Jl. Jend A. Yani 50-52, Kupang 85225
Nusa Tenggara Timur, INDONESIA Website: www.unwira.ac.id
FAKULTAS
FAKULTAS
Kuliah Sistem
Sosial-Budaya Indonesia
Semester 2, Jurusan Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu
o Nama : P. Yulius Yasinto,
SVD
o Lahir : Weleng, 18 Juli 1965 o Pendidikan :
1. Sarjana Filsafat Agama, STFK Ledalero
2. MA Contemporary Sociology:
Lancaster University, UK., 2000
3. MSc Social Policy and Planning In Developing Countries:
LSE, London University, 2001
o Alamat: Soverdi Oebufu
Email : [email protected] HP : 081 236 967 000
Dosen pengasuh
Tujuan Mata Kuliah
1. Memahami Pluralitas dan Kompleksitas Sosial-Budaya Masyarakat Indonesia
2. Mengidentifikasi Faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial-Budaya dan Pendorong menuju Integrasi Sosial-Budaya Masyarakat Indonesia
Deksripsi Mata Kuliah
1. Heterogenitas Masyarakat Indonesia 2. Pendekatan Teoretis
Metode Perkuliahan
Input oleh Dosen Pengasuh
Refleksi Pribadi
Diskusi dan Kerja Kelompok
Jumlah Pertemuan
(16 x)
Unsur Penilaian/Evaluasi
Ujian : Tengah Semester dan
Semester
Tugas : Pribadi dan Kelompok
Keaktifan dalam kuliah, termasuk
Practicalities
Semua mahasiswa harus mengikuti kuliah, minimal
sebanyak 10 x (80%), untuk dapat mengikuti Ujian dan memperoleh nilai dari mata kuliah ini.
Jadwal Kuliah dapat diubah sesuai kesepakatan
bersama.
Yang Ijin atau Sakit harus menyampaikan
permohonan dan pemberitahuan secara tertulis kepada Dosen pengasuh.
Wajib berpakaian rapih dan sopan pada waktu
mengikuti kuliah.
Mahasiswa harus datang kuliah tepat waktu. Yang
terlambat lebih dari 15 menit, tidak diperkenankan mengikuti kuliah dan dianggap alpa.
Kerangka Bahan Kuliah
No T o p i k JmlPertemu
an
1 Pengantar : Sistem Sosial 2
a Pengertian Sistem
b Masyarakat sebagai Suatu Sistem c Komponen Sistem Sosial
2 Pendekatan Teoretis 2
a Teori Struktural-Fungsional b Teori Konflik Dialektika
3 Struktur Majemuk Masyarakat Indonesia
a Faktor Penyebab Kemajemukan Masyarakat Indonesia
Kerangka Bahan Kuliah
No T o p i k JmlPertemu
an 3 Integrasi Nasional dan Kebudayaan
Indonesia
2
a Pengertian Integrasi Nasional
b Nilai-Nilai Dasar Integrasi Nasional Indonesia
4 Sistem Politik Indonesia a Hakekat Politik
b Sistem Politik di Indonesia
5 Sistem Ekonomi Indonesia 2
a Dua Aliran Utama
b Pendekatan Ekonomi Indonesia pada beberapa Rezim
Kerangka Bahan Kuliah
No T o p i k JmlPertemu
an
6 Sistem Hukum Indonesia 2
a Tempat Hukum dalam Masyarakat b Tinjauan Historis
References
1. Nasikun (1984). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: CV
Rajawali.
2. Marzali, Amri (2007). Antropologi dan
Pembangunan Indonesia. Yogyakarta: Kencana Prenada Media Group.
3. Narwoko, J.Dwi & Bagong Suyanto (ed) (2007).
Sosiologi – Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
4. Winarno, Budi (2007). Sistem Politik Indonesia Era
Reformasi. Yogyakarta: Medpress
5. Rahardjo, Satjipto. 2009. Hukum dan Perubahan
Kenapa perlu mempelajari
Sistem Sosbud Indonesia ?
Membantu mahasiswa memahami kondisi
sosial-budaya Indonesia
Masyarakat Indonesia sangat heterogen
secara vertikal maupun horisontal
Indonesia memiliki masyarakat dengan ciri
AKIBAT HETEROGENITAS MASYARAKAT
INDONESIA
1.
Faktor-faktor latent apakah yang
sesungguhnya telah menyebabkan
terjadinya konflik?.
2.
Faktor-faktor apakah yang
mengintegrasikan masyarakat
Indonesia yang memiliki kondisi
potensial konflik?.
Untuk menjawab 2
pertanyaan tersebut
maka...
Bab 1. Sistem Sosial
Pengertian sistem
Masyarakat sebagai suatu sistem
Komponen-Komponen Sistem Sosial
Apakah SISTEM…..?????
Konsep yang menjelaskan:
Suatu kompleksitas dari saling ketergantungan
antar bagian-bagian,komponen-komponen, dan proses-proses yang melingkupi aturan-aturan tata hubungan yang dapat dikenali.
Suatu tipe serupa dari saling ketergantungan
Systema
(bhs Yunani)
Sehimpunan dari bagian atau
komponen2 yang saling berhubungan
satu sama lain secara teratur, dan
Merujuk pada :
Sehimpunan gagasan atau ide yang tersusun
menjadi satu kesatuan yang logis. Contoh:
sistem pemerintahan demokratis, sistem teologi pembebasan
Sehimpunan benda2 tertentu yg tersusun dlm
suatu hub yang khusus satu sama lain. Contoh: sistem tubuh manusia, sistem mesin kendaraan bermotor
Metode atau tata cara. Contoh: sistem belajar
Gambar SISTEM
SISTEM
HUBUNGAN SALING TERGANTUNG
Talcott Parsons
Pelopor teori sistem sosial Asal: USA, lahir thn 1902, meninggal thn 1979.
Menempuh pendidikan
seluruhnya di Jerman, gelar doktor dalam usia 25 thn
Berkarier di Harvard University, membawa pemikiran2 Max Weber
Sistem menurut Talcott Parsons
Adalah interdependensi antara
Karakteristik Sistem
Terdiri dari banyak bagian atau
komponen
Komponen2 berhubungan satu sama
lain dalam pola saling ketergantungan
Keseluruhan sistem lebih dari pada
Masyarakat sbg Suatu Sistem
Kehidupan sosial harus dipandang
sebagai sebuah sistem (Talcott
Parsons).
Artinya: kehidupan bersama dalam
Karakter Masyarakat
Memiliki unsur2 atau komponen2 yang
membentuk masyarakat itu sebagai satu
keseluruhan
Unsur2 tersebut saling berhubungan dan
tergantung satu sama lain
.
