• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN (AIK 3) TRI WIDYASTUTI IKA SOFIA RIZQIANI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN (AIK 3) TRI WIDYASTUTI IKA SOFIA RIZQIANI"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

PEDOMAN MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN

(AIK 3)

TRI WIDYASTUTI

IKA SOFIA RIZQIANI

(3)

ii

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH

KEMUHAMMADIYAHAN (AIK 3)

Dimensi

Kompetensi Capaian Pembelajaran (CP-MK)

Mata Kuliah Kemuhammadiyahan 3

Sikap M1 Mahasiswa mengetahui sejarah, ideologi dan perjuangan Muhammadiyah

Keterampilan Umum

M2 Mahasiswa mampu memahami sejarah,ideologi dan perjuangan muhammadiyah

Keterampilan Khusus

M3 Mahasiswa mampu mengaktualisasikan nilai-nilai sejarah, ideologi, dan perjuangan Muhammadiyah dalam

kehidupan pribadi, bermasyakat dan bernegara Pengetahuan M4 Mahasiswa mampu menginternalisasikan misi

persyarikatan Muhammadiyah dalam berbagai aspek kehidupan

(4)

iii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahirrahmaanirrahim,

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT Pedoman Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK 3) untuk mahasiswa di UMMI ini dapat diselesaikan dengan baik. Buku ini dimaksudkan sebagai pedoman penyelenggaraan Pendidikan AIK di UMMI agar ada standarisasi baik standar kompetensi, isi, proses, evaluasi, dan sarana serta fasilitas. Tujuannya adalah agar pelaksanaan Pendidikan AIK dapat berlangsung secara efektif dan mencapai tujuan sebagaimana diharapkan.

Buku pedoman ini hanya memuat Pendidikan AIK yang bersifat standar, masing-masing PTM diberi kewenangan untuk melakukan improvisasi, terutama untuk program-program pengayaan. Bagi dosen pengampu mata kuliah AIK diwajibkan untuk menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan Deskripsi Perkuliahan dan Silabi AIK yang ada dalam buku pedoman ini.

Komitmen dan kepedulian semua pihak, terutama para pimpinan PTM dan seluruh dosen pengampu mata kuliah AIK untuk menerapkan buku pedoman ini sangat diharapkan, termasuk masukan dan saran untuk perbaikan di masa datang. Akhirnya, semoga kehadiran buku pedoman ini bermanfaat untuk meningkatkan mutu Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

Sukabumi, Juli 2020 Tim Penyusun

(5)

iv

DAFTAR ISI

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN

(AIK 3) ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR LAMPIRAN ... vi

PENDAHULUAN ... 7

A. Latar Belakang dan Tujuan Mata Kuliah Kemuhammadiyahan (AIK 3) ... 7

B. Standar Kompetensi Lulusan AIK ... 10

C. Deskripsi Mata Kuliah Kemuhammadiyahan 3 ... 11

D. Landasan Hukum dan Kurikulum ... 11

KETENTUAN MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN (AIK 3) ... 13

A. Tujuan Perkuliahan ... 13

B. Ruang Lingkup Materi Perkuliahan ... 13

C. Ringkasan Materi Tatap Muka ... 14

D. Ketentuan dan Kewajiban Mahasiswa ... 22

E. Tugas dan Tanggung Jawab Dosen Pembimbing AIK ... 23

PELAKSANAAN MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN (AIK 3) ... 24

A. Waktu Kegiatan ... 24

B. Tahapan Perkuliahan ... 25

C. Persiapan Perkuliahan ... 25

D. Pelaksanaan Kajian Literasi ... 25

1. Tujuan Kajian Literasi ... 25

2. Tahap Kajian Literasi ... 26

1) Mahasiswa mencari referensi terlebih dahulu terkait kajian literasi ... 26

2) Mahasiswa melaksanakan kajian literasi ... 26

E. Tata Cara Pelaksanaan Kajian Literasi ... 26

F. Presentasi Hasil Kajian Literasi ... 27

(6)

v H. Ketentuan Penulisan ... 27 I. Penyusunan Laporan ... 28 J. Evaluasi Perkuliahan ... 28 PENUTUP ... 30 DAFTAR PUSTAKA ... 31 LAMPIRAN 1 ... 32

A. TEMA KAJIAN LITERASI ... 32

B. INSTRUMEN KAJIAN LITERASI ... 33

C. DAFTAR HADIR MAHASISWA ... 34

D. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN ... 35

(7)

vi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

LAMPIRAN 1 ... 32

A. TEMA KAJIAN LITERASI ... 32

B. INSTRUMEN KAJIAN LITERASI ... 33

C. DAFTAR HADIR ... 34

D. SISTEMATIKA LAPORAN ... 35

E. PENILAIAN AKHIR ... 36

1. PENILAIAN PEMBEKALAN (A) ... 36

2. PENILAIAN PELAKSANAAN KAJIAN LITERASI (B) ... 37

3. PENILAIAN PRESENTASI LAPORAN (C)... 38

4. PENILAIAN LAPORAN (D) ... 39

LAMPIRAN 2 ... . 40

FORMAT PENILAIAN AKHIR ... 40

LAMPIRAN 3 ... 41

CONTOH DESAIN COVER ... 41

(8)

7

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Tujuan Mata Kuliah Kemuhammadiyahan (AIK 3)

Sebagai kampus Muhammadiyah, UMMI memiliki cita-cita dan tanggung jawab dalam melanjutkan perjuangan khittah KH. Ahmad Dahlan. seperti Perguruan Tinggi lainnya, fungsi keberadaannya sebagai institusi Perguruan Tinggi khususnya PT Muhammadiyah. Berbeda dengan PTN atau PTS non Muhammadiyah, UMMI tidak saja mewujudkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian, tetapi juga harus melakukan proses pembentukan karakter yang berbasis pada nilai-nilai ajaran Islam. Di sisi lain, sebagai amal usaha Muhammadiyah dalam bidang Pendidikan, UMMI juga harus menjalankan fungsi sebagai sarana dakwah amar ma’ruf nahi munkar guna mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Tanggung jawab dakwah ini tidak hanya milik UMMI secara institusi, tetapi juga seluruh mahasiswa UMMI. Hal ini karena dakwah sesungguhnya merupakan tanggung jawab setiap seorang muslim. Dakwah di sini tentu bukan dakwah dalam arti ceramah atau sejenisnya sebagai seorang da’i/penceramahan. Akan tetapi dakwah dalam makna setiap muslim selalu berupaya dengan sungguh-sungguh mewujudkan misi kerisalahan dan kerahmatan Islam dalam kehidupannya sehari-hari.

Dakwah dalam konteks ini adalah bagian dari keimanan setiap muslim, karena iman tidak hanya terhenti pada aspek keyakinan dan pengakuan, melainkan teraktualisasi dalam amal sholeh. Pengembangan ini menjadi sangat penting agar amal usaha senantiasa berada di depan dalam semua kebaikan (fastabiq al khairaat/avant garde) guna memenuhi tuntutan masyarakat dan tuntutan zaman. Oleh karenanya, Pimpinan UMMI harus bisa menciptakan suasana kehidupan Islami dalam amal usaha yang menjadi tanggung jawabnya dan menjadikan amal usaha yang dipimpinnya sebagai salah satu alat da'wah maka tentu saja usaha ini menjadi sangat perlu agar juga menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan

(9)

8

pemikiran tersebut, maka buku pedoman pembinaan Kemuhammadiyahan (AIK 3) bagi mahasiswa ini disusun.

