• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA KONSEP BAKTERI DI MAN 1 TANGERANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA KONSEP BAKTERI DI MAN 1 TANGERANG"

Copied!
179
0
0

Teks penuh

(1)PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA KONSEP BAKTERI DI MAN 1 TANGERANG. SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan.. Oleh WILA SILVIAH (11150161000075). PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2021.

(2) LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI. Skripsi berjudul Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Picture and Picture terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Bakteri di MAN 1 Tangerang disusun oleh Wila Silviah, NIM 11150161000075, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diujikan pada siding munaqasah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh fakultas.. Jakarta, 18 Januari 2021. Yang mengesahkan,. Pembimbing I. Pembimbing II. Dr. Ahmad Sofyan, M.Pd. Dina Rahma Fadlilah, M. Si. NIP. 19650115 198703 1 020. i.

(3) LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI. Skripsi yang berjudul Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe Picture an Picture terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Bakteri di MAN 1 Tangerang, disusun oleh Wila Silviah, NIM 1115016100075, Prodi Pendidikan Biologi, Faklutas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqosah pada tanggal 01 Februari 2021 dihadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam Bidang Pendidikan Biologi. Jakarta, 01 Februari 2021 Panitia Ujian Munaqosah Ketua Panitia. Tanggal. ii. Tanda Tangan.

(4) SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI KEMENTERIAN AGAMA UIN JAKARTA FITK. FORM (FR). Jl. Ir. H. Juanda No 95 Ciputat 15412 Indonesia. No. Dokumen Tgl. Terbit. : :. FITK-FR-AKD-089 1 Maret 2010. No. Revisi:. :. 01. Hal. :. 1/1. SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI Yang bertanda tangan dibawah ini:. Nama. : Wila Silviah. NIM. : 11150161000075. Program Studi. : Pendidikan Biologi. Judul Skripsi. : Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Picture and Picture terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Bakteri.. Dosen Pembimbing. : 1. Dr. Ahmad Sofyan, M.Pd 2. Dina Rahma Fadlilah M.Si. Dengan ini menyatakan bahwa skripsi tersebut adalah benar hasil karya sendiri dan saya bertanggung jawab secara akademis terhadap apa yang saya tulis. Pernyataan ini dibuat sebagai salah satu syarat menempuh Ujian Munaqosah.. Jakarta, Januari 2021 Mahasiswa Ybs,. Wila Silviah 1115016100075. iii.

(5) ABSTRAK Wila Silviah. 11150161000075. Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Cooperative Leraning tipe Picture and Picture terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Bakteri (Kuasi Eksperimen di MAN 1 Tangerang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative Leraning tipe Picture and Picture terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Bakteri di kelas X MAN 1 Tangerang tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi experiment). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling purposive. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Picture and Picture dan siswa kelas X MIPA 2 tanpa diberikan perlakuan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Picture and Picture. Perolehan nilai rata-rata protes kelas eksperimen sebesar 83.48 dan kelas kontrol sebesar 74,39. Tekink analisis data yang digunakan untuk uji normalitas adalah uji Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Fisher, dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Hasil uji-t yang diperoleh t hitung sebesar 3.83 dan t tabel 2.00 dengan taraf signifikansi 5%, maka t hitung > t tabel (3.83 > 2.00). Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Cooperative Learning tipe Picture and Picture terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Bakteri. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Cooperative Learning tipe Picture and Picture, Hasil Belajar.. iv.

(6) ABSTRACT Wila Silviah. 11150161000075. The Influence of Picture and Picture Cooperative Learning Model towards Student’s Achievement of Biology on Bacteria Concept (Quasi Experiment in MAN 1 Tangerang). Thesis, Biology Education Program Study, Department of Natural Science Education, Faculty of Tarbiyah and Teaching Science, State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta, 2021. This study aimed to determine The Influence of Picture and Picture Cooperative Leraning model towards student’s Achievement of Biology on Bacteria Concept in grade X MAN 1 Tangerang in the 2019/2020 school year. The method used in this research is a quasi-experimental method. The samples were taken by purposive sampling technique. The samples of this study were students of class X MIPA 1 as an experimental class who were treated with the Picture and Picture type of Cooperative Learning model and students of class X MIPA 2 without being given treatment of the Picture and Picture type of Cooperative Learning model. The average value of the experimental class protest was 83.48 and the control class was 74.39. The technique of data analisys used for the normality test was the Liliefors test and the homogeneity test using the Fisher test, followed by hypothesis testing using the t-test. The t-test results obtained by t count of 3.83 and t table of 2.00 with a significance level of 5%, then t count> t table (3.83> 2.00). This shows that there is an influence of the Picture and Picture Cooperative Leraning model towards student’s Achievement of Biology on Bacteria Concept. Keywords: Learning Model, Picture and Picture Cooperative Leraning Model, Student’s Achievement.. v.

(7) KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat, hidayah, serta karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan penuliskan skripsi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Picture and Picture terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Bakteri”. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya sampai akhir zaman. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu tugas akhir untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan Sarjana Program Strata 1 (S1) pada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis menyadari bahwa selesainya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dorongan berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan tulus ikhlas dan rendah hati penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Dr. Sururin, M.Ag, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Isam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Dr. Yanti Herlanti, M.Pd, Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Dr. Ahmad Sofyan, M.Pd, Dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan arahan, semangat dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Dina Rahma Fadlilah, M.Si, Dosen pembimbingan II yang telah memberikan bimbingan dan arahan, motivasi dan saran-saran yang bermanfaat bagi penulis. 5. Seluruh Dosen Jurusan pendidikan IPA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tulus ikhlas memberikan ilmu kepada penulis. Semoga ilmu yang telah Bapak dan Ibu berikan bermanfaat dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.. vi.

(8) 6. Kepala MAN 1 Tangerang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. Seluruh dewan guru MAN 1 Tangerang khususnya Bapak Musisno S.Pd dan Ibu Riska Lestari S.Pd, selaku guru mata pelajaran biologi. 7. Kedua orang tua tercinta, Ayahanda Samaun dan Ibunda Dudeh Juangsih serta Kakanda Pratu Harisma yang selalu sabar mendoakan, mencurahkan kasih sayang, dan memberikan dukungan moril dan material sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. 8. Teman-teman seperjuangan pendidikan Biologi Angkatan 2015 yang telah memberikan dukungan dan semangat dalam menjalani rangakaian proses perkuliahan selama ini. 9. Muhton Mawardi yang selalu memberikan dukungan serta sahabat-sahabat penulis Ayu Nurma S.Pd, Nuralfiyah S.Pd, Siti Haidatu Thoyibah, Almh Saras Avon, Gustin Ambarsih S.Pd, Nuralfiatusa’dah S.Pd dan Resty Maulida S.Pd yang selalu membantu dan memberikan semangat selama proses rangkaian perkuliahan. 10. Rasa cinta dan hormat kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.. Semoga Allah SWT membalas kebaikan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis khususnya.. Jakarta, Januari 2021. Peneliti. vii.

(9) DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI ....................................i LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI ..............................................................ii SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI ................................................. iii ABSTRAK .......................................................................................................... iv ABSTRACT .......................................................................................................... v KATA PENGANTAR ........................................................................................ vi DAFTAR ISI ……………………………………………..……………………………………………..viii DAFTAR TABEL……………………………………………..………………………………………..xi DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………..………………………….……xii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 A. Latar belakang ........................................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah .................................................................................. 5 C. Pembatasan Masalah ................................................................................. 5 D. Perumusan Masalah ................................................................................... 6 E. Tujuan Penelitian....................................................................................... 6 F. Manfaat Penelitian..................................................................................... 6 BAB II DESKRIPSI TEORITIS, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS 7 A. Deskripsi Teoritis ...................................................................................... 7 1. Belajar dan Pembelajaran ..................................................................... 7 2. Pembelajaran Cooperative Learning .................................................... 9 3. Pembelajaran Picture and Picture ....................................................... 18 4. Hasil Belajar ....................................................................................... 21 5. Archaebacteria dan Eubacteria ........................................................... 25 B. Kajian Penelitian yang Relevan .............................................................. 26 C. Kerangka Pikir......................................................................................... 28 D. Hipotesis .................................................................................................. 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ....................................................... 31 A. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................. 31 B. Metode Penelitian ................................................................................... 31 viii.