Cenderung mempertahankan
Komponen Sistem Sosial
Komponen Sistem Sosial adalah
peran-peran sosial.
Peran sosial = tingkah laku
yang diharapkan atau tingkah laku
normatif yang melekat pada status sosial
sesorang.
Yang memegang peran sosial itu adalah
Pemegang peran sosial itu dapat
berganti dari waktu ke waktu, sedangkan
keberadaan peran sosialnya tetap.
Sebagai komponen dari sistem sosial
Unsur2 Pokok Tindakan M’sia
Sistem kepribadian, sosial dan budaya.
Sistem budaya menjadi dasar dari
struktur normatif sistem sosial dan dasar
bagi proses pengambilan keputusan
dalam sistem kepribadian
Yang terpenting adalah integrasi sosial.
Penting utk integrasi sosial
1.
Sistem sosial harus mampu mendorong
warga masyarakat agar berperilaku
sesuai harapan dan peran
2.
Sistem sosial harus mampu meredam
4 sub-system (AGIL)
Fungsi Adaptasi (
adaptation
)
Fungsi pencapaian tujuan (
goal
attainment
)
Fungsi Integrasi (
Integration
)
Fungsi mempertahankan pola dan
Fungsi Adaptasi
Dijalankan oleh sub-sistem Ekonomi
Terdiri atas fungsi produksi dan distribusi
barang dan jasa
Menghasilkan fasilitas2 atau alat2 yang
Fungsi Pencapaian Tujuan
Dijalankan oleh sub-sistem politik
Menjalankan fungsi distribusi kekuasaan
dan monopoli penggunaan
legalized
power
.
Memaksimalkan potensi masyarakat utk
Fungsi Integrasi
Dijalankan oleh sub-sistem hukum
Dengan cara mempertahankan tata cara
dan keterpaduan antara komponen2 dlm
sistem yang berbeda pendapat,
pandangan dan kerangka moralitas,utk
mendorong solidaritas sosial.
Termasuk: perangkat hukum, kontrol
Fungsi lattent pattern maintenance
Dijalankan oleh sub-sistem budaya.
Berfungsi menangani pemeliharaan
nilai2 dan norma2 budaya yang berlaku,
demi kelestarian struktur masyarakat.
Termasuk: keluarga, agama dan
Referensi:
Singgih, Doddy S (2004) “Sistem Sosial”
dalam Narwoko, J. Dwi & B. Suyanto
(eds.) Sosiologi: Teks Pengantar dan
Terapan. Jakarta: Predana Media Group.
Parsons, Talcott (1951). The Social
Bab 2. Pendekatan Teoretis
UNTUK MEMAHAMI SISTEM SOSIAL DAN BUDAYA INDONESIA DIPERLUKAN PENGUASAAN TEORI. Karena fungsi teori
DUA PENDEKATAN TEORETIS YANG
UTAMA:
STRUKTURAL FUNGSIONAL
Teori STRUKTURAL FUNGSIONAL
Nama lain:
Integration Approach
Order Approach
Equilibrium Approach
TOKOH
Plato
Auguste Comte (organismic approach) Herbert Spencer, Emile Durkheim,
Branislaw Malinowski, Redcliffe Brown (konsep Struktur dan Fungsi)
Teori Struktural-Fungsional
Asumsi Dasar:
Masyarakat terintegrasi atas dasar kata sepakat para anggotanya
terhadap nilai dasar kemasyarakatan yang menjadi panutannya. Kesepakatan tersebut menjadi General Agreements yang
mempunyai kemampuan mengatasi perbedaan pendapat dan kepentingan para anggotanya.
Masyarakat sebagai suatu sistem secara fungsional terintegrasi ke
Masyarakat adalah suatu sistem dari bagian-bagian yang saling
berhubungan
Hubungan dalam masyarakat bersifat ganda dan timbal-balik (saling
mempengaruhi)
Secara fundamental, sistem sosial cenderung bergerak kearah
equilibrium dan bersifat dinamis.
Disfungsi/ketegangan sosial/penyimpangan pada akhirnya akan
Perubahan-perubahan dalam sistem sosial bersifat gradual melalui
penyesuaian. Bukan bersifat revolusioner.
Perubahan terjadi melalui 3 macam kemungkinan:
1. Penyesuaian sistem sosial terhadap perubahan dari luar (extra
systemic change)
2. Pertumbuhan melalui proses diferensiasi struktural dan fungsional. 3. Penemuan baru oleh anggota masyarakat.
Faktor terpenting dalam integrasi adalah konsensus (oleh karena itu
Norma Sosial
Masyarakat sebagai suatu sistem sosial berjalan di atas standar penilaian
umum yang disepakati bersama. Yang terpenting di antaranya adalah Norma Sosial.
Prosesnya: Krn setiap orang memegang norma yang sama (sbg tanggapan
atas situasi tertentu), maka tingkah laku mereka dapat membentuk struktur sosial tertentu.
Equilibrium dari sebuah sistem sosial terpelihara oleh berbagai proses dan
mekanisme sosial.
Dua mekanisme sosial utama adalah:
a. sosialisasi
Bentuk-bentuk Norma
Folkways
Mores
Hukum
Kritik
(David Lockwood)
Terdapat SUB STRATUM yang berupa disposisi-disposisi yang
mengakibatkan timbulnya perbedaan “life chances” (kesempatan hidup) dan kepentingan-kepentingan yang tidak normatif.
Terlalu menekankan anggapan dasarnya pada peranan
unsur-unsur normatif dari tingkah laku sosial (pengaturan secara normatif terhadap hasrat seseorang untuk menjamin stabilitas sosial).
Dalam setiap situasi sosial terdapat 2 hal yaitu: Tata Tertib yang
GAMBARAN SITUASI SOSIAL MENURUT DAVID LOCKWOD
Kenyataan yang Diabaikan dalam Pendekatan Struktural Fungsional
1. Setiap struktur sosial mengandung konflik dan kontradiksi yang
bersifat internal dan menjadi penyebab perubahan.
2. Reaksi suatu sistem sosial terhadap perubahan yang datang
dari luar (extra systemic change) tidak selalu bersifat Adjustive/menyesuaikan.
3. Suatu sistem sosial dalam waktu yang panjang dapat
mengalami konflik sosial yang bersifat “vicious circle”.
4. Perubahan-perubahan sosial tidak selalu terjadi secara gradual
Diskusi Kelompok
Identifikasikan konflik-konflik sosial yang
pernah terjadi dalam sejarah masyarakat Indonesia.
Faktor-faktor utama apa saja yang
menjadi penyebab dari konflik2 tersebut?
