• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Usaha

Pavita Cake merupakan sebuah usaha home industry dalam bidang cake yang didirikan sejak tahun 2014 dan berlokasi di Jalan Trengguli 2 / 26 a Semarang. Pada mulanya, Pavita Cake hanya menjual sponge cake dan kue lapis surabaya saja. Namun seiring berjalannya waktu, Pavita Cake mulai melakukan penambahan jenis produk yaitu berupa cake tart dan cupcake. Produk tersebut dipasarkan melalui media sosial. Sistem pemesanan dari Pavita Cake ini dengan made by order yaitu konsumen dapat memesan cake sesuai dengan permintaannya, yang kemudian akan langsung diproduksi dan langsung diantar ke tempat tujuan sesuai dengan waktu yang telah disepakati atau pesanan tersebut dapat diambil sendiri oleh konsumen. Keunggulan dari setiap produk tersebut adalah dibuat dengan bahan baku yang higienis dan berkualitas, memiliki harga yang terjangkau, serta pelayanan ke konsumen yang ramah dan cepat.

4.2 Gambaran umum responden

Berdasarkan pada hasil penyebaran kuesioner terhadap 30 orang responden diperoleh gambaran umum responden sebagai berikut :

(2)

Tabel 4.1

Gambaran Umum Responden

Sumber : Data Primer yang diolah (2017)

Berdasarkan tabel 4.1 diketahui sebagian besar responden berusia 14-25 tahun sebanyak 16 orang (53,3%), di ikuti peringkat umur 50-61 tahun sebanyak 6 orang (20%), 26-37 tahun sebanyak 4 orang(13,3%), dan 38-49 tahun sebanyak 4 orang juga (13,3%). Sebagian besar responden berjenis kelamin wanita yaitu berjumlah 20 orang (67%). Hal ini menunjukkan bahwa responden masih berusia muda dan berjenis kelamin wanita. Kemudian, diketahui bahwa keseluruhan

No Keterangan Jumlah (orang) % 1. Usia a. 14-25 tahun b. 26-37 tahun c. 38-49 tahun d. 50-61 tahun 16 4 4 6 53,3 13,3 13,3 20 Total 30 100 2. Jenis Kelamin a. Wanita b. Pria 20 10 67 33 Total 30 100

3 Frekuensi memesan sponge cake di Pavita Cake dalam dua bulan terakhir :

a. 1 kali b. 2 kali c. > 2 kali 0 13 17 0 43,3 56,7 Total 30 100

4 Mengkonsumsi sponge cake dalam dua bulan terakhir a.Ya b.Tidak 30 0 100 0 Total 30 100

5 Seberapa sering mengkonsumsi sponge cake dalam waktu dua bulan terakhir ?

a.1 kali b.2 kali c. > 2 kali 0 13 17 0 43,3 56,7 Total 30 100

(3)

responden sudah pernah memesan dan mengkonsumsi sponge cake yang terdapat di Pavita Cake dalam dua bulan terakhir. Maka dari gambaran umum tersebut, dapat diketahui target pasar yang berpotensial untuk mengembangkan produk inovasi sponge cake.

4.3 Hasil analisis Data dan Pembahasan

Pada bagian ini akan dianalisis dan dibahas mengenai proses inovasi bentuk, rasa, dan topping sponge cake pada Pavita Cake Semarang yang meliputi lima tahap yaitu : Idea Generation, Opportunity Recognition, Idea Evaluation, Development, dan Commercialization.

4.3.1 Idea Generation

Tahap idea generation merupakan langkah awal dalam melakukan sebuah inovasi. Idea generation pada penelitian ini merupakan proses penggalian ide mengenai bentuk, rasa, dan topping pada produk inovasi sponge cake pada Pavita Cake Semarang dengan tujuan agar mendapatkan berbagai macam ide-ide untuk dapat menciptakan sebuah produk inovasi sponge cake yang unggul. Penggalian ide tersebut dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 30 konsumen yang pernah memesan dan mengkonsumsi produk sponge cake di Pavita Cake sebanyak dua kali dalam periode dua bulan terakhir dan berada di Kota Semarang, dengan hasil sebagai berikut :

(4)

Tabel 4.2

Hasil Kuesioner Tahap Idea Generation

(penggalian ide bentuk,rasa,dan topping pada produk inovasi sponge cake)

No Keterangan Jumlah %

1. Bentuk yang anda inginkan dari produk inovasi sponge cake :

a. b. c. d. Lainnya : a. b. 5 8 4 11 1 1 16,7 26,7 13,3 36,7 3,3 3,3 Total 30 100

2. Alasan memilih bentuk tersebut: a. 1. unik

2.unik dan kreatif 3.lebih bagus kotak 4.agar sesuai dengan namanya “sponge cake”,jadi bentuknya menyerupai sponge 2 1 1 1 40 20 20 20 Total 5 100 Panjang : 20cm Lebar : 5 cm

(5)

b. 1. unik 2. lucu 3. menarik

4. lebih mudah dibentuk 5. penampilannya lebih Bagus 3 1 1 1 2 37,5 12,5 12,5 12,5 25 Total 8 100 c 1.seperti es krim 2.lebih menarik 3.unik 4.praktis 1 1 1 1 25 25 25 25 Total 4 100

d. 1.unik dan menarik 2.tidak kaku 3.mirip ice cream 4.cocok

5.Simple, mudah untuk dimakan dan mudah dikemas

6.Ujung tidak siku-siku sehingga mudah untuk dikonsumsi, bagian bawah siku-siku agar memiliki luas penampang besar dan dapat menahan stik lebih baik 5 2 1 1 1 1 45,4 18,1 9,1 9,1 9,1 9,1 Total 11 100 Lainnya : Panjang : 20cm, lebar : 5cm a.agar lebih puas dan kenyang

a.suka dengan bentuk tersebut 1 1 50 50 Total 2 100

(6)

