• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN FIBERGLASS UNTUK PEMBUATAN BODY PLASTIK KENDARAAN Ahmad Haryono,ST Staff Pengajar Jurusan Teknik Mesin Politeknik Pratama Mulia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMANFAATAN FIBERGLASS UNTUK PEMBUATAN BODY PLASTIK KENDARAAN Ahmad Haryono,ST Staff Pengajar Jurusan Teknik Mesin Politeknik Pratama Mulia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN FIBERGLASS UNTUK PEMBUATAN

BODY PLASTIK KENDARAAN

Ahmad Haryono,ST

Staff Pengajar Jurusan Teknik Mesin Politeknik Pratama Mulia ABSTRACT

Hencefort writer has initiative to make the appliance of body vehicle from this product of fiberglass. In this report writer has to study will about how to know characteristic from materials of fiberglass, how to know certain to ideal mixed, and how to know finishing process. In making appliance of body vehicle from this product of fiberglass is very skilled requiring, assiduity in doing, and also have to have the spirit high art. Considering in world automotive at highly developed era this time with the existence of modifications of body vehicle by assorted form. In making of this body vehicle also need the step by step or until process in it is workmanship, among others first phase of making model ( planning of making model if model there is no ), division model there, molding phase, phase finishing and perfect as. From all that step or process to make the body vehicle from this product of fiberglass medium. In process making of this body vehicle writer to get many write down, evaluation good product to perfect, and writer hope this referency useful to all people.

Key Word : plastic,fiberglas

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

Pembuatan body kendaraan ini dipilih karena ada salah satu mata kuliah yaitu praktek kerja bangku dan konstruksi badan kendaraan yang berkaitan dengan pembentukan body kendaraan nantinya ilmu yang diperoleh pada saat kuliah akan digunakan pada saat pembuatan body kendaraan tersebut. Sehingga

dalam pembuatan sudah

mempunyai modal dasar

pembuatannya. Materi yang

diberikan dalam perkuliahan dalam proses pengerjaan ini adalah sama, hanya berbeda dari segi bahan yang digunakan yaitu dari media fiberglass. Dengan kemajuan zaman dan daya fikir orang, keragaman produk tidak terbatas pada produk kerajinan berbahan baku kayu atau logam

saja. Perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi memberikan sumbangsih bagi peluang terciptanya keragaman kerajinan. Hingga tidak terbatas pada penggunaan fiberglass ini

(2)

telah merambah pula didalam dunia otomotif, bahan fiberglass kerap kali dipakai untuk pembuatan body serta asesoris pada kendaraan. Keterampilan dalam pembuatan body dan asesoris dengan bahan fiberglass ini juga dapat sebagai alternatif untuk berwirausaha sendiri.

Untuk mendukung adanya

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terampil

berwawasan kemasa depan,

dengan demikian ilmu

pengetahuan dan teknologi

sangat mendukung didalam

melaksanakan tuntutan zaman dimasa yang akan datang. Dengan berbagai pertimbangan penggunaan bahan non logam ini diantaranya yaitu terdiri dari beberapa campuran bahan kimia (bahan komposit) yang bereaksi dan mengeras dalam waktu tertentu. Bahan ini mempunyai

beberapa keuntungan

dibandingkan bahan logam, diantaranya : lebih ringan, lebih mudah dibentuk, dan lebih murah. Body kendaraan yang terbuat dari fiberglass dengan bahan yang terbuat dari plastik, maka banyak memilih bahan dari fiberglass disamping mudah

dalam pembuatannya yaitu

dengan mencampur bahan kimia tadi sesuai dengan campuran yang ideal dan dilanjutkan

pemilihan model produk dan pencetakan yang diinginkan, selain itu juga pembuatan body dengan menggunakan plastik akan lebih mahal karena untuk proses peleburan, pengolahan, moulding dan sebagainya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang

masalah diatas, maka

permasalahan yang dapat muncul berkaitan dengan pembuatan body plastik kendaraan dari fiberglass adalah:

1. Bagaimana mengetahui

karakteristik dari bahan - bahan fiberglass.