Strategi apakah yang dapat dilakukan
Teori Konflik Dialektika
Memandang bahwa perubahan sosial
tidak terjadi melalui proses
penyesuaian nilai-nilai yang
membawa perubahan, tetapi terjadi
akibat adanya konflik yang
Tokoh
Ralf Dahrendorf
Lewis Coser (Teori Konflik Sosial)
Randall Collins (“Konflik adalah proses
Perbandingan Dua Teori
Fungsionalisme Struktural Konflik
Masyarakat adalah statis Masyarakat tunduk pada proses perubahan
Menekankan keteraturan masyarakat Menekankan pertikaian dan konflik dalam sistem sosial
Setiap elemen masyarakat berperan
dalam menjaga stabilitas Berbagai elemen masyarakat menyumbang terhadap disintegrasi dan perubahan
Masyarakat teratur karena diikat oleh
norma, nilai dan moral Keteraturan adalah hasil pemaksaan oleh mereka yang memegang otoritas Kohesi tercipta oleh nilai bersama
ASUMSI DASAR
1. Perubahan Sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat
2. Konflik adalah gejala yang melekat pada setiap masyarakat
3. Setiap unsur didalam suatu masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya disintegrasi dan perubahan-perubahan sosial.
4. Setiap masyarakat terintegrasi diatas
Unsur-unsur yang bertentangan dalam
masyarakat atau
kontradiksi intern akibat pembagian
kewenangan/otoritas yang tidak merata dapat menyebabkan terjadinya
Perubahan Sosial.
Konflik bersifat melekat kepada masyarakat, namun dalam kenyataannya sistem dalam masyarakat tetap
bisa berjalan
Karena kepentingan-kepentingan anggota masyarakat sudah terwakili melalui mekanisme
ICA
Menurut Dahrendorf: Karena adanya ICA –
Imperatively Coordinated Association (Asosiasi Terkoordinasi secara Imperatif) yang mewakili
organisasi-organisasi yang berperan penting di dalam masyarakat.
Terbentuk atas hubungan-hubungan kekuasaan
antara beberapa kelompok pemeran kekuasaan yang ada dalam masyarakat
Kekuasaan menunjukkan adanya faktor “paksaan”
oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain.
Dalam ICA terdapat “the ruling” dan “the
ruled” (pemeran yang berkuasa dan pemeran yang dikuasai) yang berkuasa berusaha
mempertahankan status quo, yang dikuasai berusaha mendapatkan status quo.
Terdapat dikotomi antara dominator dan
sub-dominator (“dominated group” dengan “subjugated group”)
Kekuasaan dan otoritas merupakan sumber
DOMINATED
SUBJUGATED SUBJUGATED S
UBJUGATED SUBJUGATED SUBJUGATED
MENGUASAI DIKUASAI
Teori Konflik Dialektika lebih sesuai dengan Realitas Sosial
Pandangan Teori Konflik tentang
REALITAS SOSIAL
1. Sistem Sosial selalu berada dalam konflik yang terus menerus (continual
state of conflict)
2. Konflik tercipta karena kepentingan yang saling bertentangan dalam struktur
sosial
3. Kepentingan yang saling bertentangan merupakan refleksi dari perbedaan
dalam distribusi kekuasaan antar kelompok yang mendominasi dan terdominasi.
4. Kepentingan cenderung mempolarisasi kedalam dua kelompok kepentingan 5. Konflik bersifat dialektika (suatu konflik menciptakan suatu kepentingan yang
baru, yang dibawah kondisi tertentu akan menurunkan konflik yang berikutnya)
6. Perubahan sosial adalah ciri/karakter yang selalu berada dimanapun
(ubiquitous feature) dalam setiap sistem sosial dan akibat dari konflik.
7. Konflik dapat diatasi oleh kekuasaan yang dihimpun di dalam ICA. ICA
Dalam tinjauan Konflik Dialektika, suatu kepentingan
bisa dinegoisasikan antar kelompok dalam ICA jika sudah menjadi kelompok kepentingan yang bersifat nyata
Sehingga,
bersatunya individu yang memiliki kepentingan yang
sama dalam sebuah kelompok yang terorganisir menjadi hal yang penting.
Kepentingan yang sama dari beberapa individu, jika tidak diorganisasi secara formal kedalam suatu
kelompok, merupakan kepentingan semu karena tidak ada yang bisa mewakili/mengatasnamakan pemilik
Prasyarat Kelompok Semu Terorganisir menjadi Prasyarat Kelompok Semu Terorganisir menjadi
Kelompok Kepentingan Kelompok Kepentingan
1. Kondisi teknis dari suatu organisasi (sejumlah orang yang mampu mengorganisasikan dan merumuskan kepentingan laten menjadi
kepentingan yang nampak)
2. Kondisi politis dari suatu organisasi (adanya kebebasan politik untuk berorganisasi yang diberikan oleh masyarakat)
3. Kondisi sosial bagi suatu organisasi (adanya sistem komunikasi yang memungkinkan para anggota dari suatu kelompok semu
Skematis proses kelompok semu menjadi kelompok kepentingan
KONDISI TEKNIS
KONDISI SOSIAL
KONDISI POLITIS KELOMPOK
Menurut penganut teori KONFLIK:
Konflik tidak bisa dilenyapkan, tetapi
hanya bisa dikendalikan,
Agar Konflik Laten tidak menjadi
Manifest/Nampak dalam bentuk
BENTUK PENGENDALIAN KONFLIK
KONSILIASI (CONCILIATION)
MEDIASI (MEDIATION)
KONSILIASI
(CONCILIATION)
Terwujud melalui Lembaga-Lembaga tertentu yang
memungkinkan tumbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan di antara pihak-pihak yang berkonflik.
Dilakukan dengan cara damai.
Lembaga-lembaga tersebut berfungsi efektif bila:
a.Bersifat otonom dengan wewenang untuk mengambil
keputusan tanpa campur tangan pihak lain.
b.Kedudukan lembaga tersebut dalam masyarakat bersifat
monopolistis (hanya lembaga tersebut yang berfungsi demikian.
c.Peran lembaga harus mampu mengikat kelompok
kepentingan yang berlawanan, termasuk keputusan-keputusan yang dihasilkan.
Agar konsiliasi dapat terjadi, kelompok-kelompok kepentingan yang berkonflik harus memenuhi tiga syarat berikut:
Masing-masing kelompok sadar sedang
berkonflik
Kelompok-kelompok yang berkonflik
terorganisir secara jelas.
