PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGAMBANGKAN SARANA PRASARANA KAWASAN DESA WISTA BOROBUDUR
Deasy Mulya Sari
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof Sudarto SH Tembalang Semarang 50131
ABSTRAK
Kawasan desa wisata Borobudur termasuk kedalam wisata heritage diamana di dalamnya terdapat peninggalan budaya bersejarah yaitu candi borobudur yang merupakan candi terbesar di Indonesia. Dengan adanya wisata borobudur ini masyarakat setempat di Kecamatan Borobudur menanfaatkannya sebagai sumber perekonomian, diantaranya adalah dengan menjual berbagai souvenir khas borobudur. Untuk tetap menarik perhatian tourist yang datang ke borobudur, masyarakat borobudur mulai mengembangkan wisata borobur tidak hanya sebatas pada batu candi peninggalan budaya melainkan turut serta mengembangkan seluruh potensi yang ada di wilayah kecamatan borobudur, oleh karena itu mulai bermunculan juga wisata-wisata lain di sekitar borobudur. Namun sayangnya permasalahan yang timbul adalah bahwa adanya pengambangan kawasan wisata tersebut tidak berbarengi dengan pengembangan sarana dan prasarana desa yang justru tidak diperhatikan oleh warga setempat. Sarana dan prasarana yang tersedia di desa borobudur masih kurang memadai. Oleh karena pada penelitian ini penulis melakukan mengidentifikasi mengenai sarana prasarana yang terdapat di permukiman warga setempat dengan tujuan mengetahui sejauh mana partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sarana prasarana desa. Dalam karya tulis ini metode penulisan yang digunakan adalah studi literatur dan kajian pustaka. Berdasarkan hasil yang diperoleh, penulis dapat menyimpulkan bahwa masyarakat di kawasan Desa Borobudur ini sudah berhasil berpartisipasi dalam membentuk, membangun, dan mengembangan kawasan wisata Borobudur dengan hadirnya tempat-tempat wisata lainnya yang dibangun oleh masyarat sekitar. Namun sayangnya pengembangan kawasan ini tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas dan juga sarana prasarana yang berguna bagi permukiman warga sendiri. Padahal fasilitas, sarana serta prasarana tersebut dapat lebih membangun desa dan juga membuat permukiman tersebut menjadi lebih baik.
Kata kunci: Desa Wisata Borobudur, sarana, prasaran
Pengertian Wisata
Menurut undang – undang pemerintah nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan menjelaskan pengertian dari wisata adalah perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang
ISSN : 0853-2877 MODUL Vol.15 No.2 Juli Desember 2015
134
Indonesia Wisata (2008) adalah bepergian bersama-sama untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dsb. Wisata juga bisa diartikan sebagai piknik.
Pengertian potensi wisata menurut Yoeti (1983) adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan wisata, dan merupakan daya tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ke tempat tersebut. Sukardi (1998), juga mengungkapkan pengertian yang sama mengenai potensi wisata, sebagai segala yang dimiliki oleh suatu daya tarik wisata dan berguna untuk mengembangkan industri pariwisata di daerah tersebut.
Jadi wisata dapat diartikan tujuan bagi seseorang untuk menjungi sesuatu yang mempunya daya tarik baik berupa tempat benda atau alam yang bertujuan memberikan rekresai bagi diri seseorang, atau di Indonesia lebih dikenal dengan kata piknik yang biasa dilakukan bersama keluarga ataupun kerabat dekat.
Wisata dapat dibedakan berdasarkan jenis dan potensi, potensi wisata dibedakan menjadi 3 diantaranya yaitu :
1. Potensi Alam
Yang dimaksud dengan potensi alam adalah keadaan dan jenis flora dan fauna suatu daerah, bentang alam suatu daerah, misalnya pantai, hutan, dll (keadaan fisik suatu daerah). Kelebihan dan keunikan yang dimiliki oleh alam jika dikembangkan dengan memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya niscaya akan menarik wisatawan untuk berkunjung ke obyek tersebut.
