• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. (1) tahun, yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. (1) tahun, yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode satu (1) tahun, yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintahan daerah maupun yg ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Renja SKPD merupakan sebuah dokumen rencana resmi daerah yang dipersyaratkan untuk mengarahkan program dan kegiatan pelayanan SKPD khususnya, dan pembangunan daerah pada umumnya. Renja SKPD memiliki fungsi yang sangat fundamental dalam sistem perencanaan daerah, karena Renja SKPD merupakan produk perencanaan pada unit organisasi pemerintah terendah dan terkecil. Renja SKPD berhubungan langsung dengan pelayanan pada masyarakat yang merupakan tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kualitas penyusunan Renja SKPD sangatlah menentukan pada kualitas pelayanan pada publik.

Proses penyusunan Renja SKPD dimulai dengan persiapan penyusunan Renja SKPD dengan mengumpulkan pengolahan data dan informasi. Menganalis gambaran pelayanan SKPD untuk menentukan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD sehingga perumusan tujuan dan sasaran yang dihasilkan berdasarkan review hasil evaluasi renja SKPD tahun lalu berdasarkan Renstra SKPD yang didasarkan pada penalaahan rancangan awal RKPD. Selanjutnya menjadi perumusan kegiatan prioritas yang juga didasarkan kepada penelaahan usulan kegiatan masyarakat.

Prinsip-prinsip di dalam penyusunan rancangan Renja SKPD, adalah sebagai berikut:

(2)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

2 a. Berpedoman pada Renstra SKPD dan mengacu pada rancangan awal

RKPD;

b. Rumusan program/kegiatan di dalam renja SKPD didasarkan atas pertimbangan urutan urusan pelayanan wajib/pilihan pemerintahan daerah yang memerlukan prioritas penanganan dan mempertimbangkan pagu indikatif masing-masing SKPD;

c. Penyusunan Renja SKPD bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan merupakan rangkaian kegiatan yang simultan dengan penyusunan RKPD, serta merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan APBD;

d. Rumusan program/kegiatan di dalam renja SKPD didasarkan atas pertimbangan urutan urusan pelayanan wajib/pilihan pemerintahan daerah yang memerlukan prioritas penanganan dan mempertimbangkan pagu indikatif SKPD;

e. Program dan kegiatan yang direncanakan memuat tolok ukur dan target capaian kinerja,keluaran, biaya satuan per keluaran, total kebutuhan dana, baik untuk tahun n dan tahun n+1.

Keterkaitan Renja SKPD dengan dokumen RKPD dan Renstra SKPD merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena didalam Renja SKPD merupakan penjabaran dan adanya hubungan keselarasan dengan dokumen daerah yang ada di atasnya seperti RPJMD, Renstra SKPD dan RKPD. Renja SKPD merupakan masukan utama bagi penyusunan RKP, Renstra SKPD, dan RPJMD, bagi RKA SKPD, KUA, PPAS, dan RAPBD.

1.2. Landasan Hukum

Dasar Hukum penyusunan Rencana Kerja Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lamandau Tahun 2012 adalah :

(3)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

3 1. Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2002 Tentang Pembentukan

Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Timur di Provinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4180);

2. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang–Undang Nomor 25 tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

5. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004, tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

(4)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

4 6. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara

Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

7. Undang–Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan anatara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Kabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);

(5)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

5 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 517);

13. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 11 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 Nomor 15);

14. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 04 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 Nomor 04, Tambahan Lembaran Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 34);

15. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 01 Tahun 2011 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 – 2015 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011 Nomor 01);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 09 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2006 Nomor 18 Seri E);

17. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 14 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya dan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lamandau;

(6)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

6 18. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2009

tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2009 Nomor 36 seri E);

19. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 02 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2009 – 2013 (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2009 Nomor 37 seri E);

20. Peraturan Bupati Lamandau Nomor 14 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lamandau;

21. Peraturan Bupati Lamandau Nomor 22 A Tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lamandau Tahun 2012.

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud disusunnya Renja DISPORA Kabupaten Lamandau Tahun 2012 adalah untuk melaksanakan dokumen perencanaan satuan kerja perangkat daerah periode 1 (satu) tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2012 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 serta menggambarkan capaian kinerja yang dapat ditransformasikan ke dalam Renja SKPD dan Rencana Kerja Anggaran SKPD. Sedangkan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja DISPORA Kabupaten Lamandau adalah :

1. Mendeskripsikan tentang program – program prioritas yang akan dilaksanakan langsung oleh DISPORA Kabupaten Lamandau;

2. Program–program tersebut dapat terlaksana sesuai yang diharapkan dengan menitikberatkan pada program - program prioritas.

(7)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

7 1.4. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

3.3 Program dan Kegiatan BAB IV PENUTUP

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Program Renstra SKPD

(8)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

8 DISPORA Kabupaten Lamandau baru terbentuk Tahun 2011, dan pada tahun 2012 ini merupakan Tahun Ke 2 (dua) untuk Mengukur Tercapai tidaknya pelaksanaan kegiatan – kegiatan atau program yang telah disusun dapat dilihat berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah.

Akuntabilitas merupakan suatu bentuk perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik. Terkait dengan hal tersebut Rencana Kerja (RENJA) DISPORA Kabupaten Lamandau ini menyajikan dasar pengukuran kinerja kegiatan dan Pengukuran Kinerja Sasaran dari hasil apa yang telah diraih atau dilaksanakan oleh DISPORA Kabupaten Lamandau selama tahun 2011.