3. Rasa cake dan topping yang anda inginkan dari produk inovasi sponge cake :

 Rasa cake-Rasa topping(ganache coklat)

a. Sawi hijau - sawi hijau b. Sawi hijau - brokoli c. Selada hijau - sawi hijau d. Selada hijau - selada hijau e. Kangkung

f. Brokoli - brokoli g. Brokoli - sawi hijau h.Timun - Kangkung i. Timun – Timun 11 2 2 3 0 9 1 1 1 36,7 6,7 6,7 10 0 30 3,3 3,3 3,3 Total 30 100

4. Apa alasan anda dalam memilih rasa cake tersebut?

a..sawi hijau

1.memiliki banyak vitamin, menyehatkan konsumen 2.unik

3.ingin rasa yang berbeda 4.suka sawi/sesuai selera 5.berbeda dari yang lain 6.rasa paling wajar 7.rasa paling enak

8.supaya anak-anak menyukai sayur sawi hijau

9.belum ada di pasaran

4 2 1 1 1 1 1 1 1 30,8 15,3 7,7 7,7 7,7 7,7 7,7 7,7 7,7 Total 13 100 b.selada hijau

1.karena menyukai selada 2.banyak vitamin

3.unik

4.memiliki khasiat/manfaat yang banyak 2 1 1 1 40 20 20 20 Total 5 100 c.brokoli 1.sehat 2.menyukai brokoli

3.memiliki banyak manfaat

4.menyukai brokoli, karena terdapat vitamin

5.terdapat kandungan gizi tinggi 6.unik 2 2 1 1 1 1 20 20 10 10 10 10

(7)

7.belum ada di pasaran

8.rasa lebih enak dari yang lain

1 1 10 10 Total 10 100 d.timun

1.memiliki kadar air yang tinggi 2.menyehatkan tubuh 1 1 50 50 Total 2 100

5. Alasan anda dalam memilih rasa topping :

a.sawi hijau

1.ingin mencoba coklat rasa sawi 2.sehat dan penuh gizi

3.coklat dengan rasa sawi akan menghasilkan rasa yang lezat 4.lebih menyukai sayur sawi 5.memiliki banyak vitamin 6.menarik

7.agar sama dengan rasa cake 8.inovasi rasa coklat dari bahan yang tidak biasa

3 3 3 1 1 1 1 1 21,4 21,4 21,4 7,1 7,1 7,1 7,1 7,1 Total 14 100 b.selada hijau

1.menarik untuk dicoba

2.sama dengan rasa cake yang dipilih

3.sama dengan rasa cake dan tidak begitu pahit 1 1 1 33,33 33,33 33,33 Total 3 99,99 c. kangkung

1.ingin mencoba hal yang baru yaitu coklat dipadukan dengan kangkung

1 100

Total 1 100

d.Brokoli

1.kaya akan manfaat 2.sehat dan bergizi

3.agar sama dengan rasa cake 4.belum ada di pasaran 5.rasanya lebih enak

6.karena menyukai brokoli dan banyak mengandung vitamin

7.ingin mencoba dengan rasa baru 8.brokoli sepertinya juga enak jika dipadukan dengan coklat

2 2 2 1 1 1 1 1 18,2 18,2 18,2 9,1 9,1 9,1 9,1 9,1 Total 11 100

(8)

e.Timun

1.menyehatkan 1 100

Total 1 100

Sumber : Data primer yang diolah (2017)

Setelah didapatkan berbagai macam ide-ide mengenai bentuk, rasa, dan topping pada produk inovasi sponge cake maka akan dipilih ide yang memiliki dua peringkat tertinggi karena dianggap sudah mewakili jumlah suara terbanyak dari responden yang pada nantinya akan dianalisa dan dikembangkan lebih lanjut ke tahap selanjutnya (opportunity recognition).

Dalam segi bentuk, ide yang memiliki dua peringkat tertinggi adalah : Tabel 4.3

Hasil ide bentuk sponge cake yang memiliki peringkat tertinggi No Ide bentuk sponge cake Jumlah Persentase (%)

1 11 36,7

2 8 26,7

Kedua bentuk tersebut lebih banyak dipilih oleh responden jika dibandingkan dengan bentuk lainnya. Berikut merupakan alasan responden dalam memilih ide bentuk karena memiliki bentuk yang cocok, unik, menarik, tidak kaku / serasa makan ice cream, simple serta mudah untuk dimakan dan mudah dikemas, ujung tidak siku-siku sehingga mudah untuk dikonsumsi, bagian bawah siku-siku agar memiliki luas penampang besar dan dapat menahan stik lebih baik. Kemudian, alasan responden memilih ide bentuk karena memiliki bentuk yang bagus, unik, lucu, penampilan lebih bagus, dan lebih mudah dibentuk.

(9)

Dapat diketahui juga bahwa bentuk dan kurang disukai oleh responden karena hanya terdapat jumlah frekuensi / persentase yang sedikit yaitu hanya berjumlah 5 (16,7%) dan 4 (13,3%).