Pendidikan Muhammadiyah merupakan pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan agama dengan kehidupan dan antara iman dan kemajuan yang holistik. Dari rahim pendidikan Muhammadiyah diharapkan lahir generasi muslim terpelajar yang kuat iman dan kepribadiannya, sekaligus mampu menghadapi dan menjawab tantangan zaman. Inilah pendidikan Islam yang berkemajuan. (Pedoman AIK PTM : 2013)

Visi Pendidikan Muhammadiyah sebagaimana tertuang dalam Putusan Muktamar Muhammadiyah ke 46 tentang Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah: “Terbentuknya manusia pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, berkemajuan dan unggul dalam ipteks sebagai perwujudan tajdid dakwah amar ma’ruf nahi munkar” (Berita Resmi: 2010, hal. 221) Sedangkan Visi UMMI adalah ”Terwujudnya Universitas Muhammadiyah Sukabumi yang Unggul dalam Keilmuan dan Ke-Islaman pada tahun 2022”. Visi tersebut mengharuskan PTM terutama Universitas Muhammadiyah Sukabumi untuk meningkatkan mutu dalam berbagai aspek termasuk pendidikan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). PTM mengemban amanah untuk mewujudkan salah satu misi Muhammadiyah yaitu menyelenggarakan pendidikan AIK sebagai bagian dari dakwah amar makruf nahi munkar.

Pendidikan AIK juga menjadi kekuatan PTM karena dapat menjadi basis kekuatan spiritual, moral dan intelektual serta daya gerak bagi seluruh civitas akademika. Keberhasilan pendidikan AIK menjadi salah satu indikator ketercapaian misi penyelenggaraan dan pengelolaan PTM. Peningkatan mutu proses dan hasil (outcome) pendidikan AIK harus dilaksanakan terus menerus dan tersistem.

Tujuan umum pendidikan AIK adalah terbentuknya manusia pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, berkemajuan dan unggul dalam IPTEKS sebagai perwujudan tajdid dakwah amar makruf nahi munkar.

(10)

9

Sedangkan tujuan umum tersebut dijabarkan menjadi tujuan yang lebih terukur sebagai berikut:

1. AIK I (Aqidah Akhlak) : Membentuk sarjana muslim yang mengenal diri dan Tuhan, misi, tujuan dan manfaat hidupnya sebagaimana dituntunkan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

2. AIK II (Ibadah Muamalah) : Membentuk sarjana muslim yang taat dan benar dalam beribadah, unggul dalam bermuamalah, dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

3. AIK III (Kemuhammadiyahan) : Membentuk sarjana muslim sebagai kader persyarikatan Muhammadiyah yang mampu beramar makruf nahi munkar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4. AIK IV (Islam & Ilmu Pengetahuan) : Membentuk sarjana muslim yang berjiwa dan berperilaku cendekia (ulul albab).

Isi pendidikan AIK adalah ilmu pengetahuan tentang Islam baik aspek normatif maupun historis. Materi pokok Pendidikan AIK selama ini meliputi lima aspek: al-Qur’an-Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, dan Kemuhammadiyahan. Materi pokok AIK ini disamping memiliki kelebihan juga ada kelemahannya. Kelebihannya lebih bersifat akademis dan kelemahannya adalah kurang dalam memfungsikan agama sebagai landasan moral, motivasional dan spiritual dalam memecahkan problem kehidupan.

Materi AIK lebih diarahkan pada pengembangkan karakter manusia baik (saleh dan ihsan) yang berbuat baik bagi kepentingan seluruh manusia (muslim dan non-muslim) sebagai bukti keislaman seorang muslim (Al-Quran, Surat Al-Baqarah ayat 177) (Laitsal birra an tuwallu wujuhakum....).

Al-Qur’an maupun Hadits mengemukakan bahwa Islam itu adalah petunjuk hidup untuk manusia di dunia. Isi kandungan al-Qur’an mencakup seluruh komponen perjalanan hidup manusia mulai dari alam ruh sampai alam akhirat yang meliputi: Tuhan, manusia, alam, penciptaan dan keselamatan. Isi pokok materi AIK perlu direkonstruksi dari keilmuan normatif dan historis Islam kepada dimensi-dimensi kehidupan. Dengan cara

(11)

10

inilah mahasiswa dapat kembali kepada al-Qur’an dan Hadits secara cerdas dan fungsional.

Pendidikan AIK menjadi ruh/spirit dan visi bagi mata kuliah lain, bukan semata-mata berdiri sendiri secara terpisah sebagai salah satu mata kuliah. Sifat kurikulum AIK yang terpisah (separeted) perlu direkostruksi menjadi integrated, yaitu memiliki sifat integratif interkonektif dengan mata kuliah lain dan persoalan kehidupan. Nilai AIK dikembangkan sebagai virus yang meresapi seluruh bidang studi.

B. Standar Kompetensi Lulusan AIK

Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) AIK tentang kompetensi lulusan mata kuliah AIK digunakan sebagai acuan pengembangan standar isi pembelajaran mata kuliah AIK, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran bidang AIK.

Standar kompetensi lulusan mata kuliah AIK merupakan seperangkat kompetensi lulusan yang dibakukan dan diwujudkan dengan hasil belajar peserta didik Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di UMMI. Sebuah kriteria profil kader persyarikatan minimal yang menjadi target setelah lulus dari UMMI. Dan bisa dikatakan standar kompetensi lulusan mata kuliah AIK merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pempelajaran lulusan mata kuliah AIK.

Berdasarkan standar kompetensi lulusan AIK UMMI, mahasisiwa diharapkan setelah menyelesaikan program pendidikannya akan memiliki kompetensi sebagai berikut:

1. Mengetahui dan memahami hakekat Tuhan, manusia dan kehidupan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits yang shahih dan ilmu pengetahuan (AIK I)

(12)

11

2. Mengamalkan tata cara beribadah yang benar berdasarkan alQur’an dan as-Sunnah maqbullah (AIK II).

3. Berakhlakul karimah dalam bermuamalah yang bermanfaat bagi diri, masyarakat, bangsa dan negara (AIK II).

4. Mampu menginternalisasikan misi persyarikatan Muhammadiyah dalam berbagai aspek kehidupan (AIK III).

5. Menguasai dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan (AIK IV).

C. Deskripsi Mata Kuliah Kemuhammadiyahan 3

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib dengan bobot 2 SKS sebagai prasyarat untuk mengambil Tugas Akhir. Mempelajari tentang sejarah, ideologi dan perjuangan Muhammadiyah, sehingga capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh mahasiswa mampu mengetahui, memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai sejarah, ideologi, dan perjuangan Muhammadiyah dalam kehidupan pribadi, bermasyakat dan bernegara.

Disamping itu, pembelajaran yang harus dicapai oleh mahasiswa adalah mampu membuat sebuah laporan kajian literasi berupa literasi data dan digital, guna untuk pendalaman materi kemuhammadiyahan di semester ini.

