• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 3.1 Metodologi penelitian.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gambar 3.1 Metodologi penelitian."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

14 BAB III

PERANCANGAN SISTEM NOTIFIKASI PEMANTAU

3.1 Metodologi Penelitian

Dalam metodologi penelitian ini, membahas terkait tongkat cerdas sebagai alat bantu pemantau keberadaan penyandang tunanetra melalui aplikasi smartphone.

Penelitian ini terdiri dari analisis dan pengujian perangkat lunak (software) bernama “TERA” dengan menggunakan platform Android versi 5.0 (lollipop).

Adapun metodologi yang digunakan pada penelitian ini seperti ditunjukkan pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Metodologi penelitian.

(2)

15

Pada tahap awal, penulis melakukan tinjauan pustaka melalui penelitian-penelitian terdahulu mengenai pembuatan aplikasi dan database. Perancangan aplikasi dilakukan menggunakan platform Android Studio versi 4.1. Secara umum, Android Studio adalah tools yang digunakan untuk membuat aplikasi berbasis Android (Native). Adapun bahasa pemrograman yang digunakan dalam sistem perancangan tools Android Studio adalah pemrograman Java dan eXtensible Markup Language (XML).

Pada perancangan database, cloud server yang digunakan sebagai database adalah Firebase Realtime Database. Secara fungsi, Firebase Realtime Database berfungsi sebagai media penyimpanan basis data secara realtime ke setiap klien yang terhubung. Semua klien yang terhubung akan menerima update atau pembaruan data terbaru secara otomatis. Setelah melakukan perancangan, langkah terakhir yang dilakukan, yaitu mengimplementasikan dan melakukan pengujian secara keseluruhan berdasarkan spesifikasi dan fungsi yang telah ditentukan.

3.2 Diagram Blok Sistem Keseluruhan

Secara umum, sistem “Tongkat Cerdas untuk Tunanetra” terdiri atas 6 subsistem utama yang terlihat pada Gambar 3.2.

.Gambar 3.2 Diagram blok sistem TERA.

(3)

16

Adapun ke-6 subsistem tersebut diantaranya, yaitu sistem pendeteksi, sistem geolokasi dan pengiriman data, sistem notifikasi pengguna, sistem pengolah data, sistem notifikasi pemantau (interface), dan sistem catu daya.

Perancangan dan implementasi tongkat cerdas untuk tunanetra terintegrasi dengan sebuah sistem geolokasi dan pengiriman data [12], yaitu modul SIM808, mikrokontroler Arduino Mega 2560, dan SIM card GSM. Pada modul SIM808 berfungsi untuk mengirimkan data koordinat berupa latitude dan longitude, kemudian data tersebut akan dikirim menuju mikrokontroler.

Mikrokontroler berfungsi sebagai program pengirim dan penerima data koordinat melalui modul SIM808. Selanjutnya data dari mikrokontroler akan dikirim menuju cloud server dengan bantuan modem GSM/GPRS, setelah data tersebut tersimpan didalam database data tersebut akan diteruskan kembali menuju pemantau.

Akan tetapi, pada sistem perancangan dan implementasi ini hanya membahas mengenai sistem interface (notifikasi pemantau), seperti yang terlihat pada Gambar 3.2. Sistem notifikasi pemantau memiliki fungsi utama sebagai verifikasi antarmuka pengguna untuk memastikan bahwa tampilan yang terlihat dapat berfungsi sesuai dengan fungsi yang telah ditentukan. Proses dalam melakukan verifikasi antarmuka pengguna dilakukan dengan cara menguji setiap menu layout yang ditampilkan pada device pemantau, apakah sudah sesuai dengan fungsi yang diharapkan atau tidak.

3.3 Arsitektur pada Sistem Notifikasi Pemantau

Subsistem notifikasi pemantau terhubung langsung dengan subsistem geolokasi dan pengiriman data. Sistem notifikasi pemantau berfungsi untuk memberitahukan informasi kepada keluarga atau kerabat terdekat. Keluaran dari subsistem notifikasi pemantau, yaitu (1) menampilkan marker location (penanda lokasi) pengguna secara realtime yang menampilkan koordinat latitude, longitude, beserta datetime, (2) menampilkan data perjalanan penyandang tunanetra dalam set interval waktu rata-rata 1 menit, (3) menampilkan notifikasi GPS pada perangkat aplikasi TERA, untuk memberitahukan kondisi kepada pemantau ketika GPS dalam keadaan ON/OFF. Adapun arsitektur pada sistem notifikasi pemantau ditunjukan pada Gambar 3.3.