Selain itu, juga terdapat responden yang memberi ide bentuk lainnya yaitu (panjang : 20cm, lebar : 5cm) dan . Kedua ide tersebut memiliki frekuensi / persentase dengan jumlah 1 (3,3%) dan 1 (3,3%).

Dalam segi rasa dan topping, sponge cake akan di inovasi dengan rasa sayuran hijau yang bernutrisi tinggi karena kebanyakan responden dari kuesioner pra survey menginginkan sebuah sponge cake yang sehat (rendah kalori) dan tidak terlalu manis. Kemudian, topping untuk produk inovasi sponge cake ini akan berupa ganache coklat. Hal ini berdasarkan hasil dari kuesioner pra survey karena terdapat responden yang menginginkan rasa coklat untuk topping, sehingga topping tersebut juga akan dipadukan dengan rasa sayuran hijau yang bernutrisi tinggi (vitamin B dan C tertinggi) agar tetap menjadi cake yang sehat. Berikut merupakan hasil ide rasa cake dan topping yang memiliki dua peringkat tertinggi adalah :

Tabel 4.4

Hasil ide rasa cake dan topping sponge cake yang memiliki peringkat tertinggi

No Ide rasa cake dan topping(ganache coklat)

Jumlah Persentase (%)

1 Sawi hijau – sawi hijau 11 36,7

2 Brokoli – brokoli 9 30

Kedua ide rasa dan topping tersebut lebih banyak dipilih oleh responden jika dibandingkan dengan rasa lainnya karena memiliki jumlah frekuensi / persentase paling tinggi. Adapun alasan responden memilih ide rasa cake dan

(10)

topping dengan rasa sawi hijau karena memiliki banyak vitamin, sehingga menjadi cake yang dapat menyehatkan konsumen, unik,penuh gizi, ingin mencoba rasa baru, berbeda dari yang lain, belum ada di pasaran, sesuai selera, sayur sawi merupakan rasa paling wajar, rasa paling enak, berbeda dari yang lain, agar rasa cake dan topping juga memiliki rasa yang sama, agar anak-anak lebih suka sayuran sawi.

Kemudian, alasan responden memilih ide rasa cake dan topping dengan rasa brokoli karena menyehatkan, memiliki banyak manfaat/khasiat dan gizi tinggi, menyukai brokoli, rasa lebih enak dari yang lain, terdapat vitamin, unik, agar rasa cake dan topping memiliki rasa yang sama, dan belum ada di pasaran.

Adapun terdapat ide lainnya mengenai rasa cake dan topping yaitu dengan rasa sawi hijau – brokoli (6,7%), selada sawi hijau (6,7%), selada hijau-selada hijau (10%), brokoli-sawi hijau (3,3%), timun-kangkung (3,3%), dan timun-timun (3,3%). Sedangkan untuk rasa kangkung tidak disukai oleh responden karena tidak ada satupun responden yang memilih sayur tersebut.

Selain itu, diketahui bahwa sebanyak 24 responden menginginkan rasa topping yang sama dengan rasa cake pada produk inovasi sponge cake, maka pada nantinya topping yang berupa ganache coklat tersebut akan memiliki rasa sayuran yang sama dengan rasa cake tersebut.

(11)

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tersebut, maka dari tahap idea generation dapat diketahui :

a. Sebagian besar responden menginginkan bentuk dan untuk produk inovasi sponge cake.

b. Sebagian besar responden menginginkan sponge cake rasa sawi dengan topping ganache coklat rasa sawi, dan sponge cake rasa brokoli dengan topping ganache coklat rasa brokoli.

c. Sebagian besar responden menginginkan rasa topping sama dengan rasa cake pada produk inovasi sponge cake.

4.3.2 Opportunity Recognition

Tahap opportunity recognition merupakan tahap kedua dalam melakukan sebuah inovasi. Opportunity recognition dalam penelitian ini adalah melihat peluang eksternal dan internal yang ada untuk menghasilkan produk inovasi sponge cake. Cara yang digunakan untuk mengenali peluang eksternal yaitu dengan membagikan kuesioner kepada 30 konsumen yang pernah memesan dan mengkonsumsi produk sponge cake di Pavita Cake sebanyak dua kali dalam periode dua bulan terakhir dan berada di Kota Semarang, dengan hasil sebagai berikut :

Tabel 4.5

Hasil pengenalan peluang eksternal

No Keterangan Jumlah %

1. Perlukah dilakukan inovasi sponge cake dari segi bentuk,rasa, dan topping : a. Perlu b. Tidak perlu 28 2 93,3 6,7 Total 30 100

(12)

2 Apakah anda pernah menemukan produk sponge cake dengan bentuk seperti ice cream stik di pasaran?

a. Ya b. Tidak 0 30 0 100 Total 30 100

3 Apakah anda pernah menemukan produk sponge cake dengan rasa sayuran di pasaran? a. Ya b. Tidak 0 30 0 100 Total 30 100

4 Apakah anda pernah menemukan produk sponge cake dengan topping rasa sayuran di pasaran?

a. Ya b. Tidak 0 30 0 100 Total 30 100

5 Jika produk inovasi sponge cake di realisasikan,

A.bentuk yang akan lebih diminati oleh masyarakat : a. b. 20 10 66,7 33,3 Total 30 100

B. Apabila cake dan topping pada produk inovasi sponge cake memiliki rasa yang sama, rasa yang akan lebih diminati oleh masyarakat : a. Sawi b. Brokoli 17 13 56,7 43,3 Total 30 100

6 Jika produk inovasi sponge cake di realisasikan, apakah anda tertarik

untuk membeli dan

mengkonsumsi? a. Ya b. Tidak 28 2 93,3 6,7 Total 30 100

(13)

