BAHASA INDONESIA SMP
1. Cermati teks berikut!
Pada masa sekarang, keinginan untuk kembali menjadi bangsa bahari kembali menguat. Pemerintah mengajak rakyat untuk kembali menghidupkan budaya bahari.
Pemerintah mendorong rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan dari laut.
Kapal-kapal pencuri ikan dari negara asing ditangkap. Kapal-kapal tersebut tak hanya ditangkap, tetapi juga diledakkan guna memastikan agar tidak bisa dipakai lagi untuk menguras kekayaan laut Indonesia. Menurut menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti, hampir 200 kapal asing pencuri ikan di wilayah lautan Indonesia sudah diledakkan dan ditenggelamkan.
Pernyataan yang sesuai dengan isi teks tersebut adalah ....
A. Bangsa Indonesia menjadi bangsa bahari yang kuat dari nenek moyang kita dahulu sampai sekarang.
B. Pemerintah mengajak rakyat untuk hidaup dari bahari saja.
C. Kapal-kapal pencuri ikan Indonesia sering ditangkap dan ditenggelamkan di luar negeri.
D. Kapal-kapal asing pencuri ikan yang masuk di wilayah peairan Indonesia ditangkap dan ditenggelamkan.
2. Cermati teks berikut !
Produk makanan Indonesia terkadang ditolak untuk masuk ke UE (Uni Eropa) karena tidak memenuhi berbagai ketentuan. Ketentuan tersebut bukan hanya menyangkut higienitas dalam pengolahan produk itu sendiri, melainkan juga ketentuan mengenai bahan makanan yang dipergunakan. Produk yang diekspor tidak boleh mengandung bahan yang berbahaya ataupun diproduksi dengan merusak lingkungan. Banyak produsen Indonesia yang mengalami kesulitan dalam memastikan bahwa bahan yang mereka gunakan harus diproses sesuai dengan aturan perlindungan kesehatan atau lingkungan.
Ide pokok teks tersebut adalah ....
A. Higienitas produk makanan olahan B. Ditolaknya produk makanan Indonesia C. Ketentuan mengenai bahan makanan D. Proses memproduksi makanan
3. Cermati paragraf berikut !
Teknologi peningkatan batu bara kalori rendah penting dikembangkan. Sekitar 60 persen cadangan batu bara Indonesia atau sekitar 36 miliar berkalori rendah. Produksi batu bara Indonesia saat ini sekitar 170 juta ton per tahun. Apabila hanya bertumpu pada batu bara kalori tinggi, produksi bisa bertahan untuk 150 tahun. Kalau ditanbah batu bara kalori rendah, bisa diperpanjang untuk 200 tahun – 300 tahun.
Ide pokok paragraf tersebut adalah….
A. Cadangan batu bara kalori rendah di Indonesia B. Produksi batu bara kalori rendah di Indonesia C. Pentingnya peningkatan batu bara kalori rendah D. Kurun waktu produksi batu bara kalori tinggi
4. Perhatikan paragraf berikut!
Jika negara kita hanya menjadi pemasok hasil eksploitasi sumber daya alam atau negara miskin sumber daya manusia.Kita akan tertinggal dalam berbagai hal. Suatu saat sda akan menipis jika terus-menerus dieksploitasi tanpa adanya konservasi. Oleh karena itu, untuk menjadi bangsa yang maju tidak ada pilihan, kecuali meningkatkan mutu sumber daya manusia.
Jenis penalaran paragraf tersebut adalah ...
A. induktif B. deduktif
C. deduktif-induktif D. induktif-deduktif
5. Cermati grafik berikut!
Maksud grafik di atas adalah ....
A. Filipina dan Vietnam seimbang dalam tingkat kematian ibu.
B. Negara dengan tingkat kematin ibu paling rendah adalah Thailand.
C. Filipina menduduki peringkat ketiga dalam tingkat kematian ibu.
D. Negara dengan tingkat kematian ibu tertinggi di negara Asia adalah Indonesia.
6. Cermati kalimat berikut!
Sejak tahun lalu, pada virus zika dibawa nyamuk Aedes aegypty itu sudah menyebar ke-30 lokasi di Amerika Latin dan Karibia.
Kalimat tersebut rancu karena tidak memiliki ....