Setiap kelompok yang berkonflik harus
MEDIASI
(MEDIATION)
Fihak yang berkonflik sepakat menunjuk fihak KETIGA untuk memberi
“nasehat-nasehat” penyelesaian konflik
PERWASITAN
(ARBITRATION)
Dilakukan/terjadi jika fihak yang
bersengketa bersepakat untuk menerima
atau “terpaksa” menerima hadirnya fihak
ketiga yang akan memberikan
Jika pengendalian konflik efektif maka:
KONFLIK AKAN MENJADI KEKUATAN
PENDORONG TERJADINYA
Referensi:
Damsar & Indrayani (2009) Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta:
Penerbit Kencana (hal 49 – 59).
Nasikun (1984). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: CV Rajawali.
Ritzer, G & D.J. Goodman (2003). Teori Sosiologi Modern. Jakarta:
STRUKTUR MAJEMUK
MASYARAKAT INDONESIA
MASYARAKAT MAJEMUK MEMILIKI SUB STRUKTUR DENGAN CIRI YANG SANGAT BERAGAM SEHINGGA DISEBUT MAJEMUK
MASING-MASING SUB STRUKTUR
Diskusi Kelompok
1. Faktor-Faktor apakah yang menyebabkan
masyarakat Indonesia sangat beragam dari sisi: a. Suku Bangsa
b. Agama
c. Budaya Regional
2. Menurut anda, unsur apakah yang dapat disebut sebagai “ciri khas” masyarakat Indonesia?
PLURALITAS MASYARAKAT
PLURALITAS MASYARAKAT
INDONESIA DISEBABKAN OLEH:
INDONESIA DISEBABKAN OLEH:
KEADAAN GEOGRAFIS
LETAK INDONESIA ANTARA SAMODERA
INDONESIA DAN SAMODERA PASIFIK (pusat
lalu lintas perdagangan dan persebaran agama)
IKLIM YANG BERBEDA (berakibat plural
secara regional)
CURAH HUJAN DAN KESUBURAN TANAH YANG
BERBEDA (PLURALITAS LINGKUNGAN EKOLOGIS)
a) WETRICE CULTIVATION (pertanian sawah di Jawa dan
Bali)
Struktur Sosial:
Suatu susunan/konfigurasi dari beberapa
orang dengan kategori yang berbeda, tetapi terikat pada suatu tata hubungan kerja yang sama
Struktur sosial
Hubungan kerja
Jadi:
Dalam struktur sosial terdapat sistem
sosial
Dalam sistem sosial terdapat seperangkat
kegiatan bersama yang memperlihatkan hubungan timbal balik yang disebut
struktur
STRUKTUR SOSIAL memperlihatkan suatu
HUBUNGAN yang KONSTAN sebagai suatu kerangka
SISTEM, memberikan SIFAT dan DINAMIKA pada
STRUKTUR secara KESELURUHAN
STRUKTUR SOSIAL
INDONESIA adalah MASYARAKAT
MAJEMUK yang ditandai oleh 2 ciri
unik:
KONSEKWENSINYA adalah:
Dalam mengamati SISTEM SOSIAL
DAN BUDAYA serta REALITAS
MASYARAKAT INDONESIA diperlukan minimal penguasaan 2 teori, yaitu; KONFLIK DIALEKTIKA dan
STRUKTURAL FUNGSIONAL.
KONFLIK dan KONSENSUS adalah
MASYARAKAT MAJEMUK INDONESIA
adalah:
SUATU MASYARAKAT MAJEMUK
(PLURAL SOCIETIES) yang
masyarakatnya terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup
CIRI MASY. MAJEMUK INDONESIA
Dalam KEHIDUPAN POLITIK,
tidak ada KEHENDAK BERSAMA
Dalam KEHIDUPAN EKONOMI,
tidak ada PERMINTAAN SOSIAL yang DIHAYATI BERSAMA oleh seluruh elemen MASYARAKAT
Tidak adanya PERMINTAAN SOSIAL yang dihayati bersama, menyebabkan
KARAKTER EKONOMI YANG BERBEDA. EKONOMI MAJEMUK MASY. MAJEMUK
Akibatnya:
Anggota masyarakat kurang
memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai
KESELURUHAN, kurang memiliki HOMOGENITAS KEBUDAYAAN
dan kurang memiliki
KARAKTERISTIK MASYARAKAT
MAJEMUK (Pierre L. Van Den Berghe)
Terjadi SEGMENTASI kedalam bentuk
KELOMPOK-KELOMPOK yang memiliki kebudayaan yang berbeda
Memiliki STRUKTUR SOSIAL yang terbagi-bagi
ke dalam LEMBAGA-LEMBAGA yang NON KOMPLEMENTER
Kurang mengembangkan KONSENSUS antar para
anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar
KARAKTERISTIK MASYARAKAT
MAJEMUK
(lanjutan)
Secara relatif, INTEGRASI SOSIAL tumbuh diatas
PAKSAAN dan saling SALING
KETERGANTUNGAN DALAM BIDANG EKONOMI
Adanya DOMINASI POLITIK oleh SUATU
KELOMPOK atas KELOMPOK YANG LAIN
KARAKTERISTIK MASYARAKAT MAJEMUK INI TIDAK BISA DIGOLONGKAN KE DALAM DUA
Masyarakat majemuk tidak dapat disamakan dengan masyarakat yang memiliki unit-unit kekerabatan
yang bersifat segmenter.
