BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI GADAI (AR RAHN) MENURUT HUKUM ISLAM
Teks penuh
Dokumen terkait
Praktik dari gadai motor di Desa Pekiringan sebagai berikut, penerima gadai ( murtahin ) menerima barang yang akan di gadaikan oleh penggadai ( rahin ) dengan mentaksir harga
Penelitian ini menarik dilakukan karena adanya pemanfaatan barang jaminan oleh pihak penerima gadai (murtahin) dan adanya syarat yang bertentangan dengan tinjauan
Pihak rahin dan murtahin boleh memanfaatkan barang gadai sebagai pengganti atas biaya pemeliharaan, perawaran dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjaga
Akad yang dilakukan oleh rahin dan murtahin dalam perjanjian sudah sesuai dengan syariat Islam namun ada syarat yang tidak terpenuhi yaitu rahin menggadaikan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pelaksanaan gadai sawah di Desa Balangtanaya pada umumnya penggadai (rahin) mendatangi penerima gadai (murtahin)
Menurut Bank Indonesia, rahn adalah akad penyerahan barang harta (marhun) dari nasabah (rahin) kepada bank (murtahin) sebagai jaminan sebagian atau
b) Setiap biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan barang jaminan dibebankan kepada murtahin, karena ia yang menahan barang tersebut termasuk resikonya. 2) Menurut
Ayat (4) : Selama perkawinan dilangsungkan, perjanjian dapat mengenai harta perkawinan atau perjanjian lainnya, tidak dapat diubah atau dicabut, kecuali bila dari