• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Sistem Sosial dan Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Modul Sistem Sosial dan Indonesia"

Copied!
211
0
0

Teks penuh

(1)

Jl. Jend A. Yani 50-52, Kupang 85225

Nusa Tenggara Timur, INDONESIA Website: www.unwira.ac.id

(2)

FAKULTAS

(3)

FAKULTAS

(4)

Kuliah Sistem

Sosial-Budaya Indonesia

Semester 2, Jurusan Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu

(5)

o Nama : P. Yulius Yasinto,

SVD

o Lahir : Weleng, 18 Juli 1965 o Pendidikan :

1. Sarjana Filsafat Agama, STFK Ledalero

2. MA Contemporary Sociology:

Lancaster University, UK., 2000

3. MSc Social Policy and Planning In Developing Countries:

LSE, London University, 2001

o Alamat: Soverdi Oebufu

Email : [email protected] HP : 081 236 967 000

Dosen pengasuh

(6)

Tujuan Mata Kuliah

1. Memahami Pluralitas dan Kompleksitas Sosial-Budaya Masyarakat Indonesia

2. Mengidentifikasi Faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial-Budaya dan Pendorong menuju Integrasi Sosial-Budaya Masyarakat Indonesia

(7)

Deksripsi Mata Kuliah

1. Heterogenitas Masyarakat Indonesia 2. Pendekatan Teoretis

(8)

Metode Perkuliahan

Input oleh Dosen Pengasuh

Refleksi Pribadi

Diskusi dan Kerja Kelompok

(9)

Jumlah Pertemuan

(16 x)

(10)

Unsur Penilaian/Evaluasi

Ujian : Tengah Semester dan

Semester

Tugas : Pribadi dan Kelompok

Keaktifan dalam kuliah, termasuk

(11)

Practicalities

Semua mahasiswa harus mengikuti kuliah, minimal

sebanyak 10 x (80%), untuk dapat mengikuti Ujian dan memperoleh nilai dari mata kuliah ini.

Jadwal Kuliah dapat diubah sesuai kesepakatan

bersama.

Yang Ijin atau Sakit harus menyampaikan

permohonan dan pemberitahuan secara tertulis kepada Dosen pengasuh.

Wajib berpakaian rapih dan sopan pada waktu

mengikuti kuliah.

Mahasiswa harus datang kuliah tepat waktu. Yang

terlambat lebih dari 15 menit, tidak diperkenankan mengikuti kuliah dan dianggap alpa.

(12)

Kerangka Bahan Kuliah

No T o p i k JmlPertemu

an

1 Pengantar : Sistem Sosial 2

a Pengertian Sistem

b Masyarakat sebagai Suatu Sistem c Komponen Sistem Sosial

2 Pendekatan Teoretis 2

a Teori Struktural-Fungsional b Teori Konflik Dialektika

3 Struktur Majemuk Masyarakat Indonesia

a Faktor Penyebab Kemajemukan Masyarakat Indonesia

(13)

Kerangka Bahan Kuliah

No T o p i k JmlPertemu

an 3 Integrasi Nasional dan Kebudayaan

Indonesia

2

a Pengertian Integrasi Nasional

b Nilai-Nilai Dasar Integrasi Nasional Indonesia

4 Sistem Politik Indonesia a Hakekat Politik

b Sistem Politik di Indonesia

5 Sistem Ekonomi Indonesia 2

a Dua Aliran Utama

b Pendekatan Ekonomi Indonesia pada beberapa Rezim

(14)

Kerangka Bahan Kuliah

No T o p i k JmlPertemu

an

6 Sistem Hukum Indonesia 2

a Tempat Hukum dalam Masyarakat b Tinjauan Historis

(15)

References

1. Nasikun (1984). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: CV

Rajawali.

2. Marzali, Amri (2007). Antropologi dan

Pembangunan Indonesia. Yogyakarta: Kencana Prenada Media Group.

3. Narwoko, J.Dwi & Bagong Suyanto (ed) (2007).

Sosiologi – Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

4. Winarno, Budi (2007). Sistem Politik Indonesia Era

Reformasi. Yogyakarta: Medpress

5. Rahardjo, Satjipto. 2009. Hukum dan Perubahan

(16)

Kenapa perlu mempelajari

Sistem Sosbud Indonesia ?

Membantu mahasiswa memahami kondisi

sosial-budaya Indonesia

Masyarakat Indonesia sangat heterogen

secara vertikal maupun horisontal

Indonesia memiliki masyarakat dengan ciri

(17)

AKIBAT HETEROGENITAS MASYARAKAT

INDONESIA

(18)

1.

Faktor-faktor latent apakah yang

sesungguhnya telah menyebabkan

terjadinya konflik?.

2.

Faktor-faktor apakah yang

mengintegrasikan masyarakat

Indonesia yang memiliki kondisi

potensial konflik?.

(19)

Untuk menjawab 2

pertanyaan tersebut

maka...

(20)

Bab 1. Sistem Sosial

Pengertian sistem

Masyarakat sebagai suatu sistem

Komponen-Komponen Sistem Sosial

(21)

Apakah SISTEM…..?????

Konsep yang menjelaskan:

 Suatu kompleksitas dari saling ketergantungan

antar bagian-bagian,komponen-komponen, dan proses-proses yang melingkupi aturan-aturan tata hubungan yang dapat dikenali.

 Suatu tipe serupa dari saling ketergantungan

(22)

Systema

(bhs Yunani)

Sehimpunan dari bagian atau

komponen2 yang saling berhubungan

satu sama lain secara teratur, dan

(23)

Merujuk pada :

 Sehimpunan gagasan atau ide yang tersusun

menjadi satu kesatuan yang logis. Contoh:

sistem pemerintahan demokratis, sistem teologi pembebasan

 Sehimpunan benda2 tertentu yg tersusun dlm

suatu hub yang khusus satu sama lain. Contoh: sistem tubuh manusia, sistem mesin kendaraan bermotor

 Metode atau tata cara. Contoh: sistem belajar

(24)

Gambar SISTEM

SISTEM

HUBUNGAN SALING TERGANTUNG

(25)

Talcott Parsons

Pelopor teori sistem sosial Asal: USA, lahir thn 1902, meninggal thn 1979.

Menempuh pendidikan

seluruhnya di Jerman, gelar doktor dalam usia 25 thn

Berkarier di Harvard University, membawa pemikiran2 Max Weber

(26)

Sistem menurut Talcott Parsons

Adalah interdependensi antara

(27)

Karakteristik Sistem

Terdiri dari banyak bagian atau

komponen

Komponen2 berhubungan satu sama

lain dalam pola saling ketergantungan

Keseluruhan sistem lebih dari pada

(28)

Masyarakat sbg Suatu Sistem

Kehidupan sosial harus dipandang

sebagai sebuah sistem (Talcott

Parsons).

Artinya: kehidupan bersama dalam

(29)

Karakter Masyarakat

Memiliki unsur2 atau komponen2 yang

membentuk masyarakat itu sebagai satu

keseluruhan

Unsur2 tersebut saling berhubungan dan

tergantung satu sama lain

.

Cenderung mempertahankan

(30)

Komponen Sistem Sosial

Komponen Sistem Sosial adalah

peran-peran sosial.