7 Jika produk inovasi sponge cake di realisasikan, kemasan yang sesuai untuk produk sponge cake :

a. Box

b. Mika plastik Lainnya :

a. Plastik (seperti plastik yang

digunakan untuk

membungkus ice cream) b. 19 9 1 1 63,3 30 3,3 3,3 Total 30 100

8 Apa alasan anda untuk memilih kemasan tersebut? a. Box 1.mudah dibawa 2.mudah dikonsumsi 3.lebih elegan 4.lebih bagus 5.praktis 6.ramah lingkungan, pengemasan lebih mudah 7.menjaga sponge cake tidak rusak & terlihat rapi b. Mika plastik

1.mudah dikonsumsi 2.mudah dibawa 3.menarik

4. lebih mudah dilihat Lainnya :

a. –lebih menarik konsumen dan lebih cocok dengan bentuk sponge cake yang dibuat menyerupai ice cream stik

b. –lebih praktis, lebih dekoratif 10 2 1 1 2 1 2 4 3 1 1 1 1 33,3 6,7 3,3 3,3 6,7 3,3 6,7 13,3 10 3,3 3,3 3,3 3,3 Total 30 100

(14)

9 Jika produk inovasi sponge cake direalisasikan, harga yang sesuai untuk produk inovasi sponge cake :

a. < Rp10.000,00 b. Rp10.000,00-Rp15.000,00 c. Rp 15.000,00-Rp20.000,00 15 8 7 50 26,7 23,3 Total 30 100

Sumber : Data primer yang diolah (2017)

Berdasarkan tabel 4.5, terdapat peluang eksternal yang tinggi dalam menciptakan produk inovasi sponge cake karena sebagian besar responden sebanyak 28 orang (93,3%) menganggap perlu dilakukan inovasi sponge cake dari segi bentuk, rasa, dan topping. Hal ini dikarenakan supaya memiliki produk baru dengan variasi yang baru agar lebih menarik dan konsumen tidak merasa bosan. Seluruh responden (100%) juga tidak pernah menemukan produk inovasi sponge cake dengan bentuk seperti ice cream stik di pasaran, seluruh responden (100%) juga tidak pernah menemukan produk sponge cake dengan rasa sayuran di pasaran, dan seluruh responden (100%) juga tidak pernah menemukan produk sponge cake dengan topping ganache coklat rasa sayuran di pasaran.

Kemudian, sejumlah 28 responden (93,3%) juga merasa tertarik untuk membeli dan mengkonsumsi jika produk inovasi sponge cake di realisasikan. Hal ini menunjukkan produk inovasi sponge cake dapat menjadi produk unggul di pasaran karena belum adanya pesaing serta adanya ketertarikan responden terhadap produk inovasi sponge cake.

Kemudian, untuk ide dengan bentuk lebih memiliki peluang di pasaran karena sebanyak 20 orang memilih bentuk tersebut dapat lebih diminati oleh masyarakat karena lebih memiliki unsur keunikan / menyerupai ice cream, menarik, masyarakat dapat lebih tertarik mengkonsumsi cake khususnya

(15)

anak-anak karena bentuknya lucu, simple, dan memiliki nilai jual yang tinggi. Sedangkan untuk ide rasa cake dan topping, rasa sawi lebih berpotensi memiliki peluang yang cukup tinggi karena menurut 17 orang responden rasa sawi akan lebih diminati oleh masyarakat karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, rendah kalori, banyak vitamin, kaya akan serat, sayur sawi lebih sering dijumpai di masyarakat, unik, dan rasanya cocok jika diolah / dicampur dengan berbagai macam makanan.

Responden sebanyak 19 orang (63,3%) juga memilih kemasan dengan menggunakan box yang dimana sejumlah 10 orang berpendapat bahwa kemasan menggunakan box lebih mudah dalam membawanya. Kemudian, responden sebanyak 15 (50%) orang juga menginginkan harga <Rp10.000,00 untuk produk inovasi sponge cake.

Maka, produk inovasi sponge cake secara keseluruhan memiliki potensi pasar / peluang eksternal yang unggul karena :

a. Responden menganggap perlu dilakukan inovasi pad produk sponge cake dari segi bentuk, rasa, dan topping.

b. Produk inovasi sponge cake dari segi bentuk;rasa; dan topping juga belum terdapat di pasaran.

c. Responden tertarik untuk membeli dan mengkonsumsi produk inovasi sponge cake apabila direalisasikan.

d. Bentuk yang akan lebih diminati masyarakat adalah , dengan rasa cake dan rasa topping(ganache coklat) berupa sawi hijau.

(16)

Setelah melihat peluang eksternal, maka langkah selanjutnya adalah melihat peluang internal yaitu dengan cara melakukan observasi ke toko bahan kue dan pasar untuk melihat harga dan ketersediaan bahan baku serta melihat kemampuan teknik yang dimiliki oleh Pavita Cake agar dapat mempertimbangkan serta mewujudkan ide yang telah didapatkan di tahap idea generation. Berikut hasil observasi peluang internal :

Tabel 4.6

Hasil pengenalan peluang internal No Ide Ketersediaan Bahan Baku +

Harga

Kemampuan Teknik Bentuk

1 a.Bahan baku stik tersedia di toko bahan kue dengan harga yang relatif murah, yaitu Rp2000 / pack

a.Memiliki kemudahan dalam memotong sesuai bentuknya karena dapat menggunakan pisau roti biasa.

b.Lebih mudah dikemas / lebih ramping

c.Dalam proses

membentuk tidak akan menyisakan cake, dan akan menghasilkan potongan cake dengan jumlah yang lebih banyak dari lingkaran a. Bahan baku stik tersedia di toko

bahan kue dengan harga yang relatif murah, yaitu Rp.2000,00 / pack

a.Memiliki kemudahan dalam memotong sesuai bentuknya karena dapat menggunakan pisau roti biasa.

b.Dalam proses membentuk bentuk lingkaran akan lebih banyak menyisakan cake dan akan menghasilkan cake dengan bentuk lingkaran yang lebih sedikit

(17)

Rasa cake dan topping

1. Sawi a.Bahan baku berupa sayur sawi tersedia di pasar dan memiliki harga yang lebih murah dibanding dengan brokoli, yaitu Rp 2500,00 (1/4)

b.Bahan baku berupa coklat tersedia di toko bahan kue dengan harga Rp 11.250,00/250gr

a.Pengolahan bahan baku yang cukup mudah

2. Brokoli a.Bahan baku berupa brokoli tersedia di pasar, dan memiliki harga lebih mahal, yaitu

Rp 6.000,00

b.Bahan baku berupa coklat tersedia di toko bahan kue dengan harga Rp 11.250,00/250gr

a.Pengolahan bahan baku yang cukup mudah

Dari hasil identifikasi peluang eksternal dan internal, maka akan mendapatkan kriteria-kriteria yang akan digunakan untuk menyaring ide di tahap selanjutnya (idea evaluation). Kriteria yang didapatkan pada tahap opportunity recognition adalah :

A.Eksternal

a. Bentuk yang di minati oleh masyarakat adalah

b. Rasa cake dan topping pada produk inovasi sponge cake yang di minati oleh masyarakat adalah rasa sawi.

c. Penggunaan kemasan menggunakan box, karena kemudahan dalam membawa produk inovasi sponge cake.

(18)

B.Internal

a. Bahan baku mudah di dapatkan

Kriteria paling dasar dalam peluang internal adalah harus memiliki bahan-bahan yang mudah di dapatkan di toko bahan roti maupun di pasar.

b.Memiliki harga bahan baku yang terjangkau/relatif murah

Setelah ide selaras dengan kriteria pertama, maka bahan-bahan yang akan digunakan harus memiliki harga yang terjangkau dikarenakan sebanyak 15 responden memilih harga <Rp10.000,00 untuk produk inovasi sponge cake. c.Memiliki teknik mengolah bahan baku yang mudah

Kriteria selanjutnya yaitu tidak adanya kendala dalam mengolah bahan baku menjadi produk inovasi sponge cake

4.3.3 Idea Evaluation

Tahap idea evaluation merupakan tahap ketiga dalam sebuah inovasi yaitu tahap menentukan sebuah ide yang telah dipilih untuk direalisasikan menjadi produk nyata. Dalam tahap ini, Pavita Cake mengevaluasi ide-ide yang ada dengan menyelaraskan kriteria yang telah di dapatkan di tahap opportunity recognition. Ide yang tidak selaras dengan kriteria maka akan dihilangkan / tidak lolos ke tahap selanjutnya.

(19)

Tabel 4.7

Ideas Evaluation

(Hasil penyelarasan ide dengan kriteria eksternal dan internal) No

Ide Kriteria Eksternal Kriteria Internal Lanjut / Tidak lanjut Bentuk

1 a. - bentuk yang diminati oleh masyarakat adalah : -penggunaan kemasan menggunakan box -bahan baku mudah di dapatkan -memiliki harga bahan baku yang terjangkau/relatif murah

-memiliki teknik mengolah bahan baku yang mudah

a.Lanjut, karena selaras dengan kriteria eksternal dan internal b. b.Tidak lanjut, karena kurang ringkas saat dikemas dalam

box dan ada

kendala dalam proses

membentuk Rasa cake dan topping

2.

a. Sawi -Rasa cake dan topping pada produk inovasi sponge cake yang di minati oleh masyarakat adalah rasa cake sawi, dan topping ganache coklat dengan rasa sawi juga

-bahan baku

mudah di

dapatkan

-memiliki harga bahan baku yang terjangkau/relatif murah

-memiliki teknik mengolah bahan baku yang mudah

a. Lanjut, karena selaras dengan kriteria eksternal dan internal

b. Brokoli b. Tidak lanjut,

karena tidak selaras dengan eksternal dan brokoli memiliki harga yang tidak relatif murah

Berdasarkan tabel 4.7, ide yang dipilih untuk ke tahap selanjutnya adalah ide yang selaras dengan kriteria kapabilitas eksternal dan internal. Maka ide yang akan dipilih untuk di realisasikan adalah produk sponge cake dengan bentuk seperti : dengan rasa sawi dan disertai dengan topping berupa ganache coklat yang memiliki rasa yang sama dengan rasa cake (sawi).

(20)

4.3.4 Development

Tahap keempat yaitu tahap development / pengembangan produk inovasi sponge cake dengan langkah- langkah sebagai berikut :

4.3.4.1 Desain awal

Langkah pertama dalam tahap development yaitu dengan melakukan desain awal terlebih dahulu. Pembuatan desain awal ini berdasarkan dari kriteria di tahap sebelumnya. Kriteria yang didapatkan yaitu :

a. Bentuk dari produk inovasi sponge cake adalah

b. Rasa cake dari produk inovasi sponge cake adalah rasa sawi hijau

c. Rasa topping (ganache coklat) dari produk inovasi sponge cake adalah rasa sawi hijau

d. Penggunaan kemasan dengan menggunakan box, serta akan dilengkapi dengan pemberian logo Pavita Cake dan label mengenai produk agar dapat lebih mudah dikenal dan di ingat oleh masyarakat.

