• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI RENSTRA KECAMATAN TANJUNGPINANG KOTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI RENSTRA KECAMATAN TANJUNGPINANG KOTA"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang ……….……….. 3

I.2 Landasan Hukum ……….……….………. 4

I.3 Maksud dan Tujuan ……….……… 3

I.4 Sistematika Penyusunan ……..……….. 4

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN TANJUNGPINANG KOTA II.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah ………..…….. 12

II.2 Sumber Daya Perangkat Daerah ……….…….……… 26

II.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah ………..………….. 28

II.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah 32 BAB III PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGI PERANGKAT DAERAH III.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah ………. 34

III.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ……… 35

III.3 Telaah Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra Provinsi ………….. 38

III.4 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ……… 38

III.5 Penentuan Isu – Isu Strategis ……….. 39

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN IV.1 Tujuan Jangka Menengah Perangkat Daerah ……… 42

IV.2 Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah ……….. 42

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN V.1 Strategi ……… 45

V.2 Arah Kebijakan ……… 45

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN ………. 48

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN ……….. 50

BAB VIII PENUTUP ………. 52

(2)

KATA PENGANTAR

Rencana Strategi disusun dalam rangka memberikan panduan bagi Kecamatan Tanjungpinang Kota dalam merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan program kegiatan dibidang Pemerintahan untuk 5 ( lima ) tahun 2018 – 2023. Sehingga semua kegiatan yang akan dilaksanakan diharapkan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

Rencana Strategi ( Renstra ) Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang Tahun 2018 – 2023 disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Tahun 2018 – 2023, yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan agenda Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang 2018 – 2023. Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota adalah pedoman untuk arah pembangunan di bidang Pemerintahan. Pembangunan bidang Pemerintahan 5 ( lima ) tahun kedepan diprioritaskan pada upaya mendukung pencapaian visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang dalam hal tata kelola pemerintahan yang lebih baik berlandaskan pada pelayanan publik yang good government.

Dengan tersusunnya Renstra ini, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kecamatan Tanjungpinang Kota yang telah berusaha dengan penuh kesungguhan dan kerja keras sehingga berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Namun sejalan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan ke depan, materi Renstra yang telah tersusun ini, masih dimungkinkan adanya penyesuaian dalam pelaksanaannya.

Tanjungpinang, April 2019 CAMAT TANJUNGPINANG KOTA

NASRIZAL, S.Sos Pembina Tk.I

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada Tahun 2019 telah ditetapkan RPJMD Kota Tanjungpinang tahun 2018 – 2023 sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2018 – 2023. Kecamatan Tanjungpinang Kota sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah, dan Peraturan Walikota Tanjungpinang Nomor 48 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja mempunyai tugas membantu Walikota dalam melaksanakan urusan pemerintahan bidang pelayanan yang menjadi kewenangan daerah. Sebagai implementasi atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan mendukung capaian visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, maka Kecamatan Tanjungpinang Kota perlu menyusun Rencana Strategis ( Renstra ) Perangkat Daerah. Renstra Perangkat Daerah merupakan dokumen perencanaan perangkat daerah untuk periode 5 ( lima ) tahun yang berisi tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah berpedoman pada RPJMD dan bersifat indikatif.

Renstra disusun dengan mengacu pada tugas dan fungsi Kecamatan Tanjungpinang Kota, RPJMD Kota Tanjungpinang tahun 2018 – 2023, Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tanjungpinang dan Hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategi ( KLHS ) RPJMD Kota Tanjungpinang tahun 2018 – 2023.

Tahapan penyusunan Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota adalah sebagai berikut :

(4)

Gambar 1.1 Diagram Alir Tahapan Penyusunan Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota

Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja ( Renja ) Kecamatan Tanjungpinang Kota yang disusun setiap tahun selama kurun waktu tahun 2018 – 2022. Selain itu Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota menjadi acuan dalam pengendalian dan evaluasi pembangunan pada Kecamatan Tanjungpinang Kota, baik evalusai Renstra maupun evaluasi Renja.

1.2. Landasan Hukum

Rencana Strategis ( Renstra ) Kecamatan Tanjungpinang Kota Tahun 2018 – 2023 disusun berdasarkan peraturan perundangundangan sebagai berikut : Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota Penelaahan RTRW Penelaahan KLHS Perumusan Tujuan Renstra K/L Dan Renstra Provinsi Perumusan Isu strategis berdasarkan Tugas dan Fungsi Analisis Gambaran Pelayanan Perangkat Penelaahan Data dan Informasi Perumusan Sasaran Perumusan Strategi

Perumusan Arah Kebijakan

Perumusan rencana program dan kegiatan, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif

Perumusan Indikator kinerja Penyelenggaraan Urusan

(5)

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

7. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,

(6)

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pedoman Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2008, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

(7)

14. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4697);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);

17. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);

19. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;

20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana

(8)

Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

21. Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2009 Nomor 2);

22. Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 7 tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Lembaran Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2016 Nomor 7);

23. Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 1 tahun 2017 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2017-2037 (Lembaran Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2017 Nomor 1);

24. Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 1 tahun 2018 Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 8 tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2016-2021 (Lembaran Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018 Nomor 1);

25. Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2017 Nomor 14);

26. Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 10 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tanjungpinang Tahun 2014-2034 (Lembaran Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2014 Nomor 10);

27. Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Tanjungpinang (Lembaran Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2016 Nomor 11);

(9)

28. Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2018-2023 (Lembaran Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2017 Nomor 14);

29. Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2018-2023 ( Lembaran Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2019 Nomor 33 );

30. Peraturan Walikota Tanjungpinang Nomor 54 Tahun 2016 Tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi Organisasi Dan Tata Kerja Kecamatan.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan Rencana Strategi ( Renstra ) Kecamatan Tanjungpinang Kota adalah menyediakan dokumen perencanaan perangkat daerah untuk kurun waktu 5 ( lima ) tahun sebagai penjabaran dari RPJMD Kota Tanjungpinang Tahun 2018 – 2023 sesuai dengan tugas dan fungsi Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Tujuan dari penyusunan Rencana Strategi ( Renstra ) Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang yaitu :

1. Memberikan arahan tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan urusan pelayanan selama kurun waktu tahun 2018 – 2023 dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Tanjungpinang Kota dalam mendukung Visi dan Misi Walikota Tanjungpinang.

2. Menyediakan tolak ukur kinerja pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan, pertanian dan perikanan kurun waktu dalam pelaksanaan

(10)

tugas dan fungsinya sebagai dasar dalam melakukan pengendalian dan evaluasi kinerja pada Kecamatan Tanjungpinang Kota.

3. Memberikan pedoman bagi seluruh aparatur Kecamatan Tanjungpinang Kota dalam menyusun Rencana Kerja ( Renja ) Kecamatan Tanjungpinang Kota yang merupakan dokumen perencanaan tahunan dalam kurun waktu tahun 2018 – 2023.

1.4 Sistematika Penulisan Renstra Perangkat Daerah

Sistematika penulisan Rencana Strategi Kecamatan Tanjungpinang Kota adalah sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Bab ini berisi tentang latar belakang, landasan hokum, maksud dan tujuan, sistematika penulisan Rencana Strategi Kecamatan Tanjungpinang Kota Tahun 2018 – 2023.