Masyarakat majemuk tidak dapat disamakan dengan masyarakat yang memiliki differensiasi atau
spesialisasi yang tinggi
MASYARAKAT YANG MEMILIKI UNIT KEKERABATAN YANG BERSIFAT SEGMENTER
Adalah:
Suatu masyarakat yang terbagi-bagi ke dalam berbagai kelompok berdasarkan garis
keturunan tunggal, tetapi memiliki struktur
MASYARAKAT YANG MEMILIKI
DIFERENSIASI/SPESIALISASI TINGGI
Adalah
Suatu masyarakat dengan tingkat differensiasi
Menurut Van den Berghe;
SOLIDARITAS MEKANIS DAN
SOLIDARITAS ORGANIS sulit di
tumbuhkan dalam MASYARAKAT
MAJEMUK
Karena
FAKTOR YANG MENGINTEGRASIKAN
MASYARAKAT MAJEMUK
Adanya KONSENSUS diantara sebagian
besar anggota masyarakat terhadap
NILAI-NILAI KEMASYARAKATAN yang bersifat
fundamental
Adanya berbagai masyarakat yang berasal
dari BERBAGAI KESATUAN SOSIAL
Cross cutting affiliations and cross
cutting loyalities
KESATUAN SOSIAL
KEMUNGKINAN YANG TERJADI
PADA MASYARAKAT MAJEMUK
minimal ada 2 (dua) tingkatan konflik yang
mungkin terjadi;
KONFLIK BERSIFAT IDEOLOGIS
Terwujud dalam bentuk konflik antara
SISTEM NILAI yang DIANUT OLEH serta
menjadi IDEOLOGI dari BERBAGAI
KONFLIK BERSIFAT POLITIS
Terjadi dalam bentuk PERTENTANGAN di
dalam PEMBAGIAN STATUS
Dalam situasi “KONFLIK”, masyarakat yang
berselisih berusaha MENGABAIKAN DIRI
dengan MEMPERKOKOH SOLIDARITAS
ANGGOTA, MEMBENTUK ORGANISASI
KEMASYARAKATAN untuk
Faktor tersebut DIPERKUAT oleh ADANYA
PAKSAAN dari SUATU KELOMPOK atau
KESATUAN SOSIAL yang DOMINAN atas
KELOMPOK yang LAIN
SUATU INTEGRASI SOSIAL YANG TANGGUH DAPAT BERKEMBANG APABILA
SEBAGIAN BESAR ANGGOTA MASYARAKAT
BANGSA BERSEPAKAT TENTANG
BATAS-BATAS TERITORIAL DARI NEGARA SEBAGAI SUATU KEHIDUPAN POLITIK
SEBAGIAN BESAR ANGGOTA MASYARAKAT
BERSEPAKAT MENGENAI STRUKTUR
PEMERINTAHAN DAN ATURAN-ATURAN DALAM PROSES POLITIK YANG BERLAKU BAGI SELURUH MASYARAKAT (William
KONSEP STATUS DAN PERANAN UNTUK MELIHAT HUBUNGAN INDIVIDU DENGAN
SISTEM SOSIAL
STATUS adalah suatu posisi dalam struktur
sosial yang menentukan dimana seseorang menempatkan dirinya dalam suatu komunitas dan bagaimana ia diharapkan bersikap dan berhubungan dengan orang lain.
PERANAN adalah pola perilaku yang
diharapka dari seseorang yang mempunyai status atau posisi tertentu dalam suatu
Dalam suatu SISTEM SOSIAL, individu menduduki suatu tempat (status) dan bertindak (berperan) sesuai dengan
DIFERENSIASI SOSIAL
Kalau kita memperhatikan masyarakat di sekitar kita, ada
banyak sekali perbedaan-perbedaan yang kita jumpai. Perbedaan-perbedaan itu antara lain dalam agama, ras,
etnis, clan (klen), pekerjaan, budaya, maupun jenis kelamin.
Perbedaan-perbedaan itu tidak dapat diklasifikasikan secara
bertingkat/vertikal seperti halnya pada tingkatan dalam lapisan ekonomi, yaitu lapisan tinggi, lapisan menengah dan lapisan rendah.
Perbedaan itu hanya secara horisontal. Perbedaan seperti ini
DIFERENSIASI SOSIAL
Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap
perbedaan-perbedaan yang biasanya sama.
Pengertian sama disini menunjukkan pada penggolongan
atau klasifikasi masyarakat secara horisontal, mendatar, atau sejajar. Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya.
Pengelompokan horisontal yang didasarkan pada
perbedaan ras, etnis (suku bangsa), klen dan agama disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan
DIFERENSIASI SOSIAL
Bagan:
Kemajemukan sosial, ras, etnis dan agama Heterogenitas sosial
profesi (pekerjaan), gender
Ciri-ciri yang Mendasari
Diferensiasi Sosial
Ciri Fisik. Diferensiasi ini terjadi karena
perbedaan ciri-ciri tertentu. Misalnya : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dsb.
Ciri Sosia. Muncul karena perbedaan pekerjaan
yang menimbulkan cara pandang dan pola
perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk didalam kategori ini adalah perbedaan peranan, prestise dan kekuasaan. Contohnya : pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang
Ciri-ciri yang Mendasari
Diferensiasi Sosial
Ciri Budaya. Berhubungan erat dengan pandangan
hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan dan ketangguhan (etos). Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu
Bentukbentuk Diferensiasi
Sosial
Diferensiasi Ras. Ras adalah suatu kelompok manusia yang
memiliki ciri-ciri fisik bawan yang sama. Diferensiasi ras berarti pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri- ciri fisiknya, bukan budayanya.
Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis). Menurut Hassan
Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan
rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras.
Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang
Diferensiasi Klen (Clan)
Klen (Clan) sering juga disebut kerabat luas atau
keluarga besar. Klen merupakan kesatuan
keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen
adalah sistem sosial yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi pada masyarakat unilateral baik melalui garis ayah
Diferensiasi Agama
Diferensiasi agama merupakan pengelompokan masyarakat
berdasarkan agama/kepercayaannya. Komponen-komponen Agama:
・ Emosi keagamaan, yaitu suatu sikap yang tidak rasional yang mampu menggetarkan jiwa, misalnya sikap takut bercampur percaya.
・ Sistem keyakinan, terwujud dalam bentuk pikiran/gagasan manusia seperti keyakinan akan sifat-sifat Tuhan, wujud alam gaib, kosmologi, masa akhirat, cincin sakti, roh nenek moyang, dewa-dewa, dan
sebagainya.
・ Upacara keagamaan, yang berupa bentuk ibadah kepada Tuhan, Dewa-dewa dan Roh Nenek Moyang.
・ Tempat ibadah, seperti Mesjid, Gereja, Pura, Wihara, Kuil, Klenteng.
Diferensiasi Agama (lanjutan)
Agama dan Masyarakat. Dalam perkembangannya
agama mempengaruhi masyarakat dan demikian juga masyarakat mempengaruhi agama atau terjadi interaksi yang dinamis. Di Indonesia, kita mengenal agama Islam, Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Disamping itu
Diferensiasi Profesi (pekerjaan)
Diferensiasi profesi merupakan pengelompokan masyarakat
yang didasarkan pada jenis pekerjaan atau profesinya.
Profesi biasanya berkaitan dengan suatu ketrampilan khusus.
Misalnya profesi dosen memerlukan ketrampilan khusus, seperti : pandai berbicara, suka membimbing, sabar, dsb.
Berdasarkan perbedaan profesi kita mengenal kelompok
masyarakat berprofesi seperti guru, dokter, pedagang, buruh, pegawai negeri, tentara, dan sebagainya.
Perbedaan profesi biasanya juga akan berpengaruh pada
perilaku sosialnya. Contohnya, perilaku seorang guru akan berbeda dengan seorang dokter ketika keduanya
Diferensiasi Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan kategori dalam
masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis).
Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari
struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya.
Atas dasar itu, terdapat kelompok masyarakat
Diferensiasi Partai
Demi menampung aspirasi masyarakat untuk
turut serta mengatur negara/ berkuasa, maka bermunculan banyak sekali partai.
Diferensiasi partai adalah perbedaan
Referensi:
Nasikun (1984). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: CV Rajawali. Khusus Bab 3.
