

Agung Kabupaten Musi Banyuasin, responden ini kemudian diminta mengisi kuesioner

sesuai dengan petunjuk yang telah disediakan.

Metode pengumpulan data dalam penelitian mempunyai tujuan mengungkap

fakta mengenai variabel yang akan diteliti sehingga memerlukan metode efisien dan

akurat untuk mencapai tujuan yang akan diketahui. Metode pengumpulan data yang

digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner.

3.5. Identifikasi Variabel

Identifikasi variable dalam penelitian ini adalah:

3. Variabel Bebas (X) adalah kecerdasan emosi terdiri dari dimensi-dimensi Self

awreness, Self management, Motivation, social awareness, Relationship

management

4. Variabel terikat (Y) adalah prestasi belajar siswa-siswi SMP Negeri 4 Lalan

Desa Bumi Agung Kabupaten Musi Banyuasin

3.6. Variabel Penelitian

Adapun atribut-atribut jasa yang dinilai dalam masing-masing dimensi adalah:

1. Self awreness (X1), meliputi penilaian terhadap:

Kemampuan untuk mengetahui perasaan dalam diri dan efeknya

Membuat Keputusan bagi diri sendiri.

2. Self management (X2), meliputi penelitian terhadap:

Kemampuan menangani emosinya sendiri

Ekspresi

(13)

3. Motivation (X3),

Kemampuan mengambil inisiatif

Bertindak secara efektif

Mampu bertahan menghadapi kegagalan

Frustasi

4. Social awareness (X4),

Memahami perspektif orang lain

Saling percaya

Menyelaraskan diri

5. Relationship management (X5), meliputi penilaian terhadap:

Mempertahankan hubungan dengan orang lain

Mempengaruhi

Memimpin

Bermusyawarah

Meneyelesaikan peselisihan

Kerjasama dalam tim

6. Prestasi belajar (Y)

Faktor Internal

Faktor eksternal

3.7. Metode Analisis Data

Metode analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda yang tujuan

untuk mengukur pengaruh satu atau beberapa variabel independen terhadap variabel

dependennya. Alat bantu yang digunakan adalah software aplikasi statistik SPSS

(Statistics for Product and Service Solution) Versi 20.0

3.7.1. Konversi Skala dari Ordinal ke Interval

Riduwan dan Kuncoro (2008:30), data yang terkumpul akan dianalisis melalui

pendekatan statistik baik secara deskriptif, induktif maupun hubungan antar variabel.

Untuk keperluan analisis dan pengujian hipotesis, maka data yang bersifat ordinal

terlebih dahulu diubah menjadi interval dengan metode suksesif interval (successive

(14)

sebenarnya, yang menggunakan angka sebagai simbol data kualitatif. Adapun

langkah-langkah dari metode tersebut adalah sebagai berikut:

1) Menghitung frekuensi setiap pilihan jawaban responden pada setiap item:

2) Menghitung proporsi setiap pilihan jawaban responden berdasarkan frekuensi

yang diperoleh:

3) Menghitung proporsi kumulatif berdasarkan proporsi yang diperoleh:

4) Menentukan nilai Z untuk setiap pilihan jawaban berdasarkan proporsi

kumulatif yang diperoleh:

5) Menentukan nilai ordinat/ Z densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh:

6) Menentukan nilai skala/ scale value:

7) Menghitung skor hasil transformasi untuk setiap pilihan jawaban:

8) Menentukan nilai transformasi. Setelah data dengan skala ordinal

ditransformasikan menjadi skala interval, maka data siap dianalisis.

3.7.2. Uji Instrumen 1. Uji Validitas

Uji validitas menunjukkan seberapa cermat suatu alat tes melakukan fungsi

ukurnya atau suatu alat ukur yang dapat mengukur apa yang ingin diukur. Dalam

penelitian ini, alat ukurnya berupa kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan yang

mewakili Variabel bebas yakni Disiplin dan lingkungan keja serta Variabel terikat yaitu

prestasi belajar. Pengujian ini menggunakan program SPSS (Statistical Package for

Social Science) versi 20. Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah setiap item

instrument (pernyataan) benar-benar mampu mengungkap faktor yang sudah diukur.