D. Landasan Hukum dan Kurikulum

1. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

2. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Bagian Ketiga tentang Standar Isi Pembelajaran, Bagian Keempat tentang Standar Proses Pembelajaran dan Bagian Kelima tentang Standar Penilaian Pembelajaran

(13)

12

3. Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/Ped/I.0/B/2012 Tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah

4. Pedoman Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah

5. Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 4.0 PTMA 2019

6. Standar SPMI AIK UMMI tentang Kompetensi Lulusan Mata Kuliah AIK Universitas Muhammadiyah Sukabumi

(14)

13

KETENTUAN MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN (AIK 3)

A. Tujuan Perkuliahan

1. Mahasiswa dapat belajar tentang hidup dunia riil dalam lingkungan masyarakat Muhammadiyah.

2. Mahasiswa memiliki pengalaman dalam mendesain dakwah dengan pendekatan pemberdayaan yang sistematis, programatis tetapi juga beradab dan mengedepankan marwah ajaran Islam.

3. Mahasiswa memahami Muhammadiyah berdasarkan refleksi atas pengalaman mereka sendiri dengan pengalaman seabad lebih gerak dakwah Muhammadiyah mempengaruhi Indonesia hingga saat ini..

4. Mahasiswa mampu mengaplikasikan bidang dakwah Muhammadiyah dalam segala bidang.

B. Ruang Lingkup Materi Perkuliahan

Secara garis besar mata kuliah Kemuhammadiyahan (AIK 3) ini terdiri beberapa bagian, yaitu :

Tahap 1 : Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam yang Tajrid dan tajdid,

membahas tentang gerakan Tajrid dan Tajdid dalam sejarah Islam yang menghasilkan Gerakan Pembaharuan dari masa ke masa, Tokoh dan Gerakan Pembaharuan dalam Islam Periode Klasik sampai Modern di dunia dan di Indonesia, dan landasan awal berdirinya Muhammadiyah

Tahap 2 : Sejarah Berdirinya Muhammadiyah, membahas tentang Latar

belakang Muhammadiyah, Profile Intelektualitas dan Religiusitas KH. Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan, Proses Berdirinya Muhammadiyah, dan tujuan Muhammadiyah serta Perkembangannya. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam, Gerakan Dakwah dan Tajdid.

Tahap 3 : Muqodimah AD ART Muhammadiyah, menjelaskan tentang

(15)

14

Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, serta pergerakan dan perjuangan Muhammadiyah

Tahap 4 : Matan Keyakinan dan Cita-Cita Muhammadiyah, menjelaskan

tentang Landasan Normatif Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Matan dan Cita-cita Muhammadiyah, Visi Misi Muhammadiyah dan keputusan-keputusan Muhammadiyah

Tahap 5 : Khittah dan kepribadian Muhammadiyah, membahas tentang

Landasan Normatif Muhammadiyah dan serangkaiannya

Tahap 6 :. Muhammadiyah sebagai gerakan Amar Ma`ruf Nahi Munkar Tahap 7 : Amal Usaha Muhammadiyah: Muhammadiyah sebagai Gerakan

Sosial, Pendidikan dan Ekonomi, serta pemberdayaan perempuan

Tahap 8 : Sistem Gerakan, Struktur Organisasi, Majelis-Majelis, Lembaga

dan Organisasi Otonom

Tahap 9 : Pendidikan Islam Berkemajuan Muhammadiyah, membahas

tentang betapa pentingnya kaderisasi Muhammadiyah

C. Ringkasan Materi Tatap Muka

1. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam yang Tajrid dan tajdid a. Gerakan Tajrid dan Tajdid

Muhammadiyah di lihat dari gerak pemikiran dan pengalamaan keagamaan, tidak hanya dikenal sebagai gerakan Islam dan dakwah, tetapi juga sebagai gerakan tajrid dan tajdid.

1) Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajrid

Pengertian Tajrid berasal dari bahasa Arab berarti pengosongan, pengungsian, pengupasan, pelepasan atau pengambil alihan (Atabik Ali;1999). Sedangkan dalam bahasa Indonesia berarti pemurnian. Istilah tajrid memang tidak sepopuler tajdid, meski sama-sama bermaksud memurnikan hal-hal yang bersifat khusus. Dalam ibadah istilah tajrid adalah mengikuti Nabi Muhammad Saw dan tidak ada pembaharuan. Sedang dalam Muamalah tajdid yakni melakukan modernisasi dan pembaharuan.

(16)

15

2) Muhammadiyah Gerakan Tajdid

Muhammadiyah disebut atau dikenal gerakan tajdid karena Muhammadiyah berupaya melakukan koreksi dan evaluasi terhadap berbagai pemikiran dan pengalaman keagamaan dalam rangka pemurnian dalam bidang aqidah dan ibadah yang sesuai dengan Alquran dan Sunnah. Selain itu Muhammadiyah berusaha untuk melakukan pembaharuan dalam berbagai bidang kehidupan dengan disesuaikan zaman akan tetapi tidak mennggalkan prinsip-prinsip Islam

b. Tokoh dan Gerakan Pembaharuan dalam Islam Periode Klasik sampai Modern di dunia dan di Indonesia

Masa pembaharuan (modern) bagi dunia Islam adalah masa yang dimulai dan tahun 1800 M sampai sekarang. Masa pembaharuan ditandai dengan adanya kesadaran umat Islam terhadap kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dimasa ini banyak perkembangan dalam kehidupan Islam, melputi pendidikan, politik, perdagangan dan kebudayaan.

Menjelang dan pada awal-awal masa pembaharuan, umat Islam di berbagai negara, telah menyimpang dari ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan Hadis. Penyimpangan itu terdapat dalam hal : a. Ajaran Islam tentang ketauhidan telah bercampur dengan

kemusyrikan.

b. Adanya kelompok umat Islam, yang selama hidup di dunia ini, hanya mementingkan urusan akhirat dan meninggalkan dunia. c. Banyak umat Islam yang menganut paham fatalisme, yaitu

paham yang mengharuskan berserah diri kepada nasib.

d. Dari sisi ekonomi, masyarakat Muslim Indonesia banyak yang miskin.

(17)

16

f. Dari segi penguasaan ilmu dan teknologi, masyarakat Muslim Indonesia terbelakang.

Penyimpangan-penyimpangan umat Islam terhadap ajaran agamanya tersebutlah yang sudah seharusnya menjadi pendorong lahirnya para tokoh pembaharu, yang berusaha menyadarkan umat Islam agar kembali kepada ajaran Islam yang benar, yang bersumber kepada Al-Quran dan As-Sunnah (Hadis).

Pemikiran-pemikiran pembaharu Dunia Islam seperti : Ibnu Taimiyah, Muhammad Ibn Abdul Wahhab, Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Berdasarkan buah pemikiran tokoh-tokoh Islam inilah yang mempengaruhi pemikiran KH. Ahmad Dahlan, kemudian mendirikan Muhammadiyah, yang bertujuan untuk memperbarui pemahaman keagamaan (keIslaman) di sebagian besar Dunia Islam saat itu yang masih bersifat ortodoks.

Melihat faktor diatas, maka yang menjadi dasar perlunya pembaharuan Islam di indonesia ialah selain seruan Rasulullah untuk selalu melakukan perubahan juga dipengaruhi oleh perkembangan zaman yang pada era modern kaum muslin indonesia mengalami keterpurukan dalam berbagai bidang kehidupan.