(10) C. Variabel Penelitian .................................................................................. 32 D. Populasi dan Sampel ............................................................................... 32 1. Populasi .............................................................................................. 32 2. Sampel ................................................................................................ 33 E. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 33 1. Tes ..................................................................................................... 33 2. Observasi ............................................................................................ 34 F. Instrumen Penelitian ................................................................................ 34 1. Tes Tertulis ......................................................................................... 34 2. Lembar Observasi ............................................................................... 36 G. Kalibrasi Instrumen ................................................................................. 36 1. Uji Validitas........................................................................................ 36 2. Reliabilitas .......................................................................................... 38 3. Taraf Kesukaran ................................................................................. 38 4. Daya Pembeda .................................................................................... 39 H. Teknik Analisis Data ............................................................................... 40 1. Uji N-Gain .......................................................................................... 40 2. Uji Prasyarat Analisis ......................................................................... 41 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ………………………………………..…………. 45 A. Deskripsi Hasil Penelitian ....................................................................... 45 1. Data Hasil Pretes Kelas Eksperimen dan Kontrol .............................. 45 2. Data Hasil Postes Kelas Eksperimen dan Kontrol.............................. 46 3. Data N-Gain Kelas Eksperimen dan Kontrol ..................................... 46 B. Deskripsi Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran Kelas Eksperimen dan Kontrol .................................................................................................... 47 C. Uji Prasyarat Analisis Data ..................................................................... 52 1. Uji Normalitas .................................................................................... 52 2. Uji Homogenitas ................................................................................. 53 3. Pengujian Hipotesis ............................................................................ 54 D. Pembahasan ............................................................................................. 56 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 61. ix.

(11) A. Kesimpulan.............................................................................................. 61 B. Saran ........................................................................................................ 61 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 62 LAMPIRAN ....................................................................................................... 66. x.

(12) DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Langkah-langkah Model pembelajaran kooperatif ............................. 14 Tabel 2.2 Domain Kognisi Bloom ...................................................................... 23 Tabel 3.1 Desain Penelitian................................................................................. 32 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian ............................................................ 35 Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Soal ...................................................................... 37 Tabel 3.4 Kriteria Tingkat Kesukaran ................................................................. 38 Tabel 3.5 Hasil Uji Taraf Kesukaran .................................................................. 39 Tabel 3.6 Hasil Uji Daya Pembeda ..................................................................... 40 Tabel 4.1. Data Hasil Pretes ................................................................................ 45 Tabel 4.2. Data Hasil Postes ............................................................................... 46 Tabel 4.3. Data Skor N-Gain............................................................................... 47 Tabel 4.4 Frekuensi N-Gain Kelas Eksperimen dan Kontrol ............................. 47 Tabel 4.5. Lembar Observasi Kegiatan Guru Kelas Eksperimen ....................... 48 Tabel 4.6. Lembar Observasi Kegiatan Guru Kelas Kontrol .............................. 49 Tabel 4.7. Lembar Observasi Kegiatan Siswa Kelas Eksperimen ...................... 50 Tabel 4.8. Lembar Observasi Kegiatan Siswa Kelas Kontrol ............................. 51 Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Pretes Kelas Eksperimen dan Kontrol .............. 52 Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas Postes Kelas Eksperimen dan Kontrol ............ 52 Tabel 4.11 Hasil Uji Homogenitas Data Pretes Kelas Eksperimen dan Kontrol 53 Tabel 4.12 Hasil Uji Homogenitas Data Postes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ................................................................................................................ 54 Tabel 4.13 Hasil Uji-t Pretes ............................................................................... 55 Tabel 4.14 Hasil Uji-t Postes .............................................................................. 56. xi.

(13) DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen ...... 66 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol............. 76 Lampiran 3. Soal Pretes dan Postes .................................................................... 84 Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa Kelas Eksperimen ......................................... 91 Lampiran 5. Lembar Observasi Kegiatan Guru Kelas Eksperimen .................. 100 Lampiran 6. Lembar Observasi Kegiatan Guru Kelas Kontrol......................... 104 Lampiran 7. Lembar Observasi Kegiatan Siswa Kelas Eksperimen................. 108 Lampiran 8. Lembar Observasi Kegiatan Siswa Kelas Kontrol ....................... 110 Lampiran 9. Kisi-Kisi Uji Instrumen ................................................................ 112 Lampiran 10. Rekap Analisis Butir................................................................... 137 Lampiran 11. Reliabilitas Tes ........................................................................... 139 Lampiran 12. Tingkat Kesukaran ...................................................................... 140 Lampiran 13. Daya Pembeda ............................................................................ 142 Lampiran 14. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian ................................................... 144 Lampiran 15. Data Hasil Pretest dan Postes Kelas Eksperimen dan Kontrol ... 145 Lampiran 16. Analisis N-Gain Kelas Eksperimen dan Kontrol ........................ 147 Lampiran 17. Uji Normalitas Data Pretes Kelas Eksperimen dan Kontrol ...... 149 Lampiran 18. Uji Normalitas Data Postes Kelas Eksperimen dan Kontrol ....... 151 Lampiran 19. Hasil Uji Homogenitas Data Pretes dan Postes ……………………... 152 Lampiran 20. Uji Hipotesis ............................................................................... 154 Lampiran 21. Pedoman Wawancara Guru ........................................................ 156 Lampiran 22. Lembar Uji Referensi ................................................................. 158 Lampiran 23. Surat Bimbingan Skripsi ............................................................. 166. xii.

(14) BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual. keagamaan, pengendalian diri,. kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa, dan negara.1 Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.2 Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting untuk membentuk karakter siswa dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya sehingga terbentuklah manusia yang berkualitas pada masa yang akan datang melalui kegiatan bimbingan dan pengajaran. Bimbingan pada hakikatnya adalah bentuk pemberian arahan, motivasi dan nasihat kepada siswa agar siswa mampu memecahkan masalah dan mengatasi kesulitan sendiri. Sedangkan pengajaran adalah bentuk kegiatan dimana adanya interaksi dalam proses pembelajaran antara guru dengan siswa untuk mengembangkan perilaku sesuai dengan tujuan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses untuk membantu siswa dalam memperoleh ilmu dan pengetahuan dan diukur dari hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan wujud pencapaian siswa, sekaligus merupakan lambang keberhasilan pendidik dalam membelajarkan siswa. 3 Dalam proses pembelajaran, siswa dikatakan mampu mencapai tujuan pembelajaran dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil 1. Syafril., Zelhendri, Dasar-Dasar Pendidikan, (Kabuyanan : Kencana, 2007), h.106. Abdul Kadir, dkk, Dasar-dasar Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), h.62 3 Muri A Yusuf, Asesmen dan Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015), h.181 2. 1.

(15) 2. belajar digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dan pemahaman siswa dalam kegiatan pembelajaran yang diukur menggunakan alat evaluasi tertentu. Namun terkadang hasil belajar yang diperoleh siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan. Rendahnya hasil belajar merupakan masalah pokok dalam pembelajaran disekolah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu metode pembelajaran yang digunakan. Oleh karena itu, rendahnya hasil belajar siswa disekolah harus diperhatikan. Permasalahan mengenai rendahnya hasil belajar ini juga ditemukan di sekolah MAN 1 Tangerang, khususnya pada mata pelajaran biologi. Hasil belajar biologi siswa kelas X MIPA MAN 1 Tangerang, masih dikatakan rendah. Dari hasil wawancara dengan guru biologi berdasarkan hasil tes masih banyak siswa yang tidak mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan adalah 71. Hasil belajar siswa dikatakan tuntas apabila nilai siswa mencapai KKM. Berdasarkan hasil tes belajar siswa (lebih dari 50%) siswa belum mencapai KKM. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dirancang suatu penelitian yang dapat memiliki pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa. Uraian mengenai permasalahan rendahnya hasil belajar, dalam rangka mencari alternatif cara untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan observasi dan wawancara untuk menganalisis penyebabnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di MAN 1 Tangerang, diperoleh hasil observasi pertama, metode yang biasa digunakan guru yaitu metode ceramah, diskusi dan presentasi kelompok, tanya jawab serta praktikum. Namun metode ceramah masih mendominasi dalam proses pembelajaran. Guru biasa mengajar dengan metode ceramah saja. Siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif, dan hanya mencatat saja.. 4. Dalam pembelajaran seorang guru tidak cukup hanya. menyampaikan pengetahuan saja, namun harus mampu menciptakan suasana kelas yang penuh perhatian. Dengan begitu siswa dapat merasakan manfaat dari kegiatan pembelajaran yang berlangsung.. 4. Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010) , h. 65..

(16) 3. Hasil observasi kedua yaitu sebagian besar siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Masalah kepasifan dalam proses pembelajaran juga perlu diperhatikan, karena tidak dapat dipungkiri permasalahan tersebut sedikit banyak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Kepasifan siswa dikelas berkaitan erat dengan metode yang digunakan. Oleh sebab itu, penggunaan metode yang tepat perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. Selain itu, terdapat juga informasi bahwa sebagian besar siswa banyak mengeluh karena pelajaran biologi merupakan pelajaran yang dianggap sulit karena banyak hafalan dan banyak istilah-istilah yang sulit diingat dan sulit dipahami oleh siswa. Pola pikir siswa tersebut menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar. Salah satu materi yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa yaitu materi bakteri. Uraian mengenai hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan, dapat diartikan bahwa perlunya melakukan perlakuan terhadap proses pembelajaran agar siswa mendapatkan pengalaman yang baru. Dari pengalaman baru yang dialami siswa, diharapkan dapat memicu berubahnya hasil belajar siswa. Perlakuan yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat mengakomodir permasalahan yang telah dikemukakan. Model pembelajaran berfungsi membantu menciptakan interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan di kelas selain untuk meningkatkan hasil belajar, juga diharapkan mempermudah siswa untuk memahami materi yang diajarkan dan membuat siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture. Model pembelajaran tersebut memiliki karakteristik aktif, inovatif, dan menyenangkan. Sehingga dengan begitu siswa lebih terpacu untuk belajar dikelas dan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Picture and picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dipasangkan/ diurutkan menjadi urutan logis. Model pembelajaran ini dapat meningkatkan daya pikir siswa karena siswa diminta untuk menganalisa gambar yang disediakan. Penggunaan media gambar dalam pembelajaran dapat.

(17) 4. mempengaruhi daya tangkap siswa terhadap konsep yang diajarkan, karena salah satu fungsi media yaitu mengatasi keterbatasan siswa dalam menerima informasi. Model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture juga memiliki kelebihan yaitu memudahkan siswa memahami apa yang dimaksudkan oleh guru ketika menyampaikan materi pembelajaran, siswa lebih berkonsentrasi dan merasa menyenangkan karena tugas yang diberikan oleh guru berkaitan dengan permainan mereka sehari-hari, yakni bermain gambar, adanya saling kompetensi antarkelompok dalam penyusunan gambar yang telah dipersiapkan oleh guru sehingga suasana kelas terasa hidup dan siswa lebih kuat mengingat konsep-konsep atau bacaan yang ada pada gambar. Pembelajaran dengan picture and picture memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi, bekerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Sehingga siswa dapat aktif dan terjadinya interaksi antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa yang lainnya. Dengan begitu, diharapkan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Alasan memilih model pembelajarn kooperatif tipe picture and picture pada mata pelajaran biologi pada konsep bakteri di kelas X karena salah satu konsep yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa adalah konsep bakteri. Pemahaman yang rendah pada suatu konsep memiliki pengaruh terhadap hasil belajar yang rendah. Bakteri adalah organisme prokariota uniseluler yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop, di dalam Kompetensi Dasar 3.5 menuntut siswa mampu mengidentifikasi struktur, cara hidup, reproduksi dan peran bakteri dalam kehidupan. Konsep ini tergolong sukar di pahami oleh siswa dan cenderung jenuh jika hanya disajikan dengan pembelajaran ceramah. Oleh karean itu dalam kegiatan pembelajaran perlu memberikan model yang tepat untuk membantu siswa memahami konsep yang di ajarkan. Strategi yang dapat digunakan pada konsep bakteri adalah model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture, karena model tersebut adalah model pembelajaran aktif, dimana dalam prosesnya gambar yang disajikan dipasangkan atau diurutukan menjadi urutan yang logis dan sistematis seperti menyusun gambar, menunjukkan gambar, memberi keterangan gambar dan.

(18) 5. menjelaskan gambar. Sehingga dari tahapan tersebut menuntut siswa berpikir logis. Dengan adanya gambar yang diberikan sesuai dengan konsep yang diajarkan bisa menjadi salah satu cara untuk mendorong siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran karena gambar tersebut dapat menarik perhatian siswa dan merangsang keingintahuan siswa pada konsep yang diajarkan. Dengan demikian diharapkan dapat memiliki pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan latar belakang masalah peneliti tertarik menerapkan model cooperative learning tipe picture and picture pada materi bakteri yang dirancang dalam sebuah penilitan yang berjudul: “Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Bakteri”. B. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah pada penelitian ini, diantaranya: 1. Masih rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi 2. Proses pembelajaran masih mengutamakan metode ceramah 3. Sebagian besar siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. 4. Interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran masih rendah. 5. Sebagian besar siswa menganggap pelajaran biologi sulit karena banyak hapalan. C. Pembatasan Masalah Pembatasan masalah dalam penelitian ini untuk memberi arah yang tepat serta menghindari meluasnya pembahasan dalam penelitian ini, dibatasi beberapa hal yang berkatian dengan masalah di antaranya: 1. Hasil belajar yang akan diteliti berkaitan dengan ranah kognitif. Ranah ini mencakup aspek intelektual. 2. Model pembelajaran dalam penelitian ini adalah model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture. 3. Konsep dalam penelitian ini berkaitan dengan konsep bakteri..

(19) 6. D. Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep bakteri?”. E. Tujuan Penelitian Tujuan dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh model cooperative learning tipe picture and picture terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep bakteri. F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Sebagai bahan informasi ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan yang meliputi unsur-unsur peran guru, penggunaan media gambar, dan prestasi belajar siswa. 2. Manfaat praktis a. Bagi siswa Menambah pengalaman belajar siswa dalam proses pembelajaran. b. Bagi guru Memberikan alternatif model pembelajaran yang belum dipraktikan dalam proses pembelajaran sebelumnya. c. Bagi peneliti lain Sebagai bahan referensi untuk penelitian berikutnya mengenai model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture.

(20) BAB II DESKRIPSI TEORITIS, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS A.. Deskripsi Teoritis. 1. Belajar dan Pembelajaran Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. 1 Belajar sebagai suatu proses dimana organisma berubah perilakunya diakibatkan pengalaman. Belajar terdiri dari pengamatan, pendengaran, membaca dan meniru2 Belajar. merupakan. kegiatan. yang. membawa. manusia. pada. perkembangan pribadi yang seutuhnya, meliputi perkembangan kognitif, efektif, dan psikomotorik. Para ahli pembelajaran menekankan proses belajar bertumpu pada struktur kognitif dengan alasan struktur kognitif dapat memengaruhi perkembangan afektif ataupun penampilan seseorang.3 Pembelajaran adalah usaha sadar guru untuk membantu siswa atau anak didik, agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. 4 Menurut Oemar Hamalik “Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran”.5 Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, dan pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah. 1. Syaiful Bahri Djamarah.,Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013), h.10-11. 2 Martinis Yamin, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2004) h.99. 3 Ibid., h.105. 4 Agus N.Cahyo, Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler, (Jogjakarta: Diva Press, 2013). h.18. 5 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), h.57.. 7.

(21) 8. proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu rangkaian interaksi antara peserta didik dan guru dalam rangka mencapai tujuannya.6 Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dirancang oleh guru agar sisiwa melakukan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan atau kompetensi yang diharapkan. Dalam merancang kegiatan pembelajaran ini, seorang guru semestinya memahami karakteristik siswa, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai atau kompetensi yang harus dikuasi siswa, materi ajar yang akan disajikan, dan cara yang digunakan untuk mengemas penyajian materi serta pengukuran terhadap ketercapain tujuan pembelajaran atau kompetensi yang telah dimiliki siswa.7 Uraian mengenai belajar dan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa belajar adalah adanya perubahan perilaku sebagai hasil adanya pengalaman atau latihan melalui pengamatan, pendengaran, membaca, dan meniru. Tujuan kegiatan belajar adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Guru memiliki peran penting dalam kegiatan proses belajar disekolah. Apabila proses belajar berjalan dengan baik maka hasil belajar yang didapat juga baik. Pembelajaran sangat berhubungan erat dengan kegiatan belajar dan mengajar. Tugas guru di sekolah bukan hanya memberikan materi yang akan diajarkan melainkan juga memberikan bimbingan dan motivasi terhadap siswa. Bimbingan dan motivasi yang diberikan oleh guru bertujuan agar siswa lebih semangat, lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru bukanlah hanya berperan sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajarinya, akan tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran.. 6 Tutik Rachmawati., Daryanto, Teori Belajar dan Proses Pembelajaran yang Mendidik, (Yogyakarta: Gava Media, 2015), h. 38-39. 7 Tim Pengembang MKPD Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum & Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012), h. 190..

(22) 9. 2. Pembelajaran Cooperative Learning a. Pengertian Model Pembelajaran Peran guru dikelas bukan hanya memberikan informasi mengenai materi pembelajaran, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan siswa, dan membantu siswa pada proses pembelajaran berlangsung, dengan hal itu maka diperlukan penggunaan model pembelajaran dikelas. “Model pembelajaran merupakan salah satu pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan perilaku peserta didik secara adaptif maupun generatif.”8 Tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal salah satunya dengan adanya model pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung. “Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar”9 Model pembelajaran ialah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengolahan kelas.10 Model pembelajaran adalah prosedur atau pola sitematis yang digunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pembelajaran di dalamnya terdapat strategi, tekinik, metode bahan, media, dan alat. 11 Guna mencapai. tujuan. pembelajaran. guru. harus. memperhatikan. model. pembelajaran sebagai rencana atau pola mengajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.. 8. Hanafiah., Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran, (Bandung: PT Refika Aditama, 2012), h. 41. 9 Darmadi, Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dalam Dinamika Belajar Siswa, (Yogyakarta: Deepublish, 2017), h.42. 10 Agus Suprijono, Cooperative Learning, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), h. 65. 11 Shilphy A. Octavia, Model-Model Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2020), h.12-13..

(23) 10. Uraian mengenai model pembelajaran dapat disimpulkam bahwa model pembelajaran merupakan gambaran rangakaian kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir, yang melibatkan interaksi antara guru dengan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran perlu untuk mempertimbangkan karakteristik siswa, materi ajar, media pembelajaran dan alokasi waktu yang tersedia, karena penentuan model pembelajaran yang akan digunakan sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan belajar siswa b. Pengertian Cooperative Leraning Pembelajaran Kooperatif memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya kerja sama kelompok. Belajar kelompok dibentuk dengan harapan para siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran.12 Siswa yang bekerja sama dalam kelompok memiliki kewajiban untuk berbagi tugas dan tanggung jawab yang sama antar kelompoknya. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu model pembelajaran yang berbasis konstruktivis. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu model di mana aktivitas pembelajaran dilakukan guru dengan menciptakan kondisi belajar yang memungkinkan terjadinya proses belajar sesame siswa.13 Pembelajaran. kooperatif. adalah. bentuk. pembelajaran. yang. menggunakan pendekatan melalui kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dan memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar. Dalam belajar kooperatif, siswa tidak hanya mampu dalam memperoleh materi, tetapi juga mampu memberi dampak afektif seperti gotong royong kepedulian sesama teman dan lapang dada.14 Cooperative learning dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang isi materi, memahami konsep-konsep serta mendorong siswa aktif, partisipatif, dan konstruktif terlibat dalam pembelajaran. Melalui cooperative learning siswa memperoleh kesempatan memunculkan pertanyaan, mendiskusikan. 12. Isjoni, Cooperative Learning, (Bandung: Alfabeta, 2016), h.20 Rahmah Johar., Latifah Hanum, Strategi Belajar Mengajar, (Yogyakarta: Deepublish, 2016), h.29. 14 Muhammad Fathurrohman, Model-Model Pembelajaran Inovatif, (Jogjakarta: ArRuzz Media, 2015), h.45. 13.

(24) 11. tugas-tugas mereka dan menyatakan opini mereka.. 15. Dengan adanya. pembelajaran kooperatif, siswa mempunyai kesempatan mengutarakan pendapat dan siswa belajar untuk saling menghargai pendapat yang disampaikan oleh siswa yang. Melalui diskusi siswa saling membantu memahami konsep-konsep yang diajarkan dan saling tolong menolong mengatasi tugas yang diberikan oleh guru. Pembelajaran kooperatif dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kooperatif. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong dan/atau dikehendaki untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengoordinasikan usahanya untuk mentelesaikan tugasnya. Dalam penerapan pembelajaran kooperatif, dua atau lebih individu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai satu penghargaan bersama.16 Uraian mengenai pembelajaran kooperatif dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif ialah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, yang mengutamakan kerja sama di antara siswa dalam memaksimalkan belajar. Model pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan temannya. Tingkat kemampuan siswa yang berbeda, siswa dapat saling membantu untuk memahami materi pembelajaran sehingga siswa dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi. c. Tujuan Pembelajaran Kooperatif Tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi ketika keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Hal ini berbeda dengan pembelajaran konvensional yang menerapkan sistem kompetisi, dimana keberhasilan individu diorientasikan pada kegagalan orang lain. Oleh karena itu, strategi pembelajaran kooperatif. 15 16. 208.. Agus Suprijono., op cit, h. 56-57. Rusman, Model-Model Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012), h..

(25) 12. ini dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran penting. Ketiga tujuan pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut:17 1) Hasil belajar akademik 2) Penerimaan terhadap perbedaan individu 3) Pengembangan keterampilan sosial Tujuan utama dalam penerapan model belajar mengajar cooperative learning adalah agar peserta didik dapat belajar secara berkelompok bersama teman-temannya dengan cara saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara kelompok.18 Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung sama lain dan di mana masyarakat secara budaya beragam.19 Uraian mengenai tujuan pembelajaran kooperatif dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran kooperatif ialah memberikan tempat belajar bagi siswa dari berbagai latar belakang dengan saling menghargai dan saling bekerja sama. Kerja sama antar siswa di dalam kelompok diharapkan dapat memaksimalkan belajar siswa dan meningkatkan pemahaman mengenai konsep-konsep yang dianggap sulit oleh siswa, sehingga hasil prestasi siswa dapat meningkat. Pembelajaran kooperatif juga melatih siswa untuk saling menghargai pendapat satu sama lain dan memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk mengemukakan gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara berkelompok.. 17. Muhammad Fathurrohman, Op cit, h. 48-49. Isjoni, Op cit., h.21. 19 Rusman, Op cit, h. 210. 18.

(26) 13. d. Unsur Penting dan Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting dalam pembelajaran model kooperatif, yaitu (1) adanya peserta dalam kelompok; (2) adanya aturan kelompok; (3) adanya upaya belajar; dan (4) adanya tujuan yang harus dicapai.20 Selain terdapat unsur penting dalam model pembelajaran kooperatif terdapa jugat empat prinsip dasar pembelajaran kooperatif, yaitu: 1. Prinsip Ketergantungan Positif Hakikat ketergantungan positif, artinya tugas kelompok tidak mungkin diselesaikan manakala ada anggota yang tidak bisa menyelesaikan tugasnya, dan semua ini memerlukan kerja sama yang baik dari masing-masing anggota kelompok. 2. Tanggung Jawab Perseorangan. Keberhasilan kelompok tergantung pada setiap anggota sehingga setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab sesuai dengan tugasnya. 3. Interaksi Tatap Muka Pembelajaran kooperatif memberi ruang dan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka saling memberikan informasi dan saling membelajarkan. 4. Partisipasi dan Komunikasi Pembelajaran kooperatif melatih siswa untuk mampu berpartisipasi aktif dan berkomunikasi. Kemampuan ini sangat penting sebagai bekal mereka dalam kehidupan dimasyarakat kelak.21 Uraian mengenai unsur penting dan prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif dapat disimpulkan bahwa adanya saling ketergantungan antara satu sama lain, artinya siswa saling bekerja sama menyelesaikan tugas kelompok. 20. Jumanta Hamdayana, Metodologi Pengajaran (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2017),. 21. Jumanta Hamdayama., Ibid, h.147.. h.145.

(27) 14. yang diberikan guru untuk mencapai tujuan yang sama dalam keberhasilan kelompok. Siswa dapat saling membantu terhadap siswa yang lain untuk mensukseskan kelompok. Kelompok akan sukses tentu bukan hanya dari satu orang melainkan dari semua orang yang terlibat didalam kelompok tersebut. e. Langkah-Langkah Pembelajaran Koopeartif Penggunaan langkah-langkah pembelajaran kooperatif dimaksudkan agar penggunaan pembelajaran kooperatif dapat efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk lebih jelasnya berkaitan fase-fase pembelajaran kooperatif, sebagaimana dalam Tabel 2.1 berikut: Tabel 2.1 Langkah-langkah Model pembelajaran kooperatif22 Fase Fase- 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase- 2 Menyajikan Informasi Fase- 3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kooperatif Fase- 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase- 5 Evaluasi. Fase- 6 Memberikan Penghargaan 22. Tingkah Laku Guru Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efektif dan efesien. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masingmasing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.. Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), h. 66-67..

(28) 15. Pembelajaran koopertaif memiliki enam langkah utama di dalam pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi siswa untuk belajar. Tahapan selanjutnya siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dalam belajar dan diikuti dengan bimbingan guru pada saat siswa bekerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas bersama. Tahapan terakhir pembelajaran kooperatif adalah siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru memberikan penghargaan terhadap hasil belajar individu ataupun kelompok. f. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Demikian pula dengan pembelajaran kooperatif memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan pembelajaran kooperatif yaitu meningkatkan keterampilan kognitif dan afektif siswa, pembelajaran koopeartif juga memberikan manfaat-manfaat besar lain seperti berikut ini. 1) Siswa yang diajari dengan dan dalam struktur-struktur kooperatif akan memperoleh hasil pembelajaran yang lebih tinggi. 2) Siswa yang berpartisipasi dalam pembelajaran kooperaif akan memiliki sikap harga-diri yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih besar untuk belajar. 3) Dengan pembelajaran kooperatif, siswa menjadi lebih peduli pada temantemannya, dan diantara mereka akan terbangun rasa ketergantungan yang positif (interpedensi positif) untuk proses belajar mereka nanti. 4) Pembelajaran kooperatif meningkatkan rasa penerimaan siswa terhadap teman-temannya yang berasal dari latar belakang ras dan etnik yang berbeda-beda.23 Kelebihan pembelajaran kooperatif lainnya diantaranya : 1) Peserta didik lebih memperoleh kesempatan dalam hal meningkatkan hubungan kerja sama antar-teman.. 23. Miftahul Huda, Cooperative Learning, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017), h. 66..

(29) 16. 2) Peserta didik lebih memperoleh kesempatan untuk mengembangkan aktivitas, kreativitas, kemandirian, sikap kritis, sikap, dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. 3) Guru tidak perlu mengajarkan seluruh pengetahuan kepada peserta didik, cukup konsep-konsep karena dengan belajar secara kooperatif peserta didik dapat melengkapi sendiri.24 Uraian mengenai kelebihan pembelajaran kooperatif dapatdisimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kerja kelompok, karena dalam belajar kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa dengan siswa yang lainnya dalam tugas-tugas yang terstruktur sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka. Lebih dari itu pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan rasa percaya diri siswa, meningkatkan kerja sama akademik antar siswa membentuk hubungan positif, serta meningkatkan kemampuan siswa melalui aktivitas kelompok, dan dapat mengembangkan semua potensi siswa secara optimal dengan cara berpikir aktif selama proses belajar. Pembelajaran kooperatif memiliki pengaruh yang positif dalam menumbuhkan kebersamaan dalam belajar pada setiap siswa sekaligus menuntut kesadaran dari siswa untuk terlibat aktif dalam kelompok. Kesuksesan kelompok merupakan tanggung jawab dari setiap individu dalam kelompok yaitu dengan saling berinteraksi membangun komunikasi untuk menyampaikan ide-ide dan saling bekerja sama untuk mendiskusikan bagaimana mereka akan mencapai tujuan pembelajaran dan membuat hubungan kerja sama yang baik, sehingga memperoleh hasil diskusi dengan baik. Pembelajaran kooperatif juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya:. 24. h.201.. Jamil Suprihatiningrum, Strategi Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2016),.

(30) 17. 1) Dalam kelompok dengan keahlian campuran, seringkali siswa yang lebih kuat harus mengajar siswa yang lebih lemah dan mengerjakan sebagian besar tugas kelompok. 2) Waktu pada pembelajaran ini hanya cukup untuk fokus tugas pada tingkatan yang paling mendasar. 3) Strategi ini mungkin hanya mendukung pemikiran tingkat rendah dan mengabaikan strategi pemikiran kritis dan tingkat tinggi.25 Selain kelamahan yang telah diuraikan diatas, adapun kelemahan atau kesulitan dalam pembelajaran kooperatif diantaranya: 1) Memebutuhkan waktu yang lebih lama untuk siswa sehingga sulit mencapai target kurikulum. 2) Membutuhkan waktu yang lama untuk guru sehingga pada umumnya guru tidak mau menggunakan pembelajaran kooperatif. 3) Membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat melakukan atau menggunakan pembelajaran kooperatif, menuntut sifat tertentu siswa misalnya sifat suka bekerja sama.26 Uraian diminimalisir. mengenai dengan. kelemahan memperhatikan. pembelajaran setiap. kooperatif. komponennya.. dapat Seperti. kelemahan model pembelajaran kooperatif memerlukan waktu yang cukup lama, hal ini dapat diatasi dengan cara menerapkan model ini pada materimateri yang tidak terlalu luas cakupannya. Selain itu dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif diperlukan adanya perencanaan yang didalamnya meliputi pemilihan materi yang sesuai, pembentukan kelompok siswa, mengenalkan siswa pada tugas dan peran, serta merencanakan waktu dan tempat. Hal tersebut harus diperhatikan, agar hasil pembelajaran dapat memuaskan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.. 25 Zulfiani, dkk, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), h. 136-137. 26 Jamil Suprihatiningrum, op cit, h. 202..

(31) 18. 3. Pembelajaran Picture and Picture a. Pengertian Picture and Picture Model Picture and Picture ini merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. 27 Pembelajaran dengan picture and picture memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugas berstruktur dan berkelompok melalui gambar. Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dipasangkan/ diurutkan menjadi urutan logis.. 28. Gambar yang. disediakan dipasangkan atau diurutkan dengan logis. Model ini dapat dapat meningkatkan daya nalar siswa karena siswa diminta untuk menganalisa gambar yang yang sudah disediakan oleh guru. Model pembelajaran Picture and Picture ini mengandalkan gambar dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar yang digunakan sebagai media pembelajaran yang diberikan oleh guru untuk membantu siswa memahami materi yang diajarkan. Dalam proses pembelajaran, siswa diminta untuk mengelompokan gambar, menjelaskan gambar, memberi keterangan gambar dan gambar yang disediakan guru akan dipasangkan/ diurutkan. Sehingga dari tahapan tersebut menuntut siswa berpikir logis. Model picture and picture prinsip dan cara kerjanya sama dengan metode belajar menyusun gambar. Siswa sama-sama diminta menyusun gambar yang telah disiapkan secara berurutan dan sistematis. Sistematis dan berurutan sesuai nalar dan kekuatan logika anak (peserta didik). Bedanya, pada model Picture and Picture, siswa diminta mengurutkan gambar yang telah disediakan guru satu per satu didepan kelas.29. 27. Kelas 3A PGSD, Tulisan Bersama Tentang Desain Pembelajaran SD, (Sukabumi: CV Jejak, 2019) h.26. 28 Khoiru Ahmadi, dkk, Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2011), h.58. 29 Jasa Ungguh Muliawan, 45 Model Pembelajaran Spektakuler, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2016), h. 215..

(32) 19. Pembelajaran picture and picture memiliki langkah-langkah yang harus diikuti agar pembelajaran lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa. Langkah-langkah picture and picture diuraikan sebagai berikut: 1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2) Guru menyajikan materi sebagai pengantar 3) Guru menunjukkan/ memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4) Guru menunjuk/ memanggil siswa secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5) Guru menanyakan alasan/ dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6) Dari alasan/ urutan gambar tersbut guru memulai menanamkan konsep/ materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7) Kesimpulan/ rangkuman bersama30 b. Keunggulan dan Kelemahan Picture and Picture Model pembelajaran adalah salah satu cara yang ditempuh dalam menyampaikan materi atau bahan ajar kepada siswa. Setiap model ataupun strategi pembelajaran memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Hal yang penting diperhatikan dalam penggunaan model pembelajaran adalah disesuaikan dengan konsep atau materi yang diajarkan dan tujuan pembelajaran agar kegiatan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Adapun kelebihan picture and picture diantaranya: 1) Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 2) Guru melatih berpikir logis dan sistematik.31 Kelebihan picture and picture yang lainnya antara lain:32 1) Mudah, murah, sederhana, dan efektif untuk melatih kemampuan analogi, sistematisasi nalar, dan kekuatan logika anak didik.. 30. Agus Suprijono, Op cit, h. 144-145. Jumanta Hamdayana., Op cit, h.118. 32 Jasa Ungguh Muliawan, Op cit, h. 216. 31.

(33) 20. 2) Sangat cocok untuk tema materi pelajaran yang menggunakan prinsip reaksi berantai, hubungan sebab akibat, dan hukum mekanisme kerja fisika tertentu. 3) Melibatkan peran aktif siswa selama proses pembelajaran. Kelebihan model pembelajaran picture and picture yang lainnya adalah sebagai berikut:33 1) Bahan materi yang akan disampaikan akan lebih efektif, sebab guru akan mengutarakan kompetensi dan materi yang harus diperoleh siswa pada pembukaan pembelajaran. 2) Dengan gambar yang menarik tentang materi yang disuguhkan, siswa akan cepat memahami materi. Uraian mengenai keunggulan picure and picture dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya picture and picture pembelajaran menjadi lebih menyenangkan karena dalam pembelajaran picture and picture siswa dapat mengamati langsung gambar yang telah dipersiapkan guru, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dalam kelompok menyelesaikan tugas-tugas berstruktur, sehingga terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang baik diantara anggota kelompok. Pembelajaran picture and picture secara tidak langsung dapat merangsang minat belajar siswa. Sebab gambar yang yang disuguhkan dapat menarik perhatian siswa. Selain itu dengan menghadirkan gambar-gambar yang sesuai dengan materi pelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa, meningkatkan kemampuan analisis siswa, mengembangkan perilaku positif pada siswa, dan membuat materi yang diajarkan lebih terarah. Sehingga siswa lebih mudah memahami konsep yang diajarkan. Picture and picture juga memiliki kekurangan. Kekurangan yang dimaksud antara lain: 1) Terlalu banyak menggunakan imajinasi (daya khayal) dan intuisi (insting). 2) Besifat parsial (satuan). 33. Andi Khairuddin., Nining Hajeniati, Pembelajaran Inovatif & Variatif, (Sulawesi Selatan: Pusaka Almaida, 2020), h.64..

(34) 21. 3) Membutuhkan banyak gambar. 4) Tidak semua materi pelajaran dapat diwakilkan dalam bentuk gambar, apalagi dalam bentuk gambar yang berurutan. 5) Cukup memberatkan guru, terutama untuk mencari gambar yang sesuai dengan tema pelajaran.34 Kekurangan yang ada dalam picture and picture dapat diminimalisir dengan memperhatikan setiap komponenya. Seperti sulitnya mencari gambar yang sesuai dengan kompetensi. Dalam hal ini, guru dapat membuat gambar sendiri dengan menyesuaikan materi yang akan diajarkan. 4. Hasil Belajar a. Pengertian Hasil Belajar Belajar dimaksudkan untuk menimbulkan perubahan perilaku yaitu perubahan dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Perubahanperubahan dalam aspek itu menjadi hasil dari proses belajar. 35 Hasil belajar adalah suatu kinerja (performance) yang diindikasikan sebagai suatu kapabilitas (kemampuan) yang telah diperoleh”. 36 Hasil belajar seringkali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik menguasai bahan ajar yang diajarkan. Hasil belajar merupakan wujud pencapaian peserta didik, sekaligus merupakan lambang keberhasilan pendidik dalam membelajarkan peserta didik. 37 Hasil belajar dapat dikatakan sebagai hasil dari suatu interaksi tindakan belajar dan tindakan mengajar. Hasil belajar akan tampak pada perubahan perilaku individi yang belajar. seseorang yang belajar akan mengalami perubahan perilaku sebagai akibat kegiatan belajarnya. Pengetahuan dan keterampilannya bertambah, dan penguasaan nilai-nilai dan sikapnya bertambah pula.38. 34. Jasa Ungguh Muliawan, Op cit., h. 217. Purwanto, Evaluasi hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2014), h.43-44. 36 Jamil Suprihatiningrum., Op cit. h.37. 37 Muri A Yusuf, Asesmen dan Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015), h. 181. 38 Tim Pengembang MKPD Kurikulum dan Pembelajaran, Op cit, h.125. 35.

(35) 22. Hasil belajar merupakan pencapaian tujuan pendidikan pada siswa yang mengikuti proses belajar mengajar.39 Hasil belajar adalah bentuk pencapaian pemahaman siswa dalam proses pembelajaran serta pencapaian guru dalam kegiatan membelajarkan siswa. Dalam hal ini, guru mempunyai peran yang penting dalam membangun kegiatan pembelajaran, agar siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Hasil belajar siswa dapat diukur dengan alat evaluasi tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang menunjukan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar yang diperoleh siswa menjadi acuan untuk melihat pengguasaan siswa dalam menerima konsep yang diajarkan. Menurut Bloom dikutip Muhammad Thobroni dan Arif Mustofa, hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. 40 Ketiga tingkatan ini dikenal dengan istilah Taksonomi Bloom. Pada penelitian ini penulis hanya akan mengungkapkan pada ranah kognitif saja. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual. Domain kognitif adalah suatu ranah kemampuan berpikir tentang faktafakta spesifik, pola prosedural, dan konsep-konsep dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan intelektual. 41 Ranah ini mempunyai enam tingkatan dari yang paling rendah: pengetahuan dasar (fakta, peristiwa, informasi istilah) sampai yang paling tinggi: evaluasi (pandangan yang didasarkan atas pengetahuan dan pemikiran sehingga merupakan suatu hierarki. 42 Domain Kognisi Bloom dijelaskan sebagaimana pada Tabel 2.2 berikut:. 39. Purwanto, Op cit, h.46. Muhammad Thobroni, Arif Mustofa, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Ar-Ruzz Media, 2011), h.23. 41 Muhammad Yaumi, Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran, (Jakarta: Pranadamedia Group, 2013), h.90. 42 Nasution, Kurikulum dan Pengajaran, (Jakarta: PT Bumi Aksara), h.65. 40.

(36) 23. Tabel 2.2 Domain Kognisi Bloom43 Bloom Taksonomi Pengetahuan. Peserta didik yang bekerja pada tingkat ini hanya berkisar pada mengingat atau menghafal informasi dari yang konkret ke informasi yang abstrak.. Pemahaman. Pada tingkat ini, peserta didik mampu mengerti dan membuat rangkaian dari sesuatu yang dikomunikasikan. Artinya, peserta didik mampu menerjemahkan, menginterpretasi, dan meramalkan kemungkinan dalam berkomunikasi.. Aplikasi. Peserta didik menerapkan konsep yang sesuai dan abstraksi dari suatu masalah atau situasi sekalipun tidak diminta untuk melakukannya.. Analisis. Peserta didik dapat memilah dan membagi materi ke dalam beberapa bagian dan mampu mendefinisikan hubungan antara bagian-bagian tersebut.. Sintesis. Peseta didik menciptakan produk, menggabungkan bagianbagian dari pengalaman sebelumnya dengan bagian yang baru untuk menciptakan keseluruh bagian.. Evaluasi. Peserta didik memberikan keputusan terhadap nilai dari suatu materi pembelajaran, argument, atau pandangan yang berkenaan dengansesuatu yang diketahui, dipahami, dilakukan, dianalisis, dan dihasilkan.. b. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar Keberhasilan proses belajar yang optimal selalu dikaitkan dengan hasil belajar siswa. Proses belajar yang optimal, siswa dapat belajar dengan penuh semangat,. terlibat. aktif. dalam. proses. pembelajaran,. dan. berani. mengemukakan pendapatnya. Pencapaian hasil belajar yang optimal merupakan perolehan dari proses belajar yang optimal pula. Oleh karena itu, agar proses dan hasil belajar siswa optimal, maka mulai dari tahap. 43. Muhammad Yaumi, Op cit, h. 91-92..

(37) 24. perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan sampai pada tahap penilaian harus dipersiapkan dan dilaksanankan secara baik.44 Kegiatan pembelajaran di dalamnya terdapat faktor-faktor yang dapat memengaruhi perbedaan hasil belajar siswa. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kegiatan proses sistem pembelajaran diantaranya faktor guru, faktor siswa, sarana, alat dan media yang tersedia, serta faktor lingkungan.45 Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu faktor-faktor yang ada dalam diri siswa dan faktor eksternal, yaitu faktor-faktor yang berada diluar diri siswa. Faktor yang tergolong internal ialah faktor fsiologis atau jasmani individu, faktor psikologis, dan faktor kematangan fisik maupun psikis. Sedangkan yang tergolong faktor eksternal ialah faktor sosial yang terdiri atas faktor lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, faktor lingkungan masyarakat, dan faktor kelompok.46 Faktor lainnya yaitu yang mempengaruhi hasil belajar adalah materi pelajaran. Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan peserta didik begitu juga dengan metode mengajar guru, disesuaikan dengan kondisi perkembangan peserta didik. Karena itu, agar guru dapat memebrikan kontribusi yang poditif terhadap aktivitas belajar peserta didik, maka guru harus menguasai materi dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi peserta didik.47 Dalam proses pembelajaran yang dilakukan selalu ada aspek-aspek yang masih belum sesuai harapan, sehingga memengaruhi hasil belajar siswa. Perbedaan hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut Hamzah faktor penyebab kegagalan proses dan hasil belajar adalah kualitas. 44. Hamzah B.Uno.,Satria Koni, Assessment Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h.10. 45 Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Penada Media Group, 2011), h.197. 46 Tim Pengembang MKPD Kurikulum dan Pembelajaran., Op cit. h. 140-141. 47 Tuti Supatminingsih.,dkk, Belajar dan Pemeblajaran, (Bandung: Media Sains Indonesia, 2020), h. 84-85..

(38) 25. LKS rendah (tingkat keterbacaan rendah), media pembelajaran yang digunakan kurang memadai, dan pengelolaan kelas kurang baik.48 Uraian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang telah dikemukakan tersebut mempengaruhi proses belajar yang dilakukan siswa yang akan berpengaruh pada hasil belajar yang diperoleh siswa. Tinggi dan rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa berkaitan dengan faktor yang mempengaruhinya. Hasil belajar siswa yang rendah disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal, yaitu faktor-faktor yang berasal dari individu siswa dan faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar individu siswa seperti kondisi keluarga, lingkungan masyarakat, dan sekolah. Metode mengajar dan media belajar yang digunakan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Metode pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran diperlukan guru agar penggunaannya bervariasi sesuai dengan pembelajaran yang ingin dicapai. Sehingga pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pembelajaran harus dipersiapkan model pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran digunakan sebagai pedoman untuk mencapai. tujuan. pembelajaran. yang. didalamnya. terdapat. metode. pembelajaran dan media pembelajaran. 5. Archaebacteria dan Eubacteria Archaea memiliki kesamaan ciri-ciri tertentu dengan bakteri dan ciri-ciri lain dengan eukariota. Prokariota pertama yang digolongkan kedalam domain Archaea hidup dalam lingkungan yang sedemikian ekstrem sehingga hanya ada segelintir organisme lain yang dapat sintas ditempat itu. Organisme semacam itu disebut ekstremofil (extremophile), yang berarti ‘pencinta’ kondisi ekstrem (dari kata Yunani philos, pencinta), dan mencakup halofil ekstrem dan termofil ekstrem.49. 48 49. h.129.. Hamzah B.Uno, Op cit, h. 12. Neil A. Campbell., dkk, Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2, (Jakarta: Erlangga, 2008),.

(39) 26. Bakteri adalah sel prokariot yang khas; uniseluler dan tidak mengandung struktur yang terbatasi membran di dalam sitoplasmanya. Sel-selnya secara khas berbentuk bola seperti batang atau spiral. Bakteri yang khas berdiameter 0,5 sampai 1,0 μm dan panjangnya 1,5 sampai 2,5 μm. Reproduksi terutama dengan pembelahan biner sederhana yaitu suatu proses aseksual. Beberapa dapat tumbuh pada suhu 0°C, ada yang tumbuh dengan baik pada sumber air panas yang suhunya 90°C atau lebih. Kebanyakan tumbuh pada berbagai suhu di antara kedua ekstrim ini. Bakteri menimbulkan berbagai perubahan kimiawi pada substansi yang di tumbuhinya; mereka mampu menghancurkan banyak zat. Organisme ini amat penting untuk memelihara lingkungan kita yaitu dengan menghancurkan bahan yang tertumpuk di atau dalam daratan dan lautan.50 Sianobakteria adalah organisme prokariotik fotosintetik. Artinya mereka mengandung klorofil dan pigmen-pigmen lain yang memungkinkan mereka melakukan fotosintesis. Sianobakteria berukuran agak lebih besar daripada bakteri, bersel satu dan dapat di jumpai secara tunggal atau dalam rantai sel, yang kadang-kadang bercabang. Perkembangbiakannya dengan pembelahan biner sederhana, pembelahan ganda, atau melalui proses pekepasan sel-sel khusus yang di sebut spora.51 Bakteri mencakup sebagian besar prokariota yang dikenal kebanyakan orang, mulai dari spesies patogenik yang menyebabkan infeksi tenggorokan dan tuberculosis hingga spesies-spesies menguntungkan yang digunakan untuk membuat keju swis dan youghrt.52 B. Kajian Penelitian yang Relevan Terdapat beberapa penelitian yang relevan berkaitan dengan penerapan model pembelajaran Picture and Picture. Penelitian-penelitian tersebut memiliki pengaruh yang positif bagi kemungkinan penggunaan model pembelajaran Picture and Picture. 50. Michael J. Pelczar, Dasar-Dasar Mikrobiologi, (Jakarta: UI-Press, 1986), h. 46-47 Ibid , h. 47. 52 Campbell, Op cit, h. 130. 51.

(40) 27. Penelitian yang dilakukan oleh Nurhasanah Manurung, Dwi Menda Salsalina Sembiring di kelas X SMA Nurul Iman Tanjung Marowa menunjukan bahwa hasil belajar Biologi siswa kelas X-2 mengalami peningkatan hasil belajar setelah menggunakan media powerpoint berbasis model pembelajaran Picture and Picture yang ditunjukan oleh peningkatan rerata pretes dan postes sebesar 52,88 menjadi 67,93. Dalam penelitian ini juga menunjukan adanya pengaruh yang signifikan penggunaan media powerpoint berbasis model pembelajaran picture and picture terhadap hasil belajar siswa. 53 Penelitian yang dilakukan Dwi Handayani, Siti Harnina Bintari, Lisdiana dilaksanakan dengan berbantuan gambar dan spesimen invertebrata. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa pembelajaran model Picture and Picture berbantuan spesimen pada materi invertebrata dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di SMA Teuku Umar Semarang.54 Penelitian lain juga yang dilakukan Ari Rajasa, Sarwono, Sigit Santoso di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Surakarta menunjukan bahwa pengunaan metode kooperatif gabungan model Picture and Picture dan Group Investigation dapat meningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa.55 Penelitian yang dilakukan Aden Arif Gaffar menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture terhadap hasil belajar siswa SMP pada pembelajaran IPA. Hasil belajar siswa setelah menggunakan model picture and picture dalam pembelajaran kelas VII A SMP Negeri 3 Kabupaten Indramayu, berdasarkan hasil penelitian selama 2 siklus menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari indikator keberhasilan yang berupa hasil belajar siswa mengalami peningkatan 53 Nurhasanah Manurung, Dwi Menda Salsalina Sembiring, “Pengaruh Media Powerpoint Berbasis Model Picture and Picture terhadap Hasil Belajar Materi Virus Kelas X SMA Nurul Iman Tanjung Marowa”, Journal Biology Education Science & Technology, Vol. 1, 2018, h.82. 54 Dwi Handayani, Siti Harnina Bintari, Lisdiana, “Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture Berbantuan Spesimen pada Materi Invertebrata”, Unnes Journal Of Biology Education”, Vol. 2 (3), 2013, h.327. 55 Ari Rajasa, Sarwono, Sigit Santoso, “Meningkatkan Keaktivan Dan Hasil Belajar Geografi Tentang Sebaran Barang Tambang Di Indonesia Melalui Gabungan Model Pembelajaran Picture And Picture Dan Group Investigation Bagi Siswa Kelas Xi Ips 2 Sma Negeri 8 Surakarta Tahun 2015”, Jurnal GeoEco, Vol. 2, 2016, h. 160..

(41) 28. nilai rata-rata dari prasiklus ke siklus I yaitu sebesar 14,5, kemudian dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 7,8.56 Berdasarkan penelitian yang dilakukan Siti Fadjarajani, Eli Satiyasih Rosali & Widyanti Noerdianasari menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture memiliki pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa materi gunungapi di kelas X IPS SMA Negeri 1 Banjarsari. Hal ini dibuktikan sari Uji-t diperoleh nilai t hitung > t tabel yaitu 6,06 > 1,68.57 Berdasarkan penelitian Konservasi Mahasiswa IPA Unnes yang dilakukan Andin Vita Amalia, menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan soft skill konservasi mahasiswa yang didukung dengan kegiatan perkuliahan yang efektif dengan meningkatnya aktivitas mahasiswa didalam kegiatan perkuliahan. Hal ini dapat ditunjukkan dari nilai hasil belajar mahasiswa yang mengalami kenaikan sebanyak 57.32% dari nilai hasil belajar pretest mahasiswa. Mahasiswa merasa kegiatan peerkuliahan menjadi menyenangkan dan dapat memahami materi dengan adanya penggunaan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture.58 C. Kerangka Pikir Keberhasilan siswa dalam belajar dapat diukur dari hasil belajar yang diperoleh siswa dalam proses kegiatan pembelajaran. Permasalahan yang sering ditemukan disekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Faktor hasil belajar siswa yang rendah salah satunya disebabkan oleh metode atau model yang digunakan kurang tepat yang menyebabkan siswa tidak terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan dalam kurikulum 2013 siswa dituntut berperan. Aden Arif Gaffar, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA pada Pembelajaran IPA”, Jurnal Bio Educatio, Vol. 3, 2018, h. 19. 57 Siti Fadjarajani, Eli Satiyasih Rosali, Widyanti Noerdianasari, “Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Hasil Belajar Geografi”, Persepektif Ilmu Pendidikan, Vol. 34, 2020, h.26. 58 Andin Vita Amalia, “Penerapan Model Picture and Picture pada pembelajaran Bioteknologi untuk Meningkatkan Soft Skill Konservasi Mahasiswa IPA Unnes”, Unnes Science Education Journal, Vol. 5, 2016, h. 1121. 56.

(42) 29. aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan siswa merupakan unsur dasar yang penting terhadap tercapainya hasil belajar. Model pembelajaran picture and picture mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama pembelajaran. Siswa belajar dalam kelompok kecil, setiap kelompok saling bekerja sama, dan saling membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Model pembelajaran picture and picture melatih siswa berpikir logis dan sistematis karena siswa diminta memberi keterangan gambar, menunjuk gambar, menjelaskan gambar, dan memasangkan gambar. Dari tahapan-tahapan tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk mendorong siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran, karena dengan adanya gambar yang disediakan dapat merangsang keingintahuan siswa dan menarik perhatian siswa pada materi yang disampaikan oleh guru. Model pembelajan picture and picture memiliki kelebihan bahwa dengan adanya gambar yang menarik mengenai konsep yang disuguhkan, siswa akan cepat memahami konsep yang diajarkan. Dengan demikian siswa memahami konsep secara utuh karena adanya interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa yang lainnya. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran tersebut diharapkan memiliki pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, variasi metode atau model pembelajaran di dalam kelas menjadi salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pemilihan model pembelajaran yang kurang tepat memiliki cukup pengaruh terhadap hasil belajar siswa dan keaktifan siswa. Dengan hal ini guru harus merancang dan mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran dengan baik yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan agar siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan memahami konsep yang sedang dipelajari di dalam kelas. Sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Oleh karena itu, dengan adanya penerapan model cooperative learning tipe picture and picture diharapkan memiliki pengaruh yang positif terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep bakteri. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.1..

(43) 30. Pembelajaran. Hasil Belajar Rendah. Model Pembelajaran (Mendominasi Ceramah). Model Cooperative Learning tipe Picture and Picture. Merangsang keingintahuan siswa dan menarik perhatian siswa pada konsep yang diajarkan. Membuat siswa berpikir logis dan sistematis. Mendorong siswa lebih aktif, berinteraksi dan bekerjasama dalam pembelajaran. Hasil belajar meningkat. Gambar 2.1 Kerangka Berpikir D. Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka hipotesis yang dapat dirumuskan adalah terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Cooperative Laerning Tipe Picture and Picture terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep bakteri..

Referensi

Dokumen terkait

With this bank bjb create marketing strategies for new products by means of internal marketing, external marketing and Interaktive marketing so as to support

5.3 Zearalenoni ja nivalenoli Zearalenonilla ja nivalenolilla on erilliset siedettävät päivittäiset enimmäissaan- timäärät, mutta tulokset niiden saanti- laskelmista ovat

Alangkah kagetnya Jaka Tarub, karena ia melihat hanya ada satu padi yang dimasak oleh Nawang Wulan. Wie erschrak Jaka Tarub, weil er sah [dass] nur es war ein Reis [-korn?]

Pertama, bagi perusahaan, berdasarkan hasil analisis deskriptif pada variabel turnover intention ditemukan skor tertinggi pada pernyataan kedua yaitu karyawan sering

Dengan demikian dapat diketahui bahwa analisis SWOT merupakan faktor penting dalam merumuskan strategi, terutama strategi yang diterapkan oleh RSUD Kabupaten Kepulauan

Terimakasih saya ucapkan kepada ibu dan bapak dosen jurusan Teknik Arsitektur UIN Maliki Malang atas bimbingan, perhatian, dukungan, dan motivasi selama saya menuntut ilmu

tercantum bahwa tradisi merupakan produk sosial dan hasil dari pertarungan sosial politik yang keberadaannya terkait dengan manusia.Atau dapat dikatakan pula

Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah dan Kemampuan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau.. Jurnal Online Mahasiswa