Peran sosial = tingkah laku

yang diharapkan atau tingkah laku

normatif yang melekat pada status sosial

sesorang.

Yang memegang peran sosial itu adalah

(31)

Pemegang peran sosial itu dapat

berganti dari waktu ke waktu, sedangkan

keberadaan peran sosialnya tetap.

Sebagai komponen dari sistem sosial

(32)

Unsur2 Pokok Tindakan M’sia

Sistem kepribadian, sosial dan budaya.

Sistem budaya menjadi dasar dari

struktur normatif sistem sosial dan dasar

bagi proses pengambilan keputusan

dalam sistem kepribadian

Yang terpenting adalah integrasi sosial.

(33)

Penting utk integrasi sosial

1.

Sistem sosial harus mampu mendorong

warga masyarakat agar berperilaku

sesuai harapan dan peran

2.

Sistem sosial harus mampu meredam

(34)

4 sub-system (AGIL)

Fungsi Adaptasi (

adaptation

)

Fungsi pencapaian tujuan (

goal

attainment

)

Fungsi Integrasi (

Integration

)

Fungsi mempertahankan pola dan

(35)

Fungsi Adaptasi

Dijalankan oleh sub-sistem Ekonomi

Terdiri atas fungsi produksi dan distribusi

barang dan jasa

Menghasilkan fasilitas2 atau alat2 yang

(36)

Fungsi Pencapaian Tujuan

Dijalankan oleh sub-sistem politik

Menjalankan fungsi distribusi kekuasaan

dan monopoli penggunaan

legalized

power

.

Memaksimalkan potensi masyarakat utk

(37)

Fungsi Integrasi

Dijalankan oleh sub-sistem hukum

Dengan cara mempertahankan tata cara

dan keterpaduan antara komponen2 dlm

sistem yang berbeda pendapat,

pandangan dan kerangka moralitas,utk

mendorong solidaritas sosial.

Termasuk: perangkat hukum, kontrol

(38)

Fungsi lattent pattern maintenance

Dijalankan oleh sub-sistem budaya.

Berfungsi menangani pemeliharaan

nilai2 dan norma2 budaya yang berlaku,

demi kelestarian struktur masyarakat.

Termasuk: keluarga, agama dan

(39)

Referensi:

Singgih, Doddy S (2004) “Sistem Sosial”

dalam Narwoko, J. Dwi & B. Suyanto

(eds.) Sosiologi: Teks Pengantar dan

Terapan. Jakarta: Predana Media Group.

Parsons, Talcott (1951). The Social

(40)

Bab 2. Pendekatan Teoretis

UNTUK MEMAHAMI SISTEM SOSIAL DAN BUDAYA INDONESIA DIPERLUKAN PENGUASAAN TEORI. Karena fungsi teori

(41)

DUA PENDEKATAN TEORETIS YANG

UTAMA:

STRUKTURAL FUNGSIONAL

(42)

Teori STRUKTURAL FUNGSIONAL

Nama lain:

Integration Approach

Order Approach

Equilibrium Approach

(43)

TOKOH

 Plato

 Auguste Comte (organismic approach)  Herbert Spencer, Emile Durkheim,

Branislaw Malinowski, Redcliffe Brown (konsep Struktur dan Fungsi)

(44)

Teori Struktural-Fungsional

Asumsi Dasar:

 Masyarakat terintegrasi atas dasar kata sepakat para anggotanya

terhadap nilai dasar kemasyarakatan yang menjadi panutannya. Kesepakatan tersebut menjadi General Agreements yang

mempunyai kemampuan mengatasi perbedaan pendapat dan kepentingan para anggotanya.

 Masyarakat sebagai suatu sistem secara fungsional terintegrasi ke

(45)

 Masyarakat adalah suatu sistem dari bagian-bagian yang saling

berhubungan

 Hubungan dalam masyarakat bersifat ganda dan timbal-balik (saling

mempengaruhi)

 Secara fundamental, sistem sosial cenderung bergerak kearah

equilibrium dan bersifat dinamis.

 Disfungsi/ketegangan sosial/penyimpangan pada akhirnya akan

(46)

 Perubahan-perubahan dalam sistem sosial bersifat gradual melalui

penyesuaian. Bukan bersifat revolusioner.

 Perubahan terjadi melalui 3 macam kemungkinan:

1. Penyesuaian sistem sosial terhadap perubahan dari luar (extra

systemic change)

2. Pertumbuhan melalui proses diferensiasi struktural dan fungsional. 3. Penemuan baru oleh anggota masyarakat.

 Faktor terpenting dalam integrasi adalah konsensus (oleh karena itu

(47)

Norma Sosial

 Masyarakat sebagai suatu sistem sosial berjalan di atas standar penilaian

umum yang disepakati bersama. Yang terpenting di antaranya adalah Norma Sosial.

 Prosesnya: Krn setiap orang memegang norma yang sama (sbg tanggapan

atas situasi tertentu), maka tingkah laku mereka dapat membentuk struktur sosial tertentu.

 Equilibrium dari sebuah sistem sosial terpelihara oleh berbagai proses dan

mekanisme sosial.

 Dua mekanisme sosial utama adalah:

a. sosialisasi

(48)

Bentuk-bentuk Norma

Folkways

Mores

Hukum

(49)

Kritik

(David Lockwood)

 Terdapat SUB STRATUM yang berupa disposisi-disposisi yang

mengakibatkan timbulnya perbedaan “life chances” (kesempatan hidup) dan kepentingan-kepentingan yang tidak normatif.

 Terlalu menekankan anggapan dasarnya pada peranan

unsur-unsur normatif dari tingkah laku sosial (pengaturan secara normatif terhadap hasrat seseorang untuk menjamin stabilitas sosial).

 Dalam setiap situasi sosial terdapat 2 hal yaitu: Tata Tertib yang

(50)

GAMBARAN SITUASI SOSIAL MENURUT DAVID LOCKWOD

(51)

Kenyataan yang Diabaikan dalam Pendekatan Struktural Fungsional

1. Setiap struktur sosial mengandung konflik dan kontradiksi yang

bersifat internal dan menjadi penyebab perubahan.

2. Reaksi suatu sistem sosial terhadap perubahan yang datang

dari luar (extra systemic change) tidak selalu bersifat Adjustive/menyesuaikan.

3. Suatu sistem sosial dalam waktu yang panjang dapat

mengalami konflik sosial yang bersifat “vicious circle”.

4. Perubahan-perubahan sosial tidak selalu terjadi secara gradual

(52)

Diskusi Kelompok

 Identifikasikan konflik-konflik sosial yang

pernah terjadi dalam sejarah masyarakat Indonesia.

 Faktor-faktor utama apa saja yang

menjadi penyebab dari konflik2 tersebut?

 Strategi apakah yang dapat dilakukan

(53)

Teori Konflik Dialektika

Memandang bahwa perubahan sosial

tidak terjadi melalui proses

penyesuaian nilai-nilai yang

membawa perubahan, tetapi terjadi

akibat adanya konflik yang

(54)

Tokoh

Ralf Dahrendorf

Lewis Coser (Teori Konflik Sosial)

Randall Collins (“Konflik adalah proses

(55)

Perbandingan Dua Teori

Fungsionalisme Struktural Konflik

Masyarakat adalah statis Masyarakat tunduk pada proses perubahan

Menekankan keteraturan masyarakat Menekankan pertikaian dan konflik dalam sistem sosial

Setiap elemen masyarakat berperan

dalam menjaga stabilitas Berbagai elemen masyarakat menyumbang terhadap disintegrasi dan perubahan

Masyarakat teratur karena diikat oleh

norma, nilai dan moral Keteraturan adalah hasil pemaksaan oleh mereka yang memegang otoritas Kohesi tercipta oleh nilai bersama

(56)

ASUMSI DASAR

1. Perubahan Sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat

2. Konflik adalah gejala yang melekat pada setiap masyarakat

3. Setiap unsur didalam suatu masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya disintegrasi dan perubahan-perubahan sosial.

4. Setiap masyarakat terintegrasi diatas

(57)

Unsur-unsur yang bertentangan dalam

masyarakat atau

kontradiksi intern akibat pembagian

kewenangan/otoritas yang tidak merata dapat menyebabkan terjadinya

Perubahan Sosial.

(58)

Konflik bersifat melekat kepada masyarakat, namun dalam kenyataannya sistem dalam masyarakat tetap

bisa berjalan

Karena kepentingan-kepentingan anggota masyarakat sudah terwakili melalui mekanisme

(59)

ICA

Menurut Dahrendorf: Karena adanya ICA –

Imperatively Coordinated Association (Asosiasi Terkoordinasi secara Imperatif) yang mewakili

organisasi-organisasi yang berperan penting di dalam masyarakat.

Terbentuk atas hubungan-hubungan kekuasaan

antara beberapa kelompok pemeran kekuasaan yang ada dalam masyarakat

Kekuasaan menunjukkan adanya faktor “paksaan”

oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain.

(60)

Dalam ICA terdapat “the ruling” dan “the

ruled” (pemeran yang berkuasa dan pemeran yang dikuasai) yang berkuasa berusaha

mempertahankan status quo, yang dikuasai berusaha mendapatkan status quo.

Terdapat dikotomi antara dominator dan

sub-dominator (“dominated group” dengan “subjugated group”)

Kekuasaan dan otoritas merupakan sumber

(61)

DOMINATED

SUBJUGATED SUBJUGATED S

UBJUGATED SUBJUGATED SUBJUGATED

MENGUASAI DIKUASAI

(62)

Teori Konflik Dialektika lebih sesuai dengan Realitas Sosial

(63)

Pandangan Teori Konflik tentang

REALITAS SOSIAL

1. Sistem Sosial selalu berada dalam konflik yang terus menerus (continual

state of conflict)

2. Konflik tercipta karena kepentingan yang saling bertentangan dalam struktur

sosial

3. Kepentingan yang saling bertentangan merupakan refleksi dari perbedaan

dalam distribusi kekuasaan antar kelompok yang mendominasi dan terdominasi.

4. Kepentingan cenderung mempolarisasi kedalam dua kelompok kepentingan 5. Konflik bersifat dialektika (suatu konflik menciptakan suatu kepentingan yang

baru, yang dibawah kondisi tertentu akan menurunkan konflik yang berikutnya)

6. Perubahan sosial adalah ciri/karakter yang selalu berada dimanapun

(ubiquitous feature) dalam setiap sistem sosial dan akibat dari konflik.

7. Konflik dapat diatasi oleh kekuasaan yang dihimpun di dalam ICA.  ICA

(64)

Dalam tinjauan Konflik Dialektika, suatu kepentingan

bisa dinegoisasikan antar kelompok dalam ICA jika sudah menjadi kelompok kepentingan yang bersifat nyata

Sehingga,

bersatunya individu yang memiliki kepentingan yang

sama dalam sebuah kelompok yang terorganisir menjadi hal yang penting.

Kepentingan yang sama dari beberapa individu, jika tidak diorganisasi secara formal kedalam suatu

kelompok, merupakan kepentingan semu karena tidak ada yang bisa mewakili/mengatasnamakan pemilik

(65)

Prasyarat Kelompok Semu Terorganisir menjadi Prasyarat Kelompok Semu Terorganisir menjadi

Kelompok Kepentingan Kelompok Kepentingan

1. Kondisi teknis dari suatu organisasi (sejumlah orang yang mampu mengorganisasikan dan merumuskan kepentingan laten menjadi

kepentingan yang nampak)

2. Kondisi politis dari suatu organisasi (adanya kebebasan politik untuk berorganisasi yang diberikan oleh masyarakat)

3. Kondisi sosial bagi suatu organisasi (adanya sistem komunikasi yang memungkinkan para anggota dari suatu kelompok semu

(66)

Skematis proses kelompok semu menjadi kelompok kepentingan

KONDISI TEKNIS

KONDISI SOSIAL

KONDISI POLITIS KELOMPOK

(67)

Menurut penganut teori KONFLIK:

Konflik tidak bisa dilenyapkan, tetapi

hanya bisa dikendalikan,

Agar Konflik Laten tidak menjadi

Manifest/Nampak dalam bentuk

(68)

BENTUK PENGENDALIAN KONFLIK

KONSILIASI (CONCILIATION)

MEDIASI (MEDIATION)

(69)

KONSILIASI

(CONCILIATION)

Terwujud melalui Lembaga-Lembaga tertentu yang

memungkinkan tumbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan di antara pihak-pihak yang berkonflik.

Dilakukan dengan cara damai.

Lembaga-lembaga tersebut berfungsi efektif bila:

a.Bersifat otonom dengan wewenang untuk mengambil

keputusan tanpa campur tangan pihak lain.

b.Kedudukan lembaga tersebut dalam masyarakat bersifat

monopolistis (hanya lembaga tersebut yang berfungsi demikian.

c.Peran lembaga harus mampu mengikat kelompok

kepentingan yang berlawanan, termasuk keputusan-keputusan yang dihasilkan.

(70)

Agar konsiliasi dapat terjadi, kelompok-kelompok kepentingan yang berkonflik harus memenuhi tiga syarat berikut:

Masing-masing kelompok sadar sedang

berkonflik

Kelompok-kelompok yang berkonflik

terorganisir secara jelas.

Setiap kelompok yang berkonflik harus

(71)

MEDIASI

(MEDIATION)

Fihak yang berkonflik sepakat menunjuk fihak KETIGA untuk memberi

“nasehat-nasehat” penyelesaian konflik

(72)

PERWASITAN

(ARBITRATION)

Dilakukan/terjadi jika fihak yang

bersengketa bersepakat untuk menerima

atau “terpaksa” menerima hadirnya fihak

ketiga yang akan memberikan

(73)

Jika pengendalian konflik efektif maka:

KONFLIK AKAN MENJADI KEKUATAN

PENDORONG TERJADINYA

(74)

Referensi:

 Damsar & Indrayani (2009) Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta:

Penerbit Kencana (hal 49 – 59).

 Nasikun (1984). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: CV Rajawali.

