• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam bagian ini diuraikan (1) lokasi dan subjek penelitian, (2) desain penelitian, (3) metode penelitian, (4) definisi operasional, (5) instrumen penelitian, (6) teknik pengumpulan data, dan (7) teknik analisis data. Adapun uraiannya sebagai berikut.

3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian

Sesuai dengan judulnya, penelitian ini dilakukan di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Lokasi penelitian ini dipilih karena kondisi Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang yang sudah menunjukkan perkembangan di berbagai ranah kehidupan. Namun, masyarakat Desa tersebut tetap berusaha untuk mempertahankan bahasa daerahnya (bahasa ibu) di tengah-tengah perkembangan.

Subjek dalam penelitian ini difokuskan kepada siswa PAUD, orang tua siswa, dan pengajar PAUD. Data yang diambil pada siswa PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang berupa berbagai peristiwa tutur bahasa Sunda yang dilakukan oleh responden, baik tuturan lisan maupun tulisan. Data inilah yang membantu dalam menentukan sikap bahasa anak-anak PAUD dan frekuensi penggunaan bahasa Sunda pada anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Data selanjutnya diambil pada orang tua siswa dan pengajar PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang berupa informasi yang diberikan oleh responden mengenai faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

3.2 Desain Penelitian

Pada bagian ini digambarkan diagram desain penelitian yang diadaptasi dari model interaktif Miles dan Huberman (1992: 20) yang dipaparkan dalam bagan berikut.

(2)

Bagan 3.1 Desain Penelitian

Tuturan lisan maupun tulisan yang dilakukan anak-anak PAUD, orang tua siswa, dan pengajar PAUD

di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang

Hasil Analisis

Sikap Positif atau Negatif Bahasa Anak-anak di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang terhadap bahasa Sunda.

Penyimpulan Data

1) Kondisi penggunaan bahasa Sunda oleh anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, dan alasan yang melatarbelakangi penggunaan bahasa Sunda tersebut,

2) Frekuensi penggunaan bahasa Sunda oleh anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang,

3) Faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda oleh anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

Pengumpulan Data

1) Observasi Partisipan 2) Teknik Simak Libat Cakap 3) Teknik Rekam dan Pancingan

Penganalisisan Data

1) Berdasarkan teori sikap bahasa Anderson (2004), mendeskripsikan sikap bahasa anak-anak di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang terhadap bahasa Sunda,

2) Menganalisis frekuensi penggunaan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang,

3) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

Data dan Sumber Data

1) Data: Data yang akan diambil dalam penelitian ini, yaitu berbagai peristiwa tutur

bahasa Sunda baik tuturan lisan maupun tulisan yang dilakukan oleh siswa PAUD dan informasi yang diberikan oleh orang tua siswa dan pengajar PAUD mengenai faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

2) Sumber Data: Sumber data dalam penelitian ini akan difokuskan kepada siswa

PAUD, orang tua siswa, dan pengajar PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

(3)

3.3 Metode Penelitian G e j a l a p e m e r t a h a n a n b a h a s a d a p a t d i p a n d a n g s e b a g a i s i t u a s i , s i k a p , d a n u s a h a m e m p e r t a h a n k a n b a h a s a y a n g b i a s a m e r e k a g u n a k a n ( b a h a s a i b u ) p a d a s u a t u g u y u b m a s y a r a k a t . P e m e r t a h a n a n b a h a s a t e r k a i t d e n g a n k e s e t i a a n t e r h a d a p b a h a s a d a r i s u a t u g u y u b m a s y a r a k a t y a n g d i p e n g a r u h i o l e h n i l a i - n i l a i d a n a s p e k - a s p e k s o s i a l b u d a y a . O l e h k a r e n a i t u , kajian masalah ini memakai pendekatan teoretis, yakni pendekatan sosiolinguistik.

