• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI TERHADAP BARANG YANG

DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL)

DI KOTA MEDAN)

TESIS

Oleh

PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK 117011018/M.Kn

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2013

(2)

PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI TERHADAP BARANG YANG

DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL)

DI KOTA MEDAN)

TESIS

Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan Pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara

Oleh

PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK 117011018/M.Kn

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2013

(3)

Judul Tesis : PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

TERHADAP BARANG YANG DINYATAKAN

TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR

PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN

LELANG (KPKNL) DI KOTA MEDAN) Nama Mahasiswa : PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK Nomor Pokok : 117011018

Program Studi : MAGISTER KENOTARIATAN

Menyetujui Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH)

Pembimbing Pembimbing

(Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, MHum) (Prof. Dr. Runtung, SH, MHum)

Ketua Program Studi, Dekan,

(Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN) (Prof. Dr. Runtung, SH, MHum)

Tanggal lulus : 23 September 2013

(4)

Telah diuji pada

Tanggal : 23 September 2013

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua : Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH

Anggota : 1. Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, MHum 2. Prof. Dr. Runtung, SH, MHum

3. Dr. T. Keizerina Devi A, SH, CN, MHum 4. Dr. Jusmadi Sikumbang, SH, MHum

(5)

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK

Nim : 117011018

Program Studi : Magister Kenotariatan FH USU

Judul Tesis : PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

TERHADAP BARANG YANG DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) DI KOTA MEDAN)

Dengan ini menyatakan bahwa Tesis yang saya buat adalah asli karya saya sendiri bukan Plagiat, apabila dikemudian hari diketahui Tesis saya tersebut Plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia diberi sanksi apapun oleh Program Studi Magister Kenotariatan FH USU dan saya tidak akan menuntut pihak manapun atas perbuatan saya tersebut.

Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dalam keadaan sehat.

Medan,

Yang membuat Pernyataan

Nama : PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK Nim : 117011018

(6)

i ABSTRAK

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menetapkan Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Amandemen Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 62/PMK.04/2011 Tentang Penyelesaian Barang Tidak Dikuasai, Barang Dikuasai Negara dan Barang yang Menjadi Milik Negara.. Sedangkan pelaksanaan Lelang Eksekusi barang tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.06/2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang dan Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor PER-03/KN/2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Lelang. Barang Tidak Dikuasai merupakan barang yang diberitahukan pabeannya tetapi tidak dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Sementara yang berada di dalam area pelabuhan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak penimbunannya, barang yang tidak dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Sementara yang berada di luar area pelabuhan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak penimbunannya, barang yang tidak dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Berikat yang telah dicabut izinnya dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak pencabutan izin, barang yang dikirim melalui Pos yang ditolak oleh si alamat atau orang yang dituju dan tidak dapat dikirim kembali karena ditolak atau tidak dapat disampaikan kepada alamat yang dituju dan tidak diselesaikan oleh pengirim dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya pemberitahuan dari Kantor Pos.

Penelitian ini bersifat deskriptif analitis tentang Pelaksanaan Lelang Eksekusi Barang Tidak Dikuasai oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan pendekatan yuridis empiris yang berkaitan dengan Pelaksanaan Lelang Eksekusi Barang Tidak Dikuasai pada KPKNL Medan.

Dari hasil penelitian ini Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.06/2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang telah mengakomodir pelaksanaan lelang termasuk lelang terhadap Barang Tidak Dikuasai. Namun menurut peneliti Peraturan Menteri Keuangan tersebut meletakkan kedudukan pemenang lelang dalam posisi lemah karena harus menerima barang tersebut apa adanya dan menanggung segala resiko yang terjadi atas pelaksanaan lelang eksekusi Barang Tidak Dikuasai.

Disarankan kepada importir untuk memperhatikan syarat–syarat menjadi importir dan prosedur impor sehingga barang tersebut tidak dinyatakan Barang Tidak Dikuasai dan kepada Pemerintah Pusat c.q. Menteri Keuangan untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang Tentang Lelang dengan memperhatikan kedudukan pemenang lelang sesuai dengan azas keseimbangan dalam perjanjian dan mensahkannya sebagai Undang-Undang karena Peraturan Lelang (Vendu Reglement) yang masih berlaku saat ini tidak sesuai dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan sistem Hukum Nasional sehingga peraturan tersebut mengikat masyarakat luas.