BAB II Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah

Bab ini berisi tentang tugas, fungsi dan struktur organisasi Kecamatan Tanjungpinang Kota, sumber daya, kinerja pelayanan serta tentangan dan peluang pengembangan pelayanan Kecamatan Tanjungpinang Kota.

BAB III Permasalahan dan Isu – Isu Strategis Perangkat Daerah Bab ini berisi tentang identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Kecamatan Tanjungpinang Kota, telaahan Renstra Telaah Renstra Kementerian Dalam Negeri, Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ), Telaahan Kajian Lingkungan Hidup Strategi ( KLHS ) RPJMD dan Penentuan Isi – isu strategis.

(11)

BAB IV Tujuan dan Sasaran

Bab ini berisi tentang tujuan dan sasaran jangka menengah Kecamatan Tanjungpinang Kota.

BAB V Strategi dan Arah Kebijakan

Bab ini berisi tentang strategi dan kebijakan pembangunan jangka menengah Kecamatan Tanjungpinang Kota.

BAB VI Rencana Program dan Kegiatan serta Kerangka Pendanaan Bab ini berisi tentang Rencana Program dan Kegiatan, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Kecamatan Tanjungpinang Kota tahun 2018-2023.

BAB VII Kinerja Penyelenggaraan Bidang Urusan

Bab ini berisi tentang indikator kinerja Kecamatan Tanjungpinang Kota mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Kota Tanjungpinang tahun 2018-2023.

BAB VIIIPenutup

Bab ini berisi tentang pedoman transisi dan kaidah pelaksanaan Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota.

(12)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kota Tanjungpinang dan Peraturan Walikota Nomor Tahun 2016 tentang Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kota Tanjungpinang. Pembentukan Organisasi Kecamatan sebagai unit yang akan mengoperasionalkan kewenangan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan. Susunan Organisasi Kecamatan terdiri atas:

a. Camat;

b. Sekretariat Kecamatan, membawahkan:

1. Sub Bagian Perencanaan Program dan Keuangan; dan 2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

c. Seksi Pemerintahan;

d. Seksi Ketentraman dan Ketertiban;

e. Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat; f. Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pelayanan Umum;

g. Kelompok Jabatan Fungsional; h. Lurah;

i. Sekretariat Kelurahan;

j. Seksi Tata Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum; k. Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat;

l. Seksi Pelayanan Umum dan Kesejahteraan Sosial; dan m. Kelompok Jabatan Fungsional.

(13)

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Kecamatan Tanjungpinang Kota 2.1.1 Uraian Tugas

Berikut tugas pokok dan fungsional organisasi Kecamatan Tanjungpinang Kota mengacu kepada Peraturan Walikota Tanjungpinang Nomor Tahun 2016 Tentang Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kota Tanjungpinang disebutkan bahwa:

1. Camat mempunyai tugas:

a. mempelajari peraturan dan perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas; CAMAT SEKRETARIS KECAMATAN KELOMPOK FUNGSIONAL

KASUBAG UMUM & KEPEGAWAIAN

KASUBAG PERENCANAAN PROG. & KEUANGAN

KASI

PEMERINTAHAN TRANTIB KASI

KASI EKONOMI, PEMBANGUNAN & PEMBERDAYAAN MASY. KASI PEMERINTAHAN & KESRA LURAH LURAH LURAH LURAH

(14)

b. mengoordinasikan pelaksanaan perencanaan, pengawasan, pengendalian di bidang pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum diwilayahnya;

c. mengoordinasikan pelaksanaan perencanaan, pengawasan, pengendalian di bidang penegakan peraturan perundang-undangan yang menjadi kewenangannya;

d. mengoordinasikan pelaksanaan perencanaan, pengawasan, pengendalian dibidang pelayanan umum masyarakat yang menjadi kewenangannya;

e. mengoordinasikan, pelaksanaan perencanaan, pengawasan, pengendalian di bidang sarana dan prasarana fasilitas umum di wilayahnya;

f. membina dan mengawasi pelaksanaan tugas pemerintahan di wilayah kerja kelurahan;

g. memberikan motivasi dan menetapkan kebijakan dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang mandiri;

h. membina dan mengawasi pelaksanaan administrasi dan ketatausahaan kecamatan;

i. membina dan pengoordinasian terhadap pelaksanaan tugas-tugas jabatan fungsional dan dalam lingkup kecamatan;

j. melaporkan hasil kerja pelaksanaan tugas kepada Walikota melalui sekretaris daerah setiap bulan dan akhir tahun; dan

k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

2. Sekretaris Kecamatan

Sekretarias Kecamatan mempunyai tugas pokok membantu camat dalam melaksanakan tugasnya dibidang adminstratif dan

(15)

pengoordinasian teknis kegiatan perencanaan, kepegawaian, keuangan dan ketatausahaan terhadap semua unsur dalam lingkup kecamatan. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretarias Kecamatan menyelenggarakan fungsi:

a. pengoordinasian penyusunan data dan bahan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;

b. perumusan perencanaan dan program kerja serta penyusunan rencana strategis dan rencana kerja kecamatan;

c. pengelolaan urusan administrasi kepegawaian lingkup kecamatan, kelurahan dan tenaga fungsional;

d. pengoordinasian penyusunan perencanaan program, anggaran keuangan, evaluasi dan pelaporan kegiatan kecamatan;

e. pengoordinasian pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga kecamatan;

f. pelayanan administrasi, penyelenggaraan arsip dan ketatalaksanaan lingkup kecamatan;

g. pengoordinasian penyelenggaraan tugas seksi di lingkungan kecamatan dan kelurahan;

h. penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan karir pegawai; i. pengoordinasian penyiapan bahan penyusunan laporan kecamatan

sesuai bidang tugasnya;

j. pelaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada camat; dan k. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. 3. Sub Bagian Perencanaan, Program dan Keuangan

Mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas kesekretariatan dalam urusan penyusunan perencanaan, program dan

(16)

anggaran keuangan serta penyiapan data pelaporan keuangan Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Perencanaan, Program dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan administrasi perencanaan program, dan anggaran

keuangan kecamatan;

b. pelaksanaan pengendalian, pengelolaan administrasi perencanaan dan koordinasi bahan penyusunan program kerja kecamatan;

c. pelaksanaan pengendalian program dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja kecamatan;

d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan meliputi kegiatan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran, koordinasi penyusunan anggaran, koordinasi pengelolaan dan pengendalian dan keuangan dan penyusunan laporan keuangan kecamatan; e. penyusunan data dan laporan lingkup kegiatan pengelolaan

program dan keuangan kecamatan; dan

f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. 4. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas kesekretariatan dalam urusan umum dan kepegawaian.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan bahan rencana pengelolaan lingkup administrasi umum dan kepegawaian;

b. pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian yang meliputi pengelolaan naskah dinas, tata laksana dan kearsipan kecamatan, administrasi perjalanan dinas serta pelaksanaan administrasi kepegawaian;