A. keterangan B. predikat C. subjek D. objek
7. Yang termasuk kalimat tidak logis adalah ...
A. Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki.
B. Saya mengajarkan mata kuliah jurnalistik online di kampus.
C. Kepada Bapak Asep kami persilakan.
D. Lulusan kampus kami berkualitas dan siap bekerja.
8. Perhatikan paragraf berikut !
(1) Jumlah penduduk menentukan cepat atau lambannya perubahan sosial yang terjadi. (2) Semakin banyak jumlah penduduk maka akan semakin kompleks. (3) Kompleksitas inilah yang mengakibatkan cepatnya perubahan sosial yang terjadi. (4) Namun sebaliknya, perubahan
sosial yang disebabkan oleh karena sedikitnya jumlah penduduk terjadi karena upaya pengisian kekosongan jumlah penduduk dan ditandai dengan konfersi lahan terbuka menjadi lahan terbangun dan perubahan sektor primer menjadi sektor sekunder ataupun sektor tersier. (5) hal ini menunjukkan adanya perubahan sosial pada pola aktifitas manusia.
Kemubaziran terjadi pada paragraf tersebut ditandai dengan nomor ...
(A) 1 (B) 2 (C) 3 (D) 4
9. Menurut cerita Ibu Ani itu pandai sekali.
Jika yang dimaksud pandai adalah Ani.
Kalimat yang benar adalah ....
A. Menurut cerita, Ibu Ani itu pandai sekali.
B. Menurut cerita Ibu, Ani itu pandai sekali.
C. Menurut cerita Ibu Ani itu, pandai sekali.
D. Menurut, cerita Ibu Ani, itu pandai sekali.
10. ... Venny ... Venna tidak pernah bersatu meskipun keduanya bersaudara kembar.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ....
A. Baik, atau
B. Walaupun, maupun C. Tidak hanya, bahkan D. Baik, maupun
11. Pertandingan persija dan persib berakhir Seri. Hal itu membuat para pendukungnya Kecewa.
Para pendukung menginginkan idolanya menjadi pemenang Dalam pertandingan tersebut.
Perbaikan penggunaan huruf kapital pada paragraf tersebut adalah....
A. Persija, Persib, Hal, Kecewa, Dalam B. Persija, seri, kecewa, para, dalam C. Persib, Seri, Kecewa, Hal, Dalam D. Persija, Persib, seri, kecewa, dalam
12. Cermati paragraf berikut !
Setelah ayah dan ibunya mengumumkan perpisahannya kepada Azriel dan adiknya. Hubungan keluarga mereka tidak lagi harmonis, serbakaku dan serbakikuk. Kuliah pasca sarjana Azriel terancam putus di tengah jalan, hal ini dikarenakan kondisi mental Azriel mulai menurun.
Permasalahan keluarganya membuatnya harus memupus impiannya untuk mengikuti acara purnawidya yang akan digelar pada bulan Desember. Beruntung bagi Azriel, Keadaan ini tidak berlangsung lama, Azriel mampu bangkit dari keterpurukannya. Meskipun terlambat mengikuti purnawidya, Azriel akhirnya berhasil mengenakan toga dan menjadi lulusan terbaik di kampusnya…
Penulisan gabungan kata yang benar kecuali adalah…
A. Purnawidya B. Serbakikuk C. Serbakaku D. Pasca-sarjana
13. Penggunaan tanda baca yang tepat terdapat pada kalimat … A. Pendaftaran mahasiswa gelombang I dibuka 1-10 Mei 2016 B. 1. Pendahualuan
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan
C. Saya ingin datang, tetapi kepala saya pusing.
D. Yulianto, Bambang. 2008. Aspek Kebahasaan dan Pembelajarannya. Surabaya. Unesa University Press
14. Penggunaan unsur serapan yang tepat terdapat dalam kalimat ....
A. Ia berangkat pagi-pagi dengan mengendarai taxi.
B. Frekuensi pemakaian kata serapan semakin banyak C. Kontruksi bangunan itu sangat kokoh.
D. Kampus ini merupakan central kegiatan kemahasiswaan seluruh perguruan tinggi.
15. Cermati paragraf berikut!
Yogyakarta telah merealisasi program yang disebut Sego Segawe (Sepedha kanggo Sekolah lan nyambut gawe ‘Sepeda Untuk Sekolah dan Bekerja’).Caranya dengan membuat beberapa jalur-jalur dan fasilitas khusus untuk pengguna sepeda. Jalurjalur ini direncanakan akan semakin diperbanyak ke beberapa daerah lain terutama kota-kota besar untuk mengurangi polusi.
