• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dijelaskan langkah-langkah dalam melakukan analisis dan interpretasi data yang meliputi identifikasi informasi organisasi, analisa lingkungan bisnis internal, analisa lingkungan bisnis eksternal, analisa lingkungan internal SI/TI, analisa lingkungan eksternal SI/TI, menentukan strategi SI, menentukan strategi TI, menentukan strategi manajemen SI/TI, menentukan portofolio SI/TI ke depan, dan mengembangkan rencana implementasi.

5.1. IDENTIFIKASI INFORMASI ORGANISASI

Pada kegiatan ini melakukan identifikasi informasi organisasi DJMBP meliputi visi, misi, dan tujuan yang ingin dicapai oleh DJMBP.

VISI

Visi DJMBP adalah “Terwujudnya pengelolaan sumber daya mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat”.

MISI

Visi tersebut dijabarkan ke dalam Misi DJMBP sebagai berikut :

1. Melaksanakan pembangunan di bidang mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah dengan memberikan manfaat dan nilai tambah yang optimal. 2. Mewujudkan sumber daya manusia yang profesional, berdaya saing tinggi,

dan bermoral dalam lingkungan global.

3. Meningkatkan pembinaan kualitas penyelenggaraan personil, pendanaan, prasarana, dan dokumen.

4. Mewujudkan Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi yang bersih dan berwibawa dengan melaksanakan good governance.

(2)

TUJUAN

Berkaitan dengan Visi dan Misi tersebut DJMBP memiliki tujuan yang ingin dicapai sebagai berikut :

1. Terwujudnya peraturan perundang-undangan di bidang mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah yang transparan dan menarik investasi.

2. Terciptanya peningkatan usaha di bidang mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah yang efisien, efektif, dan ekonomis.

3. Tercapainya peningkatan ketersediaan data dan informasi di bidang mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah.

5.2. ANALISA LINGKUNGAN BISNIS INTERNAL

Pada tahap ini dilakukan analisa lingkungan bisnis internal dengan melihat proses bisnis yang ada di DJMBP serta menggunakan Critical Success Factor dalam menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas-aktivitas untuk memenuhi sasaran yang ditentukan oleh organisasi. Tujuan analisa lingkungan bisinis internal ini adalah untuk menentukan dan melakukan evaluasi kebutuhan bisnis organisasi.

5.2.1. PROSES BISNIS DJMBP

Berdasarkan tugas pokok dan fungsi DJMBP sebagai pedoman dalam kegiatan operasional organisasi DJMBP maka dapat diidentifikasi proses bisnis yang ada di DJMBP. Proses bisnis tersebut terdiri dari 2 kategori yaitu :

a. Proses Bisnis Utama

Proses bisnis utama meliputi aktifitas pada direktorat di DJMBP yaitu pembinaan program minerbapabum, pembinaan pengusahaan mineral dan batubara, pembinaan pengusahaan panas bumi dan pengelolaan air tanah, dan teknik dan lingkungan minerbapabum.

(3)

b. Proses Bisnis Pendukung

Proses bisnis pendukung meliputi proses bisnis yang ada di unit Setditen DJMBP yaitu rencana dan laporan, keuangan, hukum dan perundang-undangan, dan kepegawaian.

Skema proses bisnis pada DJMBP dapat dilihat pada gambar 5.1. berikut.

Gambar 5.1. Skema Proses Bisnis DJMBP

Uraian mengenai proses bisnis pada unit/direktorat di DJMBP dapat dilihat pada tabel 5.1 berikut ini :

Tabel 5.1. Uraian Proses Bisnis DJMBP

No Proses Bisnis Input Sub Proses Output Keterangan

1 Pembinaan Program Mineral, Batubara, dan Panas Bumi  Informasi UU/regulasi  Potensi pertambangan daerah  Rencana cadangan WP  Data dan Informasi rencana investasi  Mitra Usaha  Potensi Konflik  Rencana produksi dan Pengumpulan data dan informasi Pengolahan data Analisis Data Penyajian Laporan  Konsep UU/regulasi/ kebijakan  Rencana Induk dan Peta potensi pertambangan  Rencana Induk dan Peta Cadangan WP  Rencana Induk investasi  Laporan realisasi

Proses bisnis ini menitikberatkan pada penyediaan informasi terkait pembinaan program pertambangan

(4)

Tabel 5.1. Uraian Proses Bisnis DJMBP (1)

No Proses Bisnis Input Sub Proses Output Keterangan

 Rencana promosi   Laporan dan dokumen kerjasama dan kemitraan  Laporan dan dokumen penyelesaian konflik  Laporan dan rencana induk produksi dan pemanfaatan  Laporan Promosi 2 Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara  Informasi UU/regulasi  Inventarisasi perizinan di daerah  Rencana survey, eksplorasi, dan studi kelayakan  Rencana kegiatan konstruksi dan operasi produksi  Rencana sosialisasi bimbingan usaha  Rencana Program Comdev Pengumpulan data dan informasi Pengolahan data Analisis Data Penyajian Laporan  Konsep UU/regulasi/ kebijakan  Laporan perizinan di daerah  Laporan dan dokumen survey, eksplorasi, dan studi kelayakan  Laporan dan dokumen realisasi konstruksi dan operasi produksi  Laporan dan dokumen sosialisasi  Laporan dan dokumen realisasi comdev

Proses bisnis ini menitikberatkan pada penyediaan informasi terkait pembinaan pengusahaan mineral dan batubara 3 Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah  Informasi UU/regulasi  Inventarisasi perizinan di daerah  Rencana survey, eksplorasi, dan studi kelayakan  Rencana kegiatan konstruksi dan operasi produksi Pengumpulan data dan informasi Pengolahan data Analisis Data Penyajian Laporan  Konsep UU/regulasi/ kebijakan  Laporan perizinan di daerah  Laporan dan dokumen survey, eksplorasi, dan studi kelayakan

Proses bisnis ini menitikberatkan pada penyediaan informasi terkait pembinaan pengusahaan panas bumi dan air tanah

(5)

Tabel 5.1. Uraian Proses Bisnis DJMBP (2)

No Proses Bisnis Input Sub Proses Output Keterangan

 Rencana wilayah konservasi panas bumi dan air tanah  Rencana sosialisasi bimbingan usaha  Rencana Program Comdev   Laporan dan dokumen realisasi konstruksi dan operasi produksi  Peta pemetaan wilayah konservasi  Laporan dan dokumen sosialisasi  Laporan dan dokumen realisasi comdev 4 Standardisasi Teknik dan Lingkungan Mineral, Batubara, dan Panas Bumi  Informasi UU/regulasi  Informasi produk dan SNI

 Informasi Perusahaan dan tenaga teknik  Informasi lingkungan dan AMDAL  Informasi K3  Informasi rencana bimbingan teksnis Pengumpulan data dan informasi Pengolahan data Analisis Data Penyajian Laporan   Konsep UU/regulasi/ kebijakan  Laporan dan dokumen standard wajib produk dan mutu produk  Dokumen penerapan kelaikan teknik  Laporan dan dokumen AMDAL  Laporan dan dokumen K3  Laporan dan dokumen bimbingan teknis

Proses bisnis ini menitikberatkan pada penyediaan informasi terkait pembinaan dan pengawasan teknik pertambangan dan pengawasan lindungan lingkungan dan keselamatan operasi pertambangan 5 Rencana dan Laporan  Rencana kerja dan program kegiatan Pengumpulan data dan informasi Pengolahan data Analisis Data Penyajian Laporan  Laporan LAKIP  Laporan Tahunan Proses ini menitikberatkan pada perencanaan kerja dan program kegiatan DJMBP

(6)

Tabel 5.1. Uraian Proses Bisnis DJMBP (3)

No Proses Bisnis Input Sub Proses Output Keterangan

6 Keuangan  Rencana anggaran tiap unit Pengumpulan data dan informasi Pengolahan data Analisis Data Penyajian Laporan  RKAKL  DIPA  Laporan evaluasi anggaran Proses ini menitikberatkan pada pengelolaan keuangan dan anggaran 7 Hukum dan Perundang-undangan  Rumusan konsep hukum, peraturan dan perundang-undangan Pengumpulan data dan informasi Pengolahan data Analisis Data Penyajian Laporan  Produk hukum, peraturan dan perundang-undangan yang disahkan lembaga terkait Proses ini menitikberatkan pada proses pengelolaan produk dan layanan hukum 8 Kepegawaian, dan Umum  Rencana Formasi pegawai  Rencana program penyertaan pegawai  Dokumen dan arsip  Surat  Aset Pengumpulan data dan informasi Pengolahan data Analisis Data Penyajian Laporan  Informasi untuk perekrutan pegawai  Kegiatan perekrutan  Laporan kegiatan penyertaan pegawai  Laporan ketatausahaan  Arsip digital  Manajemen Persuratan  Laporan pengelolaan aset Proses ini menitikberatkan pada pengelolaan kepegawaian dan ketatausahaan organisasi 9 Teknologi Informasi  Kondisi eksisting SI/TI Pengumpulan data dan informasi Pengolahan data Analisis Data Penyajian Laporan  Pedoman perencanaan dan pengembanga n SI/TI  SOP pengelolaan SI/TI Proses ini menitikberatkan pada pengelolaan SI/TI

5.2.2. CRITICAL SUCCESS FACTOR

Berdasarkan hasil wawancara dan dokumen rencana strategis DJMBP dapat diidentifikasi aktifitas-aktifitas yang kritis pada unit/direktorat dalam

(7)

menjalankan proses bisnis dan tujuan setiap unit/direktorat yang akan dijelaskan sebagai berikut ini.