Integrasi Nasional Dan
Diskusi Kelompok
:
Apakah ada ciri-ciri khas masyarakat Indonesia
secara umum? Kalau ada, ciri-ciri apakah itu?
Apakah perbedaan antara: prinsip Tolong-menolong,
Gotong Royong, dan Kekeluargaan ?
Apakah bentuk gotong royong dan tolong menolong
di daerah Anda masing2 ?
Apakah nilai2 tersebut masih kuat atau memudar?
Pentingnya Integrasi Nasional
• Adanya fakta tentang kemajemukan masy. Indonesia
Masalah yg mengancam integrasi
Kesenjangan pembangunan ekonomi Masalah Timor Timur, Aceh dan Papua Konflik Suku dan Agama
Pemekaran Wilayah Administratif dalam
5 Pengertian Integrasi nasional :
(Mynon Weiner)
1. Proses penyatuan kelompok2 yang berbeda secara sosial dan kultural ke dalam satu
kesatuan teritorial tunggal dgn satu identitas nasional.
2. Pembentukan kekuasaan pusat yang
menyatukan unit2 politik di bawahnya, tanpa peduli apakah unit2 politik tersebut
(lanjutan)
3. Penyatuan antara Pemerintah dan yang
diperintah. Ini mengacu pada konsep negara integralistik, di mana Pemerintah mempunyai genggaman yang sangat kuat atas warganya (contoh: Indon di zaman Suharto).
4. Kesepakatan tentang nilai2 kultural minimum yg diperlukan bagi menjaga satu tatanan
(lanjutan)
5. Perilaku yang integratif: kekompakan anggota2 suatu masyarakat dalam
Nilai Dasar Integrasi Nasional
Indonesia
Pancasila: lima nilai dasar yang menjadi
pengikat dan sekaligus acuan bagi kesatuan bangsa dan masy Indonesia
Gotong Royong: merupakan nilai paling
dasar. Pancasila dianggap sebagai
Ir. Soekarno
Jika saya peras yang lima menjadi tiga dan tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu
perkataan “gotong royong”. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong
Prof. Soepomo
Dalam suasana persatuan antara rakyat dan
pemimpinnya, antara golongan-golongan rakyat satu sama lain, segala golongan
Gotong Royong sbg Nilai Dasar Integrasi
Nasional Indonesia
Pengertian Gotong Royong menurut Prof. Koentjaraningrat:
• Konsep GR berhubungan erat dgn kehidupan masy Indonesia yg agraris.
• “sistem pengerahan tenaga tambahan dari
luar keluarga untuk mengisi kekurangan tenaga dlm masa sibuk dlm lingkaran
Perbedaan Gotong Royong dan Tolong
Menolong
Gotong Royong Tolong Menolong
Kerja sama utk suatu proyek/ kepentingan bersama
Kerja sama utk proyek/ kepentingan seorang individu/keluarga
Tidak ada prinsip reciprocity Berdasarkan atas prinsip reciprocity
Kecurangan terjadi bila seseorang tidak
berpartisipasi
Kecurangan terjadi bila
Dasar perbedaan
:
Kerja untuk kepentingan siapa ?
Asas timbal balik
Mana yang lebih tua ?
Gotong royong baru mulai ada sejak manusia
mulai dapat mengorganisasikan diri dalam kelompok
Tolong menolong sudah ada sejak manusia
Gotong Royong dan Tolong Menolong
dalam Masy Indonesia
Gotong royong itu ada dalam semua suku
dalam masy Indonesia, hanya nama dan mekanismenya yang berbeda2.
Semangat tolong menolong secara historis
adalah semangat yg dimiliki oleh semua masy Indonesia, bahkan dalam arti negatif sekalipun
Namun, dua nilai itu sekarang ini cenderung
Asas Kekeluargaan
Ir Soekarno:
- Kekeluargaan: paham yg statis
- Gotong royong: usaha dinamis, pekerjaan
UUD 1945, pasal 33, ayat 1:
“Perekonomian disusun sebagai suatu usaha bersama berdasarkan atas asas
Asas Kekeluargaan : demokrasi
ekonomi ?
Produksi dikerjakan oleh semua Untuk semua
Di bawah pimpinan atau kepemilikan anggota
masyarakat.
Referensi:
Marzali, Amri (2007). Antropologi dan
Pembangunan Indonesia. Yakarta: Kencana Prenada Media Group.
Dasar- Dasar llmu Politik dan Sistem Politik Indonesia
Referensi:
Budiardjo, M. 2012, Ed.Revisi. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Marijan, K. 2011. Sistem Politik Indonesia: Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru. Jakarta: Prenada Media Group
Definisi Ilmu Politik
Secara Umum : Politik adalah bermacam-macam kegiatan
dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.
Pengambilan Keputusan (decisionmaking) mengenai apakah
Hal yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu adalah
a. Kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut :
- pengaturan (allocation) dan Alokasi sumber-sumber - pembagian (distribution) sumber dan resources yang ada b. Kekuasaan (power)
Konsep-Konsep Dasar Ilmu Politik
Negara (state)
Kekuasaan (power)
Pengambilan Keputusan (decisionmaking)
Kebijakan umum (public policy)
Penekanan pada Negara
Roger F. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961): Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan
lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antara negara dengan warganegaranya serta dengan negara-negara lain
Penekanan Pada Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. Politik adalah semua kegiatan yang
menyangkut masalah merebutkan dan mempertahankan kekuasaan… biasanya dianggap bahwa perjuangan kekuasaan (power struggle) ini mempunyai tujuan yang menyangkut kepentingan seluruh masyarakat Harold D. Laswell dan A. Kaplan Dalam Power and Society: “ilmu politik
mempelajari kekuasaan dalam masyarakat,..yaitu sifat hakiki, dasar, prose-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil. Fokus perhatian seorang sarjana ilmu politik tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau
mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau
Penekanan pada
Pengambilan Keputusan
Keputusan adalah membuat pilihan diantara beberapa alternatif, sedang istilah pengambilan keputusan
(decisionmaking) menunjuk pada proses yang terjadi
Penekanan Pada Kebijakan Umum
Kebijakan (policy) adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Pada prinsipnya pihak yang membuat kebijakan itu mempunyai kekuasaan untuk melaksanakannya.
Hoogerwerf : Objek dari ilmu politik adalah kebijakan
pemerintah, proses terbentuknya, serta akibat-akibatnya.
Penekanan Pada Pembagian
(
Distribution)
Pembagian (distribution) dan alokasi (allocation) adalah
pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam
masyarakat secara mengikat. Asumsinya adalah pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. Politik adalah “masalah siapa mendapat apa, kapan dan
Politik : usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk
membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama.
