• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Kehamilan 1. Pengertian

Kehamilan adalah peristiwa yang didahului dengan bertemunya sel telur atau ovum dengan sel sperma. Proses kehamilan akan berlangsung selama 10 bulan lunar, atau 9 bulan kalnder, atau 40 minggu, atau 280 hari yang dihitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir . kehamilan terbagi 3 trimester, dimana trimester satu berlangsung dari 0-12 minggu, trimester kedua 13-27 minggu, dan trimester ketiga 28-40 minggu. (Wagiyo & Putrono, 2016)

Menurut Bobak, Lowdermik dan Jensen dalam Asuhan Keperawtan Antenatal, Intranatal dan Bayi Baru Lahir Fisiologis dan Patologis (2016) kehamilan adalah perisitiwa yang didahului bertemunya sel telur dan sel sperma dan akan berlangsung selama 40 minggu.

2. Kehamilan Trimester I

Kehamilan Trimester pertama adalah pembentukan yang dimulai dari konsepsi (pembuahan) sel telur dengan sel sperma dengan mencakup usia kehamilan minggu 1 hingga minggu 12 masa kehamilan. Terjadinya pembuahan akibat bersatunya sel telur dengan sel spermatozoa, kemudian diikuti oleh beberapa proses, pembelahan

(2)

selanjutnya hasil konsepsi mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Banyak perubahan fisik yang akan dialami ibu hamil selama trimester pertama periode ini juga merupakan waktu pembentukan sekaligus perkembangan pesat dari semua sistem dan organ tubuh bayi. Berbagai gejala kehamilan akan datang di trimester pertama misalnya pembesaran payudara, sering buang air kecil, konstipasi, cepat lelah, sakit kepala, dan mual-muntah.

3. Perubahan Fisiologi Kehamilan

Perubahan anatomi fisiologi pada ibu hamil adalah sebagai berikut: a. Sistem Reproduksi

1) Uterus a) Ukuran

Pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4.000cc.

b) Berat

Berat uterus menjadi naik luar biasa dari 30 gram mejadi 1.000 gram pada akhir bulan Posisi Rahim dalam kehamilan

c) Vaskularisas.

Artesi uterine dan ovarika bertambah dalam diameter panjang, dan anak-anak cabangnya, pembuluh darah vena mengembang dan bertambah.

(3)

b. Sistem Kardiovaskuler

Selama kehamilan, jumlah darah dipompa oleh jantung setiap menitnya atau biasanya disebut sebagai curah jantung (cardiac output) meningkat sampai 30-50 %. Peningkatan ini mulai terjadi pada usia kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada usia kehamilan 16-28 minggu. Setelah mencapai kehamilan 30 minggu, curah jantung agak menurun karena pembesaran Rahim menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung.

c. Sistem Urinaria

Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih) yang puncaknya terjadi pada usia kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan. Pada akhir kehamilan peningkatan aktifitas ginjal yang lebih besar terjadi saat wanita hamil yang tidur miring.

d. Sistem Gastrointestinal

Rahim yang besar akan menekan rektrum dan usus bagian bawah, sehingga terjadi sembelit atau konstipasi.

e. Sistem Metabolisme.

Janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk pembentukan tulangnya dan ini terjadi ketika trimester akhir

(4)

Estrogen dan progesteron memberi efek maksimal pada relaksaksi otot dan ligamen pelvik pada akhir kehamilan. g. Sistem Endokrin

Selam menstruasi normal, hipofifi anterior memproduksi LH dan FSH. FSH merangsang folikel de graaf untuk menjadi matang dan berpindah kepermukaan ovarium dimana ia dilepaskan. 4. Ketidaknyamanaan Trimester 1 a. Mudah lelah b. Sering berkemih c. Heartburn d. Hipersalipa e. Nyeri perut bawah

f. Emesis gravidarum (mual muntah) B. Emesis Gravidarum

1. Pengertian

Mual (nause) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Hal ini disebabkan oleh karena pengaruh meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG yang dilepaskan lebih tinggi, dan hormon HCG yang dapat menimbulkan rasa mual dan muntah pada masa awal kehamilan

(5)

Gejala-gejala kurang lebih terjadi pada 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Biasanya rasa mual ini akan pergi seiring wanita memasuki trimester II .

Mual merupakan suatu rasa yang tidak menyenangkan yang biasanya menyebar ke bagian belakang tenggorokan, epigastrium atau keduanya dan memuncak pada muntah. Rasa mual sering disertai dengan gejala vasomotor perangsangan otonom seperti saliva yang meningkat, berkeringat, pingsan, vertigo, takikardia Muntah diartikan sebagai pengeluaran secara paksa isi lambung dan usus melalui mulut. Sebelum muntah terjadi takipnea, salivasi yang banyak, dilatasi pupil, berkeringat, pucat dan denyut jantung yang cepat sebagai tanda perangsangan otonom yang menyebar luas.

Mual muntah pada saat kehamilan memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan keluaraga, kemampuan untuk melakukan aktivitas biasa sehari-hari, fungsi sosial dan perkembangan situasi stress dan menyebabkan gejala lainnya seperti kelelahan , gangguan nutrisi dehidrasi, penurunan berat badan drastis, serta tidak ketidakseimbangan elektrolit, bagi janin bisa berdampak keguguran, berat badan lahir rendah , dan premature. ( Wisdyana S, dkk,2018)

(6)

2. Etiologi

Penyebab terjadinya mual danmuntah pada masa kehamilan tidak diketahui secara pasti. Gejala yang mengganggu ini biasanya dimulai sekitar 6 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir, dan biasanya menghilang spontan 6 – 12 minggu kemudian.

Faktor predisposisi dan faktor – faktor lain penyebab mual muntah adalah:

a. Faktor predisposisi yang sering dikemukakan adalah primigravida, molahidatidosa dan kehamilan ganda. Frekuensi yang tinggi pada molahidatidosa dan kehamilan ganda menimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan karena pada kedua keadaan ini HCG dibentuk berlebihan b. Masuknya Vili Khorialis dalam sirkulasi maternal dan

perubahan metabolic akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan, ini merupakan faktor organic

c. Alergi sebagai salah satu respon dari jaringan ibu terhadap anak, juga disebut sebagai salah satu faktor organic

d. Faktor Psikologik dalam kehamilan memegang peranan yang penting. Rumah tangga yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut tanggung jawab sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat mempererat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar

(7)

terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup

e. Sosial ekonomi juga menjadi faktor dan penentu dalam proses kehamilan yang sehat. Dengan ekonomi yang cukup, maka dapat memeriksa kehamilan dan melakukan persiapan yang baik. Persiapan yang baik awal kehamilan akan membuat proses kehamilan berlangsung dengan baik

3. Patofisiologis Emesis Gravidarum

Perasaan mual dan muntah pada saat kehamilan trimester pertama yang ditemukan pada minggu kedua atau kedelapan setelah pembuahan. Disebabkan karena peningkatan hormon estrogen. (Pengaruh estrogen dan progesteron yang terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan terutama di pagi hari 4. Tanda dan Gejala Emesis Gravidarum

Secara umum Tanda-tanda mual muntah/emesis gravidarum berupa:

a. Rasa mual, bahkan dapat sampai muntah

b. Mual dan muntah ini terjadi 1-2 kali sehari, biasanya terjadi di pagi hari tetapi dapat pula terjadi setiap saat, namun tidak jarang yang harus mengalaminya seharian penuh dan nyaris tidak dapat melakukan aktivitas apapun.

c. Nafsu makan berkurang d. Mudah lelah

(8)

e. Emosi yang cenderung tidak stabil. Keadaan ini merupakan suatu yang normal, tetapi dapat menjadi tidak normal apabila mual dan muntah ini terjadi terus menerus dan mengganggu keseimbangan gizi, cairan, dan elektrolit tubuh. Ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum yang berkelanjutan dapat terkena dehidrasi sehingga akan menimbulkan gangguan pada kehamilannya.

5. Tanda Bahaya Emesis Gravidarum

Pada dasarnya keluhan atau gejalayang timbul adalah fisiologis. Akan tetapi hal ini akan semakin menjadi parah jika tubuh tidak dapat beradaptasi. Oleh karena itu, agar keluhan tersebut tidak berlanjut, perlu diketahui gejala patologis yang timbul Tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain penurunan berat badan, kekurangan gizi atau perubahan status gizi, dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan ketosis. Selain itu mual muntah berlebihan dan terus menerus saat hamil hingga dapat mengganggu keseimbangan gizi, cairan dan elektrolit tubuh serta kehilangan lebih dari 5% berat badan sebelum hamil dapat didefinisikan sebagai hyperemesis gravidarum. Hal tersebut dapat berakibat buruk pada janin seperti abortus, IUFD, partus prematurus, BBLR, IUGR, sindaktili dan polidaktili.

(9)

6. Penatalaksanaan

Cara mengatasi mual muntah pada kehamilan antara lain yaitu: a. Farmakologis

1) Piridoksin (Vitamin B6) 2) Antihistamin

3) Fenotiazin dan Metoklopramid 4) Ondansentron

b. Non Farmakologis

1) Makan sering dalam porsi kecil, misalnya setiap dua jam sekali (bahkan malam hari).

2) Menghindari makanan berbau tajam, terlalu asin atau makanan berbumbu. Beberapa ibu hamil bahkan tidak bisa mengkonsumsi daging, telur atau susu.

3) Makan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi (madu, pisang, kentang, nasi, sereal dan tahu).

