• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pariwisata. Lampiran 1: Pariwisata Surabaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pariwisata. Lampiran 1: Pariwisata Surabaya"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1: Pariwisata Surabaya

Pariwisata

"Imajinasikan Kota Surabaya sebagai negeri peri, dengan sungai dari emas Kalimas, dan pelabuhan dari perak, Tanjung Perak. Lengkapi imajinasi itu dengan legenda Kota Surabaya di mana pendiri Kota Surabaya mengartikan nama Surabaya, berasal dari kata Suro ing Boyo. Suro berarti ikan dan Boyo berarti buaya, sebuah legenda, pertarungan antara ikan Suro dengan buaya yang terjadi di Kalimas. Legenda inilah kemudian diabadikan sebagai nama Kota Surabaya. Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya menyimpan banyak kenangan historis. Sebagai saksi bisu, bangunan-bangunan bersejarah peninggalan masa penjajahan memberikan nuansa tersendiri bagi keindahan Kota Surabaya. Perpaduan antara negeri impian, legenda, historis dan metropolitan, kesemuanya dapat dinikmati dalam bentuk objek-objek wisata indah dan menarik."

Sebagai sebuah permukiman tua yang telah berumur, Surabaya ternyata banyak menyimpan asset wisata sebagai implikasi dari posisi geografi yang secara alamiah telah menjadikannya sebagai kota transit dan dagang.

Banyak orang mengenal Surabaya sebagai Kota Pahlawan, namun

sebenarnya di dalamnya juga tersimpan potensi wisata yang cukup menarik.

Awalnya pengembangan fasilitas wisata di Surabaya mulanya terbatas untuk memenuhi kebutuhan akan tempat hiburan bagi masyarakat kalangan atas, pada masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, fasilitas tempat hiburan yang dibangun adalah tempat perkumpulan dan pagelaran seni, disebut Societeit, seperti, Societeit Concordia (tahun 1843), De Club Club (tahun 1850), Marine Societeit Moderlust (tahun 1867), dan Simpangsche Societeit (tahun 1907). Jika dilihat dari posisi geografi serta dikaitkan terhadap usianya yang telah tua itu dalam pluralisme masyarakat, dan kebudayaan, hingga

sekarang. Surabaya memiliki pelbagai potensi wisata, sehubungan dengan

kekhasannya yang telah menjadi tetenger kota seperti,

(2)

• Wisata situs kota lama, yakni, situs permukiman Eropa, Cina, Arab, Melayu dengan arsitektur yang mempunyai karakteristik tersendiri.

• Wisata sejarah dan bangunan kuno, seperti, Gedung Internatio eks Internatio Willemplein, Gedung PTP XXII eks Handels Vereeniging Amsterdam (1925), Jembatan Merah, Kantor Gubernur Jawa Timur (1930), Gedung, Nasional Indonesia/GNI (Makam Dr.Soetomo), Monumen Tugu Pahlawan, Hotel Mandarin Majapahit eks Hotel Oranje eks Yamato Hoteru (1910), Gedung Grahadi eks Residentswoning (1795), Gedung Balai Pemuda eks Simpangsche Societeit (tahun 1907), Gedung Balai Kota eks Gemeente (1925), Gedung Siola eks White Laidlaw, Gedung St. Louis eks St.Louise Coen Boulevard 7 eks Surabaya Syuu Tokubetsu Kaitsatsutai (1923), Rumah Sakit Darmo eks Kamp Interniran, Gedung Bank Mandiri eks Lindeteves (1911), Gdung Bank Indonesia di Jl.Garuda eks Javasche Bank, Museum Mpu Tantular eks rumah Direktur Javasche, Gedung SMU Negeri Kompleks eks Hoogere Burgerscholl Soerabaia (1923), Gedung Statement I di Jl.Patua eks Medelbaar Technische School (1914) Gedung SLTP Negeri 3, Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga eks Nederland Indische School/NIAS (1921), Gedung Don Bosco, Kantor PELNI eks Kantor Berita DOMEI, Gedung Pertamina, Gedung St.

