• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. LANDASAN TEORI. Universitas Kristen Petra"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

2. LANDASAN TEORI

2.1 Istilah – istilah

Dalam industri bidang perhiasan terdapat istilah – istilah yang asing bagi orang awam diantaranya :

• Sprue : batang sambungan kecil dari cincin.

• Sengkaling : larutan penghilang kerak.

• Sok : alat untuk membuat diameter gelang.

• Gotri : bijih besi.

• Ilat : pelekat pada ujung atas gelang.

• Plat : penahan pada ujung bawah gelang.

• Kuncian : kuncian emas untuk gelang.

• Selep : proses pengerikan atau pembuatan bentuk yang diinginkan.

• Dies : alat penekukan sisi – sisi plat untuk menjadi gelang.

• Kowi : tempat untuk melebur emas, jika menggunakan kompresor.

• Crucible : tempat untuk melebur emas, jika mempergunakan mesin lebur.

• Stopper : benda penahan emas sewaktu dicor.

• Tepos : bentuk gelang yang rata.

• Flask : tabung tepung untuk dicor.

• Vakum : keadaan dimana tidak boleh ada udara.

• Zingen : tempat mencetak emas

Selain itu dalam memproduksi cincin atau gelang, terdapat kadar emas yang beragam tergantung dari pesanan, semakin kadar emas tersebut tinggi semakin lunak maka dari itu jika emas kadar tinggi perlu dilanjutkan ke proses penggederan untuk mendapatkan perlakuan keras. Untuk mengetahui emas tersebut mempunyai kadar jenis berapa, maka dapat diketahui dengan memakai alat khusus atau dengan menimbang berat jenisnya, di U.D ‘X’ tidak menggunakan alat pengukur kadar emas.

(2)

Untuk mengetahui bagaimana cincin yang bagus dapat dilihat apakah cincin tersebut keropos atau tidak dan juga dapat dipergunakan kaca pembesar dengan melihat apakah cincinnya kasar atau tidak, sedangkan untuk gelang yang bagus dapat dilihat dari bentuk ovalnya apakah simetris atau tidak dan tidak boleh tepos.

2.2 Teori Dasar

2.2.1 Diagram Fishbone (sebab-akibat)

Diagram sebab akibat adalah gambar pengubahan dari garis dan simbol yang didesain untuk mewakili huibungan yang bermakna antara akibat dan penyebabnya. Dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada tahun 1943 dan terkadang dikenal dengan diagram Ishikawa.

Diagram sebab akibat adalah suatu pendekatan terstruktur yang memungkinkan analisis yang lebih terperinci untuk menemukan penyebab – penyebab suatu masalah, ketidak sesuaian dan kesenjangan yang ada. Diagram sebab-akibat ini dapat digunakan apabila pertemuan diskusi dengan menggunakan brainstroming untuk mengidentifikasi mengapa suatu masalah terjadi, diperlukan analisis lebih terperinci dari suatu masalah dan terdapat kesulitan untuk memisahkan penyebab dari akibat.

Langkah – langkah dalam membuat dia gram sebab-akibat adalah sebagai berikut :

• Mencari kesepakatan tentang masalah yang terjadi dan ungkapkan masalah itu sebagai suatu pertanyaan masalah (problem question).

• Bangkitkan sekumpulan penyebab yang mungkin dengan menggunakan teknik brainstroming atau membentuk anggota tim yang memiliki ide – ide yang berkaitan dengan masalah yang sering dihadapi.

• Gambarkan dia gram dengan pertanyaan masalah ditempatkan pada sisi kanan (membentuk kepala ikan) dan kategori utama seperti material, metode, manusia, mesin, pengukuran dan lingkungan ditempatkan pada cabang utama (membentuk tulang – tulang besar ikan). Kategori utama ini dapat diubah sesuai kebutuhan.

(3)

• Tetapkan setiap penyebab dalam kategori utama yang sesuai dengan menempatkan pada cabang yang sesuai.

• Setiap penyebab yang mungkin, tanyakan “mengapa?” Untuk menemukan akar penyebab, kemudian daftarkan akar – akar penyebab itu pada cabang – cabang yang sesuai dengan kategori utama (membentuk tulang – tulang kecil dari ikan).

• Interpretasi diagram sebab-akibat itu dengan melihat penyebab – penyebab yang muncul secara berulang, kemudian cari kesepakatan melalui konsensus tentang penyebab itu. Fokuskan perhatian pada penyebab yang dipilih melalui konsensus itu.

• Terapkan hasil analisis dengan menggunakan diagram sebab-akibat itu, dengan cara mengembangkan dan mengimplementasikan tindakan korektif, serta memonitor hasil – hasil untuk menjamin bahwa tindakan korektif yang dilakukan itu efektif karena telah menghilangkan akar penyebab dari masalah yang dihadapi.