 Ritzer, G & D.J. Goodman (2003). Teori Sosiologi Modern. Jakarta:

(75)

STRUKTUR MAJEMUK

MASYARAKAT INDONESIA

MASYARAKAT MAJEMUK MEMILIKI SUB STRUKTUR DENGAN CIRI YANG SANGAT BERAGAM SEHINGGA DISEBUT MAJEMUK

MASING-MASING SUB STRUKTUR

(76)

Diskusi Kelompok

1. Faktor-Faktor apakah yang menyebabkan

masyarakat Indonesia sangat beragam dari sisi: a. Suku Bangsa

b. Agama

c. Budaya Regional

2. Menurut anda, unsur apakah yang dapat disebut sebagai “ciri khas” masyarakat Indonesia?

(77)

PLURALITAS MASYARAKAT

PLURALITAS MASYARAKAT

INDONESIA DISEBABKAN OLEH:

INDONESIA DISEBABKAN OLEH:

KEADAAN GEOGRAFIS

LETAK INDONESIA ANTARA SAMODERA

INDONESIA DAN SAMODERA PASIFIK (pusat

lalu lintas perdagangan dan persebaran agama)

IKLIM YANG BERBEDA (berakibat plural

secara regional)

CURAH HUJAN DAN KESUBURAN TANAH YANG

BERBEDA (PLURALITAS LINGKUNGAN EKOLOGIS)

a) WETRICE CULTIVATION (pertanian sawah di Jawa dan

Bali)

(78)
(79)

Struktur Sosial:

Suatu susunan/konfigurasi dari beberapa

orang dengan kategori yang berbeda, tetapi terikat pada suatu tata hubungan kerja yang sama

Struktur sosial

Hubungan kerja

(80)

Jadi:

Dalam struktur sosial terdapat sistem

sosial

Dalam sistem sosial terdapat seperangkat

kegiatan bersama yang memperlihatkan hubungan timbal balik yang disebut

struktur

(81)

STRUKTUR SOSIAL memperlihatkan suatu

HUBUNGAN yang KONSTAN sebagai suatu kerangka

SISTEM, memberikan SIFAT dan DINAMIKA pada

STRUKTUR secara KESELURUHAN

STRUKTUR SOSIAL

(82)

INDONESIA adalah MASYARAKAT

MAJEMUK yang ditandai oleh 2 ciri

unik:

(83)

KONSEKWENSINYA adalah:

Dalam mengamati SISTEM SOSIAL

DAN BUDAYA serta REALITAS

MASYARAKAT INDONESIA diperlukan minimal penguasaan 2 teori, yaitu; KONFLIK DIALEKTIKA dan

STRUKTURAL FUNGSIONAL.

KONFLIK dan KONSENSUS adalah

(84)

MASYARAKAT MAJEMUK INDONESIA

adalah:

 SUATU MASYARAKAT MAJEMUK

(PLURAL SOCIETIES) yang

masyarakatnya terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup

(85)

CIRI MASY. MAJEMUK INDONESIA

Dalam KEHIDUPAN POLITIK,

tidak ada KEHENDAK BERSAMA

Dalam KEHIDUPAN EKONOMI,

tidak ada PERMINTAAN SOSIAL yang DIHAYATI BERSAMA oleh seluruh elemen MASYARAKAT

(86)

Tidak adanya PERMINTAAN SOSIAL yang dihayati bersama, menyebabkan

KARAKTER EKONOMI YANG BERBEDA. EKONOMI MAJEMUK  MASY. MAJEMUK

(87)

Akibatnya:

Anggota masyarakat kurang

memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai

KESELURUHAN, kurang memiliki HOMOGENITAS KEBUDAYAAN

dan kurang memiliki

(88)

KARAKTERISTIK MASYARAKAT

MAJEMUK (Pierre L. Van Den Berghe)

 Terjadi SEGMENTASI kedalam bentuk

KELOMPOK-KELOMPOK yang memiliki kebudayaan yang berbeda

 Memiliki STRUKTUR SOSIAL yang terbagi-bagi

ke dalam LEMBAGA-LEMBAGA yang NON KOMPLEMENTER

 Kurang mengembangkan KONSENSUS antar para

anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar

(89)

KARAKTERISTIK MASYARAKAT

MAJEMUK

(lanjutan)

 Secara relatif, INTEGRASI SOSIAL tumbuh diatas

PAKSAAN dan saling SALING

KETERGANTUNGAN DALAM BIDANG EKONOMI

 Adanya DOMINASI POLITIK oleh SUATU

KELOMPOK atas KELOMPOK YANG LAIN

KARAKTERISTIK MASYARAKAT MAJEMUK INI TIDAK BISA DIGOLONGKAN KE DALAM DUA

(90)

Masyarakat majemuk tidak dapat disamakan dengan masyarakat yang memiliki unit-unit kekerabatan

yang bersifat segmenter.

Masyarakat majemuk tidak dapat disamakan dengan masyarakat yang memiliki differensiasi atau

spesialisasi yang tinggi

(91)

MASYARAKAT YANG MEMILIKI UNIT KEKERABATAN YANG BERSIFAT SEGMENTER

Adalah:

Suatu masyarakat yang terbagi-bagi ke dalam berbagai kelompok berdasarkan garis

keturunan tunggal, tetapi memiliki struktur

(92)

MASYARAKAT YANG MEMILIKI

DIFERENSIASI/SPESIALISASI TINGGI

Adalah

Suatu masyarakat dengan tingkat differensiasi

(93)

Menurut Van den Berghe;

SOLIDARITAS MEKANIS DAN

SOLIDARITAS ORGANIS sulit di

tumbuhkan dalam MASYARAKAT

MAJEMUK

Karena

(94)

FAKTOR YANG MENGINTEGRASIKAN

MASYARAKAT MAJEMUK

Adanya KONSENSUS diantara sebagian

besar anggota masyarakat terhadap

NILAI-NILAI KEMASYARAKATAN yang bersifat

fundamental

Adanya berbagai masyarakat yang berasal

dari BERBAGAI KESATUAN SOSIAL

(95)

Cross cutting affiliations and cross

cutting loyalities

KESATUAN SOSIAL

(96)

KEMUNGKINAN YANG TERJADI

PADA MASYARAKAT MAJEMUK

minimal ada 2 (dua) tingkatan konflik yang

mungkin terjadi;

(97)

KONFLIK BERSIFAT IDEOLOGIS

Terwujud dalam bentuk konflik antara

SISTEM NILAI yang DIANUT OLEH serta

menjadi IDEOLOGI dari BERBAGAI

(98)

KONFLIK BERSIFAT POLITIS

Terjadi dalam bentuk PERTENTANGAN di

dalam PEMBAGIAN STATUS

(99)

Dalam situasi “KONFLIK”, masyarakat yang

berselisih berusaha MENGABAIKAN DIRI

dengan MEMPERKOKOH SOLIDARITAS

ANGGOTA, MEMBENTUK ORGANISASI

KEMASYARAKATAN untuk

(100)

Faktor tersebut DIPERKUAT oleh ADANYA

PAKSAAN dari SUATU KELOMPOK atau

KESATUAN SOSIAL yang DOMINAN atas

KELOMPOK yang LAIN

(101)

SUATU INTEGRASI SOSIAL YANG TANGGUH DAPAT BERKEMBANG APABILA

 SEBAGIAN BESAR ANGGOTA MASYARAKAT

BANGSA BERSEPAKAT TENTANG

BATAS-BATAS TERITORIAL DARI NEGARA SEBAGAI SUATU KEHIDUPAN POLITIK

 SEBAGIAN BESAR ANGGOTA MASYARAKAT

BERSEPAKAT MENGENAI STRUKTUR

PEMERINTAHAN DAN ATURAN-ATURAN DALAM PROSES POLITIK YANG BERLAKU BAGI SELURUH MASYARAKAT (William

(102)

KONSEP STATUS DAN PERANAN UNTUK MELIHAT HUBUNGAN INDIVIDU DENGAN

SISTEM SOSIAL

STATUS adalah suatu posisi dalam struktur

sosial yang menentukan dimana seseorang menempatkan dirinya dalam suatu komunitas dan bagaimana ia diharapkan bersikap dan berhubungan dengan orang lain.

