PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI TERHADAP BARANG YANG
DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL)
DI KOTA MEDAN)
TESIS
Oleh
PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK 117011018/M.Kn
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2013
PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI TERHADAP BARANG YANG
DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL)
DI KOTA MEDAN)
TESIS
Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan Pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara
Oleh
PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK 117011018/M.Kn
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2013
Judul Tesis : PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
TERHADAP BARANG YANG DINYATAKAN
TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR
PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN
LELANG (KPKNL) DI KOTA MEDAN) Nama Mahasiswa : PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK Nomor Pokok : 117011018
Program Studi : MAGISTER KENOTARIATAN
Menyetujui Komisi Pembimbing
(Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH)
Pembimbing Pembimbing
(Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, MHum) (Prof. Dr. Runtung, SH, MHum)
Ketua Program Studi, Dekan,
(Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN) (Prof. Dr. Runtung, SH, MHum)
Tanggal lulus : 23 September 2013
Telah diuji pada
Tanggal : 23 September 2013
PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua : Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH
Anggota : 1. Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, MHum 2. Prof. Dr. Runtung, SH, MHum
3. Dr. T. Keizerina Devi A, SH, CN, MHum 4. Dr. Jusmadi Sikumbang, SH, MHum
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK
Nim : 117011018
Program Studi : Magister Kenotariatan FH USU
Judul Tesis : PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
TERHADAP BARANG YANG DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) DI KOTA MEDAN)
Dengan ini menyatakan bahwa Tesis yang saya buat adalah asli karya saya sendiri bukan Plagiat, apabila dikemudian hari diketahui Tesis saya tersebut Plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia diberi sanksi apapun oleh Program Studi Magister Kenotariatan FH USU dan saya tidak akan menuntut pihak manapun atas perbuatan saya tersebut.
Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dalam keadaan sehat.
Medan,
Yang membuat Pernyataan
Nama : PESTA ASPITA DIANA SIMANJUNTAK Nim : 117011018
i ABSTRAK
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menetapkan Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Amandemen Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 62/PMK.04/2011 Tentang Penyelesaian Barang Tidak Dikuasai, Barang Dikuasai Negara dan Barang yang Menjadi Milik Negara.. Sedangkan pelaksanaan Lelang Eksekusi barang tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.06/2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang dan Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor PER-03/KN/2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Lelang. Barang Tidak Dikuasai merupakan barang yang diberitahukan pabeannya tetapi tidak dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Sementara yang berada di dalam area pelabuhan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak penimbunannya, barang yang tidak dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Sementara yang berada di luar area pelabuhan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak penimbunannya, barang yang tidak dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Berikat yang telah dicabut izinnya dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak pencabutan izin, barang yang dikirim melalui Pos yang ditolak oleh si alamat atau orang yang dituju dan tidak dapat dikirim kembali karena ditolak atau tidak dapat disampaikan kepada alamat yang dituju dan tidak diselesaikan oleh pengirim dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya pemberitahuan dari Kantor Pos.
Penelitian ini bersifat deskriptif analitis tentang Pelaksanaan Lelang Eksekusi Barang Tidak Dikuasai oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan pendekatan yuridis empiris yang berkaitan dengan Pelaksanaan Lelang Eksekusi Barang Tidak Dikuasai pada KPKNL Medan.
Dari hasil penelitian ini Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.06/2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang telah mengakomodir pelaksanaan lelang termasuk lelang terhadap Barang Tidak Dikuasai. Namun menurut peneliti Peraturan Menteri Keuangan tersebut meletakkan kedudukan pemenang lelang dalam posisi lemah karena harus menerima barang tersebut apa adanya dan menanggung segala resiko yang terjadi atas pelaksanaan lelang eksekusi Barang Tidak Dikuasai.
Disarankan kepada importir untuk memperhatikan syarat–syarat menjadi importir dan prosedur impor sehingga barang tersebut tidak dinyatakan Barang Tidak Dikuasai dan kepada Pemerintah Pusat c.q. Menteri Keuangan untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang Tentang Lelang dengan memperhatikan kedudukan pemenang lelang sesuai dengan azas keseimbangan dalam perjanjian dan mensahkannya sebagai Undang-Undang karena Peraturan Lelang (Vendu Reglement) yang masih berlaku saat ini tidak sesuai dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan sistem Hukum Nasional sehingga peraturan tersebut mengikat masyarakat luas.