Salah satu tokoh pembaharuan Islam diindonesia pada era modern yang telah mampu menjawab berbagai persoalan dan tantangan zaman dengan perubahan ke arah kemajuan dalam kehidupan umat/masyarakat ialah Ahmad Dahlan. Dengan semangat kembali pada sumber ajaran Islam yang murni (al-Quran dan al-Sunnah yang maqbulah). Selain itu Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia berawal dari beberapa latar belakang, dari munculnya Jami’atul Khair dan Al Irsyad, Sarekat Islam, Persatuan Islam (Persis) dan barulah muncul Muhammadiyah yang dipelopori oleh KH. Ahmad Dahlan. Hasil pembaharuan pemikiran Ahmad Dahlan ialah sebuah gerakan pembaharuan yang terdiri dari gerakan pemurnian dan modernisasi. Pemurnian dalam hal ini berkaitan dengan aqidah yaitu kembali pada

(18)

17

semangat dan ajaran Islam yang murni untuk memurnikan agama dari syirik serta membebaskan umat Islam dari tahayul, bid’ah dan khurafat. Pembaharuan modern pada bidang pendidikan sosial, budaya,dan kesehatan. Hal ini berarti Muhammadiyah dalam konteks kehidupan masyarakat telah berhasil memodernisasi kehidupan sosial dengan tetap mengokohkan fondasi iman dan kepribadian, sehingga mampu menampilkan Islam yang murni dan berkemajuan.

2. Sejarah Berdirinya Muhammadiyah

Bulan Dzulhijjah (8 Dzulhijjah 1330 H) atau November (18 November 1912 M) merupakan momentum penting lahirnya Muhammadiyah. Itulah kelahiran sebuah gerakan Islam modernis terbesar di Indonesia, yang melakukan perintisan atau kepeloporan pemurnian sekaligus pembaruan Islam di negeri berpenduduk terbesar muslim di dunia. Sebuah gerakan yang didirikan oleh seorang kyai alim, cerdas, dan berjiwa pembaharu, yakni Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis dari kota santri Kauman Yogyakarta.

Kata ”Muhammadiyah” secara bahasa berarti ”pengikut Nabi Muhammad”. Penggunaan kata ”Muhammadiyah” dimaksudkan untuk menisbahkan (menghubungkan) dengan ajaran dan jejak perjuangan Nabi Muhammad.

Embrio kelahiran Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi untuk mengaktualisasikan gagasan-gagasannya merupakan hasil interaksi Kyai Dahlan dengan kawan-kawan dari Boedi Oetomo yang tertarik dengan masalah agama yang diajarkan Kyai Dahlan, yakni R. Budihardjo dan R. Sosrosugondo. Gagasan untuk mendirikan organisasi Muhammadiyah tersebut selain untuk mengaktualisasikan pikiran-pikiran pembaruan Kyai Dahlan, menurut Adaby Darban (2000: 13) secara praktis-organisatoris untuk mewadahi dan memayungi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah, yang didirikannya pada 1 Desember 1911.

Mengenai langkah pembaruan Kyai Dahlan, yang merintis lahirnya Muhammadiyah di Kampung Kauman, Adaby Darban (2000: 31)

(19)

18

menyimpulkan hasil temuan penelitiannya sebagai berikut:”Dalam bidang tauhid, K.H A. Dahlan ingin membersihkan aqidah Islam dari segala macam syirik, dalam bidang ibadah, membersihkan cara-cara ibadah dari bid’ah, dalam bidang mumalah, membersihkan kepercayaan dari khurafat, serta dalam bidang pemahaman terhadap ajaran Islam, ia merombak taklid untuk kemudian memberikan kebebasan dalam ber-ijtihad.”.

Adapun faktor-faktor yang menjadi pendorong lahirnya Muhammadiyah ialah antara lain:

a. Umat Islam tidak memegang teguh tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi, sehingga menyebabkan merajalelanya syirik, bid’ah, dan khurafat, yang mengakibatkan umat Islam tidak merupakan golongan yang terhormat dalam masyarakat, demikian pula agama Islam tidak memancarkan sinar kemurniannya lagi;

b. Ketiadaan persatuan dan kesatuan di antara umat Islam, akibat dari tidak tegaknya ukhuwah Islamiyah serta ketiadaan suatu organisasi yang kuat;

c. Kegagalan dari sebagian lembaga-lembaga pendidikan Islam dalam memprodusir kader-kader Islam, karena tidak lagi dapat memenuhi tuntutan zaman;

d. Umat Islam kebanyakan hidup dalam alam fanatisme yang sempit, bertaklid buta serta berpikir secara dogmatis, berada dalam konservatisme, formalisme, dan tradisionalisme;

e. dan Karena keinsyafan akan bahaya yang mengancam kehidupan dan pengaruh agama Islam, serta berhubung dengan kegiatan misi dan zending Kristen di Indonesia yang semakin menanamkan pengaruhnya di kalangan rakyat.

(20)

19

3. Muqodimah Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Muhammadiyah

Mukadimah AD/ART Muhammadiyah disusun secara formal setelah Gerakan Muhammadiyah melancarkan aktifitas dan usahanya selama 38 tahun.

Hakekatnya merupakan suatu kesimpulan dari perintah dan ajaran Al-Qur’an dan as-Sunnah tentang pengabdian manusiakepada Allah SWT, amal dan perjuangan bagi setiap muslim yang sadar akan kedudukannya selaku hamba dan khalifah di muka bumi

Fungsi Mukadimah AD Muhammadiyah merupakan jiwa, nafas, dan semangat pengabdian dan perjuangan ke dalam tubuh dan segala gerak organisasinya, yang harus dijadikan asas serta pusat tujuan perjuangan Muhammadiyah.

Tujuh Pokok Pikiran yang terkandung dalam Mukadimah AD Muhammadiyah, adalah :

Pokok Pikiran I : “HIDUP MANUSIA HARUS BERDASARKAN

TAUHID; YAITU BERTUHAN, BERIBADAH SERTA TUNDUK DAN TAAT HANYA KEPADA ALLAH SEMATA”

Pokok Pikiran II : “HIDUP MANUSIA ADALAH

BERMASYARAKAT”

Pokok Pikiran III : “ISLAM SATU-SATUNYA AGAMA YANG

BENAR (HAK), DAN SATU-SATUNYA AGAMA YANG SEMPURNA”

Pokok Pikiran IV : “BERJUANG MENEGAKKAN AGAMA ISLAM

ADALAH WAJIB,SEBAGAI IBADAH KEPADA ALLAH, DAN BERBUAT IHSAN DAN ISLAH KEPADA MANUSIA”

Pokok Pikiran V : “PERJUANGAN MENEGAKKAN AGAMA ISLAM

AKAN BERHASILBILA MENGIKUTI JEJAK PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW”

Pokok Pikiran VI : “PERJUANGAN MEWUJUDKAN

(21)

20

DILAKSANAKAN DENGAN BAIK DAN BERHASIL DENGAN CARA BERORGANISASI”

Pokok Pikiran VII : “SELURUH PERJUANGAN DIARAHKAN

UNTUK TERCAPAINYA TUJUAN HIDUP, YAKNI

TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG UTAMA, ADIL DAN MAKMUR YANG DIRIDLAI ALLAH SWT”