2. Bagaimana menentukan campuran yang ideal pada fiberglass.

3. Proses finishing atau penyempurnaan.

TUJUAN DAN MANFAAT TUJUAN

a. Mengikuti kemajuan zaman seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

dalam keterampilan

pembuatan body dengan

media fiberglass.

b. Menjelaskan tentang cara pembentukan produk yang dibuat berdasarkan model yang dipilih dan teknik – teknik mencetak.

(3)

c. Memberikan ide – ide baru

menentukan model yang

diinginkan dalam

pembentukan produk.

d. Menjelaskan tentang cara finishing dan penyempurnaan dengan tujuan menghasilkan produk yang baik.

MANFAAT

Memberi tambahan referensi ilmu dan pengalaman yang banyak bagi penulis setelah mengangkat masalah fiberglass ini.

KAJIAN TEORI

Bahan non logam ternyata juga banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat bodi kendaraan. Salah satu bahan non logam tersebut yaitu fiberglass. Fiberglass merupakan bahan paduan atau campuran beberapa bahan kimia (bahan komposit) yang terdiri dari cairan resin (water glass), katalis, kalsium karbonat, met/matt, cobalt blue, dan wax (mold release) yang bereaksi dan mengeras dalam waktu tertentu. Bahan ini mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan bahan logam, diantaranya : lebih ringan, lebih mudah dibentuk, dan lebih murah. Fiberglass atau serat kaca telah dikenal orang sejak lama, dan bahkan

peralatan-peralatan yang terbuat dari kaca mulai dibuat sejak awal abad ke 18. Mulai akhir tahun 1930-an, fiberglass dikembangkan melalui proses filament berkelanjutan (continuous filament proses) sehingga mempunyai sifat-sifat yang memenuhi syarat untuk

bahan industri, seperti

kekuatannya tinggi, elastis, dan tahan terhadap temperature

tinggi. Membayangkan

peralatan-peralatan yang terbuat dari kaca (glass), kebanyakan orang akan beranggapan bahwa peralatan tersebut pasti akan mudah pecah. Akan tetapi melalui proses penekanan, cairan atau bubuk kaca diubah menjadi bentuk serat akan membentuk bahan tersebut dari bahan yang mudah pecah (brittle materials) menjadi bahan yang mempunyai

kekuatan tinggi (strong

materials). Manakala kaca (glass) diubah dari bentuk cair atau bubuk menjadi bentuk serat (fiber), kekuatannya akan meningkat secara tajam. Oleh karena itu fiberglass merupakan salah satu material / bahan yang mempunyai kekuatan sangat tinggi. Pemanfaatan fiberglass untuk produk otomotif sudah sangat luas, tidak hanya untuk pembuatan bodi kendaraan akan tetapi juga untuk berbagai komponen kendaraan yang lain.

(4)

Penggunaan yang paling populer

memang untuk membuat

komponen bodi kendaraan.

Selain anti karat, juga lebih tahan benturan, mudah dibentuk, bila

rusak akan lebih mudah

diperbaiki, dan lebih ringan.

Dengan bahan fiberglass,

kendaraan dimungkinkan akan lebih hemat konsumsi bahan

bakarnya. Pemanfaatan

fiberglass di Indonesia masih

terbatas untuk pembuatan

komponen bodi kendaraan

minibus dan bus saja. Belum ada kendaraan jenis sedan rakitan

dalam negeri yang

mencantumkan spesifikasi

aslinya sebagai bodi dengan bahan fiberglass, semuanya masih menggunakan plat baja.

Akan tetapi pemanfaatan

fiberglass diluar negeri sudah jauh lebih luas. Fiberglass banyak dipergunakan untuk pembuatan mobil - mobil sport dengan produksi terbatas.