Tabel 5.2. Tujuan, CSF, dan Prime Measure DJMBP

No Tujuan CSF Prime Measure

1  Terwujudnya peraturan perundang-undangan di bidang mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Adanya koordinasi antara unit/bagian pada DJMBP dalam merumuskan peraturan perundang-undangan di bidang mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Jumlah peraturan perundang-undangan di bidang mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Terselesaikannya UU pertambangan pengganti UU No.11 Tahun 1967 tentang pokok-pokok pertambangan  Tersedianya kebijakan / kajian yang transparan dalam bidang usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Adanya keterlibatan berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemda, serta swasta dan

masyarakat di bidang usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Jumlah kajian / rumusan kebijakan yang

mendukung usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Terciptanya iklim usaha pertambangan yang kondusif

 Terwujudnya

sinkronisasi kebijakan usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah dengan sektor lain

 Adanya keterlibatan, koordinasi dan kerjasama dengan sektor lain

 Terselesaikannya permasalahan tumpang tindih wilayah

pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah dengan sektor lain

2  Terwujudnya

peningkatan investasi di bidang usaha

pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Melakukan kegiatan promosi peluang usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Jumlah kegiatan promosi baik di dalam maupun luar negeri

 Terciptanya peningkatan kegiatan usaha

pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Melakukan program kemitraan

 Jumlah mitra usaha dan kerjasama dalam investasi usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

Terwujudnya Good

Mining Practice bagi

usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Merancang standard dan prosedur teknis

pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Meningkatnya kualitas industri pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah (baik dari hulu, hilir, dan nilai tambahnya)

(8)

Tabel 5.2. Tujuan, CSF, dan Prime Measure DJMBP (1)

No Tujuan CSF Prime Measure

 Terwujudnya usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah yang ramah lingkungan

 Merancang petunjuk dan pedoman teknis di bidang lingkungan dan K3

 Berkurangnya kegiatan PETI dan usaha-usaha pertambangan yang merusak dan mencemarkan lingkungan  Bekurangnya angka kecelakaan kerja pertambangan  Terwujudnya peningkatan pelayanan perizinan usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Membuat standard dan prosedur perizinan yang tepat dan baik

 Adanya koordinasi dengan pemerintah daerah dalam layanan perizinan usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Adanya peningkatan kecepatan waktu proses pelayan perizinan

 Adanya wewenang yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah dalam layanan perizinan usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

3  Tersedianya informasi potensi usaha

pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Adanya kerjasama antara pemerintah pusat, pemda dan swasta dalam penyediaan informasi usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

Kualitas informasi pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah yang terkini dan akurat bagi publik

 Meningkatnya kualitas layanan informasi usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Memiliki sarana dan prasarana untuk pengelolaan data dan informasi dengan pemanfaatan teknologi informasi

 Adanya standard dan pedoman dalam pengelolaan dan pemanfaatan data dan informasi pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

Tersusunnya laporan yang cepat dan akurat

Terwujudnya koordinasi pengelolaan data dan informasi pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

Berdasarkan tujuan organisasi DJMBP maka akan dirumuskan tujuan setiap direktorat beserta penjabaran tujuan, CSF, dan Prime Measure seperti ditunjukkan pada tabel 5.3, tabel 5.4, tabel 5.5, tabel 5.6, dan tabel 5.7 berikut ini.

(9)

Tabel 5.3. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Direktorat Pembinaan Program Mineral, Batubara dan Panas Bumi

No Tujuan CSF Prime Measure

1  Melakukan kajian rumusan kebijakan terkait program pengembangan pertambangan

 Tersedianya data dan informasi regulasi, peraturan, dan kebijakan menyangkut program pengembangan pertambangan

 Jumlah kajian / rumusan kebijakan program pengembangan pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Merumuskan kebijakan pengembangan investasi di bidang pertambangan

 Tersedianya data dan informasi regulasi, dan peraturan terkait dengan pengembangan investasi  Jumlah rumusan kebijakan pengembangan investasi  Terwujudnya sinkronisasi kebijakan usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi dan air tanah dengan sektor lain

 Adanya koordinasi dan kerjasama dengan sektor lain, serta pemda dan masyarakat sekitar

 Terselesaikannya

permasalahan konflik dan tumpang tindih wilayah pertambangan mineral dan batubara

2  Melaksanakan program kerjasama dan kemitraan dalam negeri dan luar negeri

 Adanya kerjasama dengan pemda dan mitra usaha dalam program kemitraan

 Jumlah kerjasama dan kemitraan di bidang pengembangan pertambangan  Melaksanakan promosi dalam mendorong peningkatan investasi di bidang usaha pertambangan mineral dan batubara

 Adanya koordinasi yang intensif antar instansi pemerintah, daerah, dan dunia usaha dalam melaksanakan kegiatan promosi

 Jumlah kegiatan promosi di dalam dan luar negeri

3  Menetapkan rencana pencadangan wilayah kerja, serta penetapan wilayah kerja, cadangan atau potensi, neraca sumber daya wilayah kerja, dan produksi

 Tersedianya data dan informasi pencadangan wilayah kerja, serta penetapan wilayah kerja, cadangan atau potensi, neraca sumber daya wilayah kerja, dan produksi

 Jumlah rumusan kebijakan pencadangan wilayah kerja, serta penetapan wilayah kerja, cadangan atau potensi, neraca sumber daya wilayah kerja, dan produksi

 Merumuskan kebijakan produksi dan

pemanfaatan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Tersedianya data dan informasi produksi dan pemanfaatan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 Jumlah kebijakan penetapan produksi dan pemanfaatan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah per tahun

 Merumuskan

perencanaan, pencatatan dan perhitungan

penerimaan negara, serta perhitungan bagi hasil

 Tersedianya data dan informasi regulasi dan peraturan serta best

practice dalam kebijakan

pengelolaan penerimaan negara  Jumlah rumusan kebijakan mengenai perencanaan, pencatatan dan perhitungan

penerimaan negara, serta perhitungan bagi hasil

(10)

Tabel 5.4. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara

No Tujuan CSF Prime Measure

1  Melakukan rumusan kajian / kebijakan dan peraturan dalam pedoman pengusahaan pertambangan mineral dan batubara

 Tersedianya data dan informasi regulasi dan peraturan mengenai pedoman pengusahaan pertambangan mineral dan batubara

 Jumlah kebijakan / regulasi dan peraturan pemerintah mengenai pedoman pengusahaan pertambangan mineral dan batubara  Melakukan rumusan kajian/kebijakan dalam pengawasan eksplorasi dan operasi mineral dan batubara

 Tersedianya data dan informasi regulasi dan peraturan dalam pengawasan eksplorasi dan operasi mineral dan batubara

 Jumlah kebijakan terkait dalam pengawasan eksplorasi dan operasi mineral dan batubara

2  Melakukan pengawasan perizinan pertambangan mineral batubara yang dikeluarkan oleh daerah

 Memiliki pengetahuan mekanisme dan pedoman perizinan pertambangan

 Jumlah perizinan yang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku

 Melakukan pengawasan kegiatan usaha

penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan mineral dan batubara

 Memiliki pengetahuan tentang prosedur dan pedoman pengawasan kegiatan usaha

penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan mineral dan batubara

 Jumlah laporan dan dokumen realisasi kegiatan usaha

penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan mineral dan batubara yang akurat dan terkini

 Melakukan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi mineral dan batubara

 Memiliki pengetahuan tentang prosedur dan pedoman pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi mineral dan batubara

 Jumlah laporan dan dokumen realisasi kegiatan konstruksi dan operasi produksi mineral dan batubara yang akurat dan terkini

3  Melaksanakan sosialisasi kebijakan bimbingan usaha mineral dan batubara

 Adanya koordinasi yang intensif antar instansi pemerintah, daerah, dan dunia usaha dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi

 Jumlah kegiatan sosialisasi di daerah dan perusahaan

 Melaksanakan program pemberdayaan

masyarakat

 Adanya koordinasi yang intensif antar instansi pemerintah, daerah, dan dunia usaha dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat

 Jumlah kegiatan program pemberdayaan

masyarakat di daerah dan perusahaan

(11)

Tabel 5.5. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah

No Tujuan CSF Prime Measure

1  Melakukan rumusan kajian / kebijakan dan peraturan dalam pedoman pengusahaan panas bumi dan pengelolaan air tanah

 Tersedianya data dan informasi regulasi dan peraturan mengenai pedoman pengusahaan panas bumi dan pengelolaan air tanah

