• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemikiran-Pemikiran Dalam Novel 'Jia' Karya Bajin.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemikiran-Pemikiran Dalam Novel 'Jia' Karya Bajin."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

vii

Nama : Shely

Jurusan : S1 Sastra China

Judul : Pemikiran-pemikiran dalam Novel Jia Karya Bajin

Novel Jia karya Bajin menceritakan pertentangan antara feodalisme dan pemikiran Barat di dalam keluarga Gao (高家) yang dialami oleh tokoh utamanya, yaitu Gao

Juexin (高 觉 新), Gao Juemin (高 觉 民) dan Gao Juehui (高 觉 慧). Penelitian ini

menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dilihat dari watak ketiga tokoh dan pemikiran ketiga tokoh, terdapat tiga macam pemikiran, yaitu pemikiran yang berpihak pada feodalisme, pemikiran yang berpihak pada feodalisme dan pemikiran Barat dan pemikiran yang berpihak pada pemikiran Barat.

Kata kunci :

Novel Jia, feodalisme, pemikiran Barat

Jia novel written by Bajin tells about a contradiction between Chinese feudalism and

Western thought in Gao family (高家). There are three main characters: Gao Juexin

(高 觉 新), Gao Juemin (高 觉 民) and Gao Juehui (高 觉 慧). Based on their

characteristics, there are three kinds of thoughts that influence these three characters mind and act: feudalism, feudalism-western thoughts and western thoughts.

Key words :

(2)

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... v

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN... vi

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

1.PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian... 5

1.4 Manfaat Penelitian... 6

1.5 Metode Penelitian ... 6

2.TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1 Tokoh ... 9

2.2 Penokohan ... 10

2.3 Pemikiran Barat di China Setelah Dinasti Qing Runtuh ... 11

2.4 Feodalisme di Dalam Keluarga ... 16

2.5 Watak Orang China ... 20

3. PEMBAHASAN ... 21

3.1 Gao Juexin (高觉新) ... 22

3.2 Gao Juemin (高觉民) ... 37

3.3 Gao Juehui (高觉慧) ... 49

4. KESIMPULAN ... 74

(3)

1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Bajin ( 巴 金 ), bernama asli Li Yaotang (李 尧 棠) (25 November

1904 – 17 Oktober 2005), lahir di kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China.

Bajin adalah seorang sastrawan China modern, penerjemah dan merupakan

salah satu pengarang yang berpengaruh selama Gerakan 4 Mei 1919. Bajin

lahir dalam sebuah keluarga birokrat yang masih menjunjung sistem feodal.

Ibunya selalu mengajarkannya untuk mengasihi setiap orang, baik yang kaya

maupun yang miskin, juga membantu orang yang kesusahan. Setelah ayahnya

meninggal, beliau mulai melihat penindasan yang dilakukan oleh angkatan tua

dengan feodalisme mereka. Dalam kepalsuan tata susila pada jaman feodal itu,

beliau melihat kakak-kakak dan adik-adiknya meronta-ronta kesakitan bahkan

meninggal karena feodalisme tersebut. Pemikiran Bajin yang masih muda

tentang kemalangan yang dialami para pelayan dan orang-orang

seangkatannya, mendorongnya untuk menerjunkan diri ke dalam masyarakat

(Zhu, Zhu & Long, 199). Pemikiran-pemikiran inilah yang Bajin tuangkan ke

dalam karya-karyanya.