Pengukuran kinerja kegiatan dan Pengukuran Kinerja Sasaran melalui tahapan sebagai berikut :

A. Penetapan Indikator Kinerja

Penetapan indikator kinerja merupakan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Indikator Kinerja Kegiatan meliputi indikator masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcomes), manfaat (benefits) dan dampak (impacts). Indikator-indikator tersebut dapat berupa dana, sumber daya manusia, laporan, buku dan indikator lainnya. Penetapan indikator kinerja ini diikuti dengan penetapan besaran indikator kinerja untuk masing-masing jenis indikator yang telah ditetapkan.

(9)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

9 B. Capaian Analisis Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan. Pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja.

Evaluasi Program Tahun 2010

Anggaran Tahun 2010 Bappeda Kabupaten Lamandau dengan APBD

(murni) sebesar Rp. 6.481.042.400,- dan APBD (perubahan) sebesar Rp. 6.529.042.4000,- yang terdiri dari 9 program dan 36 kegiatan. Dari

jumlah dana tersebut terealisasi sebesar Rp 6.048.818.712,- dengan capaian kinerja fisik sebesar 100% dan capaian kinerja keuangan sebesar 92,64%.

Penyerapan anggaran terendah yaitu pada kegiatan :

1. Kegiatan Peningkatan Kegiatan Penataan Pemantauan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Penanaman Modal dan Operasional Satgas PM menyerap anggaran sebesar Rp. 78.066.689,- atau sebesar 72,85 % dari total Rp. 104.410.000,-.

2. Kegiatan Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Sarana dan Prasarana Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dengan penyerapan anggaran terealisasi sebesar Rp. 48.435.000,- atau sebesar 78,01% dari pagu anggaran sebesar Rp. 62.085.000,-.

3. Kegiatan Penyediaan Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi PMA, PMDN dan PBS terealisasi sebesar Rp. 32.845.000,- atau sebesar 82,14% dari pagu anggaran sebesar Rp. 39.986.000,-.

(10)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

10 Tabel 2.1

REKAPITULASI HASIL EVALUASI PELAKSANAAN RKPD KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 2010

NO PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH INDIKATOR KINERJA OUTCOME TARGET

KINERJA

PAGU ANGGARAN (Rp) REALISASI KEUANGAN APBD

2010 (Rp)

REALISASI FISIK APBD 2010

(%) RKPD

TAHUN 2010 APBD TAHUN 2010

1 2 3 4 5 6 7 8

5 BADAN PERENCANAAN

PEMBANGUNAN DAERAH

6.481.042.400

6.529.042.400 6.048.818.712

I BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.441.712.000

1.489.712.000

1.266.791.944

II BELANJA LANGSUNG PEGAWAI

5.039.330.400

5.039.330.400

4.782.026.768

1 Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran Meningkatnya kemampuan Bappeda dalam koordinasi dan

fasilitasi 100%

873.522.200

880.656.750 822.963.370 100%

- Penyediaan Jasa Surat Menyurat Terpenuhinya kebutuhan akan surat menyurat 100%

11.199.000

11.400.000 11.190.000 - Penyediaan Biaya Telepon dan Listrik Terpenuhinya kebutuhan listrik dan telepon Bappeda Kab.

Lamandau 100%

38.400.000

38.400.000 28.860.426 -

Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan

Kendaraan Dinas/Operasional Terpenuhinya kebutuhan operasional kendaraan dinas

Bappeda Kab. Lamandau 100%

71.717.000

34.050.000 33.744.000 - Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Tertibnya administrasi keuangan Bappeda Kab. Lamandau 100%

240.373.000

214.633.000 188.504.000 - Penyediaaan Jasa Kebersihan Kantor Terciptanya Kantor Bappeda Kab. Lamandau yang asri dan

bersih 100%

9.948.200

16.651.200 13.388.600

(11)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

11

- Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Terpeliharanya peralatan kerja kantor Bappeda Kab.

Lamandau 100%

5.000.000

14.300.000 12.700.000 - Penyediaan Alat Tulis Kantor Tersedianya peralatan alat tulis kantor Bappeda Kab.

Lamandau 100%

68.308.000

68.308.000 68.032.500 - Penyediaan Barang Cetakan dan

Penggandaan Terpenuhinya kebutuhan akan percetakan dan penggandaan 100%

47.400.000

48.090.000 45.069.900 - Penyediaan Komponen Instalasi

Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Terpenuhinya kebutuhan instalasi listrik dan penerangan

kantor Bappeda Kab. Lamandau 100%

10.000.000

14.000.000 12.168.000 - Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan

Perundang-undangan Meningkatnya minat baca aparatur Bappeda Kab. Lamandau 100%

16.800.000

17.000.000 11.680.000 - Penyediaan Makanan dan Minuman Terpenuhinya kebutuhan makan/minum aparatur Bappeda

Kab. Lamandau 100%

65.727.000

67.983.000 61.939.000 - Rapat-rapat Konsultasi ke Luar Daerah Tersedianya kebutuhan kegiatan koordinasi dan konsultasi

keluar daerah aparatur Bappeda Kab. Lamandau 100%

239.250.000

281.614.050 281.486.944 - Rapat-rapat Konsultasi ke Dalam Daerah Tersedianya kebutuhan kegiatan koordinasi dan konsultasi ke

dalam daerah aparatur Bappeda Kab. Lamandau 100%

49.400.000

54.227.500 54.200.000 2 Program Peningkatan Sarana dan

Prasarana Aparatur Meningkatnya kemampuan Bappeda dalam koordinasi dan

fasilitasi 100%

191.582.500

277.132.500 272.500.000 100%

- Pembangunan Pagar Kantor Bappeda Meningkatnya dukungan sarana dan prasarana dan sarana

kerja Bappeda Kab. Lamandau 100%

- - -

- Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Meningkatnya SDM aparatur Bappeda dalam pelayanan serta

perencanaan dan pembangunan Kabupaten Lamandau 100%

89.550.000

175.100.000 172.200.000 - Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor Terpeliharanya gedung kantor Bappeda Kab. Lamandau 100%

48.702.500

48.702.500 47.900.000 - Pemeliharaan Rutin/Berkala Mebeleur Terpeliharanya meubelair kantor dan aula Bappeda Kab.