 Jumlah kebijakan / regulasi dan peraturan pemerintah mengenai pedoman pengusahaan panas bumi dan pengelolaan air tanah

 Melakukan rumusan kajian/kebijakan dalam pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi dan pengelolaan air tanah

 Tersedianya data dan informasi regulasi dan peraturan dalam pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi dan pengelolaan air tanah

 Jumlah kebijakan terkait dalam pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi dan

pengelolaan air tanah

2  Melakukan pengawasan perizinan pertambangan panas bumi yang dikeluarkan oleh daerah

 Memiliki pengetahuan mekanisme dan pedoman perizinan pertambangan

 Jumlah perizinan yang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku

 Melakukan pengawasan kegiatan usaha

penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan panas bumi

 Memiliki pengetahuan tentang prosedur dan pedoman pengawasan kegiatan usaha

penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan panas bumi

 Jumlah laporan dan dokumen realisasi kegiatan usaha

penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan panas bumi yang akurat dan terkini

 Melakukan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi panas bumi

 Memiliki pengetahuan tentang prosedur dan pedoman pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi panas bumi

 Jumlah laporan dan dokumen realisasi kegiatan konstruksi dan operasi produksi panas bumi yang akurat dan terkini

 Merumuskan kebijakan pengaturan, serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah

 Tersedianya data dan informasi mengenai wilayah konservasi panas bumi dan air tanah

 Jumlah kebijakan terkait dalam penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah

3  Melaksanakan sosialisasi kebijakan bimbingan usaha panas bumi

 Adanya koordinasi yang intensif antar instansi pemerintah, daerah, dan dunia usaha dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi

 Jumlah kegiatan sosialisasi di daerah dan perusahaan

 Melaksanakan program pemberdayaan

masyarakat

 Adanya koordinasi yang intensif antar instansi pemerintah, daerah, dan dunia usaha dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat

 Jumlah kegiatan program pemberdayaan

masyarakat di daerah dan perusahaan

(12)

Tabel 5.6. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi

No Tujuan CSF Prime Measure

1  Melakukan kajian rumusan kebijakan terkait standardisasi, pengawasan teknik, keselamatan operasi dan lindungan lingkungan

 Tersedianya data dan informasi regulasi dan peraturan terkait dengan standardisasi, pengawasan teknik, keselamatan operasi dan lindungan lingkungan

 Jumlah rumusan kebijakan teknis terkait dengan pengaturan standardisasi, pengawasan teknik, keselamatan operasi dan lindungan lingkungan

2  Menetapkan SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan dan mutu produk pertambangan

 Memiliki pengetahuan tentang prosedur dan pedoman standardisasi produk pertambangan

 Penyediaan informasi SNI dan spesifikasi teknik pengolahan dan mutu produk pertambangan

 Menetapkan dan melakukan pengawasan dan kelaikan teknik pertambangan

 Memiliki pengetahuan tentang prosedur dan pedoman pengawasan dan kelaikan teknik

pertambangan

 Jumlah dokumen tentang penerapan kelaikan teknik pertambangan  Melakukan pembinaan dan pengawasan perlindungan dan pengelolaan lingkungan pertambangan  Memiliki pengetahuan tentang prosedur dan pedoman pengelolaan lingkungan pertambangan

 Jumlah dokumen AMDAL yang sesuai dengan peraturan dan regulasi terkait

 Melakukan pengawasan keselamatan operasi

 Memiliki pengetahuan tentang prosedur dan pedoman pengawasan keselamatan operasi  Jumlah dokumen pengawasan keselamatan operasi 3  Melaksanakan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi

 Adanya kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha terkait dengan kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi

 Jumlah sosialisasi terkait dengan kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi

(13)

Tabel 5.7. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi

No Tujuan CSF Prime Measure

1  Melaksanakan

pelayanan administratif Direktorat Jenderal

 Adanya koordinasi antara unit/bagian pada DJMBP dalam upaya meningkatkan pelayanan administratsi DJMBP  Jumlah laporan administrasi DJMBP sesuai dengan aturan baku dan kebijakan pemerintah

 Melaksanakan

penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja

 Adanya koordinasi antara unit/bagian pada DJMBP dalam penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran, serta perumusan

ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja

 Jumlah laporan dan dokumen perencanaan kerja dan penganggaran, serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja 2  Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan meliputi perbendaharaan, gaji, dan pelaksanaan aggaran

 Memiliki kemampuan dalam mengelola praktek keuangan secara akurat

 Laporan keuangan yang akurat dan cepat

3  Melaksanakan pengelolaan kepegawaian

 Koordinasi antar bagian dalam melakukan pencatatan administrasi kepegawaian

 Laporan administrasi kepegawaian yang akurat dan cepat

 Melaksanakan kegiatan kearsipan dan dokumen

 Kemampuan dalam mengelola arsip dan dokumen secara baik dan cepat

 Jumlah arsip dan dokumen yang

dikumpulkan secara baik dan cepat  Melakukan kegiatan ketatausahaan dan perlengkapan rumah tangga  Membuat pencatatan administrasi tata usaha dan perlengkapan rumah tangga

 Laporan administrasi tata usaha dan perlengkapan rumah tangga yang baik, cepat dan akurat

 Melaksanakan

pengadaan perlengkapan rumah tangga dan perkantoran

 Membuat standard dan prosedur pengadaan barang dan jasa

 Laporan pengadaan barang dan jasa

4  Melakukan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan

 Melakukan perumusan produk peraturan dan perundang-undangan yang akan disahkan legislatif

 Jumlah produk peraturan dan perundang-undangan yang disahkan oleh lembaga legislatif

 Memberikan pertimbangan dan bantuan hukum

 Tersedianya data dan informasi peraturan dan perundang-undangan untuk membantu memberikan layanan hukum

 Penyediaan informasi yang akurat terkait dengan penjelasan peraturan dan perundang-undangan yang sesuai.

5  Terwujudnya

pengelolaan informasi minerbapabum dan air tanah

 Adanya koordinasi antar unit dalam penyediaan dan

sharing data dan informasi

 Penyediaan data dan statistik minerbapabum dan air tanah yang akurat dan cepat

(14)

Tabel 5.7. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi (1)

No Tujuan CSF Prime Measure

 Pengembangan unit informasi wilayah pertambangan di daerah

 Adanya kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui komunikasi dan

pertukaran informasi wilayah pertambangan di daerah

 Penyediaan data dan informasi wilayah pertambangan di daerah  Membuat standar pengelolaan TI untuk meningkatkan kualitas layanan informasi

 Adanya koordinasi dan kerjasama untuk membangun persamaan persepsi penggunaan TI dan Tata Kelola TI

 Adanya SOP untuk pengelolaan TI

 Melakukan pengelolaan sistem informasi dan jaringan untuk meningkatkan kualitas penyediaan informasi

 Tersedianya standard dan pedoman dalam

pengelolaan TI

 Kualitas informasi yang baik, cepat dan akurat

5.2.3. ANALISIS KEKUATAN DAN KELEMAHAN

Berdasarkan hasil wawancara, dokumen renstra, dan observasi dapat diidentifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi DJMBP sebagai berikut :

Tabel 5.8. Analisis Kekuatan dan Kelemahan DJMBP

Kekuatan Kelemahan

1. Secara kelembagaan DJMBP merupakan unit kerja eselon I di bawah DESDM sebagai regulator pengelolaan

pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah di Indonesia yang berpengalaman.

2. Memiliki perangkat peraturan perundang-undangan, dan kebijakan yang lengkap dalam pengelolaan pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah di Indonesia.

3. SDM yang memiliki berbagai macam latar belakang dan jenjang pendidikan baik teknik dan non-teknik yang relevan dengan pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

1. Budaya organisasi yang birokratis. 2. Pengelolaan masing-masing organisasi

yang bersifat parsial.

3. Jumlah dan kualitas SDM yang masih kurang baik teknik dan non teknis. 4. Jumlah dan kualitas SDM TI yang

masih kurang.

5. SI/TI yang masih belum terintregrasi. 6. Pengelolaan TI yang masih parsial pada

masing-masing direktorat.

7. Pengelolaan sarana dan prasarana yang masih rendah.

8. Sistem anggaran yang berpola Top Down yang bersifat kaku.

(15)

Tabel 5.8. Analisis Kekuatan dan Kelemahan DJMBP (1)

Kekuatan Kelemahan

4. Memiliki sarana dan prasarana operasional organisasi yang lengkap. 5. Infrastruktur ITC yang cukup.

6. Anggaran yang berkelanjut dari APBN

5.3. ANALISA LINGKUNGAN BISNIS EKSTERNAL

Pada tahap ini dilakukan analisa lingkungan bisnis eksternal untuk menggambarkan aspek-aspek eksternal yang mempengaruhi organisasi.