PERANAN adalah pola perilaku yang

diharapka dari seseorang yang mempunyai status atau posisi tertentu dalam suatu

(103)

Dalam suatu SISTEM SOSIAL, individu menduduki suatu tempat (status) dan bertindak (berperan) sesuai dengan

(104)

DIFERENSIASI SOSIAL

Kalau kita memperhatikan masyarakat di sekitar kita, ada

banyak sekali perbedaan-perbedaan yang kita jumpai. Perbedaan-perbedaan itu antara lain dalam agama, ras,

etnis, clan (klen), pekerjaan, budaya, maupun jenis kelamin.

Perbedaan-perbedaan itu tidak dapat diklasifikasikan secara

bertingkat/vertikal seperti halnya pada tingkatan dalam lapisan ekonomi, yaitu lapisan tinggi, lapisan menengah dan lapisan rendah.

Perbedaan itu hanya secara horisontal. Perbedaan seperti ini

(105)

DIFERENSIASI SOSIAL

Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap

perbedaan-perbedaan yang biasanya sama.

Pengertian sama disini menunjukkan pada penggolongan

atau klasifikasi masyarakat secara horisontal, mendatar, atau sejajar. Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya.

Pengelompokan horisontal yang didasarkan pada

perbedaan ras, etnis (suku bangsa), klen dan agama disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan

(106)

DIFERENSIASI SOSIAL

Bagan:

Kemajemukan sosial, ras, etnis dan agama Heterogenitas sosial

profesi (pekerjaan), gender

(107)

Ciri-ciri yang Mendasari

Diferensiasi Sosial

Ciri Fisik. Diferensiasi ini terjadi karena

perbedaan ciri-ciri tertentu. Misalnya : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dsb.

Ciri Sosia. Muncul karena perbedaan pekerjaan

yang menimbulkan cara pandang dan pola

perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk didalam kategori ini adalah perbedaan peranan, prestise dan kekuasaan. Contohnya : pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang

(108)

Ciri-ciri yang Mendasari

Diferensiasi Sosial

Ciri Budaya. Berhubungan erat dengan pandangan

hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan dan ketangguhan (etos). Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu

(109)

Bentuk­bentuk Diferensiasi 

Sosial

Diferensiasi Ras. Ras adalah suatu kelompok manusia yang

memiliki ciri-ciri fisik bawan yang sama. Diferensiasi ras berarti pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri- ciri fisiknya, bukan budayanya.

Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis). Menurut Hassan

Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan

rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras.

Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang

(110)

Diferensiasi Klen (Clan)

Klen (Clan) sering juga disebut kerabat luas atau

keluarga besar. Klen merupakan kesatuan

keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen

adalah sistem sosial yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi pada masyarakat unilateral baik melalui garis ayah

(111)
(112)

Diferensiasi Agama

Diferensiasi agama merupakan pengelompokan masyarakat

berdasarkan agama/kepercayaannya. Komponen-komponen Agama:

Emosi keagamaan, yaitu suatu sikap yang tidak rasional yang mampu menggetarkan jiwa, misalnya sikap takut bercampur percaya.

Sistem keyakinan, terwujud dalam bentuk pikiran/gagasan manusia seperti keyakinan akan sifat-sifat Tuhan, wujud alam gaib, kosmologi, masa akhirat, cincin sakti, roh nenek moyang, dewa-dewa, dan

sebagainya.

Upacara keagamaan, yang berupa bentuk ibadah kepada Tuhan, Dewa-dewa dan Roh Nenek Moyang.

Tempat ibadah, seperti Mesjid, Gereja, Pura, Wihara, Kuil, Klenteng.

(113)

Diferensiasi Agama (lanjutan)

Agama dan Masyarakat. Dalam perkembangannya

agama mempengaruhi masyarakat dan demikian juga masyarakat mempengaruhi agama atau terjadi interaksi yang dinamis. Di Indonesia, kita mengenal agama Islam, Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Disamping itu

(114)

Diferensiasi Profesi (pekerjaan)

Diferensiasi profesi merupakan pengelompokan masyarakat

yang didasarkan pada jenis pekerjaan atau profesinya.

Profesi biasanya berkaitan dengan suatu ketrampilan khusus.

Misalnya profesi dosen memerlukan ketrampilan khusus, seperti : pandai berbicara, suka membimbing, sabar, dsb.

Berdasarkan perbedaan profesi kita mengenal kelompok

masyarakat berprofesi seperti guru, dokter, pedagang, buruh, pegawai negeri, tentara, dan sebagainya.

Perbedaan profesi biasanya juga akan berpengaruh pada

perilaku sosialnya. Contohnya, perilaku seorang guru akan berbeda dengan seorang dokter ketika keduanya

(115)

Diferensiasi Jenis Kelamin

Jenis kelamin merupakan kategori dalam

masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis).

Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari

struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya.

Atas dasar itu, terdapat kelompok masyarakat

(116)
(117)

Diferensiasi Partai

 Demi menampung aspirasi masyarakat untuk 

turut serta mengatur negara/ berkuasa, maka  bermunculan banyak sekali partai. 

 Diferensiasi partai adalah perbedaan 

(118)

Referensi:

Nasikun (1984). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: CV Rajawali. Khusus Bab 3.

(119)

Integrasi Nasional Dan

(120)

Diskusi Kelompok

:

Apakah ada ciri-ciri khas masyarakat Indonesia

secara umum? Kalau ada, ciri-ciri apakah itu?

Apakah perbedaan antara: prinsip Tolong-menolong,

Gotong Royong, dan Kekeluargaan ?

Apakah bentuk gotong royong dan tolong menolong

di daerah Anda masing2 ?

Apakah nilai2 tersebut masih kuat atau memudar?

(121)

Pentingnya Integrasi Nasional

Adanya fakta tentang kemajemukan masy. Indonesia

(122)

Masalah yg mengancam integrasi

 Kesenjangan pembangunan ekonomi  Masalah Timor Timur, Aceh dan Papua  Konflik Suku dan Agama

Pemekaran Wilayah Administratif dalam

(123)

5 Pengertian Integrasi nasional :

(Mynon Weiner)

1. Proses penyatuan kelompok2 yang berbeda secara sosial dan kultural ke dalam satu

kesatuan teritorial tunggal dgn satu identitas nasional.