Lamandau 100%

15.000.000

15.000.000 14.600.000 - Pemeliharaan Rutin/Berkala Aula Bappeda Terpeliharanya Aula Bappeda Kabupaten Lamandau 100%

38.330.000

38.330.000 37.800.000 3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur Meningkatnya disiplin dan kinerja aparatur Bappeda Kab.

Lamandau 100%

38.950.000

10.250.000 10.250.000 100%

- Pengadaan Pakaian Khusus Hari-hari

Tertentu Adanya keseragaman pakaian olah raga aparatur Bappeda

Kab. Lamandau 100%

38.950.000

10.250.000 10.250.000

(12)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

12

4 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Peningkatan SDM aparatur Bappeda dalam pelayanan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kabupaten

Lamandau 100%

47.000.000

34.000.000 24.400.000 100%

- Pendidikan dan Pelatihan Formal Tersedianya SDM yang berkualitas di lingkungan Bappeda

Kab. Lamandau 100%

47.000.000

34.000.000 24.400.000

5 Program Pengembangan Data/ Informasi/

Statistik Daerah

Tersusunnya Dokumen perencanaan pembangunan daerah dan hasil monitoring, evaluasi pelaksanaan

pembangunan daerah Kab. Lamandau 100%

816.569.850

769.041.800 703.285.100 100%

- Pengolahan, Updating dan Analisis Data dan Statistik Daerah

Tersedia dan meningkatnya kualitas dan keakuratan data/informasi sebagai pendukung pembangunan Kab.

Lamandau 100%

220.740.000

220.740.000 218.853.000

- Penyusunan Data Potensi dan Data Pokok Pembangunan Daerah Kab. Lamandau

Tersedianya dokumen pengendalian pembangunan dan pelaksanaan program dan kegiatan Kabupaten Lamandau aplikasi data potensi dan data pokok pembangunan daerah Kab. Lamandau

100%

242.068.500

217.288.800 181.005.600

- Penyusunan dan Pengumpulan Data/Informasi Kebutuhan Penyusunan Dokumen Perencanaan

Tersedianya dokumen data base, Perhitungan DAU, HSPK,

HSBGN dan HSBJ Kab. Lamandau yang akurat 100%

212.721.350

172.698.350 168.499.600

- Pembangunan dan Pengembangan Website Kabupaten Lamandau

Tersedianya layanan internet sebagai penunjang aparatur Bappeda dalam pelayanan dan perencanaan pembangunan

Kab. Lamandau 100%

141.040.000

158.314.650 134.926.900 - Pengumpulan Data, Updating dan Analisis

Data Informasi Capaian Target Kinerja Program dan Kegiatan

Adanya pengumpulan data, updating dan analisis data

informasi capaian target kinerja program dan kegiatan 100%

- - -

6 Program Perencanaan Pembangunan Daerah

Tersusunnya Dokumen perencanaan pembangunan daerah dan hasil monitoring, evaluasi pelaksanaan

pembangunan daerah Kab. Lamandau 100%

1.448.630.750

1.448.208.250 1.415.103.800 100%

- Penyusunan Musrenbang RKPD 2011 Tersusunnya dokumen perencanaan pembangunan daerah

yang terarah di Kab. Lamandau 100%

791.120.750

794.020.750 785.604.600

- Koordinasi Penyusunan Laporan Kinerja

Pemerintah Daerah (LAKIP) Tersedianya dokumen LAKIP Kabupaten Lamandau 100%

129.873.750

129.873.750 128.170.350

(13)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

13

- Koordinasi Penyusunan Laporan Keterangan

Pertanggungjawaban (LKPJ) Tersedianya dokumen LKPJ Kabupaten Lamandau 100%

116.401.000

116.401.000 109.764.100

- Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan

Pelaporan Bidang Sarana dan Prasarana Terkendalinya dan terpantaunya pelaksanaan pembangunan

bidang sarana dan prasarana di Kabupaten Lamandau 100%

62.085.000

62.085.000 48.435.000

- Review RPJM Kabupaten Lamandau Tersedianya dokumen review RPJM Kabupaten Lamandau 100%

349.150.250

345.827.750 343.129.750 - Koordinasi Perencanaan Pembangunan

Bidang Ekonomi, Pertanian, Industri dan Jasa Adanya koordinasi perencanaan bidang ekonomi, pertanian,

industri dan jasa 100%

- - -

- Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial Budaya, Kesra dan Pemerintahan

Adanya koordinasi perencanaan pembangunan bidang sosial

budaya, kesra dan pemerintahan 100%

- - -

-

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Hasil Pembangunan Bidang Ekonomi, Sosial Budaya dan Pemerintahan

Adanya monitoring, evaluasi dan pelaporan hasil pembangunan bidang ekonomi, sosial budaya dan

pemerintahan 100%

- - -

- Koordinasi Kegiatan Pembangunan Bidang Sarana Perhubungan Informatika dan Pekerjaan Umum