Pendekatan teoretis ini digunakan untuk mendeskripsikan sikap responden terhadap suatu bahasa tertentu pada suatu daerah. Pendekatan teoretis sosiolinguistik ini berkaitan dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat dan tidak terlepas dari persoalan hubungan bahasa dengan aspek-aspek kemasyarakatan (Chaer dan Agustina, 2004: 2-3). Dengan demikian, kajian ini dipusatkan pada model etnografi komunikasi untuk mengungkap makna dari gejala pemertahanan bahasa pada latar yang alami, dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif. Hymes mengemukakan bahwa etnografi komunikasi bertujuan untuk memfokuskan kerangka acuan karena pemerian tempat bahasa di dalam suatu kebudayaan bukan pada bahasa itu sendiri, melainkan pada komunikasinya (Sumarsono, 1993: 19; Kuswarno, 2008: 11). Artinya, bahasa dapat dipahami dan mempunyai arti jika dikomunikasikan.

Penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemaparan yang bersifat aktual dan alami mengenai pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang pada anak usia dini. Hal tersebut senada dengan Bogdan dan Taylor (Moleong, 2011: 4) yang mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang

(4)

dapat diamati atau disebut sebagai deskriptif kualitatif. Sejalan dengan Bogdan dan Taylor, Moleong (2011: 6) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah. Putra dan Dwilestari (2012: 67) pun mengungkapkan konsep yang senada, yaitu penelitian kualitatif terfokus pada manusia dan interaksinya dalam konteks sosial. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mencari atau menemukan makna yang mendalam dibalik tindakan, ucapan, dan realitas yang konkret (Putra dan Dwilestari, 2012: 73). Dengan menggunakan metode ini, sumber data berlatar alami dengan peneliti berfungsi sebagai alat pengumpul data utama (Moleong, 2011: 8-11; Putra dan Dwilestari, 2012: 69-76).

Kirk dan Miller (Djajasudarma, 2006: 11) memberikan kejelasan mengenai pengertian kualitatif, yaitu tradisi tertentu pada ilmu pengetahuan sosial secara fundamental bersifat dasar (pokok) berkait pada pengawasan manusia dalam daerahnya sendiri dan berhubungan dengan masyarakat tersebut melalui bahasanya. Gorman dan Clayton (Santana, 2007: 28) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif berisi pengamatan berbagai peristiwa dan interaksi yang diamati langsung oleh peneliti dari tempat penelitian berlangsung. Berdasarkan paparan-paparan di atas mengenai penelitian kualitatif dapat ditarik simpulan bahwa metode kualitatif adalah menguraikan suatu data sesuai dengan keadaan atau peristiwa yang aktual yang terjadi pada saat penelitian berlangsung.

3.4 Definisi Operasional

Definisi operasional dibutuhkan agar tidak terjadi pertentangan pendapat dalam penelitian ini. Definisi operasional yang diperlukan dalam penelitian ini, sebagai berikut:

1) pemertahanan bahasa Sunda adalah bahasa Sunda yang masih digunakan oleh anak usia dini di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang;

(5)

2) pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan anak yang belum memasuki pendidikan formal, yaitu PAUD kelas A dan B di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang;

3) sikap bahasa adalah keyakinan anak usia dini terhadap penggunaan bahasa Sunda yang berjangka panjang untuk berkomunikasi dengan kelompok penutur di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang;

4) ranah pendidikan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah lingkungan yang memungkinkan terjadinya percakapan dan merupakan kombinasi antara partisipan, topik, serta tempat pada ranah pendidikan di PAUD.