(4)

17

Gambar 3.3 Arsitektur pada sistem notifikasi pemantau.

Gambar 3.3 menjelaskan terkait arsitektur komputer pada sistem notifikasi pemantau. Pengiriman data lokasi tersebut terhubung langsung dengan Google Maps SDK for Android. Sistem notifikasi pemantau ini terintegrasi dengan sebuah tongkat cerdas yang terdiri dari modul SIM808, mikrokontroler Arduino Mega 2560, dan SIM card GSM. Modul SIM808 memiliki banyak fitur diantaranya, yaitu modul GPS, modul GSM/GPRS, dan lain-lain. Fungsi modul SIM808, yaitu untuk mengirimkan data koordinat berupa latitude dan longitude. Kemudian fungsi dari mikrokontroler pada Arduino, yaitu sebagai program pengirim dan penerima data koordinat melalui modul SIM808.

Proses selanjutnya data dari mikrokontroler akan dikirim melalui bantuan jaringan seluler berupa SIM card GSM. Setelah itu, data tersebut akan diteruskan menuju server. Fungsi server pada gambar sistem diatas adalah berfungsi untuk menerima dan melayani permintaan yang dikirimkan mikrokontroler untuk mengatur hak akses ke dalam jaringan yang bisa digunakan oleh komputer klien. Selain itu, fungsi server dapat dikatakan sebagai jembatan (penghubung) antara perangkat hardware

(5)

18

dan perangkat software. Akan tetapi, data yang telah masuk di server hanya dapat dilihat dikomputer klien saja. Dengan hal itu, server harus ditautkan dengan cloud server, agar media penyimpanan data bisa diakses kapan saja dengan syarat terhubung dengan mengunakan jaringan internet.

Cloud server tersebut berisikan suatu data informasi yang akan diolah dan disimpan kedalam database sebelum data tersebut akan ditampilkan ke dalam aplikasi smartphone. Terdapat pula sistem perangkat pemantau yang ditampilkan ke dalam smartphone yang berfungsi untuk menampilkan peta lokasi pengguna tongkat berupa penanda lokasi yang meliputi titik koordinat latitude, longitude, serta datetime.

3.4 Perancangan Aplikasi 3.4.1 Aplikasi TERA

Aplikasi TERA dirancang dengan menggunakan platform Android Studio versi 4.1.

Platform ini menyediakan pembuatan aplikasi dengan sistem source code beserta tampilan desain interface aplikasi. Tools Android Studio menggunakan 2 jenis bahasa program utama, yaitu Java dan Kotlin, sedangkan bahasa pemrograman untuk mengatur layar tampilan aplikasi menggunakan bahasa eXtensible Markup Language (XML).

Secara pengertian, Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat Object Oriented Programming (OOP) yang berorientasi pada objek yang artinya keseluruhan aspek yang terdapat di pemrograman Java adalah objek dan pemrograman Java dapat dijalankan diberbagai banyak jenis platform, sedangkan Kotlin adalah bahasa pemrograman modern secara statis yang memiliki sintaks yang lebih friendly bagi programmer teruntuk pemula. Kotlin hadir untuk mengatasi permasalahan utama yang ada di Java, yaitu Null Pointer Exception.

Selain itu, terdapat bahasa pemrograman XML yang berfungsi untuk mengatur layar tampilan aplikasi. Adapun diagram alir dalam menjalankan aplikasi TERA terlihat pada Gambar 3.4.

(6)

19

Gambar 3.4 Diagram alir dalam menjalankan aplikasi TERA.

(7)

20

Gambar 3.4 menjelaskan terkait proses atau alur dalam menjalankan aplikasi TERA. Ketika pengguna telah mengunduh dan menginstall aplikasi TERA, maka aplikasi tersebut sudah dapat dijalankan. Pertama-tama, buka aplikasi TERA yang telah terinstall, setelah diklik maka sistem akan menampilkan berupa halaman tampilan splash screen. Setelah itu, sistem akan melakukan perpindahan halaman ke tampilan menu login. Akan tetapi, pengguna belum dapat mengakses ke menu halaman utama. Kemudian proses kedua yang harus dilakukan adalah mendaftarkan akun terlebih dahulu ke aplikasi TERA. Setelah akun tersebut berhasil terdaftar, pengguna harus melakukan verifikasi akun terlebih dahulu untuk melakukan pengecekan agar memastikan bahwa email yang didaftarkan valid. Setelah proses verifikasi akun berhasil, maka email dan password yang telah terdaftar baru bisa digunakan ke dalam sistem aplikasi TERA.

3.4.2 Spesifikasi Sistem

Terdapat beberapa spesifikasi yang telah dirancang, berikut merupakan spesifikasi yang telah ditentukan:

1. Sistem notifikasi pemantau pada fitur lokasi mampu menampilkan posisi keberadaan pengguna tongkat (tunanetra). Didalam tampilan fitur lokasi tersebut menampilkan marker location (penanda lokasi) pengguna tongkat secara realtime yang menampilkan koordinat latitude, longitude, beserta datetime.

2. Sistem notifikasi pemantau pada fitur travel history mampu menampilkan data perjalanan pengguna tongkat berdasarkan titik lokasi saat ini (current location) yang menampilkan garis lintang (latitude), garis bujur (longitude), beserta datetime.

3. Sistem notifikasi pemantau pada fitur notifikasi mampu menampilkan notifikasi GPS pada perangkat aplikasi TERA, untuk memberitahukan kondisi kepada pemantau ketika GPS dalam keadaan ON/OFF.

3.5 Prosedur Pengujian

3.5.1 Prosedur Pengujian Aplikasi TERA

Terdapat beberapa batasan yang digunakan dalam melakukan pengujian aplikasi TERA diantaranya, yaitu:

1. Pastikan aplikasi TERA sudah terinstall dalam smartphone;

2. Memerlukan akses data internet untuk menghubungkannya;

(8)

21

3. Pengguna harus memiliki akun TERA agar dapat mengakses aplikasi;

4. Smartphone pengguna minimal versi Android 5.0 (Android Lollipop);

5. Tampilan marker location dalam aplikasi TERA hanya dapat menampilkan satu tanda lokasi dari alat module SIM808. Namun demikian, pemantau yang melakukan pemantauan memiliki data akses yang tidak terbatas, sehingga pihak keluarga dapat memantau dalam waktu secara bersamaan walaupun dalam kondisi berbeda akun.

Adapun prosedur pengujian yang dilakukan pada aplikasi TERA terlihat pada Tabel 3.1.

.Tabel 3.1 Prosedur pengujian aplikasi TERA.

Komponen Pengujian Prosedur Pengujian

Aplikasi TERA. 1. Membuka aplikasi TERA yang sudah terpasang pada aplikasi smartphone;

2. Pastikan sudah registrasi akun pada aplikasi TERA.

3. Aktifkan penggunaan data seluler;

4. Login pada aplikasi TERA. Apabila belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu;

5. Aktifkan fitur lokasi pada smartphone agar dapat terhubung dengan Google Maps;

6. Periksa pada menu fitur lokasi untuk melihat tanda lokasi (marker location) perjalanan penyandang tunanetra. Terdapat 2 tanda lokasi, yaitu posisi pengguna akhir dan posisi pengguna awal, dimana posisi pengguna akhir menampilkan informasi terkini, sedangkan posisi pengguna awal menampilkan informasi data perjalanan sebelumnya;

7. Jika ingin melihat data perjalanan penyandang tunanetra, masuk ke bagian fitur menu berupa travel history, dimana pada menu travel history ini akan menampilkan titik kordinat perjalanan penyandang tunanetra dalam waktu kurun 24 jam setiap harinya;

(9)

22

Komponen Pengujian Prosedur Pengujian

8. Untuk melihat kondisi status GPS dalam keadaan ON/OFF dapat dilihat pada ikon notifikasi yang terletak pada bagian kanan atas.