Adanya koordinasi kegiatan pembangunan bidang sarana

perhubungan informatika dan pekerjaan umum 100%

- - -

- Koordinasi Kegiatan Pembangunan Bidang

Prasarana Pendidikan dan Kesehatan Adanya koordinasi kegiatan pembangunan bidang prasarana

pendidikan dan kesehatan 100%

- - -

- Koordinasi Penelitian dan Pengembangan

Kabupaten Lamandau Adanya kegiatan Koordinasi Penelitian dan Pengembangan

Kabupaten Lamandau 100%

- - -

7 Program perencanaan pembangunan

ekonomi Tersusunnya dokumen perencanaan sebagai upaya

kontrol pelaksanaan pembangunan bidang ekonomi 100%

232.386.850

229.352.850 221.964.500 100%

- Sosialisasi Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah

Adanya peningkatan dan kesadaran aparatur pemerintah dan peran serta masyarakat dalam perencanaan pembangunan kedepan di Kabupaten Lamandau

100%

104.757.850

106.457.850 101.724.700 - Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan,

Pembangunan PM2L Tercapainya dan terkoordinirnya pelaksanaan pembangunan

kegiatan PM2L di Kabupaten Lamandau 100%

127.629.000

122.895.000 120.239.800

- Penanggulangan Kemiskinan Daerah Penanggulangan Kemiskinan Daerah 100%

- - -

(14)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

14

8 Program perencanaan prasarana wilayah

dan sumberdaya alam Tersusunnya Perencanaan dan pembangunan prasarana

wilayah dan sumber daya alam 100%

780.577.250

780.577.250 773.039.750 100%

- Study Kelayakan PLTA Sungai Setongah Tersedianya dokumen/data tentang rencana PLTA Sungai

Setongah 100%

780.577.250

780.577.250 773.039.750 9 Program Peningkatan Promosi dan

Kerjasama Investasi

Meningkatnya minat para investor untuk berinvestasi di

Kabupaten Lamandau 100%

610.111.000

610.111.000 538.520.248 100%

- Pengembangan Potensi Unggulan Daerah Berminatnya investor berinvestasi di Kab. Lamandau 100%

47.260.000

47.260.000 46.671.250

- Peningkatan Kegiatan Penataan dan Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanan

Penanaman Modal dan Operasional Terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kab. Lamandau 100%

104.410.000

104.410.000 78.066.698

- Penyelenggaraan Pameran dan Promosi

Investasi di Dalam dan Luar Negeri Menjaring minat investor dalam berinvestasi di Kab. Lamandau 100%

342.500.000

342.500.000 306.447.800 - Penyuluhan tentang Manfaat dan Arti Penting

Penanaman Modal di Kab. Lamandau

Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya

penanaman modal di Kab. Lamandau 100%

75.955.000

75.955.000 74.489.500 - Penyediaan Pembinaan, Monitoring dan

Evaluasi PMA, PMDN dan PBS Meningkatnya kepatuhan investor terhadap peraturan

penanaman modal di Kab. Lamandau 100%

39.986.000 39.986.000 32.845.000

- Koordinasi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal Antara IPMK, IPMP dan

BKPM Adanya koordinasi perencanaan dan pengembangan

penanaman modal antara IPMK, IPMP dan BKPM 100%

- - -

6.481.042.400

6.529.042.400 6.048.818.712

(15)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

15 Perkiraan pencapaian Tahun Anggaran 2011

Sedangkan untuk tahun berjalan yakni Anggaran tahun 2011 dengan usulan sebesar Rp.7.440.110.733,- terurai dalam 9 program dan 38 kegiatan, diharapkan keberhasilan kinerja mencapai 100 % atau minimal sama dengan tahun 2010, baik realisasi keuangan maupun realisasi fisik.

Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui penilaian kinerja terhadap program maupun kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2010 serta perkiraan capaian program dan kegiatan tahun 2011, dalam menjalankan kegiatannya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamandau masih menghadapi hambatan/kendala yang meliputi :

a. Organisasi

Belum fokusnya kinerja utama yang dihadapi oleh BAPPEDA sehingga kemungkinan dalam mengawal visi dan misi BAPPEDA menjadi bias dan belum sinkronnya antara perencanaan dan penganggaran.

b. Sumber Daya Manusia (SDM)

Pada BAPPEDA Kabupaten Lamandau Sumber Daya Manusia (SDM) sudah cukup memadai namun yang menjadi kendala adalah kurangnya pegawai pelaksana sehingga tidak berimbang antara kegiatan yang dilaksanakan dengan jumlah aparatur yang ada.

c. Sarana Kerja dan Perlengkapan

Untuk sarana kerja dan perlengkapan sudah sangat mendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam pelaksanaan tugas dilingkungan BAPPEDA Kabupaten Lamandau.

d. Anggaran

Terbatasnya anggaran sehingga masih banyak kegiatan yang tidak terakomodir.

(16)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

16 e. Sistim Informasi (SIM) Perencanaan Pembangunan

Pada tahun 2010, BAPPEDA Kabupaten Lamandau bekerjasama dengan pihak ketiga telah membuat sebuah aplikasi Sistem Informasi (SIM) Perencanaan Pembangunan Daerah yang dapat memudahkan dalam proses penyusunan RKPD. Permasalahan disini adalah kurang mampunya aparatur dalam mengaplikasikan sistem tersebut baik admin di BAPPEDA maupun operator di masing-masing SKPD.

f. Data Kinerja dan Koordinasi Antar SKPD

Belum terbangunnya sistem pengumpulan data kinerja yang akurat dan koordinasi antar SKPD yang masih mengalami hambatan sehingga diperlukan peraturan yang tegas untuk mengatasi hal tersebut.

g. Penyusunan LAKIP

Belum selaras dan sinergisnya sistem akuntabilitas pemerintah daerah Kabupaten Lamandau dengan Satuan Unit Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan kurang kemampuan dan pengetahuan aparatur dalam penyusunan LAKIP.

