• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id P U T U S A N NO: 36 /PID.B/2014/PN-SBG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id P U T U S A N NO: 36 /PID.B/2014/PN-SBG"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

P U T U S A N

NO: 36 /PID.B/2014/PN-SBG

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Sibolga yang memeriksa dan mengadili perkara pidana biasa pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan atas nama terdakwa:

Nama lengkap : SAPRAN PANGGABEAN . Tempat lahir : Pandan.

Umur/ tanggal lahir : 40 tahun / 12 Agustus 1973. Jenis kelamin : Laki-laki.

Kebangsaan : Indonesia.

Tempat tinggal : Jl.Perdagangan Kel Lubuk Tukko Kec.Pandan Kab.Tapteng.

A g a m a : Islam. Pekerjaan : Wiraswasta.

Terdakwa di tahan dalam rumah tahanan sejak tanggal 04 Desember 2013 sampai dengan sekarang;

Terdakwa didampingi oleh penasehat hukum yaitu Sdr.SANGGAM m TAMBUNAN,SH,Advokat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 03 Februari 2014, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga Nomor 14/SK/2014 tanggal 13 -02 - 2014;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca berkas perkara dalam perkara ini;

Setelah mendengar keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa dalam perkara ini;

Setelah mendengar tuntutan pidana dari Jaksa Penuntut Umum yang memohon agar Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini memutuskan:

1. Menyatakan terdakwa SAPRAN PANGGABEAN als. APPALE terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penganiayaan“ sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 ayat (1) KUHPidana ;

2. Menjatuhkan pidana penjara terdakwa SAPRAN PANGGABEAN als. APPALE selama 5 (lima) bulan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap di dalam tahanan ;

(2)

2

3. Menyatakan agar terdakwa SAPRAN PANGGABEAN als. APPALE dibebani dengan membayar biaya perkara sebesar Rp. 5000,- (lima ribu rupiah);

Menimbang, bahwa Setelah mendengar tuntutan Jaksa/ Penuntut Umum tersebut terdakwa/Penasehat Hukumnya tidak mengajukan nota pembelaan namun terdakwa secara lisan memohon keringanan hukuman karena terdakwa mengaku bersalah, menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan antara terdakwa dan korban sudah saling bermaaf-maafan secara kekeluargaan;

Menimbang, bahwa atas permohonan terdakwa tersebut Jaksa/ Penuntut Umum secara lisan menyatakan tetap pada tuntutannya;

Menimbang, bahwa terdakwa diajukan kepersidangan ini sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Reg.Perk.Nomor:PDM-08/Sibol/Ep.1/01/2014, yaitu sebagai berikut:

Bahwa dia terdakwa Sapran Panggabean Als Appale pada hari Jumat tanggal 29 November 2013 sekira pukul 16.00 Wib atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember tahun 2013, bertempat di jalan Perdagangan Kelurahan Lubuk Tukko Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Sibolga, dengan sengaja melakukan penganiayaan terhadap orang POSPOS NASUTION, perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut:

Pada hari Jumat tanggal 29 November 2013 sekira pukul 16.00 Wib pada saat saksi korban POSPOS NASUTION sedang duduk disebuah kedai kopi milik ASRIL PANGGABEAN yang terletak di jalan Perdagangan Kelurahan Lubuk Tukko Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, tiba-tiba istri korban yang bernama NURHANIFAH PANGGABEAN berlari sambil menjerit dengan berkata “tolong tolong” kemudian korban POSPOS NASUTION berlari mendatangi istrinya setelah berada dekat dengan istrinya, tiba-tiba dari arah belakang terdakwa SAPRAN PANGGABEAN Als APPALE melemparkan 1(satu) buah batu kali ukuran genggaman tangan orang dewasa kearah kepala belakang korban POSPOS NASUTION sebanyak 1(satu) kali kemudian terdakwa meninju dada korban POSPOS NASUTION secara berulang-ulang dengan menggunakan kedua tangan terdakwa sehingga korban POSPOS NASUTION terjatuh ketanah. Akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban POSPOS NASUTION mengalami 2(dua) luka robek di kepala bagian belakang dengan ukuran masing-masing 2cm x 0,5cm dan 3cm x 0,5cm, bengkak di kepala bagian belakang dengan kesimpulan luka tersebut diduga akibat trauma benda tumpul, sesuai dengan Visum Et Repertum Nomor: 2931/001/RSUD/XI/2013 tanggal 30