Makna istilah merealisasi pada paragraf tersebut adalah ...
(A) mengenalkan (B) menanamkan (C) mewujudkan (D) menanamkan
16. Bacalah paragraf dengan cermat
(1) Ibu sakit sudah hampir satu bulan, (2) anak pertamanya pulang dari Jakarta.(3) seluruh anggota berkumpul. (4) Tuti, si bungsu pergi ke apotik membeli obat (5) ibunya harus mengkonsumsi obat setiap hari.
Kalimat yang menggunakan kata tidak baku pada paragraf di atas adalah….
(A) (1) dan (2) (B) (1) dan (3) (C) (2) dan (5) (D) (4) dan (5)
17. Lowongan
Dibutuhkan wanita, usia 20 – 25 thn, min. SMA/SMK, bisa komputer, komunikatif dan enejik untuk resepsionis. Lamaran dikirim ke Jalan kartini II nomor 19 (Ruko) Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kompas, 1 Mei 2016
Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan yang tepat berdasarkan iklan tersebut adalah....
A. Sehubungan dengan iklan lowongan pekerjaan pada harian Kompas, 1 Mei 2016 dengan ini saya mengajukan lamaran pekerjaan di perusahaan Bapak/Ibu.
B. Sehubungan dengan iklan lowongan pekerjaan pada harian Kompas, kami mengajukan lamaran pekerjaan agar dapatnya diterima di lowongan tersebut.
C. Berdasarkan dengan iklan lowongan pekerjaan pada harian Kompas, saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai resepsionis di perusahaan Anda.
D. Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan pada harian Kompas, 1 Mei 2016, dengan ini saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai resepsionis yang dimaksud.
18. Topik karya tulis: Proses adopsi inovasi san Strategi Pengembangan Sistem Gilir Giring oleh Petani Kacang Tanah Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri
Rumusan masalah yang sesuai dengan topik tersebut adalah ….
A. Apakah inovasi petani kacang tanah dapat meningkatkan panen di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri?
B. Bagaimanakah proses adopsi inovasi petani kacang tanah terhadap sistem gilir giring di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri?
C. Bagaimana perkembangan pertanian kacang tanah di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri?
D. Siapakah yang mengembangkan pertanian kacang tanah di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri?
19. Di bawah ini penulisan kutipan langsung yang benar adalah ...
A. Menurut Ibnu (2002 : 19) berpendapat “Bahan rujukan yang dimasukkan dalam daftar rujukan hanya yang benar-benar dirujuk dalam tubuh artikel dan sebaliknya semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan “.
B. Menurut Ibnu bahwa bahan rujukan yang dimasukan dalam daftar rujukan harus benar- benar dirujuk dalam tubuh artikel dan sebaliknya semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan.
C. Ibnu berkata bahwa : Bahwa bahan rujukan yang dimasukan ke dalam daftar rujukan haruslah benar-benar dirujuk dalam tubuh artikel dan sebaliknya semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan.
D. Menurut Ibnu berpendapat bahawa ( Bahan rujukan yang dimasukan dalam daftar rujukan hanya yang benar-benar dirujuk dalam tubuh artikel dan sebaliknya semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan)
20. Penulisan Judul Laporan ilmiah yang benar adalah ...
A. Laporan Kunjungan ke P.T Sari Alam B. Laporan Kunjungan ke P.T Sari Alam C. Laporan Kunjungan ke PT. Sari Alam
D. Laporan Kunjungan ke PT Sari Alam
21. Bacalah kutipan fabel berikut!
Matahari mulai tenggelam, anak katak yang nakal itu tidak juga pulang. Ibu katak sangat khawatir. Ia kemudian mencari anak katak. Ternyata anak katak masih asyik bermain dengan teman-temannya. Ibu katak mengajak anaknya pulang. Dengan berat hati, katak menyudahi dan mengikuti ibunya pulang.
Kata ‘matahari yang mulai tenggelam” tersebut mengandung makna ….