Dari permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas tersebut, kedepan akan dilakukan perbaikan melalui peningkatan dan pengembangan aparatur di lingkungan BAPPEDA melalui pendidikan kader, fungsional maupun teknis dan penambahan pegawai. Membangun sistim pengumpulan data kinerja dengan baik dan selalu melakukan koordinasi dengan seluruh SKPD dengan peraturan mengatur mengenai koordinasi yang tegas demi terciptanya perencanaan yang akurat dan uptodate demi terciptanya pembangunan yang berdasarkan aspirasi dari masyarakat dan pemangku kepentingan.

(17)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

17 Berdasarkan Renstra Bappeda Kabupaten Lamandau 2009-2013 dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan maka strategi yang diterapkan adalah : “Melaksanakan perencanaan pembangunan daerah yang didasarkan pada tuntutan kebutuhan pengembangan berbagai bidang pembangunan daerah”. Kebijakan yang ditempuh untuk mencapai tujuan organisasi adalah : “Melaksanakan perencanaan yang tetap sasaran, tersistem, terukur berdasarkan data yang akurat dan uptodate didukung hasil penelitian dan pengembangan menuju pelaksanaan pembangunan yang berkeadilan, terkendali serta berkeadilan”.

2.2. ANALISIS KINERJA PELAYANAN SKPD

Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi

Struktur Organisasi BAPPEDA Kabupaten Lamandau sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 12 Tahun 2009 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 14 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut :

a. KEPALA BADAN

b. SEKRETARIAT terdiri dari :

1. Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program 2. Sub Bagian Keuangan

3. Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Perlengkapan c. Bidang terdiri dari :

1. BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN terdiri dari : 1.1 Sub Bidang Litbang Pemerintahan dan Pembangunan 1.2 Sub Bidang Litbang Sosial dan Potensi Pembangunan

(18)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

18 2. BIDANG EKONOMI, SOSIAL BUDAYA DAN PEMERINTAHAN

terdiri dari :

2.1 Sub Bidang Kesra, Sosbud dan Pemerintahan

2.2 Sub Bidang Pengembangan Eko., Pertanian, Industri dan Jasa 3. BIDANG FISIK, SARANA DAN PRASARANA terdiri dari :

3.1 Sub Bidang Prasarana Perhubungan, Informatika dan PU 3.2 Sub Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Kesehatan 4. BIDANG PENGENDALIAN, ANALISIS DAN STATISTIK terdiri dari :

4.1 Sub Bidang Pengendalian Program, Pelaporan dan Peragaan 4.2 Sub Bidang Dokumentasi, Informasi, Analisa, Data dan Statistik 5. BIDANG INVESTASI DAN PROMOSI terdiri dari :

5.1 Sub. Bidang Investasi 5.2 Sub. Bidang Promosi

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi BAPPEDA Kabupaten Lamandau didukung oleh 49 (empat puluh sembilan) orang Pegawai, terdiri dari 34 (tiga puluh empat) orang Pegawai Negeri Sipil, 15 (lima belas) orang Pegawai Honorer. Jika dilihat dari tingkat pendidikan maka Pegawai Negeri Sipil BAPPEDA terdiri dari 2 (dua) orang berpendidikan Magister (S2), 23 (dua puluh tiga) orang berpendidikan Sarjana (S1), 8 (delapan) orang SLTA dan 1 (satu) orang SD. Secara Struktural Jabatan/Eselonisasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah maka Jabatan Eselon II/b 4 (empat) orang, Eselon III/a 8 (delapan) orang, Eselon III/b sebanyak 4 (empat) orang, Eselon III/c 6 (enam) orang, Eselon III/d sebanyak 3 (tiga) orang dan Eselon IV/a sebanyak 1 (satu) orang.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 14 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Lamandau, Tugas Pokok Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

(19)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

19 (BAPPEDA) adalah melaksanakan tugas penyusunan dan perencanaan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang perencanaan pembangunan daerah, penanaman modal, penelitian, pengembangan dan statistik. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut BAPPEDA mempunyai Fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan pembangunan, penanaman modal, Litbang dan statistik sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Bupati berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

b. Koordinasi dan kerjasama penelitian dan pengembangan dilingkungan pemerintah kabupaten dan lembaga lain serta kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah didaerah;

c. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan aspek pemerintahan, pembangunan, sosial politik dan potensi ekonomi daerah;

d. Pelaksanaan pengkajian dan analisa kebijakan pemerintah daerah;

e. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan dan investasi daerah, pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan jangka panjang, menengah dan tahunan daerah;

f. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang perencanaan pembangunan daerah, penanaman modal, litbang dan statistik;

g. Penyusunan rencana pembangunan lima tahunan daerah;

h. Penyusunan program-program tahunan sebagai pelaksanaan rencana pembangunan lima tahun;

i. Pembinaan, pelayanan, pengawasan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan perencanaan pembangunan, penanaman modal, Litbang dan statistik daerah;

j. Penyusunan perencanaan dan pengembangan sarana dan prasarana perhubungan, telkom dan pekerjaan umum;

(20)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

20 k. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas

dan fungsinya;

l. Pelaksanaan urusan kesekretariatan.