Kata kunci: Lelang Eksekusi, Barang Tidak Dikuasai, KPKNL

(7)

ii ABSTRACT

The Directorate General of Customs and Excises in its provision on Uncontrolled Goods, based on Law No. 10/1995 on Customs as it is amended by Law No. 17/2006 on the Amendment of Law No. 10/1995 on Customs and the Regulation of the Ministry of Trade No. 62/PMK.04/2011 on the Settlement of Uncontrolled Goods, Goods Controlled the State, and State Owned Goods. Meanwhile, the implementation of the Foreclosure Sale of the goods is stipulated in the Regulation of the Minister of Finance No. 93/PMK.06/2010 on the Operational Manual of Auction and the Regulation of the Director General of the State’s Property No PER- 03/KN/2010 on the Operational Manual of the Implementation of Auction.

Uncontrolled goods is the goods which has been informed its customs but is not removed from the Temporary Depot in the harbor area within 30 (thirty) days since it was kept, the goods which is not removed from the Temporary Depot outside the harbor area within 60 (sixty) days since it was kept, goods which is not removed from the Supplementary Bonded Depot whose license is suspended within 30 (thirty) days since the suspension, and goods which is sent via mail, rejected by the receiver, and not able to be resent because of the rejection or not arrived at the right address, and not settled by the sender within 30 (thirty) days since the information by the Post Office.

The research used descriptive analysis method about the Implementation of the Foreclosure Sale of uncontrolled goods by the Directorate General of Customs and Excises with judicial normative approach related to the Implementation of Foreclosure Sale of Uncontrolled Goods by KPKNL, Medan.

The result of the research showed that the Regulation of the Minister of Finance No. 93/PMK.06/2010 on the Operational Manual of Auction has accommodated the implementation of auction, including the auction of uncontrolled goods. However, the researcher on the Regulation of the Minister of Finance states that the position of the winner of the auction is weak since he has to receive the goods as it is and will take the risk of the implementation of the operational sale of uncontrolled goods. It is recommended that importers pay attention to the requirements for being importers and for import procedures so that the goods is not regarded as uncontrolled goods, the Central Government, in this instance, the Ministry of Finance propose a Bill on Auction by paying attention to the winner of the auction which is in line with balance principle in the contract and validated as a Law because Auction Regulation (Vendu Reglement) which is still valid now is not in line with Pancasila, with the 1945 Constitution, and with National Law system so that the regulation will touch the whole society.

Keywords: Foreclosure Sale, Uncontrolled Goods, KPKNL

(8)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat dan kasih karuniaNya penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan baik.

Tesis ini berjudul “PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI TERHADAP BARANG YANG DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) DI KOTA MEDAN) sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Magister Kenotariatan pada Pascasarjana Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan.

Penulis menyadari sepenuhya bahwa penulisan tesis ini dapat selesai dengan adanya dorongan dari pihak-pihak yang telah berjasa membimbing, mengarahkan dan memberi semangat dan motivasi kepada penulis. Pada kesempatan ini, dari lubuk hati yang tulus, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

1. Bapak Prof. Dr.dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc (CTM), Sp.A(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara, atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

(9)

iv

2. Bapak Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH, Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, MHum, selaku pembimbing yang telah bersedia memberikan waktu, petunjuk dan saran untuk kesempurnaan tesis ini kepada penulis.

3. Bapak Prof. Dr. Runtung, SH, MHum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara sekaligus sebagai pembimbing yang telah bersedia memberikan waktu, petunjuk dan saran untuk kesempurnaan tesis ini kepada penulis.

4. Bapak Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN, selaku Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

5. Ibu Dr. T. Keizerina Devi A, SH, CN, Mhum, selaku Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, sekaligus penguji dan Bapak Dr. Jusmadi Sikumbang, SH, Mhum, selaku penguji yang telah memberikan kritikan, masukan dan saran untuk kesempurnaan tesis ini kepada penulis.

6. Suami tercinta, Lambok M. Purba, ST yang dengan sabar memberikan doa dan semangat untuk penyelesaian studi dan tesis ini serta orangtua saya, Ibu T.

Siahaan, dan keluarga besar saya yang telah mendoakan dan memberikan dukungan moril untuk penyelesaian studi kepada penulis.

7. Bapak Nasrun Nasution, Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai XV, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean Belawan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan wawancara.

(10)

v

8. Bapak Budi Hardiansyah, Pelaksana Lelang pada Seksi Lelang KPKNL Medan yang telah memberikan kesempatana kepadapenulis untuk melakukan wawancara.

9. Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu staf pengajar dan semua karyawan pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

10. Sahabat-sahabat saya di Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara angkatan 2011 dan yang berada di Jakarta dan Pekan Baru serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu yang telah membantu penulis untuk menyelesaikan studi dan tesis ini.

Akhirnya, penulis berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, September 2013 Penulis

Pesta Aspita Diana Simanjuntak

(11)

vi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS PRIBADI

Nama : Pesta Aspita Diana Simanjuntak

Tempat/Tanggal Lahir : P. Siantar/5 Februari 1972

Alamat : Perumahan Sunggal Mas Blok A1, Jalan

Sunggal Medan

II. RIWAYAT PENDIDIKAN

1. SD YPHKPB 1 Pematang Siantar tamat tahun 1984 2. SMP Negeri 3 Pematang Siantar tamat tahun 1987 3. SMA Negeri 1 Pematang Siantar tamat tahun 1990

4. S1 Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang tamat tahun 1995 5. S2 Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara tamat

tahun 2013

III. RIWAYAT PEKERJAAN

1. Staf administrasi Rumah Sakit Yadika, Jakarta tahun 2000

2. Staf ekspor-impor PT. Chemtech Perkasa Raya, Serang tahun 2001-2011

(12)

vii DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR ISTILAH ... ix

DAFTAR SINGKATAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Perumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 9

D. Manfaat Penelitian ... 9

E. Keaslian Penelitian ... 10

F. Kerangka Teori dan Konsepsi ... 13

1. Kerangka Teori ... 13

2. Konsepsi ... 22

G. Metode Penelitian ... 25

1. Spesifikasi Penelitian ... 26

2. Lokasi Penelitian ... 26

3. Teknik Pengumpulan Data ... 27

4. Alat Pengumpulan Data... 29

5. Analisis Data ... 30

BAB II FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN BARANG TIDAK DIURUS PEMILIKNYA ... 31

(13)

viii

A. Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang

(KPKNL) ... 31

B. Tahapan-Tahapan Untuk Melakukan Kegiatan Importasi ... 31

C. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Barang Tidak Diurus ... 55

BAB III PROSES PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI TERHADAP BARANG YANG DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI ... 60

A. Beberapa Pengertian, Fungsi Dan Jenis Lelang ... 60

B. Kriteria Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai... 73

C. Proses Pelaksanaan Lelang Eksekusi Terhadap Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai ... 75

D. Hambatan Dalam Pelaksanaan Lelang Eksekusi BTD ... 113

BAB IV PERATURAN LELANG YANG IDEAL YANG PERLU DITAMBAHKAN DALAM PERMASALAHAN LELANG BARANG TIDAK DIKUASAI ... 117

A. Analisis Peraturan Lelang (Vendu Reglement) ... 117

B. Rancangan Peraturan Perundang-Undangan yang Baik ... 121

C. Peraturan Lelang yang Ideal yang Perlu Ditambahkan dalam Permasalahan Lelang Barang Tidak Dikuasai (BTD) ... 125

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 134

A. KESIMPULAN ... 134

B. SARAN ... 136

DAFTAR PUSTAKA ... 138

(14)

ix

DAFTAR ISTILAH

Analizing Point : proses verifikasi perijinan

Barter : pertukaran barang

benoemd : perjanjian khusus

Bill of Lading : dokumen pengangkutan barang

melalui transportasi laut

Cost Insurance and Freight : harga barang, asuransi dan ongkos Common Effective Preferential Tariff for : penurunan tariff komoditi barang ASEAN free Trade Area tertentu secara bersamaan sampai

Mencapai tingkat 0-5%

Electronic Data Interchange : pertukaran data elektronik

Fair Trade : perdagangan yang sehat

Feitelijk : senyatanya

Field Research : penelitian lapangan

Forced Sale Value : harga limit lelang eksekusi ditentukan serendah-rendahnya sama dengan nilai likuidasi High risk importir : importir kategori risiko tinggi Hi-co scan X-ray System : pemeriksaan fisik barang dalam

peti kemas dengan menggunakan teknologi sinar X

Harmonize System : pos tariff

Indonesia National Single Window : sistem penyampaian data informasi nasional secara tunggal

Innominaat : perjanjian tidak bernama

Law is command of the sovereign : perintah dari penguasa

Legal Substance : substansi hukum

Legal Structural : Struktur hukum

Legal Cultural : budaya hukum

Library Research : penelitian kepustakaan

Letter of Credit (L/C) : cara pembayaran internasional melalui bank setelah barang dan dokumen dikirim ke luar daerah pabean