Politik : segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan
negara dan pemerintahan.
Politik sebagai segala kegiatan yang diarahkan untuk
mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam masyarakat.
Politik sebagai kegiatan yang berkaitan dengan perumusan
dan pelaksanaan kebijakan umum.
Politik sebagai konflik dalam rangka mencari dan/atau
ASUMSI-ASUMSI POLITIK
Setiap masyarakat menghadapi kelangkaan dan
keterbatasan sumber-sumber sehingga konflik timbul dalam proses penentuan distribusi.
Kelompok yang dominan dalam masyarakat ikut
serta dalam proses pendistribusian dan
pengalokasian sumber-sumber melalui keputusan politik sebagai upaya menegakkan pelaksanaan keputusan politik.
Pemerintah mengalokasikan sumber-sumber yang
langka pada beberapa kelompok atau individu, tetapi mengurangi atau tak mengalokasikan
Lanjut...
Ada tekanan terus-menerus dari
pihak-pihak yang merasa tidak puas untuk mengalokasikan sumber-sumber yang langka.
Meluasnya tekanan-tekanan
mengakibatkan kelompok atau individu yang mendapatkan keuntungan dari pola distribusi berupaya keras untuk
Masih lanjut...
Makin mampu penguasa meyakinkan
masyarakat umum bahwa sistem politik yang ada memiliki keabsahan (legitimasi) maka makin mantap kedudukan penguasa dan kelompok yang diuntungkan dalam
perjuangan mereka menghadapi golongan yang menghendaki perubahan.
Politik tetapi merupakan the art of the
possible, banyak kebijakan ideal yang
Lanjut lagi...
Dalam politik tidak ada yang serba gratis.
Setiap usul kegiatan untuk memecahkan masalah selalu mengandung unsur
untung-rugi.
Peranan penting yang dimainkan manusia
dalam proses politik. Konflik untuk
Konsep-Konsep Dasar
Masyarakat (sudah dibicarakan) Negara
Pengertian Negara
Roger H. Soltau: agen atau kewenangan yang
mengatur/mengendalikan persoalan2 bersama atas nama masyarakat.
Harold J Laski: masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai
wewenang yang bersifat memaksa dan yan secara sah lebih berkuasa dari pada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari
masyarakat.
Max Weber: masyarakat yang mempunyai monopoli dalam
penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah
Robert M. Maclver: asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di
Sifat-Sifat Negara
Sifat memaksa: kekuasaan untuk menggunakan
kekerasan fisik secara legal demi penertiban masyarakat dan ketaatan kepada hukum.
Sifat Monopoli: hak eksklusif untuk menentukan tujuan
bersama dari masyarakat.
Sifat mencakup semua: memberlakukan ketetapan2
Unsur-Unsur Negara
1. Wilayah: tempat dengan batas-batas yang ditetapkan.
Termasuk wilayah darat, laut dan udara.
2. Penduduk: warganegara dan orang asing yang
berdiam/bekerja di wilayah negara bersangkutan.
3. Pemerintah: organisasi yang menjalankan negara
4. Kedaulatan: kekuasaan tertinggi untuk membuat
Tujuan dan Fungsi Negara
Melaksanakan ketertiban umum
Mengusahakan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyatnya
Pertahanan
DEMOKRASI
Apa yang dimaksudkan dengan Demokrasi? Mengapa Demokrasi dianggap sebagai bentuk
penyelenggaraan negara yang paling ideal?
Lembaga politik apa aja yang diperlukan dalam Demokrasi
skala besar seperti Indonesia?
Apakah persyaratan pokok untuk berlangsungnya
demokrasi yang ideal?
Apakah organisasi dan praktek ketatanegaraan di
Pengertian Demokrasi
Asal kata: demos = rakyat, kratos/kratein = kekuasaan/berkuasa.
Jadi: government by the people, rakyat berkuasa/kekuasaan oleh rakyat.
Demokrasi: Suatu sistem penyelenggaraan negara berdasarkan
kedaulatan rakyat.
Robert Dahl: Suatu negara/organisasi dapat disebut menjalankan
demokrasi, kalau memenuhi lima standar: 1. Partisipasi yg efektif
2. Persamaan dalam memberikan suara 3. Pemahaman yang cerah
4. Pengawasan agenda
Keunggulan Demokrasi
Menghindari Tirani: menolong mencegah tumbuhnya pemerintahan oleh
kaum otokrat yang kejam dan licik.
Menjamin bagi warganegaranya sejumlah hak asasi yang tidak atau
tidak dapat diberikan oleh sistem-sistem yang tidak demokratis.
Menjamin kebebasan pribadi yang lebih luas bagi warganegaranya. Membantu orang-orang melindungi kepentingan kepentingan pokok
mereka
Memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi orang-orang untuk
menggunakan kebebasan menentukan nasibnya sendiri, termasuk untuk hidup di bawah hukum yang mereka pilih sendiri.
Memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk menjalankan
Keunggulan Demokrasi
Membantu perkembangan manusia lebih total dari pada aternatif
lain yang memungkinkan.
Membantu perkembangan kadar persamaan politik yang relatif
tinggi
Nilai-Nilai Dasar Demokrasi
1. Menyelesakan perselisihan secara damai dan
melembaga.
2. Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai
dalam suatu masyarakat yang sedang berubah.
3. Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur 4. Membatasi pemakaian kekerasan sampai titik terendah 5. Mengakui serta menganggap wajar adanya
keanekaragaman
Lembaga-Lembaga yang
dibutuhkan
1. Para pejabat yang dipilih – Pemerintahan yang bertanggungjawab 2. Pemilihan Umum yang bebas, adil dan berkala, sehingga
menghasilkan DPR yang mewakili kepentingan semua golongan dalam masyarakat.
3. Kebebasan berpendapat dan berorganisasi
4. Sumber informasi alternatif – Pers dan media massa yang bebas 5. Otonomi asosiasional
6. Hak kewarganegaraan yang inklusif (mencakup semuanya). 7. Sistem peradilan yang bebas dan independen
Kondisi-kondisi yang Penting dan
Mendukung
Penting :
1. Pengawasan Militer dan Kepolisian oleh Pejabat-Pejabat yang terpilih
2. Keyakinan Demokrasi dan Kebudayaan Politik
3. Tidak ada kontrol asing yang memusuhi demokrasi
Mendukung :
1. Masyarakat dan Ekonomi Pasar yang modern
2. Pluralisme sub-kultural yang lemah – Konflik budaya lemah atau sama sekali tidak ada.
Periodisasi Demokrasi Politik
Indonesia
Masa RI I (1945-1959): Demokrasi konstitusional Masa RI II (1959-1965): Demokrasi Terpimpin
Problematika Politik Indonesia
Masa Reformasi
Problem Kelembagaan: persaingan DPR vs Presiden (dan
lembaga2 lain), Peran partai politik, sistem Pemilu.