(17)

c. pelaporan kegiatan lingkup administrasi umum dan kepegawaian; d. pengumpulan data umum dan bahan laporan kecamatan;

e. penyelenggaraan kegiatan kerumahtanggaan kecamatan dan pengelolaan perlengkapan dan aset kantor; dan

f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. 5. Seksi Pemerintahan

Mempunyai tugas pokok membantu camat dalam melaksanakan tugasnya di bidang pemerintahan umum, pemerintahan kelurahan, pertanahan dan penataan ruang.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan data dan bahan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas;

b. fasilitasi pelaksanaan tugas pembantuan pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota pada kelurahan dalam wilayah kecamatannya;

c. fasilitasi pengawasan pelaksanaan pemerintahan kelurahan dan sosialisasi peraturan-peraturan daerah/kebijakan pemerintah daerah tentang kelurahan di kecamatannya;

d. pelaksanaan pengendalian dan evaluasi program di bidang pemerintahan;

e. pelayanan administrasi pertanahan dan penataan ruang serta pembinaan penataan lingkungan;

f. perumusan bahan pembinaan dan penyelenggaraan pemerintahan umum;

(18)

g. pelaksanaan dan pengendalian kependudukan dan penyusunan jadwal kegiatan operasional kependudukan di kecamatan;

h. pembinaan dan pengkoordinasian lembaga rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), organisasi kemasyarakatan lainnya;

i. penyusunan data dan ahan serta fasilitasi urusan keagrariaan; j. penyusunan laporan bulanan, triwulan, tahunan, monografi dan

profil kecamatan atau setiap saat diperlukan;

k. pelaporan hasil pelaksanaan tugas kepada camat melalui sekretaris camat; dan

l. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. 6. Seksi Ketentraman dan Ketertiban

Mempunyai tugas pokok membantu camat dalam melaksanakan tugasnya di bidang penegakan peraturan perundang-undangan, pendidikan politik, pembinaan kesatuan bangsa, perlindungan masyarakat, serta penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban serta penanggulangan bencana alam.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Ketentraman dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan data dan bahan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas;

b. pembinaan kemasyarakatan dalam rangka penciptaan dan pemeliharaan ketentraman dan ketertiban, lingkungan kehidupan masyarakat;

c. fasilitasi pelaksanaan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan;

(19)

d. fasilitasi pelaksanaan tugas pembinaan kesatuan bangsa meliputi pembauran dan ketahanan masyarakat dalam organisasi sosial kemasyarakat serta wawasan kesatuan bangsa;

e. pengumpulan data dan bahan dalam penyusunan program pembinaan dibidang ketentraman dan ketertiban;

f. fasilitasi perlindungan masyarakat dalam rangka menciptakan pengamanan swakarsa dan siskamling;

g. fasilitasi pelaksanaan sosialisasi/kebijakan pemerintah daerah dibidang ketentraman dan ketertiban, kesatuan bangsa dan linmas; h. fasilitasi sosialisasi pelaksanaan tugas penanggulangan bencana

alam dan korban bencana alam;

i. pelaporan hasil pelaksanaan tugas kepada camat melalui sekretaris camat; dan

j. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan. 7. Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pelayanan Umum

Mempunyai tugas pokok membantu camat dalam melaksanakan tugasnya dibidang pembinaan kesejahteraan sosial, keagamaan, pendidikan, kebudayaan, kesehatan masyarakat dan penyelenggaraan pelayanan masyarakat secara umum.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pelayanan Umum menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan data dan bahan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas;

b. pengoordinasian penyusunan program dibidang kesejahteraan sosial masyarakat;

(20)

c. pengoordinasian penyusunan program dibidang pelayanan umum; d. fasilitasi penyelenggaraan pelayanan sosial dan tenaga kerja,

kesehatan serta agama dan pelaksanaan program pendidikan; e. fasilitasi pelaksanaan pelayanan pariwisata, kebudayaan, pemuda

dan olahraga serta pemberdayaan perempuan;

f. fasilitasi penyelenggaraan tugas keluarga berencana, kependudukan, sosialisasi peraturan daerah/kebijakan pemerintah daerah dibidang kesejahteraan sosial;

g. sosialisasi perda/pekerjaan di bidang pelayanan umum; h. fasilitasi dan pelaksanaan program pelayanan umum;

i. pelaksanaan administrasi dan tata usaha seksi pelayanan umum; j. penyusunan data dan bahan pembinaan, penyelenggaraan

pelayanan kesejahteraan sosial serta administrasi kependudukan dan catatan sipil;

k. pelaporan hasil pelaksanaan tugas kepada camat melalui sekretaris kecamatan; dan

l. pelaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

8. Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Mempunyai tugas pokok membantu camat dalam melaksanakan tugasnya di bidang ekonomi, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan data dan bahan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas;

(21)

b. fasilitasi pelaksanaan tugas teknis dan fungsional di bidang ekonomi, pembangunan sarana dan prasarana fasilitas umum dan pemberdayaan masyarakat;

c. penginventarisasian dan fasilitasi data, bahan serta masalah di bidang ekonomi, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat; d. fasilitasi pelayanan ekonomi dan pembangunan meliputi

perencanaan, pertumbuhan pengembangan potensi dan sumber daya;

e. penyusunan data dan bahan ekonomi dan pembangunan serta potensi sumber daya yang dimiliki;

f. melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sarana dan prasarana fasilitas umum dan aset pemerintah diwilayah kecamatan;

g. memfasilitasi pelayanan kebersihan, pertamanan, dan penerangan jalan umum dan pelaksanaan program pembangunan daerah serta pemberdayaan masyarakat;

h. fasilitasi penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat;

i. sosialisasi peraturan daerah/kebijakan peraturan daerah dibidang ekonomi dan pembangunan;

j. pelaporan hasil pelaksanaan tugas kepada camat melalui sekretaris kecamatan; dan

k. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan. 9. Lurah

Kelurahan mempunyai tugas pokok membantu Camat dalam penyelenggaran Pemerintahan Kota di Kelurahan. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kelurahan menyelenggarakan fungsi:

(22)

a. penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;

b. pelaksanaan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Camat; c. pelaksanaan kegiatan pemerintahan kelurahan;

d. pemberdayaan masyarakat;

e. pelaksanaan pelayanan masyarakat;

f. pemeliharaan dan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum; dan

g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. Lurah mempunyai tugas:

a. mempelajari peraturan dan perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas;

b. mengoordinasikan pelaksanaan perencanaan, pengawasan, pengendalian di bidang pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah kerjanya;

c. mengoordinasikan pelaksanaan perencanaan, pengawasan, pengendalian di bidang penegakan peraturan perundang-undangan yang menjadi kewenangannya;

d. mengoordinasikan pelaksanaan perencanaan, pengawasan, pengendalian di bidang pelayanan umum masyarakat yang menjadi kewenangannya;

e. mengoordinasikan, pelaksanaan perencanaan, pengawasan, pengendalian di bidang sarana dan prasarana fasilitas umum di wilayahnya;

f. membina dan mengawasi pelaksanaan tugas pemerintahan di wilayah kerjanya;

(23)

g. memberikan motivasi dan menetapkan kebijakan dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang mandiri;

h. membina dan mengawasi pelaksanaan administrasi dan ketatausahaan kelurahan;

i. membina dan pengoordinasian terhadap bawahan;

j. membina dan pengoordinasian terhadap pelaksanaan tugas-tugas jabatan fungsional dan dalam lingkup kelurahan;

k. melaporkan hasil kerja pelaksanaan tugas kepada camat setiap bulan dan akhir tahun; dan

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. 10. Sekretaris Lurah

Mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Lurah di bidang kesekretariatan. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat Kelurahan menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan data dan materi bahan bidang pemerintahan; b. penyusunan rencana program dan kegiatan kelurahan; c. pengelolaan perlengkapan, keuangan dan kepegawaian; d. pengoordinasian kegiatan seksi di kelurahan;

e. pelaksanaan fasilitasi dan pengoordinasian kegiatan kelurahan dengan Instansi terkait;

f. pelaporan pelaksanaan di bidang kesekretariatan dan kelurahan; dan

g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

11. Seksi Tata Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum Mempunyai tugas pokok:

(24)

b. membina penyelenggaraan Pemerintahan Kelurahan;

c. menyelenggarakan pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Umum; d. menyelenggarakan pembinaan Ideologi Negara dan politik dalam

negeri

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Tata Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan data dan materi bahan di bidang tata pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum;

b. pembinaan Rukun Warga dan Rukun Tetangga; c. pembinaan ketentraman dan ketertiban;

d. pembinaan administrasi Pemerintahan Kelurahan; e. pembinaan potensi perlindungan masyarakat; f. pelayanan administrasi pertanahan;

g. pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan gangguan keamanan;

h. pengoordinasian kegiatan tata pemerintahan, ketentraman dan ketertiban dengan instansi terkait;

i. pelaporan dan evaluasi di bidang tata pemerintahan, ketentraman dan ketertiban; dan

j. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. 12. Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Mempunyai tugas pokok:

a. menyelenggarakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana fisik, perekonomian dan produksi; dan

b. menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan hidup.

(25)

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan data dan materi bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat;

b. penginventarisasian dan fasilitasi masalah pembangunan dan pemberdayaan masyarakat;

c. pembinaan terhadap lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan; d. pengoordinasian dan fasilitasi kegiatan di bidang pembangunan dan

pemberdayaan masyarakat; dan

e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. 13. Seksi Pelayanan Umum dan Kesejahteraan Sosial

Mempunyai tugas pokok:

a. menyelenggarakan kegiatan pelayanan masyarakat secara umum; dan

b. menyelenggarakan kegiatan pembinaan dibidang Sosial, Keagamaan, Pendidikan, Kebudayaan, Kesehatan Masyarakat.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pelayanan Umum dan Kesejahteraan Sosial menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan data dan materi bidang Pelayanan Umum dan Kesejahteraan Sosial;

b. pelayanan data dan informasi Kecamatan; c. pelayanan administrasi kependudukan; d. pelayanan administrasi umum lainnya;

e. penginventarisasi potensi data permasalahan sosial masyarakat; f. pengoordinasian kegiatan pelayanan dengan instansi terkait;

(26)

g. pelaporan pelaksanaan bidang pelayanan;

h. pelaporan pelaksanaan pembangunan bidang kesejahteraan sosial; dan

i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

14. Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Kecamatan dan Kelurahan

Mempunyai tugas melakukan kegiatan teknis sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk berdasarkan peraturan perundang-undangan.

2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah

Pegawai dilingkungan Kecamatan Tanjungpinang Kota sampai dengan tahun Maret 2019 sebanyak 72 orang, terdiri dari 54 orang PNS ( 29 Laki – laki dan 25 Perempuan ) dan 18 Non PNS ( 10 Laki – laki dan 8 Perempuan ). Dilihat dari pendidikannya, terlihat jumlah pegawai paling banyak berpendidikan S1 sejumlah 33 orang, S2 berjumlah 1 orang, berpendidikan D3 berjumlah 8 orang, berpendidikan SLTA 28 orang dan SLTP 2 orang. Jumlah pegawai berdasarkan status kepegawaian tahun 2019 dapat dilihat pada Tabel 2.1 sebagai berikut :

Tabel 2.1

Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Di Kecamatan Tanjungpinang Kota Tahun 2019 NO. Pendidikan Tingkat PNS Non PNS

LK PR LK PR Jumlah

(27)

2. SMA Sederajat 8 10 5 5 28

3. D3 2 5 - 1 8

4. S1 18 10 3 2 33

5. S2 1 - - - 1

Dilihat dari golongannya, pegawai PNS paling banyak dari golongan III yaitu sejumlah 32 Orang pada tahun 2019, seperti terlihat pada Tabel 2.2 berikut ini :

Tabel 2.2

Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan Di Kecamatan Tanjungpinang Kota Tahun 2019

NO. Golongan LK PR Jumlah

1. Golongan II 7 12 19

2. Golongan III 19 13 32

3. Golongan IV 1 - 1

Sarana dan prasarana yang dimiliki Kecamatan Tanjungpinang Kota dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 2.3

Jumlah Sarana dan Prasarana Berdasarkan Kondisi Di Kecamatan Tanjungpinang Kota Tahun 2019

NO. Aset / Sarana dan Prasarana Jumlah Kondisi

1. Gedung Kantor 1 Baik

2. Aula 1 Baik

3. Kompuer / Laptop 16 Baik

4. Mobil Dinas 1 Baik

5. AC / Kipas Angin 18 Baik

6. AC Standing Floor 1 Rusak

7. Genset 2 Baik

8. TV 3 Baik

9. Meja 1 Biro 8 Baik

(28)

11. Kursi Eselon 7 Baik

12. Kursi Kerja 16 Baik

13. Meja Rapat 1 Baik

14. Sofa 2 Kurang Baik

15. Partisi Pelayanan 1 Baik

16. CCTV 1 Kurang Baik

17. Lemari Etelase Kaca 4 Baik

18. Lemari Etalase Kayu 2 Baik

19. Lemari Arsip / Filling Cabinet 13 Baik

20. Berangkas 1 Baik

21. Soundsystem 1 Kurang Baik

22. Mesin Antri 1 Baik

23. Finger Print 1 Baik

24. Kursi Plastik 300 Baik

25. Alat Penghancur Kertas 3 Baik

26. Racun Api 3 Buah

2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Adapun tingkat capaian kinerja OPD Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang Tahun 2018 – 2023 berdasarkan target Renstra periode sebelumnya yaitu 2013 – 2018. Hal ini terkait dengan indicator kinerja pelayanan Kecamatan Tanungpinang Kota, Kota Tanjungpinang pada urusan masing – masing.

(29)

Tabel 2.4

Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Kecamatan Tanjungpinang Kota

Kota Tanjungpinang NO.

Indikator Kinerja Sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah Target IKK Target Indikator Lainnya

Target Renstra Perangkat Daerah Tahun Ke-

Realisasi Renstra Perangkat Daerah Tahun

Ke- Rasio Capaian Pada Tahun Ke-

2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 1. Kecepatan Waktu Pelayanan - - 3 Hari 3 Hari 2 Hari 2 Hari 2 Hari 3 Hari 3 Hari 2 Hari 2 Hari 2 Hari 100% 100% 100% 100% 100%

2.

Prosentase Survey Kepuasan Masyarakat yang Baik Terhadap Pelayanan Publik - - 80% 82% 85% 85% 85% 80% 81% 83% 83% 83% 100% 100% 100% 100% 100% 3. Jumlah Kegiatan Keagamaan yang dilaksanakan

- - 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 100% 100% 100% 100% 100%

4.

Prosentase Jumlah Usulan Kegiatan Musrenbang Kecamatan yang Telah Terakomodir didalam RKPD dan APBD - - `40% 40% 60% 80% 85% 20% 20% 30% 40% 50% 5. Prosentase Ketepatan Waktu dalam Menyelesaikan Administrasi Kelurahan - - 85% 85% 85% 85% 85% 85% 90% 90% 90% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 6. Prosentase Partisipasi Lembaga Sosial Kemasyarakatan dalam Kegiatan di Kecamatan - - 80% 90% 90% 90% 90% 80% 90% 90% 90% 90% 100% 100% 100% 100% 100%

(30)

Berdasarkan table diatas, dapat diketahui bahwa indicator yang realisasi capaiannya masih rendah dibandingkan target yaitu :

1. Prosentase jumlah usulan kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan yang telah terakomodir didalam RKPD dan APBD dimana indicator kinerja 2014 – 2018 tidak mencapai target yang ditentukan, factor yang mempengaruhi belum berhasilnya kinerja tersebut dikarenakan usulan pada Musrenbang dari masyarakat tidak bisa terakomodir didalam renja OPD terkendala pada anggaran, selain itu terdapat juga usulan kegiatan tersebut yang tidak memiliki data pendukung yang lengkap sehingga tidak bisa dijadikan prioritas.

2. Untuk kinerja lainnya sudah mencapai target bahkan ada yang melebihi target yaitu Prosentase Survey Kepuasan Masrarakat yang baik terhadap public.

Anggaran dan realisasi anggaran selama kurun waktu tahun 2013 – 2018 adalah sebagai berikut :

(31)

Tabel 2.5

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Kecamatan Tanjungpinang Kota Kota Tanjungpinang

Program Anggaran Pada Tahun Ke- Realisasi Anggaran Pada Tahun Ke-

Persentase Realisasi Anggaran Pada Tahun Ke- Rata-rata Pertumbu han Anggaran Rata-Rata Pertumbuhan Realisasi Anggaran 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 1 Pelayanan Administrasi Perkantoran 576.900.000 721.680.000 649.671.060 2.025.775.398 1.904.081.761 548.657.438 656.604.101 546.096.422 1.976.111.758 1.853.584.853 99% 90% 84% 98% 97% 2 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 764.100.000 274.400.000 109.200.000 14.000.000 50.000.000 732.077.000 247.588.000 92.290.000 13.992.000 49.858.600 95% 90% 84% 100% 99% 3 Peningkatan Disiplin Aparatur 13.300.000 - - - - 13.175.000 - - - - 99% - - - - 4 Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 20.000.000 - - - - 19.500.000 - - - - 97% - - - - 5 Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan 726.800.000 - 20.000.000 - - 725.875.000 - 20.000.000 - 99% - 100% - - 6 Pengembangan Wawasan Kebangsaan 94.180.000 117.325.000 94.420.000 265.420.000 253.970.000 93.586.600 112.455.000 91.830.000 255.517.400 185.596.500 99% 95% 97% 96% 73% 7 Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 155.310.000 122.125.000 92.750.000 702.065.000 260.934.900 153.896.250 118.901.600 88.434.547 695.352.011 256.513.486 99% 97% 95% 99% 98% 8 Perencanaan Pembangunan Daerah 16.580.000 27.175.000 21.846.000 86.661.000 80.264.700 15.315.000 26.397.200 21.846.000 84.806.250 78.590.000 92% 97% 100% 98% 98% 9 Penerangan Bimbingan dan Kerukunan Hidup Beragama 207.030.000 270.225.000 167.040.000 290.000.000 356.220.750 204.884.200 264.851.700 167.040.000 285.406.600 341.469.600 98% 98% 100% 98% 96% 10 Pembangunan Fasilitas Umum 135.000.000 - - - - 133.884.000 - - - - 99% - - - - 11 Pengembangan Data/Informasi - - 27.000.000 99.500.000 - - - - 98.010.000 - - - 0% 100% -

(32)

Dari tabel diatas dapat dikemukakan bahwa hasil realisasi anggaran Kecamatan Tanjungpinang Kota dari Tahun 2014 – 2018 dapat dikatakan baik karena rata – rata realisasi 85% - 99%, yang artinya hampir keseluruhan anggaran pada Program dan Kegiatan Kecamatan Tanjungpinang Kota terlaksana.

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah 2.4.1 Tantangan

Tantangan merupakan adalah sitausi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi ( eksternal ) dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan. Tantangan Pengembangan Pelayanan Kecamatan Tanjungpinang Kota sebagai berikut :

1. Kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, harus diimbangi dengan kemampuan aparatur terhadap penguasaan teknologi.

2. Dinamika kebutuhan masyarakat yang meningkat menyebabkan permintaan pelayanan juga akan meningkat baik kualitatif maupun kuantitatif.

3. Kegiatan masyarakat semakin beragam memerlukan fasilitasi yang efektif. 4. Semakin kritis dan terbukanya akses masyarakat dalam menuntut

pelayanan publik yang baik. Meningkatnya keterbukaan terhadap pelayanan publik maka diperlukan sebuah standar pelayanan maupun standar operasional yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan .

5. Adanya kebijakan Pemerintah terkait pengetatan terhadap pegawai maka diperlukan strategi pelaksanaan tupoksi secara efisien dan efektif.

2.4.2 Peluang

Peluang adalah situasi atau kondisi yang merupakan dari luar organisasi ( eksternal ) dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa

(33)

depan. Peluang dalam pengembangan pelayanan Kecamatan Tanjungpinang Kota sebagai berikut :

1. Peningkatan ketrampilan terhadap penguasaan ilmu dan teknologi bagi aparatur.

2. Peningkatan sarana pelayanan khususnya tempat sehingga menjadi representatif dan sesuai standar pelayanan

3. Penyusunan standar prosedur operasional dan standar pelayanan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak bertentangan dengan peraturan Perundang-undangan.

4. Pengembangan sistem fasilitasi kegiatan masyarakat, sehingga fasilitasi tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan

(34)

BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan – permasalahan pelayanan beserta faktor – faktor yang mempengaruhinya.

a. Permasalahan terkait Sekretariat

1. Sumber daya manusia yang akan menjalani roda pembangunan yang ada di Kecamatan Tanjungpinang Kota masih belum mencukupi

2. Masih terdapat sumber daya manusia yang ada di Kecamatan Tanjungpinang Kota kurang disiplin sehingga dapat menggangu jalannya baik itu pelayanan maupun administrasi.

b. Permasalahan terkait Bidang Kesejahteraan Sosial dan Pelayanan Umum

3. Belum terpenuhinya kebutuhan jumlah personil serta kualifikasinya sesuai dengan analisa jabatan, dapat menghambat pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan.