(21)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

21

STRUKTUR ORGANISASI BAPPEDA KABUPATEN LAMANDAU NOMOR 12 TAHUN 2009

KEPALA BADAN

KELOMPOK JABATAN

FUNGSIONAL SEKRETARIS

SUB BAGIAN PERENCANAAN

& PENGENDALIAN PROGRAM

SUB BAGIAN KEUANGAN SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN DAN PERLENGKAPAN

BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

SUB BIDANG LITBANG PEMERINTAHAN DAN

PEMBANGUNAN

SUB BIDANG LITBANG SOSIAL POLITIK & POTENSI

EKONOMI

BIDANG EKONOMI, SOSBUD DAN PEMERINTAHAN

SUB BIDANG KESRA, SOSBUD & PEMERINTAHAN

SUB BIDANG PENGEMBANGAN EKONOMI,

PERTANIAN, INDUSTRI &

JASA

BIDANG SARANA

& PRASARANA

SUB BIDANG PRASARANA, PERHUBUNGAN, INFORMATIKA & PU

SUB BIDANG SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

DAN KESEHATAN

BIDANG PENGENDALIAN, ANALISIS DAN STATISTIK

SUB BIDANG PENGENDALIAN, PROGRAM

& PELAPORAN

SUB BIDANG DOKUMENTASI, INFORMASI

ANALISA DATA DAN STATISTIK

BIDANG INVESTASI

SUB BIDANG INVESTASI

SUB BIDANG PROMOSI

UPTB

(22)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

22

Tabel 2.2

Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamandau

N

O Indikator SPM

/standar nasional

IKK

Target Renstra SKPD Realisasi Capaian Proyeksi Catatan

Analisis Tahun

2010

Tahun 2011

Tahun 2012

Tahun 2013

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun

2012 Tahun 2013 (thn n-2) (thn n-1) (tnn n) (thn n+1) (thn n-2) (thn n-1) (thn n) (thn n+1)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1

Terlaksananya mekanisme perencanaan yang berjenjang, melalui penjaringan aspirasi

kepentingan

Perencanaan Pembangunan Daerah

Terselenggaranya musrenbang daerah 1 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 1 Kali - 2 Kali 2 Kali

Jumlah dokumen perencanaan yang

ditetapkan 1 Dokumen 1 Dokumen 5 Dokumen 5 Dokumen 1 Dokumen - 5 Dokumen 5 Dokumen

Persentase sinkronisasi perencanaan

dan penganggaran 80% 90% 90% 90% 80% - 90% 90%

2

Evaluasi pengendalian dan pelaporan pelaksanaan pembangunan secara periodik,

terinterasi dan berkesinambungan

Perencanaan Pembangunan Daerah

Tingkat penyampaian Lakip tepat

waktu 100%

31 Maret 2012 (3 Bulan)

31 Maret 2012 (3 Bulan)

31 Maret 2012

(3 Bulan) 100% -

31 Maret 2012 (3 Bulan)

31 Maret 2012

(3 Bulan)

Tingkat ketepatan waktu

penyampaian LKPJ Bupati ke DPRD 100% 31 Maret 2012 (3 Bulan)

31 Maret 2012 (3 Bulan)

31 Maret 2012

(3 Bulan) 100% - 31 Maret

2012 (3 Bulan)

31 Maret 2012

(3 Bulan)

Jumlah kegiatan/lokasi pelaksanaan

pembangunan yang dimonitoring 40 Kegiatan,

8 Kecamatan 8 Kecamatan,

3 desa PM2L 8 Kecamatan,

3 desa PM2L 8 Kecamatan,

3 desa PM2L 40 Kegiatan,

8 Kecamatan - 8 Kecamatan,

3 desa PM2L 8 Kecamatan,

3 desa PM2L

3 Terlaksananya kajian penelitian dan studi potensi sumber daya Perencanaan Pembangunan Ekonomi

Jumlah kajian dan penelitian yang

dilaksanakan 1 Kegiatan - 1 Kajian 1 Kajian 1 Kegiatan - 1 Kajian 1 Kajian

Tersedianya laporan kajian dan

penelitian 1 Dokumen 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Dokumen - 1 Laporan 1 Laporan

(23)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

23

4 Tersedianya data perencanaan

yang akurat dan uptodate Pengembangan

Data/Informasi/Statistik Daerah

Jumlah data perencanaan yang

dihasilkan 7 Buku 7 Buku 7 Buku 7 Buku 7 Buku - 7 Buku 7 Buku

Tingkat pemanfaatan data

perencanaan 100% 100% 100% 100% 100% - 100% 100%

5 Terciptanya iklim investasi yang

kondusif menuju terpromosinya

potensi daerah

Peningkatan Promosi dan Kerjasama

Investasi

Tersedianya sarana promosi 1 Buah - 1Paket 1Paket 1 Buah - 1Paket 1Paket

Terciptanya iklim investasi yang

kondusif 100% 100% 1 Tahun 1 Tahun 100% - 1 Tahun 1 Tahun

Jumlah pameran yang diikuti 5 Kali 5 Kali 5 Kali 5 Kali 5 Kali - 5 Kali 5 Kali

Meningkatnya nilai investasi 20% - 1 Tahun 1 Tahun 13,50% - 1 Tahun 1 Tahun

(24)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

24 2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

a. Isu Internal

1). Tugas Pokok dan Fungsi

- Inovasi-inovasi dibidang perencanaan pembangunan dengan melibatkan masyarakat/fasilitasi untuk mengantisipasi perubahan dan dinamika yang terjadi, dan tugas-tugas lain yg diberikan pimpinan, serta tuntutan masyarakat;

- Penelitian-penelitian dibidang lintas sektor yang memberikan dampak besar bagi pembangunan Kabupaten Lamandau dan strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan, koordinasi, dan dinamika perubahan;