4. Matan Keyakinan dan Cita-Cita Muhammadiyah

a. Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT, untuk malaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.

b. Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spritual, duniawi dan ukhrawi.

c. Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan :

1) Al-Qur'an : Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW;

2) Sunnah Rasul : Penjelasan dan palaksanaan ajaran-ajaran Al-Qur'an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam. d. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam

yang meliputi bidang-bidang: 1) 'Aqidah

2) Akhlak 3) Ibadah

(22)

21

e. Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi Allah SWT: "BALDATUN THAYYIBATUB WA ROBBUN GHOFUR” (Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo)

5. Khittah dan Kepribadian Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan Gerakan Islam. Maksud gerakanya ialah Dakwah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar yang ditujukan kepada dua bidang: perseorangan dan masyarakat . Dakwah dan Amar Ma’ruf nahi Munkar pada bidang pertama terbagi kepada dua golongan: Kepada yang telah Islam bersifat pembaharuan (tajdid), yaitu mengembalikan kepada ajaran Islam yang asli dan murni; dan yang kedua kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam.

Adapun da’wah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar bidang kedua, ialah kepada masyarakat, bersifat kebaikan dan bimbingan serta peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan dengan dasar taqwa dan mengharap keridlaan Allah semata-mata.

Dengan melaksanakan dakwah Islam dan amar ma’ruf nahi munkar dengan caranya masing-masing yang sesuai, Muhammadiyah menggerakkan masyarakat menuju tujuannya, ialah “Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

Muhammadiyah memiliki dan wajib memelihara sifat-sifat, antara lain : a. Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan

b. Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah. c. Lapang dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran Islam. d. Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.

(23)

22

e. Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah.

f. Amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik.

g. Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran Islam.

h. Kerjasama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya.

i. Membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah SWT.

j. Bersifat adil serta kolektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana

D. Ketentuan dan Kewajiban Mahasiswa

Seluruh mahasiswa yang akan mengampu mata kuliah Kemuhammadiyahan (AIK 3) harus memenuhi ketentuan dan kewajiban, sebagai berikut :

1. Ketentuan Mahasiswa; Telah mengontrak mata kuliah Kemuhammadiyahan (AIK 3)

2. Kewajiban mahasiswa;

a. Mengikuti perkuliahan tatap muka sampai sebelum UTS, b. Mengikuti pembekalan setelah UTS tentang kajian literasi,

c. Melaksanakan studi literasi data dan digital secara kelompok yang membahas tentang hal-hal sebagai berikut;

d. Melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing AIK, dibuktikan dengan mengisi kegiatan pada daftar hadir (logbook), minimal 4 kali. e. Menyusun laporan dengan bimbingan dan persetujuan oleh Dosen

Pembimbing AIK,

f. Membuat presentasi berupa PPT dengan dibimbing dosen pembimbing AIK dan dipresentasikan di depan kelas.

(24)

23

g. Mengumpulkan laporan kajian literasi kepada dosen dan staf AIK melalui email [email protected] selambat-lambatnya sebelum UAS.

E. Tugas dan Tanggung Jawab Dosen Pembimbing AIK

Dosen Pembimbing AIK adalah dosen yang diberikan tugas oleh Kemuhammadiyahan untuk mendampingi mahasiswa yang mengampu mata kuliah AIK 3 sesuai program studinya masing-masing.

Dosen pembimbing AIK bertugas dan bertanggung jawab :

1. Memberikan pengetahuan awal mengenai kajian literasi Muhammadiyah kepada mahasiswa.

2. Membagi kelompok dan menentukan tema yang akan dikaji oleh mahasiswa (perkelompok terdiri dari 2-4 orang)

2. Membimbing mahasiswa terkait dengan kebutuhan data dan informasi yang diperlukan dalam kegiatan ini.

3. Mengarahkan penyusunan laporan hasil kegiatan kajian literasi 4. Mengkoordinasikan kegiatan presentasi laporan

5. Menilai hasil laporan dan kinerja mahasiswa dalam kegiatan kajian literasi ini.

6. Menilai hasil akhir mata kuliah Kemuhammadiyahan (AIK 3) dan menyerahkan nilainya ke program studi dan LAIK, serta menginputnya ke SIAK UMMI.

(25)

24

PELAKSANAAN MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN (AIK 3)

A. Waktu Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan mata kuliah Kemuhammadiyah (AIK 3) dapat dilakukan pada semester 3 sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh program studinya masing-masing dan terdapat dalam Pedoman Akademik UMMI.

Waktu kegiatan dilaksanakan sesuai RPS terdiri dari dua tahap, yaitu tahap penyampaian materi (dari awal perkuliahan sampai UTS) dan tahap kajian Literasi (setelah UTS sampai UAS).

Dalam tahap penyampaian materi, dilakukan dengan pembelajaran tatap muka di kelas. Dosen menyampaikan materi-materi dan mahasiswa diberikan tugas seputar materi yang disampaikan tersebut. Waktu pelaksanaan selama 7 kali tatap muka dan diawali dengan pertemuan pendahuluan yang berisi penjelasan capaian pembelajaran mata kuliah, tujuan mata kuliah dan kontrak kuliah. Selesai 7 kali pertemuan kemudian dilaksanakan UTS berupa review Film ”Sang Pencerah”.

Selanjutnya untuk tahap kajian literasi, mahasiswa harus mengikuti pembekalan tentang mengambil data literasi yang dibutuhkan dalam kajian literasi baik pustaka maupun digital. Setelah itu mahasiswa diberi waktu selama 2 minggu (10 hari = 6 jam/hari) untuk melakukan kajian sesuai temanya masing-masing. Selanjutkan membuat laporan dan presentasi, dan presentasi dilakukan secara bertahap selama 5 kali pertemuan, dengan ketentuan 1 hari dapat dipresentasikan 2-3 kelompok. Terakhir laporan dikumpulkan paling lambat sebelum UAS baik ke dosen pembimbin AIK dan diteruskan ke email LAIK.

(26)

25

B. Tahapan Perkuliahan

1. Pendahuluan

2. Penyampaian materi selama 6 kali pertemuan 3. UTS matkul Kemuhammadiyahan (AIK 3) 4. Pembekalan kajian literasi

5. Pelaksanaan kegiatan kajian literasi 6. Pembuatan Laporan kajian literasi 7. Presentasi laporan kajian literasi 8. Pengumpulan laporan kajian literasi

9. Penilaian akhir matakuliah Kemuhammadiyahan (AIK 3)

C. Persiapan Perkuliahan

1. Mahasiswa yang mengampu mata kuliah Kemuhammadiyahan harus mengontrak terlebih dahulu dan disetujui DPA.

2. Perkuliahan tatap muka dilakukan sebanyak 7 kali dengan materi yang terdapat dalam ruang lingkup mata kuliah.

3. Pembekalan, sebelum melaksanakan kegiatan kajian literasi mahasiswa perlu melakukan pembekalan tentang cara mencari literasi data atau digital yang terkait dengan Kumuhammadiyahan. Tujuannya agar mahasiswa dapat memahami tata cara melakukan kajian literasi.