(3)

3

Nopember 2013 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Evi Haryanti Damanik selaku dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah Pandan ;

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 ayat(1) KUHPidana; Menimbang, bahwa terhadap dakwaan dari Jaksa/ Penuntut Umum tersebut, terdakwa/Penasehat Hukumnya menyatakan telah mengerti dan tidak mengajukan eksepsi/keberatan;

Menimbang, bahwa dipersidangan telah didengarkan keterangan saksi-saksi yang sebelum memberi keterangan telah bersumpah menurut agama/kepercayaan yang dianutnya, dan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

1. Saksi Pospos Nasution, di depan persidangan telah diambil sumpahnya dan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

-. Bahwa saksi adalah kakak ipar terdakwa ;

-. Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Nopember 2013 sekira pukul 16.00 WIB bertempat di jalan Perdagangan Kelurahan Lubuk Tukko Kecamatan Pandan kabupaten Tapanuli Tengah telah terjadi penganiayaan terhadap saksi yang dilakukan oleh terdakwa ;

-. Bahwa penganiayaan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara melempar 1 (satu) buah batu kali seukuran genggaman orang dewasa ke arah saksi dengan mengenai bagian kiri kepala saksi ;

-. Bahwa saksi tidak mengetahui apa penyebab terdakwa melempar saksi ;

-. Bahwa akibat lemparan batu tersebut, kepala saksi mengalami bengkak dan luka robek serta berdarah sebagaimana Visum Et Repertum No : 2931/001/RSUD/XI/2013 tanggal 30 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Evi Haryanti Damanik, dokter pada RSUD Pandan ;

-. Bahwa saksi tidak mengetahui apa penyebabnya terdakwa menganaiaya saksi ; -. Bahwa sebelum terjadinya penganiayaan, saksi mendengar jeritan isterinya

yaitu saksi Nurhanifah Panggabean dari warung atau kedai sebelah ;

-. Bahwa saat itu saksi mendengar suara saksi Nurhanifah Panggabean yang berteriak minta Tolong ;

-. Bahwa segera saksi menuju ke arah suara teriakan tersebut ;

-. Bahwa pada saat itu saksi mendapat keterangan dari saksi Nurhanifah Panggabean bahwa saksi Nurhanifah Panggabean dicekik oleh terdakwa ; -. Bahwa pada saat itu terdakwa ada meninju dada saksi ;

-. Bahwa saksi membenarkan seluruh BAP saksi pada saat Penyidikan di Kepolisian ;

- Bahwa terdakwa sudah meminta maaf terhadap saksi dan saksi memaafkan terdakwa serta tidak ingin terdakwa dihukum berat ;

(4)

4

2. Saksi Nurhanifah Panggabean, di depan persidangan telah diambil sumpahnya dan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

-. Bahwa saksi adalah kakak kandung terdakwa ;

-. Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Nopember 2013 sekira pukul 16.00 WIB bertempat di jalan Perdagangan Kelurahan Lubuk Tukko Kecamatan Pandan kabupaten Tapanuli Tengah telah terjadi penganiayaan terhadap saksi Pospos Nasution yang dilakukan oleh terdakwa ;

-. Bahwa penganiayaan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara melempar 1 (satu) buah batu kali seukuran genggaman orang dewasa ke arah saksi korban dengan mengenai bagian kiri kepala saksi Pospos Nasution ;