5.3.1. ANALISIS PEST

Analisis PEST digunakan untuk melakukan analisa eksternal organisasi dalam beberapa aspek yaitu aspek Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Aspek Teknologi. Berikut adalah uraian dari aspek-aspek tersebut.

1. Politik

Perkembangan penting selama lima tahun ini di era globalisasi adalah kebangkitan nasionalisme sumber daya alam dimana negara berusaha untuk mengamankan kendali terhadap pengelolaan dan imbalan ekonomi atas produksi mineral. Maka diperlukan adanya UU yang ditujukan pada kepentingan nasional artinya juga pada kepentingan rakyat banyak. Keberadaan UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, UU No 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi, dan UU No 30 Tahun 2007 tentang Energi sebagai upaya dalam mengamankan pembangunan sektor pertambangan dan energi untuk kepentingan bangsa.

Namun pengembangan pertambangan mineral, batubara, panas bumi dan air tanah saat ini dan ke depan akan menghadapi banyak kendala. Salah satunya adalah adanya otonomi daerah dimana menyebabkan terjadinya disentralisasi kebijakan dan tumpang tindih peraturan yang dapat menghambat usaha

(16)

kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Beberapa permasalahan lain adalah adanya tumpang tindih dan konflik dengan sektor lain misalnya wilayah pertambangan yang berada di wilayah konservasi atau hutan lindung atau terkait dengan pemasalahan lindungan lingkungan yang memerlukan kerjasama dan koordinasi lintas sektor.

Dalam upaya meningkatkan investasi di bidang pertambangan mineral, batubara, panas bumi dan air tanah perlu adanya suatu upaya pemerintah melalui kajian kebijakan, seperti kegiatan penyusunan Road map pertambangan, blueprint pengembangan dan pemanfaatan panas bumi, serta Kebijakan Batubara Nasional (KBN) yang dalam penyusunannya melibatkan para stakeholder pertambangan mulai dari dunia usaha, pemerintah daerah, perguruan tinggi, para pakar serta masyarakat lainnya. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki iklim investasi dengan menyederhanakan proses perijinan, transparansi, keringanan pajak, penegakan hukum dan pemantapan situasi keamanan.

Penyelesaian permasalahan pertambangan antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu adanya good will dari pemerintah terkait upaya dalam melaksanakan good governance di bidang pengembangan dan pembangunan pertambangan mineral, batubara, panas bumi dan air tanah.

2. Ekonomi

Perkembangan perekonomian dunia akan mempengaruhi permintaan terhadap penyediaan energi termasuk hasil tambang. Pasar global di bidang mineral sangat tinggi hal ini di tandai dengan trend harga dan permintaan komoditi mineral yang sangat tinggi akibat dari pemenuhan akan kebutuhan energi seiring pertumbuhan ekonomi. Mempertimbangkan kekayaan bahan tambang di Indonesia seperti emas, perak, nikel, tembaga, batubara, panas bumi dan bahan tambang lainnya, dan dengan upah tenaga kerja murah serta letak geografi yang dekat dengan pasar, membuat pertambangan mineral di Indonesia sangat prospektif.

Persaingan dengan negara-negara penghasil mineral, batubara dan panas bumi seperti Australia, Malaysia, China, dan Vietnam yang ketat dan kompetitif

(17)

membuat pemerintah harus mampu membuat iklim investasi dan usaha industri pertambangan yang kondusif.

Sisi penerimaan negara dari subsektor mineral, batubara dan panas bumi (minerbapabum) juga membukukan hasil yang baik selama tahun 2008, yaitu naiknya penerimaan negara dari Rp. 37,34 triliun tahun 2007 menjadi Rp. 42,12 triliun tahun 2008. Sedangkan investasi di subsektor minerbapabum naik dari US$ 1,25 miliar tahun 2007 menjadi US$ 1,65 miliar tahun 2008 (Evaluasi Kinerja Sektor ESDM 2008).

Tidak bisa dipungkiri bahwa jasa pertambangan sumberdaya mineral bagi pembangunan sangat signifikan. Industri pertambangan membuka lapangan kerja, membangun prasarana jalan dan sentra kegiatan ekonomi di daerah terpencil. Industri ini memperkenalkan teknologi, melatih tenaga terampil, dan memasukkan pola manajemen modern.

3. Sosial Budaya

Usaha industri pertambangan suka tidak suka pasti bersinggungan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang dalam hal ini dapat memunculkan konflik dan permasalahan dengan masyarakat sekitar, misalnya konflik lahan pertanian dan perkebunan, tanah adat, dan kasus kesenjangan sosial masyarakat seperti keinginan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja meski tidak sesuai dengan persyaratan dan kebutuhan perusahaan.

Dalam penyelesaian permasalahan tersebut pemerintah perlu adanya solusi melalui mediasi-mediasi dan komunikasi dengan menerapkan program pemberdayaan masyarakat dengan menerapkan program Community Development ataupun Corporate Social Responsibility. Program tersebut perlu adanya kerjasama dan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, perusahaan, serta masyarakat.

Usaha pertambangan juga erat kaitannya dengan keberlangsungan lingkungan sekitar pertambangan serta rawan terjadinya kecelakaan kerja di lokasi pertambangan. Pencemaran dan kerusakan lingkungan juga dapat mempengaruhi aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Usaha pertambangan yang ramah

(18)

lingkungan. Melalui Amdal dan program reklamasi lahan pertambangan diharapkan mampu menyegarkan kembali lingkungan sekitar paska usaha pertambangan. Penerapan pedoman K3 dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan di pertambangan sehingga terwujud usaha pertambangan yang aman dan tertib.

4. Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi informasi kini sangat maju dan berkembang pesat. Dalam perkembangan teknologi informasi selalu muncul inovasi baru sehingga semakin mudah ketersediaannya dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Pemanfaatan teknologi informasi sangat berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan organisasi. Ketersediaan teknologi informasi ditunjang dengan harga yang relatif murah dan terjangkau membuat pemanfaatan teknologi informasi semakin besar di berbagai sektor, tidak ketinggalan pula di pemerintahan.

Mengikuti tren dan perkembangan teknologi informasi saat ini dan ke depannya dapat memberikan kemudahan dalam melakukan up-date terhadap teknologi informasi yang telah diterapkan maupun yang akan dibangun ke depannya. Pemanfaatan teknologi informasi di DJMBP dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan partisipasi aktif dalam pemberian informasi bagi masyarakat, serta juga membantu meningkatkan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan DJMBP yang lebih efektif.

Dari uraian aspek-aspek tersebut analisa PEST DJMBP dapat di identifikasi seperti pada tabel 5.9 sebagai berikut :

(19)

Tabel 5.9 Analisis PEST DJMBP PEST Analysis

POLITIK • UU terkait usaha pertambangan minerbapabum dan air tanah.

• Regulasi dan kebijakan pemerintah yang maih tumpang tindih dengan

dengan daerah.

• Tumpang tindih wilayah pertambangan dengan sektor lain. • Good will dari pemerintah terhadap perkembangan usaha

pertambangan di Indonesia.

• Kebijakan otonomi daerah menambah birokrasi di daerah. • Koordinasi dengan pemerintah daerah yang masih lemah.

EKONOMI • Kekayaan sumber daya mineral di Indonesia yang masih besar.

• Pasar mineral baik domestik dan internasional yang masih besar. • Munculnya negara-negara penghasil pertambangan yang membuat

persaingan cukup ketat dan kompetitif.

• Usaha pertambangan dapat mendorong timbulnya aktifitas ekonomi

lainnya.

• Meningkatnya penerimaan negara dari subsektor minerbapabum.

SOSIAL • Potensi konflik yang tinggi dengan masyarakat sekitar pertambangan.

• Program community development memerlukan biaya besar. • Kerusakan dan pencemaran lingkungan akibat usaha pertambangan • Membantu meningkatkan lapangan pekerjaan.

• Masih tingginya angka kecelakan kerja di usaha pertambangan

TEKNOLOGI • Perkembangan teknologi infomasi yang cukup pesat.

• Cyber Crime dan penyalahgunaan TI.

5.3.2. ANALISIS SWOT

Berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal DJMBP dapat diidentifikasi analisis SWOT untuk DJMBP sebagai berikut :

Tabel 5.10. Analisis SWOT DJMBP

SWOT Analysis STRENGTHS

 Sebagai regulator pengelolaan pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah di Indonesia yang berpengalaman.

 Memiliki perangkat peraturan perundang-undangan, dan kebijakan yang lengkap.  SDM yang memiliki berbagai

macam latar belakang dan jenjang pendidikan.

WEAKNESS

 Budaya organisasi yang birokratis.

 Pengelolaan masing-masing direktorat yang bersifat parsial.  Jumlah dan kualitas SDM yang masih kurang baik teknik dan non teknis.

 Jumlah dan kualitas SDM TI yang masih kurang.  SI/TI yang masih belum

terintregrasi. .

(20)

Tabel 5.10. Analisis SWOT DJMBP (1)

SWOT Analysis STRENGTHS

 Sarana dan prasarana operasional organisasi yang lengkap.