D. Pelaksanaan Kajian Literasi

Perkuliahan Mata Kuliah Kemuhammadiyahan (AIK 3) memiliki bobot 2 SKS dan dilaksanakan selama 1 semester dengan pelaksanaan tatap muka dan kajian literasi. Kegiatan yang harus dilaksanakan pada kajian literasi, yaitu :

1. Tujuan Kajian Literasi

a. Mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai Muhammadiyah

b. Mahasiswa mampu mengenal, mengetahui, dan menganalisis kondisi Muhammadiyah melalui sebuah kajian pustaka.

(27)

26

2. Tahap Kajian Literasi

a. Pembekalan di tiap kelas (Class Room) oleh dosen pembimbing AIK masing-masing kelas. Adapun materi pembekalan meliputi :

1) Pembagian Tema Kajian Literasi kepada mahasiswa 2) Penyampaian tata cara kajian literasi

b. Pembagian kelompok atau penyampaian kelompok, satu kelompok 2-4 mahasiswa/i.

c. Pelaksanaan :

1) Mahasiswa mencari referensi terlebih dahulu terkait kajian literasi 2) Mahasiswa melaksanakan kajian literasi

d. Pembuatan hasil kajian literasi berupa karya ilmiah e. Presentasi dengan diseminarkan

f. Penilaian

E. Tata Cara Pelaksanaan Kajian Literasi

1. Mahasiswa mengikuti pembekalan dengan dosen pengampu Kemuhammadiyahan.

2. Mahasiswa mengumpulkan referensi-referensi sebagai bahan kajian literasi.

3. Pembagian tema kajian literasi kepada Mahasiswa.

4. Mahasiswa dapat melakukan konsultasi tentang permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan kajian literasi dengan Dosen Pengampu Mata kuliah Kemuhammadiyahan.

5. Pelaksanaan Kajian Literasi harus dicatat dalam sebuah Buku Log Harian. 6. Selama pelaksanaan Kajian Literasi mahasiswa dapat menjalin komunikasi dengan dosen pengampu mata kuliah melalui email, WA, telepon, sarana komunikasi lainnya.

7. Mahasiswa wajib menyusun hasil Kajian Literasi dalam bentuk karya ilmiah.

(28)

27

8. Mahasiswa Wajib mempresentasikan Hasil Kajian Literasi kepada dosen Pengampu. Mata Kuliah Kemuhammadiyahan, dengan cara seminar yang dihadiri dosen dan mahasiswa yang lain.

F. Presentasi Hasil Kajian Literasi

Ketentuan mengenai pelaksanaan Kajian Literasi, yaitu:

1. Hasil harus dipresentasikan di hadapan Dosen Pengampu mata kuliah kemuhamamdiyahan.

2. Presentasi dilakukan dua atau tiga kelompok setiap pertemuan atau perkuliahan.

3. Presentasi melalui model seminar dan bersifat terbuka serta dapat dihadiri oleh publik (Mahasiswa dan Dosen). Jika memungkinkan publik diperkenankan untuk mengajukan pertanyaan di akhir presentasi.

G. Penilaian Kajian Literasi

Penilaian Kajian Literasi meliputi : 1. Penilaian Pembekalan 10%

2. Penilaian kegiatan yang dilakukan selama kajian literasi 20% 3. Penilaian Presentasi yang diseminarkan 40%

4. Penilaian Hasil (Laporan) Kajian Literasi berupa karya ilmiah 30%

H. Ketentuan Penulisan

Dalam penulisan Karya ilmiah terdapat aturan yang perlu diperhartikan yaitu font, spasi dan ukuran kertas. Naskah karya ilmiah haruslah diketik dengan aturan : ukuran kertas A4, Jenis huruf yang dipakai adalah Times New Roman, ukuran font 12 px dan spasi 1.

Ukuran Margins adalah tepian kertas yang merupakan bagian yang kosong. Untuk ukuran margins ini adalah : Top (atas) 3 cm, Bottom (bawah) 4 cm, Left (kiri) 3 cm, Right (kanan) 4 cm.

(29)

28

I. Penyusunan Laporan

Laporan kegiatan integrasi AIK disusun oleh mahasiswa setelah selesai melaksanakan kegiatan, sesuai sistematika laporan yang telah ditentukan (lampiran 2). Pengumpulan laporan paling lambat sebelum UAS.

J. Evaluasi Perkuliahan

Evaluasi perkuliahan mempunyai dua kepentingan, yaitu kepentingan penilaian pencapaian belajar mahasiswa dan perbaikan kegiatan kajian literasi ini.

1. Tujuan Penilaian

a. Menentukan tingkat ketercapaian mahasiswa dalam setiap pembelajaran AIK 3 ini.

b. Mengetahui peningkatan dan perkembangan kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan matakuliah AIK 3 ini.

c. Mendiagnosis kesulitan mahasiswa dalam melakukan kajian literasi. d. Mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan belajar

bekerjasama dengan sesama rekannya dan memahami bahwa Kemuhammadiyahan bukan hanya sebagai suatu organisasi tetapi memiliki gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang lebih luas cakupannya.

e. Mendorong dosen pembimbing AIK untuk meningkatkan pemahaman dan pembimbingan yang terstruktur dan sistematis sesuai dengan RPS.

2. Komponen Penilaian

Komponen penilaian pada mata kuliah Kemuhammadiyahan terdiri dari 2 tahap, yaitu :

a. Nilai tugas saat tatap muka dan Nilai UTS b. Nilai Integrasi AIK, yang terdiri dari :

1) Nilai pembekalan, yaitu penilaian dari aspek : kehadiran, kedisiplinan, kerapian, keaktifan dan kesantunan dalam mengikuti pembekalan

(30)

29

2) Nilai Pelaksanaan kegiatan kajian literasi, yaitu : kehadiran (logbook), penelaahan kajian tentang tema yang dibahas, presentasi laporan dan penilaian laporan.

Setelah semua skor kemampuan tersebut ditetapkan, maka semua skor kemampuan tersebut digunakan untuk menetapkan nilai akhir (NA) mahasiswa dalam mengampu mata kuliah Kemuhammadiyan (AIK 3). Adapun penetapan NA tersebut didasarkan atas rumus berikut :

a. Bobot Penilaian Kajian Literasi

NA = A+B+C+D

Keterangan:

A : Skor pembekalan bobot 10%

B : Skor pelaksanaan kegiatan kajian literasi bobot 20% C : Skor pelaksanaan presentasi laporan bobot 40% D : Skor hasil laporan kajian literasi bobot 30 %

b. Bobot Penilaian Akhir mata kuliah AIK 3 :

No. Jenis penilaian Aspek penilaian Persentase

1. Kehadiran Kehadiran mahasiswa akan dihitung sampai dengan 15 menit setelah kegiatan pembelajaran berjalan. Presentasi kehadiran untuk mata kuliah ini adalah 80%, apabila kurang maka harus mengikuti mengulang.

Berbusana muslim/muslimah dan membawa Al-Qur’an setiap masuk kelas

20%

2. Tugas Individu Review Film Sang Pencerah 20%

4. UTS Tes tulis 20%

5. UAS Kegiatan kajian literasi sesuai tema msaing-masing kelompok, berupa : pembekalan, pelaksanaan kajian literasi, PPT dan presentasi laporan.