A. Hari hampir sore B. Hari hampir pagi C. Hari hampir malam D. Hari hampir siang
22. Bacalah kutipan cerpen berikut!
Aku bersyukur kepada Tuhan karena dia telah berubah. Aku pun memaafkannya, meskipun sampai saat ini aku belum bertemu dia lagi. Aku berharap suatu hari nanti kami akan menjalin persahabatan lagi.
Penggalan cerpen di atas merupakan bagian ….
A. Krisis B. Resolusi C. Orientasi D. Komplikasi
23. Perhatikan kutipan pantun berikut!
Pergi ke pasar beli talas Sebelum makan rebus dulu [...] (1)
[...] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
A. Kalau Anda ingin pandai (1) Rajin-rajinlah belajar (2) B. Kalau Anda sudah cerdas (1) Berdoalah sebelum belajar (2) C. Kalau Anda ingin cerdas (1) Siang malam baca buku (2) D. Kalau memang ingin pandai (1) Ingat waktu baca buku (2)
24. Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca, hal tersebut termasuk majas..
A. Ironi B. Metafora C. Hiperbola
D. Personifikasi
25. Bacalah puisi dibawah ini!
Memang salahku.
Buaya darat kepercayai.
Memang tak bisa dipungkiri melati kini telah ternodai.
Memang salahku.
Kepercayai bonglon itu.
Dan tak kusangka dia berpindah warna.
Jenis majas yang ada dalam puisi diatas adalah…..
A. Majas repetisi.
B. Majas metafora.
C. Majas simile.
D. Majas simbolik.
26. Perjalanan hidup manusia seperti roda yang berputar, kadang-kadang berada di atas untuk merasakan kenikmatan, tetapi kadang-kadang di bawah merasakah kesusahan dan hinaan.
Kalimat tersebut merupakan majas….
a. Alegori b. Metafora c. Metonimia
d. Sinekdoke pars prototo
27. Berjalan di tanah landai Berjalan pelan hingga ke hutan
Rajin belajar menjadi pandai Sebagai bekal di masa depan
Pesan yang terkandung dalam pantun tersebut adalah...
A. Kita harus rajin belajar supaya pandai dan bisa menggapai cita-cita.
B. Supaya hidup mapan dan berkecukupan harta, kita harus bekerja keras.
C. Kita harus hidup mapan supaya tidak menyusahkan orang lain.
D. Kita harus rajin belajar supaya hidup kita berkecukupan harta.
28. Lebah Berhati Mulia
(1) Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong…, tolong…!”
(2) Untunglah saat itu ada seekor lebah yang terbang melintas. Kemudian, lebah
menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si lebah mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Kutipan teks cerita bernomor (1) tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian……
a. Orientasi b. Komplikasi c. Resolusi d. koda
29. Lebah Berhati Mulia
(1) Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong…, tolong…!”
(2) Untunglah saat itu ada seekor lebah yang terbang melintas. Kemudian, lebah
menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si lebah mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Kutipan teks cerita bernomor (2) tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian……
a. Orientasi b. Komplikasi c. Resolusi d. koda
30. Hadirin yang terhormat,
Perlakuan orang tua terhadap anaknya perempuan dan laki-laki tidaklah sama.
Anak gadis dididik sebagai persiapan berumah tangga, sedang anak laki-laki dikirim ke
sekolah sebagai persiapan memperoleh suatu profesi. Sesudah gadis-gadis diizinkan
masuk sekolah, mereka diarahkan untuk mengambil jurusan kerumah-tanggaan atau
mengurus anak-anak. Ternyata pemilihan jurusan atau mata pelajaran yang dianut
merupakan cermin pandangan tradisional mengenai peranan wanita dan kaum laki-
laki. Dengan demikian bidang-bidang pelajaran itu terbagi, sebagian khusus untuk pria
dan sebagian lainnya untuk wanita. Pada zaman Renaissance (abad XVI) Eramus
mengarang buku pegangan mengenai sopan-santun untuk sekolah-sekolah anak laki-
laki. Ini berarti bahwa yang perlu megetahui sopan-santun, baik mengenai sikap
tingkah laku, tata cara di meja makan, maupun berbicara, hanyalah anak laki-laki
(Elias, 1982). Sopan-santun dipakai sebagai bekal bergaul atau berkomunikasi, apabila mereka di kemudian hari terjun dalam masyarakat memegang suatu profesi.