Levering : penyerahan

Nominaat : perjanjian bernama

Official System : jumlah bea masuk yang harus

dibayar ditetapkan pejabat bea dan cukai

Ordonansi : peraturan pemerintah

Open house/ aanwijzing : kesempatan yang diberi kepada

(15)

x

peserta lelang untuk melihat kondisi barang

Purchase Order (PO) : order penawaran

Self Assessment System : sistem pemungutan pajak dimana wajib pajak menentukan sendiri besarnya pajak terutang

Uncrushed salt : garam

Vendu Reglement (VR) : Peraturan lelang Vendu Instructie (VI) : instruksi lelang

Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) : persekutuan dagang Hindia Belanda

Volksraad : semacam Dewan Perwakilan

Rakyat tetapi tidak secara penuh mewakili rakyat, terbentuk tahun 1926

World Trade Organization Valuation agreement : nilai pabean yang ditentukan oleh organisasi perdagangan dunia

(16)

xi

DAFTAR SINGKATAN

API : Angka Pengenal Impor

API-U : Angka Pengenal Impor Umum

API-P : Angka Pengenal Impor Produsen

APBD/APBN : Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah/Anggarang Pendapatan dan Belanja Negara

BUMN : Badan Usaha Milik Negara

BTD : Barang Tidak Dikuasai

BDN : Barang Dikauasai Negara

BMN : Barang Milik Negara

B/L : Bill of Lading

BKP : Barang Kena Pajak

BKPM : Badan Koordinasi Penanaman Modal BICT : Belawan International Container Terminal

BM : Bea Masuk

BPHTB : Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan BUPN : Badan Urusan Piutang Negara

BUPLN : Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara BTBMI : Buku Tariff Bea Masuk Indonesia

CIF : Cost Insurance and Freight

CEPT : Common Effective Preferential Tariff for ASEAN Free Trade Area

DPR : Dewan Perwakilan Rakyat

DJBC : Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

DJPLN : Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara DJKN : Direktorat Jenderal Kekayaan Negara

EDI : Electronic Data Interchange

INSW : Indonesia National Single Window

MITA : Mitra Utama

KPKNL : Kantor PelayananKekayaan Negara dan Lelang KUHPerdata : Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

KUHAP : Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana KPBPB : Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas KP3N : Kantor Pelayanan Pengurusan Piutang Negara KP2LN : Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara LARTAS : Larangan dan Pembatasan

L/C : Letter of Credit

NIK : Nomor Induk Kepabeanan

PBM/KN : Pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara

PDRI : Pajak Dalam Rangka Impor

PIB : Pemebritahuan Impor Barang

(17)

xii

PMK : Peraturan Menteri Keuangan

PN/PA : Pengadilan Negeri/Pengadilan Agama PNBP : Penghasilan Negara Bukan pajak

PO : Purchase Order

PPJK : Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan

PPh : Pajak Penghasilan

PPn : Pajak Pertambahan Nilai

PPNBM : Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah PDE : Pertukaran data Elektronik

RUU : Rancangan Undang-Undang

SSPCP : Surat Setoran Pajak Cukai dan Pabean

SKPBM : Surat Penetapan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk SIUPP : Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilai

SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang

TPB : Tempat Penimbunan Berikat

TPS : Tempat Penimbunan Sementara

TPP : Tempat Penimbunan Pabean

UUHT : Undang-Undang Hak Tanggungan

VOC : Verenigde Oostindische Compagnie

VR : Vendu Reglement

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS Semester Gasal Pokok Bahasan Ketenagakerjaan dan

• Aspek lingkungan didefinisikan adalah elemen dari aktifitas organisasi, produk dan jasa yang.. dapat berinteraksi

minat beli ulang konsumen yang masih berada dalam kategori cukup baik di mata responden sehingga kedepannya bisa berada dalam kategori baik. Perusahaan disarankan

[r]

Pada kelompok pasien dengan sisa masa yang menyangat kontras, harapan. hidup adalah sebesar

Konsumsi ransum (g/ekor/minggu) yaitu rataan konsumsi ransum setiap ekor, setiap minggu, diukur berdasarkan selisih antara ransum yang diberikan dengan sisa ransum

1. Daerah adalah Kabupaten Bekasi. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas

 Selain dampak dari efisiensi biaya, kenaikan laba bersih Perseroan didorong oleh naiknya pendapatan keuangan.. dampak pengalihan kas dari rekening reguler menjadi deposito