Diagram sebab akibat telah mendekati aplikasi yang tidak terbatas dalam penelitian, manufakturing, pemasaran, kantor pengoperasian dan sebagainya.

Gbr 2.1 Diagram Sebab Akibat

(4)

2.2.2 Diagram Pareto

Diagram pareto adalah dia gram balok yang digunakan untuk menunjukkan prioritas dari beberapa masalah atau unsur – unsur mulai dari besar ke yang kecil, dari kiri ke kanan. Susunan tersebut membantu kita untuk menentukan pentingnya atau prioritas kategori kejadian – kejadian atau sebab – sebab kejadian yang di kaji. Dia gram pareto tersebut membantu menemukan kecacatan dengan persentase terbesar. Adapun kegunaan dari dia gram pareto adalah :

• Menunjukkan prioritas sebab – sebab kejadian atau persoalan yang perlu ditangani. Diagram pareto dapat membantu kita untuk memusatkan perhatian pada persoalan utama yang harus ditangani dalam upaya perbaikan.

• Menunjukkan hasil upaya perbaikan. Pengukuran ulang dan pembuatan diagram pareto baru dapat diadakan setelah dilakukan tindakan korektif berdasarkan prioritas. Tindakan korektif ada efeknya apabila terdapat perubahan dalam dia gram pareto baru tersebut.

• Menyusun data menjadi informasi yang berguna. Sejumlah data yang besar dapat disaring menjadi informasi yang signifikan melalui dia gram pareto.

Diagram pareto dapat digunakan pada semua tahap PDCA cycle.

Langkah – langkah yang dilakukan dalam membuat diagram pareto adalah sebagai berikut :

• Membuat klasifikasi data yang digunakan, misal berdasarkan masalah penyebabnya, tipe ketidak sesuaian (non conforming) dan lain – lain.

• Menentukan periode waktu yang dievaluasi. Periode waktu untuk diagram lain yang berhubungan haruslah sama untuk memungkinkan perbandingan (menggunakan checksheet)

• Menentukan frekuensi untuk berbagai kategori. Ringkas data dan urutkan kategori – kategori dari yang terbesar ke yang terkecil.

• Menghitung persentase frekuensi untuk setiap kategori dan frekuensi kumulatifnya.

• Menggambar diagram dan menemukan masalah utama.

(5)

G.b 2.2 Diagram Pareto

2.2.3 Peta Kerja

Peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (biasanya kerja produksi). Lewat peta – peta ini kita bisa melihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik (berbentuk bahan baku); kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya, seperti : transportasi, operasi mesin, pemeriksaan dan perakitan; sampai akhirnya menjadi produk jadi, baik produk lengkap atau merupakan bagian dari suatu produk lengkap atau merupakan bagian dari suatu produk lengkap.

Apabila kita melakukan studi yang seksama terhadap suatu peta kerja, maka pekerjaan kita dalam usaha memperbaiki metoda kerja dari suatu proses produksi akan lebih mudah dilaksanakan. Perbaikan yang mungkin dilakukan, antara lain : kita bisa menghilangkan operasi – operasi yang tidak perlu, menggabungkan suatu operasi dengan operasi lainnya, menemukan suatu ururt – urutan kerja atau proses produksi yang lebih baik, menentukan mesin yang lebih ekonomis, menghilangkan waktu menunggu antara operasi dan sebagainya. Pada dasarnya semua perbaikan tersebut ditujukan untuk mengurangi biaya produksi secara keseluruhan, dengan demikian peta ini merupakan alat yang baik untuk menganalisa suatu pekerjaan sehingga mempermudah dalam perencanaan perbaikan kerja.

(6)

Menurut catatan sejarah, peta – peta kerja yang ada sekarang ini dikembangkan oleh Gilberth. Pada saat itu, untuk membuat suatu peta kerja, Gilberth mengusulkan 40 buah lambang yang bisa dipakai. Kemudian pada tahun berikutnya jumlah lambang – lambang tersebut disederhanakan, sehingga hanya tinggal 4 macam. Penyederhanaan ini memudahkan pembuatan suatu peta kerja, disamping setiap notasi mempunyai flexibilitas yang tinggi karena setiap lambang mempunyai kandungan arti yang sangat luas. Pada tahun 1947, American Siciety of Mechanical Engineers (ASME) membuat lambang – lambang yang terdiri dari 5 macam. Lambang – lambang ini merupakan modifikasi dari lambang yang digunakan oleh Gilberth. Lambang – lambang tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

OPERASI

Suatu kegiatan operasi terjadi apabila benda kerja mengalami perubahan sifat, baik fisik maupun kimiawi, mengambil informasi maupun memberikan informasi pada suatu keadaan juga termasuk operasi.

Operasi merupakan kegiatan yang paling banyak terjadi dalam suatu proses. Dan biasanya terjadi pada suatu mesin atau stasiun kerja, contohnya :

• pekerjaan menyerut kayu dengan mesin serut.

• pekerjaan mengeraskan logam.

• pekerjaan merakit.

Dalam prakteknya, lambang ini juga bisa digunakan untuk menyatakan aktivitas administrasi, misalnya : aktivitas perencanaan atau perhitungan.

PEMERIKSAAN

Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun kuantitas. Lambang ini digunakan jika kita melakukan pemeriksaan terhadap suatu obyek atau membandingkan obyek tertentu dengan suatu standar.

(7)

Suatu pemeriksaan tidak menjuruskan bahan ke arah menjadi suatu barang jadi, contohnya :

• mengukur dimensi benda.

• memeriksa warna benda.

• membaca alat ukur tekanan uap pada suatu mesin uap.

TRANSPORTASI

Suatu kegiatan transportasi terjadi apabila benda kerja , pekerja atau perlengkapan mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu operasi, contohnya :

• benda kerja diangkut dari mesin bubut ke tempat mesin skrap untuk mengalami operasi berikutnya.

• suatu obyek dipindahkan dari lantai bawah ke lantai atas lewat elevator.

D

MENUNGGU

Proses menunggu terjadi apabila benda kerja, pekerja atau perlengkapan tidak mengalami kegiatan apa – apa selain menunggu (biasanya sebentar).

Kejadian ini menunujukkan bahwa suatu obyek ditinggalkan untuk sementara tanpa pencatatan sampai diperlukan kembali , contohnya :

• obyek menunggu untuk diproses atau diperiksa.

• peti menunggu untuk dibongkar.

• bahan menunggu untuk diangkut ke tempat lain.

PENYIMPANAN

Proses penyimpanan terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama. Jika benda kerja tersebut diambiil kembali, biasanya

(8)

Lambang ini digunakan untuk menyatakan suatu obyek yang mengalami penyimpanan permanen, yaitu ditahan atau dilindungi terhadap pengeluaran tanpa izin tertentu. Prosedur perizinan dan lamanya waktu adalah dua hal yang membedakan antara kegiatan menunggu dan penyimpanan, contohnya :

• dokumen – dokumen atau catatan – catatan disimpan dalam brankas.

• bahan baku disimpan dalam gudang.

Selain kelima lambang standar di atas, kita bisa menggunakan lambang lain apabila merasa perlu untuk mencatat suatu aktivitas yang memang terjadi selama proses berlangsung dan tidak terungkapkan oleh lambang – lambang tadi.

Lambang tersebut adalah:

AKTIVITAS GABUNGAN

Kegiatan ini terjadi apabila antara aktivitas operasi dan pemeriksaan dilakukan bersamaan atau dilakukan pada suatu tempat kerja.

Gambar

Diagram sebab akibat telah mendekati aplikasi yang tidak terbatas dalam  penelitian, manufakturing, pemasaran, kantor pengoperasian dan sebagainya

Referensi

Dokumen terkait

Mekanisme penyisihan organik ini terjadi dengan proses biologis pada lapisan mikroorganisma (biofilm) yang melekat pada dinding media biofiltrasi 11). Saat awal

Dengan dibentuknya Kecamatan Dukuh Pakis dan Kecamatan Wiyung, maka wilayah Kecamatan Karangpilang dikurangi dengan wilayah Kecamatan Dukuh Pakis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan meningkatkan pengetahuan anak didik anak didik khususnya khususnya siswa siswa kelas enam kelas enam dan dan kelas lima MI

Sumber dana pada Rumah Zakat Cabang Semarang menurut Bethi Arie Puspitarini tidak hanya berasal dari muzaki (pemberi zakat) saja, tetapi juga dari uang

Untuk itu dilakukan penelitian tentang pengaruh pembelajaran kooperatif think pair share terhadap hasil belajar matematika pada siswa tunanetra yang memungkinkan

Perluasan luang pemasaran kepada pesawah melalui pewujudan 36 Pusat Belian Padi (PBP) supaya pesawah dapat menjual hasil padi secara terus kepada PBP tanpa melalui

Hasil estimasi parameter variabel jumlah anggota rumahtangga dan pendapatan juga sejalan dengan dugaan, yaitu kedua variabel tersebut berpengaruh positif dengan

Apabila kekurangan pertambahan bobot larva tersebut dibandingkan dengan pertambahan bobot larva yang dikultur pada medium dengan serum domba waktu vaksinasi, maka akan