vii
Nama : Shely
Jurusan : S1 Sastra China
Judul : Pemikiran-pemikiran dalam Novel Jia Karya Bajin
Novel Jia karya Bajin menceritakan pertentangan antara feodalisme dan pemikiran Barat di dalam keluarga Gao (高家) yang dialami oleh tokoh utamanya, yaitu Gao
Juexin (高 觉 新), Gao Juemin (高 觉 民) dan Gao Juehui (高 觉 慧). Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dilihat dari watak ketiga tokoh dan pemikiran ketiga tokoh, terdapat tiga macam pemikiran, yaitu pemikiran yang berpihak pada feodalisme, pemikiran yang berpihak pada feodalisme dan pemikiran Barat dan pemikiran yang berpihak pada pemikiran Barat.
Kata kunci :
Novel Jia, feodalisme, pemikiran Barat
Jia novel written by Bajin tells about a contradiction between Chinese feudalism and
Western thought in Gao family (高家). There are three main characters: Gao Juexin
(高 觉 新), Gao Juemin (高 觉 民) and Gao Juehui (高 觉 慧). Based on their
characteristics, there are three kinds of thoughts that influence these three characters mind and act: feudalism, feudalism-western thoughts and western thoughts.
Key words :
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... v
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN... vi
ABSTRAK ... vii
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
1.PENDAHULUAN ... 1
1.1Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 5
1.3 Tujuan Penelitian... 5
1.4 Manfaat Penelitian... 6
1.5 Metode Penelitian ... 6
2.TINJAUAN PUSTAKA ... 9
2.1 Tokoh ... 9
2.2 Penokohan ... 10
2.3 Pemikiran Barat di China Setelah Dinasti Qing Runtuh ... 11
2.4 Feodalisme di Dalam Keluarga ... 16
2.5 Watak Orang China ... 20
3. PEMBAHASAN ... 21
3.1 Gao Juexin (高觉新) ... 22
3.2 Gao Juemin (高觉民) ... 37
3.3 Gao Juehui (高觉慧) ... 49
4. KESIMPULAN ... 74
1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Bajin ( 巴 金 ), bernama asli Li Yaotang (李 尧 棠) (25 November
1904 – 17 Oktober 2005), lahir di kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China.
Bajin adalah seorang sastrawan China modern, penerjemah dan merupakan
salah satu pengarang yang berpengaruh selama Gerakan 4 Mei 1919. Bajin
lahir dalam sebuah keluarga birokrat yang masih menjunjung sistem feodal.
Ibunya selalu mengajarkannya untuk mengasihi setiap orang, baik yang kaya
maupun yang miskin, juga membantu orang yang kesusahan. Setelah ayahnya
meninggal, beliau mulai melihat penindasan yang dilakukan oleh angkatan tua
dengan feodalisme mereka. Dalam kepalsuan tata susila pada jaman feodal itu,
beliau melihat kakak-kakak dan adik-adiknya meronta-ronta kesakitan bahkan
meninggal karena feodalisme tersebut. Pemikiran Bajin yang masih muda
tentang kemalangan yang dialami para pelayan dan orang-orang
seangkatannya, mendorongnya untuk menerjunkan diri ke dalam masyarakat
(Zhu, Zhu & Long, 199). Pemikiran-pemikiran inilah yang Bajin tuangkan ke
dalam karya-karyanya.
Karya pertama Ba Jin, Wenxue Xunkan 《 文 学 旬 刊 》diterbitkan
dilampirkan Shishi Xin Bao 《时事新报》 (1922), serta beberapa puisi dan
prosa dalam Funü Zazhi 《 妇 女 杂 志 》 (1923). Pada tahun 1929-1949,
selama kurun waktu 30 tahun ini merupakan masa di mana karya-karya Bajin
sangat populer. Dalam waktu ini, beliau menghasilkan beberapa karangan
panjang dan pendek yang terkenal, antara lain : Mie Wang 《灭亡》(1929), Si
Qu de Taiyang 《 死 去 的 太 阳 》 (1931), Jiliu Sanbuqu 《 激 流 三 部 曲 》
Aiqing Sanbuqu 《爱情三部曲》 termasuk Wu 《雾》 (1932), Yu 《雨》 (1933) dan Dian 《电》(1935), Huo 《火》 (1940-1945), Qi Yuan 《憩园》
(1944), Di Si Bing Shi 《第四病室》 (1945), Han Ye 《寒夜》 (1947) dan
lain-lain. Di antara semua karya beliau di atas, Jiliu Sanbuqu merupakan
karyanya yang terkenal.