 Infrastruktur ITC yang cukup.  Anggaran yang berkelanjut dari

APBN.

WEAKNESS

 Pengelolaan TI yang masih parsial pada masing-masing direktorat.

 Pengelolaan sarana dan prasarana yang masih rendah.  Sistem anggaran yang berpola

Top Down yang bersifat kaku. OPURTUNITIES

 UU terkait usaha pertambangan minerbapabum dan air tanah.  Good will dari pemerintah

terhadap perkembangan usaha pertambangan di Indonesia.  Kekayaan sumber daya mineral

di Indonesia yang masih besar.  Pasar mineral baik domestik

dan internasional yang masih besar.

 Usaha pertambangan dapat mendorong timbulnya aktifitas ekonomi lainnya.

 Meningkatnya penerimaan negara dari subsektor minerbapabum.

 Membantu meningkatkan lapangan pekerjaan.  Perkembangan teknologi

infomasi yang cukup pesat.

Strategi SO

1. Melakukan kajian rumusan kebijakan yang mendukung perkembangan usaha pertambangan.

2. Melakukan sosialisasi regulasi dan kebijakan usaha

pertambangan.

3. Meyediakan informasi potensi usaha pertambangan yang terkini dan akurat 4. Melakukan promosi dan

workshop mengenai potensi usaha pertambangan di Indonesia.

5. Melakukan pengelolaan penerimaan negara yang lebih transaparan dan efektif. 6. Memanfaatkan teknologi

informasi untuk membantu kepentingan dan kebutuhan organisasi.

Strategi WO

1.Melakukan reformasi dan menata organisasi agar lebih meningkat kinerjanya. 2.Melakukan kerjasama dan

koordinasi antar unit.

3.Otomatisasi untuk memangkas proses birokrasi yang panjang. 4.Meningkatkan kualitas SDM

yang lebih baik melalui diklat dan kursus serta pendidikan yang lebih tinggi.

5.Melakukan pengelolaan anggaran yang lebih transparan, dan efektif.

6.Membuat dan menerapkan pedoman dan standard prosedur pengelolaan TI.

7.Mengembangkan sistem informasi yang terintregrasi.

THREATHS

 Regulasi dan kebijakan pemerintah yang masih tumpang tindih dengan dengan daerah.

 Tumpang tindih wilayah pertambangan dengan sektor lain.

 Kebijakan otonomi daerah menambah birokrasi di daerah.  Koordinasi dengan pemerintah

daerah yang masih lemah.  Munculnya negara-negara

penghasil pertambangan yang membuat persaingan cukup ketat dan kompetitif.  Kerusakan dan pencemaran

lingkungan akibat usaha pertambangan.

 Potensi kecelakaan kerja yang masih tinggi

Strategi ST

1. Melakukan kerjasama dan koordinasi yang baik dan intens dengan pemda.

2. Melakukan kerjasama dan koordinasi yang baik dan intens antar lintas sektor.

3. Memberikan fasilitas dan kemudahan untuk menarik minat investor pertambangan. 4. Melakukan Amdal dan program

reklamasi lahan paska pertambangan.

5. Meningkatkan pembinaan dan pengawasan usaha

pertambangan supaya patuh dan sesuai dengan peraturan, regulasi, dan hukum yang berlaku.

6. Melakukan program pemberdayaan masyarakat sekitar melalui Comdev dan CSR.

Strategi WT

1.Mengubah budaya kerja birokratis menjadi pola pelayanan yang berorientasi kepada kepentingan publik dan negara.

2.Melakukan rekruitmen untuk memperkuat formasi pegawai yang berkualitas dan kompeten. 3.Meningkatkan pengawasan

internal terhadap kinerja masing-masing unit.

4.Melakukan kerjasama dengan pemda dalam bidang promosi potensi usaha pertambangan di daerah.

5.Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan pemda dalam melakukan mediasi dalam menyelesaikan konflik pertambangan.

(21)

Tabel 5.10. Analisis SWOT DJMBP (2)

SWOT Analysis THREATHS

 Potensi konflik yang tinggi dengan masyarakat sekitar pertambangan.

 Program community

development memerlukan biaya besar.

 Cyber Crime dan penyalahgunaan TI.

Strategi ST

7. Penerapan pedoman K3 di lingkungan pertambangan 8. Memanfaatkan kemajuan

keamanan TI seperti antivirus dan keamanan jaringan

Strategi WT

6.Membangun persepsi yang sama akan pentingnya penerapan TI bagi kebutuhan organisasi.

5.3.3. STRATEGI BISNIS DJMBP

Berdasarkan identifikasi analisis SWOT tersebut dapat dilakukan identifikasi sasaran strategi DJMBP sebagai berikut :

1. Melakukan kajian rumusan kebijakan, peraturan, dan perundang-undangan yang mendukung pengembangan usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah.

2. Melaksanakan reformasi dan menata organisasi, memangkas birokrasi, melakukan pengawasan internal, pengelolaan kegiatan dan anggaran yang efektif dan transparan, serta melakukan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik dan negara sebagai bentuk pelaksanaan good

governance pada DJMBP.

3. Menerapkan standard, pedoman, akreditasi, sertifikasi teknik dan kelayakan pertambangan, melakukan pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan untuk mewujudkan good mining practice bagi usaha pertambangan.

4. Melakukan sosialisasi kebijakan, peraturan dan perundangan-undangan, menyediakan informasi potensi usaha pertambangan yang akurat, serta memberikan fasilitas kemudahan untuk meningkatkan investasi usaha pertambangan.

(22)

5. Melakukan pengelolaan penerimaan negara yang lebih transparan dan efektif untuk optimalisasi penerimaan negara di sektor pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah guna menunjang pertumbuhan ekonomi.

6. Melakukan kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah, swasta, masyarakat, dan melakukan koordinasi lintas sektoral yang intens dalam pembinaan, pengawasan, dan pengembangan usaha pertambangan.

7. Melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar pertambangn dengan melalui program Comdev dan atau CSR.

8. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi baik melalui rekruitmen maupun pendidikan dan pelatihan. 9. Memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu kepentingan dan

kebutuhan organisasi, serta untuk pengelolaan dan penyediaan data dan informasi usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah.

5.4. ANALISA LINGKUNGAN INTERNAL SI/TI

Analisis lingkungan internal SI/TI dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi SI/TI saat ini di DJMBP. Infrastruktur SI/TI merupakan gambaran dari fasilitas fisik yang ada, layanan dan manajemen yang mendukung semua sumber daya komputansi dalam organisasi (Turban, 2005). Ada lima bagian dari infrastruktur SI/TI yang harus diperhatikan yaitu perangkat keras, perangkat lunak, jaringan dan komunikasi, basis data, dan sumber daya manusia manajemen informasi.

(23)

5.4.1. PERANGKAT KERAS

Perangkat keras pada DJMBP terdiri dari PC/Komputer, Server, Printer, serta perangkat keras jaringan dan komunikasi seperti Switch dan Router. Penggunaan perangkat keras tersebut tersebar pada masing-masing unit/direktorat seperti pada tabel 5.11. berikut ini.

Tabel 5.11. Perangkat Keras di DJMBP

Unit Jenis Hardware Jumlah

Direktorat Pembinaan Program Mineral, Batubara, dan Panas Bumi

1. PC/Komputer Client 2. Laptop 3. Printer 4. Server 5. Switch Routing 6. Access Point 7. CCTV 65 17 24 3 1 2 2 Direktorat Pembinaan Pengusahaan

Mineral dan Batubara

1. PC/Komputer Client 2. Laptop 3. Printer 4. Server 5. Switch Routing 6. Access Point 7. CCTV 70 15 24 5 1 2 2 Direktorat Pembinaan Pengusahaan

Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah 1. PC/Komputer Client 2. Laptop 3. Printer 4. Server 5. Access Point 6. CCTV 68 15 20 2 2 2 Direktorat Teknik dan Lingkungan

Mineral, Batubara, dan Panas Bumi

1. PC/Komputer Client 2. Laptop 3. Printer 4. Server 5. Switch Routing 6. Access Point 7. CCTV 56 12 15 1 1 2 2 Sekretariat DJMBP 1. PC/Komputer Client

2. Laptop 3. Printer 4. Server 5. Core Switch 6. Switch Routing 7. Modem Radio 8. Modem Optik 9. Access Point 10. CCTV 68 16 20 6 1 1 1 1 5 5

(24)

5.4.2. PERANGKAT LUNAK

Perangkat lunak pada DJMBP terdiri dari sistem operasi yang ada pada perangkat keras dan aplikasi yang digunakan untuk membantu menjalankan kegiatan perkantoran, laporan, pengelolaan data dan informasi, serta untuk layanan informasi. Sistem operasi yang ada dapat dilihat pada tabel 5.12. berikut ini.