Maria, Gedung Indosat, Gedung Radio Republik Indonesia eks Gedung Radio Surabaya Simpangweg, Jembatan Petekan (ferwerda), Makam W.R. Supratman, Museum Loka Jala Crana, Hotel Simpang Natour eks Hotel Simpang (1868).

• Wisata alam, antara lain, Kebun Binatang, Kebun Bibit Bratang, Taman Prestasi, Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Pantai Ria Kenjeran, Perkemahan Jurang Kuping, Pelabuhan Kalimas.

• Wisata bahari, antara lain, Monumen Jayaveva Jayamahe (Monjaya), Monumen Kapal Selam (Monkasel), Kalimas Surabaya.

• Wisata mitology religious, seperti, Arca Joko Dolog, Masjid Ampel (Makam Sunan Ampel), Pesarean Agung Sentono Botoputih, Makam Ki Ageng Bungkul, Klenteng Makam Mbah Ratu, Klenteng Hong Tiek Hian, Gereja Kepanjen, Gereja Kathredal, Pura Jagad Karana, Makam Pangeran Yudo Kardono, Makam Mbok Rondo Dadapan.

• Wisata budaya, umumnya digelar di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) dan di Taman Budaya serta pada perayaan-perayaan, seperti, upacara loro pangkon, tari remo, tari lenggang Suroboyo, undukan (balapan) doro, ludruk, kentrung, besutan, gending jula-juli

Suroboyo, ketropak, wayang orang dan wayang kulit, okol, seni ujung, musik patrol, panco.

• Wisata belanja, seperti, Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, Surabaya Delta Plaza, Surabaya Mall, Tunjungan Center, Pasar Turi, Pasar Loak, Pasar Atom, JMP Plaza, Pasar Keputan, kawasan pecinan Kembang Jepun, Pasar Bunga Kayoon, Pasar Burung Bratang, Pasar Bunga Bratang, Pasar Buah Widodaren.

Menurut Dinas Pariwisata Kota Surabaya pada tahun 2000, jumlah tempat penginapan (hotel) di Surabaya adalah :

• Hotel berbintang 5 : 3 buah

• Hotel berbintang 4 : 6 buah

• Hotel berbintang 3 : 9 buah

• Hotel berbintang 2 : 2 buah

• Hotel berbintang 1 : 4 buah

(3)

• Hotel melati dan penginapan : 3 buah

Dibawah adalah berbagai macam wisata-wisata yang terdapat di Surabaya

• Wisata Alam

• Kebun Binatang Surabaya

• Pantai Ria Kenjeran

• Taman Hiburan Pantai Kenjeran

• Perkemahan Jurang Kuping

• Wisata Bahari

• Pelabuhan Kalimas

• AAL (Akademi Angkatan Laut) Sebagai Obyek Wisata Pendidikan Bernuansa Bahari

• Wisata Rekreasi

• Taman Remaja Surabaya

• Wisata Religi

• Arca Joko Dolog

• Masjid Ampel (Makam Sunan Ampel)

• Gereja Katholik Santa Perawan Maria

• Pura Jagad Karana

• Klenteng Hong Tiek Hian

• Wisata Belanja

• Kya Kya

• Tunjungan Plasa

• Mal Galaxy

• Surabaya Plasa

• Mal Surabaya

• Jembatan Merah Plasa

• Maspion Square

• Pasar Turi

• Plasa Marina

• Pasar Bunga Kayoon

• Pasar Bunga Bratang

(4)

Lampiran 2: Pariwisata Surabaya

NO. Arah Pengembangan

Kota

Latar Belakang/

Dasar Pertimbangan Visi

Pengembangan Program Kerja Indikator Keberhasilan 1. Kota Dagang 1.

2.

3.

4.

Surabaya sejak dulu dikenal sebagai kota dagang bahkan jauh sebelum Singapura berkembang seperti sekarang.

Surabaya memiliki fasilitas pelabuhan terbesar kedua di Indonesia.

Surabaya memiliki sentral-sentral bisnis yang cukup besar dengan berbagai produk- produk

unggulannya.

Masyarakat Surabaya sangat dinamis dan terbuka yang cukup

menunjang pengembangan Surabaya sebagai Kota Dagang

- Mengembangkan Surabaya sebagai sentra dagang bagi Jawa Timur dan Indonesia Timur.

-

-

-

Mengembangkan pasar/pusat- pusat perdagangan berdasar mata dagangan.

Mengembangkan kapasitas dan tingkat pelayanan di pelabuhan.

Mengembangkan terminal- terminal usaha (mis.

Agrobisnis).

1.

2.

3.

Transaksi dagang semakin meningkat baik volume barang maupun nilai transaksi.

Arus barang, uang dan manusia semakin lancar.

Daya serap tenaga kerja di sector ini meningkat.

2. Kota Jasa 1.

2.

3.

Penduduk kota Surabaya makin padat.

Kebutuhan meningkat.

Perkembangan Kota semakin kompleks

- Mengembangkan Surabaya sebagai kota yang mampu melayani berbagai kebutuhan seluruh warga dan tamu- tamunya

- Identifikasi dan inventarisasi sector-sektor jasa, baik formal maupun informal.

1.

2.

3.

Pelaku usaha di sector ini meningkat.

Volume transaksi disektor jasa meningkat.

Tenaga kerja yang terserap di sector ini meningkat.

3. Kota Wisata 1.

2.

3.

4.

Surabaya adalah kota yang cukup tua dan mempunyai sejarah panjang.

Surabaya memiliki peninggalan- peninggalan sejarah.

Surabaya meiliki potensi wisata menarik :- Kebun Binatang- Wisata pantai/Air- Museum- Wisata dagang- Wisata hiburan malam- Wisata olahraga.

Surabaya memiliki fasilitas penginapan

- Mengembangkan Surabaya menjadi tujuan wisata menarik.

-

-

-

-

Rehabilitasi, profesionalisasi dan privatisasi pengelolaan tempat-tempat wisata.

Meningkatkan promosi wisata

& penyediaan informasi wisata.

Mengembangkan akses ke tempat-tempat wisata di Jawa Timur.

Pengembangan masyarakat sekitar lokasi

1.

2.

3.

Pengunjung di tempat- tempat wisata meningkat.

Volume usaha sector pariwisata meningkat.

Lapangan kerja sector

pariwisata meningkat.

(5)

5.

yg sangat memadai (hotel melati hingga bintang V).

Surabaya pintu gerbang wisata di Jawa timur.

wisata.

4. Kota Konvensi 1.

2.

Surabaya memiliki hotel-hotel dengan kapasitas yang cukup besar.

Aktivitas warga dalam kegiatan pertemuan,

konvensi/konferensi, seminar, lokakarya, dsb., makin meningkat.

- Mengembangkan Surabaya sebagai tujuan konvensi, eksibisi, dll.

- Mengembangkan berbagai fasilitas penunjang konvensi, eksibisi, dll.

1.

2.

3.

4.

Lapangan kerja di sector perhotelan &

event organizer makin besar.

standar profesional dan citra Surabaya di mata internasional meningkat.

Investasi di sector ini meningkat.

Volume bisnis sector ini meningkat.

5. Kota Investasi 1.

2.

3.

Surabaya adalah kota pertama di Indonesia di luar Jakarta yang mempunyai pasar modal (BES).

Dengan potensi yang dimilikinya, Surabaya sangat potensial sebagai tujuan investasi.

Surabaya memiliki lokasi-lokasi strategis untuk pengembangan sector property.

- Mengembangkan Surabaya sebagai tujuan investasi.

- Identifikasi &

inventarisasi sector-sector potensial untuk investasi.

- Penanman modal di Surabaya meningkat.

6. Kota Industri 1.

2.

Surabaya memiliki Kawasan Industri yang cukup besar.

Surabaya memiliki sentra-sentra indusri kecil potensial yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya.

- Mengembangkan industri yang soft (lunak), tidak mencemari lingkungan (clean), dan berbasis pengetahuan (knowledge- based industries).

-

-

Mendorong relokasi industri- industri ke luar kota.

Mengembangkan insentif untuk investasi industri-industri lunak, clean, padat pengetahuan.

- Tumbuh industri-

industri yang berbasis

Teknologi/pengetahuan

(6)

Lampiran 3: Pariwisata Surabaya

>Sabtu, 16 Juni 2001

Wisata Kali Surabaya Dihidupkan Lagi

Surabaya, Kompas

Dinas Pariwisata Kota Surabaya bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta kembali menghidupkan wisata air di Kali Surabaya. Untuk tahap awal, kegiatan wisata air digelar setiap hari Sabtu dan Minggu tanpa dipungut biaya, dan sementara waktu dikhususkan bagi pelajar.Demikian

diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya Alisjahbana, Jumat (15/6), di sela- sela peresmian wisata air di kawasan Dam Gunungsari, persis di kompleks Kantor Perum Jasa Tirta. Kegiatan ini bertujuan selain untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata, juga mengamankan air dan sungai dari serbuan sampah dan limbah. Apalagi, menurut hasil evaluasi Perum Jasa Tirta, kualitas air Kali Surabaya terus memburuk disebabkan limbah domestik dari rumah tangga, yang hampir 60 persen sebagai penyebab menurunnya kualitas air.

Pada tahap awal rute yang dilalui yakni dari Dam Gunungsari hingga Karangpilang, sekitar 10 kilometer dengan jarak tempuh dua jam pulang pergi. "Selain untuk

menghidupkan lagi pariwisata air, juga meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya sungai," ujarnya.

"Masyarakat diharapkan terdorong untuk membersihkan lingkungan tempat tinggalnya karena Kali Surabaya akan menjadi obyek wisata air." Paling tidak bantaran sungai yang selama ini kotor dan kumuh karena tidak dirawat, secara bertahap semua instansi terkait akan secara bersama-sama melakukan penataan sesuai tugas dari instansi masing- masing.

Transportasi air

Pada kesempatan itu Sekretaris Kota Surabaya M Yasin mengatakan, jika wisata air di Kalimas dan Kali Surabaya bisa berjalan dengan baik, investor diharapkan berminat untuk menanam modalnya di bidang ini. Memang perlu pembenahan di berbagai sektor untuk menunjang agar kegiatan ini bisa diminati dan dapat dikembangkan lebih luas lagi.

"Jika memungkinkan, transportasi air seperti yang pernah ditempuh oleh Pemerintah Belanda, sebelum Indonesia merdeka, bisa dihidupkan kembali," katanya.

Meskipun untuk menuju ke arah transportasi air butuh persiapan yang matang dan dukungan biaya besar. Pemerintah Kota Surabaya harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menunjang dihidupkannya kembali transportasi air ke beberapa tempat, yang

Prasetyo

(7)

umumnya merupakan jalur padat, seperti ke Tanjung Perak, Wonokromo, Jalan Basuki Rachmad, dan Jalan Pemuda. "Kemacetan lalu lintas di jalan darat otomatis berkurang jika transportasi air bisa digelar kembali," kata Alisjabana.

Menanggapi rencana Pemerintah Kota itu, Kepala Divisi IV Perum Jasa Tirta Syamsul Bahri mengatakan, gagasan itu sangat positif terutama menyangkut keberadaan sungai.

Selama ini, kualitas air Kali Surabaya terus memburuk karena kesadaran masyarakat akan fungsi sungai relatif rendah. Akibatnya, warga kota terutama yang tinggal di sekitar sungai tanpa sadar cenderung membuang sampah dan limbah dari rumah tangga langsung ke sungai.

"Jika kegiatan wisata dan transportasi sungai berjalan dengan baik, otomatis keberadaan

sungai dan lingkungan sekitarnya mendapat perhatian dari semua elemen masyarakat

sehingga anggapan masyarakat sungai menjadi tanggung jawab Perum Jasa Tirta

terkikis habis," tegasnya. (eta/arn)

(8)

Lampiran 4: Pariwisata Surabaya

Jumat, 06 Juni 2003

Surabaya Akan Kembangkan Wisata Air

Surabaya, Kompas - Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya akan

mengembangkan wisata air di kawasan bozem Wonorejo, Surabaya. Dua bozem Wonorejo, yang masing-masing seluas 8.000 meter persegi, itu akan dilengkapi dengan sarana yang menunjang wisata air, seperti alat pancing dan perahu.

Hal itu dikemukakan oleh Mashuri, Kepala Sub Dinas Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) Disparta Surabaya, Rabu (4/6). "Kami sudah menggodok rencana ini, termasuk kemungkinan pembebasan lahan oleh Pemkot Surabaya seluas 20 hektar di sekitar bozem," ujar Mashuri.

Ide untuk mengembangkan wisata air ini, menurut Mashuri, adalah upaya untuk memanfaatkan bozem atau waduk dalam skala kecil di Wonorejo, yang selama ini digunakan untuk mengendalikan banjir. "Seperti wisata di waduk Jatiluhur dalam skala kecil," ujar Mashuri.

Meskipun rencana pengembangan bozem sudah dipikirkan masak-masak, Mashuri mengaku bahwa pihak Disparta membutuhkan sinergi dengan pihak lainnya yang terkait. Termasuk kemungkinan untuk menjadikan bozem Wonorejo sebagai starting point atau titik awal pengembangan wisata air di Surabaya.

Salah satu kendala yang dirasakan masih cukup mengganggu adalah dana.

Pasalnya, selain memberdayakan bozem menjadi kawasan wisata, pihak Disparta juga berencana untuk menyelenggarakan transportasi air sepanjang Rolak Jagir ke arah bozem Wonorejo.

"Masyarakat dapat naik perahu menyusuri jalur sungai sepanjang lebih kurang lima kilometer itu," kata Mashuri.

Selain sebagai atraksi pariwisata, perahu yang menyusuri sungai itu dapat menjadi alternatif untuk menghindarkan diri dari kemacetan. Oleh karena itu, perahu yang akan disediakan berukuran cukup besar, setidaknya lebih besar daripada perahu yang selama ini digunakan untuk wisata di Taman Prestasi, di tepi Kali Mas.

"Menurut rencana, akhir tahun ini rencana itu sudah dapat mulai diwujudkan.

Bahkan, pada tahun 2004 mendatang, Dinas Pariwisata Jatim sudah siap

memberikan bantuan berupa dua buah perahu," kata Mashuri. (IDR)

(9)

Lampiran 5: Foto-Foto Keadaan Pasar Kayoon

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan keluhan nyeri muskuloskeletal pada pekerja di beberapa jenis industri dan hubungan dengan faktor risikonya.. Hasilnya diharapkan

Dalam perencanaan bangunan tahan gempa harus memperhatikan standar yang mengacu pada SNI 1726:2012 untuk tata cara perencanaan ketahananan gempa, sedangkan untuk

"Terwujudnya Kabupaten Selayar sebagai Destinasi Pariwisata Bahari Andalan Nasional". Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan ketersediaan usaha pariwisata yang

Tenaga kerja yang bekerja di luar rumah yaitu mengerjakan pada proses menjahit, mempola gambar kebanyakan adalah para ibu-ibu disekitar kampeong Jetis,

Kondisi SM Rimbang Baling sangat memprihatinkan saat ini, dan sangat disayangkan jika pada akhirnya, pemasalahan yang terjadi di kawasan konservasi menyebabkan

Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, Peraturan Daerah Kabupaten Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi dan Sewa Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah

nirlaba terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan (Pontoh, 2013:3). Sistem pengelolaan keuangan yang baik

Teknik ini merupakan yang sering digunakan dalam mempertahankan gigi,dan sangat efektif untuk perawatan abses periapikal (Catatan: bahkan jika nyeri telah hilang