Berikut merupakan desain awal produk inovasi sponge cake :

Gambar 4.1

(21)

4.3.4.2 Prototype

Langkah selanjutnya adalah dengan pembuatan prototype berdasarkan dari desain awal. Berikut merupakan pembuatan prototype produk inovasi sponge cake Bahan :

1.Sponge cake rasa sayur sawi hijau a. 6 butir kuning telur, 5 putihnya b. 112,5 gr gula c. 75 gr tepung terigu d. 75 gr mentega e. ½ sdm tepung maizena f. ½ sdm SP g. 20 ml susu cair

h. 55 ml sari sayur sawi hijau i. stik

2. Topping ganache coklat dengan rasa sayur sawi hijau a. 250 gr dark chocolate

b. 50 ml susu cair

c. 50 ml sari sayur sawi hijau

Berikut merupakan cara pengolahan untuk produk inovasi sponge cake, 1. sponge cake rasa sawi hijau

a. Cuci bersih sayur sawi hijau yang masih utuh

(22)

Gambar 4.2

mengambil sari sayur sawi hijau dengan juicer

c. Masukkan telur, gula, dan SP ke dalam sebuah wadah kemudian kocok dengan menggunakan mixer sampai mengembang.

d. Masukkan tepung dan mentega, kemudian kocok dengan menggunakan mixer sampai tercampur.

Gambar 4.3 adonan sponge cake

e. Masukkan susu cair, sari sayur sawi hijau, dan sedikit potongan sayur sawi ke dalam adonan

f. Aduk perlahan sampai tercampur

(23)

Gambar 4.4

adonan dalam loyang siap di panggang h. Setelah matang, diamkan beberapa menit dan dapat dibentuk

Gambar 4.5

Sponge cake rasa sayur sawi hijau

i. Pemberian stik ke potongan sponge cake

Gambar 4.6

Bentuk sponge cake dengan stik

(24)

a. Masak susu cair dan sari sayur sawi hijau sampai hangat b. Potong dark chocolate menjadi kecil

c. Tuang adonan susu cair dan sari sawi hijau yang telah dimasak ke dalam potongan coklat

Gambar 4.7

Adonan susu cair dan sari sawi hijau yang telah dimasak ke dalam potongan coklat d. Aduk sampai coklat meleleh

Gambar 4.8

Ganache coklat rasa sawi hijau e. Oleskan di atas sponge cake sawi hijau.

(25)

Gambar 4.9

Hasil produk inovasi sponge cake

e. Dinginkan produk inovasi sponge cake ke dalam lemari pendingin f. Produk inovasi sponge cake siap dikemas.

Gambar 4.10

Hasil produk inovasi sponge cake yang sudah dikemas

g. Pemberian label+logo pada kemasan . Pemberian logo Pavita Cake dan label mengenai produk pada kemasan bertujuan agar dapat lebih mudah dikenal dan di ingat oleh masyarakat.

(26)

Gambar 4.11

Hasil produk inovasi sponge cake yang sudah dikemas dan diberi label+logo Pavita Cake

Satu resep cake sawi tersebut dapat menghasilkan 12 potong sponge cake, dengan panjang cake 7cm dan lebar cake 5cm, sedangkan satu resep topping tersebut dapat digunakan untuk 12 potong sponge cake sawi hijau.

4.3.4.3 Uji prototype produk

Setelah pembuatan prototype, maka langkah selanjutnya adalah uji prototype produk untuk dapat mengetahui reaksi pasar terhadap produk inovasi sponge cake apakah dapat diterima di masyarakat atau tidak. Proses uji prototype produk ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 30 orang responden yang sama (konsumen yang pernah memesan dan mengkonsumsi sponge cake di Pavita Cake sebanyak dua kali dalam periode dua bulan terakhir dan berada di Kota Semarang), dengan hasil sebagai berikut :

Tabel 4.8

Hasil kuesioner Development (uji prototype produk)

No. Keterangan Jumlah %

1. Menurut anda, apakah bentuk produk inovasi sponge cake ini sudah menarik? a. Ya b. Tidak 28 2 93,3 6,7 Total 30 100

(27)

2. Menurut anda, apakah rasa cake sawi dalam produk inovasi sponge cake ini sudah memiliki rasa yang enak?

a. Ya b. Tidak 29 1 96,7 3,3 Total 30 100

3. Menurut anda, apakah topping ganache coklat dengan rasa sawi ini sudah memiliki rasa yang enak? a. Ya b. Tidak 28 2 93,3 6,7 Total 30 100

4. Menurut anda, apakah topping ini sudah cocok dengan produk inovasi sponge cake?

a. Ya b. Tidak 29 1 96,7 3,3 Total 30 100

5. Menurut anda, apakah kemasan produk inovasi sponge cake yang digunakan ini sudah menarik? a. Ya b. Tidak 30 0 100 0 Total 30 100

