• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI ARSITEKTUR JARINGAN DAN PENERAPAN LIMITING UPLOAD/DOWNLOAD FILE EXTENSIONS MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER DI LABORATORIUM KOMPUTER UNSIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IMPLEMENTASI ARSITEKTUR JARINGAN DAN PENERAPAN LIMITING UPLOAD/DOWNLOAD FILE EXTENSIONS MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER DI LABORATORIUM KOMPUTER UNSIKA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

Internet access is very important to looking for and sending information. Internet usefull for knowing new information especially about technology in crease but also can be down of studies quality. At practice goes on so the student in permit for un access internet because it will be concentrate of student who has practice (except internet practice). Master data who was more than 700 user not be stabelize so will be need server ClearOS as master data and mikrotik router for user hotspot with using topology new network. The method who has used for this research using mono polating method with forward enginering method with research step following to Network Development Life Cycle (NDLC).

Result of design application and architecture implementation network of computer laboratory UNSIKA are with apply bandwith management using ClearOS can be border on internet access while practice in computer laboratory UNSIKA, except that who was used internet facility. With appliying mikrotik router as user management hotspot beetween giving upload/download with maximal, user name and password can be border on internet access by hotspot in computer laboratory UNSIKA. With using router mikrotik and server ClearOS can be manage and knowing bandwith effect for network access local and internet, so can be based of learning process about network management, with applying ClearOS as master data in computer laboratory UNSIKA can be solve of manage more then 700 user.

Key Word : Network Architecture, Network Topology, Server ClearOS, Mikrotik Router, WEBHTB, and Bandwidth Management.

IMPLEMENTASI ARSITEKTUR JARINGAN DAN PENERAPAN LIMITING

UPLOAD/DOWNLOAD FILE EXTENSIONS MENGGUNAKAN MIKROTIK

ROUTER DI LABORATORIUM KOMPUTER UNSIKA Arip Solehudin ([email protected])

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Singaperbanga Karawang

(2)

ABSTRAK

Akses internet sangat diperlukan untuk mencari dan mengirim informasi. Penggunaan internet sangat berguna untuk mengetahui informasi terbaru terutama tentang kemajuan teknologi tetapi bisa juga menurunkan kualitas belajar. Saat kegiatan praktikum sedang berlangsung maka mahasiswa tidak diijinkan untuk mengakses internet karena akan mempengaruhi konsentrasi mahasiswa/mahasiwi yang sedang praktikum (selain praktik internet). Sever data yang lebih dari 700 user kurang stabil sehingga diperlukan server ClearOS sebagai server data dan mikrotik router untuk user hotspot dengan menerapkan topologi jaringan yang baru. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metodologi rekayasa dengan metode forward enginering dengan tahapan penelitian mengacu pada Network Develovement Life Cycle (NDLC).

Hasil penerapan desain dan implementasi arsitektur jaringan Laboratorium Komputer UNSIKA yaitu: Dengan diterapkannya manajemen bandwith menggunakan ClearOS dapat membatasi akses internet saat praktikum di laboratorium komputer UNSIKA selain praktikum yang menggunakan fasilitas internet. Dengan menerapkan mikrotik router sebagai manajemen user hotspot antara lain pemberian maksimal upload/download, user name dan password dapat membatasi akses internet melalui hotspot di laboratorium komputer UNSIKA. Dengan menggunakan router mikrotik dan server ClearOS dapat mengatur dan mengetahui pengaruh bandwidth untuk akses jaringan lokal dan internet sehingga dapat dijadikan acuan proses pembelajaran tentang manajemen jaringan. Dengan menerapkan ClearOS sebagai server data di laboratorium komputer UNSIKA dapat mengatasi pengelolaan lebih dari 700 user.

Kata Kunci : Arsitektur Jaringan, Topologi Jaringan, Server ClearOS, Mikrotik Router, WEBHTB, dan Bandwith Manajemen.

(3)

I. PENDAHULUAN

Mikrotik router OS yang digunakan di Labkomp UNSIKA merupakan router untuk manajement

bandwith. Halaman login internet yang disediakan oleh mikrotik tidak perlu digunakan saat ruang

Labkomp1 praktik internet, sedangkan ruang Labkomp2 dan hotspot Labkomp akan tetap menggunakan halaman login. Tetapi pada kenyataanya, saat ruang Labkomp1 bypassed (halaman login dihilangkan), ruang Labkomp2 dan hotspot Labkomp tidak mendapat halaman login, sehingga yang tidak registrasi bisa mengakses internet dengan bebas. Begitu pula jika ruang Labkomp2 bypassed maka ruang Labkomp1 dan

hotspot Labkomp tidak mendapat halaman login. Dengan demikian ruangan praktikum yang seharusnya

tidak menggunakan internet akan mendapatkan internet, sehingga akan mengganggu mahasiswa yang sedang praktik yang bukan praktik internet pada saat itu.