4. Media informasi kepada masyarakat masih terbatas.

5. Sarana dan Prasarana pada Ruangan Pelayanan kurang respentatif. c. Permasalahan terkait Bidang Ekonomi Pembangunan dan

Pemberdayaan Masyarakat

1. Belum optimalnya pemahamanan pelimpahan kewenangan dari Walikota kepada Camat, sehingga masih banyaknya usulan kegiatan dari masyarakat yang bukan merupakan kewenangan Camat.

2. Ada sedikit kesulitan dalam pelaksanaan program bilamana program tersebut ada koordinasi dengan dinas terkait sehingga harus

(35)

menunggu dinas tersebut untuk melaksanakan program yang ada hubungannya dengan program yang kita rencanakan.

d. Permasalahan terkait Bidang Pemerintahan

1. Belum terpenuhinya kebutuhan jumlah personil serta kualifikasinya sesuai dengan analisa jabatan, dapat menghambat pelaksanaan tugas dan fungsi administrasi serta pelayanan.

2. Laporan Kelurahan yang masuk dibidang pemerintahan masih sering terlambat sehingga dapat mempengaruhi laporan rekapan yang dibuat Kecamatan untuk ditindaklanjuti.

e. Permasalahan terkait Bidang Ketertiban dan Ketentraman

1. Belum terpenuhinya kebutuhan jumlah personil serta kualifikasinya sesuai dengan analisa jabatan, dapat menghambat pelaksanaan tugas dan fungsi administrasi serta pelayanan.

2. banyaknya pelanggaran perda perijinan, masalah kurang tenaga pengamanan wilayah dan kesadaran keamanan lingkungan.

3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Visi pembangunan dalam RPJMD Tahun 2018-2023 merupakan visi Walikota dan Wakil Walikota yang disampaikan pada saat proses pemilihan Kepala Daerah. Visi tersebut adalah sebagai berikut:

“Tanjungpinang sebagai Kota yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera dalam Harmoni Kebhinekaan Masyarakat Madani”

Misi pembangunan yang ditetapkan dalam mencapai visi yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang agamis, berbudaya, berwawasan kebangsaan dan berdaya saing global.

(36)

2. Meningkatkan pengembangan pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif, dan usaha ekonomi masyarakat.

3. Mengembangkan dan melestarikan khasanah budaya lokal dan nusantara untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, bertoleransi dan kebhinekaan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berwibawa, amanah, transparan dan akuntabel didukung dengan struktur birokrasi yang berintegritas dan kompeten.

5. Melanjutkan pembangunan yang adil dan merata serta menciptakan iklim investasi dan usaha yang kondusif yang berwawasan lingkungan dan sistem pengupahan yang berkeadilan.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Kecamatan Tanjungpinang Kota mengarah pada pencapaian unsur visi : KOTA YANG MAJU Adapun misi RPJMD yang terkait dengan tugas dan fungsi Kecamatan yaitu misi ke – 4 ( empat ) Yaitu “Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berwibawa, amanah, transparan dan akuntabel didukung dengan struktur birokrasi yang berintegritas dan kompeten” dengan tujuan meningkatkan reformasi birokrasi

dilingkungan pemerintah daerah dan sasaran meningkatnya penerapan Good Government.

Faktor pendorong dan faktor penghambat yang dihadapi Kecamatan Tanjungpinang Kota dalam pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tercantum pada tabel berikut ini.

Tabel 3.2

Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Perangkat Daerah Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah

Dan Wakil Kepala Daerah

No. Misi, Tujuan dan Sasaran RPJMD

Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah Faktor Penghambat Pendorong Misi:

(37)

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berwibawa, amanah, transparan dan akuntabel didukung dengan struktur birokrasi yang berintegritas dan kompeten. 2. Tujuan: Meningkatkan reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah daerah 3. Sasaran: Meningkatnya penerapan Good Government 1. Media informasi kepada masyarakat masih terbatas 2. Belum terpenuhinya kebutuhan jumlah personil serta kualifikasinya sesuai dengan analisa jabatan, dapat menghambat pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan 3. Sarana dan Prasarana pada Ruangan Pelayanan kurang respentatif 1. Kurangnya kemampuan memberdayaka n potensi komunikasi masyarakat 2. Belum optimalnya pengembangan aplikasi khususnya bidang pelayanan 3. Terbatasnya personil yang terampil dan profesioanl 4. Terbatasnya anggaran yang tersedia 1. Tersedianya media informasi untuk masyarakat umum 2. Kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan public 3. Penambahan atau pengadaan alat rekam dan cetak di Kecamatan

(38)

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Perangkat Daerah Provinsi ( Bagi Kabupaten/Kota )

Tidak ada keterkaitan Kecamatan dengan Renstra K/L dan Renstra Perangkat Daerah Provinsi

3.3.1 Telaahan Renstra K/L

Tidak ada keterkaitan Kecamatan dengan Telaahan Renstra K/L. 3.3.2 Telaahan Renstra Dinas …….. Provinsi

Tidak ada keterkaitan dengan Renstra Kecamatan. Tabel 3.4

Permasalahan Pelayanan Kecamatan Tanjungpinang Kota Berdasarkan Sasaran Renstra K/L Beserta Faktor Penghambat dan

Pendorong Keberhasilan Penanganannya

No. Menengah Renstra Sasaran Jangka K/L Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah Faktor Penghambat Pendorong

NIHIL NIHIL NIHIL NIHIL

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup strategis

3.4.1 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW )

Tidak ada keterkaitan Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) dengan Renstra Kecamatan.

Tabel 3.5

Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah Berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat

dan Pendorong Keberhasilan Penangannya

No. Menengah Renstra Sasaran Jangka K/L Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah Faktor Penghambat Pendorong

(39)

3.4.2 Telaah Kajian Lingkungan Hidup Strategis ( KLHS )

Tidak ada keterkaitan Telaah Kajian Lingkungan Hidup strategis ( KLHS ) dengan Renstra kecamatan.

3.5 Penentuan Isu – Isu Strategis

Isu strategis merupakan suatu kondisi yang berpotensi menjadi masalah maupun menjadi peluang suatu daerah dimasa datang. Isu strategis yang perlu ditangani dalam pelaksanaan Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota sebagai berikut :

1. Masih adanya titik – titik banjir selama musim penghujan. Pada musim penghujang sering terjadi genangan banjir pada beberapa lokasi, memerlukan penanganan sistem drainase.

2. Pengentasan kemiskinan.

3. Penataan dan pengelolaan infrastruktur perkotaan. 4. Pengembangan dan pelestarian nilai – nilai budaya.

5. Peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya aparatur, keberadaan aparatur merupakan factor penting dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi, serta pemberian pelayanan masyarakat. Sebagai factor penting, maka aparatur yang ada harus mencukupi dalam jumlah dan memiliki persyaratan secara kualitas. Oleh sebab itu perlu usaha dalam meningkatkan kemampuan sumber daya aparatur dan penambahan jumlah aparatur.