2. Pembentukan kekuasaan pusat yang

menyatukan unit2 politik di bawahnya, tanpa peduli apakah unit2 politik tersebut

(124)

(lanjutan)

3. Penyatuan antara Pemerintah dan yang

diperintah. Ini mengacu pada konsep negara integralistik, di mana Pemerintah mempunyai genggaman yang sangat kuat atas warganya (contoh: Indon di zaman Suharto).

4. Kesepakatan tentang nilai2 kultural minimum yg diperlukan bagi menjaga satu tatanan

(125)

(lanjutan)

5. Perilaku yang integratif: kekompakan anggota2 suatu masyarakat dalam

(126)

Nilai Dasar Integrasi Nasional

Indonesia

Pancasila: lima nilai dasar yang menjadi

pengikat dan sekaligus acuan bagi kesatuan bangsa dan masy Indonesia

Gotong Royong: merupakan nilai paling

dasar. Pancasila dianggap sebagai

(127)

Ir. Soekarno

Jika saya peras yang lima menjadi tiga dan tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu

perkataan “gotong royong”. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong

(128)

Prof. Soepomo

Dalam suasana persatuan antara rakyat dan

pemimpinnya, antara golongan-golongan rakyat satu sama lain, segala golongan

(129)

Gotong Royong sbg Nilai Dasar Integrasi

Nasional Indonesia

Pengertian Gotong Royong menurut Prof. Koentjaraningrat:

Konsep GR berhubungan erat dgn kehidupan masy Indonesia yg agraris.

sistem pengerahan tenaga tambahan dari

luar keluarga untuk mengisi kekurangan tenaga dlm masa sibuk dlm lingkaran

(130)
(131)
(132)

Perbedaan Gotong Royong dan Tolong

Menolong

Gotong Royong Tolong Menolong

Kerja sama utk suatu proyek/ kepentingan bersama

Kerja sama utk proyek/ kepentingan seorang individu/keluarga

Tidak ada prinsip reciprocity Berdasarkan atas prinsip reciprocity

Kecurangan terjadi bila seseorang tidak

berpartisipasi

Kecurangan terjadi bila

(133)

Dasar perbedaan

:

 Kerja untuk kepentingan siapa ?

Asas timbal balik

(134)

Mana yang lebih tua ?

Gotong royong baru mulai ada sejak manusia

mulai dapat mengorganisasikan diri dalam kelompok

Tolong menolong sudah ada sejak manusia

(135)

Gotong Royong dan Tolong Menolong

dalam Masy Indonesia

Gotong royong itu ada dalam semua suku

dalam masy Indonesia, hanya nama dan mekanismenya yang berbeda2.

Semangat tolong menolong secara historis

adalah semangat yg dimiliki oleh semua masy Indonesia, bahkan dalam arti negatif sekalipun

 Namun, dua nilai itu sekarang ini cenderung

(136)

Asas Kekeluargaan

Ir Soekarno:

- Kekeluargaan: paham yg statis

- Gotong royong: usaha dinamis, pekerjaan

UUD 1945, pasal 33, ayat 1:

“Perekonomian disusun sebagai suatu usaha bersama berdasarkan atas asas

(137)

Asas Kekeluargaan : demokrasi

ekonomi ?

 Produksi dikerjakan oleh semua  Untuk semua

Di bawah pimpinan atau kepemilikan anggota

masyarakat.

(138)

Referensi:

Marzali, Amri (2007). Antropologi dan

Pembangunan Indonesia. Yakarta: Kencana Prenada Media Group.

(139)

Dasar- Dasar llmu Politik dan Sistem Politik Indonesia

Referensi:

Budiardjo, M. 2012, Ed.Revisi. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Marijan, K. 2011. Sistem Politik Indonesia: Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru. Jakarta: Prenada Media Group

(140)

Definisi Ilmu Politik

 Secara Umum : Politik adalah bermacam-macam kegiatan

dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.

Pengambilan Keputusan (decisionmaking) mengenai apakah

(141)

Hal yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu adalah

a. Kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut :

- pengaturan (allocation) dan Alokasi sumber-sumber - pembagian (distribution) sumber dan resources yang ada b. Kekuasaan (power)

(142)

Konsep-Konsep Dasar Ilmu Politik

Negara (state)

Kekuasaan (power)

Pengambilan Keputusan (decisionmaking)

Kebijakan umum (public policy)

(143)

Penekanan pada Negara

Roger F. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961): Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan

lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antara negara dengan warganegaranya serta dengan negara-negara lain

(144)

Penekanan Pada Kekuasaan

Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. Politik adalah semua kegiatan yang

menyangkut masalah merebutkan dan mempertahankan kekuasaan… biasanya dianggap bahwa perjuangan kekuasaan (power struggle) ini mempunyai tujuan yang menyangkut kepentingan seluruh masyarakat Harold D. Laswell dan A. Kaplan Dalam Power and Society: “ilmu politik

mempelajari kekuasaan dalam masyarakat,..yaitu sifat hakiki, dasar, prose-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil. Fokus perhatian seorang sarjana ilmu politik tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau

mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau

(145)

Penekanan pada

Pengambilan Keputusan

Keputusan adalah membuat pilihan diantara beberapa alternatif, sedang istilah pengambilan keputusan

(decisionmaking) menunjuk pada proses yang terjadi

(146)

Penekanan Pada Kebijakan Umum

Kebijakan (policy) adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Pada prinsipnya pihak yang membuat kebijakan itu mempunyai kekuasaan untuk melaksanakannya.

Hoogerwerf : Objek dari ilmu politik adalah kebijakan

pemerintah, proses terbentuknya, serta akibat-akibatnya.

(147)

Penekanan Pada Pembagian

(

Distribution)

Pembagian (distribution) dan alokasi (allocation) adalah

pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam

masyarakat secara mengikat. Asumsinya adalah pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. Politik adalah “masalah siapa mendapat apa, kapan dan

(148)

Politik : usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk

membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama.

Politik : segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan

negara dan pemerintahan.

Politik sebagai segala kegiatan yang diarahkan untuk

mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam masyarakat.

Politik sebagai kegiatan yang berkaitan dengan perumusan

dan pelaksanaan kebijakan umum.

Politik sebagai konflik dalam rangka mencari dan/atau

(149)

ASUMSI-ASUMSI POLITIK

Setiap masyarakat menghadapi kelangkaan dan

keterbatasan sumber-sumber sehingga konflik timbul dalam proses penentuan distribusi.

Kelompok yang dominan dalam masyarakat ikut

serta dalam proses pendistribusian dan

pengalokasian sumber-sumber melalui keputusan politik sebagai upaya menegakkan pelaksanaan keputusan politik.

Pemerintah mengalokasikan sumber-sumber yang

langka pada beberapa kelompok atau individu, tetapi mengurangi atau tak mengalokasikan

(150)

Lanjut...

Ada tekanan terus-menerus dari

pihak-pihak yang merasa tidak puas untuk mengalokasikan sumber-sumber yang langka.