Tabel 5.12. Daftar Sistem Operasi di DJMBP

No Jenis Hardware Sistem Operasi

1 PC/Komputer Client Windows XP/Vista

2 Server Jaringan Linux

3 Server Database My SQL Server

4 Server Web/Portal Linux

5 Server E-Mail Linux

Aplikasi yang ada di DJMBP terdiri dari beberapa aplikasi yang tersebar pada masing-masing unit/direktorat, seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 5.13. Aplikasi di DJMBP

Nama Aplikasi Fungsi

Aplikasi Pemetaan Cadangan Wilayah Pertambangan

Untuk menginput, mengolah, dan menampilkan peta cadangan dan pengembangan wilayah pertambangan Sistem Informasi Geologi Untuk mengumpulkan, mengolah, dan menampilkan data

dan informasi potensi sumber daya mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah di Indonesia. Data dan Informasi merupakan format spatial (peta) dan disajikan dalam bentuk aplikasi webgis

Aplikasi Investasi dan Penerimaan Negara

Untuk menginput, mengolah, dan menampilkan rencana dan realisasi perhitungan nilai investasi.

Aplikasi Pelayanan Pengusahaan

Untuk menginput, mengolah, dan menampilkan informasi untuk mengetahui kondisi terakhir tahapan kegiatan, status, jenis dan generasi perizinan, SK, lokasi pengusahaan serta riwayat perusahaan

(25)

Tabel 5.13. Aplikasi di DJMBP (1)

Nama Aplikasi Fungsi

Aplikasi Bimbingan Usaha Aplikasi yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menampilkan data perusahaan serta rekapitulasi masterlist investasi perusahaan Aplikasi Pengawasan

Eksplorasi

Untuk menginput, mengolah, dan menampilkan informasi jenis dan kegiatan eksplorasi mineral dan batubara, serta lokasi eksplorasi dari perusahaan tambang

Aplikasi Pengawasan Produksi

Untuk menginput, mengolah, dan menampilkan informasi produksi mineral dan batubara, serta penjualan mineral, dan penjualan batubara dalam dan luar negeri

Aplikasi Hubungan Komersial

Untuk menginput, mengolah, dan menampilkan informasi jenis kegiatan, dan alokasi dana untuk ComDev

Sistem Informasi K3 Aplikasi ini digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menampilkan data kecelakaan kerja dari usaha pertambangan

Aplikasi Manajemen Persuratan

Untuk menginput, mengolah, dan menampilkan informasi dan status surat masuk dan keluar DJMBP

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

Aplikasi yang digunakan untuk membantu proses bisnis kepegawaian seperti formasi, profil pegawai,

diklat/kursus/pendidikan, tunjangan, dan pension Aplikasi data

perundang-undangan dan regulasi

Untuk mengumpulkan dan menampilkan data perundang-undangan, regulasi, dan produk hukum

Aplikasi Manajemen Aset Untuk mengumpulkan, mengolah, dan menampilkan informasi asset yang ada di DJMBP

Aplikasi Bendahara Aplikasi yang digunakan untuk mengatur cash flow Aplikasi Gaji Aplikasi yang digunakan untuk membantu proses

penghitungan, penetapan, dan pembayaran gaji PNS. Aplikasi Perpajakan Aplikasi yang digunakan untuk membantu proses

menghitung, menetapkan, dan mencatat beban pajak. Aplikasi RKA-KL Aplikasi yang digunakan untuk membantu menyusun dan

mengisi perencanaan alokasi anggaran kegiatan DJMBP Aplikasi DIPA Aplikasi yang digunakan untuk membantu menyusun dan

mengisi daftar pengguna anggaran kegiatan DJMBP. Aplikasi SPM Aplikasi yang digunakan untuk membantu proses

persetujuan surat perintah membayar kegiatan.

Aplikasi Portal DJMBP Untuk menginput, mengolah, dan menampilkan informasi berita dan bisnis, regulasi, fasilitas, data dan statistik dari DJMBP

Web Mail Aplikasi yang digunakan oleh internal DJMBP untuk berkomunikasi melalui e-mail

(26)

5.4.3. BASIS DATA

Basis Data yang digunakan pada DJMBP menggunakan My SQL dan My SQL Server. Masing - masing unit / direktorat memiliki wewenang untuk mengelola datanya masing masing yang diberikan kepada administrator masing -masing unit/direktorat. Berdasarkan dokumen dan observasi kebutuhan data dan informasi pada masing-masing unit adalah seperti pada tabel 5.14. berikut ini.

Tabel 5.14. Database di DJMBP

Unit Aplikasi Data dan Informasi

Direktorat Pembinaan Program Mineral, Batubara, dan Panas Bumi

Aplikasi Pemetaan Cadangan Wilayah Pertambangan

- Data Wilayah Pertambangan - Data Konsesi WP

- Data Potensi Kandungan Sistem Informasi Geologi - Data Wilayah Pertambangan

- Data Potensi Sumber Daya Mineral

Aplikasi Investasi dan Penerimaan Negara

- Data rencana investasi - Data realisasi investasi - Data perhitungan

penerimaan negara (Pajak dan Non Pajak)

Aplikasi Bimbingan Usaha - Data Perusahaan - Data Masterlist Investasi

Perusahaan - Data Tenaga Kerja - Data Penerimaan Negara

Pajak

- Data Penerimaan Negara non Pajak

Aplikasi Hubungan Komersial - Data Perusahaan - Data Kategori Kegiatan - Data Pengalokasian Dana Aplikasi data

perundang-undangan dan regulasi

- Data kebijakan, peraturan, dan perundang-undangan Direktorat Pembinaan

Pengusahaan Mineral dan Batubara

Aplikasi Investasi dan Penerimaan Negara

- Data rencana investasi - Data realisasi investasi - Data perhitungan

penerimaan negara (Pajak dan Non Pajak)

Aplikasi Pelayanan Pengusahaan

- Data Perusahaan - Data Wilayah Usaha

Pertambangan

- Data Tahapan Kegiatan - Data Aktifitas Kegiatan - Data Kondisi Akhir - Data SK/Perizinan

(27)

Tabel 5.14. Database di DJMBP (1)

Unit Aplikasi Data dan Informasi

Aplikasi Bimbingan Usaha - Data Perusahaan - Data Masterlist Investasi

Perusahaan - Data Tenaga Kerja - Data penerimaan negara

Pajak

- Data penerimaan negara non pajak

Aplikasi Pengawasan Eksplorasi

- Data Perusahaan - Data Lokasi Eksplorasi - Data Kegiatan Eksplorasi - Data Kandungan dan

Cadangan Aplikasi Pengawasan Produksi - Data Perusahaan

- Data Lokasi Produksi - Data Penjualan Dalam

Negeri

- Data Penjualan Luar Negeri - Data Produksi

Aplikasi Hubungan Komersial - Data Perusahaan - Data Kategori Kegiatan - Data Pengalokasian Dana Aplikasi data

perundang-undangan dan regulasi

- Data kebijakan, peraturan, dan perundang-undangan Direktorat Pembinaan

Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah

Aplikasi Investasi dan Penerimaan Negara

- Data rencana investasi - Data realisasi investasi - Data perhitungan

penerimaan negara (Pajak dan Non Pajak)

Aplikasi Pelayanan Pengusahaan

- Data Perusahaan - Data Wilayah Usaha

Pertambangan

- Data Tahapan Kegiatan - Data Aktifitas Kegiatan - Data Kondisi Akhir - Data SK/Perizinan Aplikasi Bimbingan Usaha - Data Perusahaan

- Data Masterlist Investasi Perusahaan

- Data Tenaga Kerja - Data penerimaan negara

Pajak

- Data penerimaan negara non pajak

Aplikasi Pengawasan Eksplorasi

- Data Perusahaan - Data Lokasi Eksplorasi - Data Kegiatan Eksplorasi - Data Kandungan dan

(28)

Tabel 5.14. Database di DJMBP (2)

Unit Aplikasi Data dan Informasi

Aplikasi Pengawasan Produksi - Data Perusahaan - Data Lokasi Produksi - Data Penjualan Dalam

Negeri

- Data Penjualan Luar Negeri - Data Produksi

Aplikasi Hubungan Komersial - Data Perusahaan - Data Kategori Kegiatan - Data Pengalokasian Dana Aplikasi data

perundang-undangan dan regulasi

- Data kebijakan, peraturan, dan perundang-undangan Direktorat Teknik dan

Lingkungan Mineral, Batubara, dan Panas Bumi

Sistem Informasi K3 - Data Perusahaan - Data Jenis Kecelakaan - Data Rata-rata Tenaga Kerja - Data Lokasi Kecelakaan - Data Pembiayaan

Kecelakaan

- Data Kekerapan Kecelakaan - Data Persediaan Bahan

Peledak Aplikasi data

perundang-undangan dan regulasi

- Data kebijakan, peraturan, dan perundang-undangan Sekretariat DJMBP Aplikasi Manajemen

Persuratan

- Data surat masuk - Data surat keluar Sistem Informasi Manajemen

Kepegawaian

- Data Pegawai

- Data Jabatan/Golongan - Data Unit/Satuan

Kerja/Bagian

- Data Penyertaan Pendidikan dan Pelatihan

- Data Tunjangan dan Kesejahteraan - Data Penghargaan dan

Sangsi - Data DP3 Aplikasi data

perundang-undangan dan regulasi

- Data kebijakan, peraturan, dan perundang-undangan Aplikasi Manajemen Aset - Data Kode

- Data Jumlah Aset - Data Fungsi dan

Pemanfaatan Aset - Data Lokasi Aset - Data Pemeliharaan - Data Pengadaan

(29)

5.4.4. JARINGAN

Jaringan infrastruktur di DJMBP terbagi dalam 3 gedung yang dihubungkan dengan menggunakan kabel Fiber Optic (FO). Backbone jaringan infrastruktur DJMBP menggunakan kabel Fiber Optic Multimode 6 Core. Untuk distribusinya digunakan kabel UTP Cat 6. Jaringan komputer yang digunakan DJMBP dapat dilihat pada gambar 5.2. berikut ini.