6. Menurut anda, apa yang masih kurang pada produk inovasi sponge cake ini?

a. tidak ada b.kurang besar

c.sudah bagus dan enak

d.rasa sawi dalam coklatnya perlu ditambah

e.informasi pada kemasan, contohnya seperti “halal dimakan” supaya pelanggan lebih tertarik

f. ukuran stik terlalu kecil g. kurangi rasa sayur

20 4 2 1 1 1 1 66,7 13,3 6,7 3,3 3,3 3,3 3,3 Total 30 100

7. Keunikan apa yang anda peroleh dari produk inovasi sponge cake ini? a. bentuk,rasa,topping,kemasan b. rasa 11 5 36,7 16,7

(28)

c. bentuk

d. bentuk,rasa,topping e. bentuk,rasa, kemasan f. rasa, topping, kemasan g. rasa, kemasan h. topping i. bentuk, rasa 4 3 2 2 1 1 1 13,3 10 6,7 6,7 3,3 3,3 3,3 Total 30 100

8. Apakah produk inovasi sponge cake sudah sesuai dengan harapan anda? a. Ya b. Tidak 29 1 96,7 3,3 Total 30 100

(29)

Gambar 4.12

Proses uji prototype produk

Dalam melakukan proses uji prototype produk, maka dapat diketahui respon / reaksi responden terhadap produk inovasi sponge cake. Dari segi bentuk, hampir keseluruhan responden sejumlah 28 responden (93,3%) berpendapat bahwa produk inovasi sponge cake sudah memiilki bentuk yang menarik. Responden juga berpendapat bahwa bentuk tersebut menarik karena menggunakan stik seperti makan ice cream ,unik, praktis, kreatif, mudah dikonsumsi secara langsung, serta tidak ada di pasaran.

(30)

Dilihat dari segi rasa, sponge cake rasa sawi hijau juga sudah memiliki rasa yang enak karena sebanyak 29 responden(96,7%) menyukai rasa tersebut. Responden berpendapat bahwa rasa tersebut sudah enak dan cocok karena tidak terasa pahit , tidak terlalu manis, dan tidak membuat eneg. Selain itu, juga terdapat responden yang berpendapat bahwa rasa dari sponge cake sawi sudah enak walaupun tidak menyukai sayur.

Sementara dari segi topping yang berupa ganache coklat dengan rasa sawi hijau juga sudah memiliki rasa yang enak. Sebanyak 28 responden (93,3%) menyukai rasa dari topping tersebut karena rasa manisnya sudah tepat / tidak terlalu manis, menjadi coklat yang menyehatkan, dapat membuat rasa sawi tidak terlalu pahit, dengan adanya penambahan topping maka dapat memberi rasa yang nikmat dan enak. Sedangkan sebanyak 29 responden (96,7%) berpendapat bahwa topping tersebut sudah cocok dengan produk inovasi sponge cake karena sudah cocok dengan rasa sponge cake nya, dapat lebih nikmat jika terdapat topping tersebut, unik, tidak ada di pasaran, dan dapat memberi tampilan sponge cake menjadi lebih menarik lagi.

Kemasan yang digunakan untuk produk inovasi sponge cake ini juga mendapatkan respon yang baik / mendapat nilai tambah tersendiri karena seluruh responden (100%) menyukai kemasan tersebut. Responden berpendapat bahwa kemasan tersebut sudah sesuai dengan isinya/sesuai dengan ukuran, menarik perhatian, unik, kreatif, praktis, menjaga sponge cake agar tidak mudah rusak, mudah dibawa, terlihat mewah, terlihat lebih rapi, terlihat estetik serta memperlihatkan produknya.

(31)

Secara keseluruhan, produk inovasi sponge cake ini sudah mendapatkan reaksi / respon yang sangat baik dari masyarakat. Sebanyak 20 responden (66,7%) berpendapat bahwa tidak ada yang kurang pada produk inovasi sponge cake dan sebanyak 2 responden (6,7%) berpendapat produk inovasi sponge cake sudah bagus dan enak. Tetapi, juga terdapat responden yang berpendapat kekurangan pada produk inovasi sponge cake ini adalah ukuran sponge cake yang kurang besar (13,3%), rasa sawi dalam coklatnya perlu ditambah (3,3%), ukuran stik yang terlalu kecil (3,3%), mengurangsi rasa sayur (3,3%), dan tidak adanya informasi “halal dimakan” pada kemasan (3,3%).

Setelah mendapatkan respon yang positif, maka produk inovasi sponge cake ini pastinya memiliki sisi keunikan tersendiri. Responden sebanyak 11 orang (36,7%) berpendapat produk inovasi sponge cake ini memiliki keunikan dari segi bentuk, rasa,topping, dan kemasan. Produk inovasi sponge cake juga sudah sesuai dengan harapan responden. Sebanyak 29 responden (96,7%) berpendapat bahwa produk inovasi sponge cake sudah sesuai dengan harapan karena sudah memiliki rasa yang enak, menjadi suka sayur sawi hijau setelah mengkonsumsi produk inovasi sponge cake / cocok untuk yang kurang menyukai sayuran, unik, cocok untuk diet, dapat digunakan untuk cemilan yang sehat, lebih mudah dibawa saat berpergian, dan dapat dijadikan sebagai snack pada sebuah acara tertentu.

4.3.4.4 Redesign

Produk inovasi sponge cake secara keseluruhan telah mendapatkan reaksi yang baik dan positif dari responden. Hampir seluruh responden menyukai produk

(32)

inovasi sponge cake dan berpendapat tidak ada kekurangan pada produk inovasi sponge cake sehingga tidak diperlukan perbaikan produk / redesign.

4.3.4.5 Produk akhir

Karena tidak ada perbaikan produk maka produk akhir dalam penelitian ini tidak mengalami perubahan yaitu produk sponge cake dengan bentuk seperti : dengan rasa sawi dan disertai dengan topping berupa ganache coklat yang memiliki rasa yang sama dengan rasa cake (sawi). Ukuran sponge cake dan kemasan juga tidak mengalami perubahan.

Gambar 4.13 Produk akhir

Setelah mendapatkan produk akhir, langkah selanjutnya adalah menghitung harga pokok produksi (HPP) untuk mengetahui berapa harga pokok dari produk inovasi sponge cake sehingga dapat menjadi sebuah pertimbangan dalam menentukan harga jual / laba yang diperoleh. Berikut perhitungan HPP dari produk inovasi sponge cake :

(33)

Tabel 4.9

HPP produk inovasi sponge cake Biaya bahan baku (untuk 12 potong)

Bahan baku Jumlah Harga (Rp)

Telur 6 6600 Gula 112,5 gr 1400 Tepung terigu 75 gr 500 Mentega 75 gr 2550 Maizena 1/2sdm 68 Susu 70ml 1400 Sawi 105ml 2500 Coklat 250gr 11250 Stik 12 480

Total biaya bahan baku 26748

BTKL

Karyawan 1 20000

Total BTKL 20000

BOP

Listrik + gas + bensin 5225

Kemasan + logo + label 12 27600

Total BOP 32825

Total Biaya 79573

HPP / unit 6631

Berdasarkan tabel 4.9, total biaya bahan baku untuk pembuatan produk inovasi sponge cake sebesar Rp 26.748,00. Bahan baku tersebut akan menghasilkan 12 produk. Dalam sebuah proses produksi akan menggunakan satu orang tenaga kerja dengan gaji sebesar Rp 20.000,00/ produksi, dengan estimasi produksi 60x dalam satu bulan sehingga dalam 1 bulan akan mendapatkan gaji sebesar Rp 1.200.000,00. Sedangkan untuk biaya overhead / produksi sebesar Rp 32.825,00. Maka harga pokok produksi (biaya bahan baku+BTKL+BOP) sebesar Rp 79.573,00, sehingga harga pokok produksi satu unit produk sebesar Rp 6.631,00. Besar margin yang di inginkan sebesar 35%, sehingga laba yang didapatkan sebesar Rp 2.321,00 / unit. Maka, harga jual untuk satu unit produk

(34)

inovasi sponge cake sebesar Rp 6.631,00+Rp 2.321,00 = Rp 8.952,00, dengan pembulatan maka satu unit produk inovasi sponge cake memiliki harga jual sebesar Rp 9.000,00.

4.3.5 Commercialization

Pada langkah commercialization, produk akhir siap dipasarkan kepada masyarakat. Pada tahap ini akan dilakukan pembagian kuesioner kepada 30 orang responden yang sama di tahap sebelumnya (konsumen yang pernah memesan dan mengkonsumsi sponge cake di Pavita Cake sebanyak dua kali dalam periode dua bulan terakhir dan berada di Kota Semarang) untuk dapat memberikan pendapat media pemasaran seperti apakah yang memudahkan responden untuk mengetahui produk inovasi sponge cake. Berikut merupakan hasil dari kuesioner commercialization :

Tabel 4.10

Hasil kuesioner tahap commercialization

No Keterangan Jumlah %

1. Menurut anda, media apa yang menginginkan anda untuk mengetahui tentang produk inovasi sponge cake?

a. Media Sosial b. Website c. Brosur 24 0 6 80 0 20 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.12, maka media yang akan digunakan untuk memasarkan produk inovasi sponge cake ini akan dipasarkan melalui media sosial. Hal ini dikarenakan sebanyak 24 responden (80%) lebih mudah mengetahui produk

(35)

inovasi sponge cake dengan melalui media sosial, jika dibandingkan dengan website dan brosur.

Gambar

Tabel 4.7  Ideas Evaluation
Gambar 4.13  Produk akhir

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian gaji dan upah Dessler (2006 : 189) dalam buku sumber daya manusia, mengatakan gaji adalah sesuatu yang berkaitan dengan uang yang diberikan kepada pegawai

Menurut Martopo dan Soegiyanto dalam bukunya Penanganan dan Pengaturan Muatan (2004:30), menyebutkan bahwa stevedoring (pekerjaan bongkar muatan kapal) adalah jasa

Saksi merupakan syarat sah akad nikah. Pernikahan tidak sah tanpa kehadiran dua saksi. Saksi yang dapat diterima dalam akad nikah adalah yang memenuhi syarat,

Pada Gambar 2 terlihat bahwa fragmen DNA tanaman induk dan planlet hasil kuljar kultivar Lhoksumawe yang di uji pada kondisi PCR II dengan primer SW_1 tidak menunjukkan

Kegiatan Riset Aksi Pengembangan Perikanan Lokal Rawa Gambut: ”Pengembangan Teknologi Budidaya Ikan Lokal Rawa Gambut Untuk Mendukung Upaya Restorasi Gambut Di Desa

Pada bab ini peneliti akan menyajikan hasil penelitian dan pembahasan dari pengumpulan data kuesioner yang disertai dengan wawancara tentang Tingkat Pengetahuan

Hasil dari penelitian ini adalah strategi penghimpunan dana pada produk deposito mudharabah di BPRS Bina Finansia Semarang yaitu dilakukan dengan strategi promosi penjualan

Dalam melakukan pengintegrasian, guru mengaitkan mengenai korupsi dalam materi pelajaran, menyadarkan tindakan-tindakan siswa yang menjurus akan terbentuknya pribadi