6. Optimalisasi partisipasi masyarakat dan kalangan dunia usaha di wilayah Kecamatan harus terus memacu partisipasi masyarakat dan kalangan dunia usaha dalam penyelenggaraan pembangunan, terlebih pada pembangunan peningkatan infrastruktur wilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terlebih dengan adanya kewajiban

(40)

pengusaha untuk sungguh – sungguh memperhatikan company / Coorperate Sosial Resposipility ( CSR ), maka Kecamatan harus benar – benar memanfaatkan peluang tersebut untuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

7. Peningkatkan kualitas pelayanan, kecamatan sebagai salah satu SKPD di Pemerintahan Kota Tanjungpinang yang menyelenggarakan pelayanan public dan sebagai ujung tombak dari pealayan kepada masyarakat, harus benar – benar mampu memberikan pelayanan secara maksimal dan berkualitas kepada masyarakat yaitu pelayanan cepat, akurat, memiliki legalitas hokum dan tentunya dengan tetap mendasarkan pada prosedur serta pada tatanan atau aturan yang berlaku. Dalam peningkatan kualitas pelayanan tersebut maka diperlukan Standart Pelayanan yang secara normative harus dikomunikasikan dengan masyarakat. Harapannya dengan pelayanan prima akan memunculkan kembali kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, menciptakan kepuasan dan pada akhirnya mampu memdorong berkembangnya dinamika aktivitas masyarakat.

8. Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan yang lebih representative, keberadaan sarana dan prasarana yang baik sangat menunjang kinerja aparatur dan pada akhirnya menghasilkan kinerja yang baik dalam aktivitas pelayanan masyarakat.

9. Menurunnya kepercayaan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan sehingga dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

10. Kondisi tingkat pendidikan, social dan ekonomi masyarakat yang bervariasi sehingga berpengaruh pada pola piker dan tindakan.

(41)

11. Aspirasi yang semakin beraneka ragam dengan dilator belakangi berbagai kepentingan yang pada satu sisi bertentangan dengan aturan dan prosedur pelayanan namun disisi lain hal tersebut harus diperhatikan dan difasilitasi.

(42)

BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN

1.1 Tujuan Jangka Menengah Perangkat Daerah

Tujuan adalah suatu kondisi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5 (lima) Tahunan. Rumusan tujuan dan sasaran merupakan dasar dalam menyusun pilihan-pilihan strategi pembangunan dan sarana untuk mengevaluasi pilihan tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota dalam kurun waktu tahun 2018-2023 sebagai berikut:

1. Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Kecamatan dan Kelurahan.

2. Meningkatkan fungsi koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan Pembangunan di Kecamatan.

1.2 Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah

Sasaran adalah rumusan kondisi yang menggambarkan tercapainya tujuan, berupa hasil pembangunan Perangkat Daerah yang diperoleh dari pencapaian outcome program Perangkat Daerah. Tujuan dan sasaran jangka menengah Perangkat Daerah beserta indikator kinerjanya disajikan dalam Tabel 4.1 sebagaimana berikut ini.

(43)

Tabel 4.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Kecamatan Tanjungpinang Kota

No. Tujuan Sasaran Indikator

Tujuan/Sasaran Formula/ Rumus Satuan

Kondisi Awal Target Kinerja Tujuan/Sasaran Pada Tahun 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 1. Meningkatkan Optimalisasi Pelayanan Kecamatan dengan Meningkatkan Kinerja Sumber Daya Aparatur yang Berkompeten

a. Meningkatkan Kualitas Kinerja Aparatur

a. Indeks Kepuasan

Masyarakat Survey Indeks Kepuasan

Masyarakat % 80 82 85 85 86 86 87 2. Meningkatkan Fungsi – Fungsi Koordinasi dan Fasilitasi Pelaksanaan Pembangunan di Kecamatan a. Meningkatkan usulan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan a. Tingkat kesesuaian prioritas perencanaan dengan realisasi berdasarkan usulan masyarakat Jumlah Perencanaan yang direalisasikan/ jumlah semua perencanaan yang diusulkan x 100 % 70 75 80 80 80 80 80 b. Meningkatkan koordinasi pemberdayaan a. Tingkat kesesuaian pelaksanaan koordinasi dan Jumlah kelembagaan tingkat Kecamatan % 80 85 85 85 90 90 90

(44)

kelembagaan dan kemasyarakatan

fasilitasi sesuai SOP aktif/dibagi jumlah kelembagaan ditingkat Kecamatan x 100 b. Tingkat partisipasi kelembagaan masyarakat dalam kegiatan Kecamatan

(45)

BAB V

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

5.1 Strategi

Strategi merupakan pernyataan – pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan dalam serangkaian kebijakan. Strategi yang digunakan dalam rangka pencapaian sasaran Kecamatan Tanjungpinang Kota adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan kualitas pelayanan melalui pembinaan dan peningkatan

kualitas aparatur serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang. 2. Melakukan pendataan secara periodic yang akan dijadikan dasar dalam

pengembangan potensi yang ada.

3. Meningkatkan partisipasi kelembagaan kemasyarakatan pada setiap kegiatan Kecamatan dan Kelurahan.

5.2 Arah Kebijakan

Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih, agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran. Kebijakan yang diambil Kecamatan Tanjungpinang Kota dalam rangka pelaksanaan strategi adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas pelayanan yang diprioritaskan pada perbaikan sarana dan prasarana dan peningkatan SDM bidang teknologi.

2. Optimalisasi peran seksi Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka mendengar, menampung dan memfasilitasi aspirasi dan usulan masyarakat dalam rangka peningkatan ekonomi.

(46)

3. Meningkatkan keterlibatan kelompok masyarakat yang difokuskan pada pembinaan kelembagaan kemasyarakat dalam mendukung pembangunan di Kecamatan.

Keterkaitan antara strategi dan arah kebijakan Kecamatan Tanjungpinang Kota dalam 5 ( lima ) tahun mendatang dicantumkan pada tabel berikut ini.

Tabel 5.1

Strategi dan Arah Kebijakan Jangka Menengah Pelayanan Kecamatan Tanjungpinang Kota

Visi RPJMD :

“Tanjungpinang sebagai Kota yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera dalam Harmoni Kebhinekaan Masyarakat Madani”

Misi RPJMD yang terkait :

4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang professional, berwibawa, amanah, transparan dan akuntabel didukung aparatur yang

berintegritas dan kompeten.