Fiberglass juga banyak

dipergunakan untuk pembuatan mobil - mobil kit yang dijual secara terurai dan dirakit sendiri oleh pembelinya. Pemanfaatan fiberglass yang paling banyak dan paling luas adalah di pabrik

kendaraan yang membuat

kendaraan masa depan dalam rangka penelitian. Disamping fiberglass, rancangan dan konsep

mobil masa depan tersebut biasanya terbuat dari alumunium atau serat karbon. Disamping

mudah dibentuk mengikuti

model yang rumit sekalipun, kecenderungan teknologi masa depan kelihatan akan mengarah ke penggunaan bahan komposit ini. Untuk sektor industri komponen, pemanfaatan bahan fiberglass juga sudah cukup meluas. Produsen kendaraan besar sudah memanfaatkannya untuk membuat komponen - komponen tertentu. Daimler Benz misalnya memanfaatkan fiberglass untuk pembuatan body dan bagian - bagian interior.

Produsen mobil Opel

memanfaatkannya untuk

pembuatan bagian - bagian body yang disyaratkan super kuat,

sedangkan produsen mobil

Porsche banyak

memanfaatkannya untuk

membuat bagian-bagian interior atap geser (sliding roof), bumper, dan spoiler. Khusus untuk bumper dan spoiler, dinegara kita sudah banyak bengkel kecil yang mampu membuatnya dari bahan fiberglass. Produk bebahan baku dari fiberglass saat ini berkembang dengan pesat, mulai dari kerajinan furniture,

pembuatan body kendaraan

mobil sampai teknologi pesawat terbang seperti pada sayap dan

(5)

bagian interiornya.Fiber glass adalah salah satu bahan senyawa ulet, kuat dan keras. Fiberglass itu sendiri terbuat dari beraneka ragam macam-macam campuran

bahan kimia tersebut

dicampurkan menjadi dalam satu takaran dan ukuran tertentu akan terbentuk komponen yang sejenis dengan plastik tapi lebih kuat, keras dan ulet bila dibandingkan dengan plastik. Apabila terjadi kerusakan pada komponen - komponen fiberglass akan mudah menyambungkan bagian - bagian dengan bantuan bahan - bahan fiberglass beserta dengan cetakan - cetakannya seperti alumunium, tanah liat, semen, gibs, dan fiberglass seperti dapat terbentuk kembali. Dewasa ini dengan majunya perkembangan industri otomotif di Indonesia khususnya

yang menangani dibidang

pembuatan body kendaraan yang terbuat dari fiberglass. Serta

system pengecoran dengan

system open atau cat bakar sehingga dapat mempercepat

perkembangan pertumbuhan

bengkel - bengkel, perusahaan dan industri - industri kecil yang menangani dan mengerjakan dibidang fiberglass terutama dalam penbuatan body kendaraan

dan sebagainya sehingga

menjadikan perkembangan

semakin pesat.Pengertian

fiberglass itu sendiri harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang terampil dan cekatan serta memiliki jiwa seni yang sangat tinggi karena dalam proses percetakan dibutuhkan inovasi - inovasi yang tiada hentinya biar tidak ketinggalan zaman.

PENCAMPURAN BAHAN DAN PROSES PEMBUATAN

Proses pembuatan fiberglass diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) tahapan, yaitu :

1. Mencampur 6 (enam) bahan

utama menjadi bahan

dasaran.

2. Membuat campuran penguat.

3. Finishing atau

penyempurnaan.

Agar dapat dihasilkan kualitas Fiberglass yang kuat,campuran bahan untuk master cetakan harus lebih tebal dari pada fiberglass hasil, yaitu sekitar 2 - 3 mm atau dilakukan 3 - 4 kali pelapisan. Sebagai gambaran misalnya akan membuat sebuah

komponen bodi kendaraan.

Proses membuat campurannya adalah sebagai berikut :

a. Resin sejumlah 1,5 — 2 liter dicampur dengan talk dan

diaduk rata. Apabila

campuran yang terjadi terlalu

(6)

ditambahkan katalis. Penggunaan katalis harus sesuai dengan perbandingan 1 : 1/40. Oleh karena itu apabila resinnya 2 liter, maka katalisnya 50 cc.

b. Selanjutnya ditambahkan erosil antara 400 — 500 gram pada campuran tersebut dan ditambahkan pula pigmen atau zat pewarna.