Jia merupakan salah satu novel yang termasuk dalam Jiliu Sanbuqu.
Novel modern yang ditulis oleh Bajin pada tahun 1931. Awalnya novel ini
berjudul Jiliu 《激流》. Setelah itu, Bajin kembali menulis dua novel yang
berjudul Chun dan Qiu. Kemudian ketiga novel tersebut digabungkan menjadi
Jiliu Sanbuqu. Jia memiliki latar belakang belakang kota Chengdu, Provinsi
Sichuan, yang masih belum berkembang pada tahun 1919-1920 (Huang &
Song, 226). Saat itu di China sedang dalam masa revolusi dan China mulai
dipengaruhi pemikiran Barat. Berbeda dengan Chun dan Qiu, novel Jia ini
menceritakan peristiwa di mana generasi muda yang berpikiran modern
bersikeras untuk melawan feodalisme, khususnya feodalisme dalam sebuah
keluarga.
Keluarga Gao (高家) yang diceritakan dalam novel Jia adalah sebuah
keluarga yang dihuni oleh tiga generasi dan semua anggota keluarga tinggal
dalam satu rumah yang besar. Di pintu rumahnya terdapat patung singa yang
menunjukan bahwa mereka adalah keluarga kaya (Bajin, 4). Pemimpin
keluarga Gao adalah Gao Lao Taiye (高老太爷) yang merupakan orang tertua
dan paling dihormati dalam keluarga tersebut. Gao Lao Taiye yang masih
menjunjung tinggi feodalisme ini, bertanggung jawab atas kelangsungan
hidup seluruh anggota keluarga dalam rumah tersebut.
Tokoh utama dalam novel ini adalah Gao Juexin (高 觉 新), Gao
Juemin (高觉民), dan Gao Juehui (高觉慧). Ketiga tokoh ini adalah
tokoh-tokoh yang diutamakan penceritaannya dalam novel Jia (Nurgiyantoro,
176-177). Ketiga tokoh utama ini yang akan menjadi objek penelitian dalam
satu keluarga, ada di generasi yang sama dan sejak kecil hidup dalam
kungkungan feodalisme, tapi mereka memiliki pemikiran atau cara pandang
yang berbeda.
Novel Jia ini menceritakan ketiga kakak-beradik, yaitu Gao Juexin,
Gao Juemin dan Gao Juehui dalam menghadapi feodalisme dalam
keluarganya. Tokoh Gao Juexin adalah tokoh yang penurut dan berbakti
kepada orang tua. Ia merupakan kakak tertua dan merupakan cucu pertama
dalam keluarga Gao. Gao Juexin terpaksa menuruti perintah kakeknya, yaitu
Gao Lao Taiye untuk menikah dengan Li Ruijue (李瑞 ), padahal ia dan
Mei Fen (梅 芬) saling mencintai. Gao Juexin berpikir bahwa ia harus
menjalani tugasnya sebagai cucu tertua di keluarga Gao, walaupun ia harus
mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Pemikirannya ini dipengaruhi oleh
konfusianisme, di mana generasi muda harus tunduk kepada generasi yang
lebih tua.
Tokoh Gao Juehui diceritakan sebagai cucu yang berani menentang
kakeknya. Ia sangat menentang feodalisme yang masih dianut kakeknya, di
mana setiap anggota keluarga tidak memiliki kebebasan mengatur kehidupan
dan pernikahan mereka sendiri. Ia tidak mau seperti kakaknya (Gao Juexin)
yang patuh terhadap feodalisme. Tokoh Gao Juehui yang emosional ini selalu
berpandangan bahwa ia sebagai generasi muda layak untuk menentukan
pilihan dalam hidupnya, juga beranggapan bahwa feodalisme yang kuno
tersebut sudah tidak layak diberlakukan pada jamannya. Gao Juehui jatuh
cinta dengan seorang pelayan keluarga bernama Ming Feng (鸣凤). Suatu hari
Ming Feng akan dinikahkan oleh seorang pejabat bernama Feng Leshan (冯乐
山), tetapi Ming Feng menolaknya dan akhirnya bunuh diri. Setelah kejadian
tersebut, pemikirannya yang dipengaruhi oleh pemikiran Barat semakin kuat
untuk menentang feodalisme. Dalam novel ini tokoh Gao Juehui adalah
gambaran generasi muda yang berpikiran modern dan tokoh Gao Lao Taiye
Tokoh Gao Juemin juga berkeinginan menentang feodalisme yang ada,
tetapi ia tidak memiliki keberanian yang cukup untuk melakukannya karena ia
juga sangat menghormati Gao Lao Taiye. Gao Lao Taiye kemudian
mempertunangkan Gao Juemin dengan cucu kemenakan dari Feng Leshan,
namun Gao Juemin mencintai Qin (琴). Peristiwa tersebut membuat Gao
Juemin yang plin-plan berani untuk pergi meninggalkan rumah. Dengan
dorongan semangat dari Gao Juehui, Gao Juemin bersikeras mempertahankan
cintanya pada Qin. Pemikiran Gao Juemin yang tidak berpihak pada pada
feodalisme atau pemikiran Barat ini membuat pemikirannya terlihat tidak
begitu jelas.
Penulis akan menganalisis pemikiran-pemikiran ketiga tokoh utama
tersebut. Pemikiran yang dimaksud adalah cara pandang tokoh dalam
menghadapi suatu hal atau peristiwa dalam hidupnya. Respon dan cara
berpikir mereka terhadap suatu masalah berbeda-beda. Hal tersebut dapat
dipengaruhi oleh perbedaan watak mereka, juga perbedaan posisi dalam
keluarga. Pemikiran-pemikiran yang berbeda ini sangat menarik untuk diteliti,
karena pemikiran-pemikiran yang berbeda ini muncul dalam sebuah keluarga
yang anggotanya sama-sama tumbuh dalam feodalisme tersebut, selain itu
pemikiran-pemikiran ini adalah pemikiran-pemikiran yang Bajin temui dalam
hidupnya. Beliau mengatakan bahwa beliau menulis novel bukan untuk
menjadi seorang penulis, tapi beliau ingin menyampaikan apa yang ia lihat,
apa yang dialami oleh orang-orang terdekatnya ke dalam sebuah tulisan (Bajin,
195).
Novel Jia karya Bajin yang kental dengan feodalisme ini sangat
menarik untuk dianalisis pemikirannya, terutama pemikiran-pemikiran tiga
tokoh utamanya. Tiga tokoh utama ini merupakan gambaran masyarakat yang
telah lama dipengaruhi oleh feodalisme kemudian bertemu dengan pemikiran
Barat. Apakah pemikiran mereka lebih banyak dipengaruhi oleh pemikiran
telah lama ada dalam kehidupan mereka atau mungkin pemikiran mereka
dipengaruhi oleh keduanya? Posisi dalam keluarga, jalan hidup, dan watak
mereka yang berbeda dapat menghasilkan pemikiran yang berbeda.
Pemikiran-pemikiran inilah yang akan dianalisis penulis dalam skripsi ini, dan
skripsi ini diberi judul Pemikiran-pemikiran dalam Novel Jia Karya Bajin.
1.2Rumusan Masalah
Secara umum skripsi ini akan menganalisis pemikiran-pemikiran Gao
Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui dalam novel Jia karya Bajin. Berdasarkan
latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini
adalah sebagai berikut :
1) Bagaimana perwatakan ketiga tokoh utama tersebut (Gao Juexin, Gao
Juemin dan Gao Juehui)?
2) Pemikiran-pemikiran apa saja yang terkandung dalam novel Jia karya
Bajin, dilihat melalui perwatakan ketiga tokoh utama tersebut?
1.3Tujuan Penelitian
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memahami perbedaan watak
ketiga tokoh utama (Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui) serta
menganalisis pemikiran-pemikiran ketiga tokoh melalui perwatakan ketiga
tokoh tersebut, sehingga pemikiran-pemikiran tiga tokoh tersebut dapat
dideskripsikan, digambarkan atau dilukiskan. Penulisan skripsi ini juga
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemikiran Barat terhadap pemikiran
masyarakat China yang telah lama dipengaruhi oleh feodalisme, sehingga isi
1.4Manfaat Penelitian
Skripsi ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi tentang
gambaran masyarakat China yang pada saat itu masih menjunjung feodalisme
dan pengaruh pemikiran Barat masuk ke China. Penulisan skripsi ini juga
diharapkan dapat memacu mahasiswa lain untuk menganalisis novel Jia karya
Bajin dengan kajian yang berbeda. Selain itu, penulis berharap skripsi ini
dapat memacu minat mahasiswa untuk membaca novel-novel karya penulis
China, khususnya Bajin.