- Koordinasi internal dan eksternal sebagai bahan evaluasi;

- Monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan untuk meminimalkan deviasi terhadap Visi dan Misi;

- Memanfaatkan peluang untuk menentukan kebijakan dan proses perencanaan pembangunan dengan melibatkan masyarakat/fasilitasi untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi pembangunan kota secara lebih terstruktur;

- Memanfaatkan kontrol masyarakat untuk meningkatkan hasil penelitian lintas sektor untuk meningkatkan kualitas perencanaan, koordinasi, dan monitoring dan evaluasi;

- Selalu cermat dan tanggap atas segala kondisi dan situasi yang terjadi didalam perkembangan dan keinginan masyarakat, sehingga apa yang diinginkan semua pihak dapat diwujudkan dengan baik dan terencana.

2). Sumber Daya Manusia Aparatur

- Mengikuti pendidikan lanjutan, kursus, pelatihan untuk meningkatkan proses dan hasil kegiatan.

(25)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

25 - Kriteria kelayakan SDM sesuai dengan Tupoksi dan kebutuhan untuk

meningkatkan profesionalisme aparatur.

- Kriteria kelayakan SDM sesuai dengan Tupoksi dan kebutuhan untuk seleksi rekruitmen aparatur yang sesuai dengan latar belakang profesionalisme.

3). Sarana dan Prasarana

- Mengembangkan TI dan GIS serta perangkat keras dan kelengkapannya dalam mendukung manajemen pengelolaan perencanaan yang lebih baik dalam menunjang pembangunan.

- Pemanfaatan sarana dan prasarana sesuai dengan tuntutan tugas.

- Daftar kebutuhan dan pemeliharaan untuk melakukan pengadaan secara bertahap dan optimasi pemeliharaan.

- Pemeliharaan Sistim Informasi (SIM) Perencanaan Pembangunan dengan melakukan pelatihan dan pembinaan bagi aparatur yang bertindak sebagai admin maupun operator agar terdapat ketepatan, kesesuaian dan keseragaman dalam pengisian dan penyusunan dengan peraturan yang ada dan berlaku.

4). Keterbatasan Kemampuan Anggaran Pemerintah Daerah

Keterbatasan pada kemampuan anggaran tersebut tidak saja dialami oleh pemerintah pusat namun juga dialami oleh pemerintah daerah Kabupaten Lamandau. Salah satu konsekuensi menjadi daerah otonom harus mampu membiayai seluruh kebutuhan daerah, sehingga Kabupaten Lamandau menerapkan skala prioritas untuk berbagai kebutuhan program dan kegiatan. Sehingga tidak semua program dan kegiatan yang disusun dapat disetujui penganggarannya. Diperlukan kreativitas dan inovasi dalam menyikapi keterbatasan anggaran sehingga dapat menampung semua aspirasi dan program yang ada.

(26)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

26 b. Isu Eksternal

1). Globalisasi

Seiring kemajuan jaman, pemerintah daerah dituntut untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dengan cara mengikuti perkembangan teknologi agar para aparatur berdaya saing tinggi dan memiliki kemampuan yang sejajar agar daerah dapat berkembang dengan pesat. Kemajuan teknologi di bidang teknologi, transportasi, telekomunikasi, dan informasi telah menciptakan dunia tanpa batas, memudahkan terjadinya mobilitas manusia antar daerah maupun pertukaran informasi melalui dunia maya (virtual).

2). Peraturan Perundang-Undangan

Gerakan reformasi nasional telah mendorong dilaksanakannya berbagai perubahan-perubahan penting dalam praktek penyelenggaraan good governance dengan menerapkan prinsip partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas. Dibutuhkan komitmen dari semua pihak, pemerintah, dan masyarakat serta pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata supaya penyelenggaraan good governance dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari KKN.

Permasalahan

Berdasarkan Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), telah mengubah pola perencanaan yang ada, dimana Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun perencanaan berdasarkan pagu indikatif dan produk perencanaan yang disusun merupakan hasil dari proses perencanaan yang telah memadukan proses politik, proses teknokratik, proses partisipatif dan proses bottom-

(27)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

27 up dan top down, yang disebut dengan istilah dari shopping list ke working plan. Keterpaduan proses perencanaan ini diharapkan akan lebih banyak dapat menampung aspirasi masyarakat yang selama ini seolah-olah hanya sebagai pelengkap dalam proses perencanaan. Kecilnya realisasi dari usulan yang disampaikan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang dapat tertampung dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah selama ini, memberikan indikasi terhadap kebenaran pernyataan diatas. Hasil dari kegiatan Musrenbang baik dari tingkat desa hingga Kecamatan kadang kala tidak termuat di dalam Rencana kerja yang disiapkan untuk menampung aspirasi masyarakat yang disebabkan karena keterbatasan dari dana Pemerintah sehingga dilakukan penundaan kegiatan atau mengesampingkan terlebih dahulu diakibatkan kebutuhan lain yang lebih penting sehingga masyarakat merasa dikesampingkan.

Untuk dapat mendukung kondisi yang diinginkan, kemampuan teknis perencanaan perlu ditingkatkan, sehingga dapat mendorong berkembangnya aspirasi masyarakat dan mengusulkannya dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang memang benar-benar dibutuhkan untuk membawa kearah yang lebih baik lagi, bukan kegiatan-kegiatan yang diinginkan seperti kebanyakan usulan selama ini. Kondisi tersebut diatas sangat erat kaitannya dengan keberadaan institusi perencana dalam hal ini Bappeda Kabupaten Lamandau yang membantu Bupati Lamandau dalam Perencanaan Pembangunan Daerah, sehingga semakin profesional dalam bidang tugasnya. Untuk itu kualitas aparatur, sikap aparatur sangatlah menentukan dalam mewujudkan good governance.