Orang tua, termasuk kaum ibu yang pada umumnya menerima keunggulan pria sebagai sesuatu yang wajar, secara tidak terasa telah menanamkan sifat superioritas pria kepada anak-anaknya sejak usia dini. Hal itu tercermin pada ungkapan atau pepatah antara lain sebagai berikut: “Anak laki-laki tidak boleh menangis”. “Berbuatlah seperti anak laki-laki”. “Ia anak laki-laki yang sesungguhnya”.
Ungkapan terakhir itu biasanya disampaikan oleh seorang ayah yang menilai bahwa anaknya memenuhi standar sifat anak laki-laki (Bowman, 1954). Dalam bahasa Jawa terdapat ungkapan: mikul dhuwur, mendhem jero ( = memikul tinggi, menanam dalam), diperuntukkan bagi anak laki-laki yang maksudnya anak laki-laki dapat mengangkat derajat orang tuanya. Sebaliknya anak perempuan disebut satru mungging cangklakan ( = seteru pada ketiak), artinya anak perempuan merupakan beban berat bagi orang tuanya. Contoh lain, anak perempuan boleh bermain seperti anak laki-laki, misalnya memanjat pohon, tetapi hanya sampai waktu yang terbatas, selanjutnya ia tidak diizinkan lagi. Anak perempuan diizinkan berpakaian seperti anak laki-laki, sehingga seakan-akan tercipta mode uniseks, sedang anak laki-laki tidak diperkenankan memakai pakaian perempuan. Seandainya ada yang melakukan, maka hal itu dinilai tidak normal. Perlakuan itu mengandung arti bahwa yang berstatus inferior boleh mengikuti yang superior, sebaliknya yang kedudukannya superior dilarang mengikuti yang inferior.
Referensi:
Soeratman, Darsiti. 1991. “Wanita Indonesia: Lampau, Kini dan Mendatang”.
Pidato Ilmiah Disajikan dalam Rangka Acara Pembukaan Kuliah Program Pasca Sarjana Semester 1 Tahun Akademik 1991/1992 Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta. 2 September 1991.
Gagasan utama paragraf ke-2 teks tersebut adalah ....
A. Ungkapan terakhir itu biasanya disampaikan oleh seorang ayah yang menilai bahwa anaknya memenuhi standar sifat anak laki-laki (Bowman, 1954).
B. Perlakuan itu mengandung arti bahwa yang berstatus inferior boleh mengikuti yang superior, sebaliknya yang kedudukannya superior dilarang mengikuti yang inferior.
C. Hal itu tercermin pada ungkapan atau pepatah antara lain sebagai berikut:
“Anak laki-laki tidak boleh menangis”. “Berbuatlah seperti anak laki-laki”. “Ia anak laki-laki yang sesungguhnya”.Hal itu tercermin pada ungkapan atau pepatah antara lain sebagai berikut: “Anak laki-laki tidak boleh menangis”.
“Berbuatlah seperti anak laki-laki”. “Ia anak laki-laki yang sesungguhnya”.
D. Orang tua, termasuk kaum ibu yang pada umumnya menerima keunggulan pria sebagai sesuatu yang wajar, secara tidak terasa telah menanamkan sifat superioritas pria kepada anak-anaknya sejak usia dini
31. Hadirin yang terhormat,
Perlakuan orang tua terhadap anaknya perempuan dan laki-laki tidaklah sama.
Anak gadis dididik sebagai persiapan berumah tangga, sedang anak laki-laki dikirim ke
sekolah sebagai persiapan memperoleh suatu profesi. Sesudah gadis-gadis diizinkan
masuk sekolah, mereka diarahkan untuk mengambil jurusan kerumah-tanggaan atau mengurus anak-anak. Ternyata pemilihan jurusan atau mata pelajaran yang dianut merupakan cermin pandangan tradisional mengenai peranan wanita dan kaum laki- laki. Dengan demikian bidang-bidang pelajaran itu terbagi, sebagian khusus untuk pria dan sebagian lainnya untuk wanita. Pada zaman Renaissance (abad XVI) Eramus mengarang buku pegangan mengenai sopan-santun untuk sekolah-sekolah anak laki- laki. Ini berarti bahwa yang perlu megetahui sopan-santun, baik mengenai sikap tingkah laku, tata cara di meja makan, maupun berbicara, hanyalah anak laki-laki (Elias, 1982). Sopan-santun dipakai sebagai bekal bergaul atau berkomunikasi, apabila mereka di kemudian hari terjun dalam masyarakat memegang suatu profesi.