Gambar 1.1 : Webhtb Kebocoran Bandwidth

Webhtb yang dipasang pada server data (ubuntu server) tidak begitu efektif, Webhtb merupakan sebuah

tools untuk manajemen bandwidth, dengan webhtb pemberian bandwidth minimal kelipatan 8 kbps,

sehingga yang tidak terdaftarpun bisa menggunakan internet, meskipun hanya 8 kbps tetap saja mengganggu praktik yang bukan praktik internet pada saat itu. Untuk menggunakan internet tidak disediakan halaman login terlebih dahulu oleh webhtb. User yang terkoneksi dengan hotspot Laboratorium komputer UNSIKA bisa terkoneksi internet karena belum ada batasan user bagi yang ilegal masuk. Penggunaan ubuntu server dengan jumlah user yang lebih dari 700 menjadi tidak stabil.

Gambar 1.2 : Ilegal Internet

Melihat permasalahan diatas untuk memaksimalkan kegiatan belajar- mengajar tanpa terganggu oleh akses internet, ruang Labkomp1 dan Labkomp2 maka diperlukan penerapan infrastruktur jaringan yang baru. Untuk itu, penyusun merasa perlu untuk mengambil judul “IMPLEMENTASI ARSITEKTUR JARINGAN DAN PENERAPAN LIMITING UPLOAD/DOWNLOAD FILE EXTENSIONS MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER DI LABORATORIUM KOMPUTER UNSIKA. Hasilnya berupa penerapan jaringan yang baru di Laboratorium komputer UNSIKA dengan menggunakan Mikrotik untuk manajemen user hotspot dan manajemen user data dengan ClearOS.

(4)

II. TINJAUANPUSTAKA

2.1 Network Development Life Cycle (NDLC)

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metodologi rekayasa dengan metode forward enginering dengan tahapan penelitian mengacu pada Network Development Life Cycle (NDLC) pada buku Applied Data Communications, A business-Oriented Approach, James E. Goldman, Philips T. Rawles, Third Edition, 2001.

Rancangan penelitian pada penelitian ini mengacu pada tahapan penelitian Network Development Life Cycle (NDLC) sebagai berikut.

Gambar 2.1: Tahapan Penelitian NDLC 2.2 ClearOS

ClearOS adalah linux yang di kostumasi khusus untuk keperluan server. Dengan berbagai fitur yang powerfull dan setting yang simple, ClearOS menjad i alternatif pilihan, baik untuk pemula yang tidak mengerti linux sama sekali maupun untuk professional yang memerlukan kemampuan terbaik dari OS linux server. Berbasis Linux Red Hat Enterprise 5, menjadikan ClearOS memiliki source base yang kuat dan stabil untuk dijalankan sebagai server di warnet, game online, kantor-kantor, dan perusahaan. (Andi Micro. Buku hijau ClearOS 5.2 user guide. ClearOS Indonesia Team).

2.3 Mikrotik RouterOS

Mikrotik routerOS™, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox).Selain itu instalasi dapat dilakuka n pada Standard komputer PC (Personal komputer). PC yang akan dijadikan router Mikrotik pun tida memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemiliha resource PC yang memadai. (Dwi Febrian Handriyanto. 2009. Kajian penggunaan Mikrotikrouter OStm sebagai router pada jaringan komputer. Halaman: 10).

2.4 Bandwith

Bandwidth adalah kapasitas atau daya tampung kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dalam jumlah tertentu. Bandwidth juga bisa berarti jumlah konsumsi paket data per satuan waktu dinyatakan dengan satuan bit persecond [bps]. Bandwidth internet disediakan oleh provider internet dengan jumlah tertentu tergantung sewa pelanggan. (Budi Santosa. Manajemen Bandwidth Internet dan Intranet. Halaman : 02).

2.4 Komputer Server

(5)

data atau sistem operasi yang berbasis jaringan, juga berisikan nama-nama atau daftar user yang diizinkan untuk masuk ke server tersebut. (Nana Suasna. 2009. Pengantar jaringan. Halaman : 112).

III. METODEPENELITIAN

Rancangan penelitian pada penelitian ini mengacu pada tahapan penelitian Network Development Life Cycle (NDLC)

3.1 Analisis

Analisis yang dilakukan, untuk mengetahui permasalahan di laboratorium komputer UNSIKA sehingga akan di dapat solusinya. Tahap analisis ini diantaranya

Gambar 2.2: Tahapan Penelitian NDLC

1. Studi Lapangan (Field Research) yaitu dengan melakukan observasi langsung ke objek penelitian di laboratorium komputer UNSIKA.

2. Wawancara Langsung (Interview) yaitu dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan asisten laboratorium dan kepala laboratorium computer UNSIKA.

3. Studi Kepustakaan (Library Research) yaitu dengan melakukan pengumpulan data secara teoritis untuk mendukung data-data yang telah diperoleh langsung dari lapangan berdasarkan buku-buku, bahan mata kuliah serta internet.

3.2 Desain

Desain yang diterapkan dibagi menjadi design topologi fisik dan desain topologoi logic

Gambar 2.3: Desain

a. Desain topologi fisik merupakan gambaran terhadap jalur yang akan diterapkan meliputi perangkat keras (hardware) yaitu : Mikrotik Router, Server ClearOS, Switch, Modem ADSL dan Access Point (AP). b. Desain topologi logik merupakan gambaran secara garis besar terhadap jalur yang akan diterapkan

secara logik (kasat mata) yaitu : Domain Server, IPAddress dan firewall.

3.3 Simulasi

Simulasi diperlukan untuk melihat kinerja network yang akan digunakan dengan bantuan tools Cisco Packet Tracer ( untuk membangun topologi yang akan di design.

(6)

Pada tahap implementasi akan melakukan penerapan semua yang telah direncanakan dan didesign sebelumnya. Implementasi dibagi menjadi dua yaitu tahap instalasi konfigurasi jaringan komputer dan instalasi perangkat keras jaringan komputer.

Gambar 2.4: Implementasi

a. Instalasi Perangkat Keras Jaringan Kompute r yaitu Melakukan penyusunan/pemasangan perangkat keras seperti, PC Mikrotik, PC ClearOS, hub, switch dan hardware lainnya menurut gambar topologi jaringan yang telah dibuat sebelumnya.

b. Instalasi Konfigurasi Jaringan Komputer yaitu Melakukan instalasi konfigurasi jaringan komputer menggunakan router mikrotik dan server ClearOS.

3.5 Monitoring

Monitoring : Melakukan pengujian terhadap infrastruktur jaringan yang telah di implementasikan, apakah bisa diterapkan atau tidak.

3.6 Management

Management : Pada tahap manajemen atau pengaturan akan diberikan hak akses kepada user, kebijakan diperlukan agar sistem yang dibangun berjalan dengan baik.

IV. HASILPENELITIAN

4.1 Desain Topologi Fisik

(7)

Desain topologi fisik merupakan gambaran terhadap jalur yang diterapkan meliputi perangkat keras (hardware) yaitu : Mikrotik Router, Server ClearOS, Hub/Switch, Modem ADSL dan Access Point (AP). Tahap-tahap desain topologi fisik:

a. Modem ADSL terhubung ke Mikrotik. b. Pada Mikrotik Router terhubung ke HUB.

c. HUB yang terhubung ke mikrotik dibagi menjadi dua jalur yaitu jalur hotspot labkomp dengan menggunakan Access Point (AP) dan jalur server ClearOS.

d. Server ClearOS sebagai pusat data mahasiswa dihubungkan ke switch.

e. Switch yang terhubung ke server ClearOS dibagi menjadi dua jalur yaitujalur yang terhubung ke labkomp1 dan jalur yang terhubung ke labkomp2.

4.2 Desain Topologi Logik

Desain topologi logik merupakan gambaran secara garis besar terhadap jalur yang diterapkan secara logik (kasat mata) seperti Domain Server, IP Address dan Firewall. Tahap-tahap desain topologi logik: a. Modem ADSL dengan IP 192.168.1.1 terhubung ke Mikrotik dengan IP 192.168.1.2

b. Pada Mikrotik Router dilakukan beberapa pengaturan yaitu :  Melakukan konfigurasi hotspot labkomp dan user hotspot.

 Melakukan manajemen bandwith untuk penggunaan internet dengan melakukan pembatasan download berdasarkan jenis file, dengan tahapan :

o Layer 7, pada layer 7 melakukan pendaftaran jenis file tertentu yang akan dibatasi download sesuai extention file.

o Mangle, pada mangle melakukan pendaftaran jenis file yang telah dibuat sebelumya pada layer 7 dan melakukan pemberian nama paket.

o Queue, pada queue melakukan pembatasan bandwith sesuai nama paket yang telah dibuat pada mangle.

 IP Binding, pada IP Binding mendaftarkan mac-address agar jalur yang terhubung ke server ClearOS otomatis bisa mengakses internet tanpa memasukan user name dan password terlebih dahulu.

c. Pada Mikrotik Router terhubung ke HUB dengan IP 192.168.100.2/24.

d. HUB yang terhubung ke mikrotik dibagi menjadi dua jalur yaitu jalur hotspot labkomp dan jalur server ClearOS dengan IP 192.168.100.5/24 .

e. Server ClearOS (pusat data mahasiswa) dengan IP 192.168.5.1/24 dihubungkan ke switch. Pada Server ClearOS dilakukan beberapa pengaturan yaitu :

 Pemberian nama domain dengan domain LABKOMP2012.

 Pembuatan user server dan group user sesuai dengan nama fakultas.  Pemberian hak akses internet.

f. Switch yang terhubung ke server ClearOS dibagi menjadi dua jalur yaitu jalur yang terhubung ke labkomp1 dan jalur yang terhubung ke labkomp2.

(8)

Gambar 4.2: Topologi Logik Jaringan yang Telah Diterapkan 4.3 Pembuatan User Hotspot, Pembatasan Upload/Download dan Server Data ClearOS

Gambar 4.3: Pembuatan User Hotspot

Gambar 4.4: Pembuatan User Server Data

Gambar 4.5: Hasil Join Domain Server Data ClearOS menggunakan ID masing-masing 4.4 Monitoring

Melakukan pengujian terhadap infrastruktur jaringan yang telah di implementasikan. a. Monitoring user yang menggunakan akses internet.

(9)

c. Monitoring download file. d. Monitoring streaming youtube.

Gambar 4.6: Graft Monitoring Fille Extension

4.5 Management

Pada tahap manajemen atau pengaturan akan diberikan hak akses kepada user, kebijakan diperlukan agar sistem yang dibangun berjalan dengan baik.

a. Pemberian akses internet melalui hotspot labko mp hanya bisa diakses oleh user yang terigistrasi. b. Akses internet di ruangan peraktik hanya bisa diakses oleh instruktur.

c. User yang akan peraktik internet akan mendapatkan koneksi internet, kebijakan diperlukan agar system yang dibangun berjalan dengan baik.

d. Penyimpanan data praktikum disimpan ke pusat data yaitu server ClearOS.

e. User server bisa menyimpan data ke server ClearOS yang sudah terdaftar sebagai user praktikum di laboratorium komputer UNSIKA.

f. Untuk keamanan data user server bisa mengganti password masingmasing melalui web labkomp-usk.ac.id

g. Hak akses user server hanya bisa mengganti password.

V. KESIMPULANDANSARAN

Berdasarkan hasil analisis dan implementasi maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Dengan menerapkan manajemen bandwith menggunakan ClearOS dapat membatasi akses internet saat praktikum di laboratorium komputer UNSIKA selain praktikum yang menggunakan fasilitas internet.

2. Dengan menerapkan mikrotik router sebagai manajemen user hotspot antara lain pemberian maksimal upload/download, user name dan password dapat membatasi akses internet melalui hotspot di laboratorium komputer UNSIKA

3. Dengan menggunakan router mikrotik dan server ClearOS dapat mengatur dan mengetahui pengaruh bandwidth untuk akses jaringan lokal dan internet sehingga dapat dijadikan acuan proses pembelajaran tentang manajemen jaringan.

4. Dengan menerapkan ClearOS sebagai server data di laboratorium komputer UNSIKA dapat mengatasi pengelolaan lebih dari 700 user.

5. Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang menggunakan laboratorium komputer UNSIKA, maka perlu diperhatikan kapasitas hardisk untuk penyimpanan data praktikum.

6. Untuk mempercepat transfer data atau pengambilan data ke server sebaiknya menggunakan switch. 7. Jika user yang praktikum bertambah lebih banyak maka perlu diperhatikan juga spesifikasi server

yang digunakan dan bisa dijadikan referensi sebagai penelitian berikutnya.

8. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan gambaran kecepatan akses client user menggunakan Win 7, Win XP dan Linux.

(10)

VI. DAFTARPUSTAKA

Abdul Kadir dan Terra CH Triwahyuni. 2003. Pengenalan teknologi informasi. Yogyakarta : Andi.

Andi Micro. Buku hijau ClearOS 5.2 user guide. http://clearos- indonesia.com/index.php?topic=9.0. Diakses : 17 April 2012. Pukul 15 : 28.

Budi Santosa. Manajemen Bandwidth Internet dan Intranet. Halaman : 02.

http://kambing.ui.ac.id/onnopurbo/library/library-ref-ind/ref-ind-2/network/bwmanagement.pdf. Diakses : 21 Juni 2012. Pukul 21 : 12.

Dede Sopandi. 2010. Instalasi dan konfigurasi jaringan komputer. Bandung : Informatika Bandung.

Dwi Febrian Handriyanto. 2009. Kajian penggunaan Mikrotikrouter OStm sebagai router pada jaringan komputer.

http://www.unsri.ac.id/upload/arsip/KAJIAN%PENGGUNAAN%20MIKROTIK%20OS%20SEBAGA I%20router.pdf. Diakses : 19 Desember 2011. Pukul 07 : 35.

Edy Sutanta. 2005. Komunikasi data dan jaringan komputer. Yogyakarta : Graha Media.

Indra Dahna Christianto. Bandwidth Management On Lan Network Internet In Cipedak Housting Using

Mikrotik router Board 750 and 4.9.

http://papers.gunadarma.ac.id/index.php/komputer/article/view/14053. diakses : 19 Desember 2011. Pukul 07 : 55.

James E. Goldman, Philips T. Rawles, 2001. Applied Data Communications, A business-Oriented

Approach, Third Edition, John Wiley & Sons .

Jogiyanto. 2008. Metodologi Penelitian Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi. Nana Suasna. 2009. Pengantar jaringan. Bandung : Yrama.

Nila Feby Puspitasari. 2007. Implementasi Mikrotik sebagai solusi router murah dan mudah. http://journal.amikom.ac.id/index.php/KIDA/article/view/4593. Diakses : 19 Desember 2011. Pukul 07 : 40.

Onno W Purbo, Protus Tanuhandaru, Nurlina Noertam, dkk. 2007. Jaringan wireless di dunia berkembang

jilid 2. Terjemahan. Jakarta : One Destination Center (ODC).

Pressman, Roger. 2001. Software Engineering apractitioner’ Approach, Fifth Edition, Americas : McGraw-Hill, New York .

Selamat Datang. http://www.Mikrotik.ac.id. Diakses : 16 Desember 2011. Pukul 15 :55.

Stefanus. Pradigma Metode Penelitian Teknik Informatika.

http://scele.pps.dinus.ac.id/file.php/1/Paradigma_Metodologi_Penelitian_Teknik_Informatika.pdf. Diakses : 16 Desember 2011. Pukul 15:59.

Ubaidillah Ahmad Arrozaqi, Tri Budi Santoso dan Prima Kristalina. Simulasi routing protokol pada

jaringan sensor nirkabel dengan menggunakan metode cluster based.

www.eepis-its.edu/uploadta/downloadmk.php?id=1405. Diakses : 18 Desember 2011. Puluk 16 : 07.

Wahana komputer. 2009. Langkah mudah administrasi jaringan menggunakan linux ubuntu 9. Yogyakarta : Andi.

Wiharso Kurniawan. 2007. Jaringan Komputer. Yogyakarta : Andi, Semarang : SmitDave Community. http://www.webhtb.ro/features/. Diakses : 19 Januari 2012. Pukul 11.16.

I Putu Agung Bayupati, Yusep Rosmansyah, Jaka Sembiring, Infrastruktur Arsitektur Multimedia pada Sistem Interactive Distance Learning, Proc. ICT for Indonesia, Bandung Mei 2005.

Gambar

Gambar 1.1 : Webhtb Kebocoran Bandwidth
Gambar 2.1: Tahapan Penelitian NDLC
Gambar 2.4: Implementasi
Gambar 4.2: Topologi Logik Jaringan yang Telah Diterapkan  4.3 Pembuatan User Hotspot, Pembatasan Upload/Download dan Server Data ClearOS
+2

Referensi

Dokumen terkait