40%

(31)

30

PENUTUP

Upaya terus-menerus untuk meningkatkan mutu Pendidikan AIK juga tidak lepas dari misi dakwah dan tajdid yang muaranya bukan hanya untuk Muhammadiyah tetapi untuk pencerahan dan pembebasan umat dan bangsa. Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan Pendidikan AIK-nya memiliki peran strategis untuk gerakan pencerahan dan pembebasan tersebut terutama melalui sumbangannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta sumber daya manusia terdidik yang bervisi dakwah amar ma’ruh nahi munkar dan tajdid. Untuk itu diperlukan keterpaduan niat, usaha dan doa yang sungguh-sungguh dari seluruh civitas akademika agar Pendidikan AIK menjadi ciri khas Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang memiliki daya tarik bagi mahasiswa maupun orangtua. Mudah-mudahan dengan kehadiran buku Pedoman Kemuhammadiyahan (AIK 3) semoga dapat membantu dan dijadikan pedoman dalam pemahaman dan penanaman Muhammadiyah di kalangan civitas Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Sesuai yang disampaikan oleh Prof. Munir Mulkhan, Guru Besar Filsafat Pendidikan Islam UMS, “ Seharusnya AIK menjadi ruh seluruh pembelajaran kampus atau mata kuliah.”

Kedepannya, buku pedoman Kemuhammadiyahan (AIK 3) ini semoga dapat disempurnakan lebih lanjut guna perbaikan selanjutnyanya. Akhir kata, semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan keikhlasan kepada kita semua dalam meniti jalan kebenaran dalam terang lentera ilmu pengetahuan. Aamiin.

(32)

31

DAFTAR PUSTAKA

Tim Pedoman Pendidikan AIK Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah. 2013. Buku Pedoman Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah., Yogyakarta : Majelis Dikti PP Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah. 2010. Tanfidz Keputusan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah. Yogyakarta : PP Muhammadiyah.

Jinan Mutohharun. 2011. Dinamika Pembaruan Muhammadiyah : Tinjauan Pemikiran Keagamaan. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta Rosyadi Imron. 2013. Corak Pembaharuan Muhammadiyah : Purifikasi dan

Dinamisasi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta

Achmad Jainuri, Orientasi Ideologi Gerakan Islam: Konservatisme, Fundamentalisme, Sekularisme, dan Modernisme (Surabaya: lpam, 2004), hlm. 5. Bandingkan dengan Akh. Minhaji”Tradisi Islah dan Tajdid Dalam Hukum Islam,” dalam Profetika (Surakarta: Program Magister Studi Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2001), hlm. 243-244.

A Hasyim. tt. Muhammadiyah Jalan Lurus.

Abdul Mu’ti. 2009. Islam Berkemajuan Kisah Perjuangan KH. Dahlan dan Muhammadiyah Masa Awal. Al-Washath

As’ad Abu Khalil. 1995. Revival and Renewal. Azhar Basyir. tt. Visi Misi Muhammadiyah

Din Syamsudin (ed.). 1990. Muhammadiyah Kini dan Esok. Jakarta: Pustaka Panjimas

Haedar Nashir, 2006. Meneguhkan Ideologi Gerakan Muhammadiyah, Malang, UMM-Press

Haedar Nashir. 2008, Khittah Muhammadiyah Bidang Politik, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah (SM)

Heri Sucipto dan Nadjamuddin Ramli. 2005. Tajdid Muhammadiyah, dari Ahmad Dahlan Hingga A. Syafi’i Ma’arif. Jakarta: Grafindo

Khozin dan Imam Syaukani (ed). 2000, Pembaharuan Islam; Konsep, Pemikiran dan Gerakan. UMM-Press

Mulkhan, A.M., 2005. Kisah dan Pesan Kiai Ahmad Dahlan, Yogya: Pustaka SP. R. Hadjid. Tt. Tujuh Falsafah dan Tujuh Belas Kelompok Ayat KH. Ahmad Dahlan.

Suara Muhammadiyah

Wawan Gunawan. 2005. Wacana Fiqh Perempuan dalam Perspektif Muhammadiyah. MTPPI PPM.

(33)

32

LAMPIRAN 1

A. TEMA KAJIAN LITERASI

1. Tokoh Pembaharuan Islam Ibnu Taimiyah (1263-1328)

2. Tokoh Pembaharuan Islam Muhammad Ibn Abdul Wahhab (1730-1791) 3. Tokoh Pembaharuan Islam Jamaluddin Al-Afghani (1838/1839-1897) 4. Tokoh Pembaharuan Islam Muhammad Abduh (1848-1905)

5. Tokoh Pembaharuan Islam Rasyid Ridha (1865-1935) 6. Tokoh Muhammadiyah : AR. Fakhrudin

7. Tokoh Muhammadiyah : Hamka 8. Tokoh Muhammadiyah :

9. Struktur Organisasi Muhammadiyah

10. Organisasi Otonom Muhammadiyah : Aisyiyah

11. Organisasi Otonom Muhammadiyah : Nasyiyatul Aisyiyah 12. Organisasi Otonom Muhammadiyah : Pemuda Muhammadiyah 13. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

14. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) 15. Tapak suci Putra-Putri Muhammadiyah 16. Hizbul Wathon (HW)

17. Amal Usaha Gerakan Muhammadiyah dibidang Pendidikan 18. Amal Usaha Gerakan Muhammadiyah di bidang Ekonomi 19. Amal Usaha Gerakan Muhammadiyah di bidang Sosial 20. Peran Muhammadiyah dan Pemberdayaan Perempuan

(34)

33

B. INSTRUMEN KAJIAN LITERASI

No Aspek yang

ditelaah Deskripsi Hasil Telaah

1. Bagaimana bentuk pemahaman mahasiswa terhadap Gerakan Tajrid dan Tajdid dan Gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar 2. Bagaimana pemahaman mahasiswa

terhadap tema yang dikaji 3. Apakah dampak yang mahasiswa rasakanterhadap Gerakan Muhammadiyah dan cara untuk melanjutkan cita-cita KH.Ahmad Dahlan? Sukabumi, ……… Mahasiswa, (……….) NIM.

(35)

34

C. DAFTAR HADIR MAHASISWA

No. Hari/

Tanggal Tempat Kegiatan

Dosen Pembimbing AIK 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

(36)

35

D. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan C. Manfaat BAB II PEMBAHASAN

A. Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajrid dan Tajdid

B. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

C. HASIL KAJIAN LITERASI (sesui tema)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran

DAFTAR PUSTAKA (minimal 10 buku atau jurnal) LAMPIRAN-LAMPIRAN

(37)

36

C. PENILAIAN AKHIR

1. PENILAIAN PEMBEKALAN (A)

Nama Mahasiswa : ____________________________ NIM : ____________________________ Program Studi : ____________________________ Kelompok kajian : ____________________________ Petunjuk Pengisian:

Lembar ini diisi oleh Dosen Pembimbing AIK setelah selesai kegiatan Pembekalan

No. Indikator Penilaian Skor

4 3 2 1

1. Kehadiran dalam pembekalan 2. Kedisiplinan mahasiswa 3. Kerapian mahasiswa

4. Keaktifan dalam mengikuti pembekalan 5. Sopan santun dalam mengikuti pembekalan

Skor Total

Keterangan:

Skor maksimal untuk setiap deskriptor 4, sehingga skor maksimal yang diperoleh adalah 5 x 4 = 20.