Karya pertama Ba Jin, Wenxue Xunkan 《 文 学 旬 刊 》diterbitkan

dilampirkan Shishi Xin Bao 《时事新报》 (1922), serta beberapa puisi dan

prosa dalam Funü Zazhi 《 妇 女 杂 志 》 (1923). Pada tahun 1929-1949,

selama kurun waktu 30 tahun ini merupakan masa di mana karya-karya Bajin

sangat populer. Dalam waktu ini, beliau menghasilkan beberapa karangan

panjang dan pendek yang terkenal, antara lain : Mie Wang 《灭亡》(1929), Si

Qu de Taiyang 《 死 去 的 太 阳 》 (1931), Jiliu Sanbuqu 《 激 流 三 部 曲 》

(4)

Aiqing Sanbuqu 《爱情三部曲》 termasuk Wu 《雾》 (1932), Yu 《雨》 (1933) dan Dian 《电》(1935), Huo 《火》 (1940-1945), Qi Yuan 《憩园》

(1944), Di Si Bing Shi 《第四病室》 (1945), Han Ye 《寒夜》 (1947) dan

lain-lain. Di antara semua karya beliau di atas, Jiliu Sanbuqu merupakan

karyanya yang terkenal.

Jia merupakan salah satu novel yang termasuk dalam Jiliu Sanbuqu.

Novel modern yang ditulis oleh Bajin pada tahun 1931. Awalnya novel ini

berjudul Jiliu 《激流》. Setelah itu, Bajin kembali menulis dua novel yang

berjudul Chun dan Qiu. Kemudian ketiga novel tersebut digabungkan menjadi

Jiliu Sanbuqu. Jia memiliki latar belakang belakang kota Chengdu, Provinsi

Sichuan, yang masih belum berkembang pada tahun 1919-1920 (Huang &

Song, 226). Saat itu di China sedang dalam masa revolusi dan China mulai

dipengaruhi pemikiran Barat. Berbeda dengan Chun dan Qiu, novel Jia ini

menceritakan peristiwa di mana generasi muda yang berpikiran modern

bersikeras untuk melawan feodalisme, khususnya feodalisme dalam sebuah

keluarga.

Keluarga Gao (高家) yang diceritakan dalam novel Jia adalah sebuah

keluarga yang dihuni oleh tiga generasi dan semua anggota keluarga tinggal

dalam satu rumah yang besar. Di pintu rumahnya terdapat patung singa yang

menunjukan bahwa mereka adalah keluarga kaya (Bajin, 4). Pemimpin

keluarga Gao adalah Gao Lao Taiye (高老太爷) yang merupakan orang tertua

dan paling dihormati dalam keluarga tersebut. Gao Lao Taiye yang masih

menjunjung tinggi feodalisme ini, bertanggung jawab atas kelangsungan

hidup seluruh anggota keluarga dalam rumah tersebut.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Gao Juexin (高 觉 新), Gao

Juemin (高觉民), dan Gao Juehui (高觉慧). Ketiga tokoh ini adalah

tokoh-tokoh yang diutamakan penceritaannya dalam novel Jia (Nurgiyantoro,

176-177). Ketiga tokoh utama ini yang akan menjadi objek penelitian dalam

(5)

satu keluarga, ada di generasi yang sama dan sejak kecil hidup dalam

kungkungan feodalisme, tapi mereka memiliki pemikiran atau cara pandang

yang berbeda.

Novel Jia ini menceritakan ketiga kakak-beradik, yaitu Gao Juexin,

Gao Juemin dan Gao Juehui dalam menghadapi feodalisme dalam

keluarganya. Tokoh Gao Juexin adalah tokoh yang penurut dan berbakti

kepada orang tua. Ia merupakan kakak tertua dan merupakan cucu pertama

dalam keluarga Gao. Gao Juexin terpaksa menuruti perintah kakeknya, yaitu

Gao Lao Taiye untuk menikah dengan Li Ruijue (李瑞 ), padahal ia dan

Mei Fen (梅 芬) saling mencintai. Gao Juexin berpikir bahwa ia harus

menjalani tugasnya sebagai cucu tertua di keluarga Gao, walaupun ia harus

mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Pemikirannya ini dipengaruhi oleh

konfusianisme, di mana generasi muda harus tunduk kepada generasi yang

lebih tua.