-. Bahwa awal penyebab permasalahan adalah keributan atau pertengkaran masalah warisan ;

-. Bahwa sebelum peristiwa tersebut, saksi bersama dengan kakaknya Jarni Panggabean sedang duduk pada sebuah warung sambil berbincang-bincang ; -. Bahwa pada saat itu terdakwa mendekati saksi dan mencekik leher saksi dari

belakang ;

-. Bahwa pada saat itu saksi menjerit minta tolong ;

-. Bahwa karena teriakan tersebut, saksi Pospos Nasution berlari mendekati saksi ;

-. Bahwa pada saat itu terdakwa ada meninju dada saksi Pospos Nasution ;

-. Bahwa pada saat itu terdakwa melempar 1 (satu) buah batu seukuran genggaman orang dewasa ke arah saksi Pospos Nasution ;

-. Bahwa jarak antara terdakwa dengan saksi Pospos Nasution pada saat itu sekitar 1 (satu) meter ;

-. Bahwa setelah pelemparan batu tersebut, saksi Nurhanifah Panggabean langsung mengajak saksi Pospos Nasution menuju mobil dengan maksud hendak menobati luka kepala saksi Pospos Nasution ke rumah sakit ;

-. Bahwa dalam perkelahian tersebut, saksi Pospos Nasution tidak melakukan perlawanan ;

-. Bahwa akibat lemparan batu tersebut, kepala saksi mengalami bengkak dan luka robek serta berdarah sebagaimana Visum Et Repertum No : 2931/001/RSUD/XI/2013 tanggal 30 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Evi Haryanti Damanik, dokter pada RSUD Pandan ;

-. Bahwa saksi membenarkan seluruh BAP saksi pada saat Penyidikan di Kepolisian ;

- Bahwa terdakwa sudah meminta maaf terhadap saksi dan saksi memaafkan terdakwa serta tidak ingin terdakwa dihukum berat karena saksi sebenarnya adalah adik saksi ;

(5)

5

3. Saksi Jarni Panggabean, di depan persidangan telah diambil sumpahnya dan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

-. Bahwa saksi adalah kakak kandung terdakwa ;

-. Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Nopember 2013 sekira pukul 16.00 WIB bertempat di jalan Perdagangan Kelurahan Lubuk Tukko Kecamatan Pandan kabupaten Tapanuli Tengah telah terjadi penganiayaan terhadap saksi Pospos Nasution yang dilakukan oleh terdakwa ;

-. Bahwa penganiayaan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara melempar 1 (satu) buah batu kali seukuran genggaman orang dewasa ke arah saksi korban dengan mengenai bagian kiri kepala saksi Pospos Nasution ;

-. Bahwa awal penyebab permasalahan adalah keributan atau pertengkaran masalah warisan ;

-. Bahwa sebelum peristiwa tersebut, saksi bersama dengan adiknya Nurhanifah Panggabean sedang duduk pada sebuah warung sambil berbincang-bincang ; -. Bahwa pada saat itu terdakwa mendekati saksi Nurhanifah dan mencekik leher

saksi Nurhanifah dari belakang ;

-. Bahwa pada saat itu saksi Nurhanifah menjerit minta tolong ;

-. Bahwa karena teriakan tersebut, saksi Pospos Nasution berlari mendekati saksi ;

-. Bahwa pada saat itu terdakwa ada meninju dada saksi Korban Pospos Nasution ;

-. Bahwa pada saat itu terdakwa melempar 1 (satu) buah batu seukuran genggaman orang dewasa ke arah saksi korban Pospos Nasution padahal saksi telah melarang terdakwa ;

-. Bahwa jarak antara terdakwa dengan saksi Pospos Nasution pada saat itu sekitar 1 (satu) meter ;

-. Bahwa setelah pelemparan batu tersebut, saksi Nurhanifah Panggabean langsung mengajak saksi Pospos Nasution menuju mobil dengan maksud hendak mengobati luka kepala saksi Pospos Nasution ke rumah sakit ;