Nilai validitas masing-masing pernyataan dapat dilihat dari nilai Corrected Item-Total

Correlation masing-masing pernyataan. Seperti yang dijelaskan Umar (2008: 52), bila

nilai Corrected Item-Total Correlation> 0,3 maka alat pengukur atau item pernyataan

bersifat valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk menilai konsistensi sebuah alat

ukur atau kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban

(15)

Reliabilitas instrument diperlukan untuk mendapatkan data sesuai dengan tujuan

pengukuran. Pada penelitian ini, pengujian reliabilitas diolah melalui SPSS versi 20.

Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metode Cronbach’s Alphadan

diukur berdasarkan skala Cronbach’s Alpha 0 sampai 1. Reliabilitas suatu konstruk

variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha> 0,60 Umar (2008: 53)

3.7.3. Analisis Deskriptif

Analisa deskriptif ini digunakan untuk memperoleh penjelasan atau gambaran

tentang variabel kecerdasan emosi terdiri dari Self awreness, Self management,

Motivation, Social awareness, Relationship management terhadap prestasi belajar dari

masing-masing variabel tersebut dalam bentuk frekuensi dan persentasi.

3.7.4. Uji Asumsi Klasik

Agar hasil analisis regresi tidak menyimpang maka perlu di lakukan pengujian

asumsi klasik. Uji asumsi klasik terdiri atas: uji normalitas, multikolinieritas dan

heteroskedastisitas.

1. Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinieritas bertujuan menguji apakah dalam model regresi ditemukan

adanya korelasi antar variabel bebas. Menurut Ghozali (2009: 63-64) cara medeteksi

terhadap adanya Multikolinieritas dalam model regresi adalah sebagai berikut :

a) Besarnya variabel Inflation Factor/VIF pedoman suatu model regresi yang

bebas Multikolineritas yaitu nilai VIF 10.

b) Besarnya Tolerance pedoman suatu model regresi yang bebas Multikolineritas

yaitu nilai Tolerance 0,1.

2. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Ghozali (2009:105), model regresi yang baik adalah

Homoskedastisitas/ tidak Heteroskedastisitas cara untuk mendiktesikannya atau dengan

cara melihat grafik perhitungan antara nilai prediksi variabel tingkat (zpred) dengan

residual (srecid), analisisnya :

a) Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang

teratur lebih gelombang menyebar kemudian menyempit maka grafik

(16)

b) Jika tidak ada pola yang jelas serta titik–titik yang menyebar di atas dan di

bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.

3. Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2009 : 183) caranya normal probability plot yang

membandingkan distribusi komulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi

komulatif dari distribusi normal. adapun kriteria sebagai berikut:

a) Jika data menyebar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik

histogram menunjukkan pola distribusi normal maka model regresi memenuhi

asumsi Normalitas.

b) Jika data menyebar garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal atau

grafik histogram, maka tidak menunjukkan pola distribusi normal maka model

regresi tidak memenuhi asumsi Normalitas.

3.8. Uji Hipotesis

Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis regresi linear berganda

dengan software SPSS versi 20.

Adapun persamaan regresi berganda dirumuskan sebagai berikut:

Y = a + b1X2 + b2X2 +…+bnXn + e

Keterangan :

Y : Variabel terikat

a : Konstanta

b1,b2 : Koefisien regresi

X1, X2 : Variabel bebas

e : error

Arti koefisien b adalah jika nilai b positif (+), hal tersebut menunjukkan

hubungan yang searah antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata lain

peningkatan atau penurunan besarnya variabel bebas akan diikuti oleh peningkatan atau

penurunan besarnya variabel terikat. Sedangkan jika nilai b negatif (-), menunjukkan

hubungan yang berlawanan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata

lain setiap peningkatan besarnya nilai variabel bebas akan diikuti oleh penurunan

(17)

1. Uji t ( Parsial)

Secara parsial, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t-test. Menurut Ghozali

(2009 : 84) “uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu

variabel penjelas/ independen secara individual dalam menerangkan variabel

dependen”. Uji ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi thitung dan

menggunakan = 5% , dengan ketentuan:

• Jika thitung < ttabel, maka Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh antara variabel

bebas terhadap variabel terikat.