Gambar 5.2. Topologi jaringan DJMBP

Saat ini DJMBP mempunyai 2 koneksi internet, yang pertama koneksi internet dari PUSDATIN Setjen DESDM sebagai koneksi utama dengan bandwidth 2 Mbps, sedang yang kedua koneksi internet dari layanan provider XL-Net sebagai cadangan dengan koneksi 512 Kbps. Topologi yang digunakan pada jaringan DJMBP ini adalah topologi Ring. Keuntungan topologi ini adalah apabila terjadi gangguan atau kerusakan fisik pada salah satu kabel, maka koneksi masih

(30)

Pengelolaan jaringan DJMBP saat ini melalui SLA antara vendor dan penyedia jasa dengan DJMBP yang termuat dalam kontrak yang telah ada. Namun untuk pengelolaan jaringan secara internal DJMBP belum mempunyai standard dan pedoman pengelolaan.

5.4.5. SUMBER DAYA MANUSIA MANAJEMEN INFORMASI

Pengelolaan TI DJMBP secara keseluruhan dilaksanakan oleh unit setingkat eselon IV yaitu Sub Bagian Pengelolaan Informasi di bawah bagian Perencanaan dan Laporan pada Setditjen DJMBP. Subbagian Pengelolaan lnformasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. Saat ini Sub Bagian Pengelolaan Informasi memiliki staf sebanyak 4 orang, namun hanya 1 orang yang berlatar belakang pendidikan TI. Saat ini staf TI yang ada selain melakukan pekerjaan pengelolaan TI juga mendapatkan beban kerja diluar bidangnya seperti penyiapan bahan dan laporan pimpinan.

Untuk masing-masing direktorat pengelolaan TI dilakukan oleh pegawai fungsional pranata komputer dimana masing-masing direktorat memiliki 1 fungsional pranata komputer.

5.4.6. PORTOFOLIO APLIKASI DJMBP SAAT INI

Berdasarkan dari hasil analisis internal SI/TI, portofolio aplikasi di DJMBP saat ini dapat dikelompokkan menurut McFarlan Grid untuk mengetahui kontribusinya terhadap organisasi DJMBP, seperti pada tabel 5.15. berikut ini.

(31)

Tabel 5.15. Portofolio Aplikasi DJMBP saat ini

STRATEGIC HIGH POTENTIAL

 Aplikasi Investasi dan Penerimaan Negara

 SIG

 Aplikasi Pemetaan Cadangan Wilayah Pertambangan

 Aplikasi Pelayanan Pengusahaan  Aplikasi Bimbingan Usaha  Aplikasi Pengawasan Eksplorasi  Aplikasi Pengawasan Produksi  Aplikasi Hubungan Komersial  Sistem Informasi K3

 Web site DJMBP

 Aplikasi Manajemen Persuratan  SIPEG

 Aplikasi RKAKL

 Aplikasi data perundang-undangan dan regulasi

 Aplikasi Manajemen Aset  Aplikasi Gaji  Aplikasi Bendahara  Aplikasi Perpajakan  Aplikasi DIPA  Aplikasi SPM  Web Mail  Aplikasi NOC

 Aplikasi Pengamanan Jaringan

KEY OPERASIONAL SUPPORT

Berdasarkan dari portofolio aplikasi DJMBP saat ini dapat disebutkan bahwa pengembangan dan pemanfaatan aplikasi-aplikasi yang ada saat ini lebih banyak condong sebagai support dalam organisasi karena sebagai upaya meningkatkan efisiensi dalam memberikan dukungan layanan administratif di lingkungan DJMBP. Selanjutnya adalah pengembangan aplikasi yang bersifat key

operational di mana sebagai upaya untuk membantu meningkatkan kinerja dan

membantu dalam menyelesaikan kendala-kendala pada masing-masing unit/direktorat. Aplikasi-aplikasi pada kuadran key operational merupakan

perangkat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang ada pada masing-masing unit/direktorat pada khususnya dan DJMBP pada umumnya terkait pelayanan, bimbingan usaha, pengawasan (eksplorasi dan produksi), standarisasi dan keselamatan pertambangan, serta pemberdayaan usaha di bidang pertambangan. Aplikasi-palikasi pada kuadran strategic merupakan aplikasi yang mampu mendukung pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran organisasi DJMBP. Pada kuadran strategic ini terdapat aplikasi investasi dan penerimaan negara hal

(32)

pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah. Pada kuadran high

potential terdiri dari aplikasi-aplikasi yang mampu memberikan peluang dan

potensi yang lebih baik terhadap pencapaian organisasi ke depan dalam hal ini peningkatan pengembangan usaha pertambangan. Aplikasi SIG dan Aplikasi Pemetaan Cadangan Wilayah Pertambangan pada saat ini dan nanti di masa yang akan datang masih memegang peran dalam memberikan kemudahan dan keuntungan dalam pengembangan potensi wilayah pertambangan. Pengembangan aplikasi yang bersifat strategic maupun high potential tersebut tetap mengacu pada kebutuhan dari pengembangan aplikasi-aplikasi yang bersifat key operational.

5.5. ANALISA LINGKUNGAN EKSTERNAL SI/TI

Analisa lingkungan eksternal SI/TI dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang perkembangan SI/TI saat ini dan ke depan, mencakup perkembangan hardware dan software secara umum, tren jaringan komputer, perkembangan aplikasi SI, Database, serta berbagai isu tentang pengamanan SI/TI.

5.5.1. TREN PERKEMBANGAN HARDWARE DAN SOFTWARE

Perkembangan teknologi informasi saat ini begitu pesat dan maju. Perkembangan teknologi informasi tentu terkait dengan semakin pesatnya kemajuan hardware dan software. Saat ini produk-produk PC/Laptop hadir dengan dilengkapi produk-produk komponen hardware yang mempunyai performa dan kapasitas yang semakin besar, seperti perkembangan processor, hard disk,

memory, chip, dan perangkat keras lainnya. Dengan dilakukannya riset oleh

industri perangkat keras perkembangan teknologi ke depan akan lebih jauh dibanding sekarang yang mungkin sudah ketinggalan jaman.

Perkembangan perangkat lunak (software) juga mengalami perkembangan yang pesat. Saat ini banyak berbagai aplikasi untuk berbagai kebutuhan bermunculan dan dapat berjalan di berbagai macam platform sistem operasi yang berbeda. Perkembangan aplikasi open source saat ini juga semakin pesat dan

(33)

menjadi option bagi banyak kalangan selain aplikasi-aplikasi proprietary atau komersial.

Kebutuhan TI di DJMBP saat ini juga melihat tren perkembangan hardware dan software terkini dan masa datang. Penerapan aplikasi baik aplikasi

open source maupun proprietary banyak digunakan di DJMBP sesuai dengan

kebutuhan dan kemampuan SDM yang ada.

5.5.2. TREN JARINGAN

Perkembangan internet saat ini juga tidak terlepas dari semakin berkembangnya teknologi jaringan komputer. Saat ini hampir semua organisasi baik bisnis maupun pemerintahan telah menerapkan teknologi jaringan komputer. Bahkan beberapa organisasi sangat tergantung dengan keberadaan dan kemampuan jaringan komputer dalam menjalankan aktivitas dan proses bisnisnya. Jaringan komputer sangat berperan penting dalam komunikasi data. Suatu standard protocol yaitu TCP/IP membuat jaringan komputer dapat saling berkomunikasi menghubungkan jutaan komputer di dunia melalui internet. Jaringan komputer dapat dibangun dengan media kabel maupun tanpa kabel.

Saat ini LAN telah berkembang lebih jauh dengan Wireless LAN (wifi). Wifi memungkinkan konektifitas antar komputer tanpa menggunakan kabel, sehingga akan lebih fleksibel dan mobilitas tinggi. Wifi dewasa ini telah semakin dikembangkan dari segi jangkauannya agar bisa mencapai jarak puluhan dan ratusan meter, bahkan sampai kilometer, dengan teknologi yang disebut Wimax yang mempunyai kecepatan sampai 75 Mbps.