Tokoh Gao Juehui diceritakan sebagai cucu yang berani menentang

kakeknya. Ia sangat menentang feodalisme yang masih dianut kakeknya, di

mana setiap anggota keluarga tidak memiliki kebebasan mengatur kehidupan

dan pernikahan mereka sendiri. Ia tidak mau seperti kakaknya (Gao Juexin)

yang patuh terhadap feodalisme. Tokoh Gao Juehui yang emosional ini selalu

berpandangan bahwa ia sebagai generasi muda layak untuk menentukan

pilihan dalam hidupnya, juga beranggapan bahwa feodalisme yang kuno

tersebut sudah tidak layak diberlakukan pada jamannya. Gao Juehui jatuh

cinta dengan seorang pelayan keluarga bernama Ming Feng (鸣凤). Suatu hari

Ming Feng akan dinikahkan oleh seorang pejabat bernama Feng Leshan (冯乐

山), tetapi Ming Feng menolaknya dan akhirnya bunuh diri. Setelah kejadian

tersebut, pemikirannya yang dipengaruhi oleh pemikiran Barat semakin kuat

untuk menentang feodalisme. Dalam novel ini tokoh Gao Juehui adalah

gambaran generasi muda yang berpikiran modern dan tokoh Gao Lao Taiye

(6)

Tokoh Gao Juemin juga berkeinginan menentang feodalisme yang ada,

tetapi ia tidak memiliki keberanian yang cukup untuk melakukannya karena ia

juga sangat menghormati Gao Lao Taiye. Gao Lao Taiye kemudian

mempertunangkan Gao Juemin dengan cucu kemenakan dari Feng Leshan,

namun Gao Juemin mencintai Qin (琴). Peristiwa tersebut membuat Gao

Juemin yang plin-plan berani untuk pergi meninggalkan rumah. Dengan

dorongan semangat dari Gao Juehui, Gao Juemin bersikeras mempertahankan

cintanya pada Qin. Pemikiran Gao Juemin yang tidak berpihak pada pada

feodalisme atau pemikiran Barat ini membuat pemikirannya terlihat tidak

begitu jelas.

Penulis akan menganalisis pemikiran-pemikiran ketiga tokoh utama

tersebut. Pemikiran yang dimaksud adalah cara pandang tokoh dalam

menghadapi suatu hal atau peristiwa dalam hidupnya. Respon dan cara

berpikir mereka terhadap suatu masalah berbeda-beda. Hal tersebut dapat

dipengaruhi oleh perbedaan watak mereka, juga perbedaan posisi dalam

keluarga. Pemikiran-pemikiran yang berbeda ini sangat menarik untuk diteliti,

karena pemikiran-pemikiran yang berbeda ini muncul dalam sebuah keluarga

yang anggotanya sama-sama tumbuh dalam feodalisme tersebut, selain itu

pemikiran-pemikiran ini adalah pemikiran-pemikiran yang Bajin temui dalam

hidupnya. Beliau mengatakan bahwa beliau menulis novel bukan untuk

menjadi seorang penulis, tapi beliau ingin menyampaikan apa yang ia lihat,

apa yang dialami oleh orang-orang terdekatnya ke dalam sebuah tulisan (Bajin,

195).

Novel Jia karya Bajin yang kental dengan feodalisme ini sangat

menarik untuk dianalisis pemikirannya, terutama pemikiran-pemikiran tiga

tokoh utamanya. Tiga tokoh utama ini merupakan gambaran masyarakat yang

telah lama dipengaruhi oleh feodalisme kemudian bertemu dengan pemikiran

Barat. Apakah pemikiran mereka lebih banyak dipengaruhi oleh pemikiran

(7)

telah lama ada dalam kehidupan mereka atau mungkin pemikiran mereka

dipengaruhi oleh keduanya? Posisi dalam keluarga, jalan hidup, dan watak

mereka yang berbeda dapat menghasilkan pemikiran yang berbeda.

Pemikiran-pemikiran inilah yang akan dianalisis penulis dalam skripsi ini, dan

skripsi ini diberi judul Pemikiran-pemikiran dalam Novel Jia Karya Bajin.

1.2Rumusan Masalah

Secara umum skripsi ini akan menganalisis pemikiran-pemikiran Gao

Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui dalam novel Jia karya Bajin. Berdasarkan

latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini

adalah sebagai berikut :

1) Bagaimana perwatakan ketiga tokoh utama tersebut (Gao Juexin, Gao

Juemin dan Gao Juehui)?

2) Pemikiran-pemikiran apa saja yang terkandung dalam novel Jia karya

Bajin, dilihat melalui perwatakan ketiga tokoh utama tersebut?

1.3Tujuan Penelitian

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memahami perbedaan watak

ketiga tokoh utama (Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui) serta

menganalisis pemikiran-pemikiran ketiga tokoh melalui perwatakan ketiga

tokoh tersebut, sehingga pemikiran-pemikiran tiga tokoh tersebut dapat

dideskripsikan, digambarkan atau dilukiskan. Penulisan skripsi ini juga

bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemikiran Barat terhadap pemikiran

masyarakat China yang telah lama dipengaruhi oleh feodalisme, sehingga isi

(8)

1.4Manfaat Penelitian

Skripsi ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi tentang

gambaran masyarakat China yang pada saat itu masih menjunjung feodalisme

dan pengaruh pemikiran Barat masuk ke China. Penulisan skripsi ini juga

diharapkan dapat memacu mahasiswa lain untuk menganalisis novel Jia karya

Bajin dengan kajian yang berbeda. Selain itu, penulis berharap skripsi ini

dapat memacu minat mahasiswa untuk membaca novel-novel karya penulis

China, khususnya Bajin.

1.5Metode Penelitian

Skripsi ini menggunakan novel Jia karya Bajin yang diterbitkan pada

tahun 1981 sebagai sumber acuan. Dalam skripsi ini penulis menganalisis

pemikiran-pemikiran ketiga tokoh utama (Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao

Juehui) melalui perwatakan ketiga tokoh tersebut. Dalam penulisan skripsi ini,

penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif adalah

suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu

set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa

sekarang (Nazir, 54). Penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak

mengutamakan pada angka-angka. Penelitian kualitatif artinya data terurai

dalam bentuk kata-kata atau gambar, bukan dalam bentuk angka-angka (Semi,

23). Skripsi ini akan meneliti sistem pemikiran atau cara berpikir ketiga tokoh

utama yang ada dalam novel Jia karya Bajin. Tujuan dari penelitian deskriptif

kualitatif ini adalah untuk membuat suatu deskripsi, gambaran atau lukisan

mengenai pemikiran-pemikiran tiga tokoh utama yang ada dalam novel Jia

karya Bajin.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis merumuskan dan

mengidentifikasi masalah terlebih dahulu. Rumusan masalah dalam skripsi ini

ada dua, yaitu perwatakan ketiga tokoh utama (Gao Juexin, Gao Juemin dan

(9)

Bajin, jika dilihat melalui perwatakan ketiga tokoh utama tersebut. Penulisan

skripsi ini bertujuan untuk memahami perbedaan watak ketiga tokoh utama

(Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui) serta menganalisis

pemikiran-pemikiran ketiga tokoh melalui perwatakan ketiga tokoh tersebut, sehingga

pemikiran-pemikiran tiga tokoh tersebut dapat dideskripsikan, digambarkan

atau dilukiskan. Penulisan skripsi ini juga bertujuan untuk mengetahui

pengaruh pemikiran Barat terhadap pemikiran masyarakat China yang telah

lama dipengaruhi oleh feodalisme, sehingga isi dari novel Jia karya Bajin ini

juga dapat lebih dipahami.

Ruang lingkup dalam skripsi ini adalah penelitian berfokus pada

pemikiran-pemikiran dalam novel Jia karya Bajin melalui watak tiga tokoh

utama dalam novel, yaitu Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui. Pemikiran

yang dimaksud adalah cara pandang tokoh dalam menghadapi suatu hal atau

peristiwa dalam hidupnya. Untuk menganalisis pemikiran-pemikiran dalam

novel Jia karya Bajin, penulis menggunakan teori-teori. Teori yang akan

digunakan dalam penelitian ini adalah tokoh, penokohan dan pemikiran

dengan scope feodalisme dan pemikiran Barat.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa referensi.

Referensi utama yang digunakan adalah novel Jia 《家》(1981) karya Bajin,

buku Teori Pengkajian Fiksi (2002) karya Burhanudin Nurgiyantoro, buku

Alam Pikiran China : Sejak Confucius sampai Mao Zedong (1989) karya H.G.

Creel, buku My Country and My People (1935) karya Lin Yutang (林语堂),

dan buku Zhongguo Ren 《中国人》(2000) karya Lin Yutang (林语堂).

Sesuai dengan perumusan masalah di atas, maka penulis memiliki

hipotesa bahwa watak Gao Juexin adalah taat dan penakut, dan pemikirannya

dipengaruhi oleh feodalisme, watak Gao Juemin adalah plin-plan dan

pemikirannya tidak begitu jelas, karena pemikirannya dipengaruhi oleh

feodalisme dan pemikiran Barat, dan watak Gao Juehui yang emosional,

(10)

Seperti yang telah disebutkan diatas, dalam penelitian ini penulis

memilih tiga tokoh yang ada dalam novel Jia. Istilah ”tokoh” menunjuk pada

orangnya, pelaku cerita. Tokoh Gao Juexin, Gao Juemin dan Gao Juehui

merupakan tiga tokoh utama, yaitu tokoh yang diutamakan penceritaannya

dalam novel Jia. Ketiga tokoh utama tersebut akan dianalisis perwatakannya.

Penokohan sering juga disamakan artinya dengan karakter dan perwatakan

(Nurgiyantoro, 165). Menurut Jones, penokohan adalah pelukisan gambaran

yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita

(Nurgiyantoro, 165). Perwatakan atau penokohan ketiga tokoh utama tersebut

akan dilukiskan dengan menggunakan dua teknik, yaitu teknik ekspositori dan

teknik dramatik yang dikemukakan oleh Burhanudin Nurgiyantoro. Teknik

dramatik sendiri memiliki delapan teknik, yaitu teknik cakapan, teknik

tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik arus kesadaran, teknik reaksi

tokoh, teknik reaksi tokoh lain, teknik pelukisan latar dan teknik pelukisan

fisik. Dari perwatakan ketiga tokoh utama tersebut, penulis akan menganalisis

pemikiran-pemikiran mereka dengan teori-teori yang ada dalam pemikiran

dengan scope feodalisme dan pemikiran Barat. Setelah selesai menganalisis,

penulis menarik kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah

pemikiran Gao Juexin dipengaruhi oleh feodalisme, pemikiran Gao Juehui

dipengaruhi oleh feodalisme dan pemikiran Barat dan pemikiran Gao Juehui

(11)

74

KESIMPULAN

Novel Jia karya Bajin menceritakan tentang tiga orang kakak beradik, yaitu

Gao Juexin (高觉新), Gao Juemin (高觉民) dan Gao Juehui (高觉慧), yang hidup

dalam keluarga yang menjunjung feodalisme. Mereka bertiga bersekolah di Yang

Xuetang, yang merupakan sekolah berbasis ajaran Barat. Walaupun sama-sama hidup

dalam kungkungan feodalisme dan menerima pemikiran Barat, mereka memiliki

pemikiran yang berbeda. Hal tersebut disebabkan karena watak mereka yang berbeda.

Dalam skripsi ini penulis menganalisa pemikiran tiga tokoh utama (Gao Juexin, Gao

Juemin dan Gao Juehui) dalam novel Jia karya Bajin, melalui perwatakan mereka.

Setelah melakukan analisis pada bab tiga, penulis mendapati bahwa feodalisme yang

ada dalam novel Jia banyak dipengaruhi oleh konfusianisme, maka inilah hasil

analisis yang penulis dapatkan.

Watak Gao Juexin adalah patuh, pasrah, mellow, lemah dan pengecut, cinta

damai, perhatian, bertanggung jawab, kolot, sabar dan setia. Pemikiran Gao Juexin

cenderung dipengaruhi oleh prinsip konfusianisme, yaitu mencintai keluarga besar

dan pemikiran masyarakat feodal yang percaya pada takdir. Berdasarkan tiga macam

pemikiran dalam merespon modernisasi yang dikemukakan oleh Creel, tokoh Gao

Juexin masuk ke dalam kategori orang pertama yang berpegang pada feodalisme.

Namun ia sendiri tidak menganggap bahwa feodalisme merupakan hal yang baik.

Juexin berpihak pada feodalisme karena ia menghormati kakeknya, karena ia

menjalankan konfusianisme, yaitu mencintai keluarga besar dan karena posisinya

sebagai zhangfang zhangsun.

Watak Gao Juemin adalah perhatian, plin-plan, pemberontak dan pandai

menyembunyikan perasaan. Pemikiran Juemin dipengaruhi oleh pemikiran Barat, di

mana setiap orang memiliki derajat yang sama dan individualisme, di mana hak

(12)

keluarga besar. Berdasarkan tiga macam pemikiran dalam merespon modernisasi

dikemukakan oleh Creel, tokoh Gao Juemin masuk ke dalam kategori orang kedua

yang berpihak pada feodalisme dan pemikiran Barat. Walaupun Juemin sempat

mengalami pergolakan pikiran karena kematian Ming Feng, namun Juemin tetap

berpihak pada feodalisme. Juemin baru menggunakan pemikiran Barat ketika Juemin

memperjuangkan cintanya untuk Qin. Untuk peristiwa-peristiwa yang tidak menimpa

dirinya, pemikiran Barat tidak terlalu terlihat dalam diri Juemin.

Watak Gao Juehui adalah emosional, egois, pemberontak, tidak patuh,

pencemburu, humoris, mendua hati, pemberani dan perhatian. Pemikiran Juehui

cenderung dipengaruhi oleh pemikiran Barat, di mana setiap orang memiliki derajat

yang sama, serta individualisme, di mana hak pribadi lebih diutamakan. Juehui juga

dipengaruhi oleh rasionalisme, yang meyakini bahwa hanya pengetahuan yang

diperoleh melalui akallah yang memenuhi syarat. Tokoh Juehui bukanlah tokoh yang

sepenuhnya melawan feodalisme, kepeduliannya juga membuat dirinya terkadang

menjalankan konfusianisme, yaitu mencintai keluarga besar. Berdasarkan tiga macam

pemikiran dalam merespon modernisasi dikemukakan oleh Creel, tokoh Gao Juehui

masuk ke dalam kategori ketiga yang sepenuhnya berpihak pada pemikiran Barat.

Juehui sangat mengagung-agungkan pemikiran Barat yang ia terima. Setelah melihat

berbagai peristiwa yang memilukan akibat feodalisme di keluarganya, Juehui

semakin yakin bahwa pemikiran Barat adalah pemikiran yang membawanya ke

(13)

76

DAFTAR REFERENSI

BUKU

Basyaid, Hamid. Membela Kebebasan: Percakapan tentang Demokrasi Liberal. Jakarta: Pustaka Alvabet, 2006.

Creel, H.G. Alam Pikiran Cina: Sejak Confucius sampai Mao Zedong. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1989. Trans. Soejono Soemargono.

Gondomono. Manusia dan Kebudayaan Han. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2013.

Hadiwijono, Harun. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta: Kanisius, 1980.

Kusumohamidjojo, Budi. Sejarah Filsafat Tiongkok: Sebuah Pengantar

Komprehensif 中国哲学史. Yogyakarta: Jalasutra, 2010.

Nazir, Moh.. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2009.

Nurgiyantoro, Burhanudin. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2002.

Semi, Atar. Metode Penelitian Sastra. Bandung : Angkasa, 1993.

Taniputera, Ivan. History of China. Jogjakarta: Ar-ruzz Media, 2009.

Wellek, Rene & Austin Warren. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia, 1989. Trans. Melani Budiyanto.

Wiriaatmadja, Rochiati, A. Dasuki & Dadan Wildan. Sejarah dan Peradaban Cina:

Analisis Filosofis-Historis dan Sosio-Antropologis. Bandung: Humaniora

Utama Press (HUP), 2004.

Bajin 巴金. Jia 家. Beijing: Renmin Wenxue Chubanshe, 1981.

Huang, Yue & Song Zhanghong. 黄 悦 & 宋 长 宏. Ershi Shiji Zhongguo Wenxue Shigang 二十世纪中国文学史纲. Beijing: Beijing Yuyan Daxue Chubanshe,

2002.

Lin, Yutang 林语堂. Zhongguo Ren 中国人. Shanghai: Xue Lin Chubanshe, 2000.

Zhang, Qizhi 张岂之. Zhongguo Lishi wan qing Minguo Juan 中国历史·晚清民国

(14)

Zhu, Donglin, Zhu Xiaojin & Long Quanming. 朱 栋 霖 , 朱 掉 晓 进 & 龙 泉 明. Zhongguo Xiandai Wenxueshi 1917-2000 (Shang) 中 国 现 代 文 学 史

1917-2000 (上). Beijing: Beijing Daxue Chubanshe, 2007.

Lin, Yutang 林语堂. My Country and My People. London: William Heinemann LTd.,

1935.

PUBLIKASI ELEKTRONIK

Wusi Yundong 五四运动. n.d. 24 Oktober 2012.

http://baike.baidu.com/view/14478.html?wtp=tt.

Xin Chao 新潮. n.d. 11 Juni 2012. http://baike.baidu.com/view/879852.htm.

Xin Qingnian 新青年. n.d. 15 oktober 2012. http://baike.baidu.com/view/73918.htm.

Yang Xuetang 洋学堂.n.d. 12 April 2012.

http://baike.baidu.com/view/497528.htm?wtp=tt.

Fengjian 封建. n.d. 12 April 2013. http://baike.baidu.com/view/84207.htm.

Referensi

Dokumen terkait

Sumber data dalam penelitian ini adalah petugas dan masyarakat yang melakukan percakapan di tempat pelayanan publik (kecamatan, kantor pos, dan KUD) yang berada di

effect di Bursa Efek Jakarta. Rata – rata penelitian tersebut hanya dilakukan selama satu periode saja, sehingga sulit melihat adanya fenomena anomali pasar

Ogan Komering

Kadar glukosa darah rata-rata tikus sehat, tikus hasil induksi MLD-STZ dan tikus hasil terapi herbal spray Spirulina sp.. Perlakuan Rata-rata Glukosa

Faktor untuk menganalisis pengembangan budidaya tambak udang vanname di Kabupaten Kendal meliputi faktor internal terdiri dari produksi tambak, manajemen tambak, sarana prasarana,

Mulai dari teknik persiapan rumah pesemaian jamur sampai dengan teknik pemeliharaan baglog jamur selama masa panen dan teknik panen jamur serta pengemasan jamur hasil

Arum Rahma Shofiya, Tesis Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI IPS 3 SMA

Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kualitas tidur sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal Al Qur ’ an (p value 0,000; α =