3.5.2 Prosedur Pengujian Berdasarkan Lama Waktu Pengiriman Titik Koordinat dari Database ke Aplikasi Smartphone

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui lama waktu pengiriman titik koordinat dari database ke aplikasi smartphone. Dalam menghitung lama waktu pengiriman menggunakan sebuah alat penghitung waktu bernama stopwatch. Adapun prosedur pengujian yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2 Pengujian berdasarkan lama waktu pengiriman titik koordinat dari database ke aplikasi smartphone.

Komponen Pengujian Prosedur Pengujian Lama waktu pengiriman

titik koordinat dari database ke aplikasi

smartphone.

1. Buka halaman Firebase pada aplikasi smartphone/PC;

2. Masuk kebagian halaman tampilan Firebase Realtime Database;

3. Lihat pada bagian data GPS pada halaman Firebase Realtime Database;

4. Buka aplikasi stopwatch;

5. Ketika data GPS terbaharui pada halaman Firebase Realtime Database akan menampilkan perubahan berwarna kuning;

6. Amati dan catat lama waktu pengiriman untuk setiap percobaannya ketika data GPS telah terbaharui untuk sampai ke tampilan aplikasi smartphone pemantau;

7. Lakukan sebanyak 20x pengukuran dengan langkah- langkah yang sama.

(10)

23

Gambar 3.5 Konfigurasi pengujian berdasarkan lama waktu pengiriman titik koordinat dari database ke aplikasi smartphone.

3.5.3 Prosedur Pengujian Berdasarkan Lama Waktu Pengiriman Titik Koordinat dari Fitur Location ke Fitur Travel History

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui lama waktu pengiriman titik koordinat dari fitur location ke fitur travel history. Dalam menghitung lama waktu pengiriman menggunakan sebuah alat penghitung waktu bernama stopwatch. Adapun prosedur pengujian yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel 3.3.

.Tabel 3.3 Pengujian berdasarkan lama waktu pengiriman titik koordinat dari fitur location ke fitur travel history.

Komponen Pengujian Prosedur Pengujian Lama waktu pengiriman titik

koordinat dari fitur location ke fitur travel history.

1. Buka halaman Firebase pada aplikasi smartphone/PC;

2. Masuk kebagian halaman tampilan Firebase Realtime Database;

3. Lihat pada bagian child berupa data location dan travel history di halaman Firebase

(11)

24

Komponen Pengujian Prosedur Pengujian Realtime Database;

4. Buka aplikasi stopwatch;

5. Lihat pada bagian child berupa data location di halaman Firebase Realtime Database terbaharui akan menampilkan perubahan berwarna kuning.

6. Amati dan catat lama waktu pengiriman untuk setiap percobaannya ketika titik koordinat dari fitur location ke fitur travel history terbaharui;

7. Lakukan sebanyak 20x pengukuran dengan langkah-langkah yang sama.

Adapun konfigurasi pengujian lama waktu pengiriman titik koordinat dari fitur location ke fitur travel history dapat dilihat seperti pada Gambar 3.5.

Referensi

Dokumen terkait

kecamatan yaitu dengan cara rapat koordinasi, begitu pula dengan tim pelaksana, namun untuk ketua PMR biasanya hanya mendapat perintah saja, tidak pernah

Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa pelaksanaan Satuan Sabhara Polres Kudus dalam menyelenggarakan pengamanan terhadap Objek Vital di Kabupaten Kudus guna

Maka dapat ditarik kesimpulan yaitu tidak ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa menggunakan media pembelajaran berbasis Adobe Flash buatan mahasiswa pendidikan

Spesifikasi model yang dirumuskan dalam studi ini adalah sangat terkait dengan tujuan penelitian yaitu bagaimana dampak kebijakan peningkatan areal (salah satu

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan survival rate serta memperkirakan Total Akumulasi Biomassa Atas Permukaan dari jenis-jenis pohon utama hutan rawa gambut yang digunakan

karyawan atau keluar masuknya karyawan dari organisasi adalah suatu fenomena penting dalam suatu organisasi, adakalanya pergantian karyawan memiliki dampak positif,

Dalam masyarakat Indonesia moral yang dimaksud adalah moral Pancasila, termasuk didalamnya nilai – nilai UUD 1945 Pendidikan moral dapat diartikan sebagai suatu

Semakin ahli seorang auditor dalam memproses suatu informasi maka audit judgment (output) yang diambil akan semakin akurat karena banyaknya pengetahuan dan