c. Apabila semua campuran tersebut diaduk masih terlalu

kental, maka perlu

ditambahkan katalis dan apabila campurannya terialu encer dapat ditambahkan aseton. Pemberian banyak sedikitnya katalis akan mempengaruhi cepat atau

lambatnya proses

pengeringan. Pada cuaca yang dingin akan dibutuhkan katalis yang lebih banyak.

d. Setelah campuran bahan dasar dibuat, langkah berikutnya adalah memoles permukaan

cetakan dengan mirror

(sebagai pelicin dan

pengkilap) dan dilakukan memutar sampai lapisannya benar-benar merata.

e. Agar didapatkan hasil yang lebih baik, perlu ditunggu beberapa menit sampai pelicin tersebut menjadi kering. Untuk mempercepat proses

pengeringan, dapat dijemur diterik matahari.

f. Apabila mirror sudah terserap, permukaan cetakan dapat dilap dengan menggunakan kain bersih hingga mengkilap.

g. Selanjutnya permukaan

cetakan dioleskan PVA untuk

menjaga agar permukaan

cetakan tidak lengket dengan Fiberglass hasil.

h. Langkah berikutnya

adalah mengoleskan

permukaan cetakan

dengan adonan /

campuran dasar sampai merata, dan ditunggu sampai setengah kering. i. Selanjutnya di atas

campuran yang telah

dioleskan dapat diberi

selembar mat sesuai

dengan kebutuhan, dan dilapisi lagi dengan

adonan dasar. Untuk

menghindari adanya

gelembung udara,

pengolesan adonan dasar dilakukan sambil ditekan, sebab gelembung akan mengakibatkan fiberglass mudah keropos. Jumlah pelapisan adonan dasar

disesuaikan dengan

keperluan, makin tebal lapisan maka akan makin

kuat daya tahannya.

(7)

dapat ditambahkan

tulangan besi atau

tripleks, terutama untuk

bagian yang lebar.

Tujuannya adalah agar hasilnya tidak mengalami kebengkokan.

j. Apabila diperlukan,

dilakukan pengerolan

menyesuaikan alur - alur atau lekukan - lekukan yang ada dicetakan.

k. Untuk mempercepat

proses pengeringan, dapat dijemur diterik matahari. l. Pelepasan fiberglass hasil

dilakukan apabila lapisan adonan tersebut sudah kering dan mengeras, sebab apabila dilepas sebelum kering dapat terjadi penyusutan.

m. Pada langkah finishing, dilakukan pengamplasan permukaan fiberglass,

pendempulan, dan

pengecatan sesuai dengan warna yang diinginkan.

PEMBAHASAN

Sebelum melakukan

pencampuran dan pengecoran bahan, maka terlebih dahulu kita memperhitungkan bentuk model. Apabila bentuk dari model itu cukup sederhana maka tidak perlu melakukan pembagian model. Tapi apabila bentuk

model itu sulit maka sangat perlu untuk melakukan pembagian model. Ini dilakukan agar pada saat pelepasan lebih mudah. Untuk cara membelahnya, kita batasi dengan menggunakan isolasi, kertas karton atau plat.

Dengan memperhitungkan

bentuk dari model.

Gambar. 38. Membagi Model

PROSES PENCAMPURAN BAHAN

Apabila model sudah diberi pemisah atau sudah siap, maka langkah selanjutnya kita siapkan bahan – bahan fiberglass untuk dicampurkan. Tapi sebelum

mencampurkan bahan -

bahannya, sebaiknya kita

memberikan atau mengoleskan minyak goreng pada permukaan model. Ini dilakukan agar model menjadi licin, tidak lengket dengan hasil cetakan dan nanti

(8)

pelepasan. Oleskan minyak goreng 1 sampai 2 kali agar bahan tersebut sudah benar - benar merata.

Gambar. 39. Mengolesi Model Dengan Minyak Goreng

Setelah mengolesi model dengan minyak selesai, selanjutnya membuat campuran bahan - bahan fiberglass antara lain resin, talk hencen, dan katalis. Untuk ukuran atau takaran dari resin dan katalis dengan perbandingan kira-kira 40 : 1, misal resin 20 ml maka katalis 0,5 ml. untuk talk hencen kira - kira 6 g .