Meluasnya tekanan-tekanan

mengakibatkan kelompok atau individu yang mendapatkan keuntungan dari pola distribusi berupaya keras untuk

(151)

Masih lanjut...

 Makin mampu penguasa meyakinkan

masyarakat umum bahwa sistem politik yang ada memiliki keabsahan (legitimasi) maka makin mantap kedudukan penguasa dan kelompok yang diuntungkan dalam

perjuangan mereka menghadapi golongan yang menghendaki perubahan.

Politik tetapi merupakan the art of the

possible, banyak kebijakan ideal yang

(152)

Lanjut lagi...

Dalam politik tidak ada yang serba gratis.

Setiap usul kegiatan untuk memecahkan masalah selalu mengandung unsur

untung-rugi.

Peranan penting yang dimainkan manusia

dalam proses politik. Konflik untuk

(153)

Konsep-Konsep Dasar

Masyarakat (sudah dibicarakan)  Negara

(154)

Pengertian Negara

 Roger H. Soltau: agen atau kewenangan yang

mengatur/mengendalikan persoalan2 bersama atas nama masyarakat.

 Harold J Laski: masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai

wewenang yang bersifat memaksa dan yan secara sah lebih berkuasa dari pada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari

masyarakat.

 Max Weber: masyarakat yang mempunyai monopoli dalam

penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah

Robert M. Maclver: asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di

(155)

Sifat-Sifat Negara

 Sifat memaksa: kekuasaan untuk menggunakan

kekerasan fisik secara legal demi penertiban masyarakat dan ketaatan kepada hukum.

 Sifat Monopoli: hak eksklusif untuk menentukan tujuan

bersama dari masyarakat.

 Sifat mencakup semua: memberlakukan ketetapan2

(156)

Unsur-Unsur Negara

1. Wilayah: tempat dengan batas-batas yang ditetapkan.

Termasuk wilayah darat, laut dan udara.

2. Penduduk: warganegara dan orang asing yang

berdiam/bekerja di wilayah negara bersangkutan.

3. Pemerintah: organisasi yang menjalankan negara

4. Kedaulatan: kekuasaan tertinggi untuk membuat

(157)

Tujuan dan Fungsi Negara

Melaksanakan ketertiban umum

 Mengusahakan kesejahteraan dan

kemakmuran rakyatnya

Pertahanan

(158)

DEMOKRASI

 Apa yang dimaksudkan dengan Demokrasi?  Mengapa Demokrasi dianggap sebagai bentuk

penyelenggaraan negara yang paling ideal?

Lembaga politik apa aja yang diperlukan dalam Demokrasi

skala besar seperti Indonesia?

 Apakah persyaratan pokok untuk berlangsungnya

demokrasi yang ideal?

 Apakah organisasi dan praktek ketatanegaraan di

(159)

Pengertian Demokrasi

 Asal kata: demos = rakyat, kratos/kratein = kekuasaan/berkuasa.

Jadi: government by the people, rakyat berkuasa/kekuasaan oleh rakyat.

 Demokrasi: Suatu sistem penyelenggaraan negara berdasarkan

kedaulatan rakyat.

 Robert Dahl: Suatu negara/organisasi dapat disebut menjalankan

demokrasi, kalau memenuhi lima standar: 1. Partisipasi yg efektif

2. Persamaan dalam memberikan suara 3. Pemahaman yang cerah

4. Pengawasan agenda

(160)

Keunggulan Demokrasi

 Menghindari Tirani: menolong mencegah tumbuhnya pemerintahan oleh

kaum otokrat yang kejam dan licik.

 Menjamin bagi warganegaranya sejumlah hak asasi yang tidak atau

tidak dapat diberikan oleh sistem-sistem yang tidak demokratis.

 Menjamin kebebasan pribadi yang lebih luas bagi warganegaranya.  Membantu orang-orang melindungi kepentingan kepentingan pokok

mereka

Memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi orang-orang untuk

menggunakan kebebasan menentukan nasibnya sendiri, termasuk untuk hidup di bawah hukum yang mereka pilih sendiri.

 Memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk menjalankan

(161)

Keunggulan Demokrasi

 Membantu perkembangan manusia lebih total dari pada aternatif

lain yang memungkinkan.

 Membantu perkembangan kadar persamaan politik yang relatif

tinggi

(162)

Nilai-Nilai Dasar Demokrasi

1. Menyelesakan perselisihan secara damai dan

melembaga.

2. Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai

dalam suatu masyarakat yang sedang berubah.

3. Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur 4. Membatasi pemakaian kekerasan sampai titik terendah 5. Mengakui serta menganggap wajar adanya

keanekaragaman

(163)

Lembaga-Lembaga yang

dibutuhkan

1. Para pejabat yang dipilih – Pemerintahan yang bertanggungjawab 2. Pemilihan Umum yang bebas, adil dan berkala, sehingga

menghasilkan DPR yang mewakili kepentingan semua golongan dalam masyarakat.

3. Kebebasan berpendapat dan berorganisasi

4. Sumber informasi alternatif – Pers dan media massa yang bebas 5. Otonomi asosiasional

6. Hak kewarganegaraan yang inklusif (mencakup semuanya). 7. Sistem peradilan yang bebas dan independen

(164)

Kondisi-kondisi yang Penting dan

Mendukung

Penting :

1. Pengawasan Militer dan Kepolisian oleh Pejabat-Pejabat yang terpilih

2. Keyakinan Demokrasi dan Kebudayaan Politik

3. Tidak ada kontrol asing yang memusuhi demokrasi

Mendukung :

1. Masyarakat dan Ekonomi Pasar yang modern

2. Pluralisme sub-kultural yang lemah – Konflik budaya lemah atau sama sekali tidak ada.

(165)

Periodisasi Demokrasi Politik

Indonesia

Masa RI I (1945-1959): Demokrasi konstitusional Masa RI II (1959-1965): Demokrasi Terpimpin

(166)

Problematika Politik Indonesia

Masa Reformasi

 Problem Kelembagaan: persaingan DPR vs Presiden (dan

lembaga2 lain), Peran partai politik, sistem Pemilu.

 Budaya Politik Pemilih dan Partisipasi Publik

Desentralisasi, Otonomi Daerah, dan DemokratisasiReformasi Birokrasi

 Militer dan Politik

Relasi Bisnis dan Politik

Media Massa dan Demokratisasi  Agama dan Politik

 Gender dan Politik

(167)

Sistem Politik Indonesia

Landasan Teori: Sistem Politik menurut David

Easton, dapat dilihat dalam:

“Empirical conceptualization: An Approach to the Analysis of Political System”,

terjemahannya, tahun 1979, dengan judul: Analisis Sistem Politik.

“Sistem politik dilihat sebagai sebuah sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling

(168)

Hakekat Politik

Sistem yang melaksanakan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk meraih tujuan-tujuan

(169)
(170)

Fungsi Politik

Sosialisasi: membangun sikap dan kesadaran

masyarakat

Rekrutmen: seleksi anggota masyarakat

untuk menjalankan fungsi2 utama spt: pemerintahan, organisasi, dll.