Multiprotocol Label Switching (MPLS) adalah teknologi penyampaian

paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Asas kerjanya menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. Sebelumnya, paket-paket diteruskan dengan protokol routing seperti OSPF, IS-IS, BGP, atau EGP. Protokol routing berada pada lapisan network (ketiga) dalam sistem OSI sedangkan MPLS berada di antara lapisan kedua dan ketiga.

(34)

5.5.3. TREN APLIKASI SI

Tren perkembangan SI saat ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan internet. Perkembangan aplikasi SI saat ini beralih dari stand alone dan client

server menjadi aplikasi web base yang dapat memungkinkan aplikasi dapat

diterapkan secara online dan lewat internet sehingga dapat di akses dari mana saja. Saat ini DJMBP telah banyak menerapkan aplikasi web base yang dapat di akses secara online dan melalui internet sehingga membantu dalam pelayanan data dan informasi serta pelaporan lebih cepat dan dapat di akses di mana saja saat dibutuhkan ketika ada kegiatan di luar kantor.

5.5.4. TREN BASIS DATA

Perkembangan database saat ini juga semakin pesat. Berbagai macam aplikasi dan tools database telah banyak dipergunakan untuk berbagai kebutuhan. Aplikasi database saat ini juga berkembang menjadi web base. Perkembangan aplikasi database web base didukung oleh ketersediaan software package dari berbagai vendor maupun software house yang memberikan layanan outsourcing pengembangan secara customization, sesuai kebutuhan spesifik organisasi. Selain itu terdapat berbagai pilihan aplikasi yang bersifat open source serta

mengembangkan sendiri sesuai kebutuhan. Selain itu saat ini kemampuan kapasitas penyimpanan data telah semakin besar bahkan sampai terabyte.

5.5.5. TREN PENGAMANAN

Isu keamanan menjadi perhatian utama dalam perkembangan TI. Dengan mudahnya mendapat informasi dan pengetahuan secara lebih luas membuat seseorang dapat belajar untuk meningkatkan kemampuannya terutama di bidang TI. Namun tidak semua peningkatan kemampuan dalam dunia TI tersebut digunakan untuk hal-hal yang baik dan benar. Sering dijumpai pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki disalahgunakan untuk melakukan sesuatu yang mengganggu dan merusak, seperti membuat virus, spam, crack, dan berbagai malware untuk maksud-maksud tertentu yang dapat merugikan orang lain. Untuk

(35)

faktor yang penting dan harus diterapkan dalam manjaga data dan informasi serta sistem yang ada.

Saat ini berbagai teknik pengamanan telah dikembangkan dan tersedia seperti anti virus, anti spam, virtual private network untuk pengamanan jaringan secara virtual melalui tunneling di internet, pemanfaatan teknologi firewall untuk jaringan internal, serta program-program pengamanan dan penyandian yang lain untuk mencegah pencurian data dan informasi penting.

5.6. STRATEGI SI/TI

Berdasarkan analisa kondisi internal dan eksternal organisasi serta kondisi internal dan eksternal SI/TI, tahapan selanjutnya adalah menentukan strategi SI, strategi TI, dan strategi manajeman SI/TI DJMBP. Penentuan strategi SI/TI ini diawali dengan menentukan visi dan misi SI/TI sebagai landasan dalam pelaksanaan kegiatan SI/TI di DJMBP.

5.6.1. VISI DAN MISI SI/TI DJMBP

Pada prinsipnya visi dan misi SI/TI harus selaras dengan visi dan misi DJMBP. Visi SI/TI DJMBP adalah “ Terwujudnya penerapan dan pengelolaan sistem dan teknologi informasi yang berdaya guna, efisien dan efektif untuk meningkatkan kinerja DJMBP dalam mengelola sumber daya mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah”.

Sedangkan misi SI/TI DJMBP yang harus dilakukan dalam mencapai visi SI/TI tersebut adalah :

1. Menyediakan SI/TI untuk meningkatkan kinerja dan pengembangan internal organisasi DJMBP.

2. Tercapainya peningkatan ketersediaan data dan informasi di bidang mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah.

3. Meningkatkan sumber daya manusia yang handal dan kompeten dalam pengelolaan SI/TI.

(36)

5.6.2. STRATEGI SI

Dalam menentukan strategi SI/TI di DJMBP, maka mengacu pada visi dan misi SI/TI DJMBP kemudian dapat dijabarkan sasaran strategis SI/TI yaitu :

1. Penyusunan kebijakan dan regulasi penerapan dan pengelolaan SI/TI di DJMBP

2. Penyediaan sumber daya manusia yang kompeten untuk menunjang penerapan dan pengelolaan SI/TI DJMBP yang baik dan benar melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi

3. Penyediaan dan pengelolaan infrastruktur SI/TI yang baik dan benar sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kinerja organisasi

4. Pengelolaan koordinasi integrasi SI/TI di DJMBP antar direktorat/unit kerja secara sinergi dan adaptif

5. Penyediaan dan penyebaran informasi ke seluruh direktorat/unit kerja dan stakeholder sesuai dengan tingkat kebutuhan

6. Penyediaan SI/TI untuk meningkatkan peran strategis dan keunggulan kompetitif DJMBP

5.6.2.1. DESKRIPSI SOLUSI SI/TI DJMBP

Berdasarkan pada identifikasi CSF pada masing-masing direktorat/unit kerja DJMBP sebagai indikator keberhasilan SI/TI dapat diturunkan kebutuhan informasi dan solusi aplikasi yang dibutuhkan seperti pada tabel berikut ini :

(37)

No Tujuan CSF Prime Measure SWOT Kebutuhan

Informasi Solusi SI/TI

1  Melakukan kajian rumusan kebijakan terkait program pengembangan pertambangan

 Tersedianya data dan informasi regulasi, peraturan, dan kebijakan menyangkut program pengembangan pertambangan  Jumlah kajian / rumusan kebijakan program pengembangan pertambangan mineral, batubara, panas bumi, dan air tanah

 SO 1, SO 2  Data dan informasi regulasi, peraturan, dan kebijakan Sistem Informasi Regulasi Knowledge Management  Merumuskan kebijakan pengembangan investasi di bidang pertambangan

 Tersedianya data dan informasi regulasi, dan peraturan terkait dengan pengembangan investasi  Jumlah rumusan kebijakan pengembangan investasi  SO 1, SO 3, ST 1, ST 3

 Data dan informasi regulasi, peraturan, dan kebijakan

 Data dan informasi investasi

pertambangan

Sistem Informasi Regulasi

Aplikasi investasi dan penerimaan negara Business IntelligenceKnowledge Management  Terwujudnya sinkronisasi kebijakan usaha pertambangan mineral, batubara, panas bumi dan air tanah dengan sektor lain

 Adanya koordinasi dan kerjasama dengan sektor lain, serta pemda dan masyarakat sekitar

 Terselesaikannya permasalahan konflik dan tumpang tindih wilayah pertambangan mineral dan batubara

 SO 1, SO 2, ST 1, ST 2, WT 5  Informasi mengenai sengketa atau permasalahan lintas sektor  Informasi mengenai potensi konflik wilayah pertambangan  Sistem Informasi Regulasi  Aplikasi Hubungan Komersial  Aplikasi Monitoring Konflik Pertambangan  Knowledge Management 2  Melaksanakan program kerjasama dan kemitraan dalam negeri dan luar negeri

 Adanya kerjasama dengan pemda dan mitra usaha dalam program kemitraan

 Jumlah kerjasama dan kemitraan di bidang pengembangan pertambangan

 SO 4, ST 1, ST 6, WT 4

 Data dan informasi kerjasama dan kemitraan

 Data dan informasi perusahaan tambang

Aplikasi Kemitraan dan Kerjasama

Aplikasi Hubungan Komersial

Gambar

Tabel 5.4. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara
Tabel 5.5. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah
Tabel 5.6. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi
Tabel 5.7. Tujuan, CSF, dan Prime Measure Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

2014, maka bersama ini kami mengundang Saudara untuk hadir pada acara Pembuktian Kualifikasi yang bertempat di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Medan, Bagian

Learning ) dalam pembelajaran PAI pada siswa SMK Negeri 1 Salatiga.. Mengetahui Prestasi belajar PAI siswa SMK Negeri 1

Flat files lend themselves nicely to data modeling in Excel because they can be detailed enough to hold the data you need and still be conducive to a wide array of analysis

If you really want to drive your techie friends nuts, the next time you have a problem with your computer, tell them that the hassles occur when you’re “running Microsoft.” They

Komponen penting pada sepeda seperti kerangka sepeda perlu dilakukan pengujian (Chee,Liu, 2009), karena komponen ini merupakan bagian yang menahan dan menumpu

Rice plants planted on Gunung Makmur showed a better response and resulted in the number of tillers per hill, number of productive tillers per hill and potential yield per

Nilai tersebut menyatakan bahwa apabila variabel independen yang berupa variabel persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, facilitating conditions dianggap konstan,