• jika thitung > ttabel, maka Ha diterima, artinya ada pengaruh antara variabel bebas

terhadap variabel terikat.

Persamaan Model

Y = a + b1X1 + e

Y = a + b2X2 + e

Y = a + b3X3 + e

Y = a + b4X4 + e

Y = a + b5X5 + e

Keterangan:

Y : Prestasi belajar

a : Konstanta

b1 : Koefisien regresi Self awreness

b2 : Koefisien regresi Self management

b3 : Koefisien regresi Motivation

b4 : Koefisien regresi Social awareness

b5 : Koefisien regresi Relationship management

X1 : Self awreness

X2 : Self management

X3 : Motivation

X4 : Social awareness

X5 : Relationship management

(18)

2. Uji F ( Simultan)

Secara simultan, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F-test. Menurut

Ghozali (2009 : 84) “uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel

independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara

bersama-sama terhadap variabel dependen/ terikat”. Uji ini dilakukan dengan

membandingkan signifikansi Fhitung dan menggunakan = 5% , dengan ketentuan:

• Jika Fhitung < Ftabel, maka Ha ditolak, artinya semua variabel bebas secara

bersama-sama bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel

terikat.

• Jika Fhitung > Ftabel, maka Ha diterima, artinya semua variabel bebas secara

bersama-sama merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat.

Persamaan model:

Y = a+ b1 X1+ b2 X2+ b3 X3+ b4 X4+ b5 X5+ e

Keterangan:

Y : Prestasi belajar

X1 : Self awreness

X2 : Self management

X3 : Motivation

X4 : Social awareness

X5 : Relationship management

a : Intersep/konstanta

b : Koefisien regresi variable bebas

(19)

BAB IV

BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Anggaran Biaya

No Jenis Pengeluaran Biaya yang

Diusulkan (Rp) No Jenis Kegiatan

Bulan

Indokator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Tahap definisi masalah

dan Penyusunan Proposal

9 Penggandaan Hasil

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Budiarta, IW. Suarni, NK dan Arcana, IN. 2014. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Intelektual Dengan Prestasi Belajar IPA Kelas V Desa Pengeragoan. e-Journal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha. Vol 2 No 1. Hal:1-11.

Ghozali, I. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Edisi Keempat, Penerbit Universitas Diponegoro.

Kuncoro, M.. 2009. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi Bagaimana Meneliti dan Menulis Tesis?. Edisi 3. Jakarta: Erlangga.

Rahmasari, L. 2012. Pengaruh Kecerdasan Intelektual , Kecerdasan Emosi dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan. Majalah Ilmiah Informatika Vol. 3 No. 1. Hal: 1-20

Riduwan dan Kuncoro, EA. 2008. Cara Menggunakan dan Memakai Analisi Jalur. Bandung: Alfabeta.

Prawira, P. 2012. Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru. Jakarta: AR-Ruzz Media.

Sagala, S. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta..

Umar, H. 2008. Desain penelitian MSDM dan perilaku karyawan: paradigma positivistik dan berbasis pemecahan masalah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

(21)

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Penelitian

1. Honor

Material Justifikasi Kuantitas Harga

Harga 3. Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi Kuantitas Harga

(22)

Material 14 Isi Staples 5 Kotak 20.000 100.000

Material Justifikasi Kuantitas Harga

Biaya

Kegiatan Justifikasi Kuantitas Harga

(23)
(24)

