• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standard Operating Procedures

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Standard Operating Procedures"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAOAN INFORMASI

GEOSPASIAL

DEPUTI BIDANG INFRASTRUKTUR INFORMASI

GEOSPASIAL

PUSAT KELEMBAGAAN DAN STANDARDISASI

INFORMASI GEOSPASIAL

Standard Operating Procedures

Pembinaan Perumusan Kebijakan Simpul Jaringan

Informasi Geospasial

2012

BADAN INFORMASI GEOSPASIAL

Jl. Raya Jakarta-Bogor Km. 46 Cibinong 16911

Telepon / Fax : 021-8752062 - 63 / 021-8752064

(2)

DAFTAR ISI

DAFTARISI 2

PENJELASANSINGKATPENGGUNAAN 3

Ruang Lingkup 3

Tujuan 3

Ringkasan 3

Istilah dan Definisi 4

Singkatan 4

STANDARD OPERATING PROCEDURES: PEMBINAAN PERUMUSAN KEBIJAKAN SIMPULJARINGAN

INFORMASIGEOSPASIAL.. ,..5

(3)

PENJELASAN SINGKAT PENGGUNAAN

Ruang Lingkup

Ruang lingkup SOP ini mencakup beberapa rangkaian kerja, yaitu rapat

koordinasi, kajian permasalahan untuk perumusan kebijakan

penyelenggaraan sirnpul jaringan informasi geospasial, pembuatan modul

atau materi pembinaan yang sesuai dengan dengan karakteristik simul

jaringan informasi geospasial, pembuatan dokumen mengenai status

maupun kondisi lingkungan kerja simpul jaringan informsi geospasial,

sosialisasi hasil pembinaan dan perumusan mengenai tindak lanjut dalam

Perumusan Kebijakan Simpul Jaringan Informasi Geospasial untuk

keberlanjutan penyelenggaraan Infrastruktur Data geoSpasial Nasional

(IDSN). SOP ini hanya berlaku untuk pembinaan satu simpul jaringan

secara terpisah karena masing-masing simpul jaringan mempunyai

lingkungan dan kondisi kerja yang berbeda-beda, sehingga memerlukan

penanganan khusus.

Tujuan

SOP ini disusun untuk memberikan pedoman bagi pemangku kepentingan

dalam penyelenggaraan IDSN terutama dalam menyusun atau merumuskan

kebijakan terkait penyelenggaraan simpul jaringan informs geospasial baik

untuk instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah

kabuoaten/kota. Alur kerja pembinaan yang disusun diharapkan dapat

menjadi acuan secara jelas, efektif, efisien, dan terukur. Sehingga

kelancaran dari pelaksanaan SOP ini di lapangan dapat dimonitor dengan

menyediakan informasi-informasi yang akurat.

Ringkasan

SOP Pembinaan Perumusan Kebijakan Simpul Jaringan Informasi

Geospasial ditujukan kepada Simpul Jaringan Informasi Geospasial yang

akan merumuskan kebijakan terkait penyelenggaraan simpul jaringan IG

sebagai bagian dari Jaringan Data Spasial Nasional. Kebijakan-kebijakan

yang diambil dapat bervariasi antar simpul, dan biasanya terkait

pengelolaan data dan informasi geospasial simpul jaringan terkait,

kebijakan dalam klasifikasi data untuk konsumsi internal maupun publik,

pengelolaan sumber daya manusia, penggunaan teknologi, pengaturan

hubungan antara Unit Kliring dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD)

/unit teknis sebagai data producer dan hal lain terkait. Pembinaan dapat

diinisiasi oleh Sekretariat JDSN, Penghubung Simpul Jaringan, maupun

Simpul Jaringan terkait. Dalam SOP ini walaupun inisiasi pembinaannya

berbeda-beda tetapi melalui proses yang sama.

(4)

Istilah dan Definisi

IDSN

Simpul Jaringan

Penghubung

Simpul Jaringan

Unit Kliring

'•

Infrastruktur Data Spasial Nasional adalah suatu

sarana dan prasarana untuk mempermudah proses

pertukaran data dan informasi geospasial. IDSN

merupakan infrastruktur berbasis teknologi informasi

komunikasi.

Institusi pemerintah di tingkat pusat, pemerintah

provinsi dan pemerintah kabupaten/kota

Institusi pemerintah yang menyediakan akses untuk

pertukaran data dan akses kepada publik

Unit teknis dalam Simpul Jaringan yang ditunjuk

berdasarkan oleh Kepala lembaga Negara kernenterian

maupun non kernenterian, gubernur, atau

bupati/walikota sebagai penyedia akses informasi

geospasial

Singkatan

IDSN

JDSN

PSJIG

SJIG

DBIIG

Infrastruktur Data Spasial Nasional

Jaringan Data Spasial Nasional

Penghubung Simpul Jaringan Informasi Geospasial

Simpul Jaringan Informasi Geospasial

(5)

STANDARD OPERATING PROCEDURES: PEMBINAAN PERUMUSAN KEBIJAKAN SIMPUL JARINGAN INFORMASI

GEOSPASIAL

BADAN INFORMASI GEOSPASIAL

DEPUTI INFRASTRUKTUR INFORMASI GEOSPASIAL

Pusat Kelembagaan dan Standardisasi Informasi Geospasial

BADAN INFORMASI

GEOSPASIAL

NomorSOP

Tanggal Pembuatan

Tanggal Revisi

Tanggal Efektif

Disahkan oleh

Nama SOP

Deputi Bidang MG

Pembinaan Perumusan Kebijakan Simpul

Jaringan Informasi Geospasial

Dasar Hukum:

Kualifikasi Pelaksana:

1. UU No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial

2. Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2007 tentang Jaringan Data Spasial

Nasional

3. Peraturan Kepala Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Nomor 3 tahun

2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Informasi Geospasial

4. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Nomor 10

tahun 2012 tentang Sekretariat Jaringan Data Spasial Nasional

1. Minimal eselon III

2. Berasal dari Unit Kliring dan SKPD/unit teknis Simpul Jaringan Informasi

Geospasial,

Keterkaitan

a. SOP Pembinaan Implementasi Kebijakan SJIG

b. SOP Monitoring dan Evaluasi Kebijakan SJIG

C. c. SOP Sosialisasi Penyelenggaraan SJIG

Pencatatan dan Pendayaan

a. Alattulis kantor (ATK)

b. Komputer

C. Peraturan perundangan terkait

d. Kamera Digital

j'ej-jngatanj:

SOP ini diterapkan hanya untuk membina satu simpul Jaringan informasi

geospasial, karena model kebijakan dalam penyelenggaraan simpul Jaringan

berbeda antara satu simpul dengan simpul lainnya, yang tergantung pada

karakteristik institusi dan lingkungan kerja.

(6)

J05L BADAN INFORMASI GEOSPASIAL

VHlMr DEPUTI INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK

PUSAT PEMETAAN DAN INTEGRASI TEMATIK

BAOAN INFORMASI GEOSPASIAL

Dasar Hukum :

1. UU No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial

2. Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2007 tentang Jaringan Data Spasial Nasional

3. Peraturan Kepala Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Nomor 3 tahun 2012 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Badan Informasi Geospasial

4. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Nomor 10 tahun 2012

tentang Sekretariat Jaringan Data Spasial Nasional

Keterkaitan :

a. SOP Pembinaan Implementasi Kebijakan SJIG

b. SOP Monitoring dan Evaluasi Kebijakan SJIG

c. SOP Sosialisasi Penyelenggaraan SJIG

Peringatan :

Nomor SOP : 04.02.05.03

Tanggal Pembuatan :

Tanggal Revisi :

Tanggal Efektif : Pada saat SOP ini disahkan oleh Pejabat yang berwenang

Disahkan oleh : Deputi Bidang IGD/IGT/IIG atau Sekretaris Utama BIG

Nama SOP : Pembinaan Perumusan Kebijakan Simpul Jaringan Informasi

Geospasial

Kualifikasi Pelaksana :

1. Minimal eselon III,

2. Berasal dari Unit Kliring dan SKPD/unit teknis Simpul Jaringan Informasi Geospasial,

Peralatan/Perlengkapan

1. Alattuliskantor (ATK)

2. Komputer

3. Peraturan perundangan tentang Informasi Geospasial dan Infrastruktur Informs!

Geospasial

4. Kamera Digital

(7)

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 li 12 AKTIVITAS

Persiapan: Sekretariat JDSN dan PSJIG (DBI1G) melakukan inventarisasi dan laporan tertulis mengenai kebijakan SJIG baik di Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota, dan permintaan untuk pembinaan oleh SJIG.

Deputi Bidang IIG sebagai pelaksana PSJIG membentuk Tim Teknis

3embinaan Perumusan Kebijakan SJIG

Tim Teknis melakukan Inventarisasi data (dokumen dan permasalahan) dari SJIG yang memerlukan pembinaan

Tim teknis merumuskan hasil inventarisasi data terkait Perumusan Kebijakan SJtG dan menyusun quesionair sebagai persiapan awal melakukan koordinasi dengan SJIG untuk menentukan kebutuhan dalam Pembinaan Perumusan Kebijakan SJIG

Tim teknis melakukan koordinasi awal/pra survei dengan SJIG untuk menentukan kebutuhan dalam Pembinaan Perumusan Kebijakan SJIG dan membuat laporan hasil pra survei

PSJIG (DBIIG) mengirimkan surat kepada SJIG terkait rencana pembinaan

SJIG mengirimkan surat kesediaan

Tim Teknis menyusun materj Pembinaan sesuai dengan hasil pra survei

Tim Teknis menyusun jadwal pembinaan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

T i m TGKnis melakukan pembinaan

Tim Teknis membuat laporan hasil pembinaan

Tim teknis mensosialisasikan hasil pembinaan

PELAKU Sekretariat JDSN

Q

d>

h\t

EP

s

s

PSJIG (DBIIG)

o

&

f MULAI |

cS

•4"H

i

-c&

-<>

j

cb

do

11 1 SJIG

Q

<m

i

A

m

1

1 12 | j4/ f SELESAI ] PAKAR

CD

5

j

[

m

12 1 MUTU BAKU KELENGKAPAN / PERSYARATAN Undangan Rapat Agenda Rapat dokumen-dokumen pembinaan

Daftar nama anggota tim teknis Tugas-tugas anggota tim Dokumen-dokumen pembinaan - Dokumen-dokumen pembentukan SJIG - peraturan perundangan - Komputer - Undangan Rapat -Agenda Rapat - komputer - Surat Tugas - Peraturan perundangan - Quesionair - Surat pemberitahuan - Rencana jadwal -surat kesediaan -jadwal pembinaan - undangan rapat - agenda rapat - komputer - literatur

- laporan hasil survei awal - Undangan Rapat -Agenda Rapat - Surat tugas - materi pembinaan -LCD - L a p t o p -Seminar kit - Komputer - Laporan hasil survei - Dokumen rancangan kebijakan SJIG

- Undangan Rapat - Agenda Rapat - Laporan hasil pembinaan

WAKTU 10 ^kerja hari kerja

10 ^

kerjaari 5 hari kerja 3 2 1 5 2 4 5 2 hari kerja hari kerja hari ke rja hari kerja hari kerja hari kerja hari kerja bar kerja OUTPUT Notulen Laporan SK Tim Teknis

3ok. inventarisasi dan permasalahan SJIG

-•Quesionair - Dokumen klasifikasi permasalahan

- Dokumen rapat koordinasi teknis

o um n asi survei a Surat pernyataan kesediaan dilengkapi dengan jadwal

pelaksanaan Materi Pembinaan -Jadwal pembinaan -daftarnarasumber - Dokumen rancangan kebijakan SJIG

-Laporan hasil pembinaan

- notulen: tindak lanjut hasil pembinaan

KETERANGAN

pakar

Tim teknis beranggotakan tim BIG dan pakar.

Setiap pemangku kepentingan menyampaikan permasalahan dan masukan terkait Kebijakan SJIG, dan koordinasi antar pemangku kepentingan

Pra Survei dibutuhkan untuk mendalami tingkat kebutuhan atau permasalahan dalam perumusan kebijakan SJIG

Surat yang dikirim disertakan juga pernyataan kesediaan SJIG untuk menerima Pembinaan.

Apabila ada SJIG yang tidak bersedia maka PSJIG (DBIIG) mengirim surat pemberitahuan rencana pembinaan ke SJIG yang lain.

Masukan dari pakar, SJtG, dan literatur maupun kajian perundang-undangan diperlukan.

Output dari pelaksanaan pembinaan adalah bahwa SJIG beserta jajarannya dapat melakukan inventarisasi materi kebijakan yang akan diatur dalam menjalankan SJIG

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini dilakukan analisis VoIP terhadap Quality of Service (QoS) pada layanan jaringan komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) menggunakan softphone X-Lite

Menurut Slamet (2002) bahwa Pembelajaran Bermutu memiliki tiga komponen pokok yaitu 1) Perencanaan materi kuliah berdasarkan kurikulum dan kebutuhan pelanggan

1. Penyimpanan dan Penggunaan Informasi.. Catatan tentang diri klien yang meliputi data hasil wawancara, testing, surat- menyurat, perekaman, dan data lain, semuanya

Secara umum, kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada siklus I sudah tergolong baik, namun masih ada 4 aspek yang belum tercapai, yang mendapat nilai

hanya ada sekitar 9 anak dari 24 anak didik yang mampu bekerja secara mandiri. Kecerdasan emosional sangat penting diajarkan pada anak didik, terutama anak didik

Namun, kenyataan yang ada dilapangan, pasar yang adil, dan tanpa adanya kedhaliman, seringkali tidak terjadi, sehingga Ekonomi Islam menegaskan bahwa mekanisme pasar dan

Artikel ini dipresentasikan dalam agenda Jurnal Club di Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling pada 04 April 2014 11 Keunikan model wellness dalam konseling yang

Begitu juga dengan Sugiyono (2013:124) menjelaskan bahwa “sampeling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel”. Untuk