3.5 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket atau daftar tanyaan. Angket adalah daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan dari setiap responden. Angket atau daftar tanyaan ini terdiri atas tiga angket. Angket pertama untuk siswa PAUD, angket kedua untuk orang tua siswa, dan angket ketiga pengajar PAUD. Angket pertama yang ditujukan pada siswa PAUD berisi gambar-gambar yang sudah diajarkan oleh para pengajar yang sesuai dengan silabus pelajaran PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Angket pertama ditujukan pada siswa PAUD berisi 43 gambar, yaitu 12 gambar buah, 5 gambar warna, dan 26 gambar hewan. Angket inilah yang akan membantu dalam menentukan sikap bahasa anak-anak PAUD dan frekuensi penggunaan bahasa Sunda pada anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

Angket kedua, ditujukan kepada orang tua siswa yang berisi 10 pertanyaan mengenai bahasa dan penggunaannya, angket inilah yang akan membantu dalam menentukan faktor-faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Angket ketiga, ditujukan kepada pengajar PAUD yang berisi 3 pertanyaan mengenai bahasa dan penggunaannya, angket pengajar PAUD ini dapat membantu dalam menentukan faktor-faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa

(6)

Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Dari ketiga angket inilah peneliti mendapatkan informasi mengenai sikap bahasa masyarakat tersebut, frekuensi penggunaan bahasa Sunda, dan faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Berikut ini merupakan contoh angket yang ditujukan untuk siswa PAUD, orang tua, dan pengajar PAUD.

ANGKET 1 (PAUD) Nama:

Tempat dan tgl. lahir: Umur:

Kelas:

No. Nami Buah

1. Ieu buah naon?

2. Ieu buah naon?

3. Ieu buah naon?

4. Ieu buah naon?

(7)

6. Ieu buah naon?

7. Ieu buah naon?

8. Ieu buah naon?

9. Ieu buah naon?

10. Ieu buah naon?

(8)

12. Ieu buah naon?

No. Nami Warna

1. Ieu warna naon?

2. Ieu warna naon?

3. Ieu warna naon?

(9)

5. Ieu warna naon?

No. Nami Sato

1. Ieu sato naon?

2. Ieu sato naon?

3. Ieu sato naon?

4. Ieu sato naon?

(10)

6. Ieu sato naon?

7. Ieu sato naon?

8. Ieu sato naon?

9. Ieu sato naon?

(11)

11. Ieu sato naon?

12. Ieu sato naon?

13. Ieu sato naon?

14. Ieu sato naon?

15. Ieu sato naon?

(12)

17. Ieu sato naon?

18. Ieu sato naon?

19. Ieu sato naon?

20. Ieu sato naon?

21. Ieu sato naon?

(13)

23. Ieu sato naon?

24. Ieu sato naon?

25. Ieu sato naon?

(14)

ANGKET 2 ORANG TUA SISWA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga Allah Swt. selalu memberkahi setiap langkah Ibu, Bapak, dan Saudara. Amin.

Dengan segala hormat saya mohon Ibu, Bapak, Saudara berkenan meluangkan waktu mengisi angket ini untuk membantu penyelesaian studi saya.

Terima kasih atas bantuan Ibu, Bapak, Saudara, semoga Allah Swt. memberikan pahala yang berlipat ganda. Amin.

Wasalam, Amanda Putri Selvia

Petunjuk Pengisian Angket

1. Isilah angket ini dengan sebenarnya pada lembar jawaban yang telah tersedia.

2. Tuliskan umur, jenis kelamin, dan pendidikan pada lembar jawaban. 3. Beri tanda silang pada jawaban yang Ibu, Bapak, dan Saudara pilih. 4. Jika dalam pilihan A sampai B tidak terdapat jawaban yang Ibu, Bapak,

(15)

Amanda Putri Selvia, 2013 A. BIODATA 1. Nama : 2. Umur : 3. Agama : 4. Lahir di : 5. Pekerjaan : 6. Pendidikan a. SD : b. SMP : c. SMA : d. PT :

7. Tugas sosial : Dukun/Guru ngaji/Khatib/Muadzin/Da‟i 8. Di mana Anda tinggal ketika

a. 0 - 5 th : b. 6 - 12 th : c. 13 - 20 th : d. 21 th - menikah : e. setelah menikah :

9. Anda merupakan keturunan suku apa/orang mana: a. Istri/Suami Anda :

b. Bapak :

c. Ibu :

(16)

Amanda Putri Selvia, 2013

B. BAHASA DAN PENGGUNAANNYA 1. Bahasa ibu (Bahasa waktu kecil)

a. Bahasa Sunda b. Bahasa Indonesia c. (. . .)