 Komunikasi: mengalirkan informasi dari dan

(171)

Struktur Politik

Formal: Trias Politica

- Pemerintahan dan Birokrasi - Lembaga Perwakilan

- Lembaga Peradilan

Informal:

- Partai Politik: mengorganisasikan partisipasi politik dan menjalankan 4 fungsi (sosialisasi, komunikasi, rekrutmen, dan pengatur konflik)

(172)

Sistem Politik di Indonesia

Menurut sejarahnya, ada tiga periode utama dalam sistem politik Indonesia:

1. Zaman Soekarno (Orde Lama) 2. Zaman Soeharto (Orde Baru)

(173)

Terbentuknya kelompok kepentingan

dalam masyarakat Indonesia

 Pluralitas masyarakat yg menghasilkan pola

hubungan yang berbeda2.

Kelompok semu berubah menjadi kelompok

kepentingan

(174)

Penggolongan Masy Indonesia berdasarkan

Perbedaan Suku-Bangsa, Agama, Daerah dan Sistem Pelapisan Sosial

(W.Cilik) Desa(Priyayi) Kota(W.Cilik) Desa(Priyayi) Kota(W.Cilik) Desa(Priyayi)

Jawa 1 2 3 4 5 6

Non

(175)

Analisis Partai Zaman Orde Lama

Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin

Indonesia)

PNI (Partai Nasional Indonesia)PKI (Partai Komunis Indonesia)PSI (Partai Sosialis Indonesia)

Partai Katolik dan Partai Kristen Indonesia

(176)

Partai Masyumi

Gabungan kelompok2 Islam, terutama

Muhamadiyah dan Nadhatul Ulama (NU)

Terdapat persaingan antara Muhamadiyah yg

islam modern (perkotaan), dengan NU yang islam tradisional (pedesaan)

 Dominasi para pemimpin Muhamadiyah, NU

(177)

PNI (Partai Nasional Indonesia)

Mendapat dukungan paling kuat dari

golongan elit birokrasi, yg kebanyakan dari kelompok elit tradisional Jawa yg

berpendidikan.

Namun, dgn ideologi Marhaen dan figur

Soekarno, berhasil memperoleh dukungan luas kalangan masy pedesaan yg sederhana

(178)

PKI (Partai Komunis Indonesia)

Banyak pendukung dari kalangan Islam

non-santri di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur

Basis massa yang sangat kuat dari lapisan

bawah

 Banyak pemimpinnya juga dari kalangan

(179)

PSI (Partai Sosialis Indonesia)

 Dari kalangan elit, berhaluan sosialis

 Kurang mendapat dukungan dari kalangan

(180)

Partai Katolik dan Parkindo

Berkembang di kalangan katolik dan kristen

protestan

Wilayah dominan Kristen seperti Sulawesi

Utara, NTT dan Maluku

Juga ada pendukungnya di daerah2

(181)

Sumber Konflik antar Partai

Konflik antar kelompok sosial-kultural berdasarkan

perbedaan suku, agama, daerah, dan stratifikasi sosial.

Herbert Feith: konflik ideologis yang bersumber pada

(182)

Referensi:

(183)

Tugas Kelompok

Buatlah analisis partai2 Zaman Orba dan

Reformasi:

1. Apakah nama partai-partai utama ? 2. Dari segmen masyarakat manakah

pendukung utama dari masing2 partai tsb? 3. Secara internal, kelompok2 mana yang

bersaing dalam masing2 partai?

(184)

Sistem Ekonomi Indonesia

Landasan Teori

 Sistem Ekonomi Indonesia dari masa ke

masa

Realitas Masyarakat Indonesia

(185)

Dua aliran utama dlm Sistem Ekonomi

Aliran Liberal – Kapitalis, dengan

asumsi-asumsi dasar, antara lain:

a. Mekanisme ekonomi harus diserahkan pada “pasar bebas”

b. Modal menjadi kekuatan dasar ekonomi c. Negara tidak boleh intervensi dalam

(186)

Aliran Sosialis – Kerakyatan, dengan

asumsi-asumsi dasar, antara lain:

a. “Pasar” harus diatur oleh regulasi-regulasi yang ketat.

b. Modal diatur dan dimiliki bersama, tidak boleh dikuasai orang perorangan.

(187)

Paradigma Kemiskinan

Paradigma Neo-liberal:

* Kemiskinan merupakan persoalan individual yang disebabkan oleh kelemahan2 dan/atau pilihan individu2 yang bersangkutan. Kemiskinan akan hilang dengan sendirinya kalau kekuatan pasar diperluas sebesar-besarnya dan dipacu setinggi-tingginya.

(188)

Paradigma Sosial-Demokrat

* Kemiskinan bukanlah persoalan individual, melainkan structural. Kemiskinan disebabkan oleh adanya ketidakadilan dan ketimpangan dalam masyarakat sebagai akibat tersumbatnya akses kelompok tertentu terhadap berbagai sumber produktivitas kemasyarakatan. Karena itu, strategi penanggulangan kemiskinan harus bersifat institusional, agar semua orang mempunyai akses yang merata kepada sumber-sumber daya yang tersedia.

(189)

Teori Modernisasi

Sejak tahun 1950-an

Berakar pada teori Emile Durkheim dan Max WeberInti Teori: Perubahan atau transformasi dari

masyarakat primitif/tradisional menjadi masyarakat modern. Keberhasilan pembangunan dan

perkembangan social-ekonomi suatu Negara

bergantung dari proses peralihan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern

Implikasi pada Strategi Pembangunan: Strategi

(190)

Lima tahap Pertumbuhan Ekonomi

menurut W.W. Rostow

 Masyarakat Tradisional  Persiapan Take Off

Take Off

Menuju Kedewasaan  Era Konsumsi Massal

Gambar

Gambar SISTEM

Referensi

Dokumen terkait

ILMU EKONOMI ILMU SEJARAH PSIKOLOGI SOSIAL ILMU POLITIK PSIKOLOGI SOSIAL GEOGRAFI ILMU HUKUM ETIKA SOSIOLOGI ILMU POLITIK ANTROPOLOGI BUDAYA SOSIOLOGI...

Mata kuliah ini dirancang agar mahasiswa mampu memahami karakter dan dinamika masyarakat, struktur sosial dan proses sosial masyarakat indonesia serta masalah-masalah yang

 Perubahan dan kesinambungan (geografis, politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) masyarakat Indonesia pada masa demokrasi liberal dan demokrasi terpimpindalam

Dalam catatan sejarah positivisasi hukum Islam di Indonesia, fatwa ekonomi DSN-MUI adalah satu-satunya fatwa MUI yang direspon baik oleh sistem perekonomian di Indonesia,

Hukum dan sistem politik mengkaji sistem politik Indonesia dikaji dari hubungan sistem politik yang ada di masing-masing komponen supra dan infra struktur.Mata

Sub Tema : Menganalisis Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dan Maknanya Bagi Kehidupan Sosial, Budaya, Ekonomi, Politik Dan Pendidikan Bangsa Indonesia Pembelajaran ke :

→ Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi Perubahan dan kesinambungan (geografis, politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) masyarakat Indonesia pada masa awal

"Dimensi politik hukum dalam perkembangan ekonomi Islam di Indonesia", IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 2015 Publication Muhammad Kasim.. "STRATEGI POLITIK HUKUM