Budaya Politik Pemilih dan Partisipasi Publik
Desentralisasi, Otonomi Daerah, dan Demokratisasi Reformasi Birokrasi
Militer dan Politik
Relasi Bisnis dan Politik
Media Massa dan Demokratisasi Agama dan Politik
Gender dan Politik
Sistem Politik Indonesia
Landasan Teori: Sistem Politik menurut David
Easton, dapat dilihat dalam:
“Empirical conceptualization: An Approach to the Analysis of Political System”,
terjemahannya, tahun 1979, dengan judul: Analisis Sistem Politik.
“Sistem politik dilihat sebagai sebuah sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling
Hakekat Politik
Sistem yang melaksanakan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk meraih tujuan-tujuan
Fungsi Politik
Sosialisasi: membangun sikap dan kesadaran
masyarakat
Rekrutmen: seleksi anggota masyarakat
untuk menjalankan fungsi2 utama spt: pemerintahan, organisasi, dll.
Komunikasi: mengalirkan informasi dari dan
Struktur Politik
Formal: Trias Politica
- Pemerintahan dan Birokrasi - Lembaga Perwakilan
- Lembaga Peradilan
Informal:
- Partai Politik: mengorganisasikan partisipasi politik dan menjalankan 4 fungsi (sosialisasi, komunikasi, rekrutmen, dan pengatur konflik)
Sistem Politik di Indonesia
Menurut sejarahnya, ada tiga periode utama dalam sistem politik Indonesia:
1. Zaman Soekarno (Orde Lama) 2. Zaman Soeharto (Orde Baru)
Terbentuknya kelompok kepentingan
dalam masyarakat Indonesia
Pluralitas masyarakat yg menghasilkan pola
hubungan yang berbeda2.
Kelompok semu berubah menjadi kelompok
kepentingan
Penggolongan Masy Indonesia berdasarkan
Perbedaan Suku-Bangsa, Agama, Daerah dan Sistem Pelapisan Sosial
(W.Cilik) Desa(Priyayi) Kota(W.Cilik) Desa(Priyayi) Kota(W.Cilik) Desa(Priyayi)
Jawa 1 2 3 4 5 6
Non
Analisis Partai Zaman Orde Lama
Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin
Indonesia)
PNI (Partai Nasional Indonesia) PKI (Partai Komunis Indonesia) PSI (Partai Sosialis Indonesia)
Partai Katolik dan Partai Kristen Indonesia
Partai Masyumi
Gabungan kelompok2 Islam, terutama
Muhamadiyah dan Nadhatul Ulama (NU)
Terdapat persaingan antara Muhamadiyah yg
islam modern (perkotaan), dengan NU yang islam tradisional (pedesaan)
Dominasi para pemimpin Muhamadiyah, NU
PNI (Partai Nasional Indonesia)
Mendapat dukungan paling kuat dari
golongan elit birokrasi, yg kebanyakan dari kelompok elit tradisional Jawa yg
berpendidikan.
Namun, dgn ideologi Marhaen dan figur
Soekarno, berhasil memperoleh dukungan luas kalangan masy pedesaan yg sederhana
PKI (Partai Komunis Indonesia)
Banyak pendukung dari kalangan Islam
non-santri di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur
Basis massa yang sangat kuat dari lapisan
bawah
Banyak pemimpinnya juga dari kalangan
PSI (Partai Sosialis Indonesia)
Dari kalangan elit, berhaluan sosialis
Kurang mendapat dukungan dari kalangan
Partai Katolik dan Parkindo
Berkembang di kalangan katolik dan kristen
protestan
Wilayah dominan Kristen seperti Sulawesi
Utara, NTT dan Maluku
Juga ada pendukungnya di daerah2
Sumber Konflik antar Partai
Konflik antar kelompok sosial-kultural berdasarkan
perbedaan suku, agama, daerah, dan stratifikasi sosial.
Herbert Feith: konflik ideologis yang bersumber pada
Referensi:
Tugas Kelompok
Buatlah analisis partai2 Zaman Orba dan
Reformasi:
1. Apakah nama partai-partai utama ? 2. Dari segmen masyarakat manakah
pendukung utama dari masing2 partai tsb? 3. Secara internal, kelompok2 mana yang
bersaing dalam masing2 partai?
Sistem Ekonomi Indonesia
Landasan Teori
Sistem Ekonomi Indonesia dari masa ke
masa
Realitas Masyarakat Indonesia
Dua aliran utama dlm Sistem Ekonomi
Aliran Liberal – Kapitalis, dengan
asumsi-asumsi dasar, antara lain:
a. Mekanisme ekonomi harus diserahkan pada “pasar bebas”
b. Modal menjadi kekuatan dasar ekonomi c. Negara tidak boleh intervensi dalam
Aliran Sosialis – Kerakyatan, dengan
asumsi-asumsi dasar, antara lain:
a. “Pasar” harus diatur oleh regulasi-regulasi yang ketat.
b. Modal diatur dan dimiliki bersama, tidak boleh dikuasai orang perorangan.
Paradigma Kemiskinan
Paradigma Neo-liberal:
* Kemiskinan merupakan persoalan individual yang disebabkan oleh kelemahan2 dan/atau pilihan individu2 yang bersangkutan. Kemiskinan akan hilang dengan sendirinya kalau kekuatan pasar diperluas sebesar-besarnya dan dipacu setinggi-tingginya.
Paradigma Sosial-Demokrat
* Kemiskinan bukanlah persoalan individual, melainkan structural. Kemiskinan disebabkan oleh adanya ketidakadilan dan ketimpangan dalam masyarakat sebagai akibat tersumbatnya akses kelompok tertentu terhadap berbagai sumber produktivitas kemasyarakatan. Karena itu, strategi penanggulangan kemiskinan harus bersifat institusional, agar semua orang mempunyai akses yang merata kepada sumber-sumber daya yang tersedia.
Teori Modernisasi
Sejak tahun 1950-an
Berakar pada teori Emile Durkheim dan Max Weber Inti Teori: Perubahan atau transformasi dari
masyarakat primitif/tradisional menjadi masyarakat modern. Keberhasilan pembangunan dan
perkembangan social-ekonomi suatu Negara
bergantung dari proses peralihan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern
Implikasi pada Strategi Pembangunan: Strategi
Lima tahap Pertumbuhan Ekonomi
menurut W.W. Rostow
Masyarakat Tradisional Persiapan Take Off
Take Off
Menuju Kedewasaan Era Konsumsi Massal