2. Bahasa apa yang Anda “ajarkan” kepada anak-anak Anda? a. Bahasa Sunda

b. Bahasa Indonesia c. (. . .)

3. Mengapa bahasa itu Anda ajarkan?

4. Bahasa apa yang Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan anak-anak Anda?

a. Bahasa Sunda b. Bahasa Indonesia c. (. . .)

5. Bahasa mana yang paling Anda sukai? a. Bahasa Sunda

b. Bahasa Indonesia c. (. . .)

6. Jika Anda mampu berbahasa Sunda, tetapi Anda tidak mengajarkannya kepada anak-anak Anda, berilah alasannya!

(17)

8. Di mana Anda dan anak Anda memperoleh/menguasai bahasa Indonesia? a. Sekolah b. Masyarakat c. Lingkungan rumah d. Televisi

9. Apakah Anda senang bahasa Indonesia? a. Ya

b. Tidak c. (. . .)

(18)

Amanda Putri Selvia, 2013 ANGKET 3 PENGAJAR PAUD A. BIODATA 1. Nama : 2. Umur : 3. Agama : 4. Lahir di : 5. Pekerjaan : 6. Pendidikan a. SD : b. SMP : c. SMA : d. PT :

7. Anda merupakan keturunan suku apa/orang mana:

B. BAHASA DAN PENGGUNAANNYA 1. Bahasa ibu (Bahasa waktu kecil)

a. Bahasa Sunda b. Bahasa Indonesia c. (. . .)

(19)

Penelitian ini menggunakan tabel analisis data berupa kartu data. Kartu data ini terdiri atas tujuh bagian, yaitu (1) nomor data, (2) kosakata, (3) bahasa yang digunakan, (4) ranah pemakaian bahasa, (5) konteks tuturan, (6) tuturan responden, dan (7) analisis data tuturan. Berikut ini merupakan format kartu data dan contoh analisis data.

Format Kartu Data No. Data (1) Kosakata (2) Bahasa yang Digunakan (3) Ranahh h(4) 01 Samangka

„Semangka‟ Bahasa Sunda Pendidikan

Konteks (5): Percakapan antara peneliti dan anak PAUD ketika dalam konteks belajar di dalam kelas.

Tuturan (6):

Peneliti : Ujang, ieu téh buah naon? „Dik, ini buah apa?‟

Anak : Buah samangka. „Buah semangka.‟

Peneliti : Buah samangka rasana naon? „Buah semangka rasanya apa?‟ Anak : Amis.

„Manis.‟

(20)

„Buah semangka warnanya apa?‟ Anak : Beureum.

„Merah.‟

Peneliti : Mun cangkangna warna naon? „Kalau kulitnya warna apa?‟ Anak : Warna héjo.

„Warna hijau.‟

Peneliti : Saha waé nu ngaemam buah samangka mun di bumi? „Siapa saja yang makan buah semangka kalau di rumah?‟ Anak : Ipul sareng bapa.

„Ipul dan bapak.‟

Peneliti : Upami di kebon gaduh tangkal samangka teu? „Kalau di kebun punya pohon semangka tidak?‟ Anak : Gaduh, aya tilu tangkal samangka di kebon.

„Punya, ada tiga pohon semangka di kebun.‟

Analisis (7): Pada tuturan di atas merupakan percakapan dalam ranah pendidikan yang dilakukan oleh peneliti dan anak PAUD. Bahasa yang digunakan dalam tuturan tersebut ialah bahasa Sunda. Dalam tuturan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan tuturan di atas, tidak ditemukan pemakaian kosakata bahasa Indonesia karena tuturan masih loyal atau setia menggunakan bahasa Sunda di dalam ranah pendidikan. Dalam percakapan tersebut terlihat bahwa anak PAUD tersebut masih bersikap positif terhadap bahasanya, yaitu bahasa Sunda. Sikap bahasa yang positif pada bahasa yang digunakan oleh anak-anak PAUD tersebut sudah menunjukkan kesetiaan bahasa (language loyalty) yang mendorong anak-anak untuk mempertahankan bahasa Sunda mereka sebagai bahasa pertama (bahasa ibu).