-. Bahwa dalam perkelahian tersebut, saksi Pospos Nasution tidak melakukan perlawanan ;

-. Bahwa akibat lemparan batu tersebut, kepala saksi mengalami bengkak dan luka robek serta berdarah sebagaimana Visum Et Repertum No : 2931/001/RSUD/XI/2013 tanggal 30 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Evi Haryanti Damanik, dokter pada RSUD Pandan ;

-. Bahwa saksi membenarkan seluruh BAP saksi pada saat Penyidikan di Kepolisian ;

- Bahwa terdakwa sudah meminta maaf terhadap saksi dan saksi memaafkan terdakwa serta tidak ingin terdakwa dihukum berat karena saksi sebenarnya adalah adik saksi ;

(6)

6

Atas keterangan saksi tersebut terdakwa membenarkannya dan tidak keberatan;

Menimnbang, bahwa dipersidangan Terdakwa juga menghadirkan saksi yang meringankannya yaitu:

 Saksi Nasran Panggabean, di depan persidangan telah diambil sumpahnya dan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

-. Bahwa saksi adik terdakwa ;

-. Bahwa menurut saksi keributan yang terjadi antara saksi Pospos Nasution adalah disebabkan masalah pembagian warisan ;

-. Bahwa saksi meninggalkan kota Pandan atau Kabupaten Tapanuli Tengah pada hari Kamis tanggal 28 Nopember 2013 menuju Batam ;

- Bahwa sebelum kejadian antara saksi dan terdakwa telah ada keributan dengan saksi korban dirumah terdakwa pada saat pembagian harta warisan, dan saat itu saksi dilempar oleh saksi korban dengan botol a qua dan terdakwa juga dicekik oleh saksi korban, dan seharusnya sebagai orang batak saksi korban tidak perlu ikut campur dalam pembahasan warisan orangtua saksi ;

-. Bahwa saksi tidak melihat penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap saksi Pospos Nasution ;

-. Bahwa saksi mengetahui peristiwa tersebut melalui handphone setelah mendapat kabar dari keluarganya ;

Atas keterangan saksi terdakwa membenarkannya ;

Menimbang, bahwa dipersidangan telah pula didengarkan keterangan terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut:

-. Bahwa terdakwa adalah adik ipar saksi korban ;

-. Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Nopember 2013 sekira pukul 16.00 WIB bertempat di jalan Perdagangan Kelurahan Lubuk Tukko Kecamatan Pandan kabupaten Tapanuli Tengah telah terjadi penganiayaan terhadap saksi korban yang dilakukan oleh terdakwa ;

-. Bahwa keributan tersebut terjadi diawali dengan masalah pembagian warisan ; -. Bahwa akibat lemparan batu tersebut, kepala saksi korban mengalami bengkak dan luka robek serta berdarah sebagaimana Visum Et Repertum No : 2931/001/RSUD/XI/2013 tanggal 30 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Evi Haryanti Damanik, dokter pada RSUD Pandan ;

-. Bahwa penyebab terdakwa melakukan perbuatan nya tersebut karena sebelumnya sudah ada permasalahan tentang warisan antara terdakwa dengan kakak-kakaknya tersebut dan kemudian saksi korban ikut campur dan marah-marah ;

-. Bahwa sebelum terjadinya penganiayaan, terdakwa memegang leher saksi Nurhanifah Panggabean ;

(7)

7

-. Bahwa suara saksi Nurhanifah Panggabean membuat saksi Pospos Nasution menuju arah saksi Nurhanifah Panggabean dan terjadilah perkelahian antara terdakwa dan saksi korban ;

-. Bahwa pada saat itu terjadi perkelahian tersebut antara saksi korban dengan terdakwa, lalu terdakwa melempar 1 (satu) buah batu kali seukuran genggaman orang dewasa ke arah saksi dengan mengenai bagian kiri kepala saksi Pospos Nasution ;