2. Potensi Kebudayaan
yang dimaksud dengan potensi budaya adalah semua hasil cipta, rasa dan karsa manusia baik berupa adat istiadat, kerajinan tangan, kesenian, peninggalan bersejarah nenek moyang berupa bangunan, monument, dll.
3. Potensi Manusia
Manusia juga memiliki potensi yang dapat digunakan sebagai daya tarik wisata, lewat pementasan tarian/ pertunjukan dan pementasan seni budaya suatu daerah.
Kawasan Wisata
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian kawasan adalah daerah tertentu yg mempunyai ciri tertentu, spt tempat tinggal, pertokoan, industri, sedangkan wisata adalah diartikan tujuan bagi seseorang untuk menjungi sesuatu yang mempunya daya tarik baik berupa tempat benda atau alam yang bertujuan memberikan rekresai bagi diri seseorang, jadi pengertian dari kawasan wisata adalah suatu daerah tertentu yang dikhususkan sebagai wilah wisata.
Kawasan pariwisata menurut Undang-Undang No.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.
Partisipasi Mastarakat Dalam Desa Pariwisata
menguntungkan masyarakat setempat, (3) berskala kecil untuk memudahkan terjalinnya hubungan timbal balik dengan masyarakat setempat, (4) melibatkan masyarakat setempat, (5) menerapkan pengembangan produk wisata pedesaan, dan beberapa kriteria yang mendasarinya seperti antara lain:
1. Penyediaan fasilitas dan prasarana yang dimiliki masyarakat lokal yang biasanya mendorong peran serta masyarakat.
2. Mendorong peningkatan pendapatan dari sektor pertanian dan kegiatan ekonomi tradisional lainnya.
3. Penduduk setempat memiliki peranan yang efektif dalam proses pembuatan keputusan tentang bentuk pariwisata yang memanfaatkan kawasan lingkungan dan
penduduk setempat memperoleh
pembagian pendapatan yang pantas dari kegiatan pariwisata.
4. Mendorong perkembangan
kewirausahaan masyarakat setempat. Dengan demikian dalam suatu desa wisata tidak dapat dipisahkan dari partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat muncul secara partisipatif, munculnya proses partisipasi juga dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
Pengertian Sarana dan Prasaran
Pengertian sarana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) adalah Segala sesuatu (bisa berupa syarat atau upaya) yang sapat dipakai sebagai alt atau media dalam mencapai maksud atau tujuan, sedangkan prasarana adalah Segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek,dsb).
Secara umum sarana dan prasarana berarti segala sesuatu yang merupakan penunjang utama dalam terselenggaranya suatu proses kegiatan. Pada umumnya
segala sesuatu kegiatan membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk keberlangsungan kegiatan tersebut.
Sarana dan Prasarana Permukiman/Desa
Dalam sebuah lingkungan
permukiman harus disediakan prasarana untuk memberikan kemudahan bagi penghuni. Prasarana-prasarana tersebut antara lain:
Jalan
Menurut Undang-Undang No.13 Tahun 1980, Jalan adalah suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun meliputi bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu-lintas. Klasifikasi jalan pada suatu lingkungan permukiman dapat dibedakan menjadi beberapa jenis :
Jalan penghubung lingkungan Yaitu jalan yang menghubungkan lingkungan yang satu dengan yang lainya.
Jalan poros lingkungan
Yaitu jalan utama pada lingkungan Jalan lingkungan
Yaitu jalan pembagi suatu lingkungan.
Pembuangan Sampah
ISSN : 0853-2877 MODUL Vol.15 No.2 Juli Desember 2015
136
a. Sampah rumah tangga
b. Sampah pasar atau yang dikenal dengan limbah dae komersil
c. Sampah jalan/saluran d. Sampah industri
e. Sampah dari Fasum seperti rumah sakit
Tinjauan Umum Kecamatan Borobudur
Kecamatan Borobudur terletak di Wilayah Kabupaten Magelang dengan ketinggian 230 – 240 m diatas permukaan air laut dengan luas wilayah Luas : 54,55 Km2.