Orang tua, termasuk kaum ibu yang pada umumnya menerima keunggulan pria sebagai sesuatu yang wajar, secara tidak terasa telah menanamkan sifat superioritas pria kepada anak-anaknya sejak usia dini. Hal itu tercermin pada ungkapan atau pepatah antara lain sebagai berikut: “Anak laki-laki tidak boleh menangis”. “Berbuatlah seperti anak laki-laki”. “Ia anak laki-laki yang sesungguhnya”.
Ungkapan terakhir itu biasanya disampaikan oleh seorang ayah yang menilai bahwa anaknya memenuhi standar sifat anak laki-laki (Bowman, 1954). Dalam bahasa Jawa terdapat ungkapan: mikul dhuwur, mendhem jero ( = memikul tinggi, menanam dalam), diperuntukkan bagi anak laki-laki yang maksudnya anak laki-laki dapat mengangkat derajat orang tuanya. Sebaliknya anak perempuan disebut satru mungging cangklakan ( = seteru pada ketiak), artinya anak perempuan merupakan beban berat bagi orang tuanya. Contoh lain, anak perempuan boleh bermain seperti anak laki-laki, misalnya memanjat pohon, tetapi hanya sampai waktu yang terbatas, selanjutnya ia tidak diizinkan lagi. Anak perempuan diizinkan berpakaian seperti anak laki-laki, sehingga seakan-akan tercipta mode uniseks, sedang anak laki-laki tidak diperkenankan memakai pakaian perempuan. Seandainya ada yang melakukan, maka hal itu dinilai tidak normal. Perlakuan itu mengandung arti bahwa yang berstatus inferior boleh mengikuti yang superior, sebaliknya yang kedudukannya superior dilarang mengikuti yang inferior.
Referensi:
Soeratman, Darsiti. 1991. “Wanita Indonesia: Lampau, Kini dan Mendatang”.
Pidato Ilmiah Disajikan dalam Rangka Acara Pembukaan Kuliah Program Pasca Sarjana Semester 1 Tahun Akademik 1991/1992 Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta. 2 September 1991.
Nilai sosial yang terdapat pada teks tersebut adalah ....
A. Adanya anggapan keunggulan pria merupakan suatu hal yang wajar
menyebabkan orang tua memperlakukan anaknya laki-laki dan perempuan secara berbeda.
B. Dalam bahasa Jawa terdapat ungkapan: mikul dhuwur, mendhem jero ( = memikul tinggi, menanam dalam), diperuntukkan bagi anak laki-laki yang maksudnya anak laki-laki dapat mengangkat derajat orang tuanya.
C. Anak perempuan disekolahkan untuk persiapan menjadi ibu rumah tangga, sedangkan anak laki-laki disekolahkan untuk persiapan dalam dunia pekerjaan.
D. Ungkapan “Anak laki-laki tidak boleh menangis” sering diucapkan ayah kepada
anaknya yang dianggap untuk memenuhi standar laki-laki.
32. Hadirin yang terhormat,
Perlakuan orang tua terhadap anaknya perempuan dan laki-laki tidaklah sama.
Anak gadis dididik sebagai persiapan berumah tangga, sedang anak laki-laki dikirim ke sekolah sebagai persiapan memperoleh suatu profesi. Sesudah gadis-gadis diizinkan masuk sekolah, mereka diarahkan untuk mengambil jurusan kerumah-tanggaan atau mengurus anak-anak. Ternyata pemilihan jurusan atau mata pelajaran yang dianut merupakan cermin pandangan tradisional mengenai peranan wanita dan kaum laki- laki. Dengan demikian bidang-bidang pelajaran itu terbagi, sebagian khusus untuk pria dan sebagian lainnya untuk wanita. Pada zaman Renaissance (abad XVI) Eramus mengarang buku pegangan mengenai sopan-santun untuk sekolah-sekolah anak laki- laki. Ini berarti bahwa yang perlu megetahui sopan-santun, baik mengenai sikap tingkah laku, tata cara di meja makan, maupun berbicara, hanyalah anak laki-laki (Elias, 1982). Sopan-santun dipakai sebagai bekal bergaul atau berkomunikasi, apabila mereka di kemudian hari terjun dalam masyarakat memegang suatu profesi.