Gambar. 40. Mencampurkan

Bahan – Bahan Fiberglass

Untuk pencampuran bahan harus memperhitungkan seberapa besar

campuran yang akan dibutuhkan untuk satu pembagian model, ini diharapkan agar campuran tidak terlalu banyak dari yang dibutuhkan karena kalau sisa banyak tidak cepat dipakai akan kering dan tidak dapat didaur ulang / digunakan lagi dan jika

sudah mencampur kesemua

bahan tadi termasuk katalis campuran harus habis tanpa sisa, karena fungsi katalis sendiri adalah sebagai pengering dari bahan - bahan fiberglass. Jika

proses pencampuran bahan

selesai, kita bisa mulai melakukan proses pengecoran.

PROSES CAMPURAN

Sebelum melakukan

pencampuran bahan maka

terlebih dahulu kita siapkan bahan - bahan yang akan dipakai serta wadah / kaleng untuk

mencampurkan bahannya.

Pastikan sebelum mencampur bahan - bahan fiber glass, model sudah diolesi oleh minyak goreng hingga benar - benar merata. Jangan sampai ada bagian yang belum terolesi. Karena bila ada bagian yang belum terolesi maka saat pemisahan antara model dengan hasil cetakan akan sulit terlepas. Buatlah adonan yang terdiri dari 20 ml bahan resin, 6 g talk hancen, dan 0,5 ml katalis.

(9)

Aduk sampai semua bahan tercampur dengan merata.

Gambar. 41. Mengaduk Rata Campuran

PENCETAKAN / PENGECORAN

Jika telah selesai mencampurkan bahan - bahannya dan model siap untuk dicetak maka oleskan campuran - campuran bahan fiberglass tadi ke model dengan menggunakan kuas. Oleskan adonan tersebut kesemua bidang permukaan model secara merata. Oleskan 1 sampai 2 kali, agar model telah pasti terolesi semua.

Kemudian memberikan met

diatas permukaan yang terolesi campuran tadi, berikan met secara merata.

Gambar. 42. Mendasari Model Gambar. 43. Memberikan Met

Jika met sudah benar - benar rata maka kita oleskan lagi campuran bahan fiberglass. Oleskan campuran diatas met tadi, jika ingin lebih tebal lagi maka setelah diolesi campuran tadi, kita berikan met diatasnya. Kemudian kita olesi lagi dengan campuran yang seperti tadi. Jika pengolesannya sudah merata maka keringkan lagi.

(10)

Gambar. 44. Pencetakan Model Gambar. 45. Pencetakan Model Apabila sudah agak kering maka

potonglah met pada samping cetakan yang melebihi batas tepi. Karena sudah terlalu kering akan sangat sulit untuk dipotong, karena cairan tadi sudah mengeras.

Gambar. 46. Pemotongan Sisa Met

Jika samping - samping sudah

dirapikan maka langkah

selanjutnya melakukan proses pelepasan. Saat awal melakukan pelepasan langkah pertama pukul - pukullah model dengan hasil

cetakan tadi dengan

menggunakan palu karet. Pukul dengan hati - hati agar model dan hasil cetakan tidak retak. Langkah ini ditempuh agar model dan cetakan sudah tidak menempel lagi. Jadi nanti kita tinggal melepasnya.

Gambar. 47, 48, 49, dan 50. Hasil Jadi Negatif Cetakan

(11)

Selanjutnya negatif cetakan adalah cetakan yang bentuknya belum sempurna atau hasil

cetakannya nanti masih

memerlukan banyak sekali

finishing. Cetakan ini dibuat setelah model yang kita inginkan sudah jadi atau sudah ada. Untuk selanjutnya kita membuat positif cetakan dari negatif cetakan yang caranya sama seperti membuat negatif cetakan tadi. Positif cetakan adalah cetakan yang