-. Bahwa terdakwa membenarkan seluruh BAP terdakwa pada saat Penyidikan di Kepolisian ;

-. Bahwa terdakwa sudah meminta maaf terhadap saksi korban dan saksi korban telah memaafkan terdakwa ;

Menimbang, bahwa dipersidangan juga telah diperlihatkan Visum et Repertum atas diri POSPOS NASUTION Visum Et Repertum No : 2931/001/RSUD/XI/2013 tanggal 30 Nopember 2013 01 Juni 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Evi Haryanti Damanik, dokter pada RSUD Pandan, Dan atas Visum et Repertum tersebut terdakwa dan saksi-saksi membenarkannya;

Menimbang, bahwa segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan dianggap telah disalin dan termuat dalam putusan ini;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa serta dihubungkan dengan barang bukti yang ada dan surat-surat lainnya maka Pengadilan Negeri menemukan fakta-fakta yuridis sebagai berikut:

-. Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Nopember 2013 sekira pukul 16.00 WIB bertempat di jalan Perdagangan Kelurahan Lubuk Tukko Kecamatan Pandan kabupaten Tapanuli Tengah telah terjadi penganiayaan terhadap saksi korban yang dilakukan oleh terdakwa ;

-. Bahwa keributan tersebut terjadi diawali dengan masalah pembagian warisan ; -. Bahwa akibat lemparan batu tersebut, kepala saksi korban mengalami bengkak dan luka robek serta berdarah sebagaimana Visum Et Repertum No : 2931/001/RSUD/XI/2013 tanggal 30 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Evi Haryanti Damanik, dokter pada RSUD Pandan ;

-. Bahwa penyebab terdakwa melakukan perbuatannya tersebut karena sebelumnya sudah ada permasalahan tentang warisan antara terdakwa dengan kakak-kakaknya tersebut ;

-. Bahwa sebelum terjadinya penganiayaan, terdakwa memegang leher saksi Nurhanifah Panggabean ;

-. Bahwa saksi Nurhanifah Panggabean menjerit minta tolong ;

-. Bahwa suara saksi Nurhanifah Panggabean membuat saksi Pospos Nasution menuju arah saksi Nurhanifah Panggabean dan terjadilah perkelahian antara terdakwa dan saksi korban ;

(8)

8

- Bahwa pada saat itu terjadi perkelahian tersebut antara saksi korban dengan terdakwa, lalu terdakwa melempar 1 (satu) buah batu kali seukuran genggaman orang dewasa ke arah saksi dengan mengenai bagian kiri kepala saksi Pospos Nasution sehingga kepala saksi korban mengalami luka robek dan bengkak ;

- Bahwa antara terdakwa dengan saksi korban dan saksi –saksi yang merupakan kakak kandung terdakwa telah saling bermaaf-maafan ;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan apakah terdakwa dapat dipersalahkan atas perbuatannya maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan unsur-unsur yang didakwakan oleh Penuntut Umum dalam dakwaannya;

Menimbang, bahwa seseorang baru dapat dipidana apabila pebuatan yang dilakukannya telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Menimbang, bahwa terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yaitu melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 351(1) KUHP sehingga majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh unsur-unsur dari dakwaan tersebut;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim akan mempertimbangkan unsur-unsur dalam dakwaan penuntut umum tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Barang siapa;

2. Melakukan Penganiayaan;

1. Unsur “Barang siapa”:

Yang dimaksud barang siapa adalah siapa saja sebagai subyek hukum yang dapat mempertanggung jawabkan segala perbuatannya tanpa terkecuali, bahwa dalam persidangan ini yang diajukan sesuai dengan dakwaan Penuntut Umum adalah subyek hukum sebagai terdakwa yaitu SAPRAN PANGGABEAN., yang dalam pemeriksaan dipersidangan telah membenarkan identitasnya sebagaimana yang termuat dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa telah menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan lancar serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, sehingga dengan demikian subyek hukum diajukan dalam persidangan adalah subyek hukum yang dapat mempertanggung jawabkan atas segala perbuatannya;

Dengan demikian unsur barang siapa telah terpenuhi secara sah dan meyakinkan menurut hukum;

(9)

9

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan Penganiayaan sesuai dengan teori

hukum pidana adalah yang menimbulkan rasa sakit atau luka terhadap orang lain sedangkan menurut Ayat 4 dari pasal 351KUHP, adalah yang sengaja merusak kesehatan orang;

Menimbang,bahwa terbukti dalam persidangan perkara ini dari keterangan saksi-saksi yang keterangannya telah dibenarkan oleh terdakwa dan juga pengakuan terdakwa sendiri dalam persidangan serta dihubungkan dengan Visum et Repertum dan barang bukti dalam perkara ini, sehingga Pengadilan Negeri menemukan fakta yuridis yaitu:

-. Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Nopember 2013 sekira pukul 16.00 WIB bertempat di jalan Perdagangan Kelurahan Lubuk Tukko Kecamatan Pandan kabupaten Tapanuli Tengah telah terjadi penganiayaan terhadap saksi korban yang dilakukan oleh terdakwa ;

-. Bahwa keributan tersebut terjadi diawali dengan masalah pembagian warisan ; -. Bahwa akibat lemparan batu tersebut, kepala saksi korban mengalami bengkak dan luka robek serta berdarah sebagaimana Visum Et Repertum No : 2931/001/RSUD/XI/2013 tanggal 30 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Evi Haryanti Damanik, dokter pada RSUD Pandan ;

-. Bahwa penyebab terdakwa melakukan perbuatannya tersebut karena sebelumnya sudah ada permasalahan tentang warisan antara terdakwa dengan kakak-kakaknya tersebut ;

-. Bahwa sebelum terjadinya penganiayaan, terdakwa memegang leher saksi Nurhanifah Panggabean ;

-. Bahwa saksi Nurhanifah Panggabean menjerit minta tolong ;

-. Bahwa suara saksi Nurhanifah Panggabean membuat saksi Pospos Nasution menuju arah saksi Nurhanifah Panggabean dan terjadilah perkelahian antara terdakwa dan saksi korban ;

- Bahwa pada saat itu terjadi perkelahian tersebut antara saksi korban dengan terdakwa, lalu terdakwa melempar 1 (satu) buah batu kali seukuran genggaman orang dewasa ke arah saksi dengan mengenai bagian kiri kepala saksi Pospos Nasution sehingga kepala saksi korban mengalami luka robek dan bengkak ;

Dengan demikian unsur melakukan penganiayaan telah terpenuhi secara sah dan meyakinkan menurut hukum;

Menimbang, bahwa dengan terbuktinya seluruh unsur-unsur dalam dakwaan sebagaimana hal-hal diatas maka terdakwa dinyatakan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana sesuai dengan dakwaan tersebut, dan harus dihukum setimpal dengan kesalahannya;

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti-bukti serta fakta yang ada dipersidangan Majelis Hakim berpendapat bahwa dalam diri terdakwa tidak ditemukan adanya alasan

(10)

10

pembenar dan pemaaf sesuai dengan UU yang berlaku maka sepatutnyalah terdakwa dapat dipertanggung jawabkan atas perbuatannya dan oleh karena itu terdakwa harus dihukum setimpal dengan kesalahannya;

Menimbang, bahwa tujuan pemidanaan dewasa ini bukanlah semata-mata merupakan pembalasan dendam atas diri dan perbuatan terdakwa akan tetapi adalah sebagai pembelajaran hukum demi ketertiban dan tegaknya hukum ditengah masyarakat yang dapat menyadarkan terdakwa atas kesalahan-kesalahannya dan kemudian hari kelak dia tidak mengulangi perbuatannya dan insyaf atas perbuatannya sehingga menjadi manusia dan masyarakat yang berbudi luhur yang baik ;

Menimbang, bahwa sebelum hukuman dijatuhkan kepada terdakwa, Majelis Hakim akan mempertimbangkan terlebih dahulu hal-hal memberatkan dan hal-hal meringankan bagi terdakwa yaitu:

Hal-hal yang memberatkan:

- Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan saksi korban luka; Hal-hal yang meringankan:

- Terdakwa berlaku sopan, dan berterus terang di persidangan;

- Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya; - Terdakwa belum pernah dihukum ;

- Antara terdakwa dan saksi korban telah saling bermaaf-maafan secara kekeluargaan ;

- Terdakwa merupakan tulang punggung keluarganya ;

Menimbang, bahwa selama ini terdakwa berada dalam tahanan maka atas lamanya tahanan sementara yang terdakwa jalani akan dikurangkan seluruhnya dari hukuman pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena pidana yang akan dijatuhkan lebih lama dari masa penahanan yang telah dijalani terdakwa, dan oleh karena itu maka Majelis Hakim memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana maka terdakwa harus dibebani membayar ongkos perkara yang besarnya sebagaimana dimuat dalam amar Putusan ini;

Mengingat, ketentuan pasal 351 (1) KUHP dan mempedomani KUHAP serta ketentuan hukum lainnya yang bersangkutan dengan perkara ini:

(11)

11

1. Menyatakan bahwa terdakwa SAPRAN PANGGABEAN telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penganiayaan”;

2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa SAPRAN PANGGABEAN dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan dan 15 (lima belas) hari ;

3. Menetapkan lamanya masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan tersebut;

4. Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan;

5. Membebankan terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,- ( lima ribu rupiah);

Demikianlah diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sibolga pada hari Selasa tanggal 04 Maret 2014 Oleh kami JUSTIAR RONAL, SH sebagai Ketua Majelis,. HERMAN F.A. DAULAY.SH.MH., dan DESSY DE

GINTING, SH.MHum masing-masing sebagai hakim anggota. Putusan mana

diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga, oleh Ketua Majelis tersebut dengan didampingi oleh hakim-hakim anggota dan dibantu oleh MIMMY MARIYANI, Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri tersebut, dengan dihadiri NELSON VICTOR S,SH., Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sibolga, serta dihadapan terdakwa dan Penasehat Hukum Terdakwa;

HAKIM ANGGOTA HAKIM KETUA

HERMAN F.A. DAULAY.SH.MH. JUSTIAR RONAL, SH.

DESSY DE GINTING, SH.MHum.

PANITERA PENGGANTI

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan kinerja protocol routing MPLS lebih unggul dibandingkan routing OSPF pada pengujian delay, throughput dan jitter pengujian data UDP dan

Gambar (4.12) merupakan grafik rapat probabilitas potensial non sentral Rosen Morse plus Coulomb, grafik hitam merupakan fungsi gelombang radial tak ternormalisasi untuk

Dalam penelitian kualitatif, pemerikasaan terhadap keabsahan data selain digunakan untuk menyanggah balik apa yang dituduhkan terhadap penelitian yang tidak ilmiah,

Proses pembelajaran dengan penerapan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa lisan sudah berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari adanya

Pelaksanaan sistem penempatan pegawai dalam suatu organisasi merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan dengan baik, karena dengan penempatan pegawai yang tepat,

Puji dan Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadapan Allah Swt. atas karunia dan lindungan-Nya sehingga Jurnal Teknik Vol. 2 Bulan September 2015 dapat

Jika pemanas oven tidak menyala setelah 15 detik, lepaskan tombol putar untuk fungsi oven, putar ke posisi mati, buka pintu oven dan cobalah menyalakan pemanas oven lagi setelah

merencanakan, menyiapkan, menyusun, dan mengalokasikan anggaran yang diperlukan dalam rangka persiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan PON XX dan PEPARNAS XVI Tahun 2020 di