1.5Metode Penelitian
Skripsi ini menggunakan novel Jia karya Bajin yang diterbitkan pada
tahun 1981 sebagai sumber acuan. Dalam skripsi ini penulis menganalisis
pemikiran-pemikiran ketiga tokoh utama (Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao
Juehui) melalui perwatakan ketiga tokoh tersebut. Dalam penulisan skripsi ini,
penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif adalah
suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu
set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa
sekarang (Nazir, 54). Penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak
mengutamakan pada angka-angka. Penelitian kualitatif artinya data terurai
dalam bentuk kata-kata atau gambar, bukan dalam bentuk angka-angka (Semi,
23). Skripsi ini akan meneliti sistem pemikiran atau cara berpikir ketiga tokoh
utama yang ada dalam novel Jia karya Bajin. Tujuan dari penelitian deskriptif
kualitatif ini adalah untuk membuat suatu deskripsi, gambaran atau lukisan
mengenai pemikiran-pemikiran tiga tokoh utama yang ada dalam novel Jia
karya Bajin.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis merumuskan dan
mengidentifikasi masalah terlebih dahulu. Rumusan masalah dalam skripsi ini
ada dua, yaitu perwatakan ketiga tokoh utama (Gao Juexin, Gao Juemin dan
Bajin, jika dilihat melalui perwatakan ketiga tokoh utama tersebut. Penulisan
skripsi ini bertujuan untuk memahami perbedaan watak ketiga tokoh utama
(Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui) serta menganalisis
pemikiran-pemikiran ketiga tokoh melalui perwatakan ketiga tokoh tersebut, sehingga
pemikiran-pemikiran tiga tokoh tersebut dapat dideskripsikan, digambarkan
atau dilukiskan. Penulisan skripsi ini juga bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pemikiran Barat terhadap pemikiran masyarakat China yang telah
lama dipengaruhi oleh feodalisme, sehingga isi dari novel Jia karya Bajin ini
juga dapat lebih dipahami.
Ruang lingkup dalam skripsi ini adalah penelitian berfokus pada
pemikiran-pemikiran dalam novel Jia karya Bajin melalui watak tiga tokoh
utama dalam novel, yaitu Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui. Pemikiran
yang dimaksud adalah cara pandang tokoh dalam menghadapi suatu hal atau
peristiwa dalam hidupnya. Untuk menganalisis pemikiran-pemikiran dalam
novel Jia karya Bajin, penulis menggunakan teori-teori. Teori yang akan
digunakan dalam penelitian ini adalah tokoh, penokohan dan pemikiran
dengan scope feodalisme dan pemikiran Barat.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa referensi.
Referensi utama yang digunakan adalah novel Jia 《家》(1981) karya Bajin,
buku Teori Pengkajian Fiksi (2002) karya Burhanudin Nurgiyantoro, buku
Alam Pikiran China : Sejak Confucius sampai Mao Zedong (1989) karya H.G.
Creel, buku My Country and My People (1935) karya Lin Yutang (林语堂),
dan buku Zhongguo Ren 《中国人》(2000) karya Lin Yutang (林语堂).
Sesuai dengan perumusan masalah di atas, maka penulis memiliki
hipotesa bahwa watak Gao Juexin adalah taat dan penakut, dan pemikirannya
dipengaruhi oleh feodalisme, watak Gao Juemin adalah plin-plan dan
pemikirannya tidak begitu jelas, karena pemikirannya dipengaruhi oleh
feodalisme dan pemikiran Barat, dan watak Gao Juehui yang emosional,
Seperti yang telah disebutkan diatas, dalam penelitian ini penulis
memilih tiga tokoh yang ada dalam novel Jia. Istilah ”tokoh” menunjuk pada
orangnya, pelaku cerita. Tokoh Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui
merupakan tiga tokoh utama, yaitu tokoh yang diutamakan penceritaannya
dalam novel Jia. Ketiga tokoh utama tersebut akan dianalisis perwatakannya.
Penokohan sering juga disamakan artinya dengan karakter dan perwatakan
(Nurgiyantoro, 165). Menurut Jones, penokohan adalah pelukisan gambaran
yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita
(Nurgiyantoro, 165). Perwatakan atau penokohan ketiga tokoh utama tersebut
akan dilukiskan dengan menggunakan dua teknik, yaitu teknik ekspositori dan
teknik dramatik yang dikemukakan oleh Burhanudin Nurgiyantoro. Teknik
dramatik sendiri memiliki delapan teknik, yaitu teknik cakapan, teknik
tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik arus kesadaran, teknik reaksi
tokoh, teknik reaksi tokoh lain, teknik pelukisan latar dan teknik pelukisan
fisik. Dari perwatakan ketiga tokoh utama tersebut, penulis akan menganalisis
pemikiran-pemikiran mereka dengan teori-teori yang ada dalam pemikiran
dengan scope feodalisme dan pemikiran Barat. Setelah selesai menganalisis,
penulis menarik kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah
pemikiran Gao Juexin dipengaruhi oleh feodalisme, pemikiran Gao Juehui
dipengaruhi oleh feodalisme dan pemikiran Barat dan pemikiran Gao Juehui
74
KESIMPULAN
Novel Jia karya Bajin menceritakan tentang tiga orang kakak beradik, yaitu
Gao Juexin (高觉新), Gao Juemin (高觉民) dan Gao Juehui (高觉慧), yang hidup
dalam keluarga yang menjunjung feodalisme. Mereka bertiga bersekolah di Yang
Xuetang, yang merupakan sekolah berbasis ajaran Barat. Walaupun sama-sama hidup
dalam kungkungan feodalisme dan menerima pemikiran Barat, mereka memiliki
pemikiran yang berbeda. Hal tersebut disebabkan karena watak mereka yang berbeda.
Dalam skripsi ini penulis menganalisa pemikiran tiga tokoh utama (Gao Juexin, Gao
Juemin dan Gao Juehui) dalam novel Jia karya Bajin, melalui perwatakan mereka.
Setelah melakukan analisis pada bab tiga, penulis mendapati bahwa feodalisme yang
ada dalam novel Jia banyak dipengaruhi oleh konfusianisme, maka inilah hasil
analisis yang penulis dapatkan.
Watak Gao Juexin adalah patuh, pasrah, mellow, lemah dan pengecut, cinta
damai, perhatian, bertanggung jawab, kolot, sabar dan setia. Pemikiran Gao Juexin
cenderung dipengaruhi oleh prinsip konfusianisme, yaitu mencintai keluarga besar
dan pemikiran masyarakat feodal yang percaya pada takdir. Berdasarkan tiga macam
pemikiran dalam merespon modernisasi yang dikemukakan oleh Creel, tokoh Gao
Juexin masuk ke dalam kategori orang pertama yang berpegang pada feodalisme.
Namun ia sendiri tidak menganggap bahwa feodalisme merupakan hal yang baik.
Juexin berpihak pada feodalisme karena ia menghormati kakeknya, karena ia
menjalankan konfusianisme, yaitu mencintai keluarga besar dan karena posisinya
sebagai zhangfang zhangsun.
Watak Gao Juemin adalah perhatian, plin-plan, pemberontak dan pandai
menyembunyikan perasaan. Pemikiran Juemin dipengaruhi oleh pemikiran Barat, di
mana setiap orang memiliki derajat yang sama dan individualisme, di mana hak
keluarga besar. Berdasarkan tiga macam pemikiran dalam merespon modernisasi
dikemukakan oleh Creel, tokoh Gao Juemin masuk ke dalam kategori orang kedua
yang berpihak pada feodalisme dan pemikiran Barat. Walaupun Juemin sempat
mengalami pergolakan pikiran karena kematian Ming Feng, namun Juemin tetap
berpihak pada feodalisme. Juemin baru menggunakan pemikiran Barat ketika Juemin
memperjuangkan cintanya untuk Qin. Untuk peristiwa-peristiwa yang tidak menimpa
dirinya, pemikiran Barat tidak terlalu terlihat dalam diri Juemin.
Watak Gao Juehui adalah emosional, egois, pemberontak, tidak patuh,
pencemburu, humoris, mendua hati, pemberani dan perhatian. Pemikiran Juehui
cenderung dipengaruhi oleh pemikiran Barat, di mana setiap orang memiliki derajat
yang sama, serta individualisme, di mana hak pribadi lebih diutamakan. Juehui juga
dipengaruhi oleh rasionalisme, yang meyakini bahwa hanya pengetahuan yang
diperoleh melalui akallah yang memenuhi syarat. Tokoh Juehui bukanlah tokoh yang
sepenuhnya melawan feodalisme, kepeduliannya juga membuat dirinya terkadang
menjalankan konfusianisme, yaitu mencintai keluarga besar. Berdasarkan tiga macam
pemikiran dalam merespon modernisasi dikemukakan oleh Creel, tokoh Gao Juehui
masuk ke dalam kategori ketiga yang sepenuhnya berpihak pada pemikiran Barat.
Juehui sangat mengagung-agungkan pemikiran Barat yang ia terima. Setelah melihat
berbagai peristiwa yang memilukan akibat feodalisme di keluarganya, Juehui
semakin yakin bahwa pemikiran Barat adalah pemikiran yang membawanya ke
76
DAFTAR REFERENSI
BUKU
Basyaid, Hamid. Membela Kebebasan: Percakapan tentang Demokrasi Liberal. Jakarta: Pustaka Alvabet, 2006.
Creel, H.G. Alam Pikiran Cina: Sejak Confucius sampai Mao Zedong. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1989. Trans. Soejono Soemargono.
Gondomono. Manusia dan Kebudayaan Han. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2013.
Hadiwijono, Harun. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta: Kanisius, 1980.
Kusumohamidjojo, Budi. Sejarah Filsafat Tiongkok: Sebuah Pengantar
Komprehensif 中国哲学史. Yogyakarta: Jalasutra, 2010.
Nazir, Moh.. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2009.
Nurgiyantoro, Burhanudin. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2002.
Semi, Atar. Metode Penelitian Sastra. Bandung : Angkasa, 1993.
Taniputera, Ivan. History of China. Jogjakarta: Ar-ruzz Media, 2009.
Wellek, Rene & Austin Warren. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia, 1989. Trans. Melani Budiyanto.
Wiriaatmadja, Rochiati, A. Dasuki & Dadan Wildan. Sejarah dan Peradaban Cina:
Analisis Filosofis-Historis dan Sosio-Antropologis. Bandung: Humaniora
Utama Press (HUP), 2004.
Bajin 巴金. Jia 家. Beijing: Renmin Wenxue Chubanshe, 1981.
Huang, Yue & Song Zhanghong. 黄 悦 & 宋 长 宏. Ershi Shiji Zhongguo Wenxue Shigang 二十世纪中国文学史纲. Beijing: Beijing Yuyan Daxue Chubanshe,
2002.
Lin, Yutang 林语堂. Zhongguo Ren 中国人. Shanghai: Xue Lin Chubanshe, 2000.
Zhang, Qizhi 张岂之. Zhongguo Lishi wan qing Minguo Juan 中国历史·晚清民国
Zhu, Donglin, Zhu Xiaojin & Long Quanming. 朱 栋 霖 , 朱 掉 晓 进 & 龙 泉 明. Zhongguo Xiandai Wenxueshi 1917-2000 (Shang) 中 国 现 代 文 学 史
1917-2000 (上). Beijing: Beijing Daxue Chubanshe, 2007.
Lin, Yutang 林语堂. My Country and My People. London: William Heinemann LTd.,
1935.
PUBLIKASI ELEKTRONIK
Wusi Yundong 五四运动. n.d. 24 Oktober 2012.
http://baike.baidu.com/view/14478.html?wtp=tt.
Xin Chao 新潮. n.d. 11 Juni 2012. http://baike.baidu.com/view/879852.htm.
Xin Qingnian 新青年. n.d. 15 oktober 2012. http://baike.baidu.com/view/73918.htm.
Yang Xuetang 洋学堂.n.d. 12 April 2012.
http://baike.baidu.com/view/497528.htm?wtp=tt.
Fengjian 封建. n.d. 12 April 2013. http://baike.baidu.com/view/84207.htm.