(28)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

28 Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Bappeda Kabupaten Lamandau dalam peningkatan kualitas produk perencanaan pembangunan adalah sebagai berikut :

1. Perubahan peraturan perundangan dan pedoman yang mengatur mekanisme perencanaan;

2. Kemampuan Sumber Daya Manusia yang masih terbatas;

3. Masih kurangnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data dan informasi;

4. Lemahnya kapasitas kelembagaan perencanaan di tingkat kelurahan dan di tingkat SKPD yang menyebabkan kurang optimalnya proses koordinasi perencanaan sehingga berdampak pada kualitas produk rencana pembangunan tahunan, contoh penyusunan prioritas usulan pembangunan;

5. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan;

6. Dalam pelaksanaannya, perencanaan pembangunan sering tidak tepat waktu/tidak sesuai jadwal yang ditetapkan. Hal ini dikarenakan proses dan mekanismenya yang membutuhkan siklus waktu yang panjang dalam rangkaian kegiatan yang berurutan;

7. Belum optimalnya pelaksanaan monitoring dan evaluasi program- program pembangunan yang dikaitkan dengan dokumen-dokumen perencanaan;

8. Adanya kepentingan-kepentingan yang bersifat politis yang harus diakomodasi dalam perencanaan maupun penganggaran.

9. Ketidaksesuaian indikator-indikator yang ada didalam dokumen perencanaan sehingga mempengaruhi secara keseluruhan dari proses perencanaan pembangunan daerah itu sendiri.

(29)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

29 Dampak

Ketidaksesuaian dokumen perencanaan awal sangat berpengaruh terhadap hasil-hasil dokumen perencanaan pembangunan sehingga target yang dicanangkan Kepala Daerah pasti akan membias dan pada akhirnya akan mempengaruhi kepada hasil-hasil pembangunan yang diinginkan sejak awal oleh Kepala Daerah didalam visi dan misi Kepala Daerah. Sehingga koordinasi dengan pihak terkait harus selalu dijalankan dan dikomunikasikan secara intensif dengan Kepala Daerah selaku pengambil kebijakan juga SKPD baik vertikal maupun horizontal. SKPD dalam hal ini juga mengikuti apa yang tertuang didalam dokumen perencanaan yang telah dikeluarkan sebagai produk dari Bappeda sebagai institusi perencana, perlu prinsip ketelitian didalam proses perencanaan pembangunan.

Belum lagi unsur-unsur politis yang turut mempengaruhi didalam proses perencanaan dan penganggaran. Adanya tekanan politis mengakibatkan program, kegiatan dan anggaran yang akan dicanangkan mentah di tengah jalan akibat campur tangan politisi. Secara garis besar semua yang berhubungan dengan dokumen perencanaan awal berpengaruh terhadap kebijakan nasional. Dibutuhkan konsistensi dalam perencanaan pembangunan sehingga alur-alur yang ditetapkan dapat sejalan dan teratur sesuai yang tertuang didalam dokumen-dokumen perencanaan pembangunan pemerintah daerah.

Tantangan dan Peluang

Bappeda Kabupaten Lamandau selaku institusi perencana harus menyiapkan dengan matang dan cermat segala kebutuhan dokumen perencanaan pembangunan sehingga dikemudian hari apa yang menjadi produk yang dikeluarkan Bappeda dapat dipertanggung jawabkan. Hasil penyelenggaraan penelitian dan pengembangan aspek pemerintahan,

(30)

Rencana Kerja --- BAPPEDA Kabupaten Lamandau 2012

30 pembangunan, sosial politik dan potensi ekonomi daerah dapat diterapkan secara bermanfaat. Peningkatan disegala aspek pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang perencanaan pembangunan daerah, penanaman modal, litbang dan statistik. Memonitoring sarana prasarana sumber daya alam dan wilayah, apa yang menjadi kebutuhan daerah seperti sarana jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan dan sarana dasar kebutuhan masyarakat dapat dipantau agar mengejar ketertinggalan dengan daerah lain yang lebih maju sehingga segala aspek-aspek ekonomi dan pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Review terhadap rancangan awal RKPD tahun 2012 terhadap hasil analisis kebutuhan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Gambar

gambar baliho  1 Tahun  1 Tahun

Referensi

Dokumen terkait

Melihat permasalahan tersebut pemerintah Kota Semarang mengambil kebijaksanaan bahwa, masih yang tidak mendapatkan kartu Askeskin, warga bisa mendapatkan atau

melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya;.. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan

Dalam pelaksanaan PPL terdapat beberapa pendukung yang dapat memperlancar pelaksanaan PPL. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah dari dosen pembimbing,

Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan usaha- usaha yang dilakukan Cabang Muhammadiyah Tulung Klaten dalam meningkatkan

Mini museum adalah ruang display yang menggambarkan sejarah vespa terutama di Indonesia. Besar kapasitas didapat dari banyaknya jumlah vespa klasik dalam kurun

Menurut Madiasmo (2011: 235), ketentuan dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan Pasal 23 mengatur pemotongan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh wajib pajak

Produk bahan aja yang digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman konsep, aplikasi teknologi, serta mencapai hasil yang optimal dalam proses

Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu 90 % responden menggunakan saga sebagai obat sariawan, 57,5 % responden yang cara penggunaannya daun saga yang baru