Sebelah Utara : Kec.Mertoyudan Sebelah Timur : Kec. Ngluwar Sebelah Selatan : Kec. Kalibawang
(Kab.Kulon Progo)
Sebelah Barat : Kec. Tempuran dan Kec. Salaman
Kecamatan Borobudur terdiri dari 20 desa diantaranya adalah : desa giripurno, desa giri tengah, desa tuksongo, desa majaksingi, desa kenalan, desa bisagran, desa sambeng, desa candirejo, desa ngargogondo, desa wanurejo, desa borobudur, desa tanjung sari, desa kaeanganyar, desa karangrejo, desa
ngandiharjo, desa kebonsari, desa tegalarum, desa kembanglimus, desa wringinputih, dan desa bumiharjo.
Pariwisata yang terdapat di Kecamatan Borobudur ini antara lain : Candi Borobudur, Perbukitan Puthuk Setumbu, Wisata Religi Desa Wanurejo, Desa Bahasa (Ngargogondo), Desa Wisata Candirejo, Desa Wisata Wanurejo, Desa Wisata Karanganyar, Taman Kupu-kupu, Kampung Dolanan Nusantara, dan lain sebagainya.
Analisa partisipasi masyarakat dalam pengembangan sarana prasarana kawasan desa wisata Borobudur
Dalam Kecamatan Borobudur dengan pariwisata utamanya adalah wisata candi Borobudur namun seiring berjalannya waktu, masyarakat sekitar mulai mengembangkan lagi potensi daerah mereka sebagai kawasan wisata dengan menjadikan desa-desa sebagai desa wisata, sehingga para turis yang datang ke borobudur tidak hanya mengunjungi candi Borobudur tetapi juga turut berkeliling ke seluruh daerah Kecamatan ini karena sudah banyak lagi tempata-tempat yang dijadikan tempat wisata walaupun belum seterkenal candi borobudur itu sendiri. Ini merupakan hasil dari partisipasi
masyarakat dalam membangun
permukiman tempat mereka tinggal. Dan juga salah satu cara untuk membuka lapangan pekerjaan di wilayah borobudur, Permukiman di wilayah borobudur memenag sudah sangat terkenal dengan perkembangan kawasan wisatanya, namun kenyataan yang ada ternyata adalah berbanding terbalik dengan tingkat fasilitas sarana dan prasarana desa yang digunakan masyarakatnya. Wisata yang terus berkembang tidak dibarengi dengan pelengkapan sarana dan prasarana yang Gambar.1 Peta Kecamatan Borobudur
memadai. Berikut a gambaran mengenai sa yang terdapat di desa b wisata-wisata yang ad borobudur ini.
1. Borobudur Nirwana Setumbu
Punthuk Setumbu meru bukit yang terletak s barat Candi Borobudur di Desa Karangrejo ini m tempat terbaik un kemegahan Candi Bo pagi. Namun indahnya tidak dilengkapi deng memadai, ditunjukan jalan menuju atas buki tidak seluruhnya dileng tangan sebagai upaya pe
Keadaan yang indah diP tidak dilengkapi dengan lengkap, pembatas sisi k saat mendaki bukit ini ti sepanjang jalannya, da menanjak sangat licin s begitu sampai puncak p hanya menggunakan bam sangat berbahaya apala oleh karena itu seharu
erupakan nama sebuah k sekitar 4 km arah dur. Bukit yang terletak ni merupakan salah satu untuk menyaksikan Borobudur di kala nya pemandangan ini dengan fasilitas yang an dengan sepanjang bukit yang cukup terjal lengkapi dengan relling
a pengamanan.
h diPuthuk Setumbu ini ngan pengamanan yang sisi kanan dan kiri pada ni tidak diberikan relling , dan juga jalan yang in sehingga berbahaya, ak pun pembatas tebing bambu sehingga masih palagi untuk anak-anak arusnya sarana seperti
ini harusnya lebih d wisata dalam kawasa dalam kampung do terdapat berbagai mainan tradisonal In Diantanya adalah gangsing, engrang, d kurang pada tem kurangnya sinagse d menunjukan jalan ke uthuk Setumbu gunjung dapat tercapai.
anan Nusantara
dolanan nusantara ini usun Sodongan, Desa ecamatan Borobudur, elang. Kampung dolanan rupakan salah satu pilihan wasan wisata borobudur, dolanan nusantara ini gai macam
maianan-Indonesia tempo dulu. lah congklak, wayang, g, dll. Namun yang masih tempat ini adalahnya se dan keterangan yang n ke lokasi sehingga para
Puthuk Setumbu : Data Pribadi
ISSN : 0853-2877
wisatawan kesulitan me sarana jalan yang masih diaspal.
3. Fasilitas Kamar M
Kamar mandi umu mandi yang berada borobudur, keadaan sangat tidak memada Sehingga jarang sek menggunakan kamar kamar mandi ini sebagai penambah dengan jumlah peng banyak.
4. Ruang Berkumpul
Ruang untuk berk terdapat dikawasan banyak yang tidak da karena tidak dir masyarakat, selain tid ini juga difungsikan jualan dan juga padahal masyaraka mengadakan per karena fasilitas ini t pertemuan warga bi rumah kepala Sebaiknya fasilitas de agar masyarakat mas untuk berkumpul.
Gambar 5 K Sumbe
MODUL Vo
mencari lokasi dan juga asih belum sepenuhnya
r Mandi Umum
umum ini adalah kamar ada di sekitar gerbang aan kamar mandi ini adai dan tidak terawat. sekali wisatawan yang mar mandi ini, padahal ini sangat diperlukan ah fasilitas pariwisata engunjung yang sangat
pul Warga
berkumpul warga yang san Desa Borobudur ini k dapat difungsikan lagi dirawat lagi oleh in tidak terawat fasilitas an lain sebagai tempat dusun setempat. s desa ini terus dirawat masih memiliki tempat
5. Pembuangan Sampah
Persoalan sampah di masih belom bisa di karena terlihat sendir berada tepat dip merupakan salah sat wisata candi borob sanggat tidak enak d Tidak hanya itu samp dibiarkan menumpu pengolahan sampah. sampah ini maka kein borobudur terganggu tumpukan sampah i memperngaruhi kenya Kamar Mandi Umum
ber : Data Pribadi
Gambar Sumb
Gambar.7 Sumber : D
L Vol.15 No.2 Juli Desember 2015
138 pah
di desa Borobudur ini ditangani dengan baik ndiri tumpukan sampah dipinggir jalan yang satu akses menuju ke robudur, hal tersebut k dipandang oleh mata. ampah pada selokan pun mpuk tanpa adanya ah. Akibat menumpuknya keindahan suasana desa ggu oleh adanya banyak h ini dan juga dapat nyamanan pembauan
ar.6 Ruang Berkumpul mber : Data Pribadi
Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil adalah masyarakat borobudur ini sudah berhasil berpartisipasi dalam membentuk, membangun, dan mengembangan kawasan wisata Borobudur dengan hadirnya tempat-tempat wisata lainnya yang dibangun oleh masyarat sekitar. Namun sayangnya pengembangan kawasan ini tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas dan juga sarana prasarana yang berguna bagi permukiman warga sendiri. Padahal fasilitas, sarana serta prasarana tersebut dapat lebih membangun desa dan juga membuat permukiman tersebut menjadi lebih baik.
Oleh karena itu alangkah baiknya perkembangan wisata tersebut juga dibarengi dengan pengembangan sarana dan prasarana desa, tentunya juga agar para wisatawan yang berkeliling desa bisa lebih menikmati kenidahan desa tersebut.
Penutup
Demikianlah pemikiran penulis mengenai partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sarana prasarana di kawasan Desa Wisata Borobudur.
DAFTAR PUSTAKA
1. Nadisa, Mayun.,Dewa Ketut Sudarsana, “Manajemen Pengangkutan Sampah Di Kota Amlapura”. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Volume 12, No. 2. 2009.
2. Sugiono Dendy. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2008.
3. Sukardi, Nyoman. 1998. Pengantar Pariwisata. STP Nusa Dua-Bali, Jakarta. 2009
4. Yoeti, Oka A. Pengantar Ilmu Kepariwisataan. Angkasa, Bandung. 1996
5. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan