_Aplikasi /sotopdanRadiasi, /996
KEMANFAATAN mJAUAN LEGUMINOSA POHON DAN PROTEIN BYPASS SEBAGAI P AKAN TERNAK RUMINANSIA.
Suharyooo, Biotara, H.S, Achmad, S., dan Titin, M.
Pusat Aplikasi lsotop daD Radiasi, BAT AN
ABSTRAK
KEMANFAATAN HIJAUAN LEGUMINOSA POHON DAN PROTEIN BYPASS SEBAGAI PAKAN TER- NAK RUMINANSIA Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana hijauan leguminosa pohon yang ditambah protein ~ bermanfaat sebagai suplemen ternak ruminansia. Percobaan ini menggunakan hewan kerbau yang difistula daD diberi 3 macam perlakuan. yaitu A: 300 g UMMB + 1350 g SBA; B: 300 g UMMB + 300 g Enlerolobium cyclocarpum + 50 g BK + 1 kg SBA; daD C: 300 g UMMB + 300 g Gamal + 50 g AK + 1 kg SBA. Rancangan percobaan yang digunakan adalah 3 x 3 bujur sangkar latin, daD parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, daya cerna, fermentasi rumen, daD pertambahan bobot badan kerbau. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan A dibanding dengan per- lakuan B daD C memberi pengaruh yang sarna terhadap parameter-parameter yang diamati. Secara keseluruhan dapat disim- pulkan bahwa hijauan leguminosa pohon + protein ~ bermanfaat sebagai suplemen ternak ruminansia seperti halnya UMMB.
ABSTRACT
mE USE OF LEAVES OF LEGUME TREE AND BYPASS PROTEIN AS A SUPPLEMENT FEED ON RUMINANT ANIMALS. The aim of this experiment was to know whether the leaves of legume tree being beneficial as ruminant animals supplement feed. Experimental animals used were 3 vistulated water buffaloes, these animals were offered 3 treatments, which were A: 300 g UMMB + 1350 g SBA (commercial concentrate); B: 300 g UMMB + 300 g Enlerolobium cyclocarpum + 50 g soy bean meal + I kg SBA; and C: 300 g UMMB + 300 g Gamal + 50 g soy sauce waste + I kg SBA.
Statistical analysis used was a 3 x 3 latin square design. Feed intake, digestibility, rumen fermentation and daily weight gain were measured. The results indicated that the treatments were not significant on feed intake, digestibily of dry matter, organic matter, rumen fermentation and daily weight gain. It means that the leaves of legume tree + protein bypass are potential as ruminant animals supplement feed as UMMB + commercial concentrate.
PENDAHULUAN
Ketersediaan lahan untuk memenuhi kebutuhan hijauan bagi pakan temak makin sempit, sehingga peme- rintah melakukan berbagai upaya untuk memecahkan masalah tersebut. Pemecaban masalah dilakukan dengan melaksanakan beberapa program, yaitu sistem tumpang sari, sistem lorong, sistem kebun rurnah tangga, sistem pagar, dan yang baru-baru ini digencarkan pelaksanaan- nya adaIah sistem tiga strata (STS) (1). Lebih Ian jut dise- butkan bahwa dalam program STS ini petani temak di- harapkan memanfaatkan lahan yang dimiliki seefisien mungkin dengan cara membagi lahan menjadi 3 yaitu, bagian inti, selimut, dan pinggir. Bagian inti digunakan
untuk penanaman palawija, bagian selimut yang merupa- kan perbatasan antara bagian inti dan pinggir digunakan untuk penanaman rerurnputan daD leguminosa, sedangkan bagian pinggir merupakan lahan untuk penanaman bebe- Tapa jenis hijauan leguminosa pohon, yaitu antara lain waru, gamal, lamtoro, dan akasia. Dari jenis-jenis legumi- nosa pohon ini, gamal merupakan hijauan yang mendapat pri-oritas untuk ditanam looih banyak, dengan kata lain ga- mal merupakan hijauan yang akan berperan dalam keterse- diaan pakan, terutama saat pertengahan musim kering (1).
Gamal merupakan hijauan yang berprotein ting- gi, tetapi di dalam rumen, protein ini mudah terdegradasi.
Namun, dengan adanya perlakuan pemanasan dengan sinar matahari atau oven, laju degradasi protein dapat dite- kan (2). Dari percobaan sebelurnnya ditemukan bahwa pe- nambahan 3,3% tanin dapat menekan konsentrasi amonia pada inkubasi 12 jam. kecernaan bahan kering, organik dan protein pada inkubasi 48 jam (3). Berdasarkan basil-basil tersebut, gamal dapat diperbaiki kekurangannya sehingga cenderung bersifat protein ~.
Untuk membuktikan bahwa gamal akan lebm ber- manfaat sebagai suplemen pakan ternak ruminansia. rnaka perlu diuji kemanfaatannya dengan cara menambah am- pas kecap dan kemudian dibandingkan dengan suplemen urea multinutrien molases blok (UMMB). UMMB di- gunakan sebagai pembanding, karena telah terbukti mam- pu meningkatkan produksi ternak (susu dan daging) dan memperbaiki penampilan reproduksi (4). Selain itu, di- gunakan juga pembanding lain yaitu hijauan leguminosa pohon yang mengandung tanin daD ditambah dengan bungkil kedelai sebagai protein ~.
Tujuan percobaan pada tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh data apakah gamal yang ditambah dengan ampas kecap akan memberi respons yang positif
25
Aplikasi [salop dan Radiasi. 1996
seperti halnya pada UMMB terhadap temak rurninansia.
Data yang diperoleh diharapkan dapat membuktikan bah- wa gamal merupakan sumber protein yang mempunyai nilai biologis tinggi untuk temak rurninansia.
BAHAN DAN METODE
Hewan percobaan yang digunakan adalah 3 ekor kerbau jantan yang difistula, yang berumur ::I: 2 tahun dan bobot badannya berkisar antara 215-275 kg. Hewan- hewan tersebut diberi pakan dasar rumput lapangan dan air minum .!!d libitum. Suplemen diberikan setiap pukul 8.00 pagi, setelah itu diberi rumput lapangan. Rumput lapangan diperoleh dari sekitar kantor Pusat Aplikasi Iso- top dan Radiasi, BATAN, Pasar Jumat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kerbau diberi suplemen dengan 3 macam per- lakuan, yaitu A: 300 g UMMB + 1350 g Konsentrat Sadimun Berkah Abadi (SBA); B: 300 g UMMB + 300 g Enterolobium cyclocarpum + 50 g bungkil kedelai (BK) + 1 kg SBA; dan C: 300 g UMMB + 300 g daun garnal + 50 g ampas kecap (AK) + 1 kg SBA. Rancangan perco- baan yang digunakan 3 F x 3 bujur sangkar latin, yang dibagi dalam tiga periode.
Setiap periode kerbau perlu adaptasi pakan suple- men selama 2 minggu, selebihnya digunakan untuk pe- ngamatan bobot hadaD, fermentasi rumen, daD daya cerna. Pengamatan ini memerlukan waktu 1,5 bulan setiap periode. Metode anaiisis untuk fermentasi rumen yang meliputi pH, asam lemak mudah menguap (TVF A), konsentrasi amonia dan laju pertumbuhan sel bakteri dan protowa, dan daya cerna bahan kering dan organik dilaku- kan seperti yang telah dilaporkan sebelumnya (3). Penguku- ran laju pertumbuhan sel bakteri daD protozoa meng- gunakan perunut isotop 32p (5). Hasil-hasil dari berbagai parameter ini dianalisis statistiknya dengan menggunakan 3 x 3 bujur sangkar latin (6).
HASH.. DAN PEMBAHASAN
Hasil yang diperoleh daTi konsumsi pakan, daya cerna, fermentasi rumen, daD pertarnbahan bobot badan terlihat pada Tabel 1.
Konsumsi pakan yang dinyatakan dalam total bahan kering, organik, protein, daD rumput lapangan menunjukkan bahwa penambahan hijauan leguminosa po- bon (gamal + AK, Enterolobium cyclocarpum + BK) mem- punyai pengaruh yang sarna seperti pada pemberian
kan basil yang san1a seperti pada perlakuan A (Tabel I).
Nilai pH yang dihasilkan berkisar antara 6,72-6,85 dan masih dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pertum- buhan mikroba, yaitu sekitar 6-7 (9).
Konsentrasi amonia dalarn rumen pada umum- nya diperoleh dari protein, peptida, deaminasi asam ami- no, sekresi mikroba selarna pertumbuhan, dan lisis ~el mik- roba daD endogen (10, 11, 12). Hasil yang didapat untuk perlakuan A: 27,80; B: 29,14; dan C: 26,97 mg/l00 mI, jika dikaitkan dengan daya cerna secara ill ~ baban
kering, basil yang didapat antara perlakuan A: 55,64; B:
60,60; daD C: 60,28%, tarnpak bahwa basil-basil tersebut masih dalarn kategori yang tinggi daD suplemen yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan daD produksi susu (11). MEHREZ daD ORSKOV (13), melaporkan bahwa daya cerna pakan konsentrat akan men- capai maksimum hila konsentrasi amonia dalarn rumen adalah :i: 230 mg N arnonia/l.
Bila dikaitkan dengan toksisitas, kondisi konsen- trasi arnonia dalarn rumen tersebut belum mengakibatkan keracunan. Hal ini didukung oleh hewan percobaan yang tidak menunjukkan gejala keracunan, daD ANNISON dan LEWIS (14), melaporkan bahwa hewan ruminansia akan menderita keracunan hila konsentrasi amonia dalam rumen melebihi 1700-2200 mg/l.
WOLIN daD MILLER (12), melaporkan bahwa amonia yang dihasilkan daTi degradasi protein dalam pakan dan endogen akan merupakan unsur yang sangat penting dalam pembentukan protein protozoa dan bakteri hila dalarn rumen tersedia rantai karbon dari VF A atau karbohidrat. Pada percobaan ini telah diukur laju pertum- buhan gel protozoa daD bakteri. Hasil yang diperoleh menunjukkan tidak ada perbedaan antarperlakuan A, B, dan C (Tabel 1). lni berarti bahwa pemberian gamal yang ditambah dengan AK merupakan suplemen yang sarna kualitasnya dengan UMMB. Hasil yang diperoleh daTi laju pertumbuhan bakteri ini berkisar antara 14,05-25,64 mg/
j/IOO mi. SUHARYONO, dkk. (2), melaporkan bahwa basil tersebut lebih tinggi jika dibanding dengan sapi potong yang diberi 0,4 kg UMMB + 0,5 kg gamal + 1,5 kg SBA
(11,34 mg/j/l00 ml).
Daya cerna bahan organik menunjukkan adanya pengaruh perlakuan, namun setelah dilakukan uji jarak masing-masing perlakuan tidak ditemukan perbedaan yang nyata. Daya cerna bahan organik yang diperoleh untuk perlakuan A: 57,18; B: 64,56; daD C: 63,53% Hal ini dikuti oleh produksi TVFA yang juga tidak berbeda, yaitu A:
10,29; B: 11,98; dan C: 11,20 mM/I00 mI (Tabel 1). lni berarti bahwa pakan A, B, dan C di dalarn rumen yang
_Aplikasi Isotop don Radiasi, J 996
KESIMPULAN 4. HENDRATNO, C., NOLAN, J. V., dan LENG, R.A,
"The importance of UMMB for ruminant produc- tion in Indonesia", Isotope and Related Techniques in Animal Production and Health (1991).
5. HENDRATNO, C, "Penggunaan 32p dan 3SS sebagai pe- Randa pengukuran pembentukan rnasa rnikroba ru- men kerbau", Aplikasi Tehnik Nuklir di Bidang Pertanian daD Peternakan (Risalah Pertemuan Ilmiah Jakarta, 1984), BATAN, Jakarta (1985).
Pemberian UMMB yang ditarnbah dengan hijauan leguminosa pohon, yaitu Enterolobium cyclocarpum + bungkil kedelai atau gamal + ampas kecap mempunyai pengaroh yang sarna dengan pemberian UMMB dan kon- sentrat komersial terhadap konsurnsi total pakan baik ba- haD kering, bahan organik, daD protein, demikian juga terhadap fermentasi rumen, pertumbuhan bobot badan dan daya cerna bahan kering dan organik.
Hal ini berarti, gamal bila ditarnbah dengan pro- tein ~ cenderung bermanfaat sebagai suplemen untuk ternak ruminasia dan potensial sebagai surnber protein.
Dengan kata lain gamal belurn terbukti sepenuhnya seper- ti UMMB, sehingga perlu dikaji lebih Ian jut, sebagai salah satu pengganti sumber protein yang potensial dalam carnpuran UMMB.
6. STEEL, G.D., and TORRlE, J.H, Priciples and Proce- dures of Statistics a Biometrical Approach, Int. Stu- dent ed., McGraw-Hili Kogakusha (1981).
7. SASANGKA, B.H., SUHARYONO, dan HENDRAT- NO, C., "Pelbaikan kondisi metabolisme nunen dan robot badan sebagai akibat penambahan UMMB- ampas kecap", Sains Dan Tehnologi Petemakan, Buku 2, BALITNAK, Bogor (1994).
8. SUHARYONO, HENDRATNO, C., SASANGKA, B.a, ABIDIN, Z., MARYATI, T., LELANANINGT- Y AS, GOBEL I., KOSASllI, E.I., dan KAMARU- DIN S,. Peranan pollard dalam campuran UMMB sebagai pengganti bekatul untuk suplemen nuni- nansia. Buletin Peternakan, Edisi Khusus (1992).
UCAPAN TERIMA KASm
Ucapan terima kasih diberikan kepada Nunik Le- lananingtyas, Ibrahim Gobel, dan Edi Irawan Kosasih yang telah membantu kami dalam analisis sampel, daD juga kepada Adul bin Eboh, Dedi, Sayuti, daD Nasan yang telah membantu daIam pemeliharaan hewan percobaan dan penyediaan pakan.
9. CZERKAWSKI, l.W, An Introduction to Rumen Stud- ies. Pergamon Press, New York (1986).
10. NOLAN, 1. V, "Nitrogen metabolism in the ruminana", A Review in Recent Advances in Animal in Aus- tralia-1981 (FARREL, 0.1., ed.), University of New England Publishing Unit, Arrnidale, NSW (1981).
DAFfAR PUSTAKA
SUBDIREKTORAT PAKAN HIJAUAN, Petunjuk Pengembangan Hijauan Makanan Ternak di Laban Kritis: Sistim Tiga Strata (STS). Direktorat Bina Produksi Petemakan, Dirjen. Peternakan, Deptan, Jakarta (1994).
II. PRESTON, T.R, and LENG, R.A, Matching Ruminant Production System With Available Resource in The Tripics and SubTropics, Penambul Books, Annidale (1987).
12. WOLIN, M.J., and MILLER, T.L, "Microbe-microbe interactions", The Rumen Microbial Ecosystem (HOBSON, P.N., ed.), Elsevier Applied Science, London (1989).
SUHARYONO, GOBEL, I., dan KOSASIH, E.I, "Pe.
manfaatan hijauan Enterolobium cyclocarpum dan Gliricicidia maculata sebagai pakan ternak rumi- nansia untuk menekan penggunaan konsentrat", Aplikasi Isotop daD Radiasi Dalam Bidang Industri,Pertanian dan Lingkungan (Risalah Perte- moan Ilmiah Jakarta, 1993), BATAN, Jakarta (1994)
13. MEHREZ, A.Z., and ORSKOV, E.R, "Rates of rumen fennentation in relation ammonia concentration", Proceedings of the Nutrition Society 35, 40A, (1976).
3. SUHARYONO,MARY A TI., T., LELANANINGTY AS, N., KOSASIH,E.I, Pengaruh ekstrak tanin daun Enter%bium cyc/ocarpum terhadap kQ;emaan, fer- mentasi padadaun gamal. Belum dipublikasikan, (1995).
14. ANNISON, E.F., dan LEWIS, D, Metabolism in the Rumen, John Wiley and Sons, New York (1959).
27
Aplika,yi /.rotop don Rodia,yi, 1996
Tabel I. Pengamh penambahan hijauan leguminosa pohon + protein ~ terhadap konsurnsi pakan, daya cerna, ferrnentasi rumen, dan pertambahan bobot badan kerbau
Parameter Pcrlakuan Statistik
ABC
5,74 6,33 12,76 4.92
T.N T.N ToN ToN 5,74
6.02 12,94 5,00
5,88 6,35 13,10 5,15
60,28 63,53
T.N T.N 55,64
57,18 60,60 64,56
6,78 27,80
10,29
6,85
26,97 11,20
T.N T.N
ToN
6,72 29,14
11,98
-
Konsumsi Total ran- sum (kg)
I. Bahan Kering 2. Bahan Organik 3. Protein
4. Rumput lapangan Daya Cerna (%)
I. Bahan Kering 2. Bahan Organik Fermentasi rumen
I. pH
2. NH3 (mg/lOO ml) 3. TVFA (mM/IOOml) 4. Laju pertumbuh-
an Bel mikroba (mg/jarn/IOO ml) a. Bakteri
b. Protozoa Pertambahan bobot badan (%/ekor/hari)
14,05 11,07 19.96
20,44 25,64 20,43
T.N T.N
100,00 197,71 168,52 ToN
-
Catatan: T.N. = tidak nyata
Tabel 2. Komposisi zat nutrisi daTi pakan yang digunakan dalam percobaan
Zat Nutrisi (-I.)
BrK BO PK
27,44:i:l,58 87,48:i:O,IO 11,48:i:O,59 89,48:i:O.38 87,91:i:O,97 11,79:i:O,91
--
Bahan
74,71:1::0,83 86,42:1::0,30 68,01:1:2,05 87,23:1::0,62 Rumput segar
Konsentrat komersial (SBA)
UMMB Gamal Ampas Kecap Enterolohium c
74,74:i:3,49 87,67:i:O,Ol 78,58:i:O,67 93,64:i:O,O9
22,39:i:O,41 25,36:i:O,OI 39,O2:J:l,12 22,O8:J:O,41
.Aplikasi lsotop dan Radiasi, J 996
DISKUSI
C. HENDRA TNO
Dalam kesimpulan dinyatakan bahwa hijauan leguminosa + protein bypass. ternyata dapat menjadi substitusi teknologi UMMB. Apakah sudah dipikirkan penerapan selanjutnya di lapangan?
SUHARYONO
Kami tidak berusaha untuk mensubtitusi UMMB sebagai suplemen, tetapi UMMB digunakan sebagai stan- dar. Dalam hal ini kami mencoba mengatasi perrnasalah- an di lapangan, karena sumber protein dalam formula UMMB belurn tentu terdapat di lapangan. Atas dasar ter- sebut kami mencoba memanfaatkan gamal yang selalu tersedia di beberapa daerah, apalagi sistem tiga strata ini berhasil, gamal akan tersedia banyak jumlahnya, sehing- ga hila peternak mena- nyakan bagaimana menggantikan sumber protein dalam UMMB, mungkin hal ini akan merupakan jalan pemecahannya.
MARIALINA ROSILA W A TI
1. Untuk parameter fennentasi rumen antara lain penga- matan bakteri. Bagaimana cara penentuan jumlah bakteri rumen, karena sebagian besar adalah bakteri anaerob?
2. Berapa pH optimum pada fermentasi rumen?
SUHARYONO
Penentuan bakteri rumen seperti halnya dengan bakteri lainnya, yaitu dengan mikroskop atau secara kolo- ni. Perbedaannya kedua cara tersebut ialah: untuk per- hitungan secara koloni harus dalam suasana anaerobik, sedangkan untuk mikroskop, harus diadakan/dilakukan sentrifugasi 12.000 rpm selama 10', daD ditambahkan larutan tertentu, sehingga akan mempermudah pembaca- anoya.
Ke Daftar Isi 29