Lampiran 3.a. Biodata Ketua

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Hendra Hadiwijaya, SE.,M.Si

2 Jenis Kelamin Laki-Laki

3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli

4 NIP 10.PCT.10

5 NIDN 0229108302

6 Tempat dan Tanggal Lahir Palembang, 29 Oktober 1983

7 Email [email protected]

8 No. HP 0852-7900.4042 / 0856-6908.8886

9 Alamat Kantor Jl. Basuki Rahmat No. 5 Palembang

10 No. Telp. 0711-358.916

11 Lulusan yang telah Dihasilan D3 =……. S1=…..

12 Mata kuliah yang Diampuh 1. Publikasi dan Advertising 2. Manajemen Proyek

STIE-Perdagangan Padang Universitas Sriwijaya -

Bidang Ilmu Manajemen Ilmu Manajemen -

Tahun Masuk- Pendidikan El Rahma PTC

Pengaruh Budaya dan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan (Studi Pada PT. Astra International, Tbk – Honda Sales Operation

1. Dudi Permana, ST.,MT. 2. Heru Aulia Azman, S.Sos.,MM

1. Dr. Agustina Hanafi, MBA 2. Dr. Zakaria Wahab, MBA

(25)

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

No Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber Jumlah (Rp)

1 2012 Pengaruh Kualitas

Pelayanan Terhadap

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat

Pendanaan

Sumber Jumlah (Rp)

1 2014 Aplikasi Perkantoran Politeknik

PalComTech -

2 2014 Guru Cerdar 2014 Politeknik

PalComTech -

E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volumen/

Nomor/Tahun 1 Persepsi siswa terhadap jasa

pendidikan pada El Rahma Palembang

F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terahir No. Nama Pertemuan Ilmiah /

Seminar

G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Buku Tahun Jumlah

Halaman

Penerbit

1 Menjadi Teknisi Laptop 2010 72 Palcomtech

Publisher

2 - - - -

(26)
(27)

Lampiran 3.b. Biodata anggota

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Ganda Hutasoit, SE., MM

2 Jenis Kelamin Laki-Laki

3 Jabatan Fungsional -

4 NIP 20.PCT.11

5 NIDN 0206055401

6 Tempat dan Tanggal Lahir Simalungun, 06 Mei 1954

7 Email [email protected]

8 No. HP 08127821652

9 Alamat Kantor Jl. Basuki Rahmat No. 5 Palembang

10 No. Telp. 0711-358.916

11 Lulusan yang telah Dihasilan D3 =……. S1=…..

12 Mata kuliah yang Diampuh 1. Seminar Motivasi

2. Perpajakan

3. Akuntansi Dasar 1 4.

Bidang Ilmu Manajemen Manajemen -

Tahun Masuk-

(28)

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

No Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber Jumlah (Rp)

1 - - - -

2 - - - -

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat

Pendanaan

Sumber Jumlah (Rp)

1 - - - -

2 - - - -

E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volumen/

Nomor/Tahun

1 - - -

2 - - -

F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terahir No. Nama Pertemuan Ilmiah /

Seminar

Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

1 Perpajakan Bersahabat dengan Pajak 2010 – Palembang

2 - - -

G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Buku Tahun Jumlah

H. Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir

No. Judul/ Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID

1 - - - -

2 - - - -

(29)
(30)

Referensi

Dokumen terkait

Inpainting merupakan teknik memodifikasi citra tanpa terdeteksi. Tujuan aplikasi ini yaitu mulai dari restorasi lukisan dan fotografi yang rusak hingga menghilangkan atau

4.Apakah reputasi penjamin emisi berpengaruh terhadap initial return pada perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).. 5.Apakah umur perusahaan

• RS Rujukan/Sub Rujukan menyampaikan permintaan harus memasukan kebtuhan dari Faskes satelit yang ada di wilayah tertentu. 7) Menghitung permintaan Buku/Kartu Register

Tanda-tanda kekuningan atau jaundice ini biasanya dapat dilihat pada kulit dan mata, yang disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin di dalam darahnya..

Terjadinya sengketa mengenai hak cipta karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun

1) Penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan sungai dan danau antar Kabupaten/Kota dalam Provinsi. 2) Penyusunan dan penetapan rencana umum lintas penyeberangan

Apabila dibandingkan dengan kandungan karbon terikat pada hutan rawa gambut primer (virgin forest) sebesar 172,16 ton/ha (Perdhana 2009) menunjukkan bahwa