Nilai Pembekalan =Skor Total

20 𝑥 100 𝑥 10%

Sukabumi, ……… Dosen Pembimbing AIK,

(……….) NIP.

(38)

37

2. PENILAIAN PELAKSANAAN KAJIAN LITERASI (B)

Nama Mahasiswa : ____________________________ NIM : ____________________________ Program Studi : ____________________________ Kelompok kajian : ____________________________ Petunjuk Pengisian:

Berikan skor 1-4 dengan makna 4=sangat baik, 3=baik, 2=cukup baik, 1=kurang baik sesuai dengan kinerja pengamatan mahasiswa

No Deskriptor Skor

4 3 2 1

1. Kehadiran, Kedisiplinan dan Kesantunan

2. Hasil telaah pemahaman mahasiswa terhadap

Gerakan Muhammadiyah secara keseluruhan

3. Hasil telaah mahasiswa terhadap tema yang dikaji.

4.

Hasil analisis dampak yang mahasiswa rasakan terhadap Gerakan Muhammadiyah dan cara untuk melanjutkan cita-cita KH.Ahmad Dahlan

Skor Total

Keterangan:

Skor maksimal untuk setiap deskriptor 4, sehingga skor maksimal yang diperoleh adalah 4 x 4 = 16.

Nilai B =Skor Total

16 𝑥 100 𝑥 20%

Sukabumi, ……… Dosen Pembimbing AIK,

(……….) NIP.

(39)

38

3. PENILAIAN PRESENTASI LAPORAN (C)

Nama Mahasiswa : ____________________________ NIM : ____________________________ Program Studi : ____________________________ Kelompok kajian : ____________________________ Petunjuk Pengisian:

Berikan skor 1-4 dengan makna 4=sangat baik, 3=baik, 2=cukup baik, 1=kurang baik sesuai dengan kinerja pengamatan mahasiswa

No Komponen Skor

4 3 2 1

1. Kemampuan komunikasi dan kerjasama kelompok 2. Penyajian PPT

3. Kemampuan menjawab pertanyaan 4. Pemahaman pendalaman materi 5. Sopan santun Ketika presentasi

Total Skor

Keterangan:

Skor maksimal untuk setiap deskriptor 4, sehingga skor maksimal yang diperoleh adalah 5 x 4 = 20.

Nilai D =Skor Total

20 𝑥 100 𝑥 30%

Sukabumi, ……… Dosen Pembimbing AIK,

(……….) NIP.

(40)

39 4. PENILAIAN LAPORAN (D) Nama Mahasiswa : ____________________________ NIM : ____________________________ Program Studi : ____________________________ Kelompok kajian : ____________________________ Petunjuk Pengisian:

Berikan skor 1-4 dengan makna 4=sangat baik, 3=baik, 2=cukup baik, 1=kurang baik sesuai dengan kinerja pengamatan mahasiswa

No Komponen Skor

4 3 2 1

1. Sistematika dan keruntutan laporan 2. Pemahaman pendalaman materi

3. Penggunaan bahasa baku yang baik dan benar dengan tata tulisnya

4. Ketepatan pengutipan

5. Ketepatan penulisan daftar pustaka

Total Skor

Keterangan:

Skor maksimal untuk setiap deskriptor 4, sehingga skor maksimal yang diperoleh adalah 5 x 4 = 20.

Nilai D =Skor Total

20 𝑥 100 𝑥 30%

Sukabumi, ……… Dosen Pembimbing AIK,

(……….) NIP.

(41)

40

LAMPIRAN 2

FORMAT PENILAIAN AKHIR

Integrasi AIK Nilai Nilai Akhir (100%) Paraf DPP A (10%) B (20%) C (40%) D (30%) Keterangan :

A : Skor pembekalan bobot 10%

B : Skor pelaksanaan kegiatan kajian literasi bobot 20%

C : Skor pelaksanaan presentasi laporan bobot 40%

D : Skor hasil laporan kajian literasi bobot 30 %

Matkul AIK 4 Nilai Nilai Akhir (100%) Paraf DPP A (20%) B (20%) C (20%) D (40%) Keterangan :

A : Skor kehadiran bobot 20%

B : Skor tugas bobot 20%

C : Skor UTS bobot 20%

D : Skor UAS (laporan kajian literasi) bobot 40 %

Standar Nilai Akhir

Tingkat Penguasaan

Nilai

Huruf Bobot Predikat

80 – 100 A 4 Sangat Baik

68 – 79 B 3 Baik

56 – 67 C 2 Cukup

45 – 55 D 1 Kurang

(42)

41

LAMPIRAN 3

CONTOH DESAIN COVER DAN LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KAJIAN LITERASI (JUDUL TEMA)

DISUSUN SEBAGAI TUGAS AKHIR MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN

Dosen Pengampu (Nama Dosen)

DISUSUN OLEH KELOMPOK 1

NIM NAMA

PROGRAM STUDI... FAKULTAS ……….. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI

(43)

42

LAMPIRAN 15

CONTOH DESAIN LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PENGESAHAN KAJIAN LITERASI

(JUDUL / TEMA)

DISUSUN SEBAGAI TUGAS AKHIR MATA KULIAH KEMUHAMMADIYAHAN

DISUSUN OLEH KELOMPOK 1

Sukabumi, ...,20... Disetujui dan Disahkan,

Dosen Pembimbing AIK

... NIP. ... Ketua Kelompok ... NIM. ... Mengetahui,

Ketua Lembaga AIK

... NIP. ...

(44)

Referensi

Dokumen terkait

Dapat disimpulkan bahwa physical fitness training terhadap hasil prestasi atlet karate dika- tegorikan baik (13: 81.3%). Dengan demikian se- cara keseluruhan phy-sical

Dengan memberikan intervensi yang bersesuaian kepada murid bermasalah pembelajaran diharapkan dapat membantu meningkatkan daya tumpuan mereka semasa proses pengajaran dan

Pengaruh Penggunaan Jerami Jagung Sebagai Pengganti Rumput Lapangan dalam Ransum Terhadap Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Protein Kasar Secara In

Untuk itu, menelusuri pandangan hidup para pembaharu pendidikan Islam, lewat Ahmad Dahlan dan Wahab Khasbullah merupakan usaha untuk menyingkap pandangan kedua

Dikatakan dalam Hasyiyah Ibni ‘Abidin, “Sesunggunya siapa yang mengatakan ‘Fudhuli (orang yang berbicara tidak karuan)’ kepada pihak yang menyuruh berbuat

MAKSUD GERAKNYA IALAH DAKWAH ISLAM AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR… DENGAN MELAKSANAKAN DAKWAH ISLAM AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR DENGAN CARANYA MASING-MASING YANG SESUAI, MUHAMMADIYAH

Alat yang digunakan dalam terapi BCT ini sama dengan alat yang ada pada pemeriksaan Bio Resonance Scanning dan menggunakan gelombang yang sama, namun pada terapi

Selain itu, berdirinya lembaga pendidikan al-Falah Tropodo 2 adalah untuk menjawab kekhawatiran orang tua tentang pendidikan anaknya di era globalisasi ini, yang penuh dengan