Kata kunci: Lelang Eksekusi, Barang Tidak Dikuasai, KPKNL
ii ABSTRACT
The Directorate General of Customs and Excises in its provision on Uncontrolled Goods, based on Law No. 10/1995 on Customs as it is amended by Law No. 17/2006 on the Amendment of Law No. 10/1995 on Customs and the Regulation of the Ministry of Trade No. 62/PMK.04/2011 on the Settlement of Uncontrolled Goods, Goods Controlled the State, and State Owned Goods. Meanwhile, the implementation of the Foreclosure Sale of the goods is stipulated in the Regulation of the Minister of Finance No. 93/PMK.06/2010 on the Operational Manual of Auction and the Regulation of the Director General of the State’s Property No PER- 03/KN/2010 on the Operational Manual of the Implementation of Auction.
Uncontrolled goods is the goods which has been informed its customs but is not removed from the Temporary Depot in the harbor area within 30 (thirty) days since it was kept, the goods which is not removed from the Temporary Depot outside the harbor area within 60 (sixty) days since it was kept, goods which is not removed from the Supplementary Bonded Depot whose license is suspended within 30 (thirty) days since the suspension, and goods which is sent via mail, rejected by the receiver, and not able to be resent because of the rejection or not arrived at the right address, and not settled by the sender within 30 (thirty) days since the information by the Post Office.
The research used descriptive analysis method about the Implementation of the Foreclosure Sale of uncontrolled goods by the Directorate General of Customs and Excises with judicial normative approach related to the Implementation of Foreclosure Sale of Uncontrolled Goods by KPKNL, Medan.
The result of the research showed that the Regulation of the Minister of Finance No. 93/PMK.06/2010 on the Operational Manual of Auction has accommodated the implementation of auction, including the auction of uncontrolled goods. However, the researcher on the Regulation of the Minister of Finance states that the position of the winner of the auction is weak since he has to receive the goods as it is and will take the risk of the implementation of the operational sale of uncontrolled goods. It is recommended that importers pay attention to the requirements for being importers and for import procedures so that the goods is not regarded as uncontrolled goods, the Central Government, in this instance, the Ministry of Finance propose a Bill on Auction by paying attention to the winner of the auction which is in line with balance principle in the contract and validated as a Law because Auction Regulation (Vendu Reglement) which is still valid now is not in line with Pancasila, with the 1945 Constitution, and with National Law system so that the regulation will touch the whole society.
Keywords: Foreclosure Sale, Uncontrolled Goods, KPKNL
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat dan kasih karuniaNya penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan baik.
Tesis ini berjudul “PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI OLEH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI TERHADAP BARANG YANG DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) DI KOTA MEDAN) sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Magister Kenotariatan pada Pascasarjana Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan.
Penulis menyadari sepenuhya bahwa penulisan tesis ini dapat selesai dengan adanya dorongan dari pihak-pihak yang telah berjasa membimbing, mengarahkan dan memberi semangat dan motivasi kepada penulis. Pada kesempatan ini, dari lubuk hati yang tulus, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1. Bapak Prof. Dr.dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc (CTM), Sp.A(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara, atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
iv
2. Bapak Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH, Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, MHum, selaku pembimbing yang telah bersedia memberikan waktu, petunjuk dan saran untuk kesempurnaan tesis ini kepada penulis.
3. Bapak Prof. Dr. Runtung, SH, MHum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara sekaligus sebagai pembimbing yang telah bersedia memberikan waktu, petunjuk dan saran untuk kesempurnaan tesis ini kepada penulis.
4. Bapak Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN, selaku Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
5. Ibu Dr. T. Keizerina Devi A, SH, CN, Mhum, selaku Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, sekaligus penguji dan Bapak Dr. Jusmadi Sikumbang, SH, Mhum, selaku penguji yang telah memberikan kritikan, masukan dan saran untuk kesempurnaan tesis ini kepada penulis.
6. Suami tercinta, Lambok M. Purba, ST yang dengan sabar memberikan doa dan semangat untuk penyelesaian studi dan tesis ini serta orangtua saya, Ibu T.
Siahaan, dan keluarga besar saya yang telah mendoakan dan memberikan dukungan moril untuk penyelesaian studi kepada penulis.
7. Bapak Nasrun Nasution, Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai XV, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean Belawan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan wawancara.
v
8. Bapak Budi Hardiansyah, Pelaksana Lelang pada Seksi Lelang KPKNL Medan yang telah memberikan kesempatana kepadapenulis untuk melakukan wawancara.
9. Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu staf pengajar dan semua karyawan pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
10. Sahabat-sahabat saya di Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara angkatan 2011 dan yang berada di Jakarta dan Pekan Baru serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu yang telah membantu penulis untuk menyelesaikan studi dan tesis ini.
Akhirnya, penulis berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Medan, September 2013 Penulis
Pesta Aspita Diana Simanjuntak
vi
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. IDENTITAS PRIBADI
Nama : Pesta Aspita Diana Simanjuntak
Tempat/Tanggal Lahir : P. Siantar/5 Februari 1972
Alamat : Perumahan Sunggal Mas Blok A1, Jalan
Sunggal Medan
II. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. SD YPHKPB 1 Pematang Siantar tamat tahun 1984 2. SMP Negeri 3 Pematang Siantar tamat tahun 1987 3. SMA Negeri 1 Pematang Siantar tamat tahun 1990
4. S1 Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang tamat tahun 1995 5. S2 Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara tamat
tahun 2013
III. RIWAYAT PEKERJAAN
1. Staf administrasi Rumah Sakit Yadika, Jakarta tahun 2000
2. Staf ekspor-impor PT. Chemtech Perkasa Raya, Serang tahun 2001-2011
vii DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR ISTILAH ... ix
DAFTAR SINGKATAN ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Perumusan Masalah ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 9
E. Keaslian Penelitian ... 10
F. Kerangka Teori dan Konsepsi ... 13
1. Kerangka Teori ... 13
2. Konsepsi ... 22
G. Metode Penelitian ... 25
1. Spesifikasi Penelitian ... 26
2. Lokasi Penelitian ... 26
3. Teknik Pengumpulan Data ... 27
4. Alat Pengumpulan Data... 29
5. Analisis Data ... 30
BAB II FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN BARANG TIDAK DIURUS PEMILIKNYA ... 31
viii
A. Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
(KPKNL) ... 31
B. Tahapan-Tahapan Untuk Melakukan Kegiatan Importasi ... 31
C. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Barang Tidak Diurus ... 55
BAB III PROSES PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI TERHADAP BARANG YANG DINYATAKAN TIDAK DIKUASAI ... 60
A. Beberapa Pengertian, Fungsi Dan Jenis Lelang ... 60
B. Kriteria Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai... 73
C. Proses Pelaksanaan Lelang Eksekusi Terhadap Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai ... 75
D. Hambatan Dalam Pelaksanaan Lelang Eksekusi BTD ... 113
BAB IV PERATURAN LELANG YANG IDEAL YANG PERLU DITAMBAHKAN DALAM PERMASALAHAN LELANG BARANG TIDAK DIKUASAI ... 117
A. Analisis Peraturan Lelang (Vendu Reglement) ... 117
B. Rancangan Peraturan Perundang-Undangan yang Baik ... 121
C. Peraturan Lelang yang Ideal yang Perlu Ditambahkan dalam Permasalahan Lelang Barang Tidak Dikuasai (BTD) ... 125
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 134
A. KESIMPULAN ... 134
B. SARAN ... 136
DAFTAR PUSTAKA ... 138
ix
DAFTAR ISTILAH
Analizing Point : proses verifikasi perijinan
Barter : pertukaran barang
benoemd : perjanjian khusus
Bill of Lading : dokumen pengangkutan barang
melalui transportasi laut
Cost Insurance and Freight : harga barang, asuransi dan ongkos Common Effective Preferential Tariff for : penurunan tariff komoditi barang ASEAN free Trade Area tertentu secara bersamaan sampai
Mencapai tingkat 0-5%
Electronic Data Interchange : pertukaran data elektronik
Fair Trade : perdagangan yang sehat
Feitelijk : senyatanya
Field Research : penelitian lapangan