Orang tua, termasuk kaum ibu yang pada umumnya menerima keunggulan pria sebagai sesuatu yang wajar, secara tidak terasa telah menanamkan sifat superioritas pria kepada anak-anaknya sejak usia dini. Hal itu tercermin pada ungkapan atau pepatah antara lain sebagai berikut: “Anak laki-laki tidak boleh menangis”. “Berbuatlah seperti anak laki-laki”. “Ia anak laki-laki yang sesungguhnya”.
Ungkapan terakhir itu biasanya disampaikan oleh seorang ayah yang menilai bahwa anaknya memenuhi standar sifat anak laki-laki (Bowman, 1954). Dalam bahasa Jawa terdapat ungkapan: mikul dhuwur, mendhem jero ( = memikul tinggi, menanam dalam), diperuntukkan bagi anak laki-laki yang maksudnya anak laki-laki dapat mengangkat derajat orang tuanya. Sebaliknya anak perempuan disebut satru mungging cangklakan ( = seteru pada ketiak), artinya anak perempuan merupakan beban berat bagi orang tuanya. Contoh lain, anak perempuan boleh bermain seperti anak laki-laki, misalnya memanjat pohon, tetapi hanya sampai waktu yang terbatas, selanjutnya ia tidak diizinkan lagi. Anak perempuan diizinkan berpakaian seperti anak laki-laki, sehingga seakan-akan tercipta mode uniseks, sedang anak laki-laki tidak diperkenankan memakai pakaian perempuan. Seandainya ada yang melakukan, maka hal itu dinilai tidak normal. Perlakuan itu mengandung arti bahwa yang berstatus inferior boleh mengikuti yang superior, sebaliknya yang kedudukannya superior dilarang mengikuti yang inferior.
Referensi:
Soeratman, Darsiti. 1991. “Wanita Indonesia: Lampau, Kini dan Mendatang”.
Pidato Ilmiah Disajikan dalam Rangka Acara Pembukaan Kuliah Program Pasca Sarjana Semester 1 Tahun Akademik 1991/1992 Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta. 2 September 1991.
Kalimat utama berikut yang kemungkinan bisa digunakan untuk melanjutkan teks tersebut adalah ....
A. Dalam Sejarah Pergerakan Nasional disebutkan bahwa dalam usaha encapai
kemerdekaan negara dan bangsanya kaum wanita melakukan kerja sama
dengan kaum pria.
B. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa secara tidak sadar pusat pendidikan keluarga, dalam melakukan enkulturasi, ikut memperkuat kultur maskulin.
C. Montagu (1971) mengemukakan bahwa sifat-sifat psikologis dan sosial wanita membuktikan wanita lebih unggul daripada laki-laki.
D. Di kalangan tingkat tinggi pola kawin muda untuk anak-anak perempuan juga sering dilakukan
33. Hadirin yang terhormat,
Perlakuan orang tua terhadap anaknya perempuan dan laki-laki tidaklah sama.
Anak gadis dididik sebagai persiapan berumah tangga, sedang anak laki-laki dikirim ke sekolah sebagai persiapan memperoleh suatu profesi. Sesudah gadis-gadis diizinkan masuk sekolah, mereka diarahkan untuk mengambil jurusan kerumah-tanggaan atau mengurus anak-anak. Ternyata pemilihan jurusan atau mata pelajaran yang dianut merupakan cermin pandangan tradisional mengenai peranan wanita dan kaum laki- laki. Dengan demikian bidang-bidang pelajaran itu terbagi, sebagian khusus untuk pria dan sebagian lainnya untuk wanita. Pada zaman Renaissance (abad XVI) Eramus mengarang buku pegangan mengenai sopan-santun untuk sekolah-sekolah anak laki- laki. Ini berarti bahwa yang perlu megetahui sopan-santun, baik mengenai sikap tingkah laku, tata cara di meja makan, maupun berbicara, hanyalah anak laki-laki (Elias, 1982). Sopan-santun dipakai sebagai bekal bergaul atau berkomunikasi, apabila mereka di kemudian hari terjun dalam masyarakat memegang suatu profesi.