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut.

3.6.1 Observasi Partisipan

Observasi partisipan merupakan sarana untuk peneliti masuk ke dalam masyarakat yang diteliti dan peneliti cukup ada pada situasi yang diinginkan untuk dipahami (Sumarsono, 1993: 32; Kuswarno, 2008: 49). Artinya, seorang

(21)

peneliti masuk ke dalam bagian yang diteliti dan tidak selamanya peneliti berada dilapangan.

Peneliti melakukan kontak langsung dengan masyarakat di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang dan berinteraksi langsung dengan siswa PAUD. Observasi partisipan bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai sikap masyarakat yang terjadi dalam kehidupan yang real. Observasi partisipan ini juga membantu dalam pengisian angket atau daftar tanyaan.

3.6.2 Teknik Simak Libat Cakap

Sudaryanto (1988: 3) mengemukakan bahwa kegiatan menyadap akan dilakukan dengan cara berpartisipasi dalam pembicaraan dan menyimak pembicaraan. Dalam penelitian ini peneliti menyimak pembicaraan yang dilakukan oleh anak-anak PAUD dan berpartisipasi dalam pembicaraan yang mereka lakukan. Peneliti berusaha untuk mengondisikan responden (anak-anak PAUD) agar tidak mengetahui bahwa sikap berbahasanya tengah diamati. Dengan menggunakan teknik ini peneliti bertujuan untuk memperoleh data secara alamiah (naturalistik), data penelitian yang dihasilkan adalah data yang sesuai dengan keadaan di lapangan tanpa ada kontrol dari peneliti.

Sesuai dengan instrumen yang sebelumnya dipaparkan, penelitian ini menggunakan angket yang disebarkan untuk anak-anak PAUD guna mengetahui sikap bahasa anak-anak PAUD dan frekuensi penggunaan bahasa Sunda pada anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

Kuswarno (2008: 54) mengemukakan bahwa tujuan wawancara bermaksud untuk mendorong subjek penelitian untuk menyelam ke dalam dunia psikologis dan sosial mereka guna mendefinisikan dirinya sendiri. Untuk mengumpulkan data penelitian ini digunakan wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur dilakukan untuk mendapatkan data berupa tuturan dari responden, yaitu orang tua siswa dan pengajar PAUD yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa

(22)

Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Pertanyaan dalam wawancara sudah ditetapkan sebelumnya, tetapi tidak menutup kemungkinan muncul ide di lokasi penelitian terkait dengan permasalahan penelitian. Jika hal ini terjadi, pertanyaan akan dikembangkan tetapi tidak terlalu keluar dari permasalahan yang sudah ditetapkan. Dalam wawancara mendalam tersebut tergali informasi tentang pemertahanan bahasa Sunda yang terdapat di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Kedua hal tersebut dibantu dengan pencatatan, perekaman, dan kamera foto.

3.6.3 Teknik Rekam dan Pancingan

Sudaryanto (1988: 4) mengemukakan bahwa perekaman terhadap tuturan dapat dipandang sebagai teknik lanjutan yaitu disebut teknik rekam. Peneliti melakukan perekaman dalam penelitian ini bertujuan untuk mempermudah anak-anak PAUD yang masih belum bisa menulis untuk menyebutkan nama gambar-gambar yang tersedia pada angket dan untuk merekam wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan orang tua siswa dan para pengajar PAUD untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Perekaman dilakukan tanpa sepengetahuan responden, dalam proses perekaman ini dibantu menggunakan alat perekam.