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

Mewujudkan optimalisasi pelayanan

Kecamatan dengan meningkatkan

kinerja Sumber Daya

Aparatur yang kompeten Meningkatkan kualitas kinerja aparatur Peningkatkan kualitas pelayanan melalui pembinaan dan peningkatan kualitas aparatur serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang Meningkatkan kualitas pelayanan yang diprioritaskan pada perbaikan sarana dan prasarana dan peningkatkan SDM bidang teknologi informasi Meningkatkan fungsi koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan di Kecamatan Meningkatnya usulan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan Melakukan pendataan secara periodic yang akan dijadikan dasar dalam

pengembangan potensi yang ada

Optimalisasi peran seksi Ekonomi Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka mendengar, menampung dan memfasilitasi aspirasi dan usulan masyarakat dalam rangka peningkatan ekonomi Meningkatnya koordinasi pemberdayaan kelembagaan dan kemasyarakatan Meningkatkan partisipasi kelembagaan kemasyarakatan pada setiap kegiatan Kecamatan dan Meningkatkan keterlibatan kelompok masyarakat yang difokuskan pada pembinaan kelembagaan

(47)

mendukung pembangunan di Kecamatan

(48)

BAB VI

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

Rencana program dan kegiatan, indicator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.

a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1. Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung

2. Operasional Rutin Kantor

b. Program Peningkatan kapasitas Sumber Daya Aparatur 1. Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Formal

c. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1. Pengadaan Alat – Alat Kantor dan Rumah Tangga 2. Pengadaan Mebeleur

3. Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional d. Program Perencanaan Pembangunan Daerah

1. Penyelenggaraan Musrenbang Tingkat Kecamatan dan Kelurahan e. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan

1. Pelaksanaan Seni dan Budaya Tingkat Kecamatan dan Kelurahan 2. Partisipasi Pawai Budaya Kecamatan dan Kelurahan

f. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 1. Pelaksanaan Pemberdayaan PKK Kecamatan dan Kelurahan 2. Pelaksanaan Kegiatan Forum Koordinasi Pertemuan RT dan RW

3. Fasilitasi Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pemukiman dan Infrastruktur Perkotaan di Kecamatan

4. Fasilitasi Pembangunan Infrastruktur Berbasis Komunitas 5. Implementasi Layanan Kelurahan Berbasis Teknologi 6. Fasilitasi Peningkatan Pelayanan Dasar Masyarakat

(49)

7. Peningkatan Pelayanan Dasar Masyarakat

g. Program Penerangan Bimbingan dan Kerukunan Hidup Beragama 1. Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’ an ( MTQ ) Tingkat Kecamatan

dan Kelurahan.

Secara rinci rencana program dan kegiatan, indicator, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif secara rinci tercantum pada Tabel 6.1 ( terlampir )

(50)

BAB VII

KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

Bagian penting dalam proses penyusunan Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota adalah ketersediaan indikator kinerja yang berguna untuk mengukur capaian target kinerja pembangunan daerah. Indikator kinerja adalah alat ukur untuk menilai keberhasilan pembangunan secara kuantitatif maupun kualitatif. Keberadaan indikator sangat penting baik dalam evaluasi kinerja program-program pembangunan daerah. Indikator kinerja menjadi kunci dalam pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja, yaitu sebagai ukuran untuk menilai ketercapaian kinerja pembangunan daerah. Dalam perencanaan pembangunan daerah, indikator menjadi ukuran keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan, serta program dan kegiatan yang telah dirumuskan dalam dokumen perencanaan.

Indikator kinerja penyelenggaraan urusan adalah indikator kinerja yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai oleh Kecamatan Tanjungpinang Kota dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD Kota Tanjungpinang. Target indikator kinerja Kecamatan Tanjungpinang Kota yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD ini akan diukur dalam evaluasi kinerja pembangunan. Pencapaian kinerja indikator yang termuat juga akan menjadi bahan dalam pelaporan kinerja Kecamatan Tanjungpinang Kota selama lima tahun, sehingga perlu dipedomani oleh seluruh aparatur Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Indikator Kinerja penyelenggaraan urusan ini ditampilkan dalam Tabel 7.1 sebagai berkut:

(51)

Tabel 7.1

Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Tahun 2018 – 2023

NO. Indikator Satuan

Kondisi Awal Target Capaian Setiap Tahun Target

Akhir RPJMD Tahun

2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022 Tahun 2023

1. Rata – Rata Skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)Unit Pelayanan Publik Skor 70 72 75 75 80 80 85 85

(52)

BAB VIII PENUTUP 8.1 Pedoman Transisi

Masa berlaku Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Tanjungpinang Kota Tahun 2018–2023 adalah selama lima tahun. Untuk menjaga kesinambungan pembangunan serta mengisi kekosongan dokumen perencanaan pada masa transisi, maka Renstra Tahun 2018–2023 dapat digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Renja Kecamatan Tanjungpinang Kota Tahun 2024, dengan tetap berpedoman pada RPJPD Kota Tanjungpinang Tahun 2005 - 2025.

8.2 Kaidah Pelaksanaan

Beberapa kaidah pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Tanjungpinang Kota tahun 2018-2023 yang perlu diatur sebagai berikut:

1. Sekretariat dan bidang-bidang pada Kecamatan Tanjungpinang Kota agar mendukung pencapaian target-target Renstra dan melaksanakan program dan kegiatan yang tercantum Renstra dengan sebaik-baiknya. 2. Diharapkan seluruh aparatur di Sekretariat dan bidang-bidang pada

Kecamatan Tanjungpinang Kota dapat menjalin koordinasi dan kerjasama yang baik, sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra ini dapat tercapai.

3. Renstra akan dijabarkan dalam Rencana Kerja (Renja) Kecamatan Tanjungpinang Kota yang merupakan dokumen perencanaan tahunan dalam kurun waktu tahun 2018 hingga tahun 2023. Untuk menjaga konsistensi dan keselarasan kebijakan, program dan kegiatan, maka Penyusunan Renja wajib berpedoman pada Renstra.

(53)

4. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta memastikan pencapaian target Renstra, maka perlu dilakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan, pelaksanaan dan hasil program dan kegiatan Renstra secara berkala.

5. Apabila terjadi perubahan kebijakan pembangunan di tingkat nasional dan atau daerah, maka dapat dilakukan perubahan Renstra Kecamatan Tanjungpinang Kota sesuai dengan kaidah dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Gambar

Gambar 1.1  Diagram  Alir  Tahapan  Penyusunan  Renstra  Kecamatan  Tanjungpinang Kota
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Kecamatan Tanjungpinang Kota  2.1.1  Uraian Tugas

Referensi

Dokumen terkait

BERAPA TOTAL RUPIAH BPNT YANG DIBELANJAKAN UNTUK MEMBELI BAHAN PANGAN LAINNYA DI BULAN JANUARI 2018. numeric

Di halaman ini, tampilan yang akan muncul adalah data barang yang sudah dimasukkan ke dalam sistem, dimana data barang tersebut merupakan kode barang, nama barang, jumlah

(2) Apabila dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak dikeluarkannya teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) upaya perlindungan tetap tidak dilaksanakan oleh pemilik

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan

(1) Pemeriksaan dan/atau pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (1) dapat dilaksanakan oleh OPD yang membidangi urusan kebakaran atau lembaga lain

(2) Dalam hal orang pribadi atau Badan yang memiliki, menguasai, memperoleh manfaat atas tanah dan/atau bangunan sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak mendaftarkan

(4) Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak dilaksanakan oleh RUPS paling lama 20 (dua puluh) hari kerja sejak yang bersangkutan diangkat memangku

bahwa dengan telah ditetapkan Peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Tegal dan Peraturan Walikota