Orang tua, termasuk kaum ibu yang pada umumnya menerima keunggulan pria sebagai sesuatu yang wajar, secara tidak terasa telah menanamkan sifat superioritas pria kepada anak-anaknya sejak usia dini. Hal itu tercermin pada ungkapan atau pepatah antara lain sebagai berikut: “Anak laki-laki tidak boleh menangis”. “Berbuatlah seperti anak laki-laki”. “Ia anak laki-laki yang sesungguhnya”.
Ungkapan terakhir itu biasanya disampaikan oleh seorang ayah yang menilai bahwa anaknya memenuhi standar sifat anak laki-laki (Bowman, 1954). Dalam bahasa Jawa terdapat ungkapan: mikul dhuwur, mendhem jero ( = memikul tinggi, menanam dalam), diperuntukkan bagi anak laki-laki yang maksudnya anak laki-laki dapat mengangkat derajat orang tuanya. Sebaliknya anak perempuan disebut satru mungging cangklakan ( = seteru pada ketiak), artinya anak perempuan merupakan beban berat bagi orang tuanya. Contoh lain, anak perempuan boleh bermain seperti anak laki-laki, misalnya memanjat pohon, tetapi hanya sampai waktu yang terbatas, selanjutnya ia tidak diizinkan lagi. Anak perempuan diizinkan berpakaian seperti anak laki-laki, sehingga seakan-akan tercipta mode uniseks, sedang anak laki-laki tidak diperkenankan memakai pakaian perempuan. Seandainya ada yang melakukan, maka hal itu dinilai tidak normal. Perlakuan itu mengandung arti bahwa yang berstatus inferior boleh mengikuti yang superior, sebaliknya yang kedudukannya superior dilarang mengikuti yang inferior.
Referensi:
Soeratman, Darsiti. 1991. “Wanita Indonesia: Lampau, Kini dan Mendatang”.
Pidato Ilmiah Disajikan dalam Rangka Acara Pembukaan Kuliah Program Pasca Sarjana Semester 1 Tahun Akademik 1991/1992 Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta. 2 September 1991.
Pernyataan berikut sesuai dengan isi teks, kecuali ....
A. Perlakuan itu mengandung arti bahwa yang berstatus inferior boleh mengikuti yang superior, sebaliknya yang kedudukannya superior dilarang mengikuti yang inferior.
B. Anak perempuan diperbolehkan menggunakan mode pakaian anak laki-laki – seakan menciptakan mode uniseks – , sedangkan anak laki-laki tidak
diperbolehkan menggunakan pakaian perempuan karena dianggap tidak keren.
C. Dalam bahasa Jawa, terdapat ungkapan satru mungging cangklakan ( = seteru pada ketiak) yang merujuk kepada anak perempuan yang berarti anak
perempuan merupakan beban berat bagi orang tuanya. Dalam bahasa Jawa, terdapat ungkapan satru mungging cangklakan ( = seteru pada ketiak) yang merujuk kepada anak perempuan yang berarti anak perempuan merupakan beban berat bagi orang tuanya.
D. Pada zaman Renaissance (abad XVI) Eramus mengarang buku pegangan
mengenai sopan-santun untuk sekolah-sekolah anak laki-laki sehingga yang perlu mengetahui sopan-santun, baik mengenai sikap tingkah laku, tata cara di meja makan, maupun berbicara, hanyalah anak laki-laki.
34. Yang TIDAK termasuk ciri-ciri kalimat aktif intransitif berikut ini adalah….
A. tidak memerlukan objek B. dapat diubah ke dalam bentuk pasif C. terjadi secara alami D. tidak dapat diubah ke dalam bentuk pasif
35. Sebutkan dan Jelaskan dengan tepat dan benar struktur fable pada penggalan fabel di bawah ini!
Pesan moral yang dapat diambil dari fabel tersebut ialah kita jangan pernah menganggap remeh orang lain. Setiap orang memilki kelemahan dan kelebihannya masing-masing.
Kesombongan suatu saat akan dikalahkan oleh kerendahan hati.