Forced Sale Value : harga limit lelang eksekusi ditentukan serendah-rendahnya sama dengan nilai likuidasi High risk importir : importir kategori risiko tinggi Hi-co scan X-ray System : pemeriksaan fisik barang dalam
peti kemas dengan menggunakan teknologi sinar X
Harmonize System : pos tariff
Indonesia National Single Window : sistem penyampaian data informasi nasional secara tunggal
Innominaat : perjanjian tidak bernama
Law is command of the sovereign : perintah dari penguasa
Legal Substance : substansi hukum
Legal Structural : Struktur hukum
Legal Cultural : budaya hukum
Library Research : penelitian kepustakaan
Letter of Credit (L/C) : cara pembayaran internasional melalui bank setelah barang dan dokumen dikirim ke luar daerah pabean
Levering : penyerahan
Nominaat : perjanjian bernama
Official System : jumlah bea masuk yang harus
dibayar ditetapkan pejabat bea dan cukai
Ordonansi : peraturan pemerintah
Open house/ aanwijzing : kesempatan yang diberi kepada
x
peserta lelang untuk melihat kondisi barang
Purchase Order (PO) : order penawaran
Self Assessment System : sistem pemungutan pajak dimana wajib pajak menentukan sendiri besarnya pajak terutang
Uncrushed salt : garam
Vendu Reglement (VR) : Peraturan lelang Vendu Instructie (VI) : instruksi lelang
Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) : persekutuan dagang Hindia Belanda
Volksraad : semacam Dewan Perwakilan
Rakyat tetapi tidak secara penuh mewakili rakyat, terbentuk tahun 1926
World Trade Organization Valuation agreement : nilai pabean yang ditentukan oleh organisasi perdagangan dunia
xi
DAFTAR SINGKATAN
API : Angka Pengenal Impor
API-U : Angka Pengenal Impor Umum
API-P : Angka Pengenal Impor Produsen
APBD/APBN : Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah/Anggarang Pendapatan dan Belanja Negara
BUMN : Badan Usaha Milik Negara
BTD : Barang Tidak Dikuasai
BDN : Barang Dikauasai Negara
BMN : Barang Milik Negara
B/L : Bill of Lading
BKP : Barang Kena Pajak
BKPM : Badan Koordinasi Penanaman Modal BICT : Belawan International Container Terminal
BM : Bea Masuk
BPHTB : Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan BUPN : Badan Urusan Piutang Negara
BUPLN : Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara BTBMI : Buku Tariff Bea Masuk Indonesia
CIF : Cost Insurance and Freight
CEPT : Common Effective Preferential Tariff for ASEAN Free Trade Area
DPR : Dewan Perwakilan Rakyat
DJBC : Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
DJPLN : Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara DJKN : Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
EDI : Electronic Data Interchange
INSW : Indonesia National Single Window
MITA : Mitra Utama
KPKNL : Kantor PelayananKekayaan Negara dan Lelang KUHPerdata : Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
KUHAP : Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana KPBPB : Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas KP3N : Kantor Pelayanan Pengurusan Piutang Negara KP2LN : Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara LARTAS : Larangan dan Pembatasan
L/C : Letter of Credit
NIK : Nomor Induk Kepabeanan
PBM/KN : Pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara
PDRI : Pajak Dalam Rangka Impor
PIB : Pemebritahuan Impor Barang
xii
PMK : Peraturan Menteri Keuangan
PN/PA : Pengadilan Negeri/Pengadilan Agama PNBP : Penghasilan Negara Bukan pajak
PO : Purchase Order
PPJK : Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan
PPh : Pajak Penghasilan
PPn : Pajak Pertambahan Nilai
PPNBM : Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah PDE : Pertukaran data Elektronik
RUU : Rancangan Undang-Undang
SSPCP : Surat Setoran Pajak Cukai dan Pabean
SKPBM : Surat Penetapan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk SIUPP : Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilai
SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang
TPB : Tempat Penimbunan Berikat
TPS : Tempat Penimbunan Sementara
TPP : Tempat Penimbunan Pabean
UUHT : Undang-Undang Hak Tanggungan
VOC : Verenigde Oostindische Compagnie
VR : Vendu Reglement