bentuknya sudah sempurna

sehingga hasil dari cetakanya nanti hanya memerlukan sedikit finishing. Untuk membuat positif cetakan apabila negatif cetakan sudah benar - benar selesai, dari negatif cetakan tadi pertama kita olesi bahan pemisah kemudian tunggu satu atau dua menit agar bahan pemisah merata terlebih dahulu, pastikan pada saat pengolesan bahan pemisah benar - benar rata, jika sudah rata maka siapkan pencampuran bahan fiberglass untuk membuat positif

cetakan. Untuk proses

selanjutnya kita olesi dengan bahan - bahan fiberglass secara menyeluruh pada negatif cetakan, kemudian keringkan hingga kering. Jika sudah kering maka mulailah melepas positif cetakan dari negatif cetakannya. Jika ada

bagian yang sulit untuk

dilepaskan maka pukul - pukulah

dengan menggunakan palu karet dengan hati - hati, bila sudah terlihat terpisah maka sudah bisa dilepas. Jika sudah lepas maka keringkan lagi hingga benar - benar kering. Setelah itu kita bisa memulai proses finishing. Tujuan dari proses finishing adalah untuk memperbaiki hasil cetakan dengan berbagai tahap yang dilakukan. Untuk proses dalam

melakukan finishing yang

dilakukan sebatas pengamplasan karena hasil finish berupa produk

murni fiberglass. Proses

pengamplasan dilakukan untuk memperhalus dan meratakan hasil cetakan atau benda kerja.

Gambar. 51 dan 52. Hasil Jadi

(12)

Kesimpulan

1. Menggunakan talk hancen 6 gr dengan ukuran resin 20 ml dan katalis 0,5 ml atau 2 tetes.

2. Bila tidak menggunakan talk hancen, maka ukuran resin 20 ml dan katalis 0,5 ml atau 2 tetes.

3. Dengan menggunakan talk

hancen maka proses

pengeringannya menjadi

lebih cepat.

4. Dengan menggunakan talk hancen maka akan lebih kuat, keras, dan ulet

dibandingkan tidak

menggunakan talk.

5. Tebal tipisnya bentuk

mempengaruhi proses

pelepasan serta kekuatannya.

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia : http://rockwork.bravehost.com/p engenalan.htm Website : www.endofiberglass.blogspot.co m Wikipedia : http://wb5.itrademarket.com/pdi mage/54/24754_sterling.jpg Website : www.motorku.multiply.com Website : www.sjboygroup.com Website : http://resinweb.com/directory. php?hk=2 Blog : http://struktur-rumah.blog.spot.com DL. Sanggarang, membuat kerajinan berbahan fiberglass, Kawan Pustaka:

Bandung, 1963

Sambudi, S.sn, membuat aneka produk kerajinan dari fiberglass Absolut:

Yogyakarta, 2004

Setiawan acip, sohor jadi

modifikator motor, PT.Gramedia Pustaka Utama:

Jakarta, 2007

Referensi

Dokumen terkait

Perawatan juga perlu diperhatikan dalam penggunaan mikrometer sekrup agar alat tetap dalam kondisi yang baik dan tidak mengurangi keakuratan pembacaannya.

Oleh yang demikian, penyampaian perkhidmatan yang diberikan oleh sektor awam perlu diberi tumpuan agar dapat memberi kepuasan kepada pelanggan yang berkepentingan seterusnya

Dibanding dengan citra ALOS AVNIR-2 kedua citra gabungan mempunyai nilai akurasi total dan indeks kappa yang lebih rendah, namun lebih tinggi dibanding dengan citra ALOS

Menurut saya dampak yang sangat dirasakan dengan adanya penambangan pasir liar yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngadiluwih yaitu adanya perubahan kondisi

Pemberian rElGH melalui perendaman dengan dosis 12 mg/L merupakan dosis yang menghasilkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi untuk ikan nilem karena dosis

Pada hakikatnya, Penuntut Umum Anak ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung atau pejabat lain yang ditunjuk oleh Jaksa Agung dengan terlebih dahulu memenuhi

vyzdį, valdo grūde sėklos raidą iki diego, o po to - ligi stiebo. Dar šiek tiek anksčiau, ligi savo kritinio laikotarpio, Kantas viename ankstyvajame savo veikale

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus 2, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe