• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan - DIVERSITAS GENETIK DAN GENE FLOW DALAM POPULASI TUMBUHAN LANGKA, Morus macroura Miq. DI SUMATERA BARAT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ringkasan - DIVERSITAS GENETIK DAN GENE FLOW DALAM POPULASI TUMBUHAN LANGKA, Morus macroura Miq. DI SUMATERA BARAT."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

DIVERSITAS GENETIK DAN GENE FLOW DALAM

DIVERSITAS GENETIK DAN GENE FLOW DALAM

POPULASI TUMBUHAN LANGKA,

POPULASI TUMBUHAN LANGKA, Morus macroura

Morus macroura Miq.

Miq.

DI SUMATERA BARAT

DI SUMATERA BARAT

Oleh

(Syamsuardi dan Jamsari)

RINGKASAN

(2)

DIVERSITAS GENETIK DAN GENE FLOW DALAM

DIVERSITAS GENETIK DAN GENE FLOW DALAM

POPULASI TUMBUHAN LANGKA,

POPULASI TUMBUHAN LANGKA, Morus macroura

Morus macroura Miq.

Miq.

DI SUMATERA BARAT

Informasi mengenai diversitas genetik dan ‘gene flow’ dalam populasi merupakan hal yang fundamental dan sangat penting untuk konservasi genetik tumbuhan langka dan terancam punah. Tumbuhan Andalas (Morus macroura Miq.) adalah salah satu tumbuhan langka Indonesia yang juga merupakan flora identitas Sumatera Barat. Tumbuhan ini sekarang terus mengalami penurunan jumlah individu ataupun populasi yang akhirnya dapat menyebabkan tumbuhan tersebut menjadi punah. Walaupun upaya konservasi ex situ dan in situ telah dilakukan peneliti lain, namun upaya itu tidak akan berarti jika tidak didukung oleh data diversitas genetik serta mekanisme ‘gene flow’ dalam populasinya tidak diketahui. Karena untuk konservasi perlu dipertimbangkan individu/populasi yang mempunyai diversitas genetik tinggi ataupun yang mempunyai alel-alel unik. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui diversitas genetik dalam populasi dan tingkat ‘gene flow’ antar populasi tumbuhan Andalas (Morus macroura Miq.) serta kaitannya dengan jarak geografis dan karakteristik morfologi daunnya.

Enam primer yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan 40 pita dengan

kisaran ukuran dari 300 bp – 6000 bp yang 75% diantaranya bersifat polimorfik. Primer

OPA-16 menghasilkan jumlah pita yang paling banyak (9 pita) diikuti oleh OPA-18 (8 pita), OPA-17

dan SBH-7 (7 pita), SBH-19 (6 pita) dan yang paling sedikit adalah OPA-14.

Hasil Analisis statistik diversitas genetik M. macroura pada masing-masing populasi

( Batipuh, X Koto dan Tanjung Raya) menunjukkan bahwa diversitas genetik pada populasi X

Koto, Batipuh dan Tanjung Raya cukup tinggi. Nilai diversitas genetik tertinggi diperoleh pada

populasi Tanjung Raya dengan nilai rata-rata heterozigositas (H) sebesar 0.179 dan rata-rata

nilai Indeks Shannon (I) sebesar 0.270, kemudian dalam populasi Batipuh dengan nilai H

sebesar 0.168 dan nilai I sebesar 0.250. Populasi X Koto memiliki nilai H terendah yaitu

sebesar 0.162 dan I sebesar 0.249.

(3)

Hasil perhitungan terhadap distribusi variasi genetik menunjukkan bahwa dari nilai

total heterozigositas pada M. macraura (HT = 0.225 ), 76% diantaranya berada dalam

populasi (HS = 0.170). Sedangkan sisanya berada antar populasi (DST = 0.055).

Analisis korelasi antara jarak genetik dan jarak geografis yang menunjukkan korelasi

yang signifikan antara diferensiasi genetik dan jarak geografis di antara populasi (r = -0.186,

Mantel t-test = -3.1305, p = 0.0009). Hal ini mengindikasikan bahwa isolasi geografis

memainkan peranan yang penting dalam terbentuknya perbedaan genetik pada populasi M.

macroura. Analisis korelasi similaritas karakter morfologi dengan similaritas genetik dengan

Mantel test menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara variasi genetik dengan

variasi morfologi (r = 0.025, Mantel t-test t = 0.604, p = 0.2587) yang berarti diferensiasi

genetik tidak diiringi oleh diferensiasi morfologi

Referensi

Dokumen terkait

Melakukan koordinasi dan kegiatan lintas program terkait P2P diare Mengevaluasi hasil kegiatan P2P diare yang telah dilaksanakan 12 Merlin Ohara Butar-Butar P2P ISPA

printing , dan diikat dengan tali atau benang dinamakan jumputan. Teknik ikat celup dalam bahasa Afrika adalah adire , dalam bahasa India disebut bandhana , dan

diperhitungkan adalah beban yang bekerja dengan baik pada daerah tekan penampang,.. dan hubungan tegangan-regangan yang timbul karena pengaruh gaya tekan

Berdasarkan dari grafik diatas menunjukan sikap peduli agent sangat baik dengan presentase sebesar 60& dan dinilai baik dengan presentase 30% di mata nasabah, karena

Pengaruh Zuhud Dalam Pengelolaan Ekonomi Islam Sebuah.. Analisis Terhadap Pandangan

Selain bersubstrat batang-batang pohon beberapa jenis lumut di lokasi penelitian juga ada yang bersubstrat kayu-kayu lapuk ataupun batu karang. Kayu lapuk merupakan media yang baik

Sebagaimana dalam perkara ini, putusan tidak diterima ( Niet Onvankelijk Verklaard/NO) dijatuhkan oleh Hakim dengan alasan Penggugat Prinsipal tidak sungguh-sungguh