4) Minum jus manis atau flat soda di pagi hari

5) Tidak merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol, batasi asupan kopi selama triwulan pertama. 6) Mendapat dukungan dari pasangan dan menggurangi

stress

(10)

C. Aromaterapi Lemon

Aromaterapi memberikan ragam efek bagi penghirupnya, seperti ketenangan, kesegaran, bahkan bisa membantu ibu hamil mengatasi mual. Aromaterapi minyak essensial dapat mengatasi keluhan fisik dan psikis. Yang paling sederhana adalah melalui indra penciuman. Salah satu aromaterapi yang efektif menurunkan mual adalah aromaterapi lemon. (Wisdyana S, dkk,2018)

Lemon minyak essensial (citrus lemon) adalah salah satu yang paling banyak digunakan minyak herbal dalam kehamilan dan dianggap sebagai aroamterapi yang aman pada kehamilan. Menurut sebuah 40% wanita telah menggunakan aroma lemon untuk meredakan mual dan muntah, dan 26,5% dari mereka telah dilaporkan sebagai cara yang efektif untuk mengontrol gejala mual muntah. ( Wisdyana S, dkk,2018)

Lemon mengandung limonene, citral, linalyl, linalool, terpineol yang dapat menstabilkan sistem syaraf pusat, menimbulkan perasaan

(11)

senang, meningkatkan nafsu makan, melancarkan peredarah darah, dan sebagai penenang (sedative). ( Dainty M, Dkk , 2017)

D. Analisa Artikel

1. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wisdayanti Saridewi, Erni Yulia Safitri, dengan judul Pengaruh Aromaterapi Lemon terhadap Emesis Gravidarum dengan penilaian quasy experiment (the one grup pretest post test). Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 yang mengalami emesis gravidarum. Instrument penelitian menggunakan lembar monitoring yang diberikan kepada responden dan diisi selama 2 minggu ( sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi ). Dari hasil penelitian ini ditemukan adanya penurunan frekeunsi mual dan muntah setelah diberikannya aromaterapi lemon.

2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dainty Maternity, Putri Ariska, Dewi Yulia Sari dalam jurnal yang berjudul Inhalasi Lemon Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester Satu dengan menggunakan rancangan pre-eksperimental yaitu dengan cara melakukan pretest pada kelompok eksperimen tanpa menggunakan kelompok control, kemudian setelah dilakukan eksperimen langsung dilakukan post-test diperoleh hasil p-value = 0,000. Nilai p-value = (0.000) < Nilai α (0.05) yang berarti H0 ditolak. Hasil ini menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian inhalasi lemon untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester 1.

(12)

3. Hasil penelitian Shahrbanoo Abdolhosseini, fataneh Hashem Dabaghian, Mitra Mehrabani, Roshanak Mokaberinejad dalam jurnal yang berjudul A Review of Herbal Medicines for Nausea and Vomiting of Pregancy in Traditional Persian Mediciane dengan menggunakan uji klinis acak pada 100 wanita hamil, cirus lemon dan plsebo diberikan kepada kelompok intervensi dan control masing-masing untuk menghirup segera setelah mual. Hasilnya terdapat perbedaan yang signifikan secara statistic antara kedua kelompok dengan skor rata-rata (P=0,017 dan P=0,039) .

Referensi

Dokumen terkait

Diagnosis asbestosis dapat ditegakkan dengan adanya riwayat Pajanan asbestos, adanya selang waktu yang sesuai antara Pajanan dengan timbulnya manifestasi klinis, gambaran

Calon peserta yang telah menjabat Fungsional Perencana Pertama (akan naik Pangkat/jabatan): (a) telah memiliki pangkat/golongan sekurang-kurangnya Penata Muda Tk.I/III/b, (b)

Dari hasil kajian dapat disimpulkasn sebagai berikut : (1) Di lihat dari gambaran pembangunan di Kabupaten Pandeglang, dilihat dari tingkat kemiskinan, tingkat pendidikan

Dilihat dari volume pengaduan yang masuk, yang menggambarkan kepedulian para pelapor terhadap isu keamanan Internet menjadi tanggung jawab pihak-pihak terkait dengan

Padat tebar cacing tanah dalam media harus seimbang karena berhubungan dengan persaingan untuk mendapatkan pakan sehingga pertumbuhan cacing tanah menjadi

Maka dari itu, menjadi hal yang dirasa perlu dilakukan penelitian adalah bagaimanakah peranan berikut perkembangan peran profesi penunjang pasar modal, khususnya yang disebut

Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan masukan kepada masyarakat umumnya dan dunia Pasar Modal khususnya tentang mengapa Otoritas Jasa Keuangan lebih sering

Melalui laporan keuangan manajer memberikan informasi bahwa mereka menggunakan prinsip konservatisme untuk menghasilkan laba yang lebih berkualitas, karena prinsip