Sudaryanto (1988: 7) mengemukakan bahwa percakapan atau metode cakap dapat diwujudkan dengan pancingan. Untuk mendapatkan data berupa tuturan, peneliti harus memancing responden agar berbicara. Perekaman ini juga didukung oleh pancingan yang dilakukan oleh peneliti agar anak-anak PAUD bisa merespon pembicaraan atau pertanyaan yang dilakukan peneliti berdasarkan angket yang tersedia.

3.7 Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan proses pengaturan secara sistematis pada data-data yang telah terkumpul untuk memudahkan pemahaman dan penyusunan

(23)

laporan. Berdasarkan hal itu, teknik analisis data dalam penelitian ini melibatkan lima komponen, yaitu mentranskripsikan data hasil rekaman, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan menarik simpulan.

Pertama, mentransripsikan data hasil rekaman jawaban yang telah diperoleh peneliti dari responden melalui alat perekam, baik data tersebut berbentuk lisan ataupun tulis, lalu dikelompokkan menurut deretan pertanyaan. Kegiatan ini bermanfaat untuk mempermudah dalam analisis. Kedua, mengidentifikasi data adalah menentukan atau menetapkan ciri terhadap data yang terkumpul dari hasil proses perekaman data. Setelah ditranskrip, data tersebut diidentifikasi dengan cara memisahkan bentuk tuturan pada responden sesuai dengan situasi kebahasaan yang terjadi pada rekaman data tersebut.

Ketiga, mengklasifikasikan data. Setelah memperoleh hasil dari proses identifikasi data, langkah berikutnya adalah mengklasifikasikan data dan menggolongkan data menurut bahasa yang digunakan penutur. Data angket digunakan untuk menjawab frekuensi penggunaan bahasa Sunda pada anak-anak PAUD dan faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Data-data tersebut diharapkan dapat mendeskripsikan faktor pemertahanan bahasa Sunda dalam ranah PAUD.

Keempat, menganalisis data berdasarkan faktor situasional-kontekstual untuk menemukan relevansi antara sikap bahasa dengan alasan yang melatarbelakanginya.

Proses terakhir menarik simpulan. Setelah melalui proses penganalisisan data, maka diperoleh simpulan mengenai sikap bahasa Sunda pada anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, frekuensi penggunaan bahasa Sunda pada anak-anak PAUD, dan faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

Referensi

Dokumen terkait

diberikan. 2) Akomodasi : Suatu usaha harus dilakukan untuk memahami ciri kepribadian pasien yang dapat mempengaruhi kepatuhan. Pasien yang mandiri harus dilibatkan

Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil perhitungan perpindahan panas pada rectangular duct dengan cara mengetahui temperatur pada tiap node antara

Untuk mengukur stres, peneliti membuat alat ukur penyebab stres di tempat kerja yang terdiri dari dua dimensi, yaitu faktor dalam diri (personal factors) yang terbagi menjadi

Tersedia fasilitas untuk Kegiatan Budaya, Kreativitas, dan Rekreatif yang Ramah Anak Ukuran: - Ada, dapat diakses semua anak, tidak berbayar, dan meningkat setiap tahun.

Hasil analisis terhadap ruas Sungai Progo Tengah dalam kurun waktu tinjauan 5 tahun (1996-2000), antara lain menunjukkan erosi terbesar yang mengakibatkan degradasi pada dasar

Berdasarkan informasi pada gambar 4.10, dapat diketahui bahwa total variabel laten pada penelitian ini sejumlah 3 variabel dan variabel teramati (variabel manifes) sejumlah

a) Jika peserta didik dapat membaca dengan makhraj dan tajwid dengan benar, skor 100. b) Jika peserta didik dapat membaca dengan makhraj dan tajwid kurang sempurna, skor 75. c)

Data hasil pretest pada Tabel I dapat dijelaskan bahwa nilai nilai rata- rata (mean) pretest yang diperoleh pada kelas eksperimen I adalah